Business Visa 600 Australia untuk Pengusaha

Santsanisy

Updated on:

Business Visa 600 Australia untuk Pengusaha
Direktur Utama Jangkar Groups

Australia menjadi salah satu tujuan bagi pengusaha Indonesia yang ingin membuka peluang kerja sama internasional, bertemu calon mitra, menghadiri pameran, mengikuti konferensi, atau membahas kontrak bisnis. Untuk kebutuhan kunjungan bisnis jangka pendek, salah satu kategori yang relevan yaitu Visitor Visa Subclass 600 Business Visitor stream.

Bagi pengusaha, persiapan aplikasi perlu memperhatikan lebih banyak aspek daripada sekadar tiket pesawat dan rekening bank. Sebab, pemohon perlu menjelaskan tujuan perjalanan, aktivitas bisnis, kondisi perusahaan, sumber dana, hubungan dengan mitra Australia, serta alasan untuk kembali ke Indonesia.

Selain itu, pengusaha perlu memahami batas aktivitas yang dapat mereka lakukan selama berada di Australia. Business Visitor stream memungkinkan kegiatan seperti mencari informasi bisnis atau pekerjaan, melakukan pembahasan dan negosiasi kontrak, mengikuti kunjungan resmi pemerintah, serta menghadiri konferensi, seminar, atau trade fair. Namun, pemegang visa tidak boleh bekerja atau memberikan layanan kepada bisnis atau organisasi yang berbasis di Australia dan tidak boleh menjual barang atau jasa secara langsung kepada masyarakat Australia.

Karena itu, pengusaha perlu menyusun dokumen secara konsisten sejak awal.

Baca juga : Business Visa 600 Australia Syarat, Biaya & Cara Mengajukan

Apa Itu Business Visa 600 Australia untuk Pengusaha?

Business Visa 600 Australia merupakan penyebutan umum untuk Visitor Visa Subclass 600 melalui Business Visitor stream.

Kategori ini cocok untuk kunjungan bisnis sementara. Menurut Department of Home Affairs Australia, Business Visitor stream memungkinkan masa tinggal hingga 3 bulan. Pemohon juga perlu berada di luar Australia ketika mengajukan aplikasi dan ketika pihak imigrasi membuat keputusan.

Bagi pengusaha Indonesia, visa ini dapat relevan ketika agenda perjalanan mencakup:

  1. bertemu calon mitra bisnis;
  2. mencari peluang kerja sama;
  3. membahas kontrak;
  4. meninjau peluang usaha;
  5. menghadiri konferensi;
  6. menghadiri seminar;
  7. mengikuti trade fair atau pameran dagang;
  8. melakukan pertemuan dengan perusahaan Australia;
  9. melakukan aktivitas resmi yang berkaitan dengan bisnis.

Dengan demikian, pengusaha dapat menggunakan kunjungan tersebut untuk membangun hubungan bisnis tanpa menjadikan perjalanan sebagai aktivitas kerja di Australia.

Baca juga : Syarat Business Visa 600 Australia untuk WNI

Apakah Pengusaha Indonesia Bisa Mengajukan Business Visa 600?

Apakah Pengusaha Indonesia Bisa Mengajukan Business Visa 600

Pada prinsipnya, pengusaha Indonesia dapat mempertimbangkan Business Visitor stream apabila tujuan perjalanannya sesuai dengan aktivitas yang visa tersebut izinkan.

Namun, status sebagai pemilik perusahaan saja belum cukup. Pemohon perlu menjelaskan aktivitas bisnis yang akan dilakukan selama berada di Australia.

Sebagai contoh, seorang pemilik perusahaan Indonesia mendapat undangan dari perusahaan Australia untuk membahas kerja sama distribusi produk. Ia dapat menjelaskan agenda pertemuan, hubungan kedua perusahaan, rencana kunjungan, serta tujuan pembahasan kontrak.

Sebaliknya, apabila tujuan utama perjalanan adalah bekerja untuk perusahaan Australia, melakukan pekerjaan operasional, atau memberikan layanan kepada organisasi Australia, Business Visitor stream bukan kategori yang tepat. Department of Home Affairs secara tegas membatasi aktivitas tersebut.

Baca juga : Cara Mengajukan Business Visa 600 Australia dari Indonesia

Syarat Business Visa 600 Australia untuk Pengusaha

Pengusaha perlu menyiapkan dokumen yang dapat menjelaskan identitas, tujuan bisnis, kondisi keuangan, serta aktivitas perusahaan.

Berikut beberapa kelompok dokumen yang perlu mendapat perhatian.

1. Paspor dan Dokumen Identitas

Pertama, siapkan paspor yang masih berlaku dan dokumen identitas sesuai kebutuhan aplikasi.

Pastikan nama, tanggal lahir, nomor paspor, dan informasi pribadi lainnya konsisten pada seluruh dokumen.

