Gaji TKI/PMI di luar negeri menjadi salah satu pertimbangan utama bagi masyarakat Indonesia yang ingin bekerja di negara lain. Besarnya penghasilan yang di terima pekerja migran tidak selalu sama karena di pengaruhi oleh negara tujuan, jenis pekerjaan, keterampilan, pengalaman, jam kerja, lembur, tunjangan, hingga isi kontrak kerja.
Istilah TKI masih sering di gunakan masyarakat untuk menyebut pekerja Indonesia di luar negeri. Namun, istilah resmi yang di gunakan saat ini adalah Pekerja Migran Indonesia atau PMI. Sebelum berangkat, calon PMI sebaiknya tidak hanya melihat nominal gaji yang di tawarkan. Selain itu, penting untuk menghitung penghasilan bersih setelah memperhitungkan tunjangan, potongan, biaya hidup, dan kewajiban lainnya.
Baca Juga : TKI Dan TKW Adalah: Pengertian, Perbedaan, dan Peranannya
Apakah Gaji TKI/PMI Sama di Setiap Negara?
Gaji TKI/PMI berbeda antara satu negara dengan negara lainnya. Hal ini terjadi karena setiap negara mempunyai standar upah, biaya hidup, aturan ketenagakerjaan, serta kebutuhan tenaga kerja yang berbeda.
Sebagai contoh, pekerjaan manufaktur di suatu negara dapat memiliki struktur penghasilan yang berbeda dengan pekerjaan domestik atau caregiver di negara lain.
Selain negara tujuan, jenis pekerjaan juga mempunyai pengaruh besar. Pekerjaan yang membutuhkan keterampilan teknis atau sertifikasi tertentu dapat mempunyai struktur upah yang berbeda di bandingkan pekerjaan yang tidak membutuhkan kualifikasi khusus.
Karena itu, tidak tepat menentukan gaji PMI hanya berdasarkan negara tujuan.
Baca Juga : TKI, PMI dan TKW: Pengertian, Syarat, Prosedur Kerja ke Luar Negeri
Faktor yang Menentukan Gaji TKI/PMI
Ada sejumlah faktor yang dapat memengaruhi penghasilan pekerja Indonesia di luar negeri.
Negara Tujuan
Negara tempat PMI bekerja merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi struktur penghasilan.
Setiap negara mempunyai:
- aturan upah;
- sistem lembur;
- standar kontrak;
- pajak;
- biaya hidup;
- tunjangan;
- perlindungan ketenagakerjaan.
Oleh karena itu, calon pekerja perlu melihat ketentuan negara tujuan sekaligus kontrak kerja yang akan di tandatangani.
Baca Juga : Apa Itu PMI? Pengertian, Syarat dan Hak Pekerja Migran Indonesia
Jenis Pekerjaan
Jenis pekerjaan mempunyai pengaruh langsung terhadap penghasilan.
Pekerjaan seperti operator produksi, caregiver, pekerja konstruksi, welder, mekanik, awak kapal, pekerja rumah tangga, atau tenaga profesional mempunyai tanggung jawab yang berbeda.
Pekerjaan yang membutuhkan keterampilan teknis, lisensi, atau sertifikasi tertentu dapat mempunyai tingkat upah yang berbeda dari pekerjaan umum.
Tingkat Keterampilan
Semakin spesifik keterampilan yang di miliki, semakin banyak peluang untuk mendapatkan posisi yang membutuhkan kompetensi tertentu.
Contohnya adalah:
- pengelasan;
- mekanik;
- teknisi listrik;
- pengoperasian mesin;
- teknologi informasi;
- perawatan lansia;
- bidang engineering.
Namun, keterampilan saja tidak otomatis menjamin gaji tertentu. Besarnya penghasilan tetap bergantung pada lowongan, pemberi kerja, kontrak, serta aturan di negara tujuan.
Baca Juga : Perbedaan TKI, PMI dan TKW: Istilah Mana yang Benar?
Pendidikan
Untuk pekerjaan tertentu, tingkat pendidikan dapat menjadi salah satu persyaratan.
