Perbedaan Penyetaraan Ijazah dan Terjemahan Ijazah untuk Kuliah penting di pahami oleh calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri. Banyak orang menganggap penyetaraan dan terjemahan ijazah sebagai proses yang sama karena keduanya berkaitan dengan dokumen pendidikan. Padahal, keduanya mempunyai tujuan, prosedur, dan hasil yang berbeda. Karena itu, memahami perbedaannya sejak awal dapat membantu calon mahasiswa menentukan dokumen apa saja yang perlu di siapkan sebelum melakukan pendaftaran kuliah.
Selain itu, kesalahan dalam memahami kedua proses tersebut dapat menimbulkan masalah administratif. Misalnya, calon mahasiswa sudah menerjemahkan ijazah, tetapi universitas ternyata meminta evaluasi kredensial. Sebaliknya, seseorang dapat mengurus penyetaraan ketika universitas sebenarnya hanya meminta terjemahan resmi. Oleh sebab itu, informasi yang tepat menjadi langkah awal yang penting.
Baca Juga : Cara Penyetaraan Ijazah untuk Kuliah ke Luar Negeri
Apa Itu Penyetaraan Ijazah?
Penyetaraan ijazah merupakan proses untuk menilai atau menentukan kesesuaian suatu kualifikasi pendidikan dengan sistem pendidikan tertentu. Dalam konteks pendidikan internasional, proses ini membantu universitas atau lembaga terkait memahami jenjang pendidikan yang di peroleh seseorang di negara asal.
Sebagai contoh, calon mahasiswa Indonesia memiliki ijazah dari institusi pendidikan di Indonesia dan ingin mendaftar ke universitas di negara lain. Pihak universitas mungkin perlu mengetahui bagaimana kualifikasi tersebut di bandingkan dengan sistem pendidikan mereka.
Karena itu, proses penyetaraan atau evaluasi kredensial dapat melibatkan pemeriksaan ijazah, transkrip nilai, institusi penerbit, jenjang pendidikan, serta informasi akademik lainnya.
Namun, tidak semua universitas meminta proses penyetaraan. Beberapa kampus dapat melakukan pemeriksaan dokumen secara internal, sedangkan kampus lain dapat meminta laporan evaluasi dari lembaga tertentu.
Baca Juga : Apakah Ijazah SMA Harus Disetarakan untuk Kuliah Luar Negeri?
Apa Itu Terjemahan Ijazah?
Sementara itu, terjemahan ijazah merupakan proses mengubah isi dokumen dari bahasa asli ke bahasa yang di minta oleh universitas atau lembaga tujuan. Tujuannya adalah membuat informasi pada dokumen dapat di pahami oleh pihak yang memeriksanya.
Misalnya, ijazah dan transkrip mahasiswa Indonesia menggunakan bahasa Indonesia. Jika universitas tujuan meminta dokumen dalam bahasa Inggris, calon mahasiswa mungkin perlu menyediakan terjemahan bahasa Inggris sesuai standar kampus.
Dengan demikian, terjemahan tidak menentukan apakah suatu ijazah setara dengan jenjang pendidikan tertentu. Terjemahan hanya menyampaikan isi dokumen dalam bahasa lain dengan tetap mempertahankan informasi penting dari dokumen aslinya.
Selain itu, universitas dapat mempunyai ketentuan berbeda mengenai siapa yang boleh menerjemahkan dokumen. Ada institusi yang meminta certified translation atau terjemahan dari penerjemah yang memenuhi standar tertentu.
Baca Juga : Syarat Penyetaraan Ijazah untuk Mendaftar Universitas Luar Negeri
Perbedaan Utama Penyetaraan dan Terjemahan Ijazah
Perbedaan paling mendasar terletak pada tujuan masing-masing.
Penyetaraan ijazah berfokus pada kualifikasi pendidikan, sedangkan terjemahan ijazah berfokus pada bahasa dokumen.
Dengan kata lain, penyetaraan menjawab pertanyaan seperti: “Kualifikasi pendidikan ini setara dengan jenjang apa dalam sistem pendidikan yang di gunakan?” Sementara itu, terjemahan menjawab kebutuhan: “Bagaimana isi ijazah ini dapat dipahami oleh pihak yang menggunakan bahasa berbeda?”
Selain itu, hasil keduanya juga berbeda. Penyetaraan atau evaluasi dapat menghasilkan laporan atau penilaian kredensial. Sebaliknya, terjemahan menghasilkan dokumen dalam bahasa yang di minta tanpa mengubah tingkat pendidikan yang tercantum dalam dokumen asli.
Karena itu, keduanya tidak dapat saling menggantikan.
Baca Juga : Dokumen untuk Penyetaraan Ijazah Sebelum Kuliah ke Luar Negeri
Apakah Terjemahan Ijazah Sama dengan Penyetaraan?
Tidak. Terjemahan dan penyetaraan merupakan dua proses berbeda meskipun keduanya dapat muncul dalam satu proses pendaftaran kuliah.
Sebagai ilustrasi, seorang mahasiswa memiliki ijazah S1 dari Indonesia dan ingin mendaftar program magister di luar negeri. Universitas tujuan dapat meminta ijazah dan transkrip dalam bahasa Inggris. Pada saat yang sama, universitas tersebut juga dapat meminta credential evaluation.
Dalam kondisi tersebut, mahasiswa perlu memenuhi dua kebutuhan. Pertama, ia perlu menyediakan terjemahan sesuai ketentuan. Kedua, ia perlu menjalani evaluasi kredensial jika universitas memang memintanya.
Oleh sebab itu, jangan menganggap ijazah yang sudah di terjemahkan otomatis sudah setara dengan sistem pendidikan negara tujuan.
Baca Juga : Cara Mengurus Penyetaraan Ijazah Online untuk Kuliah
Kapan Perlu Melakukan Terjemahan Ijazah?
Terjemahan ijazah biasanya di perlukan ketika universitas atau lembaga tujuan tidak menggunakan bahasa yang sama dengan dokumen akademik calon mahasiswa.
Namun, kebutuhan tersebut tetap bergantung pada kebijakan institusi. Beberapa universitas dapat meminta dokumen asli dalam bahasa Indonesia sekaligus terjemahannya. Sementara itu, institusi lain dapat menerima dokumen dalam bahasa tertentu tanpa terjemahan tambahan.
Karena itu, periksa petunjuk pendaftaran internasional dari universitas tujuan sebelum memilih penerjemah.
Selain ijazah, transkrip nilai juga sering menjadi bagian dari dokumen yang perlu di terjemahkan. Bahkan, dokumen pendukung seperti surat keterangan akademik dapat memerlukan terjemahan apabila universitas memintanya.
Baca Juga : Berapa Lama Proses Penyetaraan Ijazah untuk Kuliah Luar Negeri
Kapan Perlu Melakukan Penyetaraan Ijazah?
Penyetaraan atau evaluasi kredensial diperlukan apabila universitas, lembaga pendidikan, atau otoritas terkait meminta penilaian terhadap kualifikasi pendidikan dari negara lain.
Misalnya, sebuah universitas ingin mengetahui bagaimana ijazah S1 dari Indonesia di bandingkan dengan kualifikasi pendidikan di negara mereka. Dalam situasi tersebut, pihak kampus dapat meminta laporan evaluasi dari lembaga kredensial tertentu.
Selain itu, kebutuhan evaluasi dapat berbeda berdasarkan jenjang pendidikan. Persyaratan untuk calon mahasiswa program sarjana dapat berbeda dari calon mahasiswa program magister atau doktoral.
Oleh sebab itu, calon mahasiswa perlu membaca persyaratan sesuai program studi yang akan di pilih.
Baca Juga : Berapa Biaya Penyetaraan Ijazah untuk Kuliah di Luar Negeri?
Apakah Penyetaraan dan Terjemahan Bisa Di lakukan Bersamaan?
Ya, kedua proses dapat masuk dalam persiapan yang sama, tetapi pelaksanaannya tetap berbeda.
Pertama, calon mahasiswa perlu mengetahui persyaratan universitas. Kemudian, tentukan dokumen yang membutuhkan terjemahan dan dokumen yang membutuhkan evaluasi.
Setelah itu, siapkan dokumen akademik seperti ijazah dan transkrip. Jika universitas meminta terjemahan, gunakan pihak yang memenuhi ketentuan mereka.
Selanjutnya, jika universitas meminta evaluasi kredensial, ajukan dokumen kepada lembaga evaluator yang mereka terima. Dalam beberapa kondisi, evaluator juga mempunyai persyaratan terjemahan tersendiri.
Karena itu, sebaiknya jangan mengurus secara terburu-buru. Pastikan standar terjemahan dan evaluasi sudah sesuai sebelum mengirim dokumen.
Baca Juga : Penyetaraan Ijazah SMA D3 S1 dan S2 untuk Kuliah di Luar Negeri
Kesalahan yang Sering Terjadi
Ada beberapa kesalahan yang sering di lakukan calon mahasiswa ketika menyiapkan dokumen akademik.
Pertama, menganggap terjemahan sebagai bentuk penyetaraan. Padahal, terjemahan hanya mengubah bahasa dokumen.
Kedua, memilih penerjemah tanpa memeriksa persyaratan universitas. Akibatnya, calon mahasiswa mungkin perlu melakukan terjemahan ulang.
