Bekerja sebagai pelaut membutuhkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan menghadapi berbagai situasi di laut. Selain memiliki kemampuan sesuai bidang pekerjaan, seorang pelaut juga perlu memahami prosedur keselamatan selama berada di atas kapal. Oleh karena itu, sertifikat Basic Safety Training (BST) menjadi salah satu dokumen penting bagi calon pelaut maupun awak kapal yang ingin membangun karier di sektor pelayaran.
Pada dasarnya, BST merupakan pelatihan keselamatan dasar yang membekali peserta dengan kemampuan menghadapi keadaan darurat. Melalui pelatihan ini, peserta mempelajari teknik penyelamatan diri, pencegahan kebakaran, pertolongan pertama, serta tanggung jawab terhadap keselamatan diri dan orang lain. Dengan demikian, pelaut tidak hanya memahami risiko pekerjaan di laut, tetapi juga mengetahui tindakan yang tepat ketika menghadapi kondisi berbahaya.
Selain meningkatkan kesiapan kerja, sertifikat BST juga berperan dalam pemenuhan persyaratan kompetensi kepelautan sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, calon pelaut perlu memahami bahwa persyaratan sertifikasi dapat berbeda menurut jenis kapal, bidang pekerjaan, jalur pelayaran, dan aturan yang berlaku.
Lantas, apa sebenarnya sertifikat BST pelaut, apa saja persyaratannya, dan bagaimana kegunaannya untuk melamar pekerjaan? Berikut pembahasan lengkap yang dapat menjadi panduan bagi calon pelaut dan awak kapal.
Baca Juga : Dokumen Pelaut Panduan Lengkap Persyaratan, Pengurusannya
Apa Itu Sertifikat BST Pelaut?
Sertifikat BST merupakan bukti bahwa seseorang telah mengikuti pelatihan dasar keselamatan atau Basic Safety Training. Pelatihan ini membekali calon pelaut dengan pengetahuan dan keterampilan dasar untuk menghadapi keadaan darurat selama bekerja di kapal.
Dalam dunia pelayaran, keselamatan menjadi prioritas utama karena awak kapal menghadapi berbagai risiko, seperti kebakaran, kecelakaan kerja, cuaca buruk, hingga kemungkinan kapal mengalami keadaan darurat. Oleh sebab itu, setiap awak kapal perlu memahami prosedur keselamatan sebelum menjalankan tugasnya.
Baca Juga : Prosedur Permohonan Buku Pelaut Terbaru
Di Indonesia, penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi kepelautan mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh instansi berwenang, termasuk Direktorat Jenderal Perhubungan Laut untuk pelaut pada jalur yang menjadi kewenangannya. Selain itu, standar internasional STCW (Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers) menjadi salah satu acuan penting dalam pelatihan keselamatan pelaut.
Dengan mengikuti pelatihan BST, peserta mempelajari cara melindungi diri, membantu orang lain, dan mengambil tindakan awal ketika terjadi keadaan darurat. Selanjutnya, peserta perlu memenuhi ketentuan pelatihan dan penilaian kompetensi agar dapat memperoleh sertifikat yang sesuai.
Perlu diperhatikan bahwa sertifikat BST tidak sama dengan ijazah pendidikan pelayaran atau sertifikat keahlian jabatan. BST berfokus pada keselamatan dasar, sedangkan sertifikat lainnya dapat membuktikan kompetensi untuk tugas atau jabatan tertentu di atas kapal.
Baca Juga : Syarat Membuat Buku Pelaut untuk Pelaut Pemula
Kegunaan Sertifikat BST bagi Pelaut
Sertifikat BST memiliki sejumlah kegunaan penting, khususnya bagi orang yang ingin bekerja di kapal niaga, kapal penumpang, maupun jenis kapal lain sesuai ketentuan sertifikasi yang berlaku.
1. Memenuhi Persyaratan Kompetensi Keselamatan
Pertama, sertifikat BST membantu pelaut memenuhi persyaratan pelatihan keselamatan dasar yang berlaku untuk pekerjaan atau jenis kapal tertentu. Perusahaan pelayaran biasanya memeriksa dokumen kompetensi calon awak kapal sebelum menempatkan mereka pada posisi kerja.
