Diklat SCRB merupakan salah satu pelatihan keselamatan yang penting bagi pelaut, khususnya untuk meningkatkan kemampuan menghadapi keadaan darurat di kapal. SCRB adalah singkatan dari Survival Craft and Rescue Boats, yaitu pelatihan yang berkaitan dengan penggunaan sekoci penolong, perahu penyelamat, serta perlengkapan keselamatan untuk bertahan hidup di laut. Materi Diklat SCRB Dalam pelatihan ini, peserta tidak hanya mempelajari teori keselamatan, tetapi juga menjalani praktik untuk memahami cara menggunakan peralatan penyelamatan dengan benar. Pengetahuan tersebut sangat di butuhkan ketika terjadi keadaan darurat, seperti kapal tenggelam, kebakaran, atau situasi yang mengharuskan awak kapal meninggalkan kapal.
Lalu, materi diklat SCRB apa saja yang di pelajari peserta? Berikut penjelasan mengenai materi utama, praktik, persyaratan peserta, dan manfaat mengikuti pelatihan SCRB.
Baca Juga : Diklat SCRB Pengertian, Syarat, dan Cara Mengikutinya
Apa Itu Diklat SCRB?
Di klat SCRB adalah pelatihan keselamatan bagi pelaut yang berfokus pada pengoperasian sekoci penolong dan perahu penyelamat. Pelatihan ini bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan untuk melakukan tindakan penyelamatan dalam kondisi darurat di laut.
Materi pelatihan mengacu pada ketentuan keselamatan pelaut yang relevan, termasuk standar STCW (Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers).
Melalui pelatihan ini, peserta di harapkan mampu memahami prosedur meninggalkan kapal, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta membantu proses penyelamatan diri dan orang lain sesuai tugas dan kewenangannya.
Baca Juga : Apa Itu SCRB? Pengertian, Fungsi, dan Manfaatnya
Materi Diklat SCRB yang Di pelajari Peserta
Materi di klat SCRB mencakup pembelajaran teori dan praktik. Susunan materi serta kedalaman praktik dapat berbeda sesuai program pelatihan dan ketentuan lembaga penyelenggara.
1. Pengetahuan Dasar Keselamatan di Laut
Peserta mempelajari prinsip dasar keselamatan di laut, jenis keadaan darurat yang mungkin terjadi di kapal, serta tindakan yang perlu di lakukan untuk mengurangi risiko terhadap keselamatan jiwa.
Materi ini juga membahas pentingnya mengikuti instruksi keselamatan, memahami tugas masing-masing awak kapal, dan bertindak sesuai prosedur ketika menghadapi situasi berbahaya.
2. Jenis dan Fungsi Alat Penyelamatan
Peserta di perkenalkan dengan berbagai peralatan penyelamatan yang tersedia di kapal, seperti:
- Sekoci penolong atau lifeboat.
- Perahu penyelamat atau rescue boat.
- Rakit penolong atau liferaft.
- Pelampung keselamatan atau lifejacket.
- Baju pelindung dan perlengkapan keselamatan lainnya.
- Peralatan komunikasi dan perlengkapan darurat yang relevan.
Peserta perlu mengetahui fungsi setiap alat, cara penggunaannya, serta pemeriksaan dasar untuk memastikan peralatan siap di gunakan.
Baca Juga : Syarat Diklat SCRB Dokumen dan Ketentuan Peserta
3. Prosedur Meninggalkan Kapal (Abandon Ship)
Salah satu materi penting dalam di klat SCRB adalah prosedur meninggalkan kapal ketika situasi tidak lagi aman.
Peserta mempelajari cara mengikuti perintah evakuasi, menuju tempat berkumpul, menggunakan perlengkapan keselamatan, dan menaiki sekoci atau sarana penyelamatan sesuai prosedur.
Selain itu, peserta memahami bahwa keputusan meninggalkan kapal harus mengikuti instruksi nakhoda atau pihak yang berwenang, kecuali apabila keadaan darurat mengharuskan tindakan segera demi keselamatan jiwa.
4. Pengoperasian Sekoci Penolong
Dalam materi ini, peserta mempelajari bagian-bagian sekoci, fungsi peralatannya, serta prinsip pengoperasian sekoci penolong.
Materi dapat mencakup pemeriksaan sebelum di gunakan, prosedur peluncuran sesuai jenis sekoci, tindakan keselamatan selama pengoperasian, dan cara mengendalikan sekoci dalam kondisi yang di tentukan.
Pengoperasian peralatan peluncuran harus di lakukan sesuai prosedur keselamatan dan di bawah pengawasan instruktur yang kompeten.
Baca Juga : Cara Daftar Diklat SCRB Panduan Pendaftaran dari Awal
5. Penggunaan Perahu Penyelamat (Rescue Boat)
Perahu penyelamat di gunakan untuk membantu operasi penyelamatan di laut sesuai kemampuan dan perlengkapannya.
