Penerjemahan tersumpah buku nikah dan akta perkawinan merupakan kebutuhan penting bagi pasangan yang ingin menggunakan dokumen pernikahan Indonesia di luar negeri. Dokumen tersebut sering menjadi persyaratan untuk mengurus visa pasangan, izin tinggal keluarga, pencatatan perkawinan, administrasi anak, hingga kepentingan hukum. Oleh karena itu, pasangan perlu memastikan bahwa hasil terjemahan sesuai dengan dokumen asli dan memenuhi ketentuan lembaga penerima di negara tujuan.
Buku nikah dan akta perkawinan merupakan dua jenis bukti resmi pencatatan perkawinan yang memiliki instansi penerbit berbeda. Buku nikah di terbitkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) untuk perkawinan yang di catat menurut ketentuan Islam. Sementara itu, akta perkawinan di terbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk perkawinan yang di catat melalui pencatatan sipil.
Ketika dokumen tersebut akan di gunakan di negara lain, bahasa Indonesia mungkin tidak dapat di pahami oleh petugas atau lembaga penerima. Karena itu, penerjemahan tersumpah membantu menyampaikan isi dokumen ke bahasa yang di minta. Selain itu, penerjemah perlu menjaga ketepatan nama, tanggal, nomor dokumen, keterangan perkawinan, serta informasi pejabat penerbit.
Meskipun demikian, penerjemahan tersumpah tidak sama dengan legalisasi atau apostille. Ketiganya memiliki fungsi berbeda. Penerjemahan mengalihkan isi dokumen ke bahasa lain, sedangkan legalisasi dan apostille berkaitan dengan pengesahan aspek formal dokumen. Dengan memahami perbedaan tersebut, pemohon dapat menyiapkan dokumen secara lebih tepat sebelum mengajukannya ke instansi luar negeri.
BACA JUGA: Bukti Pernikahan: Dokumen, Syarat, dan Legalisasi Luar Negeri
Apa Itu Penerjemahan Tersumpah Buku Nikah dan Akta Perkawinan?
Penerjemahan tersumpah merupakan layanan penerjemahan dokumen yang di kerjakan oleh penerjemah yang telah memenuhi persyaratan pengangkatan atau penyumpahan sesuai ketentuan yang berlaku. Penerjemah bertanggung jawab mengalihkan isi dokumen sumber ke bahasa tujuan secara akurat dan konsisten.
Dalam penerjemahan buku nikah dan akta perkawinan, penerjemah perlu memahami istilah administrasi kependudukan, istilah perkawinan, identitas pribadi, serta keterangan resmi yang tercantum dalam dokumen. Sebab, kesalahan menerjemahkan satu informasi dapat memengaruhi pemahaman instansi penerima terhadap status perkawinan pasangan.
Hasil terjemahan tersumpah umumnya memuat identitas penerjemah dan keterangan penerjemahan sesuai format yang berlaku. Selain itu, penerjemah dapat membubuhkan tanda tangan atau cap sesuai ketentuan layanan. Namun, bentuk pengesahan hasil terjemahan tetap perlu di sesuaikan dengan persyaratan negara dan lembaga penerima.

Mengapa Buku Nikah dan Akta Perkawinan Perlu Di terjemahkan?
Penerjemahan di perlukan ketika instansi di negara tujuan meminta dokumen dalam bahasa yang dapat mereka pahami. Dokumen berbahasa Indonesia mungkin belum cukup untuk membuktikan hubungan perkawinan dalam proses administrasi internasional.
Mengurus Visa Pasangan dan Visa Keluarga
Salah satu kebutuhan penerjemahan tersumpah adalah pengajuan visa pasangan atau visa keluarga. Dalam proses tersebut, pemohon dapat di minta menunjukkan bukti perkawinan untuk menjelaskan hubungan antara sponsor dan pemohon.
Misalnya, seorang WNI menikah dengan warga negara asing dan ingin mengajukan izin masuk ke negara tempat pasangannya tinggal. Instansi imigrasi dapat meminta buku nikah atau akta perkawinan beserta terjemahan ke bahasa yang mereka tentukan.
Namun, persyaratan setiap negara berbeda. Ada instansi yang menerima terjemahan tersumpah dari Indonesia, sedangkan instansi lain meminta penerjemah yang terdaftar di negara tujuan. Karena itu, pemohon perlu memeriksa ketentuan sebelum memesan layanan.
Mengurus Izin Tinggal Suami atau Istri
Bukti perkawinan dapat menjadi dokumen pendukung dalam permohonan izin tinggal berdasarkan hubungan keluarga. Apabila dokumen asli menggunakan bahasa Indonesia, instansi imigrasi dapat meminta terjemahan resmi agar petugas memahami informasi perkawinan.
Selain itu, hasil terjemahan perlu menunjukkan identitas kedua pasangan secara konsisten. Nama pada buku nikah atau akta perkawinan harus sesuai dengan paspor dan dokumen pendukung lainnya.
Mendaftarkan Perkawinan di Negara Pasangan
Sebagian negara memiliki prosedur pelaporan atau pencatatan perkawinan yang berlangsung di luar wilayahnya. Dalam kondisi tersebut, pasangan dapat perlu menyerahkan buku nikah atau akta perkawinan dari Indonesia.
Terjemahan membantu instansi setempat memahami informasi tentang tanggal perkawinan, tempat pencatatan, identitas pasangan, dan pejabat penerbit. Namun, pemohon tetap harus mengikuti ketentuan pencatatan perkawinan yang berlaku di negara tersebut.
Mengurus Dokumen Anak dan Administrasi Keluarga
Terjemahan dokumen perkawinan juga dapat di perlukan ketika pasangan mengurus administrasi anak, pencatatan hubungan keluarga, asuransi, tunjangan, atau dokumen kependudukan di luar negeri.
Meskipun demikian, instansi penerima dapat meminta dokumen tambahan seperti akta kelahiran, paspor, bukti tempat tinggal, atau dokumen kewarganegaraan. Oleh sebab itu, pasangan perlu memeriksa seluruh daftar persyaratan sebelum mengajukan permohonan.
Memenuhi Kebutuhan Hukum dan Administrasi Internasional
Dalam kondisi tertentu, bukti perkawinan di perlukan untuk urusan hukum, warisan, pembagian hak keluarga, atau kepentingan administratif lainnya. Terjemahan tersumpah membantu pihak terkait memahami isi dokumen resmi yang di terbitkan di Indonesia.
Namun, penerjemahan tidak menentukan pengakuan hukum perkawinan di negara tujuan. Keputusan mengenai penerimaan dan akibat hukum dokumen tetap mengikuti peraturan negara serta kewenangan instansi yang memeriksanya.
BACA JUGA: Buku Nikah sebagai Bukti Pernikahan yang Sah
Penerjemahan Tersumpah Buku Nikah
Buku nikah merupakan dokumen resmi yang di terbitkan KUA sebagai bukti pencatatan perkawinan bagi pasangan Muslim. Ketika pasangan akan menggunakan buku nikah di luar negeri, mereka perlu memastikan bahasa terjemahan dan format dokumen sesuai dengan ketentuan lembaga penerima.
Bagian Buku Nikah yang Harus Di terjemahkan
Penerjemah perlu mengalihkan informasi penting yang terdapat dalam buku nikah secara lengkap. Bagian tersebut dapat meliputi:
- Nama suami dan istri.
- Tempat dan tanggal lahir pasangan.
- Nomor identitas atau informasi pribadi yang tercantum.
- Tanggal dan tempat berlangsungnya perkawinan.
- Nomor pencatatan perkawinan.
- Nama dan jabatan pejabat yang menerbitkan atau menandatangani dokumen.
- Keterangan tambahan yang tercantum pada buku nikah.
- Cap, tanda tangan, atau catatan resmi yang relevan.
Selain itu, penerjemah perlu memperhatikan halaman yang memuat informasi penting. Jika negara tujuan meminta seluruh bagian buku nikah, pemohon tidak sebaiknya hanya menerjemahkan halaman identitas tanpa memeriksa kebutuhan lainnya.
Persyaratan Penerjemahan Buku Nikah
Sebelum mengajukan penerjemahan, pemohon perlu menyiapkan dokumen sumber yang jelas dan dapat di baca. Persyaratan awal yang umumnya perlu di siapkan meliputi:
- Buku nikah asli untuk pemeriksaan apabila di perlukan.
- Pindai atau salinan buku nikah yang jelas dan lengkap.
- Identitas pemilik dokumen jika di minta penyedia layanan.
- Informasi bahasa tujuan.
- Ketentuan khusus dari kedutaan atau instansi penerima.
