Bekerja sebagai pekerja rumah tangga di luar negeri menjadi salah satu pilihan bagi warga negara Indonesia (WNI) yang ingin mendapatkan pengalaman kerja dan meningkatkan penghasilan. Sejumlah negara memiliki kebutuhan tenaga kerja untuk pekerjaan rumah tangga, pengasuhan anak, maupun pendampingan lansia.
Namun, negara yang membuka lowongan pekerja rumah tangga untuk WNI tidak selalu memiliki peluang rekrutmen yang sama setiap waktu. Ketersediaan lowongan bergantung pada kebijakan imigrasi, aturan ketenagakerjaan, kebutuhan pemberi kerja, program penempatan, serta ketentuan perlindungan pekerja migran Indonesia.
Karena itu, calon pekerja sebaiknya tidak hanya memilih negara berdasarkan gaji yang ditawarkan. Penting juga untuk memeriksa apakah penempatan sedang tersedia melalui jalur resmi, jenis pekerjaan yang diperbolehkan, persyaratan dokumen, visa atau izin kerja, dan perlindungan hukum yang berlaku.
Artikel ini membahas beberapa negara yang dapat menjadi tujuan pencarian kerja pekerja rumah tangga bagi WNI, hal-hal yang perlu diperiksa sebelum mendaftar, serta cara mencari lowongan secara aman.

1. Negara yang Berpotensi Menjadi Tujuan Pekerja Rumah Tangga WNI
Beberapa negara di Asia dan Timur Tengah dikenal memiliki sektor pekerjaan domestik yang mempekerjakan tenaga kerja migran. Meskipun demikian, keberadaan sektor tersebut tidak otomatis berarti lowongan untuk WNI sedang dibuka atau setiap jalur penempatan diperbolehkan.
Berikut negara yang dapat ditelusuri oleh calon pekerja melalui sumber resmi.
Malaysia
Malaysia merupakan salah satu negara tujuan pekerja migran Indonesia, termasuk untuk pekerjaan domestik melalui jalur yang memenuhi ketentuan.
Jenis pekerjaan yang mungkin tersedia meliputi:
- Pekerja rumah tangga.
- Pengasuh anak dalam lingkup rumah tangga.
- Pekerjaan domestik lain sesuai izin dan kontrak.
Sebelum mendaftar, calon pekerja perlu memeriksa ketentuan perekrutan, persyaratan usia dan kesehatan, dokumen perjalanan, izin kerja, serta mekanisme penempatan yang berlaku.
Pastikan lowongan berasal dari pihak yang berwenang dan bukan tawaran bekerja tanpa dokumen resmi.
Singapura
Singapura memiliki kategori pekerjaan domestik bagi pekerja migran asing yang diatur melalui sistem izin kerja tersendiri.
Pekerjaan yang umum dikenal adalah migrant domestic worker, dengan tugas seperti membersihkan rumah, memasak, dan membantu kebutuhan rumah tangga sesuai kesepakatan dengan pemberi kerja.
Hal yang perlu diperiksa sebelum melamar antara lain:
- Persyaratan izin kerja bagi pekerja domestik.
- Ketentuan kelayakan calon pekerja.
- Prosedur perekrutan dan penempatan dari Indonesia.
- Isi kontrak dan kesepakatan mengenai gaji serta waktu istirahat.
- Jalur pengaduan apabila terjadi masalah selama bekerja.
Jangan berangkat menggunakan visa kunjungan dengan tujuan bekerja. Pastikan izin yang diterbitkan sesuai dengan pekerjaan yang akan dilakukan.
Hong Kong
Hong Kong memiliki kategori pekerjaan foreign domestic helper yang diatur dengan persyaratan tertentu. Pekerjaan ini dapat mencakup kebersihan rumah, memasak, dan tugas domestik lain yang sesuai dengan ketentuan kontrak.
Calon pekerja dari Indonesia perlu memeriksa:
- Apakah perekrutan WNI tersedia melalui jalur resmi.
