Dalam aktivitas perbankan, terdapat berbagai dokumen yang memiliki peran penting untuk membuktikan kepemilikan rekening dan memberikan informasi mengenai aktivitas keuangan seseorang. Salah satu dokumen yang cukup sering digunakan adalah Single Statement. Dokumen ini memiliki fungsi penting, terutama bagi nasabah yang membutuhkan bukti informasi rekening untuk berbagai kepentingan administrasi maupun transaksi keuangan.
Meskipun istilah Single Statement belum terlalu familiar bagi sebagian masyarakat, keberadaannya cukup penting dalam layanan perbankan. Dokumen ini membantu nasabah memperoleh informasi mengenai rekening secara lebih jelas, terstruktur, dan mudah dipahami. Selain itu, Single Statement juga dapat mendukung berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan pemeriksaan data keuangan.
Lantas, apa sebenarnya Single Statement? Apa saja fungsi dan persyaratan untuk mengurusnya? Bagaimana prosedur pengajuan yang benar agar nasabah dapat memperoleh dokumen tersebut tanpa kendala?
Baca juga : Prosedur Single Statement untuk Menikah dengan WNA
Apa Itu Single Statement?

Single Statement adalah dokumen atau laporan resmi dari bank yang memuat informasi mengenai suatu rekening atau produk perbankan milik nasabah. Dokumen ini berfungsi sebagai bukti informasi rekening sekaligus memberikan gambaran mengenai data keuangan yang berkaitan dengan produk tersebut.
Secara umum, Single Statement dapat memuat informasi seperti identitas pemilik rekening, nomor rekening, periode laporan, serta informasi saldo atau transaksi sesuai jenis layanan perbankan yang bersangkutan.
Dengan adanya dokumen ini, nasabah memiliki bukti tertulis yang dapat membantu berbagai kebutuhan administrasi dan keuangan.
Sebagai contoh, seseorang mungkin membutuhkan bukti kepemilikan rekening untuk melengkapi persyaratan administrasi, melakukan pemeriksaan data keuangan, atau mendukung proses pengajuan layanan tertentu. Dalam situasi tersebut, Single Statement dapat menjadi salah satu dokumen pendukung yang relevan.
Namun, penting untuk memahami bahwa setiap bank memiliki kebijakan dan format dokumen yang berbeda. Oleh karena itu, istilah Single Statement tidak selalu memiliki cakupan informasi yang sama pada setiap lembaga perbankan.
Selain itu, nasabah perlu membedakan Single Statement dengan rekening koran. Rekening koran umumnya menampilkan riwayat transaksi rekening dalam periode tertentu secara lebih terperinci. Sementara itu, Single Statement dapat merujuk pada laporan atau bukti informasi suatu rekening maupun produk tertentu, sesuai ketentuan bank penerbit.
Dengan demikian, sebelum mengajukan permohonan, nasabah sebaiknya memastikan jenis dokumen yang benar-benar mereka butuhkan.
Baca juga : Cara Mengurus Surat Keterangan Belum Menikah di Indonesia
Fungsi Single Statement dalam Aktivitas Perbankan
Single Statement bukan sekadar dokumen pelengkap administrasi. Dokumen ini memiliki sejumlah fungsi yang dapat membantu nasabah dalam mengelola dan membuktikan informasi keuangan.
Berikut beberapa fungsi pentingnya.
A. Sebagai Bukti Kepemilikan Rekening
Fungsi pertama adalah membantu menunjukkan informasi mengenai kepemilikan rekening pada suatu bank.
Melalui dokumen ini, nasabah dapat memperlihatkan data rekening yang tercantum sesuai catatan bank. Informasi tersebut dapat membantu proses verifikasi ketika seseorang membutuhkan bukti pendukung untuk kepentingan tertentu.
B. Mendukung Kebutuhan Administrasi
Selanjutnya, Single Statement dapat membantu memenuhi kebutuhan administrasi yang memerlukan informasi rekening.
Misalnya, seseorang sedang melengkapi dokumen untuk keperluan kerja, pengajuan layanan keuangan, atau administrasi lainnya. Apabila pihak terkait meminta bukti informasi rekening, nasabah dapat menanyakan apakah Single Statement termasuk dokumen yang mereka terima.
Perlu diperhatikan bahwa setiap instansi memiliki ketentuan masing-masing. Oleh sebab itu, pastikan dokumen yang Anda ajukan sesuai dengan persyaratan pihak penerima.
C. Membantu Pemeriksaan Informasi Keuangan
Single Statement juga dapat membantu nasabah memeriksa informasi rekening atau produk perbankan.
