Legalisasi ijazah pelaut merupakan proses penting bagi pelaut yang perlu menggunakan ijazah atau dokumen pendidikan kepelautan untuk keperluan pekerjaan, administrasi, maupun kebutuhan di luar negeri. Proses ini membantu memastikan bahwa dokumen yang di ajukan sesuai dengan persyaratan instansi penerima. Oleh karena itu, setiap pelaut perlu mengetahui syarat legalisasi ijazah pelaut, prosedur pengurusan, biaya, serta cara mengurusnya dengan benar agar tidak mengalami kendala administratif.
Pada dasarnya, legalisasi ijazah pelaut tidak selalu memiliki prosedur yang sama untuk setiap keperluan. Persyaratan dapat berbeda berdasarkan jenis ijazah, lembaga penerbit, negara tujuan, dan pihak yang meminta dokumen tersebut. Selain itu, ijazah pendidikan kepelautan perlu di bedakan dari sertifikat kompetensi pelaut dan dokumen pendukung lainnya. Dengan mengetahui perbedaan tersebut sejak awal, pelaut dapat menyiapkan dokumen secara lebih terarah.
Apa Itu Legalisasi Ijazah Pelaut?
Legalisasi ijazah pelaut adalah proses pengesahan atau verifikasi dokumen pendidikan kepelautan sesuai ketentuan instansi yang berwenang dan kebutuhan pihak penerima. Proses ini bertujuan memastikan keaslian atau keabsahan dokumen melalui pemeriksaan oleh pihak yang memiliki kewenangan terhadap dokumen tersebut.
Dalam praktiknya, istilah legalisasi dapat merujuk pada beberapa bentuk pengesahan. Sebagian kebutuhan hanya memerlukan verifikasi dari lembaga pendidikan penerbit ijazah. Sementara itu, kebutuhan lain dapat melibatkan instansi pemerintah, perwakilan negara, atau mekanisme apostille apabila ketentuan dan negara tujuan memungkinkan.
Karena itu, pelaut sebaiknya tidak langsung menganggap bahwa semua ijazah harus melewati tahapan yang sama. Langkah pertama yang perlu di lakukan adalah memastikan tujuan penggunaan dokumen dan meminta daftar persyaratan dari instansi atau perusahaan yang akan menerima ijazah tersebut.
BACA JUGA: LEGALISASI IJAZAH PELAUT: Panduan Lengkap dan Prosedur
Perbedaan Ijazah Pelaut dan Sertifikat Kompetensi
Ijazah pelaut pada umumnya berkaitan dengan pendidikan atau kelulusan dari lembaga pendidikan kepelautan. Dokumen tersebut menunjukkan bahwa pemegangnya telah menyelesaikan program pendidikan tertentu sesuai ketentuan lembaga penerbit.
Sebaliknya, sertifikat kompetensi atau sertifikat keahlian pelaut berkaitan dengan kualifikasi dan kompetensi yang di perlukan untuk menjalankan tugas tertentu di kapal. Dokumen ini dapat memiliki persyaratan penerbitan, pengesahan, dan verifikasi tersendiri.
Perbedaan tersebut penting karena pihak penerima mungkin meminta ijazah, sertifikat kompetensi, atau keduanya sekaligus. Oleh sebab itu, periksa nama dokumen secara teliti sebelum mengajukan legalisasi. Dengan demikian, pelaut tidak perlu mengulang proses hanya karena dokumen yang disiapkan tidak sesuai dengan permintaan.
BACA JUGA: Apostille atau Legalisasi Ijazah Pelaut, Apa Bedanya?
Tujuan Legalisasi Ijazah Pelaut
Legalisasi ijazah pelaut dapat di perlukan untuk berbagai keperluan administratif. Namun, tujuan penggunaannya menentukan jenis pengesahan yang perlu dipenuhi. Berikut beberapa kebutuhan yang umum menjadi alasan pelaut mengurus legalisasi ijazah.
Pertama, pelaut mungkin perlu menyerahkan ijazah untuk melamar pekerjaan pada perusahaan pelayaran. Perusahaan dapat meminta dokumen pendidikan sebagai bagian dari pemeriksaan kualifikasi calon pekerja. Dalam kondisi ini, pelaut perlu memastikan apakah perusahaan hanya membutuhkan salinan ijazah yang di legalisasi atau dokumen yang juga telah memperoleh pengesahan dari instansi tertentu.
