Gaji PMI di UAE Berdasarkan Jenis Pekerjaan

Mega

Gaji PMI di UAE Berdasarkan Jenis Pekerjaan
Direktur Utama Jangkar Groups

Gaji PMI di UAE Berdasarkan Jenis Pekerjaan menjadi salah satu informasi penting bagi calon Pekerja Migran Indonesia yang ingin mencari peluang kerja di Uni Emirat Arab. Setiap pekerjaan memiliki kisaran penghasilan yang berbeda. Selain itu, pengalaman, keterampilan, lokasi kerja, jenis perusahaan, kemampuan bahasa, serta fasilitas dalam kontrak dapat memengaruhi total pendapatan.

Baca Juga : Pekerjaan PMI di UAE: Syarat, Gaji dan Proses Penempatan

Karena itu, calon PMI sebaiknya tidak hanya melihat angka gaji yang tercantum pada iklan lowongan. Sebaliknya, periksa juga apakah perusahaan memberikan akomodasi, transportasi, makanan, asuransi, lembur, atau tunjangan lainnya. Dengan cara tersebut, calon pekerja dapat menghitung nilai keseluruhan paket kerja secara lebih realistis.

Baca Juga : Apa Itu PMI UAE? Pengertian, Status, Hak Pekerja

Apakah UAE Memiliki Gaji Minimum untuk Semua Pekerja?

Sebelum membahas kisaran gaji, penting untuk memahami aturan pengupahan di UAE. Berdasarkan ketentuan Federal Decree-Law No. 33 of 2021, UAE tidak menetapkan satu angka upah minimum umum yang berlaku untuk seluruh pekerja. Besaran upah mengikuti kesepakatan antara pekerja dan pemberi kerja serta harus tercantum dalam kontrak kerja.

Baca Juga : Peluang Kerja PMI di UAE untuk Warga Negara Indonesia

Oleh karena itu, dua orang yang bekerja pada bidang yang sama belum tentu menerima gaji yang sama. Misalnya, seorang teknisi dengan sertifikasi dan pengalaman beberapa tahun dapat memperoleh tawaran berbeda di bandingkan pekerja pemula.

Selain itu, perusahaan besar dan hotel internasional dapat menawarkan paket yang berbeda dari perusahaan yang lebih kecil. Jadi, kisaran gaji perlu di gunakan sebagai bahan pembanding, bukan sebagai angka pasti.

Baca Juga : Jenis Pekerjaan yang Banyak Dibutuhkan PMI di UAE

Kisaran Gaji PMI di UAE Berdasarkan Jenis Pekerjaan

Berikut beberapa contoh kisaran gaji bulanan yang dapat menjadi gambaran pasar kerja UAE pada 2026. Angka ini merupakan referensi dari berbagai salary guide dan laporan pasar, sehingga calon PMI tetap perlu memeriksa tawaran aktual pada kontrak masing-masing.

Baca Juga : Kota di UAE yang Memiliki Peluang Kerja untuk PMI

1. Pekerja Hotel dan Hospitality

Sektor hotel dan hospitality menyediakan berbagai posisi, mulai dari waiter, housekeeping, receptionist, kitchen staff, hingga chef.

Baca Juga : Peluang Kerja PMI di UAE sebagai Pekerja Rumah Tangga

Untuk posisi entry-level, beberapa salary guide 2026 mencatat kisaran sekitar AED 1.800–5.000 per bulan, tergantung posisi dan pengalaman. Misalnya, waiter atau front-of-house dapat berada pada kisaran sekitar AED 3.000–5.000, sedangkan posisi chef dapat memiliki rentang yang lebih tinggi seiring meningkatnya pengalaman.

Kemudian, pekerja yang memiliki pengalaman internasional atau keterampilan khusus dapat memperoleh paket yang lebih tinggi. Karena itu, kemampuan bahasa Inggris dan pengalaman pelayanan dapat menjadi nilai tambah.

Baca Juga : Peluang Kerja PMI di UAE sebagai Hotel dan Hospitality

2. Pekerja Konstruksi

Bidang konstruksi juga memiliki banyak jenis posisi. Helper, mason, carpenter, painter, welder, electrician, plumber, hingga foreman memiliki tingkat penghasilan yang berbeda.

Sebagai gambaran, salary guide dan laporan pasar 2026 menunjukkan bahwa pekerja konstruksi entry-level dapat berada di kisaran AED 1.200–2.500, sementara pekerja terampil seperti electrician, welder, atau teknisi tertentu dapat memperoleh kisaran lebih tinggi, tergantung keahlian dan pengalaman.

Selanjutnya, posisi supervisor atau foreman biasanya memiliki tanggung jawab lebih besar sehingga paket penghasilannya juga dapat meningkat.

Baca Juga : Peluang Kerja PMI di UAE di Bidang Konstruksi

3. Driver

Penghasilan driver sangat bergantung pada jenis kendaraan, lisensi, pengalaman, jam kerja, serta jenis perusahaan.

Untuk heavy driver, salah satu salary guide 2026 mencatat basic median sekitar AED 2.850 per bulan, dengan rentang sekitar AED 2.500–4.000 pada data yang di himpun.

Baca Juga : Peluang Kerja PMI di UAE sebagai Teknisi & Tenaga Terampil

Sementara itu, sumber pasar lainnya mencantumkan kisaran driver atau delivery sekitar AED 2.500–4.500 per bulan.

Namun, calon pekerja harus memperhatikan apakah perusahaan menanggung bahan bakar, kendaraan, akomodasi, makan, atau biaya terkait pekerjaan lainnya.

Baca Juga : Peluang Kerja PMI di UAE sebagai Profesional

4. Teknisi

Teknisi memiliki peluang pada berbagai sektor, seperti gedung, fasilitas hotel, industri, konstruksi, dan maintenance.

Posisi electrician, HVAC technician, plumber, mechanical technician, dan teknisi lainnya dapat memiliki kisaran penghasilan yang berbeda. Semakin spesifik keterampilan dan sertifikasi yang di miliki, semakin besar kemungkinan pekerja mendapatkan tawaran yang berbeda dari posisi entry-level.

Selain itu, pengalaman menangani sistem tertentu dapat menjadi keunggulan ketika melamar pekerjaan. Oleh sebab itu, calon PMI sebaiknya mencantumkan sertifikat, pengalaman, dan kemampuan teknis secara jelas dalam CV.

Baca Juga : Syarat Kerja PMI di UAE Dokumen yang Harus Disiapkan

5. Tenaga Kesehatan

Sektor kesehatan memiliki struktur gaji yang sangat berbeda karena banyak posisi membutuhkan lisensi dan kualifikasi profesional.

Sebagai contoh, salary guide 2026 mencantumkan registered nurse pada kisaran sekitar AED 8.000–15.000 per bulan dalam salah satu panduan pasar kerja UAE.

Sementara itu, sumber lainnya mencatat kisaran registered nurse sekitar AED 5.000–8.000 untuk entry-level dan dapat meningkat hingga AED 15.000–22.000 pada tingkat senior, tergantung pengalaman dan posisi.

Namun, tenaga kesehatan perlu memenuhi persyaratan lisensi profesi yang berlaku. Karena itu, gaji tidak dapat di pisahkan dari kualifikasi dan izin praktik.

Baca Juga : Syarat Visa Kerja UAE untuk PMI Indonesia

6. Pekerjaan Administrasi dan Kantor

Pekerjaan administrasi dapat mencakup admin staff, receptionist, data entry, customer service, secretary, dan posisi pendukung lainnya.

Kisaran penghasilan dapat berbeda berdasarkan kemampuan bahasa, pengalaman menggunakan perangkat lunak kantor, serta tingkat tanggung jawab. Kandidat yang mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris dan memiliki kemampuan komputer yang baik biasanya memiliki pilihan posisi yang lebih luas.

Selain itu, pengalaman menggunakan sistem administrasi tertentu dapat menjadi nilai tambah.

Baca Juga : Paspor Kontrak Kerja & Dokumen PMI untuk Bekerja di UAE

Faktor yang Mempengaruhi Gaji PMI di UAE

Nominal gaji tidak hanya di tentukan oleh nama pekerjaan. Ada beberapa faktor penting yang perlu di perhatikan.

Pertama, pengalaman kerja. Pekerja dengan pengalaman relevan biasanya memiliki dasar negosiasi yang lebih kuat.

Kedua, keterampilan. Sertifikat teknis, kemampuan bahasa, lisensi profesi, dan keterampilan khusus dapat memengaruhi nilai tawaran.

Ketiga, perusahaan. Perusahaan multinasional, hotel internasional, dan perusahaan dengan standar operasional tertentu dapat menawarkan paket yang berbeda.

Keempat, lokasi. Dubai, Abu Dhabi, Sharjah, dan wilayah lainnya memiliki kondisi pasar kerja serta biaya hidup yang berbeda.

