Kerja ke Malaysia menjadi pilihan bagi banyak Warga Negara Indonesia (WNI) yang ingin memperoleh pengalaman kerja internasional dan meningkatkan penghasilan. Malaysia memiliki berbagai peluang kerja bagi tenaga kerja asing, termasuk pekerja Indonesia pada sektor tertentu sesuai ketentuan yang berlaku.
Namun, sebelum berangkat, calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) perlu memahami berbagai aspek penting, mulai dari jenis pekerjaan, gaji atau upah, persyaratan, biaya, dokumen, proses keberangkatan, visa atau izin kerja, penggunaan agen, hingga kemungkinan potongan gaji.
Artikel ini menjadi panduan utama untuk memahami cara kerja ke Malaysia secara legal dan terencana, sekaligus menghubungkan berbagai informasi yang perlu diketahui calon PMI.
Catatan: Ketentuan mengenai tenaga kerja asing, izin kerja, sektor pekerjaan, biaya, dokumen, dan prosedur dapat berubah. Selalu lakukan verifikasi terhadap ketentuan terbaru sebelum membuat keputusan atau melakukan pembayaran.
Kerja ke Malaysia Itu Seperti Apa?
Kerja ke Malaysia berarti seorang WNI bekerja di wilayah Malaysia berdasarkan hubungan kerja yang sah dan mengikuti ketentuan imigrasi serta ketenagakerjaan yang berlaku.
Bagi calon pekerja Indonesia, prosesnya bukan sekadar mencari lowongan kemudian membeli tiket pesawat. Calon PMI perlu memastikan:
a. pekerjaan yang ditawarkan memang tersedia;
b. pemberi kerja jelas;
c. kontrak kerja dapat dipahami;
d. dokumen lengkap;
e. proses perekrutan dilakukan melalui jalur yang legal;
f. izin kerja sesuai dengan pekerjaan;
g. visa atau dokumen masuk sesuai ketentuan;
h. biaya yang dibayarkan transparan.
Karena itu, kerja ke Malaysia sebaiknya dipandang sebagai sebuah proses dari mencari pekerjaan → seleksi → dokumen → kontrak → izin kerja → keberangkatan → bekerja di Malaysia.
Mengapa Banyak Orang Indonesia Memilih Kerja di Malaysia?
Malaysia memiliki beberapa faktor yang membuatnya menarik bagi pekerja Indonesia.
Beberapa di antaranya adalah:
Lokasi relatif dekat
Malaysia berada dekat dengan Indonesia sehingga akses penerbangan relatif mudah dibandingkan negara tujuan kerja yang lebih jauh.
Banyak masyarakat Indonesia memahami bahasa Melayu
Kemiripan bahasa dapat membantu komunikasi sehari-hari.
Beragam sektor pekerjaan
Kesempatan kerja bagi tenaga kerja asing dapat tersedia pada sektor tertentu sesuai kebijakan pemerintah Malaysia.
Pengalaman kerja internasional
Bekerja di luar negeri dapat memberikan pengalaman profesional dan kemampuan baru.
Potensi pendapatan
Besarnya pendapatan tetap harus dilihat bersama biaya hidup, tempat tinggal, lembur, tunjangan, serta potongan yang berlaku.
Jadi, jangan hanya melihat angka gaji. Yang lebih penting adalah berapa penghasilan bersih yang dapat diterima setelah seluruh potongan dan biaya hidup diperhitungkan.
Pekerjaan di Malaysia untuk Orang Indonesia
Jenis pekerjaan yang tersedia bagi pekerja Indonesia sangat bergantung pada sektor yang diperbolehkan, kebutuhan pemberi kerja, kualifikasi pekerja, serta kebijakan tenaga kerja asing yang berlaku.
Beberapa bidang yang sering menjadi perhatian calon pekerja antara lain:
a. manufaktur;
b. konstruksi;
c. perkebunan;
d. jasa tertentu;
e. hospitality;
f. restoran;
g. housekeeping;
h. teknisi;
i. operator;
j. pekerjaan profesional tertentu;
k. bidang lainnya sesuai izin dan ketentuan.
Pekerjaan Apa yang Cocok?
Pekerjaan yang cocok bergantung pada:
a. pendidikan;
b. pengalaman;
c. keahlian;
d. kemampuan bahasa;
e. sertifikasi;
f. usia;
g. kondisi pekerjaan;
h. persyaratan pemberi kerja.
