Kontrak Kerja Perkebunan di Luar Negeri: Gaji, Jam Kerja, Target, Hak, dan Kewajiban

Iman Ps

Kontrak Kerja Perkebunan di Luar Negeri - Gaji, Jam Kerja, Target, Hak, dan Kewajiban
Direktur Utama Jangkar Groups

Kontrak kerja perkebunan di luar negeri merupakan dokumen penting yang harus dipahami oleh calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebelum berangkat bekerja. Kontrak ini menjelaskan hubungan kerja antara pekerja dan pemberi kerja, termasuk gaji, jam kerja, target produksi, fasilitas, hak, serta kewajiban masing-masing pihak.

Banyak calon pekerja hanya berfokus pada besarnya gaji ketika menerima tawaran kerja. Padahal, ketentuan lembur, biaya tempat tinggal, potongan penghasilan, waktu istirahat, dan prosedur pemutusan hubungan kerja juga dapat memengaruhi kondisi kerja selama berada di luar negeri.

DAFTAR ISI

Oleh karena itu, calon pekerja perlu membaca setiap bagian kontrak secara teliti. Selain itu, pekerja harus memastikan bahwa isi kontrak sesuai dengan penawaran kerja dan ketentuan hukum yang berlaku di negara tujuan. Dengan persiapan tersebut, pekerja dapat memahami haknya dan mengurangi risiko perselisihan selama bekerja di perkebunan luar negeri.

Kontrak Kerja Perkebunan Luar Negeri

Apa Itu Kontrak Kerja Perkebunan di Luar Negeri?

Kontrak kerja perkebunan di luar negeri adalah perjanjian kerja yang mengatur hubungan antara pekerja dan pemberi kerja pada sektor pertanian atau perkebunan di negara lain. Dokumen ini menjelaskan jabatan, tanggung jawab, sistem pembayaran, jadwal kerja, dan ketentuan lain yang berlaku selama masa kerja.

Kontrak dapat menggunakan format dan ketentuan berbeda sesuai negara, jenis pekerjaan, program penempatan, serta kebijakan perusahaan. Namun, pekerja perlu memastikan bahwa kontrak menjelaskan unsur-unsur penting secara tertulis.

Pada umumnya, kontrak kerja perlu menjelaskan:

  • Identitas pekerja dan pemberi kerja.
  • Jenis pekerjaan serta lokasi penempatan.
  • Tanggal mulai bekerja dan masa kontrak.
  • Besaran gaji dan metode pembayaran.
  • Jam kerja, istirahat, serta ketentuan lembur.
  • Target kerja dan standar kualitas.
  • Tunjangan, fasilitas, dan potongan yang berlaku.
  • Hak serta kewajiban pekerja.
  • Perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja.
  • Ketentuan pengakhiran kontrak dan penyelesaian perselisihan.

Dengan memahami bagian-bagian tersebut, calon PMI dapat menilai apakah tawaran kerja sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya.

1. Gaji dalam Kontrak Kerja Perkebunan

Gaji menjadi salah satu bagian utama yang harus diperiksa sebelum pekerja menyetujui kontrak. Pemberi kerja perlu menjelaskan besaran upah, sistem pembayaran, jadwal pembayaran, dan ketentuan penghasilan tambahan sesuai aturan yang berlaku.

Memahami Besaran Gaji

Perusahaan perkebunan dapat menggunakan sistem upah per jam, harian, bulanan, atau berdasarkan hasil kerja. Sistem yang digunakan bergantung pada jenis pekerjaan, kontrak, dan ketentuan ketenagakerjaan di negara tujuan.

Oleh sebab itu, pekerja harus memastikan satuan pembayaran tercantum dengan jelas. Jika perusahaan menawarkan upah per jam, periksa jumlah jam kerja yang dijadwalkan. Sementara itu, jika perusahaan menggunakan sistem bulanan, pastikan kontrak menjelaskan periode pembayaran dan ketentuan jam kerja.

Selain itu, periksa apakah angka gaji merupakan penghasilan kotor atau jumlah setelah potongan. Perbedaan ini penting karena pajak, iuran, biaya akomodasi, atau potongan lain yang sah dapat memengaruhi jumlah uang yang diterima.