Meskipun demikian, kebutuhan sertifikat dapat berbeda antara satu posisi dan posisi lainnya. Karena itu, calon pelaut sebaiknya memeriksa persyaratan lowongan serta ketentuan dari instansi yang berwenang sebelum mengikuti pelatihan.
Baca Juga : Buku Pelaut Rusak Penuh, atau Hilang Cara Mengurusnya
2. Mendukung Proses Melamar Pekerjaan
Selanjutnya, sertifikat BST dapat menjadi salah satu dokumen pendukung ketika seseorang melamar pekerjaan sebagai awak kapal. Dokumen ini menunjukkan bahwa pelamar telah menempuh pelatihan keselamatan dasar sesuai sertifikasi yang tercantum.
Sebagai contoh, perusahaan dapat meminta calon awak kapal melampirkan sertifikat BST bersama buku pelaut, identitas diri, sertifikat kesehatan pelaut, serta dokumen kompetensi lainnya.
Namun, kepemilikan BST tidak otomatis menjamin seseorang memperoleh pekerjaan. Perusahaan tetap mempertimbangkan pendidikan, pengalaman berlayar, kondisi kesehatan, kemampuan teknis, dan kelengkapan dokumen lain sesuai jabatan yang tersedia.
3. Meningkatkan Kesiapan Menghadapi Keadaan Darurat
Berikutnya, pelatihan BST membantu peserta memahami tindakan yang perlu mereka ambil ketika menghadapi keadaan darurat di kapal.
Misalnya, ketika alarm kebakaran berbunyi, awak kapal harus mengetahui prosedur pelaporan, jalur evakuasi, serta peran masing-masing anggota kru. Begitu pula ketika kapal menghadapi situasi yang mengharuskan awak kapal meninggalkan kapal, setiap orang perlu memahami penggunaan perlengkapan keselamatan dan mengikuti instruksi yang berlaku.
Dengan pemahaman tersebut, awak kapal dapat bertindak lebih terarah dan mengurangi risiko kepanikan. Selain itu, latihan keselamatan membantu peserta membangun kebiasaan untuk mengutamakan prosedur, komunikasi, dan kerja sama.
Baca Juga : Perpanjangan dan Revalidasi Buku Pelaut Apa Perbedaannya?
4. Membantu Melindungi Diri dan Rekan Kerja
Keselamatan kapal merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, setiap awak kapal perlu memahami cara menghindari bahaya, mengenali kondisi yang tidak aman, dan melaporkan potensi kecelakaan kepada pihak yang bertanggung jawab.
Melalui materi BST, peserta mempelajari prinsip keselamatan diri serta tanggung jawab sosial selama bekerja di lingkungan kapal. Dengan demikian, mereka tidak hanya berfokus pada keselamatan pribadi, tetapi juga memperhatikan kondisi rekan kerja dan penumpang sesuai tugasnya.
5. Menunjang Pengembangan Karier Kepelautan
Selain berguna untuk memenuhi persyaratan dasar, BST dapat menjadi bagian dari persiapan karier di bidang pelayaran. Calon pelaut yang ingin bekerja secara profesional perlu membangun portofolio dokumen kepelautan secara bertahap.
Setelah memenuhi persyaratan BST, seseorang dapat memeriksa kebutuhan sertifikat lain berdasarkan jabatan yang ingin dituju. Sebagai contoh, posisi tertentu mungkin membutuhkan pendidikan kepelautan, sertifikat keahlian, sertifikat keterampilan lanjutan, atau masa layar yang memenuhi ketentuan.
Oleh karena itu, rencanakan pendidikan dan sertifikasi sesuai target pekerjaan. Langkah ini membantu calon pelaut menghindari pengeluaran untuk pelatihan yang tidak sesuai dengan kebutuhan kariernya.
Baca Juga : Manning Agency Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerjanya
Materi yang Dipelajari dalam Pelatihan BST
Pada umumnya, pelatihan BST mencakup beberapa kompetensi keselamatan dasar. Materi dan penerapannya mengikuti kurikulum serta ketentuan yang berlaku pada program pelatihan terkait.
