Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Membutuhkan SATS-DN

Isma

Updated on:

Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Membutuhkan SATS-DN
Direktur Utama Jangkar Groups

Jenis tumbuhan dan satwa yang membutuhkan SATS-DN perlu di ketahui sebelum seseorang melakukan pengangkutan spesimen dari satu daerah ke daerah lain di Indonesia. SATS-DN atau Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Liar Dalam Negeri merupakan dokumen resmi untuk pengangkutan tumbuhan dan satwa liar dalam negeri sesuai ketentuan yang berlaku. Melalui dokumen ini, pemerintah dapat mengawasi peredaran spesimen dan memastikan kegiatan pengangkutan memenuhi persyaratan yang di tetapkan.

Namun, tidak semua tumbuhan dan satwa otomatis memerlukan SATS-DN. Kebutuhan dokumen bergantung pada jenis spesies, status perlindungan, asal-usul, bentuk spesimen, serta tujuan pengangkutan. Selain itu, beberapa spesimen dapat memerlukan dokumen pendukung lain untuk membuktikan legalitas sumbernya.

Oleh karena itu, pemilik satwa, pelaku usaha tanaman, penangkar, pedagang, dan pihak ekspedisi perlu memeriksa ketentuan sebelum melakukan pengiriman. Artikel ini membahas kategori tumbuhan dan satwa yang perlu di perhatikan, contoh spesies, serta cara memastikan persyaratan SATS-DN.

Baca Juga : SATS-DN: Pengertian, Syarat, Dokumen, Prosedur, Biaya, dan Cara Mengurus

Apa Itu SATS-DN?

SATS-DN merupakan dokumen yang berkaitan dengan pengangkutan tumbuhan dan satwa liar dalam wilayah Indonesia. Layanan ini tersedia melalui Portal Elektronik Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa atau PeSATS yang di kelola oleh otoritas terkait di bidang konservasi.

Dokumen tersebut berperan dalam pengawasan peredaran spesimen, terutama ketika pengangkutan melibatkan jenis yang masuk dalam pengaturan konservasi. Dengan demikian, pemilik tidak cukup hanya memiliki spesimen atau bukti transaksi. Mereka juga perlu memastikan bahwa asal-usul dan pengangkutannya memenuhi ketentuan yang berlaku.

Perlu di perhatikan bahwa SATS-DN berbeda dari SATS-LN. SATS-DN berkaitan dengan pengangkutan dalam negeri, sedangkan SATS-LN berkaitan dengan pengangkutan ke atau dari luar negeri. Keduanya memiliki persyaratan yang perlu di periksa sesuai jenis kegiatan.

Selain itu, SATS-DN tidak otomatis menggantikan dokumen karantina atau izin lain yang mungkin di wajibkan. Karena itu, pemohon harus memeriksa seluruh ketentuan yang relevan sebelum mengirimkan spesimen.

Baca Juga : SATS DN Adalah Surat Angkut Tumbuhan Satwa Liar Dalam Negeri

Jenis Flora dan Fauna yang Memerlukan SATS-DN

Jenis Tumbuhan yang Perlu Diperiksa Kewajiban SATS-DN-nya

Tumbuhan yang masuk dalam daftar jenis di lindungi atau pengaturan pemanfaatan tertentu perlu mendapat perhatian khusus. Namun, kewajiban SATS-DN tidak boleh di tentukan hanya berdasarkan nama umum tanaman. Pemohon perlu memeriksa nama ilmiah, status spesies, sumber perolehan, dan aturan pengangkutannya.

1. Anggrek Liar

Anggrek merupakan kelompok tumbuhan dengan banyak spesies yang memiliki karakteristik dan status perlindungan berbeda. Sebagian anggrek liar masuk dalam pengaturan konservasi atau perdagangan, sehingga pengangkutannya perlu di periksa berdasarkan spesies yang tepat.

Pemilik anggrek sebaiknya tidak langsung menganggap semua anggrek membutuhkan SATS-DN. Sebaliknya, pastikan apakah spesies tersebut masuk dalam kategori yang di atur dan apakah sumbernya dapat di buktikan secara sah.

Jika anggrek berasal dari penangkaran atau budidaya, simpan bukti asal-usul dan dokumen perolehannya. Bukti tersebut dapat membantu pemeriksaan, tetapi tidak otomatis menghapus kewajiban dokumen apabila aturan tetap mensyaratkannya.

Baca Juga : Apa Itu SATS-DN dan Apa Fungsinya?

2. Kantong Semar

Kantong semar atau Nepenthes merupakan kelompok tumbuhan pemakan serangga yang tumbuh di berbagai habitat Indonesia. Beberapa spesiesnya memiliki status konservasi khusus.

