Penempatan pelaut berdasarkan jabatan dan jenis kapal merupakan salah satu aspek penting dalam proses perekrutan dan penempatan awak kapal. Setiap kapal membutuhkan tenaga kerja dengan keahlian, sertifikat, pengalaman, serta tanggung jawab yang berbeda. Oleh karena itu, perusahaan pelayaran harus menyesuaikan posisi pelaut dengan kebutuhan operasional kapal.
Selain itu, calon pelaut perlu memahami jenis jabatan yang tersedia sebelum melamar pekerjaan di kapal niaga, kapal tanker, kapal pesiar, kapal kargo, maupun kapal penumpang. Dengan memahami pembagian posisi tersebut, pelaut dapat menentukan jalur karier yang sesuai dengan pendidikan dan kompetensinya.
Pada dasarnya, penempatan pelaut tidak hanya mempertimbangkan pengalaman kerja. Sebaliknya, perusahaan juga memperhatikan sertifikat kompetensi, sertifikat keterampilan, kesehatan, kemampuan komunikasi, serta persyaratan administrasi pelaut.
Melalui artikel ini, Anda akan memahami pembagian jabatan pelaut, jenis kapal, kualifikasi yang diperlukan, hingga proses penempatan kerja di sektor pelayaran.
Baca Juga : Penempatan Pelaut di Kapal: Panduan Lengkap
Apa Itu Penempatan Pelaut Berdasarkan Jabatan dan Jenis Kapal?
Penempatan pelaut adalah proses mencocokkan kemampuan dan kualifikasi seseorang dengan posisi kerja yang tersedia di atas kapal. Proses ini bertujuan memastikan setiap awak kapal memiliki kompetensi yang sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.
Dalam industri pelayaran, perusahaan biasanya membagi awak kapal menjadi dua departemen utama, yaitu departemen dek dan departemen mesin. Selain itu, kapal tertentu juga membutuhkan departemen katering atau pelayanan untuk mendukung kebutuhan penumpang dan awak kapal.
Setiap departemen memiliki jenjang jabatan tersendiri. Oleh sebab itu, calon pelaut harus memahami perbedaan tugas setiap posisi sebelum memilih pekerjaan.
Baca Juga : Proses Penempatan Awak Kapal dari Seleksi hingga Naik Kapal
Jenis Jabatan Pelaut Berdasarkan Departemen Kapal
Secara umum, jabatan pelaut terbagi menjadi beberapa kelompok sesuai bidang pekerjaan. Berikut penjelasannya.
1. Jabatan Pelaut Departemen Dek
Departemen dek bertanggung jawab terhadap navigasi, keselamatan pelayaran, pengawasan kapal, serta kegiatan bongkar muat tertentu.
Beberapa jabatan dalam departemen dek meliputi:
a. Nakhoda (Master)
Nakhoda merupakan pemimpin tertinggi di atas kapal. Jabatan ini memiliki tanggung jawab terhadap keselamatan kapal, awak kapal, penumpang, muatan, serta kepatuhan terhadap peraturan pelayaran.
Selain itu, nakhoda mengoordinasikan seluruh departemen dan mengambil keputusan penting selama pelayaran.
b. Mualim I (Chief Officer)
Mualim I bertugas membantu nakhoda dalam mengelola operasional kapal. Posisi ini juga bertanggung jawab terhadap pengelolaan departemen dek, keselamatan kerja, dan pengaturan muatan sesuai jenis kapal.
c. Mualim II (Second Officer)
Mualim II memiliki tanggung jawab utama dalam perencanaan navigasi dan penyusunan rute pelayaran. Selain itu, jabatan ini juga membantu memastikan peralatan navigasi berfungsi dengan baik.
d. Mualim III (Third Officer)
Mualim III bertugas mendukung kegiatan navigasi dan pengawasan perlengkapan keselamatan kapal. Dengan demikian, posisi ini berperan penting dalam memastikan kesiapan alat keselamatan selama pelayaran.
e. Bosun (Boatswain)
Bosun memimpin pekerjaan harian awak kapal bagian dek. Tugasnya meliputi pemeliharaan peralatan dek, pengawasan pekerjaan ABK, serta membantu kegiatan tambat dan lepas tali.
f. Able Seafarer Deck (AB)
AB merupakan pelaut bagian dek yang memiliki keterampilan dan pengalaman kerja sesuai kualifikasi. Tugasnya meliputi jaga navigasi sesuai penugasan, pemeliharaan kapal, serta membantu kegiatan operasional dek.
g. Ordinary Seafarer (OS)
OS merupakan pelaut pemula di departemen dek. Biasanya, posisi ini membantu AB dan Bosun dalam pekerjaan pemeliharaan, kebersihan, serta kegiatan operasional kapal.
