Syarat Kerja di Kapal dan Dokumen yang Harus Disiapkan

Nisa

Syarat Kerja di Kapal dan Dokumen yang Harus Disiapkan
Direktur Utama Jangkar Groups

Bekerja di kapal menjadi salah satu pilihan karier yang menarik bagi masyarakat Indonesia. Selain menawarkan pengalaman bekerja di lingkungan internasional, pekerjaan ini juga membuka peluang untuk memperoleh penghasilan yang kompetitif, terutama bagi pelaut yang memiliki keterampilan dan sertifikasi sesuai bidangnya. Namun, sebelum melamar pekerjaan di kapal, calon pelaut perlu memahami persyaratan, dokumen, serta prosedur yang harus di penuhi.

Pada dasarnya, syarat kerja di kapal berbeda-beda bergantung pada jenis kapal, posisi pekerjaan, perusahaan pelayaran, dan negara tempat kapal beroperasi. Sebagai contoh, persyaratan untuk bekerja di kapal niaga dapat berbeda dari persyaratan untuk bekerja di kapal pesiar atau kapal perikanan. Oleh karena itu, calon pelaut perlu mempersiapkan dokumen secara cermat agar proses perekrutan berjalan lancar.

Selain melengkapi dokumen pribadi, calon pelaut juga perlu memenuhi persyaratan kesehatan, kompetensi, dan keselamatan kerja. Dengan persiapan yang tepat, peluang untuk di terima bekerja di perusahaan pelayaran dapat meningkat.

Baca Juga : Proses Rekrutmen Pelaut Syarat, Tahapan, Cara Melamar

Apa Saja Syarat Kerja di Kapal?

Sebelum mengajukan lamaran, calon pelaut sebaiknya memahami persyaratan dasar yang biasanya di minta oleh perusahaan pelayaran. Meskipun setiap perusahaan memiliki kebijakan tersendiri, terdapat beberapa ketentuan umum yang perlu di perhatikan.

1. Memenuhi Persyaratan Usia

Persyaratan usia bergantung pada jabatan, jenis kapal, serta aturan ketenagakerjaan dan pelayaran yang berlaku. Beberapa posisi memiliki ketentuan usia minimum tertentu, sedangkan posisi lainnya dapat mensyaratkan pengalaman kerja atau kualifikasi khusus.

Oleh sebab itu, calon pelaut perlu memeriksa informasi lowongan secara menyeluruh sebelum mengirimkan lamaran. Pastikan usia dan kualifikasi pribadi sesuai dengan ketentuan yang tercantum.

2. Memiliki Kondisi Kesehatan yang Baik

Kesehatan merupakan salah satu aspek penting dalam pekerjaan di kapal. Pasalnya, pelaut harus mampu menjalankan tugas dalam lingkungan kerja yang memiliki risiko keselamatan tertentu, termasuk cuaca buruk, jam kerja bergilir, dan keterbatasan akses terhadap fasilitas medis.

Karena itu, calon pelaut umumnya perlu menjalani pemeriksaan kesehatan atau medical check-up melalui fasilitas dan tenaga medis yang memenuhi ketentuan. Pemeriksaan tersebut dapat mencakup kondisi fisik, penglihatan, pendengaran, serta aspek kesehatan lain yang relevan dengan pekerjaan.

Hasil pemeriksaan harus memenuhi standar kesehatan pelaut yang berlaku untuk jabatan dan jenis pelayaran yang di tuju.

3. Memiliki Sertifikat Pelatihan dan Kompetensi

Selanjutnya, calon pelaut perlu menyiapkan sertifikat kompetensi atau sertifikat keterampilan sesuai posisi yang di lamar. Persyaratan ini bertujuan memastikan bahwa setiap awak kapal memiliki kemampuan untuk menjalankan tugasnya secara aman dan profesional.

Sebagai contoh, posisi tertentu membutuhkan sertifikat keahlian pelaut, sedangkan awak kapal pada fungsi lain mungkin memerlukan sertifikat keterampilan keselamatan dasar. Persyaratan tersebut juga dapat berbeda berdasarkan ketentuan nasional dan standar internasional yang berlaku.