Karena itu, pengangkutan kantong semar perlu memperhatikan identitas spesies dan asal tanaman. Tanaman yang di peroleh dari sumber yang tidak jelas dapat menimbulkan persoalan legalitas, terutama jika spesies tersebut termasuk jenis yang di lindungi.

Sebelum memindahkan kantong semar ke daerah lain, periksa daftar flora di lindungi yang di terbitkan oleh Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE). Daftar tersebut dapat menjadi titik awal untuk memeriksa status spesies.

Baca Juga : Syarat Mengurus SATS-DN: Dokumen, Ketentuan, dan Prosedur Pengajuan

3. Rafflesia dan Bunga Bangkai

Rafflesia dan bunga bangkai merupakan contoh tumbuhan yang sering mendapat perhatian dalam kegiatan konservasi. Namun, kedua kelompok ini berbeda secara biologis dan tidak boleh di anggap sebagai satu jenis yang sama.

Untuk spesimen seperti ini, pemohon perlu memeriksa nama ilmiah, bagian tumbuhan yang akan di angkut, sumber perolehan, dan ketentuan yang berlaku. Pengangkutan bagian tumbuhan, bahan perbanyakan, atau spesimen utuh dapat memiliki persyaratan yang berbeda.

Jangan mengambil atau mengangkut tumbuhan dari habitat alam tanpa memastikan legalitas kegiatan tersebut. Jika spesimen berkaitan dengan penelitian, konservasi, atau lembaga pendidikan, tanyakan kepada instansi berwenang mengenai dokumen yang harus di siapkan.

Baca Juga : Dokumen yang Dibutuhkan untuk SATS-DN

4. Edelweis

Edelweis Jawa (Anaphalis javanica) di kenal sebagai tumbuhan pegunungan yang memiliki nilai konservasi. Keberadaan dan pengelolaannya berkaitan dengan perlindungan kawasan serta ketentuan mengenai tumbuhan yang di lindungi.

Karena itu, masyarakat tidak boleh menganggap bunga yang di temukan di alam bebas dapat di petik dan di kirim begitu saja. Sebelum melakukan pengangkutan, pastikan status spesies, legalitas sumber, dan dokumen yang di perlukan.

Perlu di ingat, daftar flora di lindungi KSDAE mencantumkan edelweis Jawa sebagai salah satu jenis yang perlu mendapat perhatian dalam konservasi.

Baca Juga : Cara Mengurus SATS-DN dari Awal sampai Terbit

5. Kayu dan Bagian Tumbuhan Tertentu

Pengaturan konservasi tidak selalu terbatas pada tumbuhan hidup. Bagian tumbuhan, kayu, atau produk tertentu yang berasal dari spesies yang dia tur juga dapat memiliki persyaratan khusus.

Misalnya, pemohon yang mengangkut bagian tumbuhan untuk koleksi, penelitian, atau perdagangan perlu memastikan apakah spesimen tersebut termasuk dalam cakupan ketentuan pengangkutan.

Nama dagang saja tidak cukup untuk menentukan kewajiban dokumen. Pemohon perlu mengetahui spesies asal dan bentuk barang yang di kirim. Selain itu, produk kayu dapat tunduk pada aturan lain yang berbeda dari SATS-DN, sehingga konfirmasi kepada instansi terkait menjadi langkah penting.

Baca Juga : Biaya SATS-DN: Tarif dan Faktor yang Mempengaruhinya

Jenis Satwa yang Perlu Diperiksa Kewajiban SATS-DN-nya

Sama seperti tumbuhan, satwa juga memiliki status perlindungan dan persyaratan pengangkutan yang beragam. Berikut beberapa kelompok yang perlu di periksa sebelum pengiriman.

1. Burung Liar

Burung merupakan salah satu kelompok satwa dengan banyak spesies yang masuk dalam pengaturan konservasi. Contohnya adalah beberapa jenis burung kakatua, nuri, elang, dan burung endemik Indonesia.

Namun, tidak semua burung memiliki status perlindungan yang sama. Pemohon harus memastikan spesies secara tepat, termasuk nama ilmiahnya, karena nama lokal dapat merujuk pada beberapa spesies berbeda.

Jika burung berasal dari penangkaran, siapkan dokumen yang membuktikan sumber perolehan sesuai ketentuan. Bukti pembelian saja belum tentu cukup untuk membuktikan legalitas spesimen.

Sebelum mengangkut burung ke luar daerah, periksa daftar fauna di lindungi dan tanyakan kepada instansi berwenang apakah SATS-DN serta dokumen pendukung lain di perlukan.