Memeriksa Upah Lembur

Pekerjaan perkebunan terkadang membutuhkan jam kerja tambahan, terutama ketika perusahaan mengejar jadwal panen atau menghadapi kebutuhan produksi tertentu. Namun, pekerja harus memahami bahwa aturan lembur berbeda menurut negara dan jenis hubungan kerja.

Sebelum menandatangani kontrak, periksa:

  • Batas jam kerja normal.
  • Kondisi yang dihitung sebagai lembur.
  • Tarif atau rumus pembayaran lembur.
  • Ketentuan bekerja pada hari istirahat atau hari libur.
  • Prosedur persetujuan dan pencatatan jam tambahan.

Jangan menganggap semua jam tambahan otomatis dibayar dengan tarif yang sama. Mintalah penjelasan tertulis mengenai perhitungan lembur dan simpan catatan jam kerja selama bekerja.

Memahami Bonus dan Insentif

Sebagian perusahaan menawarkan bonus produktivitas, insentif kehadiran, atau pembayaran tambahan berdasarkan hasil kerja. Namun, perusahaan tidak selalu menyediakan komponen tersebut.

Karena itu, pekerja perlu memeriksa syarat untuk mendapatkan bonus. Pastikan kontrak menjelaskan target, metode perhitungan, periode pembayaran, dan kondisi yang dapat menyebabkan bonus tidak diberikan.

Jangan menganggap bonus sebagai penghasilan pasti jika perusahaan hanya menjanjikannya secara lisan atau menetapkannya berdasarkan pencapaian tertentu.

Memeriksa Potongan Gaji

Kontrak atau dokumen terkait dapat menjelaskan potongan yang berlaku, misalnya pajak, iuran wajib, atau biaya fasilitas tertentu jika diizinkan oleh hukum setempat.

Pekerja harus meminta rincian setiap potongan. Selain itu, pastikan pemberi kerja menjelaskan dasar pemotongan dan cara menghitung jumlahnya.

Jika terdapat biaya yang tidak tercantum atau tidak dapat dijelaskan, mintalah klarifikasi sebelum menyetujui kontrak. Dengan demikian, pekerja dapat memperkirakan penghasilan bersih secara lebih realistis.

2. Jam Kerja dan Waktu Istirahat

Jam kerja menjadi bagian penting dalam kontrak kerja perkebunan karena pekerjaan lapangan dapat dipengaruhi oleh cuaca, musim panen, dan kebutuhan operasional.

Pemberi kerja perlu menjelaskan jadwal kerja dan waktu istirahat sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara itu, pekerja harus memahami jadwal tersebut sebelum menyetujui tawaran.

Jadwal Kerja Harian

Kontrak atau dokumen kerja terkait sebaiknya menjelaskan waktu mulai bekerja, waktu selesai, jadwal istirahat, serta hari kerja. Jika perusahaan menggunakan sistem giliran kerja, pekerja perlu memahami pembagian jadwal dan prosedur perubahan jadwal.

Selain itu, tanyakan apakah waktu perjalanan dari tempat tinggal menuju lokasi kerja dihitung sebagai waktu kerja. Ketentuan ini dapat berbeda menurut negara dan situasi pekerjaan.

Hari Istirahat dan Hari Libur

Pekerja harus mengetahui hak istirahat harian, hari libur mingguan, dan ketentuan hari libur resmi sesuai aturan yang berlaku. Informasi ini membantu pekerja mengatur kebutuhan pribadi serta menjaga kondisi fisik selama bekerja.

Namun, jadwal istirahat dapat berbeda menurut jenis pekerjaan dan sistem kerja yang sah. Karena itu, periksa kontrak serta ketentuan ketenagakerjaan di negara tujuan.

Perubahan Jadwal Kerja

Pada musim panen, perusahaan mungkin membutuhkan penyesuaian jadwal. Meskipun demikian, pekerja perlu mengetahui prosedur pemberitahuan dan ketentuan pembayaran jika perubahan jadwal menyebabkan jam kerja tambahan.

Jika perusahaan mengubah jadwal secara terus-menerus tanpa penjelasan, pekerja dapat meminta klarifikasi kepada pengawas atau bagian sumber daya manusia. Simpan catatan jadwal untuk membantu memeriksa kesesuaian jam kerja dan pembayaran.