Dengan demikian, calon pelaut perlu memastikan bahwa sertifikat yang di miliki masih berlaku dan sesuai dengan jabatan yang di tuju.

Baca Juga : Cara Melamar Kerja di Kapal Panduan untuk Pelaut Pemula

4. Memiliki Pendidikan yang Sesuai

Latar belakang pendidikan dapat memengaruhi peluang seseorang untuk bekerja di kapal. Untuk posisi perwira, misalnya, perusahaan biasanya mensyaratkan pendidikan dan kualifikasi pelayaran yang relevan. Sementara itu, beberapa posisi pelayanan di kapal pesiar dapat menerima lulusan dari bidang perhotelan, tata boga, pariwisata, atau bidang terkait.

Meskipun demikian, persyaratan pendidikan tidak selalu sama untuk semua jabatan. Oleh karena itu, calon pelaut sebaiknya menyesuaikan pendidikan dan pengalaman dengan kebutuhan perusahaan.

5. Menguasai Keterampilan yang Di butuhkan

Selain pendidikan formal, keterampilan kerja juga menjadi pertimbangan dalam proses seleksi. Kemampuan komunikasi, disiplin, kerja sama tim, dan pemahaman prosedur keselamatan sangat berguna selama bertugas di kapal.

Khusus untuk kapal internasional, kemampuan bahasa Inggris dapat menjadi persyaratan penting. Hal ini karena awak kapal perlu memahami instruksi kerja, berkomunikasi dengan rekan dari berbagai negara, serta mengikuti prosedur keselamatan yang menggunakan bahasa internasional.

Dokumen yang Harus Di siapkan untuk Kerja di Kapal

Dokumen yang Harus Di siapkan untuk Kerja di Kapal

Setelah memahami persyaratan dasarnya, calon pelaut perlu mengumpulkan dokumen yang di butuhkan untuk proses perekrutan dan administrasi pelayaran. Kelengkapan dokumen dapat membantu perusahaan memeriksa identitas, kualifikasi, dan kelayakan calon awak kapal.

Berikut dokumen yang umumnya perlu di persiapkan.

1. Kartu Tanda Penduduk (KTP)

KTP menjadi dokumen identitas utama bagi warga negara Indonesia. Perusahaan dapat menggunakan dokumen ini untuk memeriksa kesesuaian data pribadi dengan berkas lamaran dan dokumen lainnya.

Pastikan nama, tanggal lahir, serta informasi identitas lain tercantum secara benar. Jika terdapat perbedaan data, selesaikan pembaruannya melalui instansi yang berwenang sebelum proses administrasi berlanjut.

Baca Juga : Cara Mencari Lowongan Kerja Pelaut yang Terpercaya

2. Kartu Keluarga (KK)

Kartu Keluarga dapat diminta untuk melengkapi administrasi perekrutan atau pencatatan data pribadi. Namun, dokumen ini tidak selalu menjadi persyaratan wajib bagi setiap perusahaan pelayaran.

Oleh karena itu, calon pelaut sebaiknya menyiapkan salinan KK dan memastikan apakah perusahaan membutuhkan dokumen tersebut dalam proses pendaftaran.

3. Paspor yang Masih Berlaku

Paspor sangat penting bagi pelaut yang akan bekerja di kapal internasional atau menjalankan pelayaran lintas negara. Dokumen ini berfungsi sebagai identitas perjalanan ketika memasuki wilayah negara lain sesuai ketentuan imigrasi.

Sebelum mengajukan lamaran, periksa masa berlaku paspor dan pastikan data di dalamnya sesuai dengan dokumen identitas. Selain itu, tanyakan kepada perusahaan apakah terdapat ketentuan khusus mengenai masa berlaku paspor sebelum keberangkatan.

Perlu diketahui bahwa kebutuhan paspor dapat berbeda menurut rute pelayaran dan kebijakan perusahaan.

4. Buku Pelaut

Buku Pelaut merupakan dokumen penting dalam administrasi kepelautan Indonesia. Dokumen ini memuat informasi identitas pelaut dan catatan tertentu yang berkaitan dengan kegiatan pelayaran sesuai ketentuan yang berlaku.