Kedua, pelaut dapat membutuhkan ijazah untuk proses administrasi di luar negeri. Contohnya, perusahaan asing atau lembaga terkait dapat meminta dokumen pendidikan yang telah melalui verifikasi sesuai aturan negara penerima. Karena setiap negara memiliki ketentuan berbeda, pelaut perlu mengonfirmasi persyaratan sebelum mengurus pengesahan tambahan.
Ketiga, legalisasi dapat mendukung proses pendidikan lanjutan, pelatihan, atau penyetaraan kualifikasi. Dalam hal ini, lembaga penerima mungkin memerlukan bukti pendidikan yang dapat di verifikasi. Selain ijazah, lembaga tersebut dapat meminta transkrip nilai atau dokumen pendukung lainnya.
Dengan demikian, tujuan penggunaan dokumen perlu di tentukan sejak awal. Langkah ini membantu pelaut memilih jalur pengurusan yang sesuai dan menghindari biaya tambahan akibat tahapan yang sebenarnya tidak di perlukan.
BACA JUGA: Legalisir Ijazah Pelaut untuk Keperluan Perusahaan Pelayaran
Syarat Legalisasi Ijazah Pelaut
Sebelum memulai proses legalisasi ijazah pelaut, pemohon perlu menyiapkan dokumen utama dan dokumen pendukung. Daftar berikut merupakan panduan umum, bukan daftar persyaratan yang berlaku untuk semua instansi. Persyaratan akhir tetap mengikuti ketentuan lembaga penerbit dan pihak yang akan menerima dokumen.
1. Ijazah Pelaut Asli
Ijazah asli menjadi dokumen utama yang perlu di siapkan apabila instansi terkait meminta pemeriksaan dokumen fisik. Sehingga pemohon perlu memastikan bahwa ijazah berada dalam kondisi baik, tulisan terbaca, serta nama dan informasi identitas sesuai dengan dokumen pribadi.
Selain itu, periksa kembali nomor ijazah, tanggal penerbitan, nama lembaga pendidikan, dan informasi kelulusan. Jika terdapat kesalahan data, hubungi lembaga penerbit terlebih dahulu untuk meminta petunjuk perbaikan. Dengan cara ini, pemohon dapat menghindari kendala ketika petugas melakukan verifikasi.
2. Salinan Ijazah
Beberapa instansi meminta salinan ijazah sebagai dokumen pendamping. Siapkan salinan yang jelas dan tidak terpotong agar seluruh informasi dapat dibaca dengan mudah.
Namun, jangan menganggap bahwa salinan biasa selalu memenuhi persyaratan legalisasi. Pihak tertentu mungkin meminta salinan yang telah di sahkan oleh lembaga penerbit atau salinan yang sesuai dengan format khusus. Oleh karena itu, pastikan bentuk salinan yang di minta sebelum menyerahkan dokumen.
3. Kartu Identitas dan Paspor
Dokumen identitas membantu petugas mencocokkan data pemohon dengan informasi yang tercantum pada ijazah. Kartu tanda penduduk dapat di perlukan untuk pengurusan di dalam negeri, sedangkan paspor mungkin dibutuhkan untuk keperluan pekerjaan atau administrasi internasional.
Pastikan ejaan nama, tanggal lahir, dan informasi lainnya konsisten. Jika terdapat perbedaan antara ijazah dan paspor, tanyakan kepada lembaga terkait mengenai dokumen pendukung yang dapat digunakan untuk menjelaskan perbedaan tersebut.
4. Transkrip Nilai atau Dokumen Pendidikan Pendukung
Untuk kebutuhan tertentu, pihak penerima dapat meminta transkrip nilai, surat keterangan lulus, atau dokumen lain dari lembaga pendidikan. Dokumen tambahan tersebut biasanya bergantung pada tujuan penggunaan ijazah.
Karena itu, jangan hanya menyiapkan ijazah apabila daftar persyaratan juga menyebut dokumen pendukung. Periksa seluruh permintaan secara menyeluruh agar pengajuan berjalan lebih lancar.
