Aturan Visa Schengen: Persyaratan, Biaya, dan Cara Pengajuan

Yuni

Aturan Visa Schengen: Persyaratan, Biaya, dan Cara Pengajuan
Direktur Utama Jangkar Groups

Aturan Visa Schengen perlu di pahami oleh WNI yang ingin melakukan perjalanan singkat ke Eropa. Visa ini memungkinkan pemegangnya mengunjungi 29 negara anggota kawasan Schengen dengan ketentuan tinggal maksimal 90 hari dalam periode 180 hari, selama masa berlaku dan izin masuk pada visa masih sesuai.

Visa Schengen merupakan salah satu dokumen perjalanan yang di butuhkan oleh warga negara Indonesia (WNI) yang ingin mengunjungi sejumlah negara di Eropa untuk tujuan wisata, kunjungan keluarga, perjalanan bisnis, atau keperluan lainnya. Maka, Dengan memiliki Visa Schengen yang masih berlaku dan sesuai ketentuan, pemegangnya dapat melakukan perjalanan ke negara-negara anggota kawasan Schengen tanpa harus mengajukan visa terpisah untuk setiap negara yang di kunjungi.

Meskipun demikian, pengajuan Visa Schengen tidak bisa di lakukan sembarangan. Maka, Pemohon harus memenuhi persyaratan administrasi, menyiapkan dokumen perjalanan, menunjukkan kemampuan finansial, memiliki asuransi perjalanan, serta menjelaskan tujuan kunjungan secara jelas. Kedutaan atau perwakilan negara Schengen juga akan menilai kelayakan permohonan sebelum memberikan keputusan.

Bagi WNI yang baru pertama kali mengajukan visa, memahami aturan Visa Schengen sangat penting agar proses pendaftaran berjalan lebih terarah. Maka, Kesalahan dalam memilih kedutaan, mengisi formulir, menyiapkan bukti keuangan, atau menyusun rencana perjalanan dapat memengaruhi hasil permohonan.

Artikel ini membahas aturan Visa Schengen, persyaratan, biaya, prosedur pengajuan, hingga hal-hal yang perlu di perhatikan sebelum berangkat ke Eropa.

Baca Juga : Daftar Negara Schengen dan Negara yang Dapat Dikunjungi

Apa Itu Visa Schengen?

Visa Schengen adalah izin masuk untuk warga negara dari negara tertentu di luar kawasan Schengen yang ingin melakukan kunjungan singkat ke negara-negara anggota. Maka, Visa ini umumnya di gunakan untuk perjalanan wisata, kunjungan keluarga, bisnis, menghadiri acara, atau keperluan lain yang di perbolehkan dalam kategori kunjungan singkat.

Visa Schengen jangka pendek di kenal sebagai Visa Tipe C. Izin ini memungkinkan pemegangnya tinggal di kawasan Schengen maksimal 90 hari dalam periode 180 hari, sesuai masa berlaku dan ketentuan visa yang di terbitkan.

Artinya, pemegang visa tidak otomatis memperoleh izin tinggal selama 90 hari penuh. Maka, Lama tinggal tetap mengikuti jumlah hari yang tercantum pada visa dan perhitungan ketentuan 90/180 hari.

Visa Schengen juga memiliki beberapa jenis izin masuk, yaitu:

  • Single Entry: memungkinkan pemegang visa masuk ke kawasan Schengen satu kali.
  • Double Entry: memungkinkan pemegang visa masuk sebanyak dua kali selama masa berlaku.
  • Multiple Entry: memungkinkan pemegang visa keluar dan masuk beberapa kali selama visa masih berlaku dan ketentuan tinggal di patuhi.
  • Airport Transit Visa: di gunakan untuk transit melalui area internasional bandara tertentu dan bukan izin untuk melakukan kunjungan wisata ke kawasan Schengen.

Perlu di ketahui bahwa Visa Schengen jangka pendek berbeda dengan visa nasional untuk tinggal lebih dari 90 hari. Jika seseorang ingin bekerja, kuliah jangka panjang, atau menetap di suatu negara Eropa, biasanya di perlukan visa nasional atau izin tinggal sesuai peraturan negara tujuan.

Siapa yang Wajib Mengajukan Visa Schengen?

WNI pemegang paspor biasa pada umumnya wajib memiliki Visa Schengen sebelum melakukan perjalanan kunjungan singkat ke kawasan tersebut.