3. Target Kerja dan Standar Produksi

Kontrak kerja perkebunan dapat mencantumkan target produksi atau standar kualitas yang harus dipenuhi pekerja. Target tersebut dapat berupa jumlah hasil panen, jumlah tanaman yang dirawat, luas lahan yang ditangani, atau jumlah produk yang disortir dan dikemas.

Namun, tidak semua pekerjaan menggunakan target individual. Sebagian perusahaan menilai pekerja berdasarkan kualitas, ketepatan waktu, atau hasil kerja tim.

Memahami Target Pemanenan

Pekerja pemanenan mungkin harus mengumpulkan hasil panen dalam jumlah tertentu selama periode kerja. Jika perusahaan menerapkan sistem pembayaran berdasarkan hasil, pekerja harus memahami cara menghitung hasil yang memenuhi syarat pembayaran.

Selain itu, tanyakan bagaimana perusahaan menangani hasil yang rusak, tidak memenuhi standar kualitas, atau tidak dapat dipanen karena kondisi cuaca.

Target yang jelas membantu pekerja memahami tanggung jawab dan memperkirakan penghasilan jika kontrak menggunakan sistem berbasis hasil.

Memahami Standar Kualitas

Perusahaan dapat menetapkan standar mengenai ukuran, kematangan, kebersihan, atau kondisi produk. Pekerja perlu mengikuti pelatihan dan petunjuk agar dapat memenuhi standar tersebut.

Jika pekerja belum memahami prosedur, mintalah penjelasan kepada pengawas. Jangan mengambil jalan pintas yang dapat merusak hasil panen atau membahayakan keselamatan.

Mengetahui Konsekuensi Target Tidak Tercapai

Sebelum menandatangani kontrak, tanyakan bagaimana perusahaan menilai kinerja dan menangani target yang tidak tercapai.

Pekerja perlu membedakan antara evaluasi kinerja, bonus yang bergantung pada hasil, dan potongan gaji. Perusahaan tidak boleh menerapkan potongan atau sanksi secara sewenang-wenang; setiap ketentuan harus mengikuti hukum yang berlaku dan perjanjian yang sah.

Oleh karena itu, mintalah penjelasan tertulis mengenai metode evaluasi, standar produksi, dan konsekuensi yang mungkin timbul.

4. Hak Pekerja Perkebunan di Luar Negeri

Pekerja migran perlu memahami hak yang berlaku berdasarkan kontrak dan hukum negara tempat mereka bekerja. Hak tersebut dapat berbeda menurut status pekerjaan, sektor, serta peraturan yang berlaku.

Berikut beberapa aspek yang perlu diperiksa.

Hak Menerima Upah

Pekerja berhak memperoleh pembayaran sesuai kontrak dan ketentuan hukum yang berlaku. Karena itu, pekerja perlu menyimpan salinan kontrak, catatan jam kerja, dan bukti pembayaran untuk memeriksa kesesuaian penghasilan.

Jika gaji terlambat atau jumlahnya berbeda dari perjanjian, pekerja dapat meminta penjelasan kepada pemberi kerja melalui prosedur resmi.

Hak atas Waktu Istirahat

Pekerja perlu mengetahui ketentuan mengenai waktu istirahat dan hari libur. Hak tersebut membantu pekerja menjaga kesehatan serta menjalankan pekerjaan secara berkelanjutan.

Jika jadwal kerja tidak sesuai dengan kontrak atau aturan setempat, catat kejadian dan cari informasi mengenai mekanisme pengaduan yang tersedia.

Hak atas Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Pekerjaan perkebunan dapat melibatkan alat tajam, mesin, bahan kimia, cuaca ekstrem, dan kondisi lahan yang berisiko. Oleh karena itu, pekerja perlu memahami prosedur keselamatan dan memperoleh perlindungan yang diwajibkan.

Pekerja juga harus mengetahui cara melaporkan bahaya, meminta pelatihan, dan memperoleh bantuan ketika terjadi kecelakaan kerja.

Hak Memahami Kontrak

Pekerja harus memperoleh kesempatan untuk membaca dan memahami kontrak sebelum menyetujuinya. Jika kontrak menggunakan bahasa yang tidak dipahami, mintalah penjelasan atau terjemahan yang dapat dipercaya.