2. Jabatan Pelaut Departemen Mesin
Departemen mesin bertanggung jawab terhadap pengoperasian, pemeliharaan, dan perbaikan mesin serta sistem teknis kapal.
Berikut beberapa jabatan yang umum tersedia:
a. Kepala Kamar Mesin (Chief Engineer)
Chief Engineer merupakan pimpinan tertinggi departemen mesin. Jabatan ini bertanggung jawab terhadap seluruh sistem permesinan, peralatan teknis, serta kesiapan mesin kapal.
b. Masinis II (Second Engineer)
Masinis II membantu Chief Engineer dalam mengelola kegiatan departemen mesin. Selain itu, posisi ini mengawasi pemeliharaan dan pengoperasian mesin utama serta peralatan pendukung.
c. Masinis III (Third Engineer)
Masinis III menangani peralatan mesin tertentu sesuai pembagian tugas. Misalnya, sistem bahan bakar, generator, pompa, dan peralatan pendukung lainnya.
d. Masinis IV (Fourth Engineer)
Masinis IV membantu kegiatan perawatan dan pengoperasian mesin kapal. Posisi ini juga mendukung pekerjaan teknis sesuai arahan perwira mesin senior.
e. Oiler
Oiler bertugas membantu pengoperasian dan pemeliharaan mesin. Pekerjaannya meliputi pemeriksaan kondisi mesin, pelumasan, serta pengawasan peralatan sesuai instruksi masinis.
f. Wiper
Wiper merupakan pelaut pemula di departemen mesin. Tugasnya mencakup kebersihan kamar mesin, membantu pekerjaan perawatan, dan mendukung kegiatan operasional teknis.
Baca Juga : Syarat Penempatan Pelaut di Kapal
3. Jabatan Pelaut Departemen Katering dan Pelayanan
Berbeda dengan kapal kargo, kapal pesiar dan kapal penumpang membutuhkan tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan makanan, kebersihan, serta pelayanan penumpang.
Beberapa posisi yang tersedia antara lain:
- Chief Cook: Memimpin kegiatan dapur dan mengatur penyediaan makanan.
- Cook: Menyiapkan makanan untuk awak kapal atau penumpang.
- Messman: Membantu pelayanan makanan dan kebersihan ruang makan.
- Steward: Menangani pelayanan dan kebutuhan penumpang sesuai tugasnya.
- Housekeeping: Menjaga kebersihan kabin serta area pelayanan.
- Waiter: Melayani kebutuhan makanan dan minuman penumpang.
Dengan demikian, pelaut yang memiliki keahlian perhotelan, kuliner, dan pelayanan dapat mempertimbangkan peluang kerja pada kapal pesiar atau kapal penumpang.
Penempatan Pelaut Berdasarkan Jenis Kapal
Selain jabatan, jenis kapal juga menentukan kebutuhan tenaga kerja. Setiap kapal memiliki karakteristik operasional yang berbeda. Oleh karena itu, perusahaan pelayaran membutuhkan pelaut dengan kompetensi yang sesuai.
1. Kapal Kargo (Cargo Ship)
Kapal kargo mengangkut berbagai jenis barang dari satu pelabuhan ke pelabuhan lainnya. Contohnya meliputi barang industri, bahan baku, kendaraan, dan produk perdagangan.
Jabatan yang umum tersedia pada kapal kargo meliputi:
- Nakhoda.
- Mualim I, II, dan III.
- AB dan OS.
- Chief Engineer.
- Masinis.
- Oiler dan Wiper.
Selain itu, pelaut bagian dek harus memahami prosedur keselamatan dan kegiatan pengamanan muatan.
Baca Juga : Dokumen untuk Penempatan Pelaut
2. Kapal Kontainer (Container Ship)
Kapal kontainer mengangkut barang menggunakan peti kemas dalam jumlah besar. Karena itu, kapal ini membutuhkan awak yang memahami pengamanan kontainer dan prosedur bongkar muat.
Posisi yang sering dibutuhkan antara lain perwira dek, AB, OS, perwira mesin, Oiler, dan Wiper.
Di samping itu, pengalaman bekerja dengan sistem pengamanan muatan menjadi nilai tambah bagi calon pelaut.
3. Kapal Tanker
Kapal tanker mengangkut muatan cair seperti minyak mentah, produk minyak, bahan kimia, atau gas cair. Oleh sebab itu, kapal ini memerlukan pelaut dengan kompetensi khusus sesuai jenis muatan dan operasional kapal.
