Cara Menghitung Nilai TKDN Trolley Belanja

Siti Aidah

Cara Menghitung Nilai TKDN Trolley Belanja
Direktur Utama Jangkar Groups

Cara menghitung nilai TKDN trolley belanja penting bagi produsen, pemasok, dan pelaku usaha yang ingin memasarkan trolley belanja sebagai produk dalam negeri. Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN menunjukkan persentase komponen dalam negeri yang terdapat pada suatu produk berdasarkan metode penilaian dan ketentuan yang berlaku. Untuk trolley belanja, perhitungan dapat melibatkan bahan baku, komponen, tenaga kerja, serta biaya produksi yang memenuhi kriteria penilaian.

Trolley belanja umumnya menggunakan rangka logam, keranjang kawat, roda, pegangan, pengunci, dan komponen pendukung lainnya. Meskipun produsen merakit seluruh komponen di Indonesia, kondisi tersebut tidak otomatis menghasilkan nilai TKDN yang tinggi. Produsen perlu memperhatikan asal bahan, proses produksi, kontribusi tenaga kerja, dan ketentuan penghitungan yang berlaku.

Oleh karena itu, cara menghitung nilai TKDN trolley belanja perlu di mulai dengan mengidentifikasi struktur produk dan biaya pembuatannya. Selanjutnya, produsen perlu memisahkan komponen yang berasal dari dalam negeri dan luar negeri serta menyiapkan bukti pendukung. Dengan perhitungan yang tepat, perusahaan dapat memperkirakan nilai TKDN dan menyiapkan dokumen untuk proses verifikasi resmi.

BACA JUGA: TKDN Trolley Belanja: Persyaratan, Proses, dan Cara Mengurus

Apa Itu TKDN Trolley Belanja?

TKDN trolley belanja adalah nilai persentase komponen dalam negeri yang terkandung dalam produk trolley belanja berdasarkan kriteria dan metode penilaian yang berlaku. Pemerintah menggunakan konsep TKDN untuk mendorong penggunaan bahan, komponen, tenaga kerja, dan kemampuan produksi dalam negeri sesuai ketentuan pada sektor terkait.

Dalam proses produksi trolley belanja, produsen dapat menggunakan bahan lokal maupun komponen impor. Sebagai contoh, perusahaan mungkin memproduksi rangka dan keranjang kawat di Indonesia, tetapi membeli roda atau pengunci dari luar negeri. Perbedaan asal komponen tersebut dapat memengaruhi hasil penilaian TKDN.

Namun, produsen tidak dapat menentukan nilai TKDN hanya dengan menghitung jumlah komponen lokal. Nilai komponen, proses produksi, tenaga kerja, dan ketentuan klasifikasi produk dapat memengaruhi hasil perhitungan. Karena itu, perusahaan perlu menggunakan metode yang sesuai dengan kategori produk dan regulasi yang berlaku.

Selain itu, nilai TKDN yang di hitung secara internal belum tentu sama dengan nilai yang di tetapkan melalui proses verifikasi resmi. Perusahaan perlu menyiapkan data yang dapat di buktikan dan mengikuti prosedur penilaian dari instansi berwenang.

BACA JUGA: Apa Itu TKDN Trolley Belanja dan Mengapa Penting?

Mengapa Perhitungan TKDN Trolley Belanja Penting?

Perhitungan TKDN trolley belanja membantu produsen mengetahui seberapa besar kontribusi komponen dalam negeri dalam proses pembuatan produk. Informasi ini dapat menjadi dasar evaluasi untuk meningkatkan penggunaan bahan lokal dan memperkuat rantai pasok nasional.

Pertama, hasil perhitungan membantu perusahaan mengenali komponen yang masih bergantung pada impor. Setelah mengetahui komponen tersebut, perusahaan dapat mengevaluasi kemungkinan penggunaan pemasok lokal yang mampu memenuhi standar kualitas dan kebutuhan produksi.

Kedua, informasi TKDN dapat mendukung persiapan perusahaan ketika mengikuti pengadaan yang mensyaratkan tingkat komponen dalam negeri. Dalam pengadaan pemerintah, perusahaan perlu memperhatikan ketentuan yang tercantum dalam dokumen pemilihan dan aturan yang berlaku untuk produk tersebut.

Ketiga, perhitungan yang tertata membantu perusahaan menyiapkan dokumen produksi secara lebih akurat. Data pembelian bahan, biaya tenaga kerja, proses manufaktur, dan catatan produksi dapat di gunakan untuk mendukung penilaian.

