Level Kemampuan Bahasa Korea untuk Kerja di Luar Negeri

Santsanisy

Level Kemampuan Bahasa Korea untuk Kerja
Direktur Utama Jangkar Groups

Bekerja di Korea Selatan menjadi salah satu impian banyak masyarakat Indonesia. Selain menawarkan peluang pekerjaan dengan penghasilan yang menarik, Korea Selatan juga memiliki berbagai sektor industri yang membutuhkan tenaga kerja asing. Mulai dari manufaktur, perikanan, pertanian, peternakan, hingga sektor konstruksi, semuanya membuka peluang bagi pekerja Indonesia yang memenuhi persyaratan.

Namun, sebelum berangkat bekerja ke Korea Selatan, calon pekerja perlu mempersiapkan beberapa kemampuan penting. Salah satunya adalah kemampuan berbahasa Korea. Kemampuan bahasa menjadi bekal utama karena pekerja harus memahami instruksi atasan, berkomunikasi dengan rekan kerja, mengikuti aturan perusahaan, serta menjalankan tugas secara aman.

Lantas, berapa level kemampuan bahasa Korea yang harus seseorang kuasai agar bisa bekerja di Korea Selatan?

Secara umum, kemampuan bahasa Korea memiliki beberapa tingkatan, mulai dari pemula hingga mahir. Selain itu, calon pekerja Indonesia yang ingin mengikuti program Employment Permit System (EPS) perlu mengenal EPS-TOPIK sebagai salah satu persyaratan utama dalam proses seleksi tenaga kerja asing.

Oleh karena itu, calon pekerja perlu memahami perbedaan setiap level bahasa Korea, standar kemampuan yang perusahaan harapkan, serta cara meningkatkan kemampuan bahasa sebelum mengikuti proses perekrutan.

Baca juga : Kemampuan Bahasa Korea untuk Kerja di Korea Selatan

1. Mengenal Tingkatan Kemampuan Bahasa Korea

Mengenal Tingkatan Kemampuan Bahasa Korea

Bahasa Korea memiliki sistem pengukuran kemampuan yang membantu seseorang memahami tingkat penguasaan bahasa. Salah satu sistem yang cukup terkenal adalah Test of Proficiency in Korean atau TOPIK.

TOPIK merupakan ujian kemampuan bahasa Korea yang mengukur keterampilan seseorang dalam memahami bahasa Korea. Ujian ini memiliki enam tingkat kemampuan, mulai dari TOPIK I Level 1 dan Level 2 hingga TOPIK II Level 3 sampai Level 6.

Setiap tingkatan memiliki standar penguasaan yang berbeda. Semakin tinggi level seseorang, semakin baik pula kemampuannya dalam memahami kosakata, tata bahasa, percakapan, bacaan, dan tulisan Korea.

Meskipun demikian, calon pekerja Indonesia perlu memahami bahwa TOPIK dan EPS-TOPIK merupakan dua jenis ujian yang berbeda. TOPIK lebih luas karena mengukur kemampuan bahasa Korea untuk berbagai keperluan, sedangkan EPS-TOPIK secara khusus mendukung proses seleksi pekerja asing melalui program EPS.

Dengan demikian, seseorang yang ingin bekerja melalui jalur EPS sebaiknya memprioritaskan persiapan EPS-TOPIK sesuai ketentuan perekrutan yang berlaku.

Baca juga : Bahasa Korea untuk Pemula: Hangul, Pengucapan dan Kosakata

2. Level Bahasa Korea 1: Tingkat Pemula

Level 1 merupakan tingkatan paling dasar dalam pembelajaran bahasa Korea. Pada tahap ini, seseorang mulai mengenal huruf Hangeul, kosakata sederhana, serta pola kalimat dasar.

Bagi pemula, kemampuan membaca dan menulis Hangeul menjadi langkah pertama yang sangat penting. Setelah itu, peserta belajar mengenali kata-kata yang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa materi yang perlu seseorang kuasai antara lain:

  1. Mengenal huruf vokal dan konsonan Korea.
  2. Membaca serta menulis Hangeul.
  3. Memahami salam dan ungkapan sederhana.
  4. Mengenal angka Korea dan angka Sino-Korea.
  5. Menyebutkan nama, asal, pekerjaan, dan tempat tinggal.
  6. Memahami kalimat sederhana tentang kegiatan sehari-hari.
  7. Mengenal kosakata umum seperti makan, minum, bekerja, dan beristirahat.