Calon PMI sebaiknya tidak memilih pekerjaan hanya berdasarkan nominal gaji.
Perhatikan juga:
gaji + lembur + tunjangan − potongan − biaya hidup = penghasilan bersih.
Gaji Kerja di Malaysia
Gaji kerja di Malaysia berbeda-beda berdasarkan sektor, posisi, pengalaman, lokasi, jam kerja, kontrak, dan kebijakan pemberi kerja.
Pekerja profesional, teknisi, supervisor, operator, pekerja sektor tertentu, dan pekerja lainnya dapat memiliki struktur remunerasi yang berbeda.
Komponen penghasilan dapat mencakup:
a. gaji pokok;
b. lembur;
c. tunjangan makan;
d. tunjangan transportasi;
e. tunjangan tempat tinggal;
f. insentif;
g. bonus;
h. pembayaran lainnya sesuai kontrak.
Jangan hanya bertanya: “Berapa gajinya?”
Calon pekerja sebaiknya bertanya:
1. Berapa gaji pokok?
2. Berapa jam kerja?
3. Bagaimana perhitungan lembur?
4. Apakah ada tunjangan?
5. Apakah tempat tinggal disediakan?
6. Apakah makan disediakan?
7. Apa saja potongan?
8. Berapa estimasi gaji bersih?
9. Bagaimana sistem pembayaran?
Apa isi kontrak kerja?
Dengan demikian, calon PMI dapat menghitung potensi penghasilan secara lebih realistis.
UMR atau Upah Minimum di Malaysia
Istilah UMR Malaysia sering digunakan oleh masyarakat Indonesia ketika mencari informasi mengenai upah minimum di Malaysia.
Namun, sistem pengupahan Malaysia memiliki terminologi dan mekanisme yang berbeda dari istilah UMR yang umum digunakan di Indonesia.
Karena ketentuan upah minimum dapat berubah, calon pekerja sebaiknya tidak menggunakan artikel lama sebagai satu-satunya sumber.
Yang perlu diperiksa adalah:
a. ketentuan upah minimum terbaru;
b. apakah pekerjaan termasuk dalam cakupan aturan;
c. status pekerja;
d. kontrak kerja;
e. sektor pekerjaan;
f. ketentuan khusus tenaga kerja asing.
Hal penting
Upah minimum bukan selalu sama dengan gaji yang diterima.
Total pendapatan dapat berbeda karena adanya:
a. lembur;
b. tunjangan;
c. bonus;
d. potongan;
e. fasilitas;
f. pajak atau kewajiban lain sesuai ketentuan.
Apakah Gaji Malaysia Lebih Besar daripada Indonesia?
Tidak tepat membandingkan hanya berdasarkan nominal mata uang.
Contohnya, calon pekerja harus memperhitungkan:
Gaji kotor
dikurangi:
a. potongan resmi;
b. biaya tempat tinggal;
c. makan;
d. transportasi;
e. kebutuhan pribadi;
f. biaya komunikasi;
g. kebutuhan lainnya.
Kemudian dibandingkan dengan penghasilan yang dapat diperoleh di Indonesia.
Dengan pendekatan tersebut, calon pekerja dapat mengetahui penghasilan bersih dan kemampuan menabung, bukan sekadar melihat angka gaji.
Syarat Kerja ke Malaysia
Syarat kerja ke Malaysia bergantung pada jenis pekerjaan, sektor, pemberi kerja, kewarganegaraan, serta aturan pemerintah Malaysia dan Indonesia.
Secara umum, calon pekerja perlu mempersiapkan beberapa hal seperti:
a. memenuhi persyaratan usia;
b. memiliki dokumen identitas;
c. memiliki paspor yang sesuai;
d. memenuhi persyaratan pekerjaan;
e. memenuhi persyaratan kesehatan jika diwajibkan;
f. mendapatkan pekerjaan dari pemberi kerja yang sah;
g. memiliki kontrak kerja;
h. memperoleh izin kerja yang diperlukan;
i. memenuhi prosedur keberangkatan PMI.
Untuk pekerjaan tertentu, dapat diperlukan:
1. ijazah;
2. sertifikat kompetensi;
3. pengalaman kerja;
4. sertifikat keahlian;
5. kemampuan bahasa;
6. dokumen pendukung lainnya.
Dokumen Kerja ke Malaysia
Dokumen merupakan salah satu bagian terpenting dalam proses keberangkatan.
