Cara Mengajukan Multiple Entry Visa Panduan Lengkap

Akhmad Fauzi

Updated on:

Mengajukan Multiple Entry Visa Panduan Lengkap
Direktur Utama Jangkar Groups

Cara mengajukan Multiple Entry Visa pada dasarnya di mulai dengan menentukan negara tujuan dan kategori visa yang sesuai, kemudian menyiapkan dokumen, mengisi formulir, membayar biaya, menjalani proses biometrik atau wawancara jika di wajibkan, dan menunggu keputusan dari otoritas visa.

Multiple Entry Visa memungkinkan pemegangnya melakukan perjalanan masuk ke negara tujuan lebih dari satu kali selama masa berlaku visa, sesuai ketentuan yang di berikan. Karena itu, jenis visa ini dapat relevan bagi orang yang memiliki rencana perjalanan berulang, seperti perjalanan bisnis, kunjungan keluarga, atau wisata beberapa kali.

Namun, proses pengajuan Multiple Entry Visa tidak sama untuk semua negara. Setiap pemerintah memiliki persyaratan, formulir, biaya, prosedur, serta sistem aplikasi sendiri. Oleh karena itu, panduan berikut dapat di gunakan sebagai gambaran umum sebelum mengikuti prosedur resmi negara tujuan.

Baca Juga : Multiple Entry Visa: Pengertian, Syarat, Biaya, Masa Berlaku, dan Cara Mengurusnya

1. Tentukan Apakah Membutuhkan Multiple Entry Visa

Langkah pertama bukan langsung mengisi formulir, melainkan memastikan apakah Multiple Entry memang sesuai dengan kebutuhan perjalanan.

Multiple Entry dapat menjadi pilihan apabila seseorang berencana:

  1. mengunjungi negara yang sama beberapa kali;
  2. keluar dan kembali masuk dalam satu periode visa;
  3. melakukan perjalanan bisnis secara berkala;
  4. mengunjungi keluarga beberapa kali;
  5. melakukan perjalanan wisata berulang; atau
  6. memiliki kebutuhan perjalanan lain yang memang memerlukan beberapa kali masuk.

Sebaliknya, jika rencana perjalanan hanya membutuhkan satu kali masuk, Single Entry mungkin sudah sesuai.

Perlu di ingat bahwa Multiple Entry bukan berarti pemegang visa bebas keluar-masuk tanpa batas tanpa mengikuti aturan imigrasi. Setiap negara tetap dapat menetapkan masa berlaku, batas lama tinggal, serta ketentuan lainnya.

Baca Juga : Apa Itu Multiple Entry Visa? Pengertian dan Cara Kerjanya

2. Tentukan Jenis dan Kategori Visa

Setelah mengetahui kebutuhan perjalanan, tentukan kategori visa yang tepat.

Contohnya:

  1. Multiple Entry Visa untuk wisata;
  2. Multiple Entry Visa untuk bisnis;
  3. visa kunjungan keluarga;
  4. visa kunjungan tertentu; atau
  5. kategori lain yang menyediakan opsi masuk berkali-kali.

Jangan memilih kategori hanya berdasarkan istilah “multiple entry”. Tujuan perjalanan harus sesuai dengan aktivitas yang di izinkan oleh visa.

Misalnya, memiliki visa dengan fasilitas multiple entry tidak otomatis memberikan hak untuk bekerja di negara tujuan apabila kategori visa tersebut tidak mengizinkan pekerjaan.

Baca Juga : Multiple Entry Visa vs Single Entry Visa: Apa Perbedaannya?

3. Periksa Persyaratan Resmi

Setiap negara mempunyai persyaratan berbeda. Karena itu, langkah berikutnya adalah memeriksa situs resmi pemerintah, kedutaan, konsulat, atau pusat aplikasi visa yang di tunjuk.

Periksa setidaknya:

  1. jenis paspor yang di terima;
  2. masa berlaku paspor;
  3. formulir aplikasi;
  4. foto;
  5. bukti keuangan;
  6. bukti pekerjaan atau usaha;
  7. itinerary;
  8. bukti akomodasi;
  9. tiket atau rencana perjalanan;
  10. surat undangan jika di perlukan;
  11. asuransi perjalanan jika di wajibkan;
  12. riwayat perjalanan; dan
  13. dokumen pendukung lainnya.

Selain itu, perhatikan apakah dokumen harus di terjemahkan atau di legalisasi.