Selain itu, pekerja sebaiknya meminta salinan kontrak yang telah ditandatangani. Dokumen tersebut membantu pekerja memeriksa ketentuan ketika muncul perselisihan.

Hak atas Perlakuan yang Sesuai Hukum

Pekerja perlu memahami perlindungan yang berlaku terhadap perlakuan tidak adil, pelecehan, atau tindakan yang melanggar hukum. Jika mengalami masalah, pekerja dapat mencari bantuan melalui saluran pengaduan yang sah.

Hak dan prosedur pengaduan berbeda menurut negara. Karena itu, calon PMI perlu mencari informasi resmi sebelum keberangkatan dan menyimpan kontak penting selama bekerja.

5. Kewajiban Pekerja Perkebunan di Luar Negeri

Selain memiliki hak, pekerja juga harus menjalankan kewajiban sesuai kontrak dan aturan yang berlaku. Memahami kewajiban sejak awal membantu pekerja menjaga hubungan kerja dan menghindari pelanggaran.

Menjalankan Tugas Sesuai Kontrak

Pekerja harus menjalankan tugas yang disepakati, seperti menanam, merawat tanaman, memanen, menyortir, atau mengemas hasil pertanian.

Jika pemberi kerja meminta tugas yang berbeda secara signifikan dari kesepakatan, pekerja sebaiknya meminta penjelasan mengenai perubahan tanggung jawab tersebut.

Mematuhi Prosedur Keselamatan

Pekerja wajib mengikuti instruksi keselamatan yang berlaku di tempat kerja. Mereka harus menggunakan alat pelindung diri sesuai kebutuhan, mengikuti pelatihan, dan melaporkan kondisi yang berbahaya.

Selain itu, pekerja tidak boleh mengoperasikan mesin atau menangani bahan kimia tanpa pelatihan dan kewenangan yang sesuai.

Menjaga Disiplin dan Kehadiran

Pekerja perlu mengikuti jadwal kerja, memberi tahu pengawas jika menghadapi kendala kehadiran, dan mematuhi prosedur pelaporan yang berlaku.

Disiplin membantu perusahaan mengatur kegiatan perkebunan, terutama ketika tim harus menyelesaikan pekerjaan berdasarkan jadwal panen.

Menjaga Kualitas Hasil Kerja

Pekerja harus mengikuti standar penanaman, perawatan, pemanenan, dan pengemasan yang ditetapkan perusahaan. Jika menemukan masalah pada tanaman atau hasil panen, pekerja perlu melaporkannya kepada pengawas.

Dengan demikian, pekerja dapat membantu menjaga kualitas produk dan mengurangi pemborosan.

Menjaga Dokumen dan Mematuhi Aturan

Pekerja harus menjaga dokumen pribadi serta mematuhi ketentuan izin tinggal dan izin kerja. Mereka juga perlu mengikuti prosedur perusahaan yang sah selama tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku.

Jangan menganggap izin masuk ke suatu negara otomatis memberikan hak untuk bekerja. Pastikan dokumen yang dimiliki mengizinkan pekerjaan sesuai kontrak.

6. Tempat Tinggal, Transportasi, dan Tunjangan

Sebagian perusahaan menyediakan tempat tinggal atau fasilitas pendukung bagi pekerja perkebunan. Namun, fasilitas tersebut tidak selalu gratis dan tidak selalu tersedia dalam setiap kontrak.

Tempat Tinggal Pekerja

Jika perusahaan menyediakan akomodasi, periksa lokasi, fasilitas, kondisi tempat tinggal, dan jumlah penghuni jika informasi tersebut tersedia.

Selanjutnya, pastikan apakah perusahaan membayar seluruh biaya atau membebankan sebagian biaya kepada pekerja. Jika perusahaan melakukan pemotongan, mintalah rincian tertulis dan pastikan ketentuan tersebut sesuai dengan hukum setempat.

Transportasi ke Tempat Kerja

Pekerja perlu mengetahui cara menuju lokasi kerja. Sebagian perusahaan menyediakan transportasi, sedangkan perusahaan lain mungkin meminta pekerja mengatur perjalanan sendiri.

Periksa apakah biaya transportasi ditanggung perusahaan, dibayar pekerja, atau diatur melalui mekanisme lain dalam kontrak.