Dokumen yang mungkin diperlukan antara lain:
Dokumen pribadi
a. KTP;
b. Kartu Keluarga;
c. paspor;
d. akta kelahiran;
e. pas foto;
f. dokumen status perkawinan jika diperlukan.
Dokumen pendidikan
a. ijazah;
b. transkrip nilai;
c. sertifikat pendidikan;
d. sertifikat keahlian.
Dokumen pekerjaan
a. surat pengalaman kerja;
b. CV;
c. surat penawaran kerja;
d. kontrak kerja;
e. dokumen dari pemberi kerja.
Dokumen kesehatan
a. hasil pemeriksaan kesehatan;
b. dokumen kesehatan lain sesuai persyaratan.
Dokumen keimigrasian dan ketenagakerjaan
a. dokumen izin kerja;
b. dokumen visa atau izin masuk yang sesuai;
c. dokumen keberangkatan PMI;
d. dokumen lain sesuai prosedur yang berlaku.
Jangan mengirim dokumen asli kepada pihak yang tidak jelas.
Sebelum menyerahkan dokumen, pastikan identitas perusahaan, agen, pemberi kerja, serta tujuan penggunaan dokumen dapat diverifikasi.
Visa dan Izin Kerja Malaysia
Salah satu kesalahan yang perlu dihindari adalah menganggap bahwa masuk ke Malaysia berarti otomatis boleh bekerja.
Visa atau izin masuk dan izin untuk bekerja merupakan hal yang harus dibedakan.
Calon pekerja harus memastikan bahwa dokumen yang digunakan memang sesuai dengan tujuan bekerja dan jenis pekerjaan.
Proses dapat melibatkan:
Pemberi kerja Malaysia → persetujuan/proses tenaga kerja → dokumen imigrasi → izin kerja/visa yang sesuai → keberangkatan pekerja.
Detail proses dapat berbeda berdasarkan kategori pekerja dan kebijakan yang berlaku.
Karena itu, jangan menerima tawaran seperti:
“Masuk dulu sebagai turis, nanti izin kerja diurus setelah sampai.”
Untuk calon PMI, skema seperti ini perlu dipertanyakan dan diverifikasi secara serius karena bekerja harus dilakukan dengan status dan izin yang sesuai.
Biaya Kerja ke Malaysia
Biaya kerja ke Malaysia tidak memiliki satu angka yang berlaku untuk semua orang.
Biaya dapat dipengaruhi oleh:
1. jenis pekerjaan;
2. lokasi kerja;
3. proses perekrutan;
4. pemeriksaan kesehatan;
5. paspor;
6. dokumen;
7. transportasi;
8. tiket;
9. izin kerja;
10. visa atau dokumen terkait;
11. pelatihan;
12. biaya layanan agen jika memang sah dan diperbolehkan;
13. biaya lain berdasarkan kontrak dan ketentuan resmi.
Cara menghitung biaya
Gunakan rumus:
Total biaya keberangkatan = biaya dokumen + pemeriksaan + perjalanan + proses ketenagakerjaan + biaya lain yang sah.
Mintalah rincian biaya tertulis sebelum melakukan pembayaran.
Hindari membayar uang dalam jumlah besar tanpa:
a. kuitansi;
b. perjanjian;
c. identitas perusahaan;
d. rincian layanan;
e. penjelasan pengembalian dana jika proses gagal.
Agen Kerja ke Malaysia
Agen kerja ke Malaysia Jangkar Groups dapat membantu calon pekerja dalam proses tertentu, tetapi calon PMI harus memastikan bahwa pihak yang digunakan memang memiliki legalitas dan kewenangan yang sesuai.
Jangan memilih agen hanya karena:
1. menawarkan gaji tinggi;
2. meminta biaya murah;
3. memiliki banyak pengikut media sosial;
4. mengklaim memiliki banyak lowongan.
5. Periksa terlebih dahulu:
6. Nama perusahaan.
7. Alamat kantor.
8. Legalitas.
9. Rekam jejak.
10. Pemberi kerja.
11. Kontrak.
12. Jenis pekerjaan.
13. Rincian biaya.
14. Prosedur keberangkatan.
15. Kebijakan pengembalian biaya.
Jika proses berkaitan dengan penempatan PMI, pastikan pihak tersebut sesuai dengan mekanisme penempatan pekerja migran yang berlaku di Indonesia.