Beberapa posisi yang tersedia meliputi:
- Nakhoda.
- Mualim I.
- Mualim II dan III.
- AB dan OS.
- Chief Engineer.
- Masinis.
- Oiler.
Namun, pelaut yang bekerja pada kapal tanker harus memenuhi persyaratan pelatihan keselamatan khusus sesuai jenis kapal dan tugasnya. Misalnya, pelatihan tanker minyak, tanker kimia, atau tanker gas.
4. Kapal Pesiar (Cruise Ship)
Kapal pesiar menawarkan perjalanan wisata sekaligus pelayanan akomodasi kepada penumpang. Oleh karena itu, kebutuhan tenaga kerjanya lebih beragam dibandingkan kapal kargo.
Beberapa jabatan yang dapat ditemukan meliputi:
- Deck Officer.
- Engine Officer.
- AB dan OS.
- Cook dan Assistant Cook.
- Waiter dan Bartender.
- Housekeeping.
- Laundry Attendant.
- Receptionist.
- Entertainment Staff.
Selain kemampuan teknis, perusahaan kapal pesiar biasanya memperhatikan kemampuan bahasa asing, komunikasi, dan pelayanan pelanggan.
Baca Juga : Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Naik Kapal
5. Kapal Penumpang
Kapal penumpang melayani transportasi manusia antarpulau atau antarwilayah. Karena itu, perusahaan membutuhkan awak kapal yang mampu menjalankan operasional pelayaran sekaligus memberikan pelayanan kepada penumpang.
Posisi yang tersedia mencakup bagian dek, mesin, katering, dan pelayanan penumpang.
Selain itu, awak kapal perlu memahami prosedur evakuasi dan penanganan keadaan darurat agar keselamatan penumpang tetap terjaga.
6. Kapal Supply dan Offshore
Kapal supply mendukung kegiatan industri lepas pantai, termasuk eksplorasi dan produksi minyak serta gas. Jenis kapal ini membutuhkan pelaut dengan pengalaman dan keterampilan khusus.
Jabatan yang umum tersedia antara lain:
- Master.
- Chief Officer.
- Second Officer.
- Third Officer.
- Chief Engineer.
- Engineer.
- AB.
- Oiler.
Di samping sertifikat pelaut, beberapa perusahaan juga mensyaratkan pelatihan keselamatan offshore sesuai jenis pekerjaan dan operasional kapal.
7. Kapal Tugboat dan Tongkang (Barge)
Tugboat berfungsi menarik atau mendorong kapal maupun tongkang. Sementara itu, tongkang sering digunakan untuk mengangkut batu bara, pasir, dan berbagai komoditas lainnya.
Jabatan yang dibutuhkan biasanya meliputi nakhoda, mualim, masinis, AB, dan Oiler.
Meskipun ukuran kapal relatif lebih kecil dibandingkan kapal niaga besar, awak kapal tetap harus memenuhi persyaratan kompetensi dan keselamatan yang berlaku.
Baca Juga : Kontrak Kerja dan Hak Pelaut Sebelum Penempatan
Persyaratan untuk Mendapatkan Penempatan Kerja sebagai Pelaut
Calon pelaut harus mempersiapkan dokumen dan kompetensi sebelum mengikuti proses perekrutan. Meskipun setiap perusahaan memiliki ketentuan berbeda, terdapat beberapa persyaratan umum yang perlu diperhatikan.
1. Memiliki Buku Pelaut
Buku Pelaut merupakan dokumen identitas dan catatan perjalanan kerja seorang pelaut. Dokumen ini menjadi salah satu persyaratan penting dalam administrasi pekerjaan di kapal.
Oleh karena itu, calon pelaut perlu memastikan Buku Pelaut masih berlaku dan memiliki data yang sesuai.
2. Memiliki Sertifikat Kompetensi
Sertifikat kompetensi menunjukkan kemampuan pelaut dalam menjalankan tugas berdasarkan jabatan dan tingkat tanggung jawabnya.
Contohnya, perwira dek dan perwira mesin memerlukan sertifikat kompetensi sesuai ketentuan kepelautan. Sementara itu, jabatan rating memerlukan sertifikat keterampilan yang sesuai.
3. Memiliki Sertifikat Keterampilan Pelaut
Selain sertifikat kompetensi, pelaut perlu memenuhi pelatihan keselamatan dan keterampilan sesuai ketentuan STCW serta jenis pekerjaan.
