Perbedaan Basic Safety Training, AFF, MFA, dan Sertifikat Pelaut

Siti Aidah

Perbedaan Basic Safety Training AFF MFA dan Sertifikat Pelaut
Direktur Utama Jangkar Groups

Perbedaan Basic Safety Training (BST), Advanced Fire Fighting (AFF), Medical First Aid (MFA), dan sertifikat pelaut terletak pada tujuan pelatihan, materi kompetensi, sasaran peserta, serta fungsi setiap dokumen dalam pekerjaan maritim. BST membekali pelaut dengan pengetahuan keselamatan dasar, AFF berfokus pada penanganan kebakaran tingkat lanjut, sedangkan MFA membahas pertolongan medis bagi korban dalam keadaan darurat di kapal. Sementara itu, sertifikat pelaut merupakan istilah umum untuk dokumen yang membuktikan kualifikasi atau kompetensi seseorang sesuai jenis sertifikatnya.

Memahami perbedaan keempatnya penting bagi calon pelaut maupun awak kapal yang ingin meningkatkan kualifikasi. Sebab, setiap sertifikat memiliki kegunaan dan persyaratan yang berbeda. Selain itu, kebutuhan sertifikat dapat bergantung pada jabatan di kapal, jenis kapal, tanggung jawab pekerjaan, serta ketentuan yang berlaku.

Oleh karena itu, calon pelaut sebaiknya mengenali fungsi BST, AFF, dan MFA sebelum mendaftar pelatihan. Dengan memahami perbedaannya, pelaut dapat memilih program yang sesuai, menyiapkan dokumen administrasi, dan menghindari kesalahan ketika memenuhi persyaratan kerja.

Apa Itu Basic Safety Training, AFF, dan MFA?

Basic Safety Training, Advanced Fire Fighting, dan Medical First Aid merupakan pelatihan yang berkaitan dengan keselamatan pelaut. Namun, ketiganya memiliki tingkat kompetensi dan fokus pembelajaran yang berbeda. Untuk menentukan pelatihan yang tepat, calon peserta perlu memahami fungsi setiap program terlebih dahulu.

Basic Safety Training untuk Keselamatan Dasar Pelaut

Basic Safety Training atau BST merupakan pelatihan keselamatan dasar yang perlu diikuti pelaut sesuai persyaratan dan ketentuan yang berlaku. Pelatihan ini membantu peserta mengenali bahaya di kapal, memahami prosedur darurat, dan menguasai keterampilan dasar untuk menghadapi situasi yang mengancam keselamatan.

Materi BST umumnya mencakup Personal Survival Techniques (PST), Fire Prevention and Fire Fighting (FPFF), Elementary First Aid (EFA), serta Personal Safety and Social Responsibilities (PSSR). Keempat materi tersebut memberikan bekal dasar agar pelaut mampu menghadapi keadaan darurat, mendukung keselamatan diri sendiri, dan bekerja sama dengan awak kapal lainnya.

Selain itu, BST memperkenalkan prinsip pencegahan kecelakaan, penggunaan perlengkapan keselamatan, serta tanggung jawab individu selama bekerja di kapal. Dengan demikian, pelatihan ini menjadi salah satu fondasi penting bagi pelaut yang akan memasuki lingkungan kerja maritim.

BACA JUGA: Apa Itu Basic Safety Training (BST) dan Mengapa Penting?

Advanced Fire Fighting untuk Penanganan Kebakaran Tingkat Lanjut

Advanced Fire Fighting atau AFF merupakan pelatihan pemadaman kebakaran tingkat lanjut. Pelatihan ini membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan untuk mengorganisasi, mengendalikan, serta menangani keadaan darurat kebakaran di kapal sesuai kompetensi yang dipersyaratkan.

Berbeda dengan materi pemadaman kebakaran dasar dalam BST, AFF lebih menekankan kepemimpinan, koordinasi tim, pengendalian operasi pemadaman, dan penilaian risiko ketika kebakaran terjadi. Peserta juga mempelajari penggunaan perlengkapan pemadam serta strategi penanganan kebakaran sesuai prosedur keselamatan.

AFF sangat relevan bagi pelaut yang memiliki tanggung jawab khusus dalam penanganan kebakaran. Namun, kebutuhan pelatihan ini tetap bergantung pada jabatan, ketentuan sertifikasi, dan persyaratan operasional yang berlaku.

