Invitation Letter Visa Schengen menjadi salah satu dokumen penting bagi WNI yang ingin mengajukan visa Schengen untuk kunjungan keluarga, mengunjungi teman, menghadiri kegiatan tertentu, atau melakukan perjalanan dengan tempat tinggal pada rumah pihak pengundang. Surat ini berfungsi untuk menjelaskan hubungan antara pemohon visa dengan pihak yang mengundang, tujuan perjalanan, periode kunjungan, serta alamat tempat tinggal selama berada pada negara Schengen.
Namun, banyak pemohon masih menganggap invitation letter sekadar surat undangan biasa. Padahal, isi surat perlu selaras dengan dokumen lain, seperti formulir aplikasi visa, rencana perjalanan, bukti keuangan, bukti akomodasi, serta dokumen pendukung lain. Karena itu, penyusunan surat secara tepat dapat membantu membuat berkas aplikasi terlihat lebih konsisten dan mudah pihak konsulat pahami.
Menurut aturan visa Schengen, dokumen pendukung perlu menunjukkan tujuan perjalanan, akomodasi, kemampuan finansial, serta niat pemohon untuk kembali ke negara tempat tinggal setelah perjalanan selesai. Untuk kunjungan pribadi, dokumen akomodasi dapat berupa invitation dari pihak tuan rumah apabila pemohon akan tinggal bersama keluarga atau teman.
Baca juga : Invitation Letter Visa Syarat, Fungsi, dan Cara Membuatnya
Apa Itu Invitation Letter Visa Schengen?
Invitation Letter Visa Schengen merupakan surat undangan dari seseorang, perusahaan, organisasi, atau pihak tertentu pada negara Schengen kepada pemohon visa. Surat tersebut menjelaskan alasan kedatangan pemohon serta hubungan antara pihak pengundang dan pemohon.
Dalam konteks kunjungan keluarga atau teman, pihak pengundang biasanya tinggal secara legal pada negara tujuan. Ia kemudian membuat surat yang menjelaskan bahwa pemohon akan datang untuk tujuan tertentu dan, apabila relevan, tinggal pada alamat pihak pengundang.
Selain itu, surat undangan dapat memuat informasi mengenai siapa yang menanggung biaya perjalanan, biaya tempat tinggal, atau kebutuhan lain selama kunjungan. Namun, invitation letter tidak otomatis membuat visa pasti mendapat persetujuan. Konsulat tetap menilai keseluruhan profil pemohon dan seluruh dokumen pendukung.
Dengan demikian, invitation letter hanya menjadi salah satu bagian dari rangkaian dokumen aplikasi.
Baca juga : Syarat Invitation Letter Visa Dokumen yang Wajib Dicantumkan
Kapan Invitation Letter Visa Schengen Dibutuhkan?
Pada dasarnya, kebutuhan invitation letter bergantung pada tujuan perjalanan dan pola akomodasi pemohon.
Sebagai contoh, seseorang dari Indonesia ingin mengunjungi saudaranya yang tinggal pada Jerman. Selama perjalanan, ia tidak menggunakan hotel, tetapi tinggal pada rumah saudaranya. Dalam kondisi seperti ini, surat undangan dari pihak keluarga dapat membantu menjelaskan tujuan perjalanan sekaligus tempat tinggal pemohon.
Selain kunjungan keluarga, surat undangan juga dapat muncul pada beberapa kondisi berikut:
- Kunjungan kepada teman.
- Kunjungan kepada pasangan.
- Kunjungan keluarga.
- Menghadiri acara tertentu.
- Perjalanan bisnis.
- Menghadiri konferensi.
- Mengikuti kegiatan organisasi.
- Mengunjungi perusahaan atau mitra bisnis.
- Mengikuti kegiatan budaya atau olahraga.