BACA JUGA: Syarat Legalisasi Ijazah Pelaut di Indonesia
5. Formulir dan Surat Permohonan
Sebagian instansi menggunakan formulir permohonan untuk mencatat identitas pemohon, jenis dokumen, dan tujuan pengurusan. Selain itu, pemohon perlu mengisi formulir sesuai petunjuk serta mencantumkan informasi yang benar.
Jika pengurusan di lakukan melalui perwakilan, instansi tertentu mungkin meminta surat kuasa dan salinan identitas pihak yang memberi maupun menerima kuasa. Namun, kebutuhan ini tidak berlaku secara otomatis untuk semua jalur. Sehingga, konfirmasikan ketentuannya terlebih dahulu.

Prosedur Legalisasi Ijazah Pelaut
Prosedur legalisasi ijazah pelaut bergantung pada lembaga penerbit, instansi yang berwenang, serta negara tujuan dokumen. Meskipun demikian, terdapat beberapa tahapan umum yang dapat di jadikan panduan sebelum memulai pengurusan.
1. Memastikan Persyaratan dari Pihak Penerima
Langkah pertama adalah menghubungi perusahaan pelayaran, instansi pemerintah, lembaga pendidikan, atau pihak luar negeri yang meminta ijazah. Tanyakan bentuk pengesahan yang mereka terima, apakah memerlukan dokumen asli, salinan legalisasi, terjemahan resmi, atau apostille.
Tahap ini sangat penting karena istilah legalisasi terkadang di gunakan secara umum oleh pihak peminta dokumen. Padahal, kebutuhan sebenarnya mungkin hanya berupa verifikasi ijazah atau justru memerlukan rangkaian pengesahan tertentu.
Oleh sebab itu, mintalah persyaratan secara tertulis jika memungkinkan. Simpan pula petunjuk pengajuan, nama instansi tujuan, dan format dokumen yang mereka minta sebagai acuan selama proses berlangsung.
2. Memeriksa Ijazah kepada Lembaga Penerbit
Setelah mengetahui persyaratan, hubungi lembaga pendidikan yang menerbitkan ijazah. Tanyakan apakah lembaga tersebut menyediakan layanan verifikasi atau pengesahan dokumen dan bagaimana prosedurnya.
Lembaga penerbit dapat memeriksa data kelulusan berdasarkan arsip yang tersedia. Jika di perlukan, pemohon mungkin harus mengisi formulir, menunjukkan ijazah asli, atau melampirkan identitas.
Selain itu, tanyakan apakah lembaga menerbitkan surat keterangan keaslian atau menggunakan bentuk pengesahan lain. Jangan menganggap bahwa semua lembaga menerapkan prosedur yang seragam karena mekanisme pelayanan dapat berbeda.
3. Mengajukan Pengesahan kepada Instansi yang Berwenang
Apabila pihak penerima meminta pengesahan lanjutan, pemohon perlu mengikuti jalur yang ditetapkan oleh instansi berwenang. Jenis instansi dan urutannya bergantung pada karakter dokumen serta tujuan penggunaannya.
Dalam beberapa kasus, pemeriksaan dari lembaga penerbit menjadi tahap awal sebelum dokumen dapat di proses lebih lanjut. Namun, pada kasus lain, pemohon mungkin perlu mengikuti mekanisme berbeda sesuai aturan yang berlaku.
Sebelum menyerahkan dokumen, periksa kembali persyaratan administrasi, biaya resmi, metode pembayaran, dan cara pengambilan hasil. Dengan demikian, pemohon dapat mengurangi risiko penundaan akibat kekurangan dokumen.
4. Mengurus Apostille Jika Memenuhi Ketentuan
Untuk penggunaan dokumen di luar negeri, pihak penerima mungkin meminta apostille. Apostille merupakan bentuk sertifikasi untuk memverifikasi asal tanda tangan, kapasitas penanda tangan, dan segel atau cap pada dokumen publik sesuai mekanisme yang berlaku.
Apostille berbeda dari legalisasi biasa dan tidak otomatis di perlukan untuk semua dokumen pelaut. Kebutuhannya bergantung pada negara tujuan, status negara tersebut dalam Konvensi Apostille, jenis dokumen, serta ketentuan instansi penerima.
Karena itu, periksa apakah negara tujuan menerima apostille dan apakah ijazah yang di miliki memenuhi ketentuan untuk di proses. Jika dokumen tidak memenuhi syarat apostille atau negara tujuan menggunakan mekanisme lain, pemohon perlu mengikuti prosedur yang berlaku untuk tujuan tersebut.