- Persyaratan kontrak kerja dan dokumen pendukung.
- Ketentuan gaji minimum yang berlaku pada saat melamar.
- Aturan tempat tinggal dan tanggung jawab pemberi kerja.
- Prosedur pengurusan visa atau izin masuk untuk bekerja.
Ketentuan gaji dan izin kerja dapat berubah. Gunakan informasi terbaru dari otoritas Hong Kong dan pihak penempatan resmi sebelum menyetujui tawaran.
Taiwan
Taiwan memiliki sektor pekerja migran yang mencakup sejumlah pekerjaan perawatan dan pekerjaan rumah tangga sesuai kategori izin yang berlaku. Namun, calon pekerja perlu membedakan pekerjaan rumah tangga umum dari pekerjaan pengasuhan atau perawatan yang memiliki persyaratan tersendiri.
Sebelum mendaftar, pastikan:
- Jenis pekerjaan sesuai dengan kategori izin kerja.
- Perekrut dan jalur penempatan dapat diverifikasi.
- Rincian tugas serta lokasi kerja tercantum dalam dokumen.
- Gaji, biaya, potongan, dan hak istirahat dijelaskan secara tertulis.
- Persyaratan kesehatan dan dokumen telah dipenuhi.
Jangan menganggap semua pekerjaan perawatan di Taiwan sama dengan pekerjaan rumah tangga umum. Tanggung jawab kerja dan persyaratan administratif dapat berbeda.
Arab Saudi
Arab Saudi memiliki sektor pekerjaan domestik yang mempekerjakan tenaga kerja asing, termasuk pekerja dari sejumlah negara pengirim tenaga kerja. Akan tetapi, ketersediaan lowongan bagi WNI harus diperiksa berdasarkan kebijakan Indonesia dan Arab Saudi yang berlaku saat pendaftaran.
Calon pekerja perlu memastikan:
- Apakah penempatan untuk jabatan yang ditawarkan sedang diperbolehkan.
- Apakah pemberi kerja dan pihak perekrut telah terverifikasi.
- Apakah kontrak menggunakan ketentuan yang sesuai dengan aturan.
- Apakah visa dan izin kerja sesuai dengan jabatan.
- Bagaimana mekanisme perlindungan, pengaduan, dan pemulangan pekerja.
Jangan membayar biaya perekrutan atau menerima tawaran hanya berdasarkan janji gaji tinggi. Minta dokumen dan rincian biaya yang dapat diperiksa.
Uni Emirat Arab
Uni Emirat Arab memiliki kategori pekerjaan domestik yang diatur melalui ketentuan khusus. Peluang bagi WNI perlu diperiksa berdasarkan status kebijakan penempatan, jenis pekerjaan, dan persyaratan yang berlaku saat perekrutan.
Sebelum menerima tawaran, periksa:
- Legalitas perusahaan atau pihak penempatan.
- Identitas pemberi kerja dan alamat tempat bekerja.
- Jenis izin kerja dan dokumen yang harus diterbitkan.
- Ketentuan gaji, tempat tinggal, waktu istirahat, dan tugas.
- Saluran pengaduan jika hak pekerja tidak dipenuhi.
Pastikan proses keberangkatan dilakukan melalui mekanisme resmi yang sesuai dengan aturan Indonesia dan negara tujuan.