Peserta mempelajari fungsi perahu penyelamat, pemeriksaan peralatan, prinsip pengoperasian, serta prosedur membantu orang yang berada dalam kondisi darurat di laut. Materi praktik dapat meliputi manuver dasar, pendekatan terhadap korban, dan koordinasi dengan awak kapal atau tim penyelamat lainnya.
6. Teknik Bertahan Hidup di Laut
Bertahan hidup di laut merupakan keterampilan penting ketika seseorang harus meninggalkan kapal dan menunggu pertolongan.
Peserta mempelajari cara menjaga keselamatan diri, menghemat energi, melindungi tubuh dari paparan lingkungan, serta menggunakan perlengkapan bertahan hidup yang tersedia.
Materi ini juga menekankan pentingnya menjaga ketenangan, mengikuti arahan pemimpin kelompok, dan menghindari tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
7. Penggunaan Peralatan Keselamatan dan Sinyal Darurat
Peserta mempelajari fungsi serta penggunaan perlengkapan untuk meminta bantuan dalam keadaan darurat.
Peralatan yang di bahas dapat meliputi alat pemberi sinyal visual, sarana komunikasi darurat, dan perlengkapan penanda lokasi sesuai fasilitas yang di gunakan dalam pelatihan.
Peserta juga perlu memahami bahwa penggunaan alat sinyal harus mengikuti instruksi keselamatan, petunjuk peralatan, dan ketentuan yang berlaku.
Baca Juga : Diklat SCRB Survival Craft and Rescue Boat Standar STCW 1978
8. Pertolongan dan Penyelamatan Korban di Laut
Materi ini membahas prinsip dasar membantu orang yang mengalami keadaan darurat di laut.
Peserta mempelajari cara mendekati korban secara aman, membantu proses pemindahan ke sarana penyelamatan, serta berkoordinasi dengan anggota tim lainnya.
Penanganan korban harus mempertimbangkan kondisi lingkungan, risiko terhadap penolong, dan kemampuan peralatan yang tersedia.
9. Pemeliharaan dan Pemeriksaan Peralatan Penyelamatan
Peralatan penyelamatan harus berada dalam kondisi siap pakai agar dapat berfungsi ketika di butuhkan.
Oleh karena itu, peserta mempelajari pemeriksaan dasar terhadap sekoci, perahu penyelamat, perlengkapan keselamatan, serta peralatan pendukung lainnya.
Materi ini juga menekankan pentingnya melaporkan kerusakan, mengikuti jadwal pemeriksaan, dan tidak mengoperasikan peralatan yang di nyatakan tidak aman.
Baca Juga : Biaya Diklat SCRB Komponen Biaya, Faktor yang Mempengaruhinya
Praktik yang Di lakukan Selama Diklat SCRB
Selain teori, di klat SCRB umumnya menekankan latihan praktik agar peserta dapat menerapkan pengetahuan yang telah di pelajari.
Beberapa kegiatan praktik yang dapat di lakukan antara lain:
- Pengenalan perlengkapan keselamatan: peserta mengidentifikasi peralatan dan memahami fungsinya.
- Latihan menggunakan alat keselamatan: peserta mempraktikkan pemakaian perlengkapan sesuai instruksi.
- Simulasi evakuasi kapal: peserta mengikuti prosedur berkumpul dan meninggalkan kapal.
- Latihan pengoperasian sekoci: peserta mengenal prosedur penggunaan sekoci sesuai fasilitas pelatihan.
- Simulasi penyelamatan: peserta berlatih melakukan tindakan penyelamatan dan koordinasi tim.
- Latihan bertahan hidup: peserta mempelajari tindakan yang di perlukan ketika berada di laut dalam kondisi darurat.
Jenis latihan, fasilitas yang di gunakan, dan standar penilaian mengikuti kurikulum serta ketentuan lembaga di klat yang menyelenggarakan pelatihan.
Baca Juga : Berapa Lama Diklat SCRB? Durasi, Jadwal, dan Tahapan Pelatihan
Siapa yang Perlu Mengikuti Diklat SCRB?
Di klat SCRB di tujukan bagi pelaut yang membutuhkan kompetensi pengoperasian sekoci penolong dan perahu penyelamat sesuai jabatan serta persyaratan sertifikasinya.
Peserta yang mungkin memerlukan pelatihan ini antara lain:
- Awak kapal yang memiliki tugas terkait sekoci penolong.
- Pelaut yang di persyaratkan memiliki kompetensi penyelamatan tertentu.
- Pelaut yang sedang memenuhi persyaratan sertifikasi sesuai jenjang kariernya.
- Awak kapal yang membutuhkan peningkatan kompetensi keselamatan berdasarkan ketentuan perusahaan atau otoritas terkait.