TKI atau PMI ke Malaysia
Istilah TKI masih sangat sering digunakan masyarakat, tetapi istilah resmi yang digunakan dalam kebijakan Indonesia adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Jadi, pencarian seperti:
a. TKI Malaysia;
b. TKI kerja Malaysia;
c. TKI ke Malaysia;
d. lowongan TKI Malaysia;
secara substansi berkaitan dengan pekerja Indonesia yang bekerja di Malaysia.
Calon pekerja perlu memahami hak dan kewajibannya sebelum berangkat.
PMI bukan sekadar orang yang bekerja di luar negeri. Mereka memiliki proses penempatan, dokumen, kontrak, serta perlindungan sesuai ketentuan yang berlaku.
Potongan Gaji Pekerja Indonesia di Malaysia
Potongan gaji merupakan salah satu topik yang sangat penting tetapi sering kurang diperhatikan calon pekerja.
Jangan hanya bertanya:
“Gajinya berapa?”
Tanyakan juga:
“Setelah semua potongan, berapa uang yang diterima setiap bulan?”
Potongan dapat berkaitan dengan kewajiban atau fasilitas tertentu sesuai hukum, kontrak, dan kondisi pekerjaan.
Calon pekerja harus memahami:
a. jenis potongan;
b. jumlah atau persentasenya;
c. dasar pemotongan;
d. siapa yang membayar;
e. apakah potongan dilakukan setiap bulan;
f. apakah potongan hanya sementara;
g. apakah potongan tersebut tercantum dalam kontrak.
Waspadai potongan yang tidak jelas
Jika terdapat potongan yang tidak pernah dijelaskan sebelumnya, mintalah penjelasan tertulis.
Kontrak kerja harus menjadi salah satu referensi utama untuk memahami struktur penghasilan.
Kontrak Kerja di Malaysia
Sebelum berangkat, calon pekerja sebaiknya memahami isi kontrak secara menyeluruh.
Perhatikan:
Identitas pemberi kerja
Pastikan nama perusahaan dan alamatnya jelas.
Jabatan
Pastikan pekerjaan sesuai dengan posisi yang dijanjikan.
Gaji
Periksa:
a. gaji pokok;
b. lembur;
c. tunjangan;
d. bonus;
e. tanggal pembayaran.
f. Jam kerja
Pastikan jumlah jam kerja dan aturan lembur dijelaskan.
Cuti
Periksa hak cuti dan ketentuannya.
Tempat tinggal
Jika akomodasi disediakan, pastikan ketentuannya jelas.
Pemutusan kontrak
Periksa kondisi pengakhiran hubungan kerja.
Potongan
Pastikan semua potongan dapat dijelaskan.
Jangan menandatangani kontrak yang tidak dipahami.
Jika kontrak menggunakan bahasa yang tidak dimengerti, mintalah penjelasan atau terjemahan terlebih dahulu.
Proses Kerja ke Malaysia
Secara umum, proses dapat digambarkan sebagai berikut:
- Menentukan jenis pekerjaan
↓
- Mencari lowongan atau pemberi kerja
↓
- Seleksi calon pekerja
↓
- Verifikasi pemberi kerja
↓
- Menyiapkan dokumen
↓
- Pemeriksaan kesehatan jika diwajibkan
↓
- Penandatanganan kontrak
↓
- Proses izin kerja dan dokumen keimigrasian
↓
- Proses keberangkatan PMI
↓
- Berangkat ke Malaysia
↓
Mulai bekerja sesuai kontrak
Setiap tahap harus dilakukan dengan dokumen dan prosedur yang dapat dipertanggungjawabkan.
Risiko Kerja ke Malaysia
Kerja ke luar negeri memiliki peluang sekaligus risiko.
Beberapa risiko yang perlu diantisipasi:
1. pekerjaan tidak sesuai janji;
2. gaji tidak sesuai kontrak;
3. biaya perekrutan tidak transparan;
4. potongan tidak jelas;
5. pemberi kerja tidak sesuai informasi awal;
6. dokumen bermasalah;
7. bekerja tanpa izin yang sesuai;
8. kontrak tidak dipahami;
9. penipuan lowongan;
10. keberangkatan melalui jalur tidak resmi.
Karena itu, verifikasi sebelum berangkat jauh lebih penting daripada mengejar keberangkatan secepat mungkin.
Cara Memilih Agen Kerja ke Malaysia
Jika menggunakan jasa agen, lakukan pemeriksaan secara bertahap.