5. Menerjemahkan Dokumen Jika Diminta
Perusahaan atau instansi luar negeri mungkin meminta ijazah dalam bahasa tertentu. Jika demikian, pemohon perlu memastikan apakah pihak penerima menerima terjemahan biasa atau mensyaratkan terjemahan tersumpah.
Terjemahan harus mempertahankan informasi penting dalam dokumen asli, termasuk nama, nomor ijazah, tanggal, nama lembaga, dan keterangan kelulusan. Selain itu, pastikan pihak penerima mengetahui apakah terjemahan harus dibuat sebelum atau sesudah pengesahan.
Urutan tersebut perlu dikonfirmasi karena tidak semua jalur pengurusan menerapkan aturan yang sama. Dengan mengikuti petunjuk pihak penerima, pemohon dapat menghindari pekerjaan dan biaya yang tidak diperlukan.
6. Memeriksa Hasil Pengesahan
Setelah proses selesai, periksa kembali ijazah dan dokumen pendukung yang telah di proses. Pastikan nama pemegang dokumen, nomor ijazah, tanggal, serta informasi lain tetap sesuai.
Jika pengesahan menggunakan lembar tambahan, segel, tanda tangan, atau kode verifikasi, pastikan bagian tersebut lengkap dan tidak rusak. Simpan hasil pengurusan dengan baik, lalu buat salinan digital sebagai cadangan jika di perbolehkan.
BACA JUGA: Legalisasi Ijazah Pelaut dan Penerjemah Tersumpah
Cara Mengurus Legalisasi Ijazah Pelaut
Cara mengurus legalisasi ijazah pelaut dapat dilakukan secara mandiri atau dengan bantuan jasa pengurusan dokumen. Kedua pilihan tersebut memiliki pertimbangan masing-masing. Pemohon dapat memilih cara yang sesuai dengan waktu, lokasi, dan tingkat kerumitan persyaratan.
Jika memilih pengurusan mandiri, mulailah dengan mengumpulkan informasi resmi dari lembaga penerbit dan instansi terkait. Setelah itu, siapkan dokumen, lengkapi formulir, dan ikuti metode pengajuan yang tersedia. Simpan bukti pembayaran serta tanda terima agar pemohon dapat memantau proses apabila terjadi keterlambatan.
Sementara itu, pelaut yang berada jauh dari lembaga penerbit atau memiliki keterbatasan waktu dapat mempertimbangkan bantuan jasa pengurusan. Sebelum memilih penyedia jasa, periksa ruang lingkup layanan, rincian biaya, estimasi waktu, serta ketentuan penyerahan dokumen asli.
Penting untuk di ingat bahwa jasa pengurusan membantu proses administratif, bukan menggantikan kewenangan lembaga resmi. Keputusan mengenai keaslian, kelayakan, atau penerbitan pengesahan tetap berada pada instansi yang berwenang.
BACA JUGA: Cara Legalisasi Ijazah Pelaut untuk Bekerja di Luar Negeri
Biaya Legalisasi Ijazah Pelaut
Biaya legalisasi ijazah pelaut tidak selalu sama untuk setiap pemohon. Total pengeluaran bergantung pada jenis dokumen, jumlah lembar yang di proses, kebutuhan verifikasi, pengesahan tambahan, terjemahan, serta negara tujuan.
Oleh sebab itu, sebaiknya jangan mengandalkan satu angka sebagai tarif yang berlaku untuk semua kasus. Mintalah rincian biaya langsung dari lembaga atau instansi yang menangani setiap tahap.
Komponen biaya yang mungkin muncul meliputi:
- Biaya administrasi: biaya yang di tetapkan lembaga terkait apabila layanan tersebut mengenakan tarif.
- Biaya salinan atau pengesahan: biaya untuk salinan resmi atau bentuk pengesahan tertentu jika di persyaratkan.
- Biaya apostille atau legalisasi lanjutan: biaya sesuai ketentuan resmi apabila proses tersebut diperlukan.
- Biaya terjemahan: biaya penerjemahan dokumen apabila pihak penerima meminta terjemahan.
- Biaya pengiriman: biaya kurir atau pengantaran dokumen apabila pemohon menggunakan layanan pengiriman.
