Lama Visa Kerja Musiman Arab Saudi menjadi salah satu hal yang wajib di pahami oleh calon pekerja sebelum menerima tawaran pekerjaan. Banyak orang menganggap bahwa pekerjaan musiman otomatis memiliki durasi tertentu, misalnya 90 hari. Padahal, masa berlaku visa dan durasi pekerjaan tidak selalu merupakan hal yang sama.
Durasi kerja dapat bergantung pada jenis program, kontrak kerja, jenis visa atau izin yang digunakan, pemberi kerja, serta ketentuan yang berlaku di Arab Saudi.
Karena itu, calon pekerja sebaiknya tidak hanya bertanya, “Berapa lama visa kerja musiman?”, tetapi juga memeriksa secara menyeluruh berapa lama kontraknya, kapan mulai bekerja, kapan pekerjaan berakhir, dan apa ketentuan setelah masa kerja selesai.
Baca Juga : Visa Kerja Musiman Arab Saudi
Berapa Lama Masa Kerja Musiman di Arab Saudi?
Tidak ada satu angka yang dapat digunakan untuk semua pekerjaan musiman.
Dalam Saudi Labor Law, temporary work didefinisikan sebagai pekerjaan yang berdasarkan sifatnya membutuhkan periode tertentu atau berkaitan dengan pekerjaan tertentu yang selesai setelah pekerjaan tersebut selesai, dan tidak melebihi 90 hari. Sementara itu, seasonal work di definisikan sebagai pekerjaan yang berlangsung selama musim-musim tertentu yang di ketahui dan berulang secara berkala.
Artinya, temporary work dan seasonal work tidak boleh dianggap sebagai istilah yang sama.
| Jenis pekerjaan | Pengertian |
|---|---|
| Temporary Work | Pekerjaan dengan periode tertentu yang tidak melebihi 90 hari menurut definisi dalam Saudi Labor Law |
| Seasonal Work | Pekerjaan yang berlangsung selama musim tertentu yang diketahui dan berulang |
| Kerja Musiman Haji/Umrah | Pekerjaan sementara yang berkaitan dengan kebutuhan layanan Haji dan Umrah sesuai regulasi yang berlaku |
Dengan demikian, durasi pekerjaan musiman harus dilihat berdasarkan program dan dokumen kerja yang digunakan, bukan hanya berdasarkan istilah “musiman”.
Apakah Visa Kerja Musiman Arab Saudi Hanya 90 Hari?
Tidak selalu.
Angka 90 hari sering muncul karena Saudi Labor Law memberikan definisi bahwa temporary work tidak melebihi 90 hari. Namun, seasonal work merupakan kategori yang berbeda dalam definisi hukum tersebut.
Selain itu, pemerintah Arab Saudi telah memperbarui regulasi mengenai visa kerja sementara dan pekerjaan sementara untuk layanan Haji dan Umrah.
Dalam pembaruan tersebut, pemerintah Saudi memberikan fleksibilitas dengan memungkinkan perpanjangan visa sementara untuk periode serupa, yaitu tambahan 90 hari, sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Karena itu, calon pekerja tidak seharusnya menyimpulkan bahwa setiap visa kerja musiman pasti berlaku 90 hari atau pasti dapat diperpanjang 90 hari.
Kuncinya adalah melihat jenis visa dan dokumen resmi yang diterbitkan.
Perbedaan Masa Berlaku Visa dan Masa Kontrak Kerja
Ini merupakan salah satu hal terpenting yang perlu di pahami.
Masa berlaku visa menunjukkan periode atau ketentuan visa yang memungkinkan seseorang masuk atau berada di Arab Saudi sesuai jenis visa tersebut.
Sementara itu, masa kontrak kerja menunjukkan periode hubungan kerja antara pekerja dan pemberi kerja.
Keduanya dapat memiliki ketentuan yang berbeda.
Contohnya, seseorang mendapatkan tawaran pekerjaan musiman dengan kontrak tertentu. Ia tidak boleh hanya berpatokan pada tanggal visa, tetapi harus melihat tanggal mulai dan berakhirnya hubungan kerja dalam kontrak.
Karena itu, sebelum berangkat, calon pekerja sebaiknya memiliki salinan:
A. Visa.
B. Kontrak kerja.
C. Dokumen izin kerja jika diperlukan.
D. Informasi pemberi kerja.
E. Jadwal mulai bekerja.
F. Jadwal berakhir bekerja.
G. Faktor yang Menentukan Lama Kerja Musiman
Beberapa faktor dapat memengaruhi durasi pekerjaan musiman di Arab Saudi.
- Jenis Program
Program pekerjaan yang berbeda dapat memiliki ketentuan durasi yang berbeda.
Pekerjaan yang berkaitan dengan Haji, Umrah, hospitality, hotel, restoran, event, atau sektor lainnya dapat memiliki kebutuhan tenaga kerja yang tidak sama.
- Kontrak Kerja
Kontrak merupakan dokumen penting untuk mengetahui periode hubungan kerja.
Calon pekerja harus memeriksa:
Tanggal mulai kerja → tanggal selesai kerja.
Jangan hanya melihat jumlah bulan yang disebutkan oleh perekrut secara lisan.
- Jenis Visa
Jenis visa yang digunakan akan memengaruhi ketentuan perjalanan dan masa tinggal.
Oleh karena itu, istilah “visa kerja musiman” saja belum cukup untuk menentukan berapa lama seseorang dapat tinggal dan bekerja.
- Pemberi Kerja
Pemberi kerja juga memiliki peran penting dalam menentukan kebutuhan tenaga kerja.
Perusahaan mungkin membutuhkan tenaga tambahan hanya selama periode tertentu sehingga kontraknya disesuaikan dengan kebutuhan operasional.
- Musim atau Periode Kegiatan
Pekerjaan musiman berkaitan dengan periode tertentu.
Contohnya:
A. Musim Haji.
B. Musim Umrah.
C. Musim pariwisata.
D. Periode ramai hotel.
E. Event tertentu.
F. Kegiatan restoran dan katering.
G. Kebutuhan logistik.
Ketika periode kegiatan berakhir, kebutuhan terhadap tenaga kerja musiman juga dapat berakhir.
Lama Visa Kerja Musiman untuk Haji dan Umrah
Untuk layanan Haji dan Umrah, pemerintah Arab Saudi telah memperbarui regulasi visa kerja sementara.
Pada pembaruan regulasi tahun 2024, pemerintah Saudi mengubah nama seasonal work visa menjadi temporary work visa for Hajj and Umrah services dan memasukkan kebutuhan layanan Umrah dalam cakupan pengaturan tersebut.
Pembaruan tersebut juga memberikan fleksibilitas dengan memungkinkan visa sementara diperpanjang untuk periode yang sama, yaitu tambahan 90 hari, sesuai ketentuan yang berlaku.
Namun, hal ini bukan berarti setiap pekerja otomatis mendapatkan tambahan 90 hari.
Perpanjangan tetap harus mengikuti mekanisme, persyaratan, dan persetujuan yang berlaku.
Periode Penggunaan Visa Kerja Sementara Haji dan Umrah
Dalam pembaruan regulasi, pemerintah Saudi juga menetapkan periode terkait layanan visa kerja sementara Haji dan Umrah, yaitu mulai 15 Syaban sampai akhir Muharram setiap tahun.
Ketentuan periode tersebut penting bagi perusahaan dan pekerja karena pekerjaan yang berkaitan dengan layanan Haji dan Umrah mengikuti kebutuhan operasional pada periode tertentu.
Oleh karena itu, calon pekerja harus memperhatikan kapan visa dapat diproses dan kapan pekerjaan sebenarnya dimulai.
Apakah Kontrak Kerja Bisa Lebih Pendek dari Masa Visa?
Bisa saja terdapat perbedaan antara periode visa dan periode kontrak.
Visa tidak boleh dipahami sebagai bukti bahwa seseorang otomatis memiliki hak untuk bekerja selama seluruh masa berlaku visa.
Hak untuk bekerja harus sesuai dengan jenis visa, izin kerja, kontrak, dan ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku.
Misalnya, seseorang memiliki dokumen perjalanan yang masih berlaku setelah kontrak selesai. Hal tersebut tidak otomatis berarti ia boleh terus bekerja untuk perusahaan tersebut.
Karena itu, tanggal berakhir kontrak harus diperhatikan dengan serius.
Apakah Visa Kerja Musiman Bisa Diperpanjang?
Kemungkinan perpanjangan bergantung pada jenis visa dan ketentuan program yang digunakan.
Dalam pembaruan regulasi Saudi untuk visa kerja sementara, pemerintah memberikan kemungkinan perpanjangan untuk periode yang sama, yakni 90 hari tambahan, sesuai ketentuan yang berlaku.
Namun, pekerja tidak boleh menganggap perpanjangan sebagai hak otomatis.
Sebelum masa visa atau kontrak berakhir, tanyakan kepada pemberi kerja:
A. Apakah visa dapat diperpanjang?
B. Apakah kontrak akan diperpanjang?
C. Siapa yang mengurus perpanjangan?
D. Apakah ada persyaratan tambahan?
E. Apakah pekerja harus kembali ke negara asal?
F. Apa status izin kerja setelah kontrak berakhir?
G. Apa yang Terjadi Jika Kontrak Sudah Berakhir?
Apabila masa kontrak selesai, pekerja harus mengikuti ketentuan yang berlaku mengenai akhir hubungan kerja dan kepulangan atau status imigrasinya.
Jangan tetap bekerja hanya karena masih memiliki paspor atau dokumen perjalanan yang belum habis masa berlakunya.
Masa berlaku paspor berbeda dengan masa berlaku visa, dan masa berlaku visa juga tidak sama dengan masa kontrak kerja.
Karena itu, pekerja perlu memastikan statusnya sebelum tanggal berakhir kontrak.
7 Hal yang Wajib Dicek Sebelum Berangkat
Sebelum menerima pekerjaan musiman Arab Saudi, periksa setidaknya tujuh hal berikut.
- Masa Berlaku Visa
Periksa
A. Tanggal penerbitan.
B. Masa berlaku.
C. Jenis visa.
D. Ketentuan masuk.
E. Ketentuan tinggal.
2. Durasi Kontrak
Pastikan kontrak menjelaskan:
A. Tanggal mulai.
B. Tanggal selesai.
C. Posisi pekerjaan.
D. Gaji.
E. Jam kerja.
F. Fasilitas.
3. Tanggal Mulai Bekerja
Tanggal kedatangan ke Arab Saudi belum tentu sama dengan tanggal mulai bekerja.
Pastikan keduanya jelas.
4. Tanggal Berakhir Bekerja
Tanggal akhir kontrak harus diketahui sejak awal.
Hal ini penting untuk merencanakan kepulangan.
5. Jenis Pekerjaan
Pastikan pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan pekerjaan yang tercantum dalam dokumen.
6. Nama Pemberi Kerja
Pastikan nama perusahaan atau pemberi kerja jelas dan sesuai dengan dokumen.
7. Ketentuan Kepulangan
Tanyakan sejak awal bagaimana mekanisme kepulangan setelah kontrak selesai.
Contoh Cara Membaca Durasi Kerja Musiman
Misalnya seorang pekerja mendapatkan kontrak untuk bekerja dalam suatu program selama periode tertentu.
Jangan hanya menghitung:
“Visa saya berlaku 90 hari, berarti saya bisa bekerja 90 hari.”
Yang harus dilakukan adalah memeriksa:
Visa → Kontrak → Izin kerja → Tanggal mulai → Tanggal selesai.
Jika kontrak menyebutkan pekerjaan berakhir pada tanggal tertentu, maka pekerja harus mengetahui apa yang terjadi setelah tanggal tersebut. Jika ada perpanjangan, pastikan perpanjangan tersebut resmi dan tercatat, bukan hanya janji lisan dari perekrut.
Apakah Masa Kerja Musiman Bisa Berubah?
Bisa, tergantung pada kondisi program dan aturan yang berlaku.
Perubahan dapat terjadi karena:
Kebutuhan perusahaan.
Perubahan jadwal kegiatan.
Perubahan kontrak.
Perpanjangan yang disetujui.
Perubahan regulasi.
Ketentuan visa.
Keputusan pihak berwenang.
Karena itu, informasi mengenai durasi yang diberikan saat perekrutan harus dikonfirmasi kembali melalui dokumen resmi.
Jangan Hanya Percaya Informasi “Kerja 3 Bulan”
Istilah “kerja 3 bulan” sering digunakan dalam promosi lowongan.
Namun, calon pekerja perlu bertanya:
Tiga bulan berdasarkan apa?
Apakah berdasarkan:
A. Kontrak?
B. Visa?
C. Izin kerja?
D. Program perusahaan?
E. Periode musim?
Pertanyaan tersebut penting karena istilah yang digunakan perekrut belum tentu merupakan istilah hukum atau nama resmi jenis visa.
Menurut Saudi Labor Law, temporary work memang didefinisikan tidak lebih dari 90 hari, sedangkan seasonal work memiliki definisi tersendiri sebagai pekerjaan yang berlangsung pada musim tertentu yang diketahui secara berkala.
Hak Pekerja Musiman Tetap Perlu Diperhatikan
Pekerja musiman bukan berarti tidak memiliki perlindungan ketenagakerjaan.
Saudi Labor Law memiliki ketentuan mengenai jam kerja, waktu istirahat, lembur, keselamatan dan kesehatan kerja, serta berbagai hak pekerja.
Karena itu, pekerja harus memiliki informasi yang jelas mengenai:
A. Gaji.
B. Jam kerja.
C. Hari istirahat.
D. Lembur.
E. Akomodasi.
F. Transportasi.
G. Keselamatan kerja.
H. Kontrak.
I. Prosedur pengaduan.
Jangan menganggap karena pekerjaan hanya berlangsung beberapa bulan maka semua hak pekerja tidak berlaku.
Tips Agar Tidak Salah Memahami Lama Visa Kerja Musiman Arab Saudi
Agar tidak salah memahami masa kerja, lakukan beberapa langkah berikut.
- Minta Kontrak Sebelum Berangkat
Jangan hanya menerima informasi melalui pesan WhatsApp atau telepon.
- Cek Jenis Visa
Pastikan jenis visa tertulis dengan jelas.
- Cocokkan Data
Nama pekerja, perusahaan, jabatan, dan periode kerja harus diperiksa.
- Tanyakan Perpanjangan
Jika perusahaan mengatakan kontrak bisa diperpanjang, tanyakan apakah perpanjangan tersebut sesuai prosedur resmi.
- Jangan Overstay
Jangan tinggal atau bekerja melewati masa yang diperbolehkan tanpa status atau izin yang sah.
- Simpan Semua Dokumen
Simpan salinan:
A. Paspor.
B. Visa.
C. Kontrak.
D. Izin kerja.
E. Tiket.
f. Dokumen pemberi kerja.
FAQ Lama Visa Kerja Musiman Arab Saudi
Berapa lama Visa Kerja Musiman Arab Saudi?
Tidak ada satu durasi yang berlaku untuk seluruh pekerjaan musiman. Durasi bergantung pada jenis visa, program, kontrak, dan ketentuan yang berlaku.
Apakah kerja musiman selalu 90 hari?
Tidak. Dalam Saudi Labor Law, temporary work didefinisikan sebagai pekerjaan yang tidak melebihi 90 hari, sedangkan seasonal work merupakan pekerjaan yang berlangsung selama musim tertentu yang diketahui secara berkala.
Apakah visa kerja sementara dapat diperpanjang 90 hari?
Regulasi Saudi yang diperbarui memberikan fleksibilitas untuk memperpanjang visa sementara selama 90 hari tambahan untuk periode yang sama, tetapi pelaksanaannya tetap mengikuti ketentuan dan prosedur yang berlaku.
Apakah kontrak kerja sama dengan masa berlaku visa?
Belum tentu. Visa dan kontrak merupakan dokumen yang memiliki fungsi berbeda. Keduanya harus diperiksa secara terpisah.
Apa yang harus dilakukan ketika kontrak selesai?
Pekerja harus mengikuti ketentuan mengenai berakhirnya hubungan kerja, status visa/izin, serta kepulangan atau proses resmi lainnya. Jangan terus bekerja tanpa status yang sah.
Lama Visa Kerja Musiman Arab Saudi tidak dapat disamaratakan. Durasi pekerjaan bergantung pada jenis program, visa atau izin kerja, kontrak, pemberi kerja, dan periode kegiatan.
Saudi Labor Law membedakan temporary work, yang didefinisikan sebagai pekerjaan dengan durasi tertentu yang tidak melebihi 90 hari, dengan seasonal work, yaitu pekerjaan yang berlangsung selama musim-musim tertentu yang diketahui secara berkala.
Untuk visa kerja sementara layanan Haji dan Umrah, regulasi Saudi yang diperbarui juga memberikan kemungkinan perpanjangan 90 hari untuk periode yang sama, sesuai mekanisme yang berlaku.
Karena itu, calon pekerja jangan hanya berpatokan pada istilah “kerja musiman 3 bulan”. Periksa secara lengkap:
A. Masa berlaku visa
B. Durasi kontrak
C. Tanggal mulai bekerja
D. Tanggal berakhir bekerja
E. Jenis pekerjaan
F. Nama pemberi kerja
G. Ketentuan kepulangan
Dengan memeriksa ketujuh hal tersebut sebelum keberangkatan, calon pekerja dapat memahami dengan lebih jelas berapa lama sebenarnya mereka diperbolehkan bekerja dan kapan harus menyelesaikan masa kerja di Arab Saudi.
Konsultasi Visa Musiman Arab Saudi Sekarang!