2. Perbandingan Negara Tujuan Pekerja Rumah Tangga untuk WNI
Tabel berikut merupakan gambaran awal untuk membantu calon pekerja menelusuri negara tujuan, bukan konfirmasi bahwa lowongan sedang tersedia saat ini.
| Negara | Jenis pekerjaan yang dapat ditelusuri | Hal utama yang perlu diperiksa |
|---|---|---|
| Malaysia | Pekerja rumah tangga dan pekerjaan domestik sesuai izin | Status penempatan, izin kerja, kontrak |
| Singapura | Pekerja domestik migran | Persyaratan izin kerja dan perekrutan |
| Hong Kong | Foreign domestic helper | Kontrak, ketentuan gaji, visa kerja |
| Taiwan | Pekerjaan domestik atau perawatan sesuai kategori | Kategori pekerjaan dan kelayakan penempatan |
| Arab Saudi | Pekerjaan domestik sesuai ketentuan | Kebijakan penempatan, visa, perlindungan |
| Uni Emirat Arab | Pekerjaan domestik sesuai kategori izin | Legalitas perekrut dan ketentuan kontrak |
Penting: Tabel ini tidak berarti semua negara tersebut sedang membuka lowongan untuk WNI pada saat Anda membaca artikel. Status penerimaan pekerja, persyaratan, dan mekanisme penempatan harus dikonfirmasi melalui sumber resmi.
3. Cara Mengetahui Negara yang Sedang Membuka Lowongan PRT untuk WNI
Informasi negara tujuan yang pernah menerima pekerja migran belum tentu menunjukkan bahwa perekrutan sedang dibuka saat ini. Untuk memastikan adanya lowongan aktif, lakukan pemeriksaan berikut.
Periksa informasi pemerintah Indonesia
Cari informasi melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan layanan resmi yang disediakan pemerintah. Periksa pengumuman mengenai penempatan, negara tujuan, jabatan, serta persyaratan calon pekerja.
Informasi juga dapat ditanyakan melalui dinas yang menangani ketenagakerjaan atau layanan pekerja migran di daerah sesuai kewenangannya.
Verifikasi perusahaan penempatan
Jika lowongan ditawarkan oleh perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI), periksa legalitas dan status izinnya melalui saluran resmi pemerintah.
Tanyakan secara jelas:
- Apakah tersedia lowongan aktif untuk pekerjaan yang ditawarkan?
- Siapa pemberi kerja atau pengguna jasa di negara tujuan?
- Apa nama jabatan yang tercantum dalam izin kerja?
- Bagaimana proses seleksi dan penempatannya?
- Berapa biaya yang sah dan siapa yang menanggungnya?
- Apa prosedur pengaduan dan pemulangan apabila terjadi masalah?
Jangan hanya mengandalkan brosur, tangkapan layar, atau unggahan media sosial tanpa verifikasi.
Periksa aturan negara tujuan
Setiap negara memiliki aturan imigrasi dan ketenagakerjaan sendiri. Periksa situs otoritas resmi negara tujuan atau perwakilan diplomatik yang relevan untuk mengetahui persyaratan izin kerja, jenis pekerjaan, dan dokumen yang dibutuhkan.
Pastikan lowongan memiliki rincian tertulis
Lowongan yang dapat dipertanggungjawabkan seharusnya memberikan informasi yang cukup untuk dinilai. Minimal, calon pekerja perlu mengetahui jenis pekerjaan, lokasi kerja, perkiraan gaji, persyaratan, tahapan seleksi, dan pihak yang bertanggung jawab atas penempatan.
Jika perekrut menolak memberikan informasi dasar atau mendesak pembayaran segera, tunda keputusan sampai informasi tersebut terverifikasi.
4. Persyaratan Umum untuk Melamar Pekerjaan Rumah Tangga di Luar Negeri
Persyaratan berbeda berdasarkan negara, jabatan, program penempatan, dan aturan yang berlaku. Secara umum, calon pekerja perlu memeriksa beberapa hal berikut.
Persyaratan identitas dan usia
Calon pekerja perlu memiliki identitas kependudukan yang sah. Ketentuan usia minimum atau rentang usia tertentu harus dikonfirmasi berdasarkan negara dan program penempatan. Jangan menggunakan satu batas usia sebagai patokan universal.
Dokumen perjalanan
Paspor biasanya dibutuhkan untuk perjalanan internasional. Pastikan data pada paspor konsisten dengan dokumen identitas lain dan masa berlakunya memenuhi ketentuan perjalanan serta izin kerja.