BACA JUGA: Basic Safety Training (BST): Syarat, Materi, dan Sertifikasi Pelaut

Medical First Aid untuk Pertolongan Medis di Kapal

Medical First Aid atau MFA merupakan pelatihan yang berfokus pada pemberian pertolongan medis kepada orang yang mengalami cedera atau gangguan kesehatan di kapal. Materinya lebih mendalam daripada pertolongan pertama dasar dalam BST karena peserta mempelajari penilaian kondisi korban dan tindakan awal medis sesuai tingkat kompetensinya.

Dalam pelatihan MFA, peserta dapat mempelajari penanganan berbagai keadaan darurat, komunikasi dengan pihak medis, serta pemantauan kondisi korban. Keterampilan tersebut membantu awak kapal merespons insiden ketika akses menuju rumah sakit atau tenaga medis profesional masih terbatas.

Meskipun demikian, MFA tidak sama dengan kualifikasi dokter atau tenaga medis profesional. Peserta harus bertindak sesuai kompetensi dan prosedur yang berlaku serta meminta bantuan medis lanjutan apabila kondisi korban memerlukannya.

BACA JUGA: Persyaratan Mengikuti Basic Safety Training bagi Calon Pelaut

Perbedaan Fungsi BST, AFF, MFA, dan Sertifikat Pelaut

Perbedaan utama keempat istilah tersebut terlihat dari fungsi dan cakupannya. BST merupakan pelatihan keselamatan dasar, AFF berfokus pada penanganan kebakaran tingkat lanjut, sedangkan MFA membahas pertolongan medis di kapal. Adapun sertifikat pelaut merupakan istilah yang lebih luas untuk dokumen kualifikasi atau kompetensi pelaut.

Berikut gambaran ringkas perbedaannya:

AspekBSTAFFMFASertifikat Pelaut
Fungsi utamaMembekali pelaut dengan keterampilan keselamatan dasarMembekali peserta untuk menangani kebakaran tingkat lanjutMembekali peserta dengan kompetensi pertolongan medis di kapalMembuktikan kualifikasi atau kompetensi sesuai jenis dokumen
Fokus materiKeselamatan diri, pencegahan kebakaran, pertolongan pertama dasar, dan tanggung jawab sosialPengendalian kebakaran, koordinasi tim, serta kepemimpinan saat keadaan daruratPenilaian korban, pertolongan medis, dan komunikasi daruratBeragam sesuai kategori sertifikat
CakupanKeselamatan dasarPemadaman kebakaran tingkat lanjutPertolongan medisDapat mencakup kompetensi, kewenangan, atau identitas pelaut
SasaranPelaut yang memenuhi persyaratan pelatihan dasarPelaut yang membutuhkan kompetensi pemadaman kebakaran tingkat lanjutPelaut yang membutuhkan kompetensi pertolongan medis sesuai persyaratan jabatanPelaut sesuai jenis dokumen dan ketentuan
Contoh penggunaanMemenuhi persyaratan pelatihan keselamatan dasarMendukung tugas penanganan kebakaranMendukung tugas pertolongan medis di kapalMenunjukkan kompetensi atau memenuhi persyaratan administrasi kerja

Tabel tersebut menunjukkan bahwa BST, AFF, dan MFA merupakan nama pelatihan atau kompetensi tertentu, sedangkan sertifikat pelaut dapat merujuk pada berbagai jenis dokumen. Karena itu, seseorang tidak dapat menganggap semua sertifikat tersebut memiliki fungsi yang sama.

Selain itu, kepemilikan satu sertifikat tidak otomatis menggantikan sertifikat lainnya. Pelaut perlu memeriksa persyaratan jabatan dan ketentuan yang berlaku sebelum menentukan pelatihan yang harus diikuti.

BACA JUGA: Empat Materi Utama Basic Safety Training Berdasarkan STCW

Perbedaan Materi Pelatihan BST AFF dan MFA

Perbedaan Materi Pelatihan BST, AFF, dan MFA

Setiap program pelatihan memiliki materi yang menyesuaikan tujuan kompetensinya. Oleh sebab itu, calon peserta perlu mempelajari cakupan setiap program sebelum memilih lembaga pelatihan.

Materi Basic Safety Training

BST membahas keterampilan keselamatan yang diperlukan oleh pelaut dalam berbagai situasi darurat. Melalui Personal Survival Techniques, peserta mempelajari prinsip bertahan hidup di laut dan penggunaan perlengkapan keselamatan. Selanjutnya, Fire Prevention and Fire Fighting memperkenalkan pencegahan kebakaran dan teknik pemadaman dasar.