- Biaya jasa pengurusan: biaya layanan pihak ketiga jika pemohon memilih bantuan administratif.
Selain itu, tanyakan apakah biaya yang di sebutkan sudah mencakup seluruh tahapan atau hanya satu layanan. Selain itu, perincian tersebut membantu pemohon menghitung anggaran secara realistis dan menghindari biaya tambahan yang tidak terduga.
BACA JUGA: Berapa Biaya Legalisasi Ijazah Pelaut?
Berapa Lama Proses Legalisasi Ijazah Pelaut?
Lama proses legalisasi ijazah pelaut bergantung pada pemeriksaan dokumen dan jumlah tahapan yang harus di lalui. Jika lembaga penerbit dapat memverifikasi data dengan cepat, proses awal mungkin berlangsung lebih singkat. Sebaliknya, dokumen yang memerlukan pencarian arsip atau perbaikan data dapat membutuhkan waktu tambahan.
Proses juga dapat menjadi lebih panjang apabila pemohon memerlukan pengesahan dari beberapa instansi, apostille, atau terjemahan resmi. Selain itu, jadwal pelayanan, hari libur, kelengkapan berkas, dan metode pengiriman dapat memengaruhi waktu penyelesaian.
Untuk menghindari masalah, tanyakan estimasi waktu kepada setiap instansi sebelum mengajukan dokumen. Sehingga, jangan hanya mengandalkan perkiraan dari penyedia jasa apabila proses tetap bergantung pada keputusan lembaga resmi.
Jika ijazah di perlukan untuk jadwal keberangkatan atau perekrutan kapal, mulailah mengurusnya sedini mungkin. Dengan begitu, pemohon memiliki waktu untuk menangani permintaan dokumen tambahan tanpa harus terburu-buru.
BACA JUGA: Berapa Lama Proses Legalisasi Ijazah Pelaut?
Legalisasi Ijazah Pelaut untuk Bekerja di Luar Negeri
Penggunaan ijazah pelaut di luar negeri memerlukan perhatian khusus karena perusahaan dan otoritas negara tujuan dapat menerapkan persyaratan berbeda. Sebagian pihak meminta ijazah pendidikan, sedangkan pihak lain memerlukan sertifikat kompetensi, bukti pengalaman kerja, atau dokumen pendukung lain.
Sebelum mengurus pengesahan, pelaut perlu meminta daftar dokumen dari perusahaan pelayaran atau pihak perekrut. Periksa pula apakah negara tujuan mengharuskan apostille, legalisasi konsuler, terjemahan tersumpah, atau bentuk verifikasi lain.
Selain itu, jangan menyamakan legalisasi ijazah dengan pengakuan kualifikasi profesional. Pengesahan dokumen tidak dengan sendirinya menjamin bahwa pemegangnya memenuhi seluruh persyaratan untuk bekerja di kapal atau memperoleh pengakuan kompetensi di negara tujuan. Pemohon tetap perlu mengikuti ketentuan pelayaran, imigrasi, dan ketenagakerjaan yang relevan.
Jika pihak penerima memberikan instruksi khusus, simpan instruksi tersebut dan gunakan sebagai acuan saat berkomunikasi dengan lembaga penerbit. Langkah ini membantu memastikan dokumen yang disiapkan sesuai dengan kebutuhan sebenarnya.
Apakah Ijazah Pelaut Harus Diterjemahkan?
Tidak semua ijazah pelaut harus di terjemahkan. Kebutuhan terjemahan bergantung pada bahasa dokumen asli dan ketentuan pihak penerima.
Jika perusahaan atau instansi menerima ijazah berbahasa Indonesia, terjemahan mungkin tidak di perlukan. Namun, jika mereka meminta dokumen dalam bahasa Inggris atau bahasa negara tujuan, pemohon perlu mengikuti format yang di tentukan.
Sebelum memesan terjemahan, tanyakan apakah pihak penerima membutuhkan penerjemah tersumpah dan apakah hasil terjemahan perlu menjalani pengesahan tambahan. Dengan demikian, pemohon dapat menghindari pengeluaran untuk layanan yang tidak di minta.
BACA JUGA: Legalisasi Ijazah Pelaut untuk Bekerja di Kapal Asing
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Mengurus Legalisasi Ijazah Pelaut
Kesalahan administratif dapat memperlambat proses legalisasi ijazah pelaut. Oleh karena itu, pemohon perlu memeriksa persyaratan dan informasi dokumen sebelum mengajukan permohonan.
