Proses Stamp Visa UAE dari Indonesia sampai Visa Terbit

Santsanisy

Proses Stamp Visa UAE dari Indonesia sampai Visa Terbit
Direktur Utama Jangkar Groups

Bagi Warga Negara Indonesia yang akan bekerja atau tinggal di Uni Emirat Arab, memahami proses Stamp Visa UAE dari Indonesia sampai visa terbit menjadi langkah penting. Banyak calon pekerja masih menggunakan istilah “Stamp Visa” untuk menyebut proses penyelesaian visa kerja atau residence visa.

Namun, sistem imigrasi UAE sudah mengalami perubahan. Pemerintah UAE menghentikan penerbitan residence sticker pada paspor sejak 11 April 2022. Sebagai gantinya, Emirates ID menjadi salah satu bukti utama status residensi. Selain itu, pengajuan residence permit dan Emirates ID kini berjalan dalam satu rangkaian layanan.

Karena itu, calon pekerja dari Indonesia perlu memahami proses secara menyeluruh. Dengan begitu, Anda tidak hanya memahami istilah Stamp Visa UAE, tetapi juga mengetahui hubungan antara dokumen pekerjaan, entry permit, medical fitness, Emirates ID, hingga residence permit.

Baca juga : Stamp Visa UAE Panduan Lengkap

Apa yang Dimaksud Stamp Visa UAE?

Secara umum, masyarakat menggunakan istilah Stamp Visa UAE untuk menyebut proses memperoleh atau menyelesaikan residence visa.

Pada sistem lama, proses tersebut berkaitan dengan pemasangan residence sticker pada paspor. Sekarang, UAE sudah menggunakan sistem elektronik. Karena itu, proses modern lebih tepat kita pahami sebagai penerbitan residence permit yang terhubung dengan Emirates ID.

Jadi, apabila perusahaan atau agen menyebut “proses stamp visa”, calon pekerja sebaiknya menanyakan tahap yang mereka maksud. Bisa jadi pembahasannya berkaitan dengan entry permit, medical fitness, biometrik, Emirates ID, atau residence permit.

Baca juga : Apa Itu Stamp Visa UAE dan Apa Fungsinya?

Apakah Prosesnya Bisa Mulai dari Indonesia?

Ya. Untuk calon pekerja, proses dapat mulai sebelum keberangkatan ke UAE.

Pada tahap awal, perusahaan atau sponsor biasanya mengurus dokumen yang berkaitan dengan izin kerja dan entry permit sesuai kategori pekerjaan. Sistem resmi UAE juga menyediakan layanan penerbitan entry permit untuk menyelesaikan prosedur work residency atau residence bagi kategori tertentu.

Dengan demikian, calon pekerja tidak selalu harus mengurus seluruh proses secara mandiri. Sponsor atau perusahaan dapat mempunyai peran besar dalam pengajuan sesuai kategori pekerjaan.

Namun, calon pekerja tetap perlu memahami dokumen yang perusahaan gunakan. Hal tersebut penting agar Anda dapat memeriksa kesesuaian nama, nomor paspor, posisi pekerjaan, serta informasi lain.

Baca juga : Syarat Stamp Visa UAE untuk Warga Negara Indonesia

Tahap 1: Menentukan Jenis Residence Visa

Pertama, calon pekerja perlu mengetahui dasar residence visa.

Jika seseorang akan bekerja pada perusahaan UAE, proses biasanya berkaitan dengan employment residence. Sementara itu, kategori lain mempunyai jalur berbeda, misalnya family residence, student residence, investor residence, atau kategori residensi khusus.

Karena itu, jangan langsung berfokus pada istilah Stamp Visa. Pahami terlebih dahulu dasar residensi Anda.

Untuk pekerja yang masuk dalam cakupan aturan ketenagakerjaan UAE, dokumen seperti work permit dari Ministry of Human Resources and Emiratisation atau dokumen pekerjaan lain dapat menjadi bagian dari proses residence permit.