Baca Juga : Syarat Multiple Entry Visa: Dokumen dan Ketentuan yang Perlu Disiapkan

4. Siapkan Paspor

Paspor merupakan dokumen utama dalam pengajuan visa.

Pastikan data pada paspor sesuai dengan data yang akan di masukkan ke dalam formulir. Periksa juga masa berlaku paspor dan halaman kosong apabila negara tujuan memiliki ketentuan tertentu.

Jika paspor akan segera habis masa berlakunya, pertimbangkan untuk menyelesaikan persoalan paspor terlebih dahulu sebelum mengajukan visa, sesuai ketentuan negara tujuan.

Kesalahan nomor paspor atau nama dalam formulir juga perlu di hindari karena dapat menimbulkan masalah dalam proses aplikasi.

5. Siapkan Foto Visa

Beberapa aplikasi visa membutuhkan foto dengan spesifikasi tertentu.

Ketentuan dapat mencakup:

  1. ukuran foto;
  2. warna atau latar belakang;
  3. posisi kepala;
  4. ekspresi wajah;
  5. kualitas gambar;
  6. pencahayaan; dan
  7. waktu pengambilan foto.

Jangan menggunakan foto secara sembarangan hanya karena terlihat seperti foto paspor biasa. Persyaratan foto visa dapat berbeda antarnegara.

Jika aplikasi dilakukan secara online, periksa pula ketentuan format dan ukuran file digital.

Baca Juga : Berapa Lama Masa Berlaku Multiple Entry Visa? Jangan Samakan dengan Lama Tinggal

6. Siapkan Bukti Keuangan

Bukti keuangan dapat menjadi salah satu dokumen penting dalam aplikasi visa kunjungan.

Dokumen yang mungkin di minta antara lain:

  1. rekening koran;
  2. rekening tabungan;
  3. slip gaji;
  4. surat keterangan kerja;
  5. bukti penghasilan;
  6. dokumen usaha; atau
  7. bukti sumber dana lainnya.

Tujuannya adalah memberikan informasi mengenai kemampuan pemohon dalam membiayai perjalanan sesuai persyaratan yang berlaku.

Namun, jangan hanya berfokus pada jumlah saldo. Konsistensi transaksi dan sumber dana juga dapat menjadi bagian dari pemeriksaan.

Baca Juga : Multiple Entry Visa untuk Perjalanan Bisnis: Syarat dan Manfaatnya

7. Siapkan Bukti Pekerjaan atau Aktivitas di Indonesia

Dokumen pekerjaan dapat membantu menjelaskan kondisi pemohon.

Untuk karyawan, dokumen dapat berupa surat keterangan kerja, sedangkan pemilik usaha mungkin dapat menggunakan dokumen perusahaan atau usaha sesuai persyaratan.

Jika pemohon masih menjadi pelajar atau mahasiswa, dokumen dari institusi pendidikan dapat di gunakan apabila relevan.

Dokumen harus menggambarkan kondisi sebenarnya dan tidak boleh di buat atau diubah hanya untuk memperkuat aplikasi.

Baca Juga : Multiple Entry Visa untuk Wisata: Kapan Lebih Menguntungkan daripada Single Entry?

8. Buat Rencana Perjalanan yang Jelas

Itinerary merupakan bagian yang membantu menjelaskan tujuan perjalanan.

Untuk Multiple Entry, penjelasan mengenai kebutuhan masuk beberapa kali menjadi lebih penting apabila memang di minta oleh otoritas visa.

Rencana perjalanan dapat mencakup:

  1. tanggal keberangkatan;
  2. negara atau kota tujuan;
  3. tujuan kunjungan;
  4. tempat menginap;
  5. agenda bisnis jika ada;
  6. rencana kembali ke Indonesia; dan
  7. rencana perjalanan berikutnya jika sudah di ketahui.

Tidak perlu membuat itinerary yang terlalu rumit. Yang penting, rencana tersebut masuk akal dan konsisten dengan dokumen lain.

Baca Juga : Biaya Multiple Entry Visa: Apa Saja yang Harus Dibayar?

9. Siapkan Surat Undangan Jika Diperlukan

Untuk kunjungan bisnis atau keluarga, surat undangan dapat menjadi dokumen pendukung apabila di persyaratkan.

Surat undangan biasanya menjelaskan pihak yang mengundang, tujuan kunjungan, hubungan dengan pemohon, serta informasi kegiatan yang akan dilakukan.

Namun, surat undangan tidak otomatis menjamin visa di setujui. Dokumen tersebut tetap menjadi bagian dari keseluruhan aplikasi.