Pastikan seluruh halaman yang di perlukan terlihat jelas. Jangan memotong bagian nomor dokumen, tanda tangan, cap, atau keterangan penting ketika membuat salinan digital.
Apabila buku nikah mengalami kerusakan atau sebagian tulisan tidak terbaca, pemohon sebaiknya menghubungi KUA penerbit terlebih dahulu. Dengan demikian, penerjemah tidak perlu menebak informasi yang hilang atau tidak jelas.
Proses Penerjemahan Buku Nikah
Proses biasanya di mulai dengan pemeriksaan dokumen sumber. Pemohon menyerahkan buku nikah atau salinan yang dapat di baca, kemudian menentukan bahasa tujuan dan kebutuhan penggunaan dokumen.
Selanjutnya, penerjemah memeriksa isi buku nikah dan mengidentifikasi istilah yang perlu di terjemahkan secara tepat. Penerjemah kemudian menyusun hasil terjemahan dengan mempertahankan informasi penting dari dokumen sumber.
Setelah penyusunan selesai, penerjemah memeriksa kembali ejaan nama, tanggal, nomor, dan istilah administrasi. Tahap pemeriksaan ini penting karena perbedaan satu karakter pada nama atau nomor dokumen dapat menimbulkan pertanyaan dari instansi penerima.
Terakhir, hasil terjemahan di siapkan sesuai format layanan penerjemah tersumpah. Pemohon perlu memeriksa hasil akhir sebelum menggunakannya untuk pengajuan di luar negeri.
Penerjemahan Tersumpah Akta Perkawinan
Akta perkawinan merupakan dokumen pencatatan sipil yang di terbitkan oleh Dukcapil. Dokumen ini menjadi bukti bahwa perkawinan telah tercatat melalui administrasi pencatatan sipil sesuai ketentuan yang berlaku.
Untuk penggunaan di luar negeri, akta perkawinan dapat memerlukan terjemahan tersumpah. Tujuannya adalah membantu instansi asing memahami informasi perkawinan yang tercantum dalam dokumen Indonesia.
Bagian Akta Perkawinan yang Harus Di terjemahkan
Penerjemah perlu memperhatikan seluruh informasi yang di minta oleh instansi penerima. Bagian penting yang umumnya terdapat dalam akta perkawinan meliputi:
- Nama lengkap suami dan istri.
- Tempat dan tanggal lahir masing-masing pasangan.
- Tanggal pencatatan perkawinan.
- Tempat pencatatan perkawinan.
- Nomor akta atau nomor registrasi.
- Nama instansi penerbit.
- Nama dan jabatan pejabat yang menandatangani dokumen.
- Catatan tambahan yang berkaitan dengan pencatatan perkawinan.
Jika dokumen memuat keterangan tambahan, penerjemah perlu mempertahankan maknanya. Selain itu, format penulisan harus memudahkan instansi penerima mencocokkan hasil terjemahan dengan akta asli.
Persyaratan Penerjemahan Akta Perkawinan
Pemohon perlu menyiapkan akta perkawinan yang di terbitkan Dukcapil. Dokumen tersebut dapat berupa dokumen asli atau salinan resmi yang sesuai dengan kebutuhan layanan.
Persyaratan awal yang perlu di perhatikan antara lain:
- Akta perkawinan atau salinan resmi yang jelas.
- Pindai seluruh halaman yang di minta untuk di terjemahkan.
- Identitas pemilik dokumen jika di perlukan.
- Bahasa tujuan penerjemahan.
- Ketentuan format dari kedutaan atau instansi penerima.
Sebelum mengajukan penerjemahan, periksa kesesuaian data akta dengan KTP dan paspor. Jika terdapat perbedaan ejaan nama atau informasi lainnya, selesaikan terlebih dahulu melalui Dukcapil yang berwenang.
Proses Penerjemahan Akta Perkawinan
Pertama, pemohon menyerahkan akta perkawinan kepada penyedia layanan penerjemahan. Selanjutnya, penerjemah memeriksa kelengkapan dokumen dan memastikan seluruh informasi dapat di baca.
Setelah itu, penerjemah mengalihkan isi akta ke bahasa tujuan dengan memperhatikan istilah pencatatan sipil. Penerjemah juga harus mempertahankan nama, tanggal, nomor akta, dan keterangan pejabat tanpa mengubah informasi sumber.
Berikutnya, hasil terjemahan menjalani pemeriksaan ulang. Tahap ini bertujuan mengurangi kesalahan penulisan dan memastikan seluruh informasi penting sudah tercantum.
Setelah hasil akhir siap, pemohon perlu memeriksa nama, tanggal, nomor dokumen, serta keterangan penerjemah. Apabila negara tujuan meminta pengesahan tambahan, pemohon dapat melanjutkan proses sesuai ketentuan lembaga penerima.
BACA JUGA: Surat Keterangan Menikah dan Fungsinya untuk Administrasi
Perbedaan Penerjemahan Buku Nikah dan Akta Perkawinan
Buku nikah dan akta perkawinan memiliki fungsi sebagai bukti resmi perkawinan, tetapi isi dan bentuk dokumennya tidak sama. Karena itu, penerjemah perlu menyesuaikan istilah dan struktur terjemahan dengan dokumen sumber.
| Aspek | Buku Nikah | Akta Perkawinan |
|---|---|---|
| Instansi penerbit | KUA | Dukcapil |
| Jenis pencatatan | Perkawinan melalui KUA | Pencatatan perkawinan sipil |
| Informasi utama | Identitas pasangan dan pencatatan nikah | Identitas pasangan dan pencatatan sipil |
| Istilah dokumen | Istilah administrasi perkawinan KUA | Istilah administrasi pencatatan sipil |
| Kebutuhan terjemahan | Mengikuti persyaratan lembaga penerima | Mengikuti persyaratan lembaga penerima |
| Penggunaan | Visa, izin tinggal, dan administrasi keluarga | Visa, izin tinggal, dan administrasi keluarga |
Perbedaan tersebut perlu di pahami agar pemohon tidak menggunakan format atau istilah yang tidak sesuai. Selain itu, penerjemah harus memeriksa dokumen sumber secara langsung dan tidak menyamakan seluruh istilah administrasi kedua dokumen.
BACA JUGA: Bukti Pernikahan untuk Pasangan WNI dan WNA
Bahasa Penerjemahan Buku Nikah dan Akta Perkawinan
Bahasa tujuan merupakan salah satu hal yang harus di tentukan sebelum memulai penerjemahan. Pemohon tidak sebaiknya memilih bahasa hanya berdasarkan kebiasaan karena setiap negara memiliki aturan sendiri.
Penerjemahan ke Bahasa Inggris
Bahasa Inggris sering menjadi pilihan untuk kebutuhan internasional, terutama ketika instansi penerima menerima dokumen berbahasa Inggris. Terjemahan ini dapat membantu proses administrasi visa, izin tinggal, atau keperluan keluarga.
Namun, bahasa Inggris tidak otomatis di terima oleh semua negara. Jika lembaga penerima meminta bahasa nasional tertentu, pemohon harus mengikuti ketentuan tersebut.
Penerjemahan ke Bahasa Arab
Pasangan yang menggunakan dokumen pernikahan di negara berbahasa Arab mungkin memerlukan terjemahan ke bahasa Arab. Penerjemah perlu memahami istilah administrasi perkawinan dan memastikan penulisan nama sesuai dokumen identitas.
Selain itu, pemohon perlu memastikan apakah instansi penerima menerima terjemahan tersumpah dari Indonesia atau meminta pengesahan dari penerjemah maupun lembaga setempat.
Penerjemahan ke Bahasa Mandarin
Untuk penggunaan di negara atau wilayah yang menggunakan bahasa Mandarin, pemohon perlu memastikan jenis aksara dan format bahasa yang di minta. Sebab, kebutuhan bahasa dapat berbeda berdasarkan wilayah dan instansi penerima.
Penerjemah juga harus mempertahankan informasi nama, nomor dokumen, serta tanggal perkawinan agar tidak menimbulkan perbedaan saat pemeriksaan.
Penerjemahan ke Bahasa Negara Tujuan
Selain bahasa Inggris, Arab, dan Mandarin, pemohon dapat memerlukan bahasa lain seperti Jepang, Korea, Prancis, Jerman, atau bahasa nasional negara tujuan.
Karena itu, tanyakan persyaratan bahasa kepada kedutaan atau instansi penerima sebelum mengajukan layanan. Dengan langkah tersebut, pemohon dapat menghindari penerjemahan ulang akibat pemilihan bahasa yang tidak sesuai.