Baca juga : Berapa Lama Proses Stamp Visa UAE? Ini Tahapan & Estimasinya

Tahap 2: Menyiapkan Paspor Indonesia

Selanjutnya, calon pekerja perlu memastikan paspor Indonesia masih memenuhi ketentuan.

ICP mencantumkan paspor dengan masa berlaku minimal enam bulan sebagai salah satu persyaratan pada layanan penerbitan residence permit tertentu.

Karena itu, sebelum proses berjalan, periksa beberapa informasi berikut:

  1. Nama lengkap.
  2. Nomor paspor.
  3. Tanggal lahir.
  4. Kewarganegaraan.
  5. Masa berlaku paspor.

Selain itu, pastikan informasi pada dokumen pekerjaan mempunyai data yang sama.

Kesalahan satu huruf pada nama atau perbedaan nomor paspor dapat menimbulkan kendala administratif. Oleh sebab itu, pemeriksaan sejak awal jauh lebih aman.

Baca juga : Rincian Biaya Stamp Visa UAE & Faktor yang Mempengaruhinya

Tahap 3: Perusahaan atau Sponsor Mengurus Entry Permit

Setelah dokumen utama siap, sponsor atau perusahaan dapat mengurus entry permit sesuai kategori.

ICP menjelaskan bahwa entry permit dapat berfungsi sebagai izin masuk untuk tujuan tertentu, termasuk menyelesaikan prosedur work residency atau residence bagi anggota keluarga.

Dengan entry permit tersebut, calon pekerja dapat masuk UAE sesuai ketentuan yang berlaku.

Namun, perlu Anda pahami bahwa entry permit bukan sama dengan residence permit.

Entry permit memberikan dasar untuk masuk atau menyelesaikan tahapan tertentu. Selanjutnya, calon pekerja masih perlu mengikuti rangkaian proses residence sampai status residensi terbit.

Baca juga : Stamp Visa UAE untuk Visa Kerja Prosedur & Persyaratannya

Tahap 4: Berangkat dari Indonesia ke UAE

Setelah entry permit tersedia dan persyaratan perjalanan terpenuhi, calon pekerja dapat melakukan perjalanan menuju UAE.

Sebelum berangkat, sebaiknya simpan salinan digital beberapa dokumen penting, seperti:

  1. Paspor.
  2. Entry permit.
  3. Kontrak kerja.
  4. Informasi perusahaan.
  5. Kontak sponsor atau HR.
  6. Dokumen pendukung lain.

Selain itu, simpan dokumen pada perangkat dan penyimpanan cadangan.

Langkah tersebut sederhana, tetapi sangat membantu apabila Anda perlu menunjukkan informasi tertentu selama proses administrasi di UAE.

Baca juga : Stamp Visa UAE untuk Keluarga Syarat dan Prosedurnya

Tahap 5: Menjalani Medical Fitness

Setelah tiba di UAE, calon pekerja yang masuk kategori wajib medical fitness perlu menjalani pemeriksaan kesehatan.

Pemeriksaan ini menjadi bagian penting dalam proses residence untuk kategori yang mensyaratkannya. Pemerintah UAE mencantumkan medical test sebagai salah satu persyaratan residence bagi pemohon yang berusia 18 tahun ke atas.

Karena itu, calon pekerja sebaiknya mengikuti jadwal pemeriksaan sesuai arahan sponsor atau pihak yang menangani proses.

Jangan menunda tahapan ini tanpa alasan yang jelas. Sebab, proses residence masih mempunyai beberapa tahapan lanjutan setelah medical fitness.

Baca juga : Perbedaan Stamp Visa UAE, Entry Permit & Residence Visa

Tahap 6: Pengambilan Data Biometrik

Selanjutnya, calon resident dapat mengikuti proses biometrik sesuai kebutuhan kategori dan sistem layanan.