Jika pernah menggunakan nama lain, siapkan bukti perubahan nama yang relevan. Department of Home Affairs juga mencantumkan dokumen perubahan nama sebagai bagian dari dokumen identitas yang dapat mereka minta.

2. Profil Perusahaan

Selanjutnya, pengusaha sebaiknya menyiapkan dokumen yang menjelaskan bisnis yang mereka jalankan di Indonesia.

Contohnya:

  1. profil perusahaan;
  2. akta perusahaan;
  3. dokumen legalitas usaha;
  4. izin usaha yang relevan;
  5. struktur organisasi;
  6. laporan tahunan;
  7. laporan keuangan;
  8. website perusahaan;
  9. dokumen perpajakan;
  10. bukti aktivitas bisnis.

Dokumen tersebut dapat membantu menjelaskan bahwa pemohon memang mempunyai aktivitas usaha di Indonesia.

Department of Home Affairs secara khusus memberikan contoh evidence that your company is an active business, seperti annual report, sebagai dokumen pendukung Business Visitor stream.

Baca juga : Surat Undangan Business Visa 600 Australia

3. Surat Undangan dari Mitra Australia

Jika pengusaha mempunyai calon mitra atau rekan bisnis di Australia, surat undangan dapat membantu menjelaskan tujuan perjalanan.

Surat tersebut sebaiknya mencantumkan:

  1. nama perusahaan Australia;
  2. nama pihak yang mengundang;
  3. jabatan;
  4. alamat perusahaan;
  5. nomor telepon;
  6. email;
  7. nama pengusaha yang mendapat undangan;
  8. tujuan pertemuan;
  9. tanggal kegiatan;
  10. agenda bisnis;
  11. hubungan bisnis kedua pihak.

Selain itu, pemohon dapat melampirkan bukti komunikasi sebelumnya dengan perusahaan Australia.

Department of Home Affairs mencantumkan invitation from a host organisation dan evidence of prior contact with Australian businesses sebagai contoh dokumen pendukung.

Baca juga : Business Visa 600 Australia untuk Meeting dan Pertemuan Bisnis

4. Rencana Perjalanan Bisnis

Pengusaha juga perlu membuat itinerary yang jelas.

Misalnya:

Hari 1: tiba di Australia.
Hari 2: pertemuan dengan calon mitra.
Lalu Hari 3: pembahasan peluang kerja sama.
Hari 4: kunjungan pameran dagang.
Hari 5: pembahasan kontrak.
Lalu Hari 6: kegiatan wisata.
Hari 7: kembali ke Indonesia.

Tentu saja, itinerary harus mengikuti agenda sebenarnya.

Semakin jelas rencana perjalanan, semakin mudah petugas memahami hubungan antara tujuan perjalanan dan kategori Business Visitor.

Baca juga : Business Visa 600 Australia vs Visa Kerja Apa Perbedaannya?

5. Bukti Keuangan

Pengusaha juga perlu menunjukkan kemampuan finansial untuk membiayai kunjungan.

Dokumen yang dapat membantu antara lain:

  1. rekening koran;
  2. laporan keuangan;
  3. laporan pajak;
  4. deposito;
  5. slip penghasilan jika relevan;
  6. laporan rekening perusahaan;
  7. bukti aset;
  8. dokumen sumber dana perjalanan.

Department of Home Affairs mencantumkan personal bank statements untuk periode tiga bulan, pay slips, audited accounts, tax records, term deposits, dan credit card statements sebagai contoh bukti kemampuan finansial.

Namun, pengusaha tidak perlu mengejar angka saldo tertentu hanya untuk memenuhi aplikasi. Yang lebih penting, kondisi keuangan harus masuk akal jika dibandingkan dengan rencana perjalanan dan sumber dana yang pemohon jelaskan.

Baca juga : Biaya Business Visa 600 Australia Berapa yang Harus Disiapkan?

Bukti Bahwa Pengusaha Akan Kembali ke Indonesia

Bagian ini juga penting.

Pengusaha perlu menunjukkan alasan yang masuk akal untuk kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan agenda bisnis.

Contohnya:

  1. perusahaan masih aktif di Indonesia;
  2. pemohon mempunyai tanggung jawab sebagai direktur atau pemilik usaha;
  3. terdapat kegiatan operasional perusahaan;
  4. terdapat karyawan yang berada di Indonesia;
  5. terdapat proyek bisnis yang sedang berjalan;
  6. terdapat aset atau properti;
  7. terdapat keluarga dekat;
  8. terdapat kewajiban bisnis lain di Indonesia.

Department of Home Affairs meminta bukti yang menunjukkan bahwa pemohon merupakan genuine visitor dan mempunyai alasan untuk kembali ke negara asal. Bukti tersebut dapat berupa pekerjaan, keluarga, hak untuk kembali, atau kepemilikan properti maupun aset.

Bagi pengusaha, dokumen perusahaan dapat menjadi bagian penting dalam menjelaskan keterikatan tersebut.

Baca juga : Berapa Lama Proses Business Visa 600 Australia?

Bukti Hubungan Bisnis dengan Australia

Selanjutnya, pemohon sebaiknya menunjukkan hubungan bisnis yang melatarbelakangi perjalanan.

Misalnya, pemohon dapat melampirkan:

  1. email bisnis;
  2. surat undangan;
  3. proposal kerja sama;
  4. agenda meeting;
  5. surat penawaran;
  6. komunikasi mengenai kontrak;
  7. bukti registrasi konferensi;
  8. bukti pendaftaran trade fair;
  9. profil calon mitra.

Namun, jangan memasukkan dokumen yang tidak mempunyai hubungan dengan tujuan perjalanan.

Dokumen harus membantu menjawab tiga pertanyaan utama: siapa yang akan ditemui, apa yang akan dibahas, dan mengapa pengusaha perlu datang langsung ke Australia.

Baca juga : Business Visa 600 Australia Ditolak Apa Penyebabnya

Business Visa 600 Bukan Visa untuk Bekerja

Pengusaha perlu memahami perbedaan antara kunjungan bisnis dan bekerja.

Business Visitor stream mengizinkan kegiatan seperti investigasi, pembahasan, negosiasi, atau peninjauan kontrak. Pemohon juga dapat menghadiri konferensi, seminar, dan trade fair sesuai ketentuan yang berlaku.

Namun, visa ini tidak mengizinkan pemegangnya bekerja untuk perusahaan atau organisasi yang berbasis di Australia. Pemegang visa juga tidak boleh menjual barang atau jasa secara langsung kepada masyarakat Australia.

Karena itu, pengusaha perlu menyesuaikan aktivitas perjalanan dengan tujuan visa.

Apakah Pengusaha Perlu Surat Undangan?

Surat undangan bukan satu-satunya dokumen yang menentukan aplikasi. Namun, Department of Home Affairs mencantumkan invitation from a host organisation sebagai salah satu contoh dokumen Business Visitor stream.

Karena itu, apabila pengusaha memang mempunyai mitra atau organisasi yang mengundang, surat tersebut dapat membantu memperjelas tujuan perjalanan.

Selain itu, surat undangan sebaiknya mempunyai hubungan dengan itinerary, komunikasi bisnis, dan dokumen perusahaan pemohon.

Misalnya, surat undangan menyebut pertemuan pada tanggal 15 November. Maka itinerary dan bukti komunikasi bisnis sebaiknya mempunyai informasi yang konsisten.

Baca juga : Jasa Business Visa 600 Australia untuk WNI

Berapa Lama Pengusaha Bisa Tinggal di Australia?

Business Visitor stream mempunyai masa tinggal hingga 3 bulan. Namun, masa berlaku visa, jumlah perjalanan, dan ketentuan lain tetap mengikuti keputusan visa yang diberikan kepada masing-masing pemohon.

Oleh sebab itu, pengusaha perlu memeriksa visa grant letter setelah memperoleh keputusan.

Selain itu, jangan menyusun agenda yang melebihi ketentuan visa.

Biaya Business Visa 600 Australia

Saat ini, Department of Home Affairs mencantumkan biaya AUD 250 untuk Business Visitor stream. Namun, biaya visa dapat berubah sehingga pemohon sebaiknya memeriksa informasi terbaru dan Visa Pricing Estimator sebelum mengajukan aplikasi.

Selain biaya aplikasi, pengusaha juga perlu memperhitungkan biaya penerjemahan dokumen, pemeriksaan kesehatan apabila diperlukan, tiket pesawat, akomodasi, asuransi, dan kebutuhan perjalanan lainnya.

Cara Menyiapkan Business Visa 600 untuk Pengusaha

Agar proses persiapan lebih terarah, pengusaha dapat mengikuti alur berikut.

  1. tentukan tujuan bisnis secara spesifik.
  2. pastikan aktivitas tersebut sesuai dengan Business Visitor stream.
  3. siapkan paspor dan dokumen identitas.
  4. kumpulkan dokumen perusahaan yang menunjukkan aktivitas bisnis di Indonesia.
  5. siapkan surat undangan atau bukti hubungan dengan pihak Australia jika tersedia.
  6. buat itinerary perjalanan bisnis.
  7. siapkan bukti kondisi keuangan.
  8. siapkan bukti yang menjelaskan alasan untuk kembali ke Indonesia.
  9. periksa konsistensi seluruh dokumen sebelum mengajukan aplikasi.

Dengan cara tersebut, pengusaha dapat menyusun aplikasi berdasarkan tujuan perjalanan yang jelas, bukan sekadar mengumpulkan dokumen secara acak.

Konsultasikan Pengurusan Visa Australia Anda Sekarang

Santsanisy