Beberapa sertifikat yang umum diperlukan meliputi:
- Basic Safety Training (BST).
- Survival Craft and Rescue Boats (SCRB), sesuai jabatan.
- Advanced Fire Fighting (AFF), sesuai tanggung jawab.
- Medical First Aid atau Medical Care, sesuai jabatan.
- Security Awareness atau pelatihan keamanan lain sesuai tugas.
- Sertifikat khusus tanker atau offshore jika dipersyaratkan.
Namun, tidak semua jabatan membutuhkan seluruh sertifikat tersebut. Dengan demikian, calon pelaut harus memeriksa persyaratan berdasarkan posisi yang dilamar.
Baca Juga : Persiapan Keberangkatan dan Sign On Pelaut
4. Memiliki Surat Keterangan Kesehatan
Pelaut harus memenuhi standar kesehatan dan kebugaran untuk bekerja di lingkungan kapal. Karena itu, calon awak kapal perlu menjalani pemeriksaan kesehatan melalui fasilitas atau dokter yang memenuhi ketentuan.
Hasil pemeriksaan tersebut membantu perusahaan memastikan kesiapan calon pelaut dalam menjalankan tugas.
5. Memiliki Paspor untuk Pelayaran Internasional
Pelaut yang bekerja pada kapal internasional umumnya memerlukan paspor sebagai dokumen perjalanan. Selain itu, beberapa negara atau perusahaan dapat mensyaratkan visa dan dokumen tambahan sesuai rute pelayaran.
Oleh sebab itu, calon pelaut sebaiknya memeriksa masa berlaku paspor sebelum mengikuti proses keberangkatan.

Bagaimana Proses Penempatan Pelaut di Perusahaan Pelayaran?
Proses penempatan pelaut melibatkan beberapa tahapan. Setiap perusahaan dapat menerapkan prosedur berbeda, tetapi secara umum prosesnya mencakup langkah berikut.
1. Pendaftaran dan Pengajuan Lamaran
Pertama, calon pelaut mencari informasi lowongan sesuai jabatan dan jenis kapal yang diinginkan. Selanjutnya, pelamar mengirimkan CV, Buku Pelaut, sertifikat, dan dokumen pendukung.
2. Pemeriksaan Dokumen
Setelah menerima lamaran, perusahaan memeriksa kelengkapan dan keabsahan dokumen. Selain itu, perusahaan mencocokkan sertifikat pelaut dengan jabatan yang tersedia.
3. Seleksi dan Wawancara
Berikutnya, calon pelaut mengikuti seleksi sesuai kebijakan perusahaan. Tahapan ini dapat mencakup wawancara, pemeriksaan kemampuan teknis, serta penilaian pengalaman kerja.
4. Pemeriksaan Kesehatan
Calon awak kapal menjalani pemeriksaan kesehatan sesuai persyaratan perusahaan dan ketentuan yang berlaku. Jika hasilnya memenuhi standar, pelamar dapat melanjutkan proses administrasi.
Baca Juga : Penempatan Pelaut di Kapal Luar Negeri
5. Penyesuaian Jabatan dan Jenis Kapal
Pada tahap ini, perusahaan mencocokkan kualifikasi pelaut dengan kebutuhan kapal. Misalnya, pelaut dengan pengalaman tanker dapat dipertimbangkan untuk kapal tanker apabila memenuhi persyaratan khusus.
6. Penandatanganan Perjanjian Kerja Laut
Sebelum bekerja, pelaut perlu memahami dan menyepakati Perjanjian Kerja Laut (PKL). Perjanjian tersebut memuat ketentuan pekerjaan, jabatan, masa kontrak, hak, kewajiban, dan ketentuan lain sesuai peraturan.
7. Persiapan Keberangkatan
Setelah seluruh persyaratan terpenuhi, pelaut mengikuti pengarahan dan persiapan keberangkatan. Selanjutnya, perusahaan mengatur proses sign on sesuai jadwal kapal.
Faktor yang Menentukan Penempatan Jabatan Pelaut
Perusahaan tidak menentukan penempatan secara sembarangan. Sebaliknya, terdapat beberapa faktor yang memengaruhi keputusan perekrutan.
1. Pendidikan dan Kompetensi
Pendidikan kepelautan menjadi salah satu dasar penentuan jabatan. Selain itu, sertifikat kompetensi menunjukkan bahwa pelaut memiliki kemampuan sesuai standar pekerjaan.