Data biometrik dapat berkaitan dengan proses Emirates ID. Dalam sistem Work Bundle, pemerintah UAE mengintegrasikan beberapa layanan seperti work entry permit, medical fitness, pendaftaran biometrik, penerbitan UAE ID, dan residence permit dalam satu rangkaian layanan.

Dengan integrasi tersebut, proses administrasi dapat menjadi lebih terstruktur.

Namun, detail tahapan tetap bergantung pada kategori pekerja dan jalur layanan yang digunakan.

Baca juga : Cara Cek Status Stamp Visa UAE Secara Online

Tahap 7: Pengajuan Emirates ID

Setelah tahapan yang diperlukan selesai, proses Emirates ID berjalan sebagai bagian dari rangkaian residence.

ICP menjelaskan bahwa layanan penerbitan residence permit terhubung dengan aplikasi Emirates ID. Setelah proses residence selesai, sistem kemudian melanjutkan proses penerbitan Emirates ID.

Emirates ID mempunyai fungsi penting bagi resident UAE.

Pemerintah UAE juga menjelaskan bahwa setiap resident perlu mempunyai Emirates ID. Kartu ini dapat membantu akses berbagai layanan pemerintah dan layanan lainnya.

Karena itu, pastikan data Emirates ID sesuai dengan paspor dan dokumen resmi lainnya.

Baca juga : Stamp Visa UAE Ditolak? Penyebab & Cara Mengatasinya

Tahap 8: Residence Permit Terbit

Setelah seluruh persyaratan terpenuhi, otoritas dapat menyelesaikan penerbitan residence permit.

Menurut ICP, alur layanan mencakup pengajuan, pemeriksaan formulir, pengunggahan dokumen jika sistem membutuhkan dokumen tambahan, pembayaran biaya, pemantauan permohonan, kemudian notifikasi penerbitan residence. Setelah itu, Emirates ID mengikuti proses penerbitannya dan dapat dikirim melalui perusahaan kurir resmi.

Pada tahap inilah banyak orang menyebut prosesnya sebagai “Stamp Visa selesai”.

Namun, secara administratif, hasil akhirnya berupa residence permit elektronik dan Emirates ID, bukan sticker residence pada paspor.

Berapa Lama Proses Stamp Visa UAE?

Lama proses dapat berbeda sesuai kategori, kelengkapan dokumen, sponsor, medical fitness, biometrik, serta jalur layanan yang digunakan.

Untuk layanan Issuing Residency Permit, ICP mencantumkan waktu penyelesaian layanan selama 2 hari setelah persyaratan layanan terpenuhi. Namun, angka tersebut tidak otomatis berarti seluruh proses dari Indonesia sampai residence selesai hanya membutuhkan dua hari.

Sebab, calon pekerja masih dapat mempunyai tahapan lain sebelum layanan penerbitan residence berjalan.

Jadi, lebih tepat jika calon pekerja melihat keseluruhan rangkaian proses, bukan hanya waktu penerbitan residence permit.

Batas Waktu Penyelesaian Residence

Calon pekerja juga perlu memperhatikan masa berlaku entry permit.

ICP mencantumkan ketentuan bahwa orang asing perlu menyelesaikan prosedur penerbitan residence dalam waktu 60 hari sejak tanggal masuk UAE pada kategori layanan tertentu. Jika proses belum selesai setelah batas tersebut, denda overstay yang berlaku dapat muncul.

Karena ketentuan dapat berbeda menurut kategori, calon pekerja sebaiknya mengikuti tanggal dan aturan yang tercantum pada dokumen mereka.

Jangan menunggu sampai masa izin hampir habis sebelum menanyakan status proses kepada sponsor atau perusahaan.

Apakah Masih Ada Sticker Visa pada Paspor?

Untuk residence visa, UAE sudah menghentikan penerbitan residence sticker pada paspor sejak 11 April 2022.