European Commission menjelaskan bahwa untuk perjalanan wisata atau kunjungan pribadi, dokumen akomodasi dapat berupa undangan dari host apabila pemohon tinggal bersama host. Sementara itu, negara Schengen tertentu dapat meminta formulir nasional khusus sebagai bukti sponsorship atau private accommodation.
Oleh sebab itu, pemohon perlu memeriksa ketentuan negara tujuan utama sebelum membuat surat.
Baca juga : Cara Membuat Invitation Letter Visa yang Mudah Disetujui
Syarat Invitation Letter Visa Schengen
Invitation letter yang baik harus mempunyai informasi yang jelas dan konsisten. Tidak ada satu format universal yang berlaku sama untuk seluruh negara Schengen karena setiap negara dapat mempunyai ketentuan tambahan.
Namun, secara umum, beberapa informasi berikut sangat penting.
1. Identitas pihak pengundang
Cantumkan nama lengkap pihak yang mengundang. Selain itu, sertakan alamat tempat tinggal, nomor telepon, email, serta status atau kewarganegaraan jika relevan.
Apabila pihak pengundang bukan warga negara setempat, sertakan informasi mengenai status tinggal secara legal apabila konsulat memintanya.
Baca juga : Contoh Invitation Letter Visa untuk Kunjungan Keluarga
2. Identitas pemohon
Surat sebaiknya mencantumkan nama lengkap pemohon sesuai paspor. Kemudian, cantumkan tanggal lahir, kewarganegaraan, nomor paspor, serta informasi lain yang relevan.
Data tersebut harus sama dengan data pada formulir aplikasi visa.
3. Hubungan antara pengundang dan pemohon
Jelaskan hubungan secara sederhana dan jelas.
Misalnya:
- kakak dan adik;
- orang tua dan anak;
- sepupu;
- teman;
- pasangan;
- rekan bisnis.
Jika hubungan tersebut membutuhkan bukti tambahan, pemohon dapat menyiapkan dokumen pendukung seperti akta kelahiran atau dokumen keluarga.
Baca juga : Invitation Letter Visa Turis Syarat, Format, dan Contohnya
4. Tujuan perjalanan
Jelaskan alasan pemohon datang ke negara Schengen. Hindari penjelasan yang terlalu umum.
Contohnya, pemohon ingin mengunjungi saudara sekaligus melakukan perjalanan wisata bersama keluarga selama masa kunjungan.
5. Lama kunjungan
Tuliskan tanggal kedatangan dan tanggal kepulangan. Informasi ini harus konsisten dengan itinerary dan formulir aplikasi.
6. Alamat tempat tinggal
Apabila pemohon tinggal pada rumah pihak pengundang, tuliskan alamat lengkapnya.
Bagian ini penting karena invitation letter juga dapat berfungsi sebagai dokumen yang menjelaskan rencana akomodasi.
Baca juga : Invitation Letter Visa Business Syarat dan Contoh Undangan Bisnis
7. Pihak yang menanggung biaya
Surat sebaiknya menjelaskan siapa yang menanggung biaya perjalanan.
Misalnya:
- pemohon menanggung seluruh biaya sendiri;
- pihak pengundang menanggung akomodasi;
- pihak pengundang menanggung seluruh biaya;
- pemohon dan pengundang membagi biaya.
Informasi tersebut harus sesuai dengan bukti keuangan yang pemohon lampirkan.
8. Tanggal dan tanda tangan
Pihak pengundang perlu mencantumkan tanggal pembuatan surat dan tanda tangan.
Untuk negara tertentu, konsulat dapat meminta bentuk invitation atau guarantee tertentu sesuai aturan nasional.
Baca juga : Invitation Letter Visa Arab Saudi Syarat dan Prosesnya
Format Invitation Letter Visa Schengen
Secara umum, format invitation letter dapat menggunakan struktur berikut:
INVITATION LETTER
Date: [Tanggal]
To:
Visa Officer
Embassy/Consulate of [Nama Negara]
Subject: Invitation Letter for Schengen Visa Application
Dear Sir/Madam,
I, [Nama Lengkap Pengundang], currently residing at [Alamat Lengkap], hereby invite [Nama Lengkap Pemohon], passport number [Nomor Paspor], to visit me in [Nama Kota, Negara] from [Tanggal Kedatangan] until [Tanggal Kepulangan].