Melalui laporan yang tersedia, nasabah dapat mencocokkan informasi tertentu dengan data yang mereka miliki. Dengan demikian, apabila terdapat perbedaan informasi, nasabah dapat segera menghubungi pihak bank untuk memperoleh penjelasan.
Baca juga : Perbedaan Single Statement dan Single Status Certificate
D. Menunjang Proses Pengajuan Layanan Keuangan
Dalam beberapa kondisi, lembaga keuangan atau penyedia layanan tertentu membutuhkan dokumen pendukung untuk memeriksa informasi nasabah.
Single Statement berpotensi membantu proses tersebut apabila pihak penerima memang menerima dokumen ini sebagai salah satu persyaratan.
Contohnya, nasabah mungkin membutuhkan bukti informasi rekening untuk mendukung pengajuan fasilitas keuangan. Namun, keputusan penerimaan dokumen tetap mengikuti ketentuan lembaga yang bersangkutan.
E. Menjadi Arsip Keuangan Pribadi
Selain kebutuhan administrasi, Single Statement juga bermanfaat sebagai arsip keuangan.
Nasabah dapat menyimpan dokumen tersebut untuk kebutuhan pemeriksaan atau pencocokan data pada kemudian hari. Terlebih lagi, penyimpanan dokumen secara digital membuat nasabah lebih mudah mengakses informasi ketika mereka membutuhkannya.
Baca juga : Cara Memeriksa Persyaratan Single Statement dari Kedutaan
Apa Saja Informasi yang Tercantum dalam Single Statement?
Isi Single Statement dapat berbeda antara satu bank dengan bank lainnya. Perbedaan tersebut bergantung pada jenis produk, kebijakan layanan, serta tujuan penerbitan dokumen.
Meskipun demikian, terdapat beberapa informasi yang umumnya dapat muncul dalam dokumen laporan rekening.
Berikut penjelasannya.
- Identitas nasabah: Memuat nama pemilik rekening atau identitas pihak yang tercatat sebagai pemilik produk perbankan.
- Informasi rekening: Berisi nomor rekening atau informasi identifikasi produk perbankan yang relevan.
- Nama bank: Menunjukkan lembaga perbankan yang menerbitkan dokumen.
- Periode laporan: Menjelaskan rentang waktu informasi keuangan apabila dokumen tersebut memuat data berdasarkan periode tertentu.
- Informasi saldo: Pada jenis laporan tertentu, dokumen dapat mencantumkan saldo rekening sesuai tanggal atau periode laporan.
- Informasi transaksi: Bergantung pada jenis dokumen, laporan dapat menampilkan transaksi masuk, transaksi keluar, serta keterangan transaksi lainnya.
- Tanggal penerbitan: Menunjukkan waktu bank menerbitkan dokumen tersebut.
Selain itu, beberapa bank juga mencantumkan informasi tambahan sesuai kebutuhan produk dan layanan.
Oleh karena itu, nasabah perlu memeriksa seluruh informasi sebelum menggunakan dokumen tersebut untuk kepentingan administrasi.
Baca juga : Penerjemah Tersumpah Single Statement ke Bahasa Inggris
Syarat Mengurus Single Statement
Sebelum mengajukan permohonan, nasabah perlu mempersiapkan beberapa persyaratan agar proses pengurusan berjalan lebih lancar.
Pada dasarnya, persyaratan dapat berbeda sesuai kebijakan masing-masing bank. Namun, berikut beberapa dokumen dan informasi yang umumnya perlu Anda persiapkan.
A. Kartu Identitas yang Masih Berlaku
Persyaratan pertama adalah kartu identitas resmi, seperti KTP bagi warga negara Indonesia.
Bank membutuhkan identitas tersebut untuk memastikan kesesuaian data pemohon dengan informasi nasabah yang tercatat dalam sistem.
Pastikan seluruh informasi pada kartu identitas masih terbaca dengan jelas.
B. Buku Tabungan atau Informasi Rekening
Apabila tersedia, bawalah buku tabungan atau catatan informasi rekening yang berkaitan dengan permohonan.
Dokumen tersebut dapat membantu petugas menemukan data rekening secara lebih cepat.
Namun, beberapa bank telah menggunakan sistem perbankan digital sehingga buku tabungan tidak selalu menjadi persyaratan wajib.
Baca juga : Apostille Single Statement: Syarat & Proses Pengesahan Dokumen
C. Kartu ATM atau Kartu Debit
Pada kondisi tertentu, petugas dapat meminta kartu ATM atau kartu debit sebagai informasi pendukung untuk membantu proses verifikasi rekening.