1. Personal Survival Techniques
Personal Survival Techniques (PST) membahas teknik penyelamatan diri ketika menghadapi keadaan darurat di laut.
Dalam materi ini, peserta mempelajari prinsip penggunaan alat keselamatan, prosedur meninggalkan kapal, dan tindakan untuk meningkatkan peluang bertahan hidup. Selain itu, peserta mengenal pentingnya mengikuti instruksi awak yang bertanggung jawab atas keadaan darurat.
2. Fire Prevention and Fire Fighting
Materi Fire Prevention and Fire Fighting (FPFF) berfokus pada pencegahan dan penanggulangan kebakaran.
Peserta mempelajari penyebab kebakaran, cara mengenali potensi bahaya, prinsip penggunaan alat pemadam, serta prosedur keselamatan ketika terjadi kebakaran. Dengan demikian, awak kapal dapat mengenali risiko lebih awal dan memahami tindakan awal yang sesuai dengan pelatihan.
Baca Juga : Cara Memilih Manning Agency yang Terpercaya
3. Elementary First Aid
Elementary First Aid (EFA) memberikan pengetahuan dasar pertolongan pertama ketika seseorang mengalami kecelakaan atau gangguan kesehatan mendadak.
Materi ini membantu peserta mengenali situasi yang membutuhkan pertolongan, menjaga keselamatan penolong, dan memberikan bantuan awal sesuai kompetensi yang mereka pelajari. Selanjutnya, peserta memahami pentingnya meminta bantuan medis dan mengikuti prosedur penanganan yang tepat.
4. Personal Safety and Social Responsibilities
Personal Safety and Social Responsibilities (PSSR) membahas keselamatan pribadi dan tanggung jawab sosial di lingkungan kapal.
Materi tersebut mencakup kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, komunikasi, kerja sama, pencegahan kecelakaan, serta tanggung jawab terhadap lingkungan kerja. Selain itu, pembaruan standar BST yang berlaku sejak 2026 perlu diperhatikan oleh pelaut, khususnya terkait penyesuaian materi PSSR dan kesehatan mental sesuai ketentuan terbaru.
Keempat kompetensi tersebut saling melengkapi. Dengan mempelajarinya secara menyeluruh, peserta memperoleh bekal untuk memahami bahaya, mencegah kecelakaan, dan merespons keadaan darurat secara lebih tepat.
Baca Juga : Cara Melamar Kerja Melalui Manning Agency Kapal
Persyaratan Membuat Sertifikat BST Pelaut
Sebelum mendaftar pelatihan, calon peserta perlu memeriksa persyaratan administrasi dan kesehatan. Ketentuan berikut merupakan gambaran dokumen yang umumnya diminta; persyaratan final harus mengikuti pengumuman lembaga diklat yang berwenang dan program yang dipilih.
1. Memenuhi Persyaratan Usia
Pertama, calon peserta perlu memenuhi batas usia minimum yang berlaku untuk program BST. Sejumlah layanan pelatihan mencantumkan usia minimal 16 tahun, tetapi peserta tetap perlu mengonfirmasi ketentuan terbaru kepada penyelenggara.
Selain itu, usia minimum pelatihan tidak selalu sama dengan persyaratan usia untuk bekerja pada jabatan atau jenis kapal tertentu. Karena itu, periksa kedua ketentuan tersebut sebelum memulai proses pendaftaran.
2. Memiliki Pendidikan yang Dipersyaratkan
Berikutnya, calon peserta perlu menyiapkan bukti pendidikan terakhir sesuai persyaratan program. Beberapa layanan pelatihan mencantumkan ijazah minimal SMP atau sederajat.
Meskipun demikian, jangan langsung menganggap persyaratan pendidikan tersebut berlaku untuk semua program. Periksa ketentuan lembaga pelatihan dan pastikan dokumen pendidikan dapat dibaca dengan jelas.
Baca Juga : Daftar Rumah Sakit untuk Medical Check-Up Pelaut
3. Memenuhi Persyaratan Kesehatan
Kesehatan merupakan aspek penting dalam pelatihan dan pekerjaan di kapal. Oleh karena itu, calon peserta perlu memeriksa persyaratan surat keterangan sehat atau sertifikat kesehatan pelaut sesuai ketentuan program.