Kesehatan
Pemeriksaan kesehatan dapat menjadi bagian dari persyaratan penempatan. Jenis pemeriksaan, fasilitas yang diakui, dan masa berlaku hasilnya bergantung pada program yang digunakan.
Keterampilan dan pengalaman
Keterampilan yang relevan dapat mencakup membersihkan rumah, memasak, mencuci, menyetrika, dan mengatur pekerjaan rumah tangga. Untuk pekerjaan pengasuhan anak atau lansia, persyaratan kompetensi dapat berbeda.
Kemampuan bahasa
Kemampuan berkomunikasi membantu pekerja memahami instruksi, menjelaskan kebutuhan, dan mencari bantuan ketika menghadapi masalah. Bahasa yang dibutuhkan tergantung negara dan pemberi kerja.
Persyaratan administrasi penempatan
Calon pekerja harus mengikuti proses seleksi, pelatihan, pemeriksaan, dan administrasi yang diwajibkan dalam jalur penempatan resmi.
5. Dokumen yang Perlu Disiapkan
Berikut contoh dokumen yang mungkin diperlukan. Daftar final harus mengikuti persyaratan resmi program dan negara tujuan.
| Dokumen | Keterangan |
|---|---|
| KTP dan Kartu Keluarga | Untuk verifikasi identitas dan data kependudukan |
| Paspor | Untuk perjalanan internasional |
| Pas foto | Jika diminta dalam proses administrasi |
| Surat keterangan kesehatan | Sesuai ketentuan pemeriksaan |
| Dokumen pelatihan atau keterampilan | Jika diwajibkan |
| Perjanjian kerja | Menjelaskan tugas, gaji, hak, dan kewajiban |
| Dokumen penempatan | Sesuai jalur penempatan resmi |
| Visa atau izin kerja | Harus sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan |
| Dokumen tambahan | Mengikuti permintaan instansi berwenang |
Dokumen seperti ijazah, surat keterangan catatan kepolisian, akta kelahiran, terjemahan tersumpah, atau pengesahan dokumen tidak selalu diperlukan untuk setiap penempatan. Pastikan terlebih dahulu apakah dokumen tersebut benar-benar diminta.
6. Bagaimana Prosedur Melamar Kerja sebagai PRT di Luar Negeri?
Proses penempatan secara umum dapat dijelaskan melalui tahapan berikut.
Tahap 1: Menentukan negara dan jenis pekerjaan
Pilih negara berdasarkan ketersediaan penempatan yang dapat diverifikasi, kemampuan bahasa, kondisi kerja, serta persyaratan yang mampu dipenuhi.
Tahap 2: Memeriksa lowongan dan jalur penempatan
Cari lowongan melalui saluran resmi pemerintah atau pihak penempatan yang legal. Pastikan posisi tersebut benar-benar tersedia bagi WNI.
Tahap 3: Mendaftar dan mengikuti seleksi
Isi data dengan benar, serahkan dokumen yang diminta, dan ikuti wawancara atau penilaian keterampilan jika diwajibkan.
Tahap 4: Melengkapi dokumen dan pemeriksaan
Urus paspor, pemeriksaan kesehatan, pelatihan, serta dokumen pendukung lainnya sesuai urutan yang ditetapkan.
Tahap 5: Memeriksa kontrak kerja
Pastikan jabatan, tugas, gaji, jam kerja, waktu istirahat, fasilitas, biaya, dan ketentuan pengakhiran kontrak dijelaskan secara tertulis.
Tahap 6: Mengurus visa atau izin kerja
Pastikan izin yang diperlukan telah diterbitkan dan sesuai dengan pekerjaan. Jangan berangkat dengan mengandalkan janji bahwa izin akan diurus setelah tiba, kecuali prosedur resmi negara tujuan memang menetapkan tahapan tertentu setelah kedatangan dan keberangkatan tersebut telah dinyatakan sah oleh pihak berwenang.