Pada tahap ini, seseorang biasanya mampu memperkenalkan diri menggunakan kalimat pendek. Selain itu, peserta mulai memahami pertanyaan sederhana ketika lawan bicara menggunakan bahasa Korea secara perlahan.

Contohnya, seseorang dapat memahami ungkapan seperti 안녕하세요 (Annyeonghaseyo) yang berarti halo, 감사합니다 (Gamsahamnida) yang berarti terima kasih, dan 안녕히 가세요 (Annyeonghi gaseyo) yang berarti selamat jalan.

Namun, kemampuan level 1 belum cukup untuk menghadapi berbagai situasi pekerjaan secara mandiri. Oleh sebab itu, calon pekerja sebaiknya melanjutkan pembelajaran menuju tingkat berikutnya.

Baca juga : EPS-TOPIK Tes Bahasa Korea untuk Calon Pekerja Indonesia

3. Level Bahasa Korea 2: Pemula Lanjutan

Level 2 menunjukkan bahwa seseorang mulai memahami percakapan sederhana dengan lebih baik. Pada tingkat ini, peserta tidak hanya mengenal kosakata dasar, tetapi juga mulai menggunakan bahasa Korea untuk berkomunikasi dalam berbagai situasi.

Selain itu, kemampuan membaca kalimat pendek semakin berkembang. Peserta juga mulai memahami percakapan tentang aktivitas sehari-hari, lingkungan sekitar, transportasi, belanja, dan pekerjaan sederhana.

Materi yang perlu seseorang kuasai meliputi:

  1. Memahami percakapan sederhana.
  2. Menggunakan tata bahasa dasar secara tepat.
  3. Menjelaskan aktivitas sehari-hari.
  4. Menanyakan lokasi dan arah.
  5. Memahami instruksi sederhana.
  6. Menyampaikan kebutuhan pribadi.
  7. Mengenal kosakata lingkungan kerja.
  8. Memahami percakapan singkat antara pekerja dan atasan.

Sebagai contoh, seseorang mulai memahami instruksi seperti 일하세요 (Ilhaseyo) yang berarti silakan bekerja, 쉬세요 (Swiseyo) yang berarti silakan beristirahat, serta 조심하세요 (Josimhaseyo) yang berarti berhati-hatilah.

Kemampuan tersebut mulai membantu calon pekerja ketika menghadapi lingkungan kerja Korea. Meskipun begitu, peserta tetap perlu memperkaya kosakata khusus pekerjaan agar mampu memahami instruksi secara lebih akurat.

Baca juga : Syarat Bahasa Korea untuk EPS Korea: Kemampuan dan Tes

4. Level Bahasa Korea 3: Tingkat Menengah Awal

Level 3 termasuk tingkat menengah awal. Pada tahap ini, seseorang mulai menggunakan bahasa Korea untuk berkomunikasi dalam situasi yang lebih beragam.

Kemampuan memahami percakapan juga semakin meningkat. Selain itu, peserta mulai memahami informasi umum melalui pengumuman, percakapan pekerjaan, dan bacaan sederhana.

Dalam lingkungan kerja, kemampuan level 3 memberikan bekal komunikasi yang lebih baik. Seseorang dapat menjelaskan tugas, menyampaikan kesulitan, serta memahami percakapan yang melibatkan beberapa informasi sekaligus.

Beberapa kemampuan yang perlu seseorang kuasai meliputi:

  1. Memahami percakapan dengan topik pekerjaan.
  2. Menjelaskan pengalaman dan kegiatan.
  3. Memahami pengumuman sederhana.
  4. Menggunakan tata bahasa tingkat menengah.
  5. Menyampaikan pendapat secara sederhana.
  6. Memahami instruksi kerja yang lebih panjang.
  7. Menjelaskan masalah ketika menjalankan tugas.
  8. Berkomunikasi dengan rekan kerja secara lebih lancar.