Pekerjaan profesional, misalnya, dapat mensyaratkan ijazah dan kualifikasi tertentu. Bahkan, untuk profesi yang di atur, pekerja mungkin perlu mendapatkan pengakuan kualifikasi atau lisensi sebelum dapat bekerja.
Sementara itu, beberapa pekerjaan sektor manufaktur atau jasa dapat lebih banyak mempertimbangkan keterampilan dan pengalaman daripada pendidikan formal.
Pengalaman Kerja
Pengalaman kerja dapat menjadi pertimbangan dalam proses perekrutan.
Pekerja dengan pengalaman yang relevan dapat memenuhi persyaratan posisi tertentu dengan lebih mudah. Namun, pengalaman tidak selalu berarti perusahaan wajib memberikan gaji lebih tinggi.
Besarnya upah tetap harus di lihat berdasarkan posisi dan kontrak kerja.
Baca Juga : Syarat Menjadi PMI: Dokumen dan Ketentuan Kerja ke Luar Negeri
Kemampuan Bahasa
Kemampuan bahasa asing dapat membantu PMI memahami instruksi kerja dan berkomunikasi dengan pemberi kerja.
Untuk beberapa jenis pekerjaan atau program penempatan, kemampuan bahasa bahkan menjadi bagian dari persyaratan.
Penguasaan bahasa yang baik juga dapat membuka peluang untuk posisi yang membutuhkan interaksi lebih intensif dengan pelanggan atau rekan kerja.
Jam Kerja
Jumlah jam kerja merupakan faktor penting dalam menghitung penghasilan.
Calon PMI sebaiknya membedakan antara:
Gaji dasar: penghasilan yang di terima berdasarkan jam kerja atau periode kerja sesuai kontrak.
Lembur: pembayaran tambahan apabila pekerja bekerja melebihi jam kerja normal dan memenuhi ketentuan lembur.
Karena itu, dua pekerja dengan gaji dasar yang sama dapat menerima penghasilan bulanan berbeda apabila jumlah lemburnya berbeda.
Baca Juga : Cara Menjadi PMI Resmi: Proses Kerja ke Luar Negeri dari Indonesia
Pengaruh Lembur terhadap Penghasilan
Lembur dapat menjadi bagian penting dari penghasilan sebagian PMI. Namun, lembur tidak boleh di anggap sebagai gaji tetap apabila jumlahnya bergantung pada kebutuhan perusahaan dan jam kerja aktual.
Sebelum menerima pekerjaan, calon pekerja sebaiknya mengetahui:
- berapa jam kerja normal;
- bagaimana aturan lembur;
- berapa tarif lembur;
- apakah lembur wajib atau berdasarkan kebutuhan;
- kapan pembayaran lembur di lakukan.
Informasi tersebut idealnya tercantum secara jelas dalam kontrak kerja atau dokumen ketenagakerjaan yang relevan.
Baca Juga : Dokumen TKI/PMI: Daftar Berkas yang Harus Disiapkan untuk Kerja di Luar Negeri
Tunjangan yang Dapat Memengaruhi Penghasilan
Selain gaji pokok, beberapa pekerjaan dapat memberikan fasilitas atau tunjangan.
Contohnya:
- tempat tinggal;
- makan;
- transportasi;
- tunjangan kehadiran;
- tunjangan tertentu;
- bonus;
- pembayaran lembur.
Fasilitas tersebut perlu di perhitungkan ketika membandingkan dua tawaran pekerjaan.
Sebagai contoh, pekerjaan dengan gaji dasar lebih rendah tetapi menyediakan tempat tinggal dan makan dapat memiliki struktur biaya yang berbeda di bandingkan pekerjaan dengan gaji lebih tinggi tetapi seluruh kebutuhan hidup harus di tanggung sendiri.
Baca Juga : Negara Tujuan TKI/PMI: Negara yang Banyak Menjadi Pilihan Pekerja Indonesia
Potongan Gaji TKI/PMI
Penghasilan yang di terima pekerja belum tentu sama dengan angka gaji kotor dalam kontrak.