Tahap 7: Menyelesaikan administrasi dan persiapan keberangkatan
Ikuti pembekalan, simpan salinan dokumen, catat kontak darurat, dan pastikan jadwal perjalanan sesuai dengan status izin.
Urutan serta nama dokumen dapat berbeda pada setiap program. Karena itu, ikuti instruksi resmi untuk jalur penempatan yang dipilih.
7. Berapa Gaji Pekerja Rumah Tangga di Luar Negeri?
Gaji pekerja rumah tangga berbeda menurut negara, ketentuan minimum yang berlaku, kontrak, jenis pekerjaan, pengalaman, serta pengaturan fasilitas seperti tempat tinggal dan makanan.
Beberapa hal yang perlu dipastikan sebelum membandingkan gaji adalah:
- Nominal gaji yang tertulis dalam kontrak.
- Mata uang dan jadwal pembayaran.
- Apakah gaji yang ditawarkan merupakan gaji kotor atau jumlah setelah potongan.
- Biaya yang menjadi tanggung jawab pekerja dan pemberi kerja.
- Ketentuan lembur, hari libur, dan waktu istirahat.
- Pengaturan tempat tinggal, makanan, dan fasilitas lain.
- Ketentuan gaji minimum yang berlaku untuk kategori pekerjaan tersebut.
Jangan membandingkan tawaran hanya berdasarkan nominal gaji. Gaji yang terlihat tinggi belum tentu memberikan manfaat lebih baik jika disertai biaya besar, jam kerja tidak jelas, atau kontrak yang merugikan.
Sebelum menerima tawaran, periksa aturan gaji terbaru dari otoritas resmi negara tujuan dan pastikan isi kontrak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
8. Apakah Semua Negara Menerima Pekerja Rumah Tangga dari Indonesia?
Tidak. Kebijakan penerimaan pekerja migran dapat berubah dan tidak semua negara memiliki jalur penempatan yang terbuka untuk setiap kewarganegaraan atau jenis pekerjaan.
Ada beberapa faktor yang memengaruhi peluang penempatan:
- Kebijakan pemerintah negara tujuan.
- Aturan penempatan pekerja migran dari Indonesia.
- Ketersediaan pemberi kerja dan lowongan yang sah.
- Persyaratan visa atau izin kerja.
- Ketentuan usia, kesehatan, keterampilan, dan pelatihan.
- Kesepakatan atau mekanisme penempatan yang berlaku.
Karena itu, calon pekerja sebaiknya memeriksa status lowongan pada saat akan mendaftar. Jangan menyimpulkan bahwa suatu negara pasti menerima pekerja rumah tangga WNI hanya karena negara tersebut pernah menjadi tujuan pekerja migran Indonesia.
9. Risiko Bekerja sebagai Pekerja Rumah Tangga di Luar Negeri
Pekerjaan domestik dapat menghadirkan tantangan karena sebagian tugas dilakukan di rumah pribadi dan pekerja mungkin tinggal di tempat kerja. Calon pekerja perlu memahami risiko sebelum menandatangani kontrak.
Penipuan lowongan
Perekrut dapat menggunakan janji gaji tinggi atau keberangkatan cepat untuk meminta uang dan dokumen pribadi. Verifikasi identitas perekrut, legalitas penempatan, serta rincian pekerjaan sebelum membayar.
Perbedaan kontrak dan pekerjaan sebenarnya
Tugas setelah tiba dapat berbeda dari yang dijanjikan. Simpan salinan kontrak dan bukti komunikasi agar tersedia jika diperlukan untuk mengajukan pengaduan.
Gaji tidak dibayar atau dipotong secara tidak jelas
Pastikan nominal, jadwal pembayaran, dan potongan yang diperbolehkan dijelaskan dalam dokumen tertulis. Simpan bukti pembayaran gaji.