Penyelenggara dapat meminta pemeriksaan pada fasilitas kesehatan yang memenuhi persyaratan. Selain itu, pemeriksaan tertentu dapat menilai kemampuan fisik dan kondisi penglihatan, termasuk penglihatan warna, sesuai kebutuhan dan aturan yang berlaku.
Pastikan surat kesehatan berasal dari fasilitas atau tenaga medis yang memenuhi ketentuan. Dengan cara ini, calon peserta dapat mengurangi risiko kendala administrasi saat mendaftar.
Baca Juga : Syarat Medical Check-Up Pelaut Sebelum Naik Kapal
4. Menyiapkan Dokumen Identitas
Calon peserta juga perlu menyiapkan dokumen identitas untuk keperluan verifikasi data. Dokumen yang mungkin diminta meliputi:
- Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau identitas lain yang diakui.
- Akta kelahiran atau dokumen yang membuktikan tanggal lahir.
- Kartu Keluarga (KK), jika dipersyaratkan.
- Ijazah pendidikan terakhir.
- Surat keterangan sehat atau sertifikat kesehatan pelaut sesuai ketentuan.
- Pas foto terbaru dengan ukuran dan latar belakang sesuai instruksi penyelenggara.
Namun, daftar tersebut bukan daftar universal. Oleh sebab itu, mintalah daftar persyaratan resmi sebelum menggandakan atau mengirimkan dokumen.
5. Menyiapkan Sertifikat Lama untuk Revalidasi atau Pembaruan
Bagi pelaut yang pernah mengikuti BST, kebutuhan administrasi dapat berbeda dari peserta baru. Pelaut yang mengajukan revalidasi atau pembaruan perlu menyiapkan sertifikat lama dan dokumen pendukung sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, pelaut perlu memastikan apakah kasusnya termasuk revalidasi, pembaruan kurikulum, atau pelatihan ulang. Ketiganya dapat memiliki prosedur berbeda sehingga peserta sebaiknya tidak langsung mendaftar pada program yang keliru.
Baca Juga : Cara Memilih Rumah Sakit untuk Pemeriksaan Kesehatan Pelaut
6. Memenuhi Persyaratan Pendaftaran dan Seleksi
Setelah menyiapkan dokumen, calon peserta perlu mengikuti prosedur pendaftaran dan seleksi dari lembaga pelatihan. Tahap ini dapat mencakup pemeriksaan kelengkapan administrasi, verifikasi identitas, dan pemeriksaan persyaratan kesehatan.
Jika penyelenggara menemukan kekurangan, segera lengkapi dokumen sesuai arahan. Dengan demikian, proses pendaftaran dapat berjalan lebih lancar.
Cara Mengurus Sertifikat BST Pelaut
Setelah memahami persyaratannya, calon pelaut dapat mengikuti langkah-langkah berikut untuk memulai proses pengurusan sertifikat BST.
1. Memilih Lembaga Diklat yang Berwenang
Langkah pertama adalah mencari lembaga pendidikan dan pelatihan kepelautan yang memiliki kewenangan atau persetujuan untuk menyelenggarakan program BST sesuai kebutuhan.
Jangan hanya memilih tempat berdasarkan harga promosi atau jarak lokasi. Sebaliknya, periksa status penyelenggara, kesesuaian program, fasilitas praktik, serta mekanisme penerbitan sertifikat.
Baca Juga : Daftar UPT Penerbit Buku Pelaut di Indonesia
2. Memeriksa Kurikulum dan Ketentuan Terbaru
Selanjutnya, tanyakan apakah program menggunakan kurikulum yang sesuai dengan ketentuan terbaru. Hal ini penting karena standar pelatihan keselamatan dapat mengalami pembaruan.
Sebagai contoh, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menerbitkan pemberitahuan pada November 2025 mengenai pelaksanaan ketentuan BST yang mengikuti pembaruan standar STCW. Penerapan ketentuan terkait mulai berlaku pada 1 Januari 2026. Oleh karena itu, calon peserta perlu memastikan program yang dipilih sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.