Elementary First Aid memberikan pengetahuan pertolongan pertama untuk menghadapi cedera atau gangguan kesehatan. Sementara itu, Personal Safety and Social Responsibilities membahas keselamatan kerja, komunikasi, kerja sama, serta tanggung jawab awak kapal.

Dengan menggabungkan keempat materi tersebut, BST membantu peserta memahami peran masing-masing dalam menjaga keselamatan selama pelayaran. Karena sifatnya mendasar, pelatihan ini menjadi bekal penting sebelum pelaut menjalankan tugas sesuai kualifikasi dan tanggung jawabnya.

Materi Advanced Fire Fighting

AFF lebih berfokus pada kemampuan menangani kebakaran dengan tingkat tanggung jawab yang lebih tinggi. Peserta mempelajari strategi pengendalian kebakaran, pengorganisasian tim, penggunaan perlengkapan pemadam, dan evaluasi risiko selama operasi berlangsung.

Selain itu, pelatihan ini menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi. Ketika kebakaran terjadi, tim perlu memahami pembagian tugas, jalur evakuasi, serta prosedur keselamatan yang berlaku. Karena itu, peserta perlu mengembangkan kemampuan mengambil keputusan berdasarkan kondisi di lapangan.

AFF juga membantu peserta memahami bahwa penanganan kebakaran tidak hanya berkaitan dengan penggunaan alat pemadam. Mereka harus memperhatikan keselamatan awak kapal, kemungkinan penyebaran api, kondisi lingkungan, dan koordinasi dengan personel yang bertanggung jawab.

Materi Medical First Aid

MFA membahas keterampilan pertolongan medis yang di perlukan ketika awak kapal mengalami kecelakaan atau gangguan kesehatan. Peserta mempelajari cara menilai kondisi korban, mengenali tanda bahaya, memberikan pertolongan sesuai kompetensi, dan mengomunikasikan informasi medis kepada pihak yang tepat.

Materi dapat mencakup penanganan luka, pendarahan, cedera tulang, luka bakar, gangguan pernapasan, serta kondisi darurat lainnya sesuai kurikulum dan standar pelatihan. Peserta juga perlu memahami pentingnya pemantauan kondisi korban dan pencatatan informasi yang relevan.

Namun, peserta tetap harus mengikuti batas kewenangan yang berlaku. Jika kondisi korban memerlukan tindakan medis di luar kompetensi, awak kapal perlu meminta bantuan tenaga medis atau mengikuti prosedur konsultasi medis yang tersedia.

BACA JUGA: Elementary First Aid (EFA): Pertolongan Pertama di Kapal

Apakah BST AFF dan MFA Merupakan Sertifikat yang Sama?

BST, AFF, dan MFA bukan sertifikat yang sama karena masing-masing membuktikan pelatihan atau kompetensi yang berbeda. BST berfokus pada keselamatan dasar, AFF pada penanganan kebakaran tingkat lanjut, dan MFA pada pertolongan medis di kapal.

Meskipun ketiganya berkaitan dengan keselamatan pelayaran, peserta perlu memenuhi persyaratan setiap program secara terpisah apabila jabatan atau ketentuan yang berlaku mewajibkannya. Dengan kata lain, sertifikat BST tidak otomatis menggantikan AFF atau MFA.

Selain itu, calon pelaut perlu membedakan nama pelatihan, sertifikat kompetensi, sertifikat keterampilan, dan dokumen identitas pelaut. Istilah tersebut dapat merujuk pada dokumen dengan fungsi yang berlainan. Oleh karena itu, pemeriksaan persyaratan resmi menjadi langkah penting sebelum peserta mendaftar pelatihan.

BACA JUGA: Personal Survival Techniques (PST): Teknik Bertahan Hidup di Laut

Apa yang Dimaksud dengan Sertifikat Pelaut?

Sertifikat pelaut merupakan istilah umum yang di gunakan untuk menyebut dokumen terkait kualifikasi, kompetensi, atau status administratif seseorang dalam pekerjaan maritim. Jenis dokumennya dapat berbeda berdasarkan jabatan, tingkat tanggung jawab, jenis kapal, dan ketentuan yang berlaku.

Sebagian dokumen membuktikan bahwa pelaut telah mengikuti pelatihan tertentu. Dokumen lainnya menunjukkan kompetensi untuk menjalankan tugas tertentu atau berfungsi sebagai dokumen identitas dan administrasi pelaut.

Karena cakupannya luas, calon pelaut perlu memastikan nama lengkap dokumen yang diminta oleh perusahaan pelayaran atau instansi terkait. Misalnya, ketika perusahaan meminta bukti pelatihan keselamatan dasar, pelaut perlu memastikan dokumen yang dimaksud benar-benar sesuai dengan persyaratan BST.