The purpose of the visit is [tujuan perjalanan]. During the stay, [Nama Pemohon] will stay at [alamat tempat tinggal].
I am [hubungan dengan pemohon] of [Nama Pemohon]. Regarding the travel expenses, [jelaskan pihak yang menanggung biaya perjalanan, akomodasi, atau kebutuhan lain].
I confirm that the information provided in this letter is accurate and that [Nama Pemohon] plans to return to Indonesia after completing the planned visit.
Should you require any additional information, please contact me at [nomor telepon] or [email].
Sincerely,
[Signature]
[Nama Lengkap Pengundang]
[Alamat]
[Nomor Telepon]
[Email]
Format tersebut merupakan contoh dasar. Pemohon tetap perlu menyesuaikannya dengan ketentuan negara Schengen yang menangani aplikasi.
Baca juga : Invitation Letter Visa Eropa untuk Kunjungan Keluarga
Contoh Invitation Letter Visa Schengen untuk Kunjungan Keluarga
Sebagai gambaran, berikut contoh sederhana untuk kunjungan keluarga.
INVITATION LETTER
Dear Sir/Madam,
I, Michael Andreas, currently residing at Berlin, Germany, would like to invite my sister, Siti Rahmawati, an Indonesian citizen holding passport number X1234567, to visit me in Germany from 10 December 2026 until 24 December 2026.
The purpose of her visit is to spend the Christmas holiday with our family and visit several tourist attractions in Germany.
During her stay, she will reside at my home at [alamat lengkap].
I will provide accommodation for her during the visit, while she will cover her personal expenses and international travel costs.
Siti Rahmawati will return to Indonesia after the completion of her planned visit because she has ongoing professional and family commitments in Indonesia.
Should you require further information, please contact me through the telephone number or email address stated below.
Sincerely,
Michael Andreas
[Address]
[Telephone]
[Email]
[Signature]
Contoh tersebut hanya menjadi referensi. Jangan menyalin isi surat secara mentah jika kondisi perjalanan berbeda.
Baca juga : Cara Membuat Surat Undangan Invitation Letter Visa Amerika
Dokumen Pendukung Invitation Letter
Invitation letter sebaiknya tidak berdiri sendiri. Konsulat dapat meminta bukti tambahan untuk menilai hubungan, tujuan perjalanan, akomodasi, dan kondisi pihak pengundang.
Dokumen pendukung dapat mencakup:
- salinan paspor pihak pengundang;
- bukti alamat tempat tinggal;
- bukti status tinggal legal;
- bukti hubungan keluarga;
- dokumen pekerjaan;
- bukti penghasilan;
- bukti rekening bank;
- bukti kepemilikan atau sewa tempat tinggal;
- itinerary perjalanan;
- bukti tiket pulang-pergi;
- asuransi perjalanan;
- dokumen keuangan pemohon.
Namun, kebutuhan dokumen dapat berbeda menurut negara tujuan dan karakter perjalanan.
Sebagai contoh, panduan pengajuan visa Schengen untuk Polandia pada Indonesia mencantumkan written and signed invitation untuk private visit serta dokumen sponsorship atau private accommodation apabila relevan.
Baca juga : Perbedaan Invitation Letter dan Sponsorship Letter untuk Visa
Apakah Invitation Letter Menjamin Visa Schengen Disetujui?
Tidak.
Invitation letter hanya membantu menjelaskan tujuan perjalanan dan rencana akomodasi. Konsulat tetap menilai kemampuan finansial, pekerjaan, ikatan pemohon dengan Indonesia, itinerary, riwayat perjalanan, serta konsistensi seluruh informasi.