10. Isi Formulir Aplikasi

Setelah dokumen siap, pemohon dapat mengisi formulir sesuai sistem yang di gunakan negara tujuan.

Saat mengisi formulir, pastikan:

  1. nama sesuai paspor;
  2. nomor paspor benar;
  3. tanggal lahir benar;
  4. alamat sesuai;
  5. informasi pekerjaan akurat;
  6. riwayat perjalanan di isi sesuai kondisi sebenarnya;
  7. tujuan perjalanan sesuai kategori visa; dan
  8. informasi lainnya konsisten dengan dokumen pendukung.

Jangan memberikan informasi palsu untuk membuat profil terlihat lebih kuat.

Jika terdapat pertanyaan yang tidak di pahami, baca petunjuk resmi terlebih dahulu sebelum memberikan jawaban.

Baca Juga : Kenapa Pengajuan Multiple Entry Visa Bisa Ditolak? Ini Penyebabnya

11. Pilih Multiple Entry Jika Tersedia

Pada sistem aplikasi tertentu, pemohon dapat di minta memilih jumlah entry yang di inginkan.

Jika tersedia pilihan Single Entry, Double Entry, atau Multiple Entry, pilih sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

Namun, ketersediaan Multiple Entry tidak berarti setiap pemohon otomatis mendapat pilihan tersebut. Otoritas visa tetap dapat menentukan jenis atau validitas visa berdasarkan kebijakan yang berlaku.

12. Bayar Biaya Visa

Setelah formulir selesai, pemohon biasanya perlu membayar biaya aplikasi.

Selain biaya visa, mungkin terdapat biaya lain seperti:

  1. service fee;
  2. biaya biometrik;
  3. biaya pengiriman paspor;
  4. biaya layanan tambahan; atau
  5. biaya jasa pihak ketiga jika menggunakan agen.

Jumlah dan metode pembayaran berbeda-beda. Simpan bukti pembayaran setelah transaksi selesai.

Baca Juga : Jasa Pengurusan Multiple Entry Visa: Cara Memilih Agen Visa yang Aman

13. Buat Jadwal Biometrik atau Wawancara

Tidak semua aplikasi membutuhkan wawancara secara langsung. Namun, beberapa kategori visa dapat mengharuskan pemohon hadir untuk biometrik, wawancara, atau keduanya.

Jika mendapatkan jadwal, periksa:

  1. tanggal;
  2. waktu;
  3. lokasi;
  4. dokumen yang harus di bawa;
  5. bukti janji temu; dan
  6. ketentuan tambahan.

Datang sesuai jadwal dan bawa dokumen yang di minta.

14. Jalani Wawancara Jika Di minta

Dalam wawancara visa, pertanyaan dapat berkaitan dengan tujuan perjalanan, pekerjaan, kondisi finansial, rencana perjalanan, hubungan dengan pihak di negara tujuan, serta alasan membutuhkan visa tertentu.

Jawablah secara singkat, jujur, dan konsisten dengan formulir serta dokumen.

Jangan memberikan jawaban yang di buat-buat hanya untuk meningkatkan peluang mendapatkan Multiple Entry Visa.

15. Serahkan Dokumen

Dokumen dapat di serahkan secara online atau melalui pusat aplikasi, tergantung sistem negara tujuan.

Sebelum mengirimkan aplikasi, lakukan pemeriksaan terakhir.

Gunakan checklist sederhana:

DokumenStatus
Paspor✓
Formulir aplikasi✓
Foto✓
Bukti keuangan✓
Bukti pekerjaan/usaha✓
Itinerary✓
Akomodasi✓
Surat undangan jika di perlukan✓
Asuransi jika di wajibkan✓
Dokumen tambahan✓

Checklist tersebut hanya contoh. Daftar sebenarnya harus mengikuti persyaratan resmi visa yang di pilih.

16. Tunggu Proses Pemeriksaan

Setelah aplikasi di terima, otoritas visa akan melakukan pemeriksaan sesuai prosedur.

Durasi proses dapat berbeda-beda berdasarkan negara, kategori visa, volume aplikasi, kelengkapan dokumen, serta kebutuhan pemeriksaan tambahan.

Karena itu, jangan membuat jadwal perjalanan yang terlalu mepet dengan tanggal keberangkatan sebelum mengetahui estimasi proses yang berlaku.

17. Pantau Status Aplikasi

Jika negara tujuan menyediakan sistem pelacakan online, pemohon dapat memantau status aplikasi menggunakan nomor referensi yang di berikan.