BACA JUGA: Legalisasi Buku Nikah dan Akta Perkawinan untuk Luar Negeri
Perbedaan Penerjemahan Tersumpah dan Legalisasi Dokumen Pernikahan
Penerjemahan tersumpah dan legalisasi memiliki fungsi yang berbeda. Pemohon perlu memahami keduanya agar tidak salah menganggap satu proses dapat menggantikan proses lainnya.
Fungsi Penerjemahan Tersumpah
Penerjemahan tersumpah bertujuan mengalihkan isi buku nikah atau akta perkawinan ke bahasa lain secara akurat. Penerjemah bertanggung jawab menjaga kesesuaian informasi dengan dokumen sumber.
Hasil terjemahan membantu petugas di negara tujuan memahami isi dokumen Indonesia. Namun, terjemahan tidak dengan sendirinya mengesahkan tanda tangan atau kewenangan pejabat penerbit dokumen.
Fungsi Legalisasi
Legalisasi berkaitan dengan pengesahan aspek formal dokumen, seperti tanda tangan atau kewenangan pejabat yang menandatangani dokumen. Proses ini dapat di perlukan ketika negara tujuan meminta pengesahan dari instansi tertentu.
Dengan demikian, legalisasi tidak menggantikan penerjemahan. Jika negara tujuan meminta keduanya, pemohon tetap perlu menyelesaikan setiap tahapan.
Fungsi Apostille
Apostille merupakan mekanisme pengesahan dokumen publik untuk negara yang mengakui Konvensi Apostille. Di Indonesia, layanan ini di kelola oleh Ditjen AHU Kementerian Hukum.
Apostille berfokus pada aspek formal dokumen publik, bukan pada penerjemahan isi dokumen. Oleh sebab itu, pemohon perlu memeriksa apakah apostille di perlukan pada dokumen asli, hasil terjemahan, atau keduanya berdasarkan ketentuan negara tujuan.
BACA JUGA: Bukti Pernikahan untuk Pengajuan Visa Suami atau Istri
Urutan Penerjemahan Tersumpah dan Legalisasi untuk Luar Negeri
Urutan proses tidak selalu sama untuk setiap negara. Karena itu, pemohon perlu memeriksa ketentuan lembaga penerima sebelum memulai pengurusan.
Memeriksa Persyaratan Negara Tujuan
Pertama, tentukan negara tempat buku nikah atau akta perkawinan akan di gunakan. Selanjutnya, tanyakan kepada kedutaan atau instansi penerima mengenai bahasa, jenis terjemahan, dan pengesahan yang di perlukan.
Memastikan Dokumen Asli Sudah Benar
Periksa seluruh informasi pada buku nikah atau akta perkawinan. Pastikan nama, tanggal, nomor dokumen, serta data pasangan sesuai dengan identitas resmi.
Jika terdapat kesalahan, hubungi KUA atau Dukcapil penerbit sebelum melanjutkan proses. Langkah ini penting karena penerjemah harus mengikuti informasi yang tercantum pada dokumen sumber.
Menentukan Urutan Penerjemahan
Tanyakan apakah instansi penerima meminta dokumen di legalisasi atau di apostille terlebih dahulu sebelum di terjemahkan. Sebaliknya, ada pula prosedur yang meminta hasil terjemahan memperoleh pengesahan tambahan.
Jangan menentukan urutan berdasarkan perkiraan. Sebab, kesalahan tahapan dapat membuat pemohon perlu mengulang proses.
Mengajukan Penerjemahan Tersumpah
Setelah persyaratan jelas, serahkan dokumen kepada penerjemah tersumpah dengan bahasa tujuan yang sudah di tentukan. Sampaikan pula tujuan penggunaan dokumen agar penerjemah dapat memperhatikan format dan kebutuhan administrasi.
Memeriksa Hasil Akhir
Setelah hasil terjemahan selesai, cocokkan kembali nama, tanggal, nomor, dan informasi penting lainnya. Kemudian, pastikan dokumen sudah memenuhi persyaratan sebelum di serahkan kepada instansi luar negeri.
Kendala Penerjemahan Buku Nikah dan Akta Perkawinan
Penerjemahan dokumen pernikahan dapat mengalami kendala apabila dokumen sumber tidak lengkap atau persyaratan negara tujuan belum jelas. Namun, pemohon dapat mengurangi risiko tersebut melalui pemeriksaan awal.