Selain itu, pelaut perlu memeriksa masa berlaku apabila dokumen tersebut memiliki ketentuan masa berlaku atau pembaruan. Pemeriksaan ini membantu mencegah kendala administrasi saat proses perekrutan, penempatan kerja, atau pemeriksaan dokumen.

BACA JUGA: Fire Prevention and Fire Fighting (FPFF) untuk Pelaut

Siapa yang Membutuhkan BST, AFF, dan MFA?

Kebutuhan pelatihan bergantung pada posisi yang akan diisi dan persyaratan yang berlaku. Oleh karena itu, calon pelaut sebaiknya tidak memilih pelatihan hanya berdasarkan nama sertifikat atau informasi dari pihak lain.

Calon Pelaut yang Membutuhkan BST

BST relevan bagi pelaut yang harus memenuhi persyaratan keselamatan dasar sesuai ketentuan. Pelatihan ini membantu peserta memahami risiko di kapal dan tindakan yang perlu dilakukan ketika menghadapi keadaan darurat.

Sebelum mendaftar, calon peserta perlu memeriksa persyaratan lembaga pelatihan, kelengkapan identitas, dan dokumen pendukung. Selain itu, mereka perlu memastikan bahwa program yang dipilih sesuai dengan kebutuhan pekerjaan maritim yang dituju.

Pelaut dengan Tanggung Jawab Penanganan Kebakaran

AFF relevan bagi pelaut yang memerlukan kompetensi penanganan kebakaran tingkat lanjut. Kebutuhan tersebut dapat berkaitan dengan jabatan, pembagian tugas darurat, dan ketentuan sertifikasi.

Karena itu, pelaut perlu memeriksa apakah posisi yang dituju mensyaratkan AFF. Langkah ini membantu mereka merencanakan pelatihan secara tepat dan menghindari pengeluaran untuk program yang belum diperlukan.

Pelaut dengan Tanggung Jawab Pertolongan Medis

MFA relevan bagi pelaut yang membutuhkan kompetensi pertolongan medis sesuai tanggung jawabnya di kapal. Pelatihan ini memberikan bekal untuk menghadapi keadaan darurat medis ketika akses menuju fasilitas kesehatan terbatas.

Namun, pelaut perlu membedakan MFA dari pelatihan pertolongan pertama dasar. Keduanya memiliki cakupan kompetensi yang berbeda sehingga peserta harus mengikuti persyaratan sesuai jabatan dan ketentuan yang berlaku.

BACA JUGA: Personal Safety and Social Responsibilities (PSSR) dalam BST

Persyaratan Dokumen untuk Mengikuti Pelatihan Pelaut

Persyaratan administrasi dapat berbeda menurut jenis pelatihan, lembaga penyelenggara, dan aturan yang berlaku. Oleh sebab itu, calon peserta perlu meminta daftar persyaratan resmi sebelum memulai proses pendaftaran.

Secara umum, peserta mungkin perlu menyiapkan beberapa dokumen berikut sesuai kebutuhan program:

  1. Identitas diri yang masih berlaku.
  2. Dokumen pelaut apabila menjadi persyaratan.
  3. Formulir pendaftaran dari lembaga pelatihan.
  4. Pasfoto sesuai ketentuan penyelenggara.
  5. Dokumen pendukung pendidikan atau pelatihan sebelumnya jika diminta.
  6. Sertifikat terdahulu untuk program yang memiliki persyaratan lanjutan.
  7. Dokumen lain sesuai ketentuan lembaga atau instansi terkait.

Setelah mengumpulkan dokumen, periksa kembali kesesuaian nama, tanggal lahir, nomor identitas, dan informasi lain yang tercantum. Perbedaan data dapat menimbulkan kendala ketika petugas melakukan verifikasi.

Selain itu, pastikan dokumen mudah di baca dan sesuai dengan format yang diminta. Jika persyaratan mengharuskan salinan resmi, terjemahan, atau pengesahan tertentu, peserta perlu mengikuti prosedur yang berlaku sebelum mengajukan dokumen.

BACA JUGA: Proses Pelatihan dan Penerbitan Sertifikat Basic Safety Training

Cara Memilih Pelatihan yang Sesuai dengan Kebutuhan

Pemilihan pelatihan sebaiknya mengikuti persyaratan jabatan dan kebutuhan kompetensi, bukan sekadar keinginan memiliki banyak sertifikat. Dengan langkah yang terarah, calon pelaut dapat menyiapkan dokumen dan biaya secara lebih efisien.