Dengan demikian, perusahaan sebaiknya menghitung TKDN sejak tahap perencanaan produk. Langkah ini memberi waktu untuk memperbaiki struktur biaya dan penggunaan komponen sebelum mengajukan proses verifikasi.

BACA JUGA: Komponen Penilaian TKDN pada Produk Trolley Belanja

Komponen yang Memengaruhi Nilai TKDN Trolley Belanja

Komponen yang Memengaruhi Nilai TKDN Trolley Belanja

Sebelum menghitung nilai TKDN trolley belanja, produsen perlu memahami bagian produk dan proses produksi yang akan di periksa. Trolley belanja memiliki sejumlah komponen dengan karakteristik serta sumber pengadaan yang berbeda.

1. Bahan Baku Rangka dan Keranjang

Rangka trolley belanja biasanya menggunakan pipa atau profil logam, sedangkan bagian keranjang dapat menggunakan kawat baja yang di bentuk dan di satukan melalui proses produksi. Produsen perlu mencatat jenis bahan, jumlah pemakaian, harga pembelian, dan asal pemasok.

Jika perusahaan membeli baja dari pemasok lokal, produsen tetap perlu memeriksa dokumen yang membuktikan asal bahan sesuai kebutuhan penilaian. Pembelian dari perusahaan Indonesia tidak selalu berarti seluruh kandungan bahan tersebut berasal dari dalam negeri.

Sebaliknya, jika bahan baku berasal dari impor, perusahaan perlu mencatat nilainya secara terpisah. Data tersebut membantu menentukan kontribusi bahan dalam negeri dan komponen luar negeri berdasarkan metode perhitungan yang berlaku.

2. Roda dan Sistem Penggerak

Roda merupakan komponen penting karena memengaruhi mobilitas, kapasitas beban, dan kenyamanan penggunaan trolley belanja. Komponen ini dapat berupa roda berbahan karet, poliuretan, atau material lain dengan struktur penyangga tertentu.

Produsen perlu memeriksa apakah roda di produksi di Indonesia atau di impor dalam keadaan siap pasang. Jika perusahaan menggunakan roda buatan lokal, siapkan dokumen pembelian dan informasi produk dari pemasok.

Apabila roda impor hanya melalui proses pemasangan di Indonesia, produsen tidak boleh langsung menganggap seluruh nilai roda sebagai komponen dalam negeri. Penilaian harus mengikuti ketentuan asal komponen dan metode penghitungan yang berlaku.

3. Pegangan dan Komponen Pendukung

Pegangan trolley belanja dapat menggunakan plastik, karet, atau material lain. Selain itu, produk mungkin memiliki pengunci roda, dudukan anak, pelindung sudut, rantai pengaman, dan aksesori tambahan.

Setiap komponen perlu di catat dalam daftar bahan atau bill of materials. Catatan ini sebaiknya memuat nama komponen, jumlah per unit, pemasok, nilai pembelian, dan informasi asal produksi.

Dengan daftar yang terperinci, perusahaan dapat memisahkan komponen lokal dari komponen impor secara lebih konsisten. Selain itu, perusahaan dapat mengidentifikasi bagian yang berpotensi di alihkan ke pemasok lokal apabila kualitas dan kapasitas produksinya memadai.

4. Tenaga Kerja dan Proses Produksi

Proses produksi trolley belanja dapat mencakup pemotongan bahan, pembengkokan pipa, pembentukan kawat, pengelasan, pelapisan permukaan, perakitan, dan pemeriksaan kualitas. Produsen perlu mendokumentasikan tahapan yang berlangsung di fasilitas produksi Indonesia.

Data tenaga kerja dan biaya produksi perlu di siapkan sesuai metode penilaian TKDN yang berlaku. Perusahaan dapat menyimpan catatan pekerja, uraian tugas, jam kerja, dan biaya terkait apabila data tersebut di perlukan dalam proses penilaian.

Namun, perusahaan tidak boleh memasukkan semua biaya operasional sebagai kontribusi dalam negeri tanpa memeriksa ketentuan. Setiap unsur perhitungan harus mengikuti definisi dan batasan yang di tetapkan untuk penilaian produk.

BACA JUGA: Syarat TKDN Trolley Belanja untuk Produk Lokal Indonesia

Metode Perhitungan Nilai TKDN Trolley Belanja

Cara menghitung nilai TKDN trolley belanja perlu mengikuti metode resmi yang sesuai dengan klasifikasi produk. Untuk membuat estimasi awal, produsen dapat menginventarisasi bahan dan komponen, mengidentifikasi asalnya, lalu mengumpulkan data biaya produksi yang relevan.