Langkah 1 — Verifikasi identitas
Cari tahu:
a. nama perusahaan;
b. alamat;
c. nomor kontak;
d. legalitas;
e. penanggung jawab.
Langkah 2 — Minta informasi lowongan
Pastikan:
a. nama perusahaan Malaysia;
b. posisi;
c. lokasi;
d. gaji;
e. jam kerja;
f. fasilitas;
g. kontrak.
Langkah 3 — Minta rincian biaya
Jangan menerima informasi:
“Biaya nanti diberitahu.”
Mintalah rincian sejak awal.
Langkah 4 — Periksa kontrak
Pastikan seluruh informasi sesuai dengan penawaran.
Langkah 5 — Pastikan jalur keberangkatan
Tanyakan bagaimana proses izin kerja, dokumen imigrasi, serta prosedur keberangkatan dilakukan.
Tips Agar Aman Kerja ke Malaysia
Berikut beberapa prinsip penting:
1. Jangan mudah percaya lowongan dengan gaji tidak masuk akal
Gaji yang sangat tinggi tanpa kualifikasi sering menjadi salah satu tanda yang perlu diperiksa.
2. Jangan berangkat tanpa dokumen yang benar
Pastikan status dan dokumen kerja sesuai dengan tujuan keberangkatan.
3. Jangan menyerahkan uang tanpa bukti
Selalu minta bukti pembayaran.
4. Simpan salinan semua dokumen
Simpan:
a. paspor;
b. kontrak;
c. identitas;
d. bukti pembayaran;
e. dokumen pekerjaan;
f. tiket;
g. dokumen izin.
5. Simpan kontak penting
Simpan kontak keluarga, pemberi kerja, agen yang sah, dan pihak terkait lainnya.
6. Pahami kontrak
Jangan menandatangani dokumen yang tidak dipahami.
7. Hitung gaji bersih
Gaji tinggi belum tentu berarti tabungan tinggi.
FAQ Kerja ke Malaysia
Apakah orang Indonesia bisa kerja di Malaysia?
Bisa, tetapi harus memenuhi ketentuan yang berlaku untuk pekerja asing dan menggunakan dokumen serta izin kerja yang sesuai.
Berapa gaji kerja di Malaysia?
Gaji bergantung pada pekerjaan, sektor, pengalaman, lokasi, kontrak, lembur, dan berbagai komponen lainnya.
Apakah ada UMR Malaysia?
Malaysia memiliki sistem upah minimum sendiri. Istilah “UMR Malaysia” sering digunakan dalam pencarian oleh masyarakat Indonesia, tetapi ketentuan resminya perlu dilihat berdasarkan aturan Malaysia yang terbaru.
Berapa biaya kerja ke Malaysia?
Tidak ada satu biaya yang berlaku untuk semua calon pekerja. Biaya bergantung pada jenis pekerjaan, dokumen, pemeriksaan, perjalanan, proses ketenagakerjaan, dan komponen lain yang sah.
Apakah perlu visa untuk kerja di Malaysia?
Pekerja asing harus memiliki status dan dokumen imigrasi/izin kerja yang sesuai dengan pekerjaannya. Jangan menyamakan izin kunjungan dengan izin bekerja.
Apakah aman menggunakan agen kerja ke Malaysia?
Bisa lebih terstruktur jika menggunakan pihak yang legal dan sesuai kewenangannya, tetapi calon PMI tetap harus melakukan verifikasi terhadap agen, pemberi kerja, biaya, kontrak, dan proses keberangkatan.
Apa saja dokumen kerja ke Malaysia?
Dokumen bergantung pada pekerjaan dan prosesnya, tetapi dapat mencakup identitas, paspor, dokumen pendidikan, pengalaman kerja, kontrak, dokumen kesehatan, serta dokumen ketenagakerjaan dan keimigrasian.
Apakah gaji pekerja Indonesia di Malaysia bisa dipotong?
Potongan tertentu dapat berlaku sesuai ketentuan dan kontrak. Calon pekerja harus mengetahui jenis dan dasar setiap potongan.
Apa perbedaan TKI dan PMI?
TKI merupakan istilah yang sangat umum digunakan masyarakat. Dalam terminologi hukum Indonesia, istilah yang digunakan adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Apakah saya bisa bekerja di Malaysia menggunakan visa turis?
Jangan menganggap visa kunjungan sebagai izin bekerja. Untuk bekerja, pastikan status dan izin yang diperlukan telah diperoleh sesuai ketentuan.