Bagi calon pelaut yang akan bekerja pada kapal dengan persyaratan administrasi kepelautan tertentu, Buku Pelaut dapat menjadi salah satu dokumen yang harus di siapkan. Pengurusan dan penerbitannya perlu mengikuti prosedur resmi yang di tetapkan oleh instansi berwenang.

Sebelum mengajukan permohonan, periksa kesesuaian data dan masa berlaku dokumen apabila ketentuan yang berlaku menetapkan batas masa berlaku atau kebutuhan pembaruan.

Baca Juga : Tahapan Seleksi Pelaut oleh Manning Agency, Perusahaan Kapal

5. Sertifikat Keahlian dan Keterampilan Pelaut

Sertifikat keahlian dan keterampilan menjadi bukti bahwa pelaut telah memenuhi kualifikasi untuk menjalankan fungsi tertentu di kapal. Jenis sertifikat yang di perlukan bergantung pada jabatan, tanggung jawab, dan jenis kapal.

Beberapa sertifikat yang mungkin di perlukan antara lain:

  • Sertifikat keahlian pelaut sesuai jabatan.
  • Sertifikat keterampilan keselamatan dasar atau Basic Safety Training (BST).
  • Sertifikat pelatihan keselamatan lain sesuai tugas di kapal.
  • Sertifikat tambahan yang di wajibkan untuk jenis kapal atau fungsi tertentu.

Namun, tidak semua pelaut membutuhkan jenis sertifikat yang sama. Karena itu, periksa daftar persyaratan jabatan dan pastikan sertifikat diterbitkan atau di akui oleh pihak yang berwenang.

6. Sertifikat Kesehatan Pelaut

Sertifikat kesehatan pelaut menunjukkan bahwa seseorang telah menjalani pemeriksaan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku. Perusahaan pelayaran dapat meminta dokumen ini sebelum menyelesaikan proses perekrutan atau sebelum pelaut naik kapal.

Agar tidak terjadi kendala, lakukan pemeriksaan di fasilitas yang memenuhi persyaratan untuk pemeriksaan kesehatan pelaut. Selain itu, pastikan sertifikat masih berlaku pada saat di butuhkan.

Baca Juga : Tips Wawancara Kerja Pelaut dan Pertanyaan yang Sering Diajukan

7. Curriculum Vitae (CV) dan Surat Lamaran Kerja

CV dan surat lamaran membantu perusahaan memahami latar belakang pendidikan, pengalaman, keterampilan, serta posisi yang ingin di lamar. Dokumen tersebut sebaiknya di susun secara ringkas, jelas, dan sesuai dengan pekerjaan yang di tuju.

Cantumkan pengalaman berlayar jika tersedia, sertifikat yang di miliki, kemampuan bahasa, dan informasi kontak yang aktif. Apabila belum memiliki pengalaman kerja di kapal, jelaskan pendidikan, pelatihan, atau keterampilan yang relevan.

8. Ijazah dan Transkrip Nilai

Ijazah dan transkrip nilai dapat di gunakan untuk membuktikan latar belakang pendidikan calon pelaut. Dokumen ini biasanya relevan untuk posisi yang membutuhkan pendidikan atau pelatihan khusus.

Pastikan salinan dokumen dapat di baca dengan jelas. Jika perusahaan meminta dokumen yang telah di legalisasi atau di terjemahkan, ikuti petunjuk administrasi yang diberikan.

9. Pas Foto

Pas foto dapat di perlukan untuk pembuatan berkas lamaran, kartu identitas kerja, atau administrasi pelaut. Siapkan foto terbaru dengan format yang sesuai dengan permintaan perusahaan.

Meskipun terlihat sederhana, ketidaksesuaian ukuran atau format foto dapat menyebabkan calon pelaut perlu melengkapi berkas kembali.

Baca Juga : Persiapan Dokumen Pelaut Sebelum Mengikuti Rekrutmen

10. Visa atau Dokumen Izin Kerja Jika Di perlukan

Pelaut yang bekerja pada kapal internasional mungkin memerlukan visa, izin kerja, atau dokumen perjalanan tambahan, bergantung pada negara tujuan, jenis pekerjaan, status awak kapal, dan aturan yang berlaku.