Sebagai contoh, pekerja dapat menjelaskan bahwa sebuah mesin mengalami masalah, meminta bantuan kepada supervisor, atau menyampaikan bahwa bahan produksi hampir habis.

Selain itu, level ini membantu seseorang beradaptasi dengan kehidupan sosial masyarakat Korea. Dengan kemampuan tersebut, pekerja dapat memahami percakapan sederhana saat berbelanja, menggunakan transportasi umum, maupun berinteraksi dengan masyarakat setempat.

Baca juga : Cara Belajar Bahasa Korea untuk EPS-TOPIK

5. Level Bahasa Korea 4: Tingkat Menengah Lanjutan

Level 4 menunjukkan kemampuan bahasa Korea yang lebih kuat. Seseorang pada tingkat ini biasanya mampu memahami berbagai percakapan dengan topik umum maupun pekerjaan.

Selanjutnya, peserta mulai memahami bacaan yang lebih panjang serta mampu menyampaikan pendapat dengan struktur kalimat yang lebih kompleks.

Dalam dunia kerja, kemampuan level 4 memberikan keuntungan karena pekerja dapat berkomunikasi dengan lebih mandiri. Mereka juga lebih mudah memahami penjelasan mengenai prosedur kerja, keselamatan, dan pembagian tugas.

Kemampuan yang perlu seseorang kuasai antara lain:

  1. Memahami percakapan dengan berbagai topik.
  2. Menjelaskan permasalahan pekerjaan secara terperinci.
  3. Memahami pengumuman perusahaan.
  4. Membaca petunjuk penggunaan peralatan.
  5. Menyampaikan pendapat dengan jelas.
  6. Memahami percakapan formal dan informal.
  7. Menggunakan kosakata pekerjaan secara tepat.
  8. Menjelaskan pengalaman kerja secara lebih lengkap.

Selain kemampuan berbicara, keterampilan membaca juga sangat penting. Sebab, perusahaan Korea sering menggunakan papan informasi, petunjuk keselamatan, serta dokumen operasional dalam bahasa Korea.

Dengan demikian, kemampuan level 4 dapat membantu pekerja memahami lingkungan kerja secara lebih menyeluruh.

Baca juga : Kosakata Bahasa Korea untuk Pekerja yang Sering Digunakan

6. Level Bahasa Korea 5: Tingkat Mahir

Level 5 termasuk kategori kemampuan bahasa Korea tingkat tinggi. Pada tahap ini, seseorang mampu memahami pembahasan yang lebih kompleks, termasuk topik profesional, sosial, dan pekerjaan.

Selain itu, peserta dapat menggunakan bahasa Korea untuk menjelaskan pendapat, menganalisis suatu permasalahan, serta memahami informasi yang lebih mendalam.

Dalam lingkungan profesional, kemampuan ini sangat bermanfaat bagi seseorang yang ingin menjalankan tanggung jawab lebih besar. Misalnya, pekerja yang berkomunikasi dengan manajemen, membantu koordinasi tim, atau menjalankan tugas administratif.

Beberapa kemampuan yang perlu seseorang kuasai meliputi:

  1. Memahami pembicaraan dengan topik kompleks.
  2. Menggunakan kosakata profesional.
  3. Membaca dokumen pekerjaan yang lebih panjang.
  4. Menjelaskan pendapat secara sistematis.
  5. Memahami pembahasan teknis.
  6. Berkomunikasi dalam situasi formal.
  7. Menyampaikan laporan dan evaluasi pekerjaan.

Namun, calon pekerja yang mengikuti program EPS tidak selalu membutuhkan TOPIK Level 5. Persyaratan bahasa mengikuti ketentuan program dan jenis seleksi yang berlaku.

Baca juga : Bahasa Korea di Tempat Kerja: Kalimat yang Perlu Dipahami PMI

7. Level Bahasa Korea 6: Tingkat Mahir Tinggi

Level 6 merupakan tingkatan tertinggi dalam sistem TOPIK. Seseorang yang mencapai level ini memiliki kemampuan bahasa Korea yang sangat baik.

Pada tingkat tersebut, peserta mampu memahami berbagai jenis percakapan, bacaan, serta pembahasan kompleks. Selain itu, mereka dapat menggunakan bahasa Korea secara efektif untuk kepentingan akademik maupun profesional.