Baca Juga : Berapa Lama Proses Penerbitan SATS-DN?

2. Reptil, Termasuk Kura-Kura dan Ular Tertentu

Kelompok reptil mencakup berbagai jenis kura-kura, ular, biawak, dan satwa lain yang memiliki kebutuhan konservasi berbeda. Sebagian spesies masuk dalam daftar perlindungan atau pengaturan perdagangan.

Pemilik reptil perlu memastikan identitas spesies dan asal-usulnya sebelum memindahkan satwa. Hal ini penting karena nama umum seperti “kura-kura” atau “biawak” belum cukup untuk menentukan status hukum.

Jika reptil merupakan hasil penangkaran, periksa dokumen yang membuktikan legalitas sumber tersebut. Selanjutnya, konfirmasikan persyaratan pengangkutan sesuai spesies dan tujuan perjalanan.

Baca Juga : SATS-DN untuk Pengiriman Tumbuhan dan Satwa Antar Daerah

3. Mamalia Liar

Beberapa mamalia liar Indonesia, seperti orangutan, harimau, gajah, badak, dan anoa, termasuk contoh satwa yang memiliki status perlindungan ketat. Penguasaan, pemeliharaan, pemanfaatan, serta pengangkutannya harus mengikuti ketentuan yang berlaku.

Masyarakat tidak boleh menganggap satwa tersebut dapat di pindahkan hanya dengan surat jalan biasa. Selain dokumen pengangkutan yang relevan, kegiatan tertentu dapat memerlukan izin atau persetujuan khusus.

Pengangkutan mamalia liar umumnya juga membutuhkan perencanaan keselamatan dan kesejahteraan satwa. Oleh sebab itu, pihak yang menangani pemindahan perlu berkoordinasi dengan instansi konservasi dan memastikan seluruh dokumen tersedia sebelum kegiatan berlangsung.

Baca Juga : SATS-DN Ditolak atau Dokumen Tidak Lengkap? Ini Penyebabnya

4. Primata

Primata, termasuk beberapa jenis owa dan orangutan, membutuhkan perhatian khusus karena banyak spesies menghadapi ancaman terhadap kelestariannya.

Apabila seseorang menemukan, menerima, atau memiliki primata, ia tidak boleh langsung mengangkut satwa tersebut ke lokasi lain tanpa memeriksa legalitas dan prosedur yang berlaku. Penanganan satwa liar juga perlu mempertimbangkan keselamatan manusia dan kondisi satwa.

Jika pemindahan berlangsung untuk kepentingan penyelamatan, rehabilitasi, penelitian, atau pengelolaan lembaga konservasi, koordinasikan kegiatan dengan instansi berwenang. Persyaratan dokumen dapat berbeda sesuai tujuan dan status satwa.

Baca Juga : Jasa Pengurusan SATS-DN untuk Pengiriman Tumbuhan dan Satwa

5. Satwa Air dan Spesies Laut Tertentu

Beberapa jenis satwa air, termasuk penyu, dugong, dan spesies laut tertentu, memiliki status konservasi yang perlu di perhatikan. Bagian tubuh atau produk yang berasal dari satwa tersebut juga dapat masuk dalam pengaturan khusus.

Pengangkutan satwa air perlu mempertimbangkan jenis spesimen, kondisi hidup atau mati, sumber perolehan, dan tujuan pengiriman. Selain ketentuan konservasi, persyaratan perikanan atau karantina dapat berlaku sesuai komoditas.

Karena itu, pemohon perlu memastikan aturan yang relevan sebelum mengirimkan satwa atau bagian tubuhnya. Jangan menyimpulkan bahwa seluruh produk hewan air cukup menggunakan dokumen pengiriman komersial.

Apakah Semua Tumbuhan dan Satwa Dilindungi Membutuhkan SATS-DN?

Status perlindungan merupakan faktor penting, tetapi penentuan kewajiban SATS-DN tetap perlu mengikuti ketentuan yang berlaku untuk jenis dan kegiatan tertentu. Pemohon sebaiknya tidak menggunakan satu aturan sederhana untuk semua spesies.

Tumbuhan atau satwa yang di lindungi dapat memiliki persyaratan ketat terkait kepemilikan, pemanfaatan, dan pengangkutan. Sementara itu, spesies yang tidak termasuk dalam daftar dilindungi juga belum tentu bebas dari seluruh kewajiban dokumen karena aturan lain dapat berlaku.