Makan dan Tunjangan Tambahan

Kontrak dapat mencantumkan fasilitas makan, tunjangan transportasi, atau manfaat lain. Namun, pekerja harus memastikan bentuk fasilitas dan ketentuan penggunaannya.

Jangan hanya menghitung gaji pokok ketika membandingkan dua tawaran kerja. Sebaliknya, hitung nilai fasilitas dan biaya yang harus ditanggung sendiri agar dapat memperkirakan penghasilan bersih.

7. Masa Kontrak dan Perpanjangan Kerja

Kontrak kerja biasanya menjelaskan masa kerja atau ketentuan berakhirnya hubungan kerja. Durasi kontrak bergantung pada jenis pekerjaan, program penempatan, dan hukum negara tujuan.

Memeriksa Tanggal Mulai dan Berakhir

Pastikan kontrak mencantumkan tanggal mulai kerja dan ketentuan masa kerja dengan jelas. Jika pekerjaan bersifat musiman, periksa juga perkiraan akhir musim kerja dan ketentuan setelah pekerjaan selesai.

Informasi ini membantu pekerja merencanakan biaya hidup, tempat tinggal, dan perjalanan pulang.

Memahami Perpanjangan Kontrak

Jika pekerja ingin melanjutkan pekerjaan, periksa prosedur perpanjangan yang berlaku. Perpanjangan dapat membutuhkan persetujuan pemberi kerja dan pemenuhan persyaratan izin kerja atau imigrasi.

Jangan menganggap kontrak otomatis diperpanjang hanya karena perusahaan masih membutuhkan tenaga kerja. Mintalah konfirmasi tertulis sebelum masa kontrak berakhir.

Memahami Pengakhiran Kontrak

Kontrak perlu menjelaskan prosedur pengakhiran hubungan kerja, termasuk pemberitahuan, kewajiban masing-masing pihak, dan pembayaran yang masih harus diselesaikan sesuai aturan.

Jika perusahaan mengakhiri kontrak lebih awal atau pekerja ingin mengundurkan diri, periksa ketentuan yang berlaku sebelum mengambil tindakan.

8. Apa yang Harus Dilakukan Jika Kontrak Tidak Sesuai?

Terkadang, pekerja menemukan perbedaan antara kontrak dan penawaran yang diterima. Misalnya, gaji yang tercantum berbeda, lokasi kerja berubah, atau biaya akomodasi tidak dijelaskan sejak awal.

Jika menghadapi situasi tersebut, lakukan langkah berikut:

  1. Bandingkan kontrak dengan surat penawaran dan dokumen perekrutan.
  2. Catat bagian yang berbeda atau belum jelas.
  3. Mintalah penjelasan tertulis dari pemberi kerja atau pihak penempatan.
  4. Jangan menandatangani dokumen yang belum dipahami.
  5. Simpan salinan komunikasi dan dokumen yang relevan.
  6. Cari bantuan dari instansi atau pihak berwenang jika masalah tidak terselesaikan.

Jika pekerja sudah berada di luar negeri, gunakan saluran pengaduan yang sesuai, termasuk otoritas ketenagakerjaan setempat atau perwakilan Republik Indonesia apabila diperlukan.

Jangan mengambil keputusan besar hanya berdasarkan saran lisan dari pihak yang tidak memiliki kewenangan. Sebaliknya, kumpulkan dokumen dan cari informasi resmi agar dapat menentukan langkah berikutnya.

9. Checklist Sebelum Menandatangani Kontrak Kerja Perkebunan

Gunakan daftar berikut untuk memeriksa kesiapan sebelum menyetujui kontrak.

  • Nama pemberi kerja dan lokasi kerja sudah jelas.
  • Jabatan dan uraian tugas sesuai dengan penawaran.
  • Besaran gaji dan sistem pembayaran tercantum.
  • Ketentuan lembur dan bonus sudah dijelaskan.
  • Jam kerja, waktu istirahat, dan hari libur dapat dipahami.
  • Target kerja dan standar kualitas sudah diketahui.
  • Tunjangan serta fasilitas dijelaskan secara tertulis.
  • Potongan gaji dan biaya yang menjadi tanggung jawab pekerja sudah jelas.
  • Ketentuan keselamatan dan perlindungan kesehatan sudah dipahami.
  • Masa kontrak dan prosedur pengakhiran sudah diperiksa.
  • Visa serta izin kerja sesuai dengan pekerjaan yang ditawarkan.
  • Salinan kontrak dapat diperoleh setelah penandatanganan.