Pada prinsipnya, persentase di hitung dengan membandingkan nilai komponen dalam negeri yang memenuhi kriteria penilaian terhadap dasar nilai yang di gunakan dalam metode resmi. Namun, rumus operasional dan unsur biaya yang dapat di akui harus di pastikan berdasarkan aturan yang berlaku untuk produk tersebut.

1. Menentukan Struktur Produk

Langkah pertama adalah menyusun daftar lengkap komponen trolley belanja. Pisahkan setiap bagian agar perusahaan dapat memeriksa asal dan nilai masing-masing komponen.

Contoh struktur produk meliputi:

  • Rangka dan pipa logam.
  • Kawat pembentuk keranjang.
  • Roda dan dudukan roda.
  • Pegangan trolley.
  • Pengunci dan aksesori.
  • Pelapis atau bahan finishing.
  • Komponen tambahan sesuai model produk.

Setelah itu, tentukan jumlah setiap komponen untuk satu unit trolley belanja. Informasi ini menjadi dasar untuk menghubungkan kebutuhan material dengan biaya produksi.

2. Mengelompokkan Asal Komponen

Selanjutnya, kelompokkan komponen berdasarkan informasi asal produksi dan bukti yang tersedia. Produsen dapat membuat tabel internal dengan kategori bahan atau komponen dalam negeri, komponen impor, dan komponen yang masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sebagai contoh, rangka dan keranjang mungkin di produksi di Indonesia, sedangkan roda dan pengunci berasal dari luar negeri. Dalam kondisi tersebut, perusahaan perlu memeriksa ketentuan penilaian untuk setiap unsur, bukan hanya melihat lokasi perakitan akhir.

Pengelompokan ini membantu perusahaan menemukan bagian yang memberikan kontribusi lokal dan bagian yang masih bergantung pada impor. Selain itu, data yang tertata memudahkan pemeriksa menelusuri asal bahan ketika proses verifikasi berlangsung.

BACA JUGA: Proses Sertifikasi dan Verifikasi TKDN Trolley Belanja

3. Mengumpulkan Nilai Biaya yang Relevan

Setelah mengelompokkan komponen, kumpulkan data biaya yang di perlukan sesuai metode resmi. Data dapat mencakup harga bahan, nilai komponen, biaya tenaga kerja, dan unsur produksi lain apabila di perhitungkan dalam skema penilaian yang berlaku.

Gunakan dokumen yang dapat di telusuri, seperti faktur pembelian, catatan produksi, daftar penggunaan bahan, dan pembukuan perusahaan. Jika perusahaan menggunakan pemasok lokal, simpan dokumen yang membantu membuktikan asal komponen.

Hindari menggunakan perkiraan tanpa dasar ketika perusahaan sudah memiliki catatan biaya aktual. Data yang akurat membantu menghasilkan estimasi lebih realistis dan mengurangi perbedaan ketika pemeriksa melakukan verifikasi.

4. Menggunakan Metode Perhitungan yang Sesuai

Perusahaan harus memastikan rumus dan dasar penilaian sesuai dengan kategori produk trolley belanja. Jangan langsung menggunakan satu rumus sederhana untuk semua produk karena metode penilaian dapat berbeda menurut sektor dan ketentuan teknis yang berlaku.

Untuk keperluan estimasi internal, perusahaan dapat menyusun perbandingan antara unsur yang memenuhi kriteria komponen dalam negeri dan dasar nilai yang di tentukan dalam metode resmi. Setelah itu, hitung persentasenya sesuai ketentuan tersebut.

Apabila perusahaan belum mengetahui metode yang tepat, langkah paling aman adalah meminta petunjuk dari lembaga verifikasi atau instansi yang berwenang. Dengan demikian, hasil estimasi tidak di salahartikan sebagai nilai TKDN resmi.

5. Memeriksa Hasil dan Bukti Pendukung

Setelah perhitungan selesai, periksa kembali semua data yang di gunakan. Pastikan jumlah komponen sesuai dengan spesifikasi produk, nilai pembelian cocok dengan dokumen transaksi, dan informasi asal bahan memiliki bukti pendukung.

Perusahaan juga perlu memastikan bahwa dokumen mengacu pada model trolley belanja yang sama. Jika perusahaan memproduksi beberapa ukuran atau tipe, setiap variasi produk mungkin membutuhkan data dan penilaian tersendiri.

