Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) menjadi salah satu aspek penting bagi perusahaan yang memproduksi barang untuk pasar Indonesia, khususnya ketika perusahaan ingin mengikuti pengadaan barang dan jasa pemerintah. Salah satu produk yang memiliki peluang pasar cukup luas ialah pembatas antrian atau queue barrier. Produk ini banyak digunakan pada pusat perbelanjaan, rumah sakit, bandara, stasiun, gedung perkantoran, hotel, fasilitas pelayanan publik, hingga lokasi penyelenggaraan acara.
Seiring meningkatnya kebutuhan terhadap sistem pengaturan antrian yang tertib, produsen dan pemasok perlu memperhatikan aspek kualitas, spesifikasi teknis, serta asal komponen produk. Selain itu, perusahaan yang ingin menawarkan pembatas antrian untuk kebutuhan pengadaan tertentu perlu memahami persyaratan TKDN agar dapat menyiapkan dokumen secara tepat.
Namun, perusahaan tidak cukup hanya menyatakan bahwa pembatas antrian berasal dari Indonesia. Perusahaan perlu menyiapkan bukti yang menjelaskan identitas usaha, proses produksi, bahan baku, komponen, tenaga kerja, serta struktur biaya sesuai ketentuan sertifikasi yang berlaku.
Oleh karena itu, pemahaman mengenai dokumen dan persyaratan TKDN untuk produk pembatas antrian menjadi langkah penting bagi produsen, distributor yang bekerja sama dengan produsen, serta perusahaan yang ingin memperluas jangkauan pasar. Melalui persiapan yang terarah, perusahaan dapat mengurangi risiko kekurangan dokumen dan meningkatkan kesiapan saat menjalani proses verifikasi.
Baca juga : TKDN Pembatas Antrian: Fungsi, Spesifikasi, dan Cara Pengadaan
Apa Itu TKDN untuk Produk Pembatas Antrian?
TKDN merupakan nilai yang menunjukkan besarnya kandungan dalam negeri pada suatu barang, jasa, atau gabungan barang dan jasa sesuai metode perhitungan yang berlaku. Kementerian Perindustrian mengatur proses sertifikasi dan verifikasi TKDN melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 35 Tahun 2025 tentang Ketentuan dan Tata Cara Sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri dan Bobot Manfaat Perusahaan.
Peraturan tersebut mulai berlaku pada 11 Desember 2025 dan menjadi salah satu acuan utama dalam proses sertifikasi TKDN saat ini.
Pada produk pembatas antrian, penilaian dapat berkaitan dengan bahan baku, komponen, proses manufaktur, tenaga kerja, serta biaya produksi sesuai metode perhitungan yang relevan. Oleh sebab itu, perusahaan perlu menjelaskan bagaimana produk tersebut menjalani proses produksi dan bagian mana yang melibatkan sumber daya dalam negeri.
Pembatas antrian sendiri memiliki beberapa jenis, antara lain:
- Pembatas antrian tiang stainless steel, yaitu tiang dengan tali penghubung untuk mengatur jalur pengunjung.
- Pembatas antrian berbahan besi, yaitu produk dengan konstruksi logam yang mendukung penggunaan pada fasilitas umum.
- Pembatas antrian dengan sabuk tarik otomatis, yaitu perangkat dengan mekanisme sabuk yang dapat memanjang dan kembali ke dalam gulungan.
- Pembatas antrian berbahan plastik, yaitu produk yang menawarkan bobot relatif ringan untuk kebutuhan tertentu.
- Pembatas antrian portabel, yaitu produk yang memudahkan petugas mengatur jalur sementara pada berbagai lokasi.
Setiap jenis produk dapat memiliki struktur bahan, komponen, dan proses produksi yang berbeda. Karena itu, perusahaan perlu menyiapkan data teknis sesuai model yang hendak diajukan untuk sertifikasi.
Baca juga : Apa Itu TKDN Pembatas Antrian?
Mengapa Sertifikat TKDN Penting bagi Produk Pembatas Antrian?
Sertifikat TKDN dapat membantu perusahaan membuktikan tingkat kandungan dalam negeri produknya melalui mekanisme resmi. Dokumen tersebut juga dapat mendukung proses evaluasi ketika perusahaan mengikuti pengadaan yang mensyaratkan informasi TKDN.
Berikut beberapa manfaat yang dapat perusahaan pertimbangkan.
- memperkuat posisi produk dalam pengadaan. Instansi pemerintah dan perusahaan tertentu dapat mempertimbangkan nilai TKDN sesuai ketentuan pengadaan serta persyaratan tender yang berlaku. Oleh sebab itu, sertifikasi dapat menjadi bagian penting dari persiapan penawaran.
- meningkatkan transparansi asal produk. Perusahaan dapat menunjukkan data mengenai bahan baku, komponen, serta proses produksi secara lebih terstruktur. Dengan demikian, calon pembeli memiliki informasi yang lebih jelas mengenai karakteristik produk.
- mendukung strategi pemasaran. Sertifikat TKDN dapat memperkuat materi penawaran kepada calon pelanggan yang membutuhkan produk dalam negeri. Namun, perusahaan tetap perlu menjelaskan spesifikasi, kualitas, harga, dan kemampuan pasokan secara terpisah.
- memperkuat tata kelola produksi. Persiapan sertifikasi mendorong perusahaan menyusun catatan produksi, pembelian material, penggunaan mesin, dan struktur biaya secara konsisten. Selain membantu proses verifikasi, kebiasaan tersebut juga mendukung evaluasi efisiensi usaha.
Meskipun demikian, perusahaan perlu memahami bahwa sertifikat TKDN bukan jaminan kemenangan tender. Hasil pengadaan tetap bergantung pada seluruh persyaratan, evaluasi teknis, harga, administrasi, dan ketentuan pemilihan penyedia.
Baca juga : Fungsi TKDN Pembatas Antrian di Fasilitas Pelayanan Publik
Dokumen dan Persyaratan TKDN untuk Produk Pembatas Antrian
Persiapan dokumen merupakan tahap penting sebelum perusahaan mengajukan sertifikasi. Secara umum, dokumen dapat mencakup aspek legalitas, teknis produk, proses produksi, komponen biaya, dan pemasaran. Lembaga verifikasi dapat meminta dokumen tambahan sesuai karakteristik produk dan ketentuan yang berlaku.
1. Dokumen Legalitas Perusahaan
Perusahaan perlu menyiapkan dokumen yang menunjukkan identitas dan legalitas kegiatan usahanya. Dokumen tersebut membantu verifikator memahami pihak yang bertanggung jawab atas produksi serta kegiatan industri terkait.
Dokumen yang umumnya perlu perusahaan persiapkan meliputi:
- Nomor Induk Berusaha (NIB).
- Akta pendirian perusahaan beserta perubahan terakhir, jika ada.
- Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
- Perizinan usaha industri atau perizinan relevan sesuai kegiatan usaha.
- Profil perusahaan.
- Struktur organisasi perusahaan dan bagian produksi.
- Informasi alamat kantor serta lokasi fasilitas produksi.
Perusahaan perlu memastikan kