Berapa Gaji Kerja di Korea Selatan untuk PMI?
Gaji kerja di Korea Selatan untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) menjadi salah satu pertimbangan utama sebelum memutuskan bekerja di luar negeri. Korea Selatan menawarkan peluang kerja di sejumlah sektor, seperti manufaktur, perikanan, pertanian, dan bidang lain sesuai jalur penempatan serta izin kerja.
Namun, besarnya penghasilan yang diterima setiap pekerja tidak selalu sama. Gaji dipengaruhi oleh upah minimum yang berlaku, jam kerja, jumlah lembur, jenis pekerjaan, perjanjian kerja, serta potongan yang sah.
Karena itu, calon PMI sebaiknya tidak hanya melihat angka gaji yang ditawarkan. Penting juga untuk memahami perbedaan antara gaji kotor dan gaji bersih, aturan lembur, tunjangan, serta biaya hidup selama bekerja di Korea Selatan.
Baca Juga : Kerja ke Korea Selatan: Syarat, Prosedur, Visa, Biaya, dan Cara Berangkat
1. Upah Minimum di Korea Selatan
Korea Selatan menetapkan upah minimum yang menjadi acuan pembayaran pekerja yang tercakup dalam aturan tersebut. Besarannya ditinjau secara berkala dan dapat berubah setiap tahun.
Untuk mengetahui nominal yang berlaku, calon PMI perlu memeriksa pengumuman resmi upah minimum Korea Selatan untuk tahun keberangkatan atau tahun kerja yang bersangkutan.
Upah minimum biasanya dinyatakan dalam won Korea Selatan (KRW). Dalam pekerjaan dengan sistem pembayaran bulanan, perhitungan gaji juga perlu memperhatikan jam kerja yang menjadi dasar kontrak dan ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku.
Faktor yang memengaruhi gaji

Beberapa faktor yang menentukan penghasilan PMI antara lain:
- Sektor pekerjaan: manufaktur, perikanan, pertanian, dan sektor lainnya dapat memiliki pola kerja berbeda.
- Jam kerja: jumlah jam kerja reguler memengaruhi perhitungan upah.
- Lembur: pekerjaan tambahan yang memenuhi ketentuan lembur dapat menghasilkan pembayaran tambahan.
- Perjanjian kerja: kontrak memuat informasi tentang upah, jam kerja, dan ketentuan lain.
- Pengalaman dan keterampilan: posisi tertentu dapat memiliki persyaratan atau skema pengupahan khusus.
- Potongan yang sah: iuran, pajak, asuransi, atau biaya lain yang diperbolehkan dapat memengaruhi gaji bersih.
Baca Juga : Syarat Kerja ke Korea Selatan untuk WNI: Dokumen dan Ketentuan Lengkap
Perlu diingat bahwa upah minimum bukan berarti semua pekerja akan menerima jumlah yang sama setiap bulan. Total penghasilan dapat berbeda sesuai jadwal kerja dan ketentuan yang berlaku.
2. Gaji PMI Berdasarkan Sektor Pekerjaan
Penghasilan PMI di Korea Selatan dapat berbeda menurut sektor dan pemberi kerja. Berikut gambaran jenis pekerjaan yang umum dibahas oleh calon pekerja.
| Sektor | Contoh pekerjaan | Faktor yang memengaruhi penghasilan |
|---|---|---|
| Manufaktur | Operator produksi, perakitan, pengemasan | Sistem sif, jam kerja, dan lembur |
| Perikanan | Pengolahan hasil laut atau pekerjaan sesuai penempatan | Jenis tugas, pola kerja, dan ketentuan kontrak |
| Pertanian | Pemanenan, budidaya, pekerjaan rumah kaca | Musim kerja, jadwal, dan ketentuan pembayaran |
| Peternakan | Pemeliharaan ternak dan pekerjaan pendukung | Jam kerja, jenis tugas, dan fasilitas |
| Pekerjaan teknis atau profesional | Teknisi dan tenaga berkualifikasi | Keahlian, pengalaman, dan kategori visa |
Tabel tersebut merupakan gambaran umum, bukan daftar nominal gaji resmi untuk setiap posisi. Jangan menganggap bahwa satu sektor selalu memberikan gaji lebih tinggi daripada sektor lainnya tanpa membandingkan kontrak dan kondisi kerjanya.
Gaji pekerja manufaktur
Pekerja manufaktur dapat bertugas menjalankan mesin, merakit komponen, memeriksa kualitas produk, atau mengemas barang. Penghasilan bergantung pada upah yang disepakati, jam kerja, sistem sif, dan lembur yang benar-benar dilakukan.
Baca Juga : Dokumen yang Dibutuhkan untuk Kerja ke Korea Selatan
Sebelum menerima pekerjaan, calon PMI perlu menanyakan apakah jadwal kerja menggunakan sistem sif, bagaimana lembur dihitung, dan apakah ada tunjangan yang diberikan oleh perusahaan.
Gaji pekerja perikanan
Pekerjaan di sektor perikanan dapat memiliki kondisi kerja yang berbeda, tergantung apakah pekerja bertugas di fasilitas pengolahan atau pada jenis pekerjaan perikanan lainnya.
Calon pekerja perlu memahami rincian upah, jadwal kerja, tempat tinggal, biaya yang ditanggung pekerja, dan ketentuan khusus yang tercantum dalam kontrak. Jangan membandingkan gaji hanya berdasarkan nominal kotor tanpa memperhitungkan biaya dan kondisi kerja.
Gaji pekerja pertanian dan peternakan
Pekerjaan di sektor pertanian dan peternakan dapat dipengaruhi oleh pola produksi, musim, dan kebutuhan operasional. Karena itu, jadwal kerja serta cara pembayaran perlu dipahami sejak awal.
Pastikan kontrak menjelaskan dasar pengupahan, jam kerja, waktu istirahat, serta ketentuan pembayaran apabila jadwal kerja berubah.
Baca Juga : Cara Kerja ke Korea Selatan dari Indonesia: Panduan dari Awal sampai Berangkat
3. Aturan Lembur dan Cara Menghitungnya
Lembur dapat meningkatkan penghasilan PMI, tetapi pembayaran tambahan tidak boleh hanya diasumsikan berdasarkan janji lisan. Perhitungan harus mengikuti hukum ketenagakerjaan Korea Selatan, jenis pekerjaan, dan ketentuan yang berlaku bagi pekerja tersebut.
Secara umum, aturan ketenagakerjaan Korea Selatan mengatur pembayaran tambahan untuk jenis kerja tertentu di luar jam kerja reguler, termasuk ketentuan lembur, kerja malam, dan kerja pada hari libur. Penerapan serta perhitungannya dapat bergantung pada cakupan hukum dan kondisi tempat kerja.
Apa yang perlu diperiksa tentang lembur?
Sebelum menandatangani kontrak, tanyakan hal-hal berikut:
- Berapa jam kerja reguler dalam sehari dan seminggu?
- Bagaimana perusahaan mencatat jam kerja tambahan?
- Bagaimana tarif lembur dihitung?
- Apakah pekerjaan malam atau hari libur memiliki perhitungan tambahan?
- Kapan pembayaran lembur diberikan?
- Bagaimana pekerja dapat memeriksa slip gaji dan catatan jam kerja?
Jangan menganggap semua jam kerja tambahan otomatis dibayar dengan tarif yang sama. Ketentuan hukum, kategori pekerja, dan kondisi perusahaan dapat memengaruhi perhitungan.
Baca Juga : EPS-TOPIK untuk Kerja ke Korea Selatan: Syarat, Tes, dan Proses Pendaftarannya
Contoh simulasi perhitungan lembur
Misalnya, seorang pekerja memiliki upah per jam sebesar (R) KRW dan melakukan lembur selama (H) jam. Jika seluruh jam tersebut memenuhi ketentuan lembur dengan faktor pembayaran (F), simulasi penghasilan lemburnya adalah:
Penghasilan lembur = R × H × F
Sebagai ilustrasi matematika, apabila upah dasar per jam adalah 10.000 KRW, lembur berlangsung 5 jam, dan faktor pembayaran yang berlaku adalah 1,5, hasil simulasinya:
10.000 × 5 × 1,5 = 75.000 KRW
Angka tersebut hanya contoh perhitungan, bukan penetapan tarif atau upah resmi yang berlaku bagi setiap PMI. Pastikan faktor pembayaran yang digunakan memang sesuai dengan aturan dan kondisi kerja yang bersangkutan.
Baca Juga : Prosedur Penempatan Pekerja Indonesia ke Korea Selatan melalui EPS
4. Jenis Tunjangan yang Mungkin Diterima PMI
Selain upah pokok dan pembayaran lembur, pekerja mungkin memperoleh tunjangan atau fasilitas tertentu. Namun, tidak semua tunjangan otomatis tersedia untuk semua PMI. Hak dan ketentuannya bergantung pada hukum yang berlaku, kontrak kerja, dan kebijakan perusahaan yang sah.
1. Tunjangan makan
Sebagian pemberi kerja menyediakan makanan, fasilitas makan, atau tunjangan makan. Periksa apakah fasilitas tersebut diberikan secara gratis atau terdapat biaya yang dibebankan kepada pekerja.
2. Fasilitas tempat tinggal
Perusahaan atau pemberi kerja mungkin menyediakan asrama atau akomodasi. Hal yang perlu diperiksa meliputi:
- Apakah tempat tinggal disediakan oleh pemberi kerja.
- Apakah pekerja harus membayar biaya tempat tinggal.
- Apakah utilitas seperti listrik, air, atau pemanas ditanggung pekerja.
- Apakah biaya dipotong langsung dari gaji.
- Apakah fasilitas tersebut memenuhi ketentuan yang berlaku.
Fasilitas tempat tinggal tidak selalu berarti seluruh biaya hidup ditanggung perusahaan. Karena itu, mintalah rincian tertulis sebelum berangkat.
Baca Juga : Visa Kerja Korea Selatan untuk Pekerja Indonesia: Jenis, Syarat, dan Prosedur
3. Tunjangan transportasi
Tunjangan transportasi dapat diberikan sesuai kebijakan perusahaan atau kontrak. Namun, fasilitas ini tidak selalu tersedia. Pastikan apakah biaya perjalanan harian dibayar perusahaan atau menjadi tanggungan pekerja.
4. Pembayaran tambahan untuk kerja tertentu
Pekerjaan yang memenuhi persyaratan hukum dapat memperoleh pembayaran tambahan untuk lembur, kerja malam, atau kerja pada hari libur. Pembayaran ini perlu dibedakan dari tunjangan yang diberikan berdasarkan kebijakan perusahaan.
5. Pesangon atau tunjangan akhir masa kerja
Dalam kondisi tertentu, pekerja dapat memenuhi syarat untuk menerima pembayaran pesangon atau manfaat akhir masa kerja berdasarkan aturan Korea Selatan. Hak tersebut bergantung pada persyaratan hukum, termasuk masa kerja dan kondisi hubungan kerja.
PMI sebaiknya memeriksa ketentuan yang berlaku serta menyimpan kontrak, slip gaji, dan catatan masa kerja untuk membantu memastikan haknya.
Baca Juga : Biaya Kerja ke Korea Selatan: Rincian Biaya dari Pendaftaran sampai Keberangkatan
5. Perbedaan Gaji Kotor dan Gaji Bersih
Gaji kotor adalah penghasilan sebelum dikurangi potongan. Sementara itu, gaji bersih adalah jumlah yang diterima pekerja setelah potongan yang berlaku diperhitungkan.