Jam kerja dan waktu istirahat bermasalah
Pahami ketentuan kerja yang berlaku di negara tujuan dan pastikan kontrak menjelaskan waktu kerja, waktu istirahat, serta hari libur.
Kekerasan atau pembatasan kebebasan
Jika mengalami ancaman, kekerasan, atau situasi berbahaya, cari bantuan melalui saluran resmi yang tersedia. Ketahui kontak perwakilan Indonesia dan pihak penempatan sebelum keberangkatan.
10. Cara Memilih Negara Tujuan yang Sesuai
Negara yang menawarkan gaji lebih tinggi belum tentu menjadi pilihan terbaik bagi setiap calon pekerja. Gunakan sejumlah pertimbangan berikut sebelum memutuskan.
| Faktor | Pertanyaan yang perlu dijawab |
|---|---|
| Ketersediaan lowongan | Apakah perekrutan WNI sedang dibuka melalui jalur resmi? |
| Persyaratan | Apakah usia, kesehatan, keterampilan, dan dokumen sudah sesuai? |
| Gaji | Berapa gaji dalam kontrak dan bagaimana cara pembayarannya? |
| Biaya | Apa saja biaya yang perlu dibayar dan siapa yang menanggungnya? |
| Bahasa | Apakah kemampuan bahasa sudah memadai? |
| Kondisi kerja | Apakah tugas, jam kerja, dan waktu istirahat jelas? |
| Perlindungan | Bagaimana mekanisme pengaduan dan bantuan bagi pekerja? |
| Izin kerja | Apakah izin yang diperlukan dapat diperoleh melalui jalur yang sah? |
| Dukungan | Apakah tersedia pihak resmi yang dapat dihubungi saat menghadapi masalah? |
Sebaiknya pilih negara berdasarkan gabungan faktor tersebut, bukan hanya berdasarkan perkiraan gaji atau cerita dari orang lain.
11. Apakah Dokumen Pekerja Rumah Tangga Perlu Diterjemahkan atau Dilegalisasi?
Tidak semua dokumen calon pekerja perlu diterjemahkan, dilegalisasi, atau diberi apostille. Kebutuhan tersebut bergantung pada dokumen yang diminta, negara tujuan, serta instansi yang menerima dokumen.
Sebelum mengeluarkan biaya, pastikan:
- Dokumen apa yang wajib diserahkan.
- Bahasa yang diterima oleh instansi tujuan.
- Apakah diperlukan penerjemah tersumpah.
- Apakah dokumen memerlukan legalisasi atau apostille.
- Apakah ada urutan pengesahan khusus yang harus diikuti.
Apostille tidak otomatis menjadi syarat untuk setiap proses penempatan pekerja rumah tangga. Konfirmasikan persyaratan kepada pihak penempatan resmi atau instansi penerima dokumen terlebih dahulu.
Jika membutuhkan bantuan untuk memeriksa layanan penerjemahan, legalisasi, atau apostille dokumen, Anda dapat mengunjungi Jangkar Global Groups. Pastikan kebutuhan dokumen sesuai dengan ketentuan resmi negara tujuan dan program penempatan.
12. Tips Aman Mencari Lowongan PRT Luar Negeri
Agar tidak salah memilih jalur penempatan, lakukan langkah-langkah berikut:
- Cari informasi dari pemerintah dan sumber resmi.
- Periksa legalitas perusahaan atau perekrut.
- Minta rincian pekerjaan, gaji, biaya, dan proses penempatan secara tertulis.
- Jangan menyerahkan uang tanpa dasar dan bukti pembayaran.
- Jangan menggunakan dokumen palsu atau memberikan keterangan yang tidak benar.
- Baca kontrak sebelum menandatanganinya.
- Pastikan visa atau izin kerja sesuai dengan pekerjaan.
- Simpan salinan paspor, kontrak, dan dokumen penempatan.
- Catat kontak keluarga, pihak penempatan, serta perwakilan Indonesia.
- Hindari tawaran yang menjanjikan keberangkatan instan tanpa proses yang jelas.
Jika ada informasi yang bertentangan antara perekrut dan sumber resmi, tunda keputusan sampai statusnya terkonfirmasi.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Negara yang Membuka Lowongan Pekerja Rumah Tangga untuk WNI
1. Negara mana saja yang dapat menjadi tujuan pekerja rumah tangga WNI?
Malaysia, Singapura, Hong Kong, Taiwan, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab merupakan beberapa negara yang dapat ditelusuri informasinya terkait pekerjaan domestik. Namun, daftar tersebut bukan konfirmasi bahwa semuanya sedang membuka lowongan untuk WNI. Status penempatan harus diperiksa melalui sumber resmi.
2. Negara mana yang paling mudah untuk bekerja sebagai PRT?
Tidak ada negara yang dapat dinyatakan paling mudah untuk semua calon pekerja. Kemudahan bergantung pada persyaratan, ketersediaan lowongan, kemampuan bahasa, pengalaman, izin kerja, dan prosedur penempatan.
3. Bagaimana cara mengetahui lowongan PRT luar negeri yang sedang aktif?
Periksa informasi dari KP2MI, dinas ketenagakerjaan terkait, serta perusahaan penempatan yang legal. Pastikan lowongan memiliki informasi pekerjaan dan proses perekrutan yang dapat diverifikasi.
4. Apakah WNI boleh mencari pekerjaan rumah tangga sendiri di luar negeri?
Pencarian informasi pekerjaan dapat dilakukan secara mandiri, tetapi proses penempatan dan perizinan tetap harus mengikuti aturan Indonesia dan negara tujuan. Jangan berangkat atau mulai bekerja sebelum persyaratan resmi terpenuhi.
5. Apakah pekerja rumah tangga harus membayar biaya penempatan?
Biaya yang sah dan pihak yang menanggungnya bergantung pada ketentuan yang berlaku serta program penempatan. Mintalah rincian tertulis dan periksa aturan resmi sebelum melakukan pembayaran.
6. Apakah gaji pekerja rumah tangga di luar negeri selalu lebih tinggi daripada di Indonesia?
Tidak selalu. Nilai gaji harus dibandingkan dengan biaya hidup, biaya yang ditanggung pekerja, potongan, fasilitas, dan kondisi kerja. Gunakan kontrak serta aturan gaji resmi sebagai dasar penilaian.
7. Apakah harus bisa bahasa negara tujuan?
Persyaratannya berbeda menurut negara dan pekerjaan. Kemampuan bahasa sangat membantu komunikasi dan keselamatan kerja, sehingga calon pekerja sebaiknya mempelajari bahasa yang relevan sebelum berangkat.
8. Apa yang harus dilakukan jika lowongan ternyata palsu?
Hentikan pembayaran, simpan bukti komunikasi dan transaksi, lalu laporkan melalui saluran resmi yang berwenang. Jika paspor atau dokumen pribadi sudah diserahkan, mintalah bantuan dari instansi terkait untuk menentukan langkah berikutnya.
Kesimpulan
Ada sejumlah negara yang dapat ditelusuri sebagai tujuan kerja pekerja rumah tangga bagi WNI, antara lain Malaysia, Singapura, Hong Kong, Taiwan, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Namun, negara yang memiliki sektor pekerjaan domestik tidak selalu sedang membuka lowongan bagi WNI pada saat tertentu.
Sebelum memilih negara, calon pekerja perlu memastikan status perekrutan, legalitas pihak penempatan, persyaratan dokumen, isi kontrak, gaji, dan izin kerja. Periksa informasi dari pemerintah Indonesia serta otoritas resmi negara tujuan, bukan hanya dari iklan atau media sosial.
Dengan memilih jalur penempatan yang sah dan memahami hak serta kewajiban sejak awal, calon pekerja dapat mempersiapkan diri secara lebih aman untuk bekerja di luar negeri.