Terakhir, simpan lembar perhitungan dan bukti pendukung dalam satu berkas yang teratur. Dokumen tersebut membantu perusahaan menjelaskan dasar estimasi dan mempersiapkan proses penilaian resmi.

BACA JUGA: Dokumen yang Dibutuhkan untuk Pengajuan TKDN Trolley Belanja

Contoh Simulasi Perhitungan TKDN Trolley Belanja

Simulasi berikut hanya menggambarkan cara mengelompokkan data biaya untuk estimasi awal. Angka yang di gunakan merupakan contoh ilustratif, bukan standar resmi atau hasil penilaian TKDN trolley belanja.

Misalnya, sebuah perusahaan mencatat biaya material dan komponen untuk satu unit trolley belanja sebagai berikut:

KomponenAsal komponenNilai ilustratif
Rangka dan keranjangProduksi dalam negeriRp300.000
Pelapisan permukaanDalam negeriRp70.000
PeganganDalam negeriRp30.000
RodaImporRp80.000
Pengunci dan aksesoriImporRp20.000
Total nilai material dan komponenRp500.000

Berdasarkan contoh tersebut, nilai material dan komponen yang tercatat sebagai produksi dalam negeri berjumlah Rp400.000. Sementara itu, nilai komponen impor berjumlah Rp100.000.

Jika perusahaan hanya ingin mengetahui proporsi awal nilai material lokal terhadap total material dan komponen dalam simulasi ini, perhitungannya adalah:

Rp400.000 ÷ Rp500.000 × 100% = 80%

Hasil 80% tersebut hanya menunjukkan proporsi ilustratif nilai material lokal pada tabel. Angka ini bukan nilai TKDN resmi trolley belanja, karena perhitungan TKDN yang sah harus mengikuti metode penilaian yang berlaku, termasuk unsur biaya dan bukti yang diakui dalam skema terkait.

Apabila metode resmi memperhitungkan unsur lain, seperti tenaga kerja atau proses produksi, perusahaan harus memasukkan data tersebut sesuai aturan. Karena itu, jangan menggunakan hasil simulasi sederhana sebagai nilai yang di cantumkan dalam sertifikat atau dokumen pengadaan.

BACA JUGA: Berapa Lama Proses Pengurusan TKDN Trolley Belanja?

Dokumen Pendukung untuk Penilaian TKDN Trolley Belanja

Dokumen pendukung membantu membuktikan bahwa data produksi dan perhitungan berasal dari kegiatan usaha yang sebenarnya. Produsen perlu menyiapkan dokumen yang relevan dengan struktur produk dan metode penilaian.

1. Daftar Komponen dan Bahan Baku

Siapkan bill of materials yang mencantumkan seluruh komponen untuk satu unit trolley belanja. Daftar ini sebaiknya memuat nama bahan, spesifikasi, jumlah pemakaian, pemasok, serta nilai pembelian.

Jika perusahaan memproduksi beberapa model, buat daftar terpisah untuk setiap model. Dengan begitu, perusahaan dapat menunjukkan perbedaan struktur komponen secara jelas.

2. Bukti Pembelian dan Asal Bahan

Faktur pembelian, dokumen pemasok, dan catatan penerimaan bahan dapat membantu menunjukkan nilai serta asal komponen. Perusahaan perlu menyimpan dokumen yang relevan agar informasi pada lembar perhitungan dapat di telusuri.

Bukti pembelian dari pemasok dalam negeri perlu di evaluasi sesuai kriteria penilaian. Lokasi penjual saja tidak selalu membuktikan asal seluruh kandungan produk.

3. Catatan Proses Produksi

Siapkan uraian proses produksi yang menjelaskan tahapan pengerjaan trolley belanja di Indonesia. Dokumen dapat mencakup alur produksi, penggunaan mesin, kegiatan perakitan, dan pemeriksaan kualitas.

Selain itu, catatan produksi dapat membantu menjelaskan bagian mana yang di kerjakan sendiri dan bagian mana yang di peroleh dari pihak lain. Informasi ini perlu konsisten dengan kondisi fasilitas produksi yang sebenarnya.

4. Data Tenaga Kerja dan Biaya Produksi

Jika metode penilaian membutuhkan data tenaga kerja atau biaya produksi, perusahaan perlu menyiapkan catatan yang sesuai. Gunakan data aktual dan pastikan setiap unsur biaya memiliki dasar pencatatan.