European Commission juga menjelaskan bahwa pemohon perlu menunjukkan tujuan perjalanan, akomodasi, kemampuan finansial, serta niat untuk meninggalkan wilayah Schengen sebelum masa visa berakhir. Konsulat juga dapat meminta dokumen tambahan jika mereka membutuhkan informasi lebih lanjut.
Karena itu, surat undangan yang bagus tetap perlu mendapat dukungan dari dokumen lain.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat Invitation Letter
- data paspor tidak sama dengan formulir visa. Kesalahan kecil seperti nama, nomor paspor, atau tanggal lahir dapat membuat berkas terlihat tidak konsisten.
- tujuan perjalanan terlalu umum. Sebaiknya pihak pengundang menjelaskan alasan kunjungan secara singkat tetapi spesifik.
- tanggal perjalanan tidak sama dengan itinerary. Karena itu, periksa seluruh dokumen sebelum pengajuan.
- informasi pembiayaan tidak jelas. Jika pihak pengundang menanggung akomodasi, jelaskan bagian tersebut secara tegas.
- pemohon memakai satu template untuk semua negara Schengen. Cara tersebut kurang tepat karena beberapa negara mempunyai formulir atau persyaratan nasional tertentu.
- pemohon tidak menyertakan bukti hubungan ketika hubungan keluarga menjadi dasar perjalanan. Jika hubungan tersebut menjadi bagian penting dari tujuan perjalanan, bukti pendukung dapat membantu memperkuat penjelasan.
Tips Membuat Invitation Letter Visa Schengen
Agar surat lebih kuat, gunakan bahasa yang jelas dan profesional. Selain itu, hindari informasi yang berlebihan atau cerita yang tidak berkaitan dengan perjalanan.
Pastikan setiap tanggal konsisten. Kemudian, cek kembali nama, nomor paspor, alamat, nomor telepon, email, serta hubungan antara pemohon dan pengundang.
Selanjutnya, pastikan pihak yang menanggung biaya sesuai dengan kondisi sebenarnya. Jangan mencantumkan sponsorship jika pihak pengundang sebenarnya tidak menanggung biaya tersebut.
Terakhir, periksa ketentuan negara Schengen tujuan utama. Jika negara tersebut mempunyai formulir invitation atau sponsorship khusus, gunakan format resmi sesuai ketentuan yang berlaku.
Invitation Letter dan Bukti Akomodasi
Salah satu fungsi penting invitation letter berkaitan dengan tempat tinggal selama perjalanan.
Apabila pemohon tinggal pada hotel, maka bukti reservasi hotel dapat menjadi dokumen akomodasi. Sebaliknya, apabila pemohon tinggal bersama keluarga atau teman, invitation letter dapat membantu menjelaskan alamat tempat tinggal.
Regulasi Schengen menyebutkan bahwa negara anggota dapat meminta bukti sponsorship dan/atau private accommodation melalui formulir yang mereka tentukan. Formulir tersebut dapat memuat identitas host, identitas pemohon, alamat akomodasi, lama tinggal, tujuan perjalanan, serta hubungan keluarga jika ada.
Jadi, jangan menganggap invitation letter selalu cukup untuk semua negara.
Perlukah Invitation Letter Menggunakan Bahasa Inggris?
Jawabannya bergantung pada ketentuan otoritas yang menangani aplikasi.
Bahasa Inggris sering menjadi pilihan praktis untuk komunikasi internasional. Namun, beberapa konsulat dapat meminta dokumen menggunakan bahasa tertentu atau meminta terjemahan apabila dokumen asli menggunakan bahasa yang tidak mereka pahami. European Commission juga mencatat bahwa konsulat dapat meminta terjemahan, notarisasi, atau legalisasi pada kondisi tertentu.
Karena itu, pemohon sebaiknya mengecek persyaratan negara tujuan sebelum menentukan bahasa surat.
Konsultasikan Pengurusan Visa Anda Sekarang