Perbedaan Ejaan Nama
Perbedaan ejaan nama antara dokumen pernikahan dan paspor dapat menimbulkan masalah. Misalnya, terdapat perbedaan urutan nama, penggunaan huruf, atau penulisan nama keluarga.
Untuk menghindarinya, cocokkan seluruh identitas sebelum penerjemahan. Jika terdapat kesalahan pada dokumen sumber, selesaikan melalui instansi penerbit.
Tulisan pada Dokumen Tidak Terbaca
Buku nikah atau akta perkawinan yang rusak dapat membuat beberapa informasi sulit di baca. Dalam kondisi tersebut, penerjemah tidak boleh menebak informasi yang hilang.
Pemohon perlu menghubungi KUA atau Dukcapil untuk memperoleh dokumen pengganti atau salinan resmi apabila di perlukan.
Salah Memilih Bahasa
Pemohon dapat mengalami kendala jika menggunakan bahasa yang tidak di terima oleh instansi tujuan. Oleh karena itu, periksa bahasa yang di minta sebelum memulai penerjemahan.
Format Terjemahan Tidak Sesuai
Sebagian lembaga memiliki ketentuan mengenai format, identitas penerjemah, tanda tangan, atau cap. Jika hasil terjemahan tidak sesuai, instansi penerima dapat meminta perbaikan atau dokumen baru.
Menganggap Terjemahan Sama dengan Apostille
Terjemahan tersumpah tidak menggantikan apostille atau legalisasi. Jika negara tujuan meminta pengesahan formal, pemohon tetap harus mengikuti prosedur tersebut.
BACA JUGA: Cara Mengatasi Perbedaan Data pada Dokumen Pernikahan
Tips Memilih Jasa Penerjemahan Tersumpah Buku Nikah dan Akta Perkawinan
Memilih penerjemah yang tepat dapat membantu menjaga ketelitian hasil terjemahan. Sebelum menggunakan layanan, perhatikan beberapa hal berikut:
- Periksa kualifikasi penerjemah. Pastikan penerjemah memiliki status atau pengangkatan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
- Tentukan bahasa tujuan. Pilih bahasa berdasarkan persyaratan kedutaan atau instansi penerima.
- Pastikan pengalaman penerjemahan dokumen resmi. Penerjemah perlu memahami istilah perkawinan dan administrasi kependudukan.
- Periksa kelengkapan hasil terjemahan. Pastikan nama, tanggal, nomor dokumen, dan informasi pejabat tercantum secara tepat.
- Tanyakan format hasil akhir. Pastikan tanda tangan, cap, atau keterangan penerjemah sesuai kebutuhan.
- Konfirmasi kebutuhan legalisasi. Tanyakan apakah dokumen asli atau hasil terjemahan perlu memperoleh apostille atau pengesahan tambahan.
- Pastikan waktu pengerjaan. Mintalah perkiraan waktu yang realistis sebelum memulai proses.
- Simpan dokumen asli dengan baik. Gunakan salinan untuk kebutuhan pemeriksaan awal jika layanan memperbolehkannya.
Dengan memperhatikan hal tersebut, pemohon dapat memilih layanan secara lebih cermat. Selain itu, komunikasi yang jelas sejak awal membantu penerjemah memahami tujuan penggunaan dokumen.
Jasa Penerjemahan Tersumpah Buku Nikah dan Akta Perkawinan
Penerjemahan tersumpah buku nikah dan akta perkawinan memerlukan ketelitian karena dokumen tersebut berkaitan dengan status perkawinan dan administrasi keluarga. Pemohon perlu memastikan bahwa hasil terjemahan sesuai dengan dokumen sumber, menggunakan bahasa yang di minta, serta memenuhi ketentuan lembaga penerima di negara tujuan.
PT Jangkar Global Groups melalui Jangkar Groups menyediakan layanan pendampingan pengurusan dokumen sesuai kebutuhan pemohon. Pendampingan dapat membantu memeriksa kebutuhan penerjemahan, menyesuaikan bahasa tujuan, memahami persyaratan dokumen, serta memetakan kebutuhan legalisasi atau apostille apabila di perlukan.
Sebelum proses di mulai, pemohon sebaiknya menyampaikan jenis dokumen, bahasa tujuan, negara penggunaan, dan kebutuhan administrasi. Dengan demikian, proses penerjemahan dapat di sesuaikan dengan persyaratan yang relevan.
Konsultasi Legalisir Dokumen Pernikahan Sekarang