Jangan memasukkan biaya yang tidak di akui dalam metode resmi. Jika ada keraguan, mintalah penjelasan sebelum menyelesaikan lembar perhitungan.

5. Dokumen Legalitas dan Identitas Produk

Perusahaan sebaiknya menyiapkan identitas badan usaha, informasi fasilitas produksi, spesifikasi produk, serta dokumen legalitas yang di persyaratkan. Pastikan nama perusahaan dan model produk konsisten pada seluruh berkas.

Dokumen yang lengkap membantu mempercepat pemeriksaan administratif. Namun, kelengkapan berkas tidak otomatis menjamin nilai TKDN tertentu karena hasil akhir bergantung pada verifikasi dan ketentuan yang berlaku.

BACA JUGA: Manfaat Memiliki Sertifikat TKDN untuk Produsen Trolley Belanja

Kesalahan yang Perlu Di hindari Saat Menghitung TKDN

Kesalahan pertama adalah menganggap bahwa perakitan di Indonesia membuat seluruh nilai trolley belanja menjadi komponen dalam negeri. Padahal, asal bahan dan komponen tetap perlu di periksa sesuai metode penilaian.

Kesalahan kedua adalah menggunakan faktur pemasok lokal sebagai satu-satunya bukti asal produk. Perusahaan perlu memeriksa dokumen yang relevan untuk memastikan komponen memenuhi kriteria yang di akui.

Kesalahan ketiga adalah menggunakan rumus perkiraan tanpa memeriksa aturan resmi. Simulasi internal memang berguna untuk perencanaan, tetapi hasilnya tidak boleh di anggap sebagai nilai TKDN resmi.

Kesalahan berikutnya adalah mencampur data beberapa model trolley belanja. Perbedaan ukuran, jenis roda, kapasitas, dan material dapat memengaruhi struktur produk. Oleh karena itu, perusahaan perlu memastikan perhitungan sesuai dengan model yang akan di ajukan.

Terakhir, jangan membuat atau mengubah bukti pembelian dan data produksi agar terlihat memiliki kandungan lokal lebih tinggi. Gunakan data yang benar dan dapat di telusuri agar proses penilaian berjalan secara transparan.

BACA JUGA: Faktor yang Mempengaruhi Nilai TKDN Trolley Belanja

Cara Meningkatkan Nilai TKDN Trolley Belanja

Perusahaan dapat mengevaluasi penggunaan bahan dan komponen lokal untuk meningkatkan kontribusi produksi dalam negeri. Misalnya, produsen dapat mencari pemasok roda, pegangan, pengunci, atau bahan logam lokal yang memenuhi spesifikasi teknis dan standar kualitas.

Selain itu, perusahaan dapat memperluas kegiatan produksi di Indonesia jika kapasitas, investasi, dan kelayakan usaha mendukung. Namun, setiap perubahan perlu di evaluasi dari sisi kualitas, biaya, kapasitas pemasok, dan dampaknya terhadap metode penilaian TKDN.

Produsen juga perlu memperbaiki pencatatan biaya serta ketertelusuran bahan. Catatan yang teratur membantu perusahaan mengetahui kontribusi lokal secara lebih akurat dan mengidentifikasi peluang perbaikan.

Meningkatkan nilai TKDN bukan hanya soal mengganti komponen impor dengan produk lokal. Perusahaan harus memastikan komponen pengganti memiliki mutu, ketahanan, keamanan, dan kinerja yang sesuai dengan kebutuhan trolley belanja. Dengan demikian, upaya peningkatan kandungan lokal tetap mendukung kualitas produk dan keberlanjutan produksi.

BACA JUGA: Jasa Pengurusan TKDN Trolley Belanja

Jasa Pengurusan Dokumen TKDN Trolley Belanja

PT Jangkar Global Groups melalui Jangkar Groups menyediakan pendampingan administrasi dokumen sesuai kebutuhan perusahaan yang mempersiapkan penilaian TKDN trolley belanja. Pendampingan dapat membantu penataan dokumen dan pemeriksaan kelengkapan berkas. Perhitungan serta penetapan nilai resmi tetap mengikuti metode dan proses verifikasi instansi berwenang. Hubungi PT Jangkar Global Groups untuk informasi pengurusan dokumen TKDN.

Konsultasi Pengurusan TKDN Trolley Belanja Sekarang

Siti Aidah
Konsultasi Gratis Balas cepat via WhatsApp