ICP menjelaskan bahwa Emirates ID menjadi alternatif untuk membuktikan status residensi. Selain itu, informasi yang sebelumnya tercantum pada residence sticker dapat tersedia melalui sistem elektronik dan kartu identitas resident.

Karena itu, calon pekerja dari Indonesia tidak perlu bingung apabila paspornya tidak memperoleh sticker residence seperti yang pernah berlaku pada sistem lama.

Yang lebih penting adalah memastikan residence permit sudah terbit dan Emirates ID sudah mengikuti proses penerbitan.

Cara Mengecek Status Proses Visa UAE

Pemohon perlu memantau proses secara berkala.

ICP menyediakan beberapa saluran untuk pemantauan, termasuk website dan aplikasi smart service. ICP juga menjelaskan bahwa pemohon dapat melacak status aplikasi melalui akun pribadi atau sistem Smart Services menggunakan nomor aplikasi.

Selain itu, calon pekerja dapat meminta informasi kepada sponsor atau HR perusahaan mengenai tahapan yang sudah selesai.

Jika muncul permintaan dokumen tambahan, segera periksa dokumen tersebut agar proses tidak mengalami keterlambatan.

Dokumen yang Sebaiknya Anda Simpan

Selama proses dari Indonesia sampai visa terbit, simpan salinan dokumen berikut:

  1. Paspor Indonesia.
  2. Entry permit.
  3. Kontrak kerja.
  4. Work permit atau dokumen pekerjaan terkait.
  5. Bukti medical fitness.
  6. Dokumen biometrik jika tersedia.
  7. Bukti pengajuan Emirates ID.
  8. Residence permit.
  9. Emirates ID setelah terbit.

Selain itu, simpan nomor aplikasi atau nomor transaksi jika sistem memberikannya.

Dengan cara tersebut, Anda mempunyai arsip yang membantu ketika ingin melakukan pengecekan status atau mengurus layanan berikutnya.

Kesalahan yang Perlu Anda Hindari

Beberapa kesalahan sederhana dapat membuat proses menjadi lebih rumit.

  1. memberikan data paspor yang tidak sesuai.
  2. tidak memeriksa masa berlaku paspor.
  3. tidak memahami jenis entry permit.
  4. mengabaikan jadwal medical fitness.
  5. tidak mengikuti proses biometrik ketika proses tersebut memerlukannya.
  6. tidak memantau status Emirates ID.
  7. menganggap entry permit sudah sama dengan residence permit.
  8. masih menganggap Stamp Visa selalu berupa sticker pada paspor.

Dengan memahami tahapan tersebut, calon pekerja dapat mengikuti proses secara lebih terarah.

Proses Stamp Visa UAE dari Indonesia

Proses Stamp Visa UAE dari Indonesia sampai visa terbit pada dasarnya terdiri atas beberapa tahap yang saling berkaitan. Calon pekerja perlu menyiapkan paspor, menentukan kategori residence, memperoleh entry permit, masuk UAE, mengikuti medical fitness jika wajib, menyelesaikan biometrik, mengurus Emirates ID, lalu menunggu penerbitan residence permit.

Selain itu, perusahaan atau sponsor mempunyai peran penting dalam proses employment residence. Karena itu, calon pekerja perlu menjaga komunikasi dengan perusahaan atau sponsor selama proses berlangsung.

Yang tidak kalah penting, istilah “Stamp Visa” kini tidak lagi berarti pemasangan sticker residence pada paspor. UAE sudah menghentikan sistem tersebut dan menggunakan Emirates ID sebagai alternatif bukti residensi.

Dengan memahami perubahan tersebut, WNI yang akan bekerja atau tinggal di UAE dapat mengetahui dokumen apa saja yang perlu mereka siapkan dan tahapan apa yang perlu mereka ikuti.

Konsultasikan Pengurusan Visa UAE Anda Sekarang

Santsanisy