Dalam dunia kerja, kemampuan level 6 sangat mendukung komunikasi dengan berbagai pihak. Seseorang dapat memahami pembahasan teknis, menyusun laporan, melakukan presentasi, serta menjelaskan permasalahan secara mendalam.

Kemampuan ini tentu memberikan keuntungan bagi seseorang yang ingin membangun karier jangka panjang di Korea Selatan.

Meskipun demikian, calon pekerja sektor manufaktur, pertanian, perikanan, atau sektor lain melalui program EPS tidak harus mencapai TOPIK Level 6. Calon pekerja cukup mengikuti standar seleksi yang berlaku sesuai program penempatan.

Baca juga : Bahasa Korea untuk Keselamatan Kerja yang Harus Dipahami

8. Apakah Bekerja di Korea Harus Menguasai TOPIK Level Tertentu?

Pertanyaan ini sering muncul dari masyarakat Indonesia yang ingin bekerja di Korea Selatan.

Jawabannya bergantung pada jalur pekerjaan yang seseorang pilih. Sebab, setiap program perekrutan memiliki ketentuan bahasa yang berbeda.

Bagi calon pekerja yang ingin mengikuti Employment Permit System, ujian EPS-TOPIK menjadi salah satu tahapan penting. Ujian tersebut mengukur kemampuan peserta dalam memahami bahasa Korea yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dan lingkungan pekerjaan.

Namun, calon pekerja perlu memahami bahwa kelulusan ujian bahasa tidak otomatis menjamin keberangkatan ke Korea Selatan. Masih ada tahapan lain yang perlu peserta lalui, seperti seleksi keterampilan apabila berlaku, pemeriksaan kesehatan, proses pencocokan tenaga kerja, serta tahapan administrasi sesuai ketentuan.

Selain itu, beberapa perusahaan atau jalur pekerjaan lain mungkin memiliki persyaratan TOPIK tersendiri.

Oleh karena itu, calon pekerja perlu memeriksa pengumuman resmi dari lembaga penyelenggara sebelum menentukan target level bahasa Korea.

Baca juga : Tes Kemampuan Bahasa Korea Selatan untuk Kerja

9. Mengenal EPS-TOPIK untuk Calon Pekerja Indonesia

EPS-TOPIK merupakan ujian kemampuan bahasa Korea yang secara khusus berkaitan dengan program Employment Permit System. Program ini memberikan kesempatan kepada tenaga kerja asing untuk bekerja secara legal pada sektor tertentu di Korea Selatan.

Melalui ujian EPS-TOPIK, penyelenggara dapat mengukur kemampuan peserta dalam memahami bahasa Korea yang relevan dengan kehidupan dan pekerjaan.

Materi ujian umumnya mencakup dua kemampuan utama, yaitu membaca dan mendengarkan.

A. Kemampuan membaca

Pada bagian membaca, peserta perlu memahami kosakata, tata bahasa, kalimat, serta informasi tertulis dalam bahasa Korea.

Contoh materi meliputi:

  1. Kosakata pekerjaan.
  2. Rambu keselamatan.
  3. Informasi umum.
  4. Instruksi penggunaan peralatan.
  5. Percakapan tertulis.
  6. Ungkapan dalam lingkungan kerja.

B. Kemampuan mendengarkan

Pada bagian mendengarkan, peserta perlu memahami percakapan dan informasi lisan dalam bahasa Korea.

Contoh materi meliputi:

  1. Percakapan sehari-hari.
  2. Instruksi atasan.
  3. Informasi keselamatan kerja.
  4. Dialog antara pekerja.
  5. Pengumuman sederhana.
  6. Situasi yang sering muncul dalam pekerjaan.

Dengan mempelajari kedua kemampuan tersebut secara konsisten, peserta dapat meningkatkan kesiapan untuk mengikuti ujian.

Namun, peserta harus selalu memperhatikan ketentuan terbaru mengenai jumlah soal, durasi ujian, sistem penilaian, dan standar kelulusan karena penyelenggara dapat menyesuaikan aturan sesuai periode rekrutmen.