Ketiga, memilih lembaga evaluasi tanpa melihat daftar lembaga yang di terima universitas. Kondisi ini dapat menyebabkan laporan evaluasi tidak sesuai dengan persyaratan pendaftaran.
Selanjutnya, calon mahasiswa terkadang hanya menyiapkan ijazah tanpa transkrip. Padahal, universitas atau evaluator dapat meminta informasi akademik yang lebih lengkap.
Terakhir, sebagian calon mahasiswa baru memeriksa persyaratan ketika deadline pendaftaran sudah dekat. Akibatnya, mereka tidak memiliki cukup waktu untuk menyelesaikan proses tambahan.
Baca Juga : Apakah Semua Negara Memerlukan Penyetaraan Ijazah Kuliah?
Cara Menyiapkan Dokumen dengan Tepat
Agar proses berjalan lebih lancar, mulailah dengan menentukan universitas dan program studi tujuan. Kemudian, baca seluruh persyaratan mahasiswa internasional.
Setelah itu, buat daftar dokumen yang di minta. Pisahkan dokumen berdasarkan kebutuhan, seperti dokumen asli, terjemahan, evaluasi kredensial, atau dokumen pendukung.
Selanjutnya, periksa apakah universitas menentukan penerjemah atau lembaga evaluasi tertentu. Jika ada, ikuti ketentuan tersebut.
Selain itu, pastikan nama dan informasi pribadi pada ijazah, paspor, transkrip, serta dokumen lain konsisten. Jika terdapat perbedaan informasi, selesaikan terlebih dahulu sebelum mengajukan dokumen.
Dengan persiapan tersebut, Anda dapat mengurangi risiko dokumen di tolak atau di kembalikan karena masalah administratif.
Baca Juga : Kesalahan yang Harus Dihindari Saat urus Penyetaraan Ijazah
Tabel Perbandingan Penyetaraan dan Terjemahan Ijazah
| Aspek | Penyetaraan Ijazah | Terjemahan Ijazah |
|---|---|---|
| Tujuan | Menilai kualifikasi pendidikan | Mengubah bahasa dokumen |
| Fokus | Jenjang dan kualifikasi | Isi dokumen |
| Hasil | Laporan atau hasil evaluasi | Dokumen hasil terjemahan |
| Pelaksana | Lembaga evaluasi atau institusi terkait | Penerjemah sesuai ketentuan |
| Kebutuhan | Tergantung universitas/negara | Tergantung bahasa dan persyaratan |
| Penggunaan | Membantu penilaian kualifikasi | Membantu pihak tujuan memahami dokumen |
Dengan demikian, tabel tersebut menunjukkan bahwa kedua proses memiliki fungsi yang berbeda. Namun, keduanya dapat menjadi bagian dari satu rangkaian persiapan pendaftaran kuliah.
Mengapa Konsultasi Penting Sebelum Mengurus Dokumen?
Setiap universitas dapat mempunyai kebijakan yang berbeda. Karena itu, calon mahasiswa perlu memahami kebutuhan spesifik sebelum membayar layanan atau mengirim dokumen.
Konsultasi dapat membantu calon mahasiswa memetakan kebutuhan berdasarkan negara, universitas, jenjang pendidikan, dan program studi. Selain itu, konsultasi dapat membantu mengidentifikasi apakah calon mahasiswa membutuhkan terjemahan saja atau juga memerlukan evaluasi kredensial.
Pada akhirnya, Perbedaan Penyetaraan Ijazah dan Terjemahan Ijazah untuk Kuliah terletak pada fungsi dan hasilnya. Penyetaraan berkaitan dengan penilaian kualifikasi pendidikan, sedangkan terjemahan berkaitan dengan perubahan bahasa dokumen. Karena itu, keduanya tidak dapat di anggap sebagai proses yang sama.
Selanjutnya, kebutuhan setiap calon mahasiswa tetap bergantung pada universitas dan negara tujuan. Oleh sebab itu, periksa persyaratan resmi sebelum memulai proses. Dengan persiapan yang tepat, Anda dapat menghemat waktu, menghindari pengeluaran yang tidak perlu, dan memastikan dokumen akademik sesuai dengan kebutuhan pendaftaran.
Jika Anda masih bingung mengenai perbedaan penyetaraan ijazah dan terjemahan ijazah untuk kuliah, termasuk menentukan apakah dokumen Anda membutuhkan terjemahan, evaluasi, atau keduanya, Anda dapat melakukan konsultasi terlebih dahulu agar persiapan dokumen menjadi lebih jelas dan terarah.
Konsultasi Penyetaraan & Terjemahan Ijazah Untuk Kuliah