3. Melengkapi Dokumen Pendaftaran
Setelah menentukan lembaga, kumpulkan dokumen sesuai daftar resmi. Periksa kembali nama, tanggal lahir, nomor identitas, dan data lain agar tidak terjadi perbedaan antara dokumen.
Selain itu, simpan salinan dokumen untuk kebutuhan administrasi pribadi. Jika penyelenggara meminta dokumen fisik, serahkan melalui prosedur resmi yang mereka tetapkan.
Baca Juga : Cara Menemukan UPT Penerbit Buku Pelaut Terdekat
4. Mengikuti Pelatihan dan Praktik
Berikutnya, peserta mengikuti pembelajaran teori serta praktik sesuai kurikulum. Materi praktik membantu peserta memahami cara menggunakan perlengkapan keselamatan dan menjalankan prosedur darurat.
Karena itu, ikuti setiap sesi dengan serius. Ajukan pertanyaan kepada instruktur apabila ada prosedur yang belum dipahami, terutama yang berkaitan dengan penggunaan alat keselamatan dan tindakan ketika menghadapi keadaan darurat.
5. Menyelesaikan Penilaian Kompetensi
Setelah mengikuti materi, peserta perlu menyelesaikan penilaian sesuai ketentuan program. Penilaian ini membantu penyelenggara memastikan peserta memahami kompetensi yang menjadi sasaran pelatihan.
Dengan demikian, kehadiran saja tidak cukup apabila program mensyaratkan penyelesaian praktik dan penilaian tertentu. Pastikan seluruh kewajiban pelatihan telah terpenuhi sebelum menunggu penerbitan sertifikat.
Baca Juga : Daftar UPT Pencetak Sijil dan Layanan Kepelautan
6. Memeriksa Sertifikat yang Terbit
Apabila peserta memenuhi ketentuan, lembaga berwenang memproses penerbitan sertifikat sesuai prosedur. Setelah menerima dokumen, periksa nama, identitas, jenis sertifikat, nomor dokumen, serta informasi lain yang tercantum.
Jika menemukan kesalahan, segera hubungi penerbit untuk meminta petunjuk koreksi. Selain itu, simpan sertifikat secara aman dan pertahankan salinan digital apabila penerbit mengizinkannya.

Berapa Lama Proses Pembuatan Sertifikat BST?
Lama proses pengurusan BST bergantung pada jadwal pelatihan, durasi program, kelengkapan dokumen, hasil penilaian, dan prosedur penerbitan sertifikat.
Sebagai contoh, peserta yang langsung memperoleh jadwal pelatihan dan telah melengkapi semua dokumen mungkin dapat menyelesaikan proses lebih cepat daripada peserta yang perlu memperbaiki berkas atau menunggu kelas berikutnya.
Baca Juga : Perbedaan Penerbit Buku Pelaut dan Pencetak Sijil
Oleh karena itu, calon peserta sebaiknya meminta informasi tertulis tentang jadwal masuk, durasi pelatihan, jadwal penilaian, dan perkiraan penerbitan sertifikat. Hindari mengandalkan janji waktu yang tidak disertai penjelasan mengenai tahapan proses.
Selain itu, tanyakan apakah penyelenggara menyediakan jadwal reguler, jadwal khusus, atau program pembaruan bagi pelaut yang sudah bekerja. Informasi tersebut membantu peserta menyesuaikan pelatihan dengan kebutuhan kerja.
Berapa Biaya Membuat Sertifikat BST Pelaut?
Biaya pelatihan BST tidak selalu sama pada setiap lembaga. Perbedaan dapat muncul karena lokasi, fasilitas praktik, komponen pelatihan, kebutuhan administrasi, dan ketentuan program yang dipilih.
Karena itu, calon peserta sebaiknya meminta rincian biaya sebelum membayar. Tanyakan apakah biaya sudah mencakup materi pelatihan, praktik, penilaian, administrasi, dan penerbitan sertifikat.