Dengan demikian, pemeriksaan harus mempertimbangkan beberapa aspek sekaligus, yaitu:

  • Nama ilmiah dan identitas spesimen.
  • Status perlindungan nasional dan pengaturan lain yang relevan.
  • Asal-usul serta bukti perolehan yang sah.
  • Bentuk spesimen, seperti hidup, bagian tubuh, atau produk turunannya.
  • Tujuan dan rute pengangkutan.
  • Dokumen tambahan yang diwajibkan.

Pendekatan ini membantu pemohon menghindari kesalahan saat menentukan dokumen yang harus disiapkan.

Cara Memastikan Tumbuhan atau Satwa Membutuhkan SATS-DN

Untuk memastikan kewajiban SATS-DN, lakukan pemeriksaan secara bertahap.

Pertama, identifikasi spesimen menggunakan nama umum dan nama ilmiah jika tersedia. Jangan hanya mengandalkan nama yang digunakan penjual atau pengirim.

Kedua, periksa daftar flora dan fauna dilindungi melalui situs resmi KSDAE. Daftar tersebut dapat membantu mengenali status perlindungan, tetapi pemohon tetap perlu memastikan ketentuan terbaru dan aturan khusus yang berlaku.

Ketiga, buka portal PeSATS untuk memeriksa layanan SATS-DN dan petunjuk pengajuan.

Keempat, siapkan bukti asal-usul, dokumen kepemilikan atau perolehan, serta informasi mengenai jumlah dan tujuan pengangkutan. Kelengkapan dokumen membantu petugas memeriksa permohonan secara lebih tepat.

Terakhir, hubungi instansi berwenang jika status spesimen atau kewajiban dokumennya belum jelas. Langkah ini lebih aman daripada mengandalkan asumsi atau informasi yang tidak terverifikasi.

Dokumen Pendukung yang Perlu Dipersiapkan

Setelah mengetahui bahwa spesimen mungkin memerlukan SATS-DN, pemohon perlu menyiapkan dokumen sesuai persyaratan resmi. Dokumen yang relevan dapat mencakup identitas pemohon, bukti asal-usul spesimen, bukti perolehan yang sah, data jenis dan jumlah, serta informasi pengirim dan penerima.

Dalam kondisi tertentu, petugas dapat meminta dokumen tambahan yang berkaitan dengan penangkaran, izin pemanfaatan, atau tujuan pengangkutan. Karena itu, jangan menganggap daftar dokumen untuk satu spesies otomatis berlaku untuk semua jenis tumbuhan dan satwa.

Periksa pula apakah pengiriman memerlukan dokumen karantina atau persyaratan lain. SATS-DN tidak otomatis menggantikan kewajiban tersebut.

FAQ tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Membutuhkan SATS-DN

Apakah semua tanaman hias membutuhkan SATS-DN?

Tidak. Kebutuhan dokumen bergantung pada jenis tanaman, status perlindungan, asal-usul, dan ketentuan pengangkutannya. Pastikan identitas spesies sebelum mengirim tanaman.

Apakah burung hasil penangkaran tetap memerlukan SATS-DN?

Hal tersebut bergantung pada spesies dan aturan yang berlaku. Bukti penangkaran dapat menjadi dokumen pendukung, tetapi tidak otomatis menghapus kewajiban dokumen pengangkutan.

Apakah satwa yang tidak dilindungi bebas diangkut tanpa dokumen?

Belum tentu. Persyaratan lain dapat berlaku berdasarkan jenis spesimen, sumber perolehan, dan jalur pengangkutan. Konfirmasikan ketentuan kepada instansi berwenang.

Di mana saya dapat memeriksa daftar tumbuhan dan satwa dilindungi?

Anda dapat memeriksa daftar flora dan fauna melalui situs resmi KSDAE serta mengakses portal PeSATS untuk informasi layanan SATS-DN.

Jenis tumbuhan dan satwa yang membutuhkan SATS-DN tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan nama umum atau anggapan bahwa semua spesimen liar memiliki persyaratan yang sama. Anggrek liar, kantong semar, edelweis, beberapa jenis burung, reptil, mamalia liar, primata, dan satwa laut tertentu merupakan contoh kelompok yang perlu diperiksa status dan ketentuan pengangkutannya.

Sebelum mengirimkan spesimen, pastikan identitas, status perlindungan, asal-usul, serta tujuan pengangkutan. Selanjutnya, periksa daftar resmi KSDAE dan layanan PeSATS untuk mengetahui persyaratan yang sesuai.

Dengan melakukan pemeriksaan sejak awal, pemilik dan pengangkut dapat menyiapkan dokumen yang tepat, mengurangi risiko kendala administrasi, dan mendukung perlindungan tumbuhan serta satwa liar di Indonesia.

Konsultasikan Perizinan SATS-DN Sekarang

Isma