Jika ada bagian yang belum jelas, mintalah penjelasan terlebih dahulu. Dengan demikian, pekerja dapat membuat keputusan berdasarkan informasi yang lengkap.

10. Cara Memeriksa Keabsahan Kontrak dan Penempatan PMI

Sebelum berangkat, calon PMI perlu memastikan bahwa perekrutan dan penempatan mengikuti ketentuan yang berlaku di Indonesia dan negara tujuan.

Calon pekerja dapat memulai pemeriksaan melalui sumber resmi berikut:

Selain itu, periksa identitas perekrut, legalitas pihak penempatan, dokumen penawaran, dan kontrak kerja. Jika ada biaya yang diminta, mintalah rincian serta bukti pembayaran.

Ingat, kontrak kerja yang terlihat lengkap belum otomatis membuktikan bahwa seluruh proses penempatan telah memenuhi ketentuan. Karena itu, calon PMI perlu memeriksa kontrak sekaligus legalitas jalur perekrutannya.

FAQ tentang Kontrak Kerja Perkebunan di Luar Negeri

Apa saja yang harus tercantum dalam kontrak kerja perkebunan?

Kontrak perlu menjelaskan identitas pihak terkait, jenis pekerjaan, lokasi, masa kerja, upah, jam kerja, ketentuan lembur, fasilitas, potongan, serta hak dan kewajiban. Ketentuan khusus bergantung pada hukum dan jenis pekerjaan yang berlaku.

Apakah pekerja harus menandatangani kontrak sebelum berangkat?

Calon PMI harus mengikuti prosedur resmi penempatan dan memastikan perjanjian kerja serta dokumen yang diwajibkan telah diselesaikan pada tahap yang sesuai. Jangan berangkat hanya berdasarkan janji lisan atau tawaran yang belum dapat diverifikasi.

Apakah perusahaan boleh mengubah gaji setelah pekerja tiba?

Perubahan gaji harus mengikuti ketentuan hukum, kontrak, dan prosedur yang berlaku. Jika pemberi kerja menawarkan perubahan, mintalah penjelasan tertulis dan periksa apakah perubahan tersebut sah sebelum menyetujuinya.

Apakah target panen dapat memengaruhi gaji?

Ya, jika kontrak menggunakan sistem pembayaran berdasarkan hasil atau menetapkan bonus yang terkait dengan target. Namun, pekerja perlu memahami rumus pembayaran dan memastikan penerapannya sesuai dengan ketentuan upah yang berlaku.

Apa yang harus dilakukan jika gaji tidak sesuai kontrak?

Simpan kontrak, slip gaji, catatan jam kerja, dan bukti komunikasi. Selanjutnya, mintalah klarifikasi tertulis kepada pemberi kerja. Jika masalah tidak terselesaikan, cari bantuan melalui saluran pengaduan resmi yang sesuai.

Apakah perusahaan wajib menyediakan tempat tinggal?

Ketentuan tempat tinggal bergantung pada hukum setempat, program penempatan, dan kontrak. Jika pemberi kerja menjanjikan akomodasi, pastikan fasilitas, biaya, dan tanggung jawab masing-masing pihak tercantum dengan jelas.

Kontrak kerja perkebunan di luar negeri mengatur banyak aspek penting, mulai dari gaji, jam kerja, target produksi, fasilitas, hak, hingga kewajiban pekerja. Oleh karena itu, calon PMI harus membaca dan memahami kontrak sebelum menyetujuinya.

Selain memeriksa upah dan ketentuan lembur, pekerja perlu memastikan target kerja realistis, fasilitas dijelaskan secara tertulis, dan potongan memiliki dasar yang jelas. Selanjutnya, periksa masa kontrak, prosedur pengakhiran, serta kesesuaian visa dan izin kerja.

Dengan memahami kontrak sejak awal dan memeriksa legalitas penempatan melalui sumber resmi, calon pekerja dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik dan mengurangi risiko perselisihan selama bekerja di luar negeri.

Iman Ps
Konsultasi Gratis Balas cepat via WhatsApp