Kelima, fasilitas. Dua pekerjaan dengan gaji dasar yang sama belum tentu memiliki nilai ekonomi yang sama apabila salah satunya menyediakan akomodasi dan transportasi.

Karena itu, calon PMI perlu melihat total employment package, bukan sekadar basic salary.

Baca Juga : Medical Check Up untuk PMI yang Akan Bekerja di UAE

Gaji Pokok Bukan Satu-Satunya Komponen Penghasilan

Saat menerima job offer, periksa apakah angka yang di tawarkan merupakan basic salary atau total salary.

Sebagai contoh, sebuah perusahaan dapat menawarkan gaji dasar tertentu dan memberikan housing allowance serta transport allowance secara terpisah. Perusahaan lain mungkin memberikan akomodasi dan transportasi langsung tanpa memasukkannya sebagai uang tunai.

Baca Juga : Biaya Bekerja ke UAE: Visa, Dokumen, Medical, & Penempatan

Selain itu, periksa aturan lembur. Jangan langsung menganggap bahwa semua jam tambahan otomatis menghasilkan jumlah uang tertentu. Ketentuan lembur dan pembayaran upah mengikuti aturan serta kontrak yang berlaku.

Dalam regulasi UAE, besaran atau jenis upah harus tercantum dalam kontrak kerja, dan pemberi kerja wajib membayar upah sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga : Jam Kerja Kontrak Cuti, dan Hak PMI di UAE

Cara Membandingkan Tawaran Gaji

Agar tidak salah menghitung, gunakan beberapa pertanyaan berikut ketika mendapatkan tawaran kerja:

  1. Berapa basic salary?
  2. Apakah ada allowance?
  3. Apakah perusahaan menyediakan tempat tinggal?
  4. Apakah transportasi tersedia?
  5. Apakah makanan termasuk fasilitas?
  6. Bagaimana aturan lembur?
  7. Berapa jam kerja?
  8. Berapa hari libur?
  9. Bagaimana ketentuan cuti?
  10. Siapa yang menanggung biaya tertentu?
  11. Apakah seluruh fasilitas tercantum dalam kontrak?

Selanjutnya, hitung perkiraan pengeluaran pribadi. Gaji yang terlihat besar belum tentu menghasilkan tabungan besar apabila pekerja harus membayar sendiri biaya tempat tinggal, transportasi, dan kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga : Cara Kerja ke UAE Secara Resmi bagi PMI Indonesia

Waspadai Tawaran Gaji yang Tidak Masuk Akal

Calon PMI juga perlu berhati-hati terhadap iklan yang menjanjikan gaji sangat tinggi tanpa menjelaskan nama perusahaan, posisi, kontrak, lokasi, atau proses izin kerja.

Tawaran seperti itu perlu di periksa sebelum calon pekerja menyerahkan dokumen atau membayar biaya apa pun.

Baca Juga : Cara Memilih Perusahaan atau Agen Penempatan PMI ke UAE

Selain itu, jangan menerima pekerjaan hanya berdasarkan percakapan WhatsApp. Mintalah informasi tertulis mengenai posisi, gaji, fasilitas, dan kontrak.

Dengan demikian, calon pekerja memiliki dasar yang lebih jelas untuk melakukan verifikasi.

Gaji PMI di UAE Berdasarkan Jenis Pekerjaan dapat berbeda cukup jauh karena setiap posisi memiliki tingkat keterampilan, tanggung jawab, dan persyaratan yang berbeda. Pekerjaan hospitality, konstruksi, driver, teknisi, kesehatan, dan administrasi memiliki struktur penghasilan masing-masing.

Baca Juga : Tips Aman Cari Lowongan Kerja UAE Tanpa Penipuan

Namun, angka gaji sebaiknya tidak menjadi satu-satunya pertimbangan. Calon PMI perlu melihat basic salary, tunjangan, akomodasi, transportasi, lembur, jam kerja, serta seluruh isi kontrak.

Selain itu, pastikan proses perekrutan dan izin kerja berjalan melalui jalur yang sesuai. Dengan persiapan tersebut, calon PMI dapat menilai tawaran kerja secara lebih rasional dan menghindari kesalahpahaman mengenai penghasilan.

Jika Anda ingin mengetahui kisaran gaji PMI di UAE berdasarkan jenis pekerjaan, membandingkan tawaran kerja, memahami fasilitas dalam kontrak, atau berkonsultasi mengenai posisi yang sesuai dengan pengalaman Anda, lakukan konsultasi terlebih dahulu.

Konsultasi Gaji PMI Di UAE Berdasarkan Jenis Pekerjaan

Mega