Meskipun demikian, kebutuhan dokumen ini mengikuti prosedur bank masing-masing.
D. Nomor Rekening
Nasabah sebaiknya menyiapkan nomor rekening yang ingin mereka ajukan.
Pastikan nomor tersebut benar agar petugas tidak mengalami kesulitan ketika mencari data dalam sistem perbankan.
E. Nomor Telepon dan Email Aktif
Nomor telepon serta alamat email aktif juga penting, terutama apabila bank menggunakan layanan digital untuk mengirimkan dokumen.
Pastikan data kontak yang tercatat pada sistem bank masih sesuai dengan informasi terbaru.
F. Surat Kuasa Jika Menggunakan Perwakilan
Apabila nasabah tidak dapat mengurus permohonan secara langsung, beberapa bank mungkin mengizinkan perwakilan dengan persyaratan tertentu.
Dalam kondisi tersebut, bank dapat meminta surat kuasa, identitas pemberi kuasa, serta identitas penerima kuasa.
Namun, tidak semua bank mengizinkan pengurusan melalui perwakilan. Karena itu, tanyakan kebijakan tersebut terlebih dahulu kepada pihak bank.
Baca juga : Legalisasi Single Statement untuk Penggunaan di Luar Negeri
Cara Mengurus Single Statement dengan Benar
Setelah seluruh persyaratan siap, nasabah dapat mulai mengajukan permohonan kepada bank yang bersangkutan.
Secara umum, terdapat beberapa cara yang dapat Anda tempuh. Pilihan metode pengurusan bergantung pada fasilitas yang tersedia pada masing-masing bank.
A. Mengurus Melalui Kantor Cabang Bank
Cara pertama adalah mengunjungi kantor cabang bank tempat Anda membuka rekening.
Metode ini cocok bagi nasabah yang membutuhkan bantuan langsung dari petugas, terutama ketika belum memahami prosedur pengajuan dokumen.
Berikut langkah-langkahnya:
- Siapkan KTP, informasi rekening, dan dokumen pendukung lainnya.
- Kunjungi kantor cabang bank terdekat.
- Ambil nomor antrean untuk layanan customer service.
- Sampaikan kepada petugas bahwa Anda ingin mengajukan Single Statement.
- Jelaskan tujuan penggunaan dokumen serta periode informasi yang Anda perlukan.
- Serahkan dokumen persyaratan untuk proses verifikasi.
- Ikuti arahan petugas apabila terdapat persyaratan tambahan.
- Periksa kembali dokumen setelah bank menyelesaikan proses penerbitan.
Keuntungan metode ini adalah nasabah dapat bertanya secara langsung apabila menemukan kendala.
Selain itu, petugas dapat membantu menjelaskan jenis dokumen yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.
Baca juga : Kesalahan Saat Mengurus Single Statement
B. Mengurus Melalui Mobile Banking
Seiring perkembangan teknologi, sejumlah bank menyediakan fasilitas untuk mengakses laporan rekening melalui aplikasi mobile banking.
Melalui fasilitas tersebut, nasabah dapat melihat atau mengunduh dokumen tertentu tanpa harus mengunjungi kantor cabang.
Secara umum, langkahnya sebagai berikut:
- Buka aplikasi mobile banking resmi milik bank.
- Masuk menggunakan akun yang telah terdaftar.
- Cari menu rekening, laporan, e-Statement, atau layanan dokumen.
- Pilih rekening yang ingin Anda periksa.
- Tentukan periode laporan apabila sistem menyediakan pilihan tersebut.
- Unduh dokumen dalam format yang tersedia.
- Periksa kelengkapan informasi sebelum menggunakannya.
Perlu Anda pahami bahwa tidak semua aplikasi mobile banking menyediakan menu khusus bernama Single Statement.
Oleh sebab itu, apabila Anda tidak menemukan menu tersebut, hubungi customer service untuk mengetahui alternatif layanan yang tersedia.
Baca juga : Jasa Penerjemahan dan Pengurusan Single Statement
C. Mengurus Melalui Internet Banking
Selain aplikasi mobile banking, beberapa bank menyediakan layanan internet banking melalui situs resmi mereka.
Metode ini memungkinkan nasabah mengakses informasi rekening menggunakan perangkat komputer atau laptop.
Langkah umumnya meliputi:
- Buka situs resmi internet banking bank terkait.
- Masuk menggunakan akun yang telah terdaftar.