Terdapat kemungkinan adanya potongan tertentu sesuai aturan dan kontrak, misalnya:
- pajak;
- asuransi;
- biaya atau kontribusi tertentu;
- akomodasi apabila memang menjadi tanggungan pekerja;
- potongan lain yang di perbolehkan berdasarkan ketentuan.
Calon PMI perlu meminta penjelasan tertulis mengenai setiap potongan.
Jangan menerima informasi seperti “nanti di potong sesuai kebutuhan” tanpa penjelasan yang jelas.
Baca Juga : Pekerjaan TKI/PMI: Jenis Pekerjaan yang Bisa Dipilih di Luar Negeri
Gaji Kotor dan Gaji Bersih
Memahami perbedaan gaji kotor dan gaji bersih sangat penting.
Gaji kotor merupakan penghasilan sebelum di kurangi potongan tertentu.
Sementara itu, gaji bersih merupakan jumlah yang benar-benar di terima setelah potongan yang berlaku.
Sebagai ilustrasi sederhana, apabila seorang pekerja memperoleh gaji sebesar Rp10 juta dalam bentuk nilai yang telah dikonversi ke rupiah, bukan berarti seluruh jumlah tersebut dapat di tabung.
Pekerja masih harus mempertimbangkan biaya makan, transportasi, komunikasi, tempat tinggal, pajak, serta kebutuhan pribadi.
Karena itu, calon PMI sebaiknya menghitung kemampuan menabung berdasarkan penghasilan bersih, bukan sekadar gaji yang di tawarkan.
Baca Juga : Visa Kerja untuk TKI/PMI: Jenis Visa, Syarat dan Proses Pengajuan
Pengaruh Nilai Tukar Mata Uang
PMI yang menerima gaji dalam mata uang asing juga perlu memperhatikan nilai tukar.
Misalnya, pekerja menerima gaji dalam dolar Singapura, yen Jepang, won Korea Selatan, ringgit Malaysia, atau mata uang lainnya. Ketika penghasilan tersebut di kirim ke Indonesia, nilai rupiahnya dapat berubah mengikuti kurs.
Oleh karena itu, nominal dalam rupiah yang di terima keluarga di Indonesia tidak selalu sama setiap bulan jika jumlah mata uang asing dan waktu penukaran berbeda.
Biaya Hidup Juga Harus Di perhitungkan
Gaji tinggi tidak otomatis berarti penghasilan yang dapat di tabung juga tinggi.
Calon PMI sebaiknya menghitung:
Penghasilan bersih − biaya hidup = perkiraan uang yang dapat di simpan atau di kirim ke Indonesia.
Biaya hidup dapat mencakup:
- tempat tinggal;
- makanan;
- transportasi;
- telepon dan internet;
- kebutuhan pribadi;
- kebutuhan kesehatan;
- biaya lainnya.
Dengan cara tersebut, calon pekerja dapat melihat gambaran finansial secara lebih realistis.
Perbandingan Faktor Gaji TKI/PMI
| Faktor | Pengaruh terhadap Penghasilan |
|---|---|
| Negara tujuan | Memengaruhi standar upah dan aturan kerja |
| Jenis pekerjaan | Menentukan tanggung jawab dan struktur upah |
| Keterampilan | Dapat menentukan posisi yang tersedia |
| Pendidikan | Penting untuk pekerjaan tertentu |
| Pengalaman | Dapat menjadi pertimbangan perekrutan |
| Bahasa | Di butuhkan untuk pekerjaan tertentu |
| Jam kerja | Menentukan gaji berdasarkan waktu kerja |
| Lembur | Dapat menambah penghasilan |
| Tunjangan | Menambah nilai total kompensasi |
| Potongan | Mengurangi penghasilan yang di terima |
| Kurs | Memengaruhi nilai penghasilan saat di konversi |
| Biaya hidup | Menentukan jumlah yang dapat di tabung |
Cara Menilai Tawaran Gaji PMI
Sebelum menerima tawaran pekerjaan, jangan hanya menanyakan “berapa gajinya?”. Ajukan pertanyaan yang lebih lengkap.