Periksa Persyaratan Jabatan

Langkah pertama adalah memeriksa kualifikasi yang di minta perusahaan pelayaran atau instansi terkait. Perhatikan nama pelatihan, jenis sertifikat, tingkat kompetensi, serta ketentuan lain yang harus di penuhi.

Jika informasi belum jelas, mintalah penjelasan kepada pihak yang berwenang. Cara ini membantu mengurangi risiko memilih pelatihan yang tidak sesuai.

Pastikan Lembaga Pelatihan Memenuhi Ketentuan

Sebelum mendaftar, periksa status dan kewenangan lembaga penyelenggara sesuai aturan yang berlaku. Pastikan pula program pelatihan sesuai dengan kompetensi yang di butuhkan.

Selanjutnya, tanyakan jadwal, durasi, biaya, metode evaluasi, dan dokumen yang peserta peroleh setelah menyelesaikan pelatihan. Informasi tersebut membantu calon peserta membuat rencana yang realistis.

Periksa Data dan Dokumen

Pastikan seluruh dokumen memenuhi persyaratan. Periksa kembali ejaan nama, nomor identitas, serta informasi lain sebelum menyerahkan berkas.

Jika peserta memiliki sertifikat sebelumnya, periksa juga masa berlaku dan kebutuhan pembaruannya. Dengan demikian, proses administrasi dapat berjalan lebih tertib dan peserta dapat mengantisipasi kekurangan sejak awal.

BACA JUGA: Tujuan dan Manfaat Basic Safety Training bagi Awak Kapal

Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Mengurus Sertifikat Pelaut

Beberapa kesalahan administrasi dapat memperlambat proses pendaftaran atau pemenuhan persyaratan kerja. Oleh karena itu, calon pelaut perlu memeriksa setiap tahap dengan cermat.

Kesalahan pertama adalah menganggap BST, AFF, dan MFA sebagai sertifikat yang dapat saling menggantikan. Padahal, masing-masing memiliki tujuan dan kompetensi yang berbeda. Pelaut perlu mengikuti persyaratan sesuai jabatan dan ketentuan yang berlaku.

Kesalahan berikutnya adalah mendaftar tanpa memeriksa persyaratan lembaga pelatihan. Akibatnya, peserta mungkin harus melengkapi dokumen tambahan atau menyesuaikan jadwal. Karena itu, mintalah daftar persyaratan sebelum menyerahkan berkas.

Selain itu, hindari memberikan data yang tidak konsisten atau menggunakan dokumen yang tidak sesuai ketentuan. Periksa semua informasi sebelum pengajuan dan simpan salinan dokumen untuk kebutuhan administrasi.

Terakhir, jangan menganggap bahwa kepemilikan sertifikat tertentu otomatis menjamin penerimaan kerja. Perusahaan pelayaran dapat menetapkan persyaratan tambahan berdasarkan posisi, pengalaman, kondisi kapal, dan aturan yang berlaku.

Jasa Pengurusan Dokumen Sertifikat Pelaut

Pengurusan dokumen pelaut memerlukan ketelitian karena setiap pelatihan dan sertifikat memiliki fungsi serta persyaratan tersendiri. Oleh sebab itu, calon peserta perlu memastikan jenis dokumen yang di butuhkan sebelum memulai proses administrasi.

PT Jangkar Global Groups melalui Jangkar Groups menyediakan layanan pendampingan pengurusan dokumen sesuai kebutuhan pemohon. Pendampingan dapat membantu memetakan kebutuhan administrasi, memeriksa kelengkapan dokumen, serta memahami tahapan pengurusan yang relevan. Selain itu, pemeriksaan awal dapat membantu pemohon mengenali data yang perlu di sesuaikan sebelum menyerahkan dokumen kepada pihak terkait.

Namun, pemohon tetap perlu mengikuti ketentuan lembaga pelatihan dan instansi berwenang. Kelulusan pelatihan, penerbitan sertifikat, serta pengakuan kompetensi bergantung pada persyaratan dan keputusan pihak yang memiliki kewenangan.

Dengan memahami perbedaan BST, AFF, MFA, dan sertifikat pelaut, calon pelaut dapat menentukan kebutuhan pelatihan secara lebih tepat. Selanjutnya, persiapan dokumen yang tertib dapat membantu proses administrasi berjalan lebih lancar dan mendukung kesiapan untuk bekerja di sektor maritim.

Konsultasi Dokumen Pelaut Sekarang

Siti Aidah
Konsultasi Gratis Balas cepat via WhatsApp