- Cari menu informasi rekening atau laporan transaksi.
- Pilih jenis rekening yang ingin Anda periksa.
- Tentukan periode laporan sesuai kebutuhan.
- Unduh dokumen apabila fasilitas tersebut tersedia.
- Simpan file pada perangkat pribadi yang aman.
Namun, pastikan Anda hanya menggunakan situs resmi bank. Hindari tautan dari sumber yang tidak jelas karena dapat menimbulkan risiko pencurian data pribadi.
D. Menghubungi Customer Service
Apabila Anda belum memahami prosedur pengurusan Single Statement, menghubungi customer service merupakan langkah yang tepat.
Anda dapat menggunakan nomor layanan resmi, email, atau kanal komunikasi lain yang tersedia pada bank.
Sampaikan beberapa informasi berikut:
- Nama lengkap sesuai identitas.
- Jenis rekening atau produk perbankan.
- Tujuan pengajuan dokumen.
- Periode laporan yang Anda butuhkan.
- Bentuk dokumen yang Anda inginkan, baik cetak maupun elektronik.
Selanjutnya, mintalah petugas menjelaskan persyaratan, estimasi waktu, serta kemungkinan biaya administrasi.
Dengan begitu, Anda dapat mempersiapkan kebutuhan sebelum mengajukan permohonan.
Baca juga : Jasa Pengurusan Single Statement Terpercaya
Berapa Lama Proses Pengurusan Single Statement?
Lama pengurusan Single Statement bergantung pada kebijakan bank, jenis dokumen, serta metode pengajuan.
Apabila bank menyediakan dokumen secara otomatis melalui aplikasi, nasabah mungkin dapat mengaksesnya dalam waktu relatif singkat.
Sebaliknya, permohonan dokumen cetak atau laporan untuk periode tertentu mungkin membutuhkan waktu tambahan karena petugas perlu melakukan pemeriksaan data terlebih dahulu.
Selain itu, beberapa kondisi dapat memengaruhi durasi pengurusan, seperti:
- Ketidaksesuaian data identitas.
- Informasi rekening yang belum lengkap.
- Permohonan untuk periode laporan yang cukup panjang.
- Kebutuhan verifikasi tambahan.
- Antrean layanan pada kantor cabang.
Untuk menghindari keterlambatan, sebaiknya tanyakan estimasi waktu kepada petugas sebelum mengajukan permohonan.
Apakah Mengurus Single Statement Membutuhkan Biaya?
Pertanyaan mengenai biaya juga sering muncul ketika seseorang ingin mengurus dokumen perbankan.
Pada dasarnya, biaya penerbitan Single Statement bergantung pada kebijakan masing-masing bank dan jenis layanan yang nasabah pilih.
Beberapa bank menyediakan akses laporan elektronik tanpa biaya tambahan. Namun, permintaan cetak ulang, laporan untuk periode tertentu, atau layanan khusus mungkin memiliki tarif tersendiri.
Sebagai contoh, Maybank Indonesia mengumumkan perubahan layanan untuk nasabah perorangan. Mulai 1 Oktober 2025, Single Statement untuk nasabah individu beralih menjadi Consolidated Statement yang dikirim melalui email terdaftar.
Sementara itu, nasabah non-individu tetap memperoleh layanan Giro Non-Individu Single Statement melalui format cetak maupun elektronik. Maybank juga mencantumkan ketentuan biaya untuk permintaan Consolidated Statement cetak ulang melalui kantor cabang.
Informasi tersebut menunjukkan bahwa ketentuan Single Statement dapat berubah mengikuti kebijakan bank. Oleh karena itu, jangan langsung menganggap setiap bank memiliki biaya dan prosedur yang sama.
Sebaiknya, periksa informasi terbaru melalui situs resmi atau customer service bank sebelum mengajukan permohonan.
Perbedaan Single Statement dan Consolidated Statement
Sebagian nasabah mungkin masih kesulitan membedakan Single Statement dengan Consolidated Statement.
Keduanya sama-sama berkaitan dengan informasi keuangan nasabah. Namun, cakupan informasi yang disajikan dapat berbeda.
Single Statement umumnya mengacu pada laporan atau bukti informasi untuk satu rekening atau produk tertentu.
Sementara itu, Consolidated Statement merupakan laporan yang merangkum informasi beberapa produk atau portofolio keuangan nasabah dalam satu dokumen, sesuai fasilitas dan kebijakan bank.
Sebagai gambaran, seorang nasabah memiliki tabungan, deposito, investasi, serta fasilitas pinjaman pada satu bank.
Apabila bank menyediakan layanan laporan gabungan, Consolidated Statement dapat membantu nasabah melihat ringkasan beberapa produk tersebut secara lebih menyeluruh.
Dengan demikian, perbedaan utamanya terletak pada cakupan informasi yang disajikan.
Namun, perlu diingat bahwa setiap bank dapat memiliki definisi, format, serta cakupan layanan tersendiri.
Tips Agar Pengurusan Single Statement Berjalan Lancar
Walaupun proses pengajuan dokumen perbankan terlihat sederhana, beberapa hal tetap perlu Anda perhatikan.
Berikut sejumlah tips yang dapat membantu memperlancar proses pengurusan.
A. Pastikan Data Nasabah Sudah Sesuai
Sebelum mengajukan permohonan, periksa kembali nama, nomor identitas, nomor telepon, dan email yang tercatat pada sistem bank.
Ketidaksesuaian informasi dapat memperlambat proses verifikasi.
B. Tentukan Tujuan Penggunaan Dokumen
Jelaskan tujuan pengajuan kepada petugas agar mereka dapat membantu menentukan jenis dokumen yang sesuai.
Langkah ini penting karena pihak penerima dokumen mungkin memiliki persyaratan khusus.
C. Periksa Periode Laporan
Apabila Anda membutuhkan informasi rekening untuk periode tertentu, sampaikan rentang waktunya sejak awal.
Dengan demikian, petugas dapat memeriksa ketersediaan laporan sesuai kebutuhan.
D. Gunakan Saluran Resmi Bank
Selalu gunakan aplikasi, situs, nomor telepon, atau kantor cabang resmi.
Jangan pernah memberikan PIN, kata sandi, maupun kode OTP kepada pihak yang mengaku sebagai petugas bank.
E. Simpan Dokumen dengan Aman
Setelah memperoleh Single Statement, simpan dokumen dalam folder khusus.
Jika Anda menggunakan format elektronik, hindari membagikannya kepada pihak yang tidak berkepentingan karena dokumen tersebut dapat memuat informasi keuangan pribadi.
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Mengurus Single Statement
Selain mempersiapkan persyaratan, nasabah juga perlu menghindari beberapa kesalahan umum.
- menganggap Single Statement sama dengan semua jenis rekening koran. Padahal, keduanya dapat memiliki fungsi dan cakupan informasi yang berbeda.
- tidak memeriksa persyaratan dari bank penerbit. Akibatnya, nasabah mungkin harus mengulang proses pengajuan karena dokumen pendukung belum lengkap.
- menggunakan dokumen yang sudah tidak sesuai dengan kebutuhan administrasi. Misalnya, pihak penerima meminta laporan terbaru, tetapi nasabah justru mengajukan laporan dari periode sebelumnya.
- mengabaikan keamanan data. Jangan mengirimkan informasi rekening melalui kontak yang tidak jelas atau situs yang tidak memiliki kredibilitas.
- jangan langsung membayar biaya kepada pihak yang menawarkan jasa pengurusan tanpa memastikan legalitas dan kejelasan layanannya.
Dengan menghindari kesalahan tersebut, Anda dapat mengurus dokumen secara lebih aman dan efisien.
Pengurusan Single Statement
Single Statement merupakan salah satu dokumen perbankan yang dapat membantu nasabah memperoleh informasi mengenai rekening atau produk keuangan tertentu. Dokumen ini memiliki fungsi penting sebagai bukti informasi rekening, pendukung administrasi, sarana pemeriksaan data keuangan, serta arsip pribadi.
Untuk mengurusnya, nasabah umumnya perlu menyiapkan identitas diri, informasi rekening, dan dokumen pendukung sesuai ketentuan bank. Selanjutnya, pengajuan dapat dilakukan melalui kantor cabang, mobile banking, internet banking, atau customer service apabila fasilitas tersebut tersedia.
Meskipun demikian, setiap bank memiliki kebijakan, persyaratan, biaya, serta prosedur yang berbeda. Oleh karena itu, pastikan Anda memahami jenis dokumen yang benar-benar dibutuhkan sebelum mengajukan permohonan.
Apabila Anda masih merasa bingung mengenai persyaratan, prosedur, atau kebutuhan dokumen Single Statement, jangan ragu untuk mencari informasi dan konsultasi terlebih dahulu. Dengan persiapan yang tepat, proses pengurusan dokumen dapat berjalan lebih mudah, aman, dan sesuai kebutuhan.
Konsultasikan Pengurusan Single Statement Anda Sekarang