Baca juga : Berapa Lama Belajar Bahasa Korea sampai Bisa untuk Kerja?

10. Kosakata Bahasa Korea yang Penting untuk Pekerjaan

Selain mempelajari tata bahasa, calon pekerja perlu menghafal kosakata yang sering muncul dalam lingkungan kerja. Dengan begitu, mereka dapat memahami instruksi dan mengurangi risiko kesalahpahaman.

Berikut beberapa contoh kosakata penting:

Bahasa KoreaArti Bahasa Indonesia
일하다 (Ilhada)Bekerja
회사 (Hoesa)Perusahaan
공장 (Gongjang)Pabrik
작업 (Jageop)Pekerjaan
안전 (Anjeon)Keselamatan
위험 (Wiheom)Bahaya
조심하다 (Josimhada)Berhati-hati
휴식 (Hyusik)Istirahat
출근 (Chulgeun)Masuk kerja
퇴근 (Toegeun)Pulang kerja
기계 (Gigye)Mesin
도구 (Dogu)Alat
관리자 (Gwanrija)Pengelola atau pengawas
동료 (Dongnyo)Rekan kerja
작업복 (Jageopbok)Pakaian kerja

Selain kosakata tersebut, peserta perlu mempelajari ungkapan yang sering muncul dalam instruksi pekerjaan. Misalnya, 빨리 하세요 (Ppalli haseyo) berarti lakukan dengan cepat, 그리고 확인하세요 (Geurigo hwaginhaseyo) berarti kemudian periksalah, serta 위험하니까 조심하세요 (Wiheomhanikka josimhaseyo) berarti berhati-hatilah karena berbahaya.

Semakin banyak kosakata yang seseorang kuasai, semakin mudah pula proses adaptasi saat mulai bekerja.

11. Cara Meningkatkan Level Bahasa Korea Sebelum Berangkat Kerja

Meningkatkan kemampuan bahasa Korea membutuhkan latihan yang konsisten. Oleh sebab itu, calon pekerja sebaiknya membuat jadwal belajar yang teratur agar perkembangan kemampuan berlangsung secara bertahap.

Berikut beberapa cara yang dapat membantu proses pembelajaran.

1. Pelajari Hangeul sampai lancar. Pertama, kuasai huruf Hangeul sebelum mempelajari materi yang lebih sulit. Kemampuan membaca Hangeul akan membantu peserta memahami soal ujian, kosakata, dan berbagai informasi tertulis.

2. Hafalkan kosakata setiap hari. Selanjutnya, buat target menghafal kosakata secara rutin. Sebagai contoh, peserta dapat mempelajari 10–20 kata baru setiap hari. Prioritaskan kosakata yang berkaitan dengan pekerjaan, keselamatan, dan kehidupan sehari-hari.

3. Latih kemampuan mendengarkan. Kemudian, biasakan mendengarkan percakapan penutur asli Korea. Peserta dapat menggunakan materi audio pembelajaran, video edukasi, atau rekaman latihan EPS-TOPIK. Cara ini membantu telinga mengenali pelafalan dan intonasi bahasa Korea.

4. Kerjakan latihan soal EPS-TOPIK. Selain belajar teori, peserta perlu mengerjakan latihan soal secara rutin. Melalui latihan tersebut, peserta dapat mengenali pola pertanyaan sekaligus mengetahui bagian materi yang masih membutuhkan perhatian.

5. Biasakan berbicara menggunakan bahasa Korea. Berikutnya, praktikkan percakapan sederhana setiap hari. Peserta dapat berlatih memperkenalkan diri, menjelaskan aktivitas, serta menjawab pertanyaan tentang pekerjaan.

6. Evaluasi perkembangan kemampuan. Terakhir, lakukan evaluasi secara berkala. Catat kosakata yang belum hafal, tata bahasa yang masih membingungkan, serta jenis soal yang sering menghasilkan jawaban salah.

Dengan evaluasi tersebut, peserta dapat menyusun strategi belajar yang lebih efektif.

12. Berapa Lama Waktu untuk Menguasai Bahasa Korea?

Lama waktu belajar bahasa Korea bergantung pada kemampuan awal, intensitas latihan, metode pembelajaran, dan konsistensi setiap peserta.