Kewajiban ini berlaku untuk berbagai tujuan, seperti:

  • Liburan atau wisata ke Eropa.
  • Mengunjungi keluarga atau teman.
  • Menghadiri pertemuan bisnis.
  • Mengikuti konferensi atau pameran.
  • Mengunjungi kegiatan budaya dan olahraga.
  • Melakukan perjalanan singkat untuk keperluan tertentu yang di perbolehkan.

Jenis visa yang di ajukan harus sesuai dengan tujuan perjalanan. Sebagai contoh, seseorang yang akan berlibur sebaiknya mengajukan visa kunjungan wisata, sedangkan orang yang melakukan perjalanan untuk pertemuan bisnis perlu menyiapkan dokumen pendukung sesuai kegiatan bisnisnya.

Pemohon juga harus memperhatikan bahwa visa kunjungan singkat tidak dapat di gunakan sebagai pengganti izin kerja. Maka, Jika tujuan utama perjalanan adalah bekerja di Eropa, pemohon perlu memeriksa ketentuan izin kerja dan visa nasional negara tujuan.

Baca Juga : Persyaratan Visa Schengen untuk WNI dan Dokumen Wajib

Daftar Negara yang Termasuk Kawasan Schengen

Berdasarkan ketentuan yang berlaku pada 2026, kawasan Schengen terdiri dari 29 negara. Negara-negara tersebut menerapkan aturan bersama untuk kunjungan singkat.

Berikut daftar negara anggota Schengen:

  1. Austria
  2. Belgia
  3. Bulgaria
  4. Kroasia
  5. Republik Ceko
  6. Denmark
  7. Estonia
  8. Finlandia
  9. Prancis
  10. Jerman
  11. Yunani
  12. Hungaria
  13. Islandia
  14. Italia
  15. Latvia
  16. Liechtenstein
  17. Lituania
  18. Luksemburg
  19. Malta
  20. Belanda
  21. Norwegia
  22. Polandia
  23. Portugal
  24. Rumania
  25. Slovakia
  26. Slovenia
  27. Spanyol
  28. Swedia
  29. Swiss

Bulgaria dan Rumania telah menjadi anggota penuh kawasan Schengen sejak 1 Januari 2025. Dengan demikian, perjalanan ke kedua negara tersebut kini termasuk dalam penerapan aturan Visa Schengen.

Sementara itu, Irlandia dan Siprus bukan bagian dari kawasan Schengen. Maka, Visa Schengen tidak otomatis memberikan hak masuk ke kedua negara tersebut. Pemohon perlu memeriksa ketentuan visa nasional yang berlaku jika ingin mengunjunginya.

Visa Schengen pada umumnya berlaku untuk seluruh negara anggota, selama tidak terdapat pembatasan wilayah pada visa yang di terbitkan. Informasi negara anggota dapat di periksa melalui situs resmi Uni Eropa dan Dewan Uni Eropa.

Baca Juga : Biaya Visa Schengen dan Jasa Pengurusan

Daftar Negara yang Termasuk Kawasan Schengen

Aturan Masa Tinggal Visa Schengen 90 Hari dalam 180 Hari

Salah satu aturan terpenting dalam penggunaan Visa Schengen adalah ketentuan 90 hari dalam periode 180 hari.

Ketentuan ini berarti pemegang visa kunjungan singkat dapat berada di kawasan Schengen maksimal 90 hari dalam setiap periode 180 hari. Maka, Perhitungan tersebut berlaku secara gabungan untuk seluruh negara anggota, bukan 90 hari untuk masing-masing negara.

Sebagai contoh, seseorang melakukan perjalanan ke Prancis selama 20 hari, Jerman selama 15 hari, dan Italia selama 25 hari. Total masa tinggalnya adalah 60 hari, bukan 60 hari untuk setiap negara secara terpisah.

Pemegang visa juga harus memperhatikan tanggal mulai berlaku, tanggal berakhir, jumlah izin masuk, dan jumlah hari tinggal yang tercantum pada stiker visa.

Jika masa tinggal melebihi batas yang di izinkan, pemegang visa dapat menghadapi konsekuensi keimigrasian. Karena itu, perencanaan perjalanan dan perhitungan hari harus di lakukan dengan cermat.