Namun, tidak semua pelaut memerlukan jenis visa yang sama. Oleh sebab itu, calon pelaut sebaiknya meminta arahan dari perusahaan pelayaran mengenai dokumen imigrasi yang sesuai dengan rute dan status pekerjaannya.

Jangan mengajukan visa berdasarkan asumsi semata. Pastikan jenis dokumen yang di perlukan melalui perusahaan, perwakilan diplomatik, atau otoritas imigrasi yang berwenang.

Perbedaan Syarat Kerja di Kapal Niaga, Kapal Pesiar, dan Kapal Perikanan

Persyaratan kerja di kapal tidak sepenuhnya sama karena setiap jenis kapal memiliki kegiatan operasional yang berbeda. Oleh karena itu, penting bagi calon pelaut untuk mengenali karakteristik pekerjaan sebelum memilih lowongan.

1. Syarat Kerja di Kapal Niaga

Kapal niaga digunakan untuk mengangkut barang atau muatan antarpelabuhan. Awak kapal biasanya terdiri atas bagian dek, mesin, dan fungsi pendukung lainnya.

Untuk posisi tertentu, calon pelaut perlu memiliki sertifikat kompetensi, keterampilan keselamatan, dokumen kepelautan, dan kesehatan yang sesuai. Selain itu, perusahaan dapat meminta pengalaman berlayar untuk jabatan dengan tanggung jawab lebih besar.

2. Syarat Kerja di Kapal Pesiar

Kapal pesiar menawarkan pekerjaan di bidang pelayaran maupun pelayanan penumpang. Posisi yang tersedia dapat mencakup bagian dek, mesin, restoran, dapur, kebersihan, perhotelan, dan layanan tamu.

Selain dokumen perjalanan dan kesehatan, calon pekerja pada bagian pelayanan umumnya perlu menunjukkan keterampilan sesuai jabatan. Kemampuan bahasa Inggris juga sering menjadi nilai tambah atau persyaratan utama untuk posisi tertentu.

Di samping itu, calon pekerja perlu memeriksa kontrak kerja, ketentuan visa, biaya perekrutan, dan kebijakan perusahaan sebelum menerima tawaran.

Baca Juga : Medical Check-Up Pelaut dalam Proses Rekrutmen Kerja

3. Syarat Kerja di Kapal Perikanan

Kapal perikanan memiliki kegiatan yang berkaitan dengan penangkapan atau pengolahan hasil laut. Persyaratan kerja dapat berbeda menurut ukuran kapal, wilayah operasi, jenis pekerjaan, dan aturan negara tempat kapal beroperasi.

Calon pekerja perlu memperhatikan aspek kesehatan, keselamatan kerja, pelatihan yang diwajibkan, serta dokumen identitas dan kepelautan yang relevan. Jika bekerja pada kapal berbendera asing, pastikan pula status perekrutan dan perlindungan kerja sesuai ketentuan yang berlaku.

Bagaimana Cara Melamar Kerja di Kapal?

Setelah seluruh dokumen siap, calon pelaut dapat mulai mengikuti proses perekrutan. Agar lebih terarah, lakukan langkah-langkah berikut.

1. Cari Lowongan dari Sumber Tepercaya

Pertama, cari lowongan melalui perusahaan pelayaran, kanal perekrutan resmi, atau perusahaan keagenan awak kapal yang memiliki perizinan sesuai ketentuan. Periksa nama perusahaan, alamat kantor, informasi kontak, dan identitas pihak yang bertanggung jawab atas perekrutan.

Jangan langsung percaya pada tawaran yang menjanjikan keberangkatan cepat tanpa proses seleksi yang jelas.

2. Periksa Persyaratan Jabatan

Selanjutnya, baca informasi lowongan secara teliti. Perhatikan pendidikan, pengalaman, sertifikat, kemampuan bahasa, dan dokumen yang diminta.

Dengan memeriksa persyaratan sejak awal, calon pelaut dapat menilai apakah kualifikasinya sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Baca Juga : Kontrak Kerja Pelaut Gaji, Hak, dan Hal yang Harus Diperiksa

3. Siapkan Berkas Lamaran

Kumpulkan CV, surat lamaran, identitas, ijazah, sertifikat, serta dokumen kepelautan yang relevan. Pastikan berkas tersusun rapi dan informasi di dalamnya konsisten.