Bagi pemula yang belum mengenal Hangeul, tahap awal dapat membutuhkan beberapa minggu hingga mampu membaca dan memahami kalimat sederhana.

Selanjutnya, peserta biasanya memerlukan beberapa bulan untuk memperkaya kosakata dan memahami tata bahasa dasar. Sementara itu, persiapan menuju kemampuan yang lebih baik membutuhkan latihan secara berkelanjutan.

Sebagai gambaran, seseorang yang belajar selama 1–2 jam setiap hari memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan secara lebih terarah dibandingkan peserta yang hanya belajar sesekali.

Namun, tidak ada jaminan bahwa setiap orang akan mencapai level tertentu dalam waktu yang sama. Sebab, kemampuan mengingat, memahami, dan menggunakan bahasa berbeda pada setiap individu.

Oleh karena itu, calon pekerja sebaiknya tidak hanya mengejar waktu belajar yang singkat. Sebaliknya, prioritaskan pemahaman materi, kemampuan mengerjakan soal, dan kesiapan berkomunikasi.

Pentingnya Konsultasi Persiapan Bahasa Korea untuk Kerja

Persiapan bekerja ke Korea Selatan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan bahasa. Calon pekerja juga perlu memahami jalur perekrutan, persyaratan administrasi, tahapan seleksi, serta ketentuan penempatan tenaga kerja.

Oleh karena itu, konsultasi sebelum mengikuti proses perekrutan dapat membantu calon pekerja memperoleh informasi yang lebih jelas.

Melalui konsultasi, calon pekerja dapat memahami beberapa hal penting, seperti:

  1. Tingkat kemampuan bahasa Korea yang perlu mereka persiapkan.
  2. Perbedaan TOPIK dan EPS-TOPIK.
  3. Materi yang perlu peserta pelajari sebelum ujian.
  4. Persyaratan umum program kerja Korea Selatan.
  5. Tahapan seleksi calon pekerja.
  6. Dokumen yang perlu peserta persiapkan.
  7. Hal-hal yang perlu seseorang perhatikan sebelum mengikuti proses penempatan.

Selain itu, calon pekerja dapat menyesuaikan persiapan dengan kemampuan masing-masing. Dengan demikian, mereka tidak perlu menghabiskan waktu mempelajari materi yang kurang relevan dengan tujuan pekerjaan.

PT Jangkar Global Groups dapat menjadi mitra konsultasi untuk membantu Anda memahami kebutuhan persiapan dokumen dan informasi administrasi terkait rencana kerja ke luar negeri. Pastikan Anda selalu memeriksa jalur resmi serta ketentuan perekrutan yang berlaku sebelum mengambil keputusan.

Level kemampuan bahasa Korea untuk kerja

Level kemampuan bahasa Korea untuk kerja memiliki beberapa tingkatan, mulai dari Level 1 hingga Level 6 dalam sistem TOPIK. Setiap tingkatan menunjukkan perkembangan kemampuan seseorang dalam membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara menggunakan bahasa Korea.

Namun, calon pekerja Indonesia yang ingin mengikuti program Employment Permit System perlu memahami bahwa EPS-TOPIK memiliki sistem ujian tersendiri. Oleh karena itu, persiapan sebaiknya mengikuti ketentuan seleksi yang berlaku, bukan sekadar mengejar level TOPIK tertentu.

Selain mempelajari Hangeul, peserta perlu memperkaya kosakata pekerjaan, melatih kemampuan mendengarkan, memahami instruksi, serta mengerjakan latihan soal secara rutin.

Pada akhirnya, kemampuan bahasa Korea yang baik akan membantu calon pekerja menghadapi proses seleksi sekaligus beradaptasi dengan kehidupan dan lingkungan kerja di Korea Selatan.

Jangan menunggu sampai proses perekrutan berlangsung untuk mulai belajar. Semakin awal Anda mempersiapkan kemampuan bahasa dan persyaratan administrasi, semakin baik pula kesiapan Anda untuk mengejar peluang kerja di Korea Selatan.

Konsultasikan Pengurusan Dokumen Anda Sekarang

Santsanisy
Konsultasi Gratis Balas cepat via WhatsApp