Status dapat berubah selama proses pemeriksaan.

Apabila otoritas meminta dokumen tambahan, berikan sesuai instruksi dan batas waktu yang di tentukan.

18. Visa Di setujui atau Di tolak

Setelah pemeriksaan selesai, terdapat beberapa kemungkinan hasil.

Jika di setujui, paspor dapat di kembalikan dengan visa sesuai ketentuan yang di berikan. Periksa informasi pada visa sebelum melakukan perjalanan.

Jika di tolak, baca pemberitahuan penolakan dan alasan yang tercantum apabila tersedia. Jangan langsung mengajukan ulang dengan informasi yang sama tanpa memahami persoalan pada aplikasi sebelumnya.

19. Periksa Visa Setelah Terbit

Mendapatkan visa bukan berarti proses selesai sepenuhnya. Setelah visa di terbitkan, periksa detailnya.

Beberapa informasi yang perlu di perhatikan antara lain:

  1. nama;
  2. nomor paspor;
  3. masa berlaku;
  4. jumlah entry;
  5. durasi atau batas lama tinggal;
  6. kategori visa; dan
  7. keterangan khusus lainnya.

Pastikan informasi tersebut sesuai dengan dokumen dan kebutuhan perjalanan.

Masa Berlaku Visa Bukan Sama dengan Lama Tinggal

Ini merupakan salah satu hal terpenting dalam menggunakan Multiple Entry Visa.

Misalnya, sebuah visa memiliki masa berlaku satu tahun. Hal tersebut tidak otomatis berarti pemegang visa boleh tinggal selama satu tahun penuh di negara tujuan.

Visa dapat berlaku selama periode tertentu, sedangkan setiap kunjungan tetap memiliki batas lama tinggal sesuai ketentuan imigrasi.

Karena itu, selalu periksa kedua hal tersebut secara terpisah.

Kesalahan yang Sebaiknya Di hindari

Beberapa kesalahan yang dapat mengganggu proses aplikasi antara lain:

  1. memilih kategori visa yang tidak sesuai;
  2. mengisi data berbeda dari paspor;
  3. memberikan dokumen palsu;
  4. memasukkan informasi yang tidak konsisten;
  5. mengabaikan dokumen tambahan;
  6. tidak memeriksa masa berlaku paspor;
  7. tidak menjelaskan kebutuhan Multiple Entry ketika di minta;
  8. mengabaikan permintaan dokumen tambahan; dan
  9. menganggap visa pasti disetujui setelah biaya di bayar.

Selain itu, jangan membeli tiket atau membuat rencana perjalanan yang tidak dapat di ubah terlalu dini jika keputusan visa masih belum keluar, kecuali memang di perlukan dan risikonya sudah di pertimbangkan.

Berapa Lama Proses Pengajuan Multiple Entry Visa?

Tidak ada satu waktu pemrosesan yang berlaku untuk semua negara.

Lama proses dapat di pengaruhi oleh:

  1. jenis visa;
  2. negara tujuan;
  3. lokasi pengajuan;
  4. kelengkapan dokumen;
  5. kebutuhan wawancara;
  6. pemeriksaan tambahan; dan
  7. jumlah aplikasi yang sedang di proses.

Oleh karena itu, gunakan estimasi pemrosesan resmi dari otoritas visa sebagai acuan utama.

Cara mengajukan Multiple Entry Visa di mulai dengan memastikan kebutuhan perjalanan, memilih kategori visa yang tepat, memeriksa persyaratan resmi, menyiapkan dokumen, mengisi formulir, membayar biaya, menjalani biometrik atau wawancara jika diperlukan, lalu menunggu keputusan.

Setelah visa terbit, jangan langsung berasumsi bahwa pemegang visa dapat tinggal tanpa batas. Periksa masa berlaku, jumlah entry, lama tinggal, dan aktivitas yang diizinkan.

Dengan menyiapkan aplikasi secara lengkap, konsisten, dan sesuai kondisi sebenarnya, pemohon dapat menghindari berbagai kesalahan administratif yang sering menghambat proses pengajuan Multiple Entry Visa.

Konsultasikan Multiple Entry Visa Anda Sekarang

Akhmad Fauzi

Penulis adalah doktor ilmu hukum, magister ekonomi syariah, magister ilmu hukum dan ahli komputer. Ahli dibidang proses legalitas, visa, perkawinan campuran, digital marketing dan senang mengajarkan ilmu kepada masyarakat