Kebutuhan mengikuti di klat perlu di periksa berdasarkan jabatan di kapal, jenis kapal, sertifikat yang di miliki, dan ketentuan yang berlaku.
Baca Juga : Sertifikat Diklat SCRB Fungsi, Kegunaan, Cara Mendapatkannya
Apa Persyaratan Mengikuti Diklat SCRB?
Persyaratan pendaftaran dapat berbeda sesuai lembaga pelatihan, program, dan ketentuan sertifikasi. Secara umum, calon peserta perlu memeriksa beberapa hal berikut:
- Identitas diri yang masih berlaku.
- Dokumen kepelautan yang di persyaratkan.
- Sertifikat pelatihan sebelumnya apabila di wajibkan.
- Persyaratan kesehatan dan kebugaran sesuai ketentuan program.
- Dokumen administrasi pendaftaran lainnya.
Sebelum mendaftar, calon peserta sebaiknya menghubungi lembaga di klat untuk memperoleh daftar persyaratan terbaru. Pastikan lembaga tersebut memiliki kewenangan menyelenggarakan pelatihan dan menerbitkan sertifikat yang sesuai dengan kebutuhan.
Berapa Lama Diklat SCRB Berlangsung?
Lama di klat SCRB bergantung pada program yang di ikuti, kurikulum, jadwal praktik, serta ketentuan otoritas yang berlaku.
Durasi pelatihan dapat berbeda antara program yang berfokus pada kompetensi awal dan program penyegaran atau pembaruan kompetensi, apabila tersedia dan di persyaratkan.
Untuk mengetahui lama pelatihan secara pasti, calon peserta sebaiknya memeriksa jadwal resmi lembaga di klat sebelum melakukan pendaftaran.
Baca Juga : Siapa yang Membutuhkan Diklat SCRB? Panduan Calon Peserta

Apa Manfaat Mengikuti Diklat SCRB bagi Pelaut?
Mengikuti di klat SCRB memberikan beberapa manfaat penting bagi pelaut.
Meningkatkan Keterampilan Keselamatan
Peserta memperoleh pemahaman mengenai penggunaan peralatan penyelamatan dan tindakan yang tepat dalam keadaan darurat.
Mendukung Persyaratan Sertifikasi
Pelatihan ini dapat menjadi bagian dari pemenuhan persyaratan kompetensi pelaut sesuai jabatan dan ketentuan yang berlaku.
Baca Juga : Perbedaan Diklat SCRB, Pelatihan SCRB, dan Sertifikasi SCRB
Meningkatkan Kesiapan Menghadapi Keadaan Darurat
Latihan teori dan praktik membantu peserta memahami prosedur evakuasi, penggunaan sekoci, serta koordinasi penyelamatan.
Mendukung Pengembangan Karier di Bidang Pelayaran
Kompetensi keselamatan yang sesuai dengan persyaratan jabatan dapat mendukung kesiapan pelaut untuk bekerja atau mengembangkan karier di sektor pelayaran.
Tips Memilih Lembaga Diklat SCRB yang Tepat
Sebelum mengikuti pelatihan, pastikan lembaga penyelenggara memiliki fasilitas dan program yang sesuai dengan standar kompetensi yang di butuhkan.
Berikut beberapa hal yang perlu di perhatikan:
- Periksa legalitas lembaga. Pastikan penyelenggara memiliki persetujuan atau kewenangan yang relevan.
- Tinjau kurikulum pelatihan. Pastikan materi teori dan praktik sesuai dengan program SCRB yang di perlukan.
- Periksa fasilitas praktik. Tanyakan ketersediaan sekoci, perahu penyelamat, dan perlengkapan keselamatan yang di gunakan.
- Konfirmasi biaya dan durasi. Mintalah informasi resmi mengenai biaya, jadwal, serta ketentuan kelulusan.
- Pastikan sertifikat sesuai kebutuhan. Periksa apakah sertifikat yang di terbitkan memenuhi persyaratan jabatan atau administrasi kepelautan yang di tuju.
Dengan memilih lembaga yang tepat, peserta dapat memperoleh pelatihan yang sesuai kebutuhan sekaligus meningkatkan keterampilan keselamatan secara efektif.
Baca Juga : Cara Memilih Lembaga Diklat SCRB yang Tepat dan Terpercaya
Pelatihan ini penting bagi pelaut yang membutuhkan kompetensi penyelamatan sesuai tugas dan persyaratan sertifikasinya. Selain memahami teori, peserta juga perlu menguasai praktik keselamatan agar mampu bertindak dengan tepat ketika menghadapi keadaan darurat. Sebelum mendaftar, pastikan persyaratan, durasi, biaya, dan status pengakuan sertifikat melalui lembaga di klat yang berwenang.
Konsultasi Diklat Pelaut Sekarang!