Beberapa hal yang perlu di periksa adalah:
- Berapa gaji dasar?
- Dalam mata uang apa gaji di bayarkan?
- Berapa jam kerja normal?
- Bagaimana perhitungan lembur?
- Apakah ada tunjangan?
- Apakah tempat tinggal di sediakan?
- Apakah makanan di sediakan?
- Apa saja potongan gaji?
- Berapa lama masa kontrak?
- Kapan gaji di bayarkan?
- Bagaimana mekanisme pembayaran?
- Apa yang terjadi jika kontrak berakhir atau di hentikan?
Semakin jelas informasi tersebut, semakin mudah calon PMI menghitung penghasilan sebenarnya.
Waspadai Tawaran Gaji yang Tidak Masuk Akal
Calon pekerja perlu berhati-hati apabila mendapatkan tawaran pekerjaan dengan gaji sangat tinggi tetapi informasi pekerjaannya tidak jelas.
Beberapa tanda yang perlu di periksa antara lain:
- tidak ada kontrak tertulis;
- identitas perusahaan tidak jelas;
- pekerjaan berbeda dari yang di janjikan;
- biaya keberangkatan tidak transparan;
- visa yang di gunakan tidak sesuai tujuan kerja;
- di minta membayar sejumlah besar uang tanpa rincian;
- di janjikan penghasilan tinggi tanpa penjelasan struktur gaji.
Selain itu, jangan mudah percaya pada iklan di media sosial sebelum informasi lowongan dan pihak yang menempatkan dapat diverifikasi.
Pentingnya Kontrak Kerja
Kontrak kerja merupakan dokumen penting untuk mengetahui hak dan kewajiban PMI.
Sebelum menandatangani kontrak, periksa setidaknya:
- nama pemberi kerja;
- jabatan;
- lokasi kerja;
- gaji;
- jam kerja;
- lembur;
- hari libur;
- tunjangan;
- fasilitas;
- masa kontrak;
- ketentuan pemutusan hubungan kerja.
Jika terdapat informasi yang berbeda antara iklan lowongan dan kontrak, calon pekerja sebaiknya meminta penjelasan sebelum menyetujui pekerjaan.
Tips Meningkatkan Potensi Penghasilan sebagai PMI
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan sebelum mencari pekerjaan di luar negeri.
Tingkatkan Keterampilan
Ikuti pelatihan yang relevan dengan bidang pekerjaan yang di tuju.
Dapatkan Sertifikasi
Untuk bidang tertentu, sertifikat kompetensi dapat membantu membuktikan kemampuan kepada calon pemberi kerja.
Pelajari Bahasa
Kemampuan bahasa dapat membantu komunikasi sekaligus memperluas pilihan pekerjaan.
Cari Pengalaman
Pengalaman kerja yang relevan dapat membantu memenuhi persyaratan posisi tertentu.
Pahami Negara Tujuan
Pelajari standar kerja, biaya hidup, bahasa, budaya, serta aturan ketenagakerjaan negara tujuan.
Gunakan Jalur Penempatan yang Resmi
Pastikan lowongan, pemberi kerja, kontrak, dan dokumen kerja dapat diverifikasi.
Gaji TKI/PMI di luar negeri dipengaruhi oleh berbagai faktor, bukan hanya negara tujuan. Jenis pekerjaan, keterampilan, pendidikan, pengalaman, kemampuan bahasa, jam kerja, lembur, tunjangan, potongan, nilai tukar, dan biaya hidup semuanya dapat memengaruhi penghasilan yang akhirnya diterima pekerja.
Karena itu, calon PMI sebaiknya tidak terpaku pada nominal gaji yang tercantum dalam iklan lowongan. Periksa kontrak kerja dan hitung penghasilan bersih setelah memperhitungkan tunjangan, potongan, serta biaya hidup.
Dengan memahami struktur gaji sejak awal, calon PMI dapat membandingkan tawaran pekerjaan secara lebih objektif dan mempersiapkan rencana keuangan selama bekerja di luar negeri.
Konsultasikan Dokumen Pekerja Migran Anda Sekarang