Perbedaan keduanya penting karena nominal yang tercantum dalam kontrak belum tentu sama dengan uang yang masuk ke rekening pekerja.
Contoh komponen penghasilan dan potongan
| Komponen | Penjelasan |
|---|---|
| Upah pokok | Upah berdasarkan kontrak dan jam kerja yang diperhitungkan |
| Pembayaran lembur | Tambahan upah jika memenuhi ketentuan yang berlaku |
| Tunjangan | Pembayaran atau fasilitas sesuai hak dan kontrak |
| Pajak | Pajak yang berlaku berdasarkan ketentuan terkait |
| Iuran asuransi atau jaminan sosial | Bergantung pada ketentuan yang berlaku bagi pekerja |
| Biaya tempat tinggal atau makan | Dapat berlaku jika sah dan sesuai ketentuan |
| Gaji bersih | Jumlah setelah komponen penghasilan dan potongan dihitung |
Cara memperkirakan gaji bersih
Gunakan rumus sederhana berikut:
Gaji bersih = total penghasilan − total potongan
Untuk memperoleh perkiraan yang realistis, calon PMI perlu meminta contoh rincian penggajian dari pemberi kerja atau memahami format slip gaji yang akan diterima.
Periksa juga apakah setiap potongan memiliki dasar yang jelas. Jangan menyetujui potongan yang tidak dijelaskan atau tidak sesuai ketentuan.
Baca Juga : Jenis Pekerjaan di Korea Selatan untuk PMI: Sektor, Posisi, dan Ketentuannya
6. Biaya Hidup dan Kemampuan Menabung di Korea Selatan
Gaji tinggi tidak selalu berarti tabungan besar. Kemampuan menabung ditentukan oleh jumlah gaji bersih dan pengeluaran selama tinggal di Korea Selatan.
Biaya hidup dapat mencakup:
- Makanan dan kebutuhan sehari-hari.
- Tempat tinggal dan utilitas.
- Transportasi.
- Komunikasi atau internet.
- Kebutuhan pribadi.
- Pengiriman uang kepada keluarga.
- Pengeluaran darurat.
Pekerja yang mendapat fasilitas tempat tinggal atau makanan mungkin memiliki struktur pengeluaran berbeda dari pekerja yang harus membayar semuanya sendiri. Karena itu, bandingkan tawaran kerja berdasarkan penghasilan bersih dan biaya yang benar-benar harus ditanggung.
Baca Juga : Gaji Kerja di Korea Selatan untuk PMI: Upah, Lembur, dan Tunjangan
Contoh anggaran bulanan
| Komponen | Estimasi pribadi |
|---|---|
| Gaji bersih | Isi sesuai slip gaji |
| Makanan | Sesuaikan kebutuhan |
| Tempat tinggal dan utilitas | Periksa kontrak |
| Transportasi | Sesuaikan lokasi kerja |
| Komunikasi dan kebutuhan pribadi | Sesuaikan penggunaan |
| Kiriman untuk keluarga | Tentukan sesuai kemampuan |
| Dana darurat dan tabungan | Sisa setelah pengeluaran |
Tabel ini dapat digunakan untuk membuat anggaran pribadi. Jangan menggunakan angka perkiraan umum sebagai jaminan penghasilan atau tabungan karena kondisi setiap pekerja berbeda.
7. Cara Memastikan Tawaran Gaji Tidak Merugikan
Sebelum menerima penempatan ke Korea Selatan, lakukan beberapa langkah berikut.
Periksa kontrak kerja
Pastikan kontrak memuat informasi upah, jam kerja, pembayaran lembur, waktu istirahat, tempat tinggal, dan potongan yang berlaku. Jika ada ketentuan yang tidak dipahami, minta penjelasan sebelum menyetujui kontrak.
Baca Juga : Hak dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia di Korea Selatan
Bandingkan gaji dengan jam kerja
Tawaran dengan gaji bulanan lebih tinggi belum tentu lebih menguntungkan jika membutuhkan jam kerja jauh lebih panjang atau memiliki biaya yang harus ditanggung pekerja.