2. Pengalaman Berlayar
Pengalaman bekerja di kapal dapat meningkatkan peluang pelaut mendapatkan posisi tertentu. Misalnya, perusahaan tanker cenderung mempertimbangkan pelamar yang memiliki pengalaman dan pelatihan tanker sesuai kebutuhan.
3. Jenis Sertifikat yang Dimiliki
Sertifikat yang sesuai dengan jenis kapal dan jabatan menjadi pertimbangan penting. Oleh karena itu, pelaut sebaiknya memperbarui sertifikat dan mengikuti pelatihan yang relevan.
4. Kebutuhan Operasional Kapal
Setiap kapal memiliki kebutuhan awak yang berbeda. Karena itu, perusahaan menyesuaikan jumlah dan jabatan pelaut dengan ukuran kapal, jenis muatan, rute, serta sistem operasional.
5. Kemampuan Bahasa Asing
Kemampuan bahasa Inggris menjadi nilai tambah, terutama bagi pelaut yang bekerja pada kapal internasional dan kapal pesiar. Dengan kemampuan komunikasi yang baik, pelaut dapat berkoordinasi dengan awak kapal dari berbagai negara.
Baca Juga : Kendala Penempatan Pelaut dan Cara Mengatasinya
Tips Memilih Penempatan Kapal yang Sesuai
Memilih pekerjaan di kapal tidak cukup hanya mempertimbangkan gaji. Sebaliknya, calon pelaut perlu menilai kesesuaian pekerjaan dengan kompetensi dan tujuan karier.
Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan:
- Sesuaikan jabatan dengan sertifikat. Pilih posisi yang memenuhi kualifikasi dan kewenangan sertifikat Anda.
- Pertimbangkan pengalaman kerja. Jika masih pemula, cari posisi awal yang sesuai dengan kemampuan.
- Pelajari karakteristik kapal. Setiap kapal memiliki risiko, sistem kerja, dan lingkungan operasional berbeda.
- Periksa legalitas perusahaan perekrut. Pastikan perusahaan atau agen penempatan memiliki izin dan memenuhi ketentuan yang berlaku.
- Periksa isi kontrak kerja. Pahami gaji, masa kontrak, hak, kewajiban, asuransi, serta fasilitas.
- Hindari tawaran yang tidak jelas. Jangan menyerahkan uang atau dokumen asli tanpa dasar dan prosedur yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan menerapkan langkah tersebut, calon pelaut dapat mengurangi risiko kesalahan saat memilih perusahaan maupun posisi kerja.
Baca Juga : Cara Memeriksa Agen Penempatan Pelaut yang Tepercaya
Peluang Karier Pelaut Berdasarkan Jenis Kapal
Industri pelayaran menawarkan peluang karier yang cukup beragam. Setiap jenis kapal memiliki kebutuhan tenaga kerja dan spesialisasi tersendiri.
Sebagai contoh, kapal tanker membutuhkan pelaut dengan keahlian penanganan muatan cair. Sementara itu, kapal pesiar membutuhkan tenaga kerja yang menguasai pelayanan dan perhotelan.
Di sisi lain, kapal offshore membutuhkan awak kapal yang memahami operasional pendukung industri lepas pantai. Adapun kapal kargo dan kontainer menawarkan peluang bagi pelaut yang ingin mengembangkan karier dalam bidang navigasi, mesin, dan pengelolaan muatan.
Oleh karena itu, pelaut sebaiknya membangun pengalaman secara bertahap. Selain itu, mengikuti pelatihan yang relevan dapat membantu meningkatkan kompetensi dan memperluas peluang kerja.
Penempatan pelaut berdasarkan jabatan dan jenis kapal merupakan proses penting dalam industri pelayaran. Perusahaan harus menyesuaikan posisi kerja dengan kompetensi, sertifikat, pengalaman, dan kebutuhan operasional kapal.
Secara umum, jabatan pelaut terbagi menjadi departemen dek, mesin, serta katering dan pelayanan. Sementara itu, jenis kapal mencakup kapal kargo, kontainer, tanker, pesiar, penumpang, offshore, tugboat, dan tongkang.
Dengan memahami pembagian tersebut, calon pelaut dapat menentukan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan tujuan karier. Selain itu, persiapan Buku Pelaut, sertifikat, kesehatan, paspor, dan dokumen administrasi akan membantu memperlancar proses perekrutan. Jika membutuhkan bantuan dalam persiapan dokumen kepelautan, pengurusan Buku Pelaut, atau administrasi pendukung lainnya, PT Jangkar Global Groups dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendapatkan informasi layanan sesuai kebutuhan.
Konsultasi Penempatan Pelaut Sekarang!