Baca Juga : Nilai PNBP Layanan Kepelautan Cara Memeriksa Tarif Resmi
Di samping itu, pastikan biaya tambahan untuk pembaruan kurikulum atau pelatihan lanjutan tercantum secara jelas. Langkah ini membantu calon pelaut membuat anggaran tanpa mengandalkan informasi harga yang belum terverifikasi.
Jangan pula memilih penyelenggara hanya karena menawarkan biaya paling murah. Legalitas program, mutu pembelajaran, keselamatan praktik, dan kejelasan sertifikat perlu menjadi pertimbangan utama.
Apakah Sertifikat BST Memiliki Masa Berlaku?
Masa berlaku dan kebutuhan pembaruan sertifikat BST perlu diperiksa berdasarkan jenis sertifikat, ketentuan yang berlaku, serta persyaratan perusahaan atau negara tujuan pelayaran.
Dalam praktiknya, pelaut dapat menghadapi ketentuan revalidasi, pembaruan kurikulum, atau pelatihan ulang sesuai kondisi sertifikat dan aturan terbaru. Oleh sebab itu, jangan hanya berpatokan pada tanggal yang tercetak tanpa memeriksa persyaratan operasional yang berlaku.
Baca Juga : Sertifikat Pelaut Jenis, Fungsi, dan Persyaratannya
Khusus pada pembaruan standar BST tahun 2026, pelaut perlu memperhatikan ketentuan penyesuaian materi PSSR. Pemberitahuan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut pada November 2025 menjelaskan pengaturan bagi pelaut yang masih bekerja di kapal, pelaut yang belum bekerja, dan pelaut yang akan mengikuti pelatihan BST untuk pertama kalinya.
Dengan demikian, langkah paling aman adalah memeriksa status sertifikat kepada lembaga penerbit atau instansi berwenang sebelum menggunakannya untuk melamar pekerjaan maupun menandatangani kontrak baru.
Perbedaan Sertifikat BST dan Buku Pelaut
Sebagian calon pelaut masih menganggap sertifikat BST dan buku pelaut sebagai dokumen yang sama. Padahal, keduanya memiliki fungsi berbeda.
Sertifikat BST membuktikan bahwa pemegangnya telah memenuhi persyaratan pelatihan keselamatan dasar sesuai program yang tercantum. Sebaliknya, buku pelaut atau seaman book merupakan dokumen kepelautan yang berkaitan dengan identitas dan catatan pelayanan atau pekerjaan di kapal sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca Juga : Cara Memeriksa Masa Berlaku Sertifikat Pelaut
Oleh karena itu, sertifikat BST tidak menggantikan fungsi buku pelaut. Begitu pula sebaliknya, memiliki buku pelaut tidak otomatis membuktikan bahwa seseorang telah memenuhi seluruh persyaratan sertifikasi keselamatan.
Ketika melamar pekerjaan, calon awak kapal perlu memeriksa daftar dokumen yang diminta perusahaan. Selain BST dan buku pelaut, jabatan tertentu dapat mensyaratkan sertifikat keahlian, sertifikat keterampilan lain, dokumen kesehatan, serta bukti pengalaman berlayar.
Tips Memilih Tempat Pelatihan BST yang Tepat
Agar tidak mengalami masalah administrasi, calon pelaut perlu memilih tempat pelatihan dengan cermat. Berikut beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan.
1. Periksa Kewenangan Penyelenggara
Pastikan lembaga memiliki kewenangan atau persetujuan yang sesuai untuk menyelenggarakan pelatihan BST. Jika ragu, konfirmasikan informasi tersebut kepada instansi yang berwenang.
Baca Juga : Cara Mengurus Sertifikat Pelaut yang Hilang atau Rusak
2. Pastikan Kurikulum Sesuai Ketentuan
Tanyakan apakah lembaga menerapkan kurikulum terbaru dan bagaimana mereka menangani pembaruan standar pelatihan. Hal ini sangat penting bagi pelaut yang membutuhkan sertifikat untuk bekerja pada kapal dengan persyaratan tertentu.
3. Minta Rincian Biaya dan Jadwal
Sebelum mendaftar, mintalah informasi mengenai total biaya, jadwal, durasi pelatihan, fasilitas praktik, dan prosedur penerbitan sertifikat. Dengan begitu, peserta dapat membandingkan beberapa pilihan secara objektif.