Baca Juga : Formulir Visa Schengen dan Tahapan Pendaftaran

Persyaratan Visa Schengen untuk WNI

Persyaratan Visa Schengen terdiri dari dokumen utama dan dokumen pendukung. Maka, Dokumen yang di minta dapat berbeda berdasarkan negara tujuan, jenis perjalanan, status pekerjaan, dan kondisi pemohon.

Secara umum, dokumen yang perlu di persiapkan meliputi:

Paspor yang Masih Berlaku

Paspor harus memenuhi ketentuan masa berlaku. Secara umum, paspor harus di terbitkan dalam sepuluh tahun terakhir, memiliki sedikitnya dua halaman kosong, dan berlaku setidaknya tiga bulan setelah tanggal rencana meninggalkan kawasan Schengen.

Formulir Permohonan Visa

Pemohon harus mengisi formulir Visa Schengen sesuai ketentuan perwakilan negara tujuan. Maka, Data dalam formulir harus sesuai dengan paspor dan dokumen pendukung.

Foto Terbaru

Foto harus memenuhi standar yang di tentukan, termasuk ukuran, latar belakang, posisi wajah, dan kualitas gambar.

Bukti Tujuan Perjalanan

Dokumen ini dapat berupa rencana perjalanan, undangan, surat keterangan kegiatan bisnis, atau dokumen lain yang menjelaskan alasan kunjungan.

Bukti Akomodasi

Pemohon dapat menyiapkan reservasi hotel, bukti tempat tinggal, atau surat undangan dari pihak yang menyediakan akomodasi.

Bukti Keuangan

Rekening koran, surat referensi bank, slip gaji, atau dokumen penghasilan dapat di gunakan untuk menunjukkan kemampuan membiayai perjalanan.

Asuransi Perjalanan

Asuransi harus memenuhi ketentuan Visa Schengen, termasuk cakupan wilayah dan nilai perlindungan minimum.

Bukti Pekerjaan atau Aktivitas

Dokumen pendukung dapat berupa surat keterangan kerja, surat izin cuti, dokumen usaha, atau surat keterangan mahasiswa.

Dokumen Pendukung Tambahan

Kedutaan dapat meminta dokumen lain sesuai kondisi pemohon, misalnya akta kelahiran anak, surat sponsor, bukti hubungan keluarga, atau dokumen perjalanan sebelumnya.

Seluruh dokumen harus di siapkan sesuai daftar persyaratan resmi negara tempat pengajuan.

Baca Juga : Wawancara Visa Schengen dan Tips Menjawab Petugas

Cara Menentukan Kedutaan Negara untuk Mengajukan Visa Schengen

Pemohon tidak bebas memilih kedutaan hanya karena negara tersebut memiliki jadwal pendaftaran yang lebih cepat.

Aturan pengajuan mengikuti negara tujuan utama perjalanan.

Jika hanya mengunjungi satu negara Schengen, permohonan di ajukan melalui perwakilan negara tersebut.

Jika mengunjungi beberapa negara, permohonan di ajukan ke negara tempat pemohon akan menghabiskan waktu paling lama.

Apabila lama tinggal di beberapa negara sama, permohonan di ajukan melalui negara yang menjadi tujuan pertama.

Contohnya, seseorang berencana mengunjungi Prancis selama lima hari, Italia selama delapan hari, dan Jerman selama empat hari. Dalam situasi ini, Italia menjadi negara tujuan utama karena memiliki durasi kunjungan paling lama.

Pemohon perlu mengikuti ketentuan wilayah kerja kedutaan atau konsulat yang menangani tempat tinggalnya. Di Indonesia, beberapa negara menggunakan penyedia layanan eksternal seperti VFS Global untuk menerima dokumen dan mengatur proses administrasi. Maka, Keputusan visa tetap berada pada perwakilan negara yang berwenang.

Baca Juga : Bukti Keuangan untuk Visa Schengen

Biaya Visa Schengen dan Biaya Tambahan Pengajuan

Biaya Visa Schengen terdiri dari biaya visa resmi dan kemungkinan biaya layanan tambahan.

Berdasarkan tarif umum Uni Eropa yang berlaku pada 2026, biaya permohonan Visa Schengen jangka pendek adalah:

  • Dewasa: €90.
  • Anak usia 6 sampai 12 tahun: €45.
  • Anak di bawah 6 tahun: umumnya bebas biaya visa.

Biaya tersebut merupakan biaya permohonan resmi dan dapat memiliki pengecualian untuk kategori pemohon tertentu sesuai ketentuan.

Selain biaya visa, pemohon mungkin perlu membayar biaya layanan pusat aplikasi visa. Besarnya berbeda menurut negara tujuan, penyedia layanan, dan lokasi pengajuan.

Biaya tambahan lain yang perlu di perhitungkan antara lain:

  • Asuransi perjalanan.
  • Penerjemahan dokumen jika di perlukan.
  • Pengiriman paspor.
  • Fotokopi dan pencetakan dokumen.
  • Transportasi menuju pusat aplikasi.
  • Jasa konsultasi atau bantuan pengurusan visa jika menggunakan penyedia jasa.

Perlu di ingat bahwa biaya permohonan visa dan biaya layanan umumnya tidak di kembalikan apabila visa di tolak. Karena itu, pemohon sebaiknya memastikan kelengkapan dokumen sebelum membayar.

Baca Juga : Asuransi Perjalanan Visa Schengen

Cara Mengajukan Visa Schengen dari Indonesia

Pengajuan Visa Schengen perlu di lakukan secara bertahap. Setiap negara dapat memiliki sistem pendaftaran dan pusat aplikasi yang berbeda, tetapi alur umumnya sebagai berikut.

Menentukan Negara Tujuan Utama

Tentukan negara yang akan menjadi tujuan utama berdasarkan durasi kunjungan atau tujuan perjalanan.

Memeriksa Persyaratan Kedutaan

Buka situs resmi kedutaan atau pusat aplikasi negara tujuan. Periksa jenis visa, daftar dokumen, biaya, lokasi pengajuan, dan prosedur pendaftaran.

Mengisi Formulir Permohonan

Isi formulir dengan data yang benar dan konsisten. Periksa kembali nama, nomor paspor, tanggal perjalanan, alamat, pekerjaan, serta tujuan kunjungan.

Membuat Janji Temu

Jika negara tujuan menggunakan pusat aplikasi visa, pemohon perlu membuat janji temu sesuai sistem yang di tetapkan. Jangan menggunakan jadwal atau tautan pendaftaran yang tidak dapat di pastikan keasliannya.

Menyiapkan Dokumen

Susun dokumen utama dan pendukung sesuai urutan yang di minta. Pastikan dokumen asli dan salinan tersedia jika di persyaratkan.

Datang ke Pusat Aplikasi Visa

Pemohon datang sesuai jadwal dengan membawa dokumen. Pada tahap ini, petugas dapat memeriksa kelengkapan, mengambil foto, dan merekam sidik jari.

Membayar Biaya Permohonan

Pembayaran di lakukan sesuai metode yang di tetapkan pusat aplikasi atau perwakilan negara tujuan.

Menunggu Keputusan

Setelah dokumen di terima, permohonan akan di proses oleh perwakilan negara yang berwenang. Pemohon dapat memantau status melalui fasilitas yang di sediakan.

Baca Juga : Itinerary dan Tiket Pesawat, Booking Hotel untuk Pengajuan Visa Schengen

Aturan Wawancara dan Pengambilan Biometrik Visa Schengen

Tidak semua pemohon selalu menjalani wawancara formal. Namun, pemohon dapat di minta memberikan penjelasan tambahan mengenai tujuan perjalanan, kondisi pekerjaan, sumber dana, atau rencana kunjungan.

Pengambilan biometrik umumnya meliputi foto wajah dan sidik jari. Terdapat pengecualian tertentu, misalnya untuk anak di bawah usia yang di tentukan atau kategori pemohon yang memenuhi ketentuan khusus.

Jika di minta wawancara, jawablah pertanyaan secara jujur dan sesuai dokumen. Beberapa hal yang mungkin di tanyakan meliputi:

  • Apa tujuan perjalanan ke Eropa?
  • Negara mana saja yang akan di kunjungi?
  • Berapa lama akan tinggal?
  • Siapa yang membiayai perjalanan?
  • Di mana akan menginap?
  • Apa pekerjaan saat ini?
  • Kapan akan kembali ke Indonesia?

Pemohon tidak perlu memberikan jawaban yang di buat-buat. Informasi yang di sampaikan harus sesuai dengan rencana perjalanan dan dokumen yang di ajukan.

Baca Juga : Penyebab Visa Schengen Ditolak dan Cara Mengajukan Ulang

Bukti Keuangan untuk Pengajuan Visa Schengen

Bukti keuangan menjadi salah satu bagian penting dalam penilaian permohonan. Dokumen ini di gunakan untuk menunjukkan bahwa pemohon memiliki kemampuan membiayai perjalanan, termasuk akomodasi, transportasi, kebutuhan sehari-hari, dan biaya kepulangan.

Dokumen yang dapat di gunakan antara lain:

  • Rekening koran beberapa bulan terakhir.
  • Surat referensi bank.
  • Slip gaji.
  • Surat keterangan kerja.
  • Bukti kepemilikan usaha.
  • Dokumen penghasilan lainnya.
  • Surat sponsor dan bukti keuangan sponsor jika perjalanan di biayai pihak lain.

Tidak terdapat satu angka saldo minimum yang berlaku seragam untuk seluruh negara Schengen. Setiap negara dapat menerapkan acuan kecukupan dana yang berbeda. Penilaian juga dapat mempertimbangkan durasi perjalanan, biaya akomodasi, tujuan kunjungan, dan kondisi pemohon.

Hal yang perlu di perhatikan adalah kesesuaian antara penghasilan, saldo, dan rencana pengeluaran. Rekening yang menunjukkan transaksi tidak wajar atau dana masuk dalam jumlah besar tanpa penjelasan dapat menimbulkan pertanyaan tambahan.

Baca Juga : Layanan Bantuan Pengajuan Visa Schengen dan Konsultasi

Aturan Asuransi Perjalanan Visa Schengen

Asuransi perjalanan merupakan salah satu persyaratan utama Visa Schengen. Pemohon harus memiliki perlindungan medis yang memenuhi ketentuan untuk seluruh wilayah Schengen dan mencakup periode perjalanan yang di ajukan.

Secara umum, asuransi harus memiliki nilai pertanggungan minimal €30.000 dan mencakup biaya perawatan medis darurat, perawatan rumah sakit, serta repatriasi medis, termasuk dalam keadaan meninggal dunia.

Sebelum membeli polis, periksa beberapa hal berikut:

  • Wilayah perlindungan mencakup seluruh negara Schengen.
  • Masa perlindungan sesuai tanggal perjalanan.
  • Nilai pertanggungan memenuhi batas minimum.
  • Perlindungan mencakup kondisi darurat medis.
  • Polis dapat di buktikan melalui dokumen resmi perusahaan asuransi.

Jangan hanya memilih asuransi berdasarkan harga murah. Pastikan polis benar-benar memenuhi persyaratan negara tujuan.

Itinerary, Tiket Pesawat, dan Booking Hotel

Rencana perjalanan atau itinerary di gunakan untuk menjelaskan kegiatan selama berada di Eropa. Dokumen ini sebaiknya di susun secara masuk akal dan sesuai dengan tujuan perjalanan.

Itinerary dapat memuat tanggal kedatangan, kota yang di kunjungi, kegiatan harian, perpindahan antarnegara, serta tanggal kepulangan.

Dokumen akomodasi dapat berupa reservasi hotel atau surat undangan dari keluarga maupun teman yang menyediakan tempat tinggal.

Untuk tiket pesawat, pemohon perlu mengikuti ketentuan kedutaan mengenai bukti perjalanan. Jangan langsung membeli tiket yang tidak dapat di kembalikan sebelum memahami risiko dan prosedur permohonan. Gunakan bukti reservasi yang sah dan dapat di verifikasi apabila di perbolehkan oleh ketentuan negara tujuan.

Hal yang paling penting adalah seluruh informasi harus konsisten. Tanggal pada formulir, itinerary, reservasi hotel, asuransi, dan bukti perjalanan tidak boleh saling bertentangan.

Berapa Lama Proses Pengajuan Visa Schengen?

Waktu pemrosesan normal Visa Schengen umumnya sekitar 15 hari kalender setelah permohonan di terima oleh otoritas yang berwenang.

Namun, proses dapat di perpanjang hingga 45 hari kalender apabila di perlukan pemeriksaan lebih lanjut atau pemohon di minta menyerahkan dokumen tambahan.

Waktu tersebut belum tentu mencakup masa tunggu untuk mendapatkan jadwal janji temu. Pada periode ramai, ketersediaan jadwal dapat menjadi faktor yang membuat keseluruhan proses lebih lama.

Uni Eropa memperbolehkan pengajuan paling awal enam bulan sebelum tanggal perjalanan dan mengharuskan permohonan di serahkan setidaknya 15 hari sebelum perjalanan yang di rencanakan. Untuk menghindari risiko keterlambatan, sebaiknya pemohon memulai persiapan jauh lebih awal.