Kesalahan pertama adalah langsung mengurus legalisasi tanpa mengetahui kebutuhan pihak penerima. Akibatnya, pemohon mungkin menjalani tahapan yang tidak di perlukan atau justru melewatkan pengesahan yang di wajibkan.
Kesalahan kedua adalah mengabaikan perbedaan data. Ejaan nama yang tidak konsisten, nomor ijazah yang salah, atau perbedaan informasi identitas dapat menimbulkan pertanyaan saat verifikasi. Karena itu, cocokkan seluruh data sejak awal dan minta arahan lembaga penerbit apabila di temukan ketidaksesuaian.
Kesalahan ketiga adalah tidak memeriksa status penyedia jasa. Jika menggunakan bantuan pihak ketiga, pastikan identitas usaha, ruang lingkup layanan, biaya, dan mekanisme pertanggungjawaban jelas. Hindari pihak yang menjanjikan pengesahan pasti tanpa pemeriksaan atau mengklaim dapat menggantikan keputusan instansi resmi.
Kesalahan keempat adalah tidak menyimpan bukti pengajuan. Tanda terima, bukti pembayaran, nomor permohonan, dan salinan dokumen dapat membantu pemohon ketika perlu menanyakan perkembangan proses.
Terakhir, hindari mengirim dokumen asli kepada pihak yang tidak jelas. Pastikan kebutuhan penyerahan dokumen fisik memang benar, lalu gunakan metode pengiriman yang dapat dilacak jika diperlukan.
BACA JUGA: Jasa Legalisasi Ijazah Pelaut untuk Keperluan Kerja ke Luar Negeri
Checklist Sebelum Mengajukan Legalisasi Ijazah Pelaut
Sebelum mengajukan legalisasi ijazah pelaut, gunakan daftar pemeriksaan berikut untuk memastikan persiapan dokumen sudah memadai.
- Pastikan tujuan penggunaan ijazah dan pihak penerima dokumen.
- Minta persyaratan pengesahan secara jelas.
- Siapkan ijazah asli dan salinan sesuai ketentuan.
- Cocokkan data ijazah dengan kartu identitas dan paspor.
- Siapkan transkrip nilai atau dokumen pendukung jika diminta.
- Pastikan apakah perlu verifikasi lembaga penerbit.
- Periksa kebutuhan apostille atau legalisasi lanjutan.
- Pastikan kebutuhan dan jenis terjemahan jika dokumen digunakan di luar negeri.
- Tanyakan rincian biaya dan estimasi waktu.
- Simpan tanda terima, bukti pembayaran, dan salinan dokumen.
Dengan checklist tersebut, pelaut dapat mengidentifikasi kekurangan sejak awal. Selain itu, persiapan yang rapi membantu proses komunikasi dengan lembaga penerbit dan instansi terkait.
Jasa Pengurusan Legalisasi Ijazah Pelaut
Pelaut yang membutuhkan bantuan administratif dapat mempertimbangkan jasa pengurusan legalisasi ijazah pelaut dari PT Jangkar Global Groups melalui Jangkar Groups. Layanan ini dapat membantu memeriksa kebutuhan dokumen, menyusun daftar persyaratan, menyiapkan berkas pendukung, serta memberikan arahan mengenai tahapan pengurusan sesuai tujuan penggunaan dokumen.
Sebelum memulai layanan, pemohon perlu menjelaskan jenis ijazah yang dimiliki, tujuan penggunaan, negara tujuan jika berkaitan dengan kebutuhan internasional, serta persyaratan dari pihak penerima. Informasi tersebut membantu proses pemeriksaan awal dan mengurangi risiko kekeliruan dalam menentukan tahapan.
PT Jangkar Global Groups dapat membantu dari sisi administrasi sesuai ruang lingkup layanan yang di sepakati. Namun, penerbitan pengesahan, verifikasi keaslian, persetujuan apostille, atau keputusan resmi lainnya tetap menjadi kewenangan instansi yang berwenang. Biaya dan waktu penyelesaian juga perlu di konfirmasi berdasarkan kebutuhan masing-masing pemohon.
Konsultasi Legalisasi Ijazah Pelaut Sekarang