Simpan bukti penghasilan
Simpan salinan kontrak, slip gaji, catatan jam kerja, dan bukti pembayaran. Dokumen tersebut dapat membantu jika terdapat perbedaan antara pembayaran yang diterima dan yang seharusnya dibayarkan.
Gunakan jalur penempatan resmi
Bagi calon PMI yang mengikuti program EPS atau G-to-G, ikuti informasi dan tahapan dari instansi resmi yang menangani program tersebut. Hindari pihak yang menjanjikan gaji tertentu atau keberangkatan pasti tanpa dokumen yang dapat diverifikasi.
8. Hak PMI Jika Gaji Tidak Dibayar Sesuai Ketentuan
Jika gaji terlambat, terdapat potongan yang tidak jelas, atau pembayaran lembur diperselisihkan, pekerja sebaiknya mengumpulkan dokumen pendukung terlebih dahulu.
Langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Periksa kontrak, slip gaji, dan catatan jam kerja.
- Minta penjelasan tertulis kepada pemberi kerja.
- Simpan bukti komunikasi serta bukti pembayaran.
- Cari bantuan melalui saluran resmi ketenagakerjaan Korea Selatan atau perwakilan Indonesia yang berwenang jika masalah tidak terselesaikan.
Hak dan prosedur pengaduan dapat bergantung pada keadaan kasus. Jika menghadapi masalah serius, termasuk ancaman atau penahanan dokumen, cari bantuan dari instansi berwenang dan jangan hanya mengandalkan janji perantara.
9. Pertanyaan Umum tentang Gaji Kerja di Korea Selatan untuk PMI
Berapa gaji PMI di Korea Selatan setiap bulan?
Jumlahnya bergantung pada upah yang berlaku, kontrak, jam kerja, lembur, dan potongan. Gunakan upah minimum resmi tahun berjalan serta rincian kontrak untuk menghitung perkiraan penghasilan.
Apakah PMI pasti mendapat uang lembur?
Pembayaran lembur mengikuti aturan ketenagakerjaan dan kondisi kerja yang berlaku. Tidak semua jam tambahan dapat dihitung dengan cara yang sama. Periksa catatan jam kerja dan ketentuan kontrak.
Apakah tempat tinggal dan makan ditanggung perusahaan?
Tidak selalu. Sebagian pemberi kerja menyediakan fasilitas atau tunjangan, sedangkan yang lain dapat menerapkan biaya sesuai ketentuan. Pastikan rincian biaya tertulis dalam dokumen kerja.
Apakah gaji di Korea Selatan cukup untuk menabung?
Peluang menabung bergantung pada gaji bersih, biaya hidup, fasilitas yang diperoleh, dan jumlah uang yang dikirim kepada keluarga. Membuat anggaran bulanan akan membantu memperkirakan tabungan secara realistis.
Di mana saya dapat mengetahui upah minimum Korea Selatan terbaru?
Periksa pengumuman resmi otoritas ketenagakerjaan Korea Selatan untuk tahun yang bersangkutan. Pastikan informasi yang digunakan sesuai dengan tahun keberangkatan dan ketentuan pekerjaan.
Kesimpulan
Gaji kerja di Korea Selatan untuk PMI dipengaruhi oleh upah minimum, sektor pekerjaan, jam kerja, lembur, tunjangan, dan potongan yang sah. Oleh sebab itu, calon pekerja perlu menilai keseluruhan paket kerja, bukan hanya angka gaji yang dijanjikan.
Sebelum berangkat, periksa kontrak, pahami hak ketenagakerjaan, hitung perkiraan gaji bersih, dan pastikan jalur penempatan serta izin kerja sesuai aturan. Dengan persiapan yang baik, calon PMI dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang lebih realistis dan mengurangi risiko masalah pengupahan.