Baca Juga : Perbedaan Sertifikat Kompetensi dan Sertifikat Keterampilan Pelaut
4. Hindari Tawaran Sertifikat Tanpa Pelatihan
Sertifikat keselamatan harus mencerminkan kompetensi yang peserta peroleh melalui proses pelatihan sesuai ketentuan. Oleh sebab itu, hindari pihak yang menjanjikan sertifikat resmi tanpa proses yang diwajibkan.
Selain berisiko menimbulkan masalah administrasi, tawaran semacam itu juga dapat merugikan pelaut ketika perusahaan atau instansi memeriksa keaslian dokumen.
5. Simpan Bukti Pendaftaran dan Pembayaran
Setelah mendaftar, simpan bukti transaksi, formulir, komunikasi dengan penyelenggara, dan dokumen pendukung lainnya. Apabila muncul kendala, bukti tersebut dapat membantu proses klarifikasi.
Baca Juga : SID Pelaut Pengertian, Fungsi, dan Cara Memeriksanya
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Mengurus BST
Ada beberapa kesalahan yang sebaiknya calon pelaut hindari selama proses pengurusan sertifikat BST.
Pertama, jangan menyerahkan dokumen dengan data yang tidak konsisten. Perbedaan nama, tanggal lahir, atau nomor identitas dapat menimbulkan kendala verifikasi. Karena itu, periksa semua berkas sebelum menyerahkannya.
Kedua, jangan mendaftar tanpa memahami jenis sertifikat yang dibutuhkan. Kebutuhan pelaut kapal niaga dapat berbeda dari kebutuhan awak kapal perikanan. Oleh sebab itu, pastikan program yang dipilih sesuai dengan jenis kapal, jabatan, dan ketentuan yang berlaku.
Baca Juga : Cara Mengurus SID Pelaut dan Memeriksa Data Kepelautan
Ketiga, jangan mengabaikan pembaruan standar. Informasi lama belum tentu sesuai dengan aturan terbaru, terutama setelah perubahan ketentuan pelatihan keselamatan pada 2026.
Terakhir, hindari menunda pengurusan hingga mendekati jadwal keberangkatan. Persiapan lebih awal memberi waktu untuk melengkapi dokumen, mengikuti pelatihan, dan menyelesaikan proses administrasi tanpa terburu-buru.
Sertifikat BST pelaut merupakan bukti pelatihan keselamatan dasar yang berperan penting dalam mempersiapkan calon awak kapal menghadapi risiko pekerjaan di laut. Melalui materi penyelamatan diri, pencegahan kebakaran, pertolongan pertama, serta keselamatan dan tanggung jawab sosial, peserta memperoleh bekal untuk bekerja dengan lebih aman dan terarah.
Baca Juga : Perbedaan SID, Buku Pelaut, dan Sertifikat Pelaut
Untuk mendapatkan sertifikat yang sesuai, calon pelaut perlu memenuhi persyaratan usia, pendidikan, kesehatan, dan administrasi berdasarkan ketentuan program yang dipilih. Selanjutnya, peserta harus mengikuti pelatihan, menyelesaikan penilaian kompetensi, dan memeriksa dokumen yang diterbitkan lembaga berwenang.
Selain itu, perubahan standar pelatihan yang berlaku pada 2026 membuat pemeriksaan ketentuan terbaru semakin penting. Oleh karena itu, pastikan status sertifikat, kebutuhan pembaruan, dan persyaratan pekerjaan sebelum menggunakannya untuk melamar kerja.
Bagi calon pelaut yang ingin memulai karier di dunia pelayaran, persiapan dokumen sejak awal dapat membantu proses menjadi lebih tertata. Dengan memilih lembaga pelatihan yang tepat dan memahami fungsi setiap dokumen, calon pelaut dapat mempersiapkan diri secara lebih baik untuk memenuhi persyaratan kerja di kapal.
Konsultasi Pelaut Sekarang!Baca Juga : Checklist Dokumen Pelaut Sebelum Melamar dan Naik Kapal