Jika perusahaan menerima pendaftaran secara daring, gunakan salinan digital yang jelas dan ikuti format pengiriman yang ditentukan.

4. Ikuti Seleksi dan Pemeriksaan Kesehatan

Proses seleksi dapat mencakup pemeriksaan dokumen, wawancara, tes keterampilan, tes bahasa, atau pemeriksaan kesehatan. Tahapan tersebut bergantung pada jabatan dan kebijakan perusahaan.

Karena itu, persiapkan diri dengan memahami tugas pekerjaan dan ketentuan keselamatan yang berkaitan dengan posisi yang dilamar.

5. Periksa Kontrak Sebelum Berangkat

Jika dinyatakan lolos, baca kontrak kerja dengan cermat. Periksa jabatan, gaji, masa kontrak, jam kerja, hak cuti, asuransi atau perlindungan yang berlaku, biaya perjalanan, serta ketentuan pemutusan kontrak.

Selain itu, pastikan dokumen perjalanan dan kepelautan telah memenuhi persyaratan sebelum keberangkatan. Jangan menandatangani dokumen yang belum dipahami atau menyerahkan uang tanpa penjelasan dan bukti pembayaran yang jelas.

Baca Juga : Penyebab Gagal Rekrutmen Pelaut, Cara Mengantisipasinya

Berapa Biaya Mengurus Dokumen untuk Kerja di Kapal?

Biaya persiapan kerja di kapal bergantung pada dokumen yang belum dimiliki, jenis pelatihan, pemeriksaan kesehatan, penerbitan dokumen perjalanan, dan kebutuhan administratif lainnya.

Sebagai contoh, calon pelaut yang belum memiliki paspor atau sertifikat pelatihan tertentu mungkin perlu mengalokasikan biaya tambahan. Sementara itu, pelaut yang telah memiliki dokumen lengkap dapat menghadapi kebutuhan biaya yang berbeda.

Untuk memperoleh perkiraan biaya yang akurat, periksa tarif resmi masing-masing layanan dan mintalah rincian tertulis dari perusahaan atau lembaga pelatihan. Pastikan pula apakah biaya tertentu menjadi tanggungan calon pekerja atau perusahaan sesuai kontrak dan aturan yang berlaku.

Hindari membayar biaya perekrutan yang tidak jelas. Jika ada pihak yang meminta uang dengan janji pasti diterima bekerja, periksa legalitas dan kebenaran tawaran tersebut terlebih dahulu.

Baca Juga : Persiapan Sebelum Naik Kapal Setelah Lolos Rekrutmen

Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Mempersiapkan Kerja di Kapal

Beberapa kesalahan administrasi dapat menghambat proses perekrutan. Oleh karena itu, calon pelaut sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut:

  • Mengirim lamaran tanpa membaca persyaratan jabatan.
  • Membiarkan sertifikat atau dokumen penting kedaluwarsa.
  • Menggunakan data yang tidak konsisten pada dokumen.
  • Mengabaikan pemeriksaan kesehatan yang diwajibkan.
  • Mengikuti perekrutan tanpa memeriksa legalitas perusahaan.
  • Membayar biaya yang tidak disertai rincian dan bukti pembayaran.
  • Menandatangani kontrak tanpa memahami hak dan kewajiban.
  • Berangkat sebelum memastikan dokumen perjalanan dan kepelautan telah sesuai.

Dengan menghindari kesalahan tersebut, calon pelaut dapat mempersiapkan diri secara lebih matang dan mengurangi risiko kendala administrasi.

Meskipun demikian, persyaratan setiap lowongan dapat berbeda berdasarkan jenis kapal, jabatan, perusahaan pelayaran, dan negara tujuan. Oleh sebab itu, periksa ketentuan resmi sebelum mengajukan lamaran atau membayar biaya administrasi. Pada akhirnya, persiapan dokumen yang lengkap, pemilihan perusahaan yang tepercaya, serta pemahaman terhadap kontrak kerja menjadi langkah penting untuk memulai karier di dunia pelayaran secara aman dan profesional.

Konsultasi Pelaut Sekarang!

Avatar photo
Nisa