Penyebab Visa Schengen Di tolak

Visa Schengen dapat ditolak apabila petugas menilai persyaratan atau bukti yang di berikan belum memenuhi ketentuan.

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan penolakan antara lain:

  • Tujuan perjalanan tidak jelas.
  • Dokumen tidak lengkap.
  • Bukti keuangan tidak memadai.
  • Informasi formulir tidak sesuai dengan dokumen.
  • Rencana perjalanan tidak meyakinkan.
  • Bukti akomodasi tidak dapat diverifikasi.
  • Asuransi tidak memenuhi ketentuan.
  • Terdapat keraguan mengenai rencana kepulangan.
  • Informasi yang diberikan tidak konsisten.
  • Terdapat masalah terkait dokumen perjalanan atau ketentuan keamanan.

Penolakan bukan berarti seseorang tidak akan pernah memperoleh Visa Schengen. Pemohon dapat mempelajari alasan penolakan yang diberikan, memperbaiki kekurangan, dan mengajukan permohonan kembali sesuai prosedur.

Jika tersedia hak untuk mengajukan banding, ikuti petunjuk dan batas waktu yang tercantum dalam pemberitahuan penolakan.

Tips Agar Pengajuan Visa Schengen Lebih Terarah

Persiapan yang baik dapat membantu mengurangi kesalahan administrasi. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

Periksa persyaratan resmi. Jangan hanya mengandalkan informasi dari media sosial atau pengalaman pemohon lain. Ketentuan dapat berbeda antarnegara dan berubah sewaktu-waktu.

Tentukan negara pengajuan dengan benar. Ajukan melalui negara tujuan utama sesuai aturan Schengen.

Pastikan dokumen konsisten. Nama, tanggal perjalanan, tujuan, pekerjaan, dan informasi keuangan harus sesuai.

Susun itinerary yang realistis. Hindari rencana perjalanan yang terlalu padat atau tidak sesuai dengan durasi kunjungan.

Siapkan bukti keuangan yang wajar. Pastikan sumber dana dapat dijelaskan dan sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Ajukan lebih awal. Jangan menunggu sampai mendekati tanggal keberangkatan.

Simpan salinan dokumen. Buat salinan digital dan cetak dari dokumen yang telah diserahkan.

Apakah Mengurus Visa Schengen Bisa Menggunakan Jasa Pengurusan?

Pemohon dapat menggunakan jasa konsultasi atau bantuan pengurusan Visa Schengen apabila membutuhkan pendampingan dalam menyiapkan dokumen dan memahami tahapan administrasi.

Bantuan yang mungkin diberikan meliputi pemeriksaan persyaratan, pengecekan formulir, penyusunan dokumen pendukung, konsultasi itinerary, serta panduan pendaftaran dan janji temu.

Namun, penggunaan jasa pengurusan tidak menjamin visa akan disetujui. Maka, Keputusan tetap berada pada kedutaan atau perwakilan negara Schengen yang berwenang.

Pemohon juga tetap bertanggung jawab atas kebenaran data dan dokumen yang diserahkan. Maka, Pilih penyedia jasa yang transparan mengenai biaya, ruang lingkup layanan, serta proses yang dilakukan.

Persyaratan utama mencakup paspor, formulir permohonan, foto, bukti tujuan perjalanan, bukti akomodasi, bukti keuangan, serta asuransi perjalanan dengan perlindungan sesuai ketentuan. Maka, Pemohon juga perlu menentukan kedutaan negara tujuan utama, membuat janji temu jika diperlukan, dan mengikuti proses biometrik.

Biaya visa resmi untuk pemohon dewasa pada 2026 adalah €90, sedangkan anak usia 6 sampai 12 tahun dikenai €45. Biaya layanan pusat aplikasi dan pengeluaran tambahan lainnya dapat berbeda.

Agar proses lebih terarah, persiapkan dokumen secara lengkap, pastikan seluruh informasi konsisten, dan ajukan permohonan jauh sebelum jadwal keberangkatan. Maka, Jika membutuhkan bantuan, jasa pengurusan dapat digunakan untuk pendampingan administrasi, tetapi tidak dapat menjamin persetujuan visa.

Konsultasikan Visa Schengen Anda sekarang.

Avatar photo
Yuni
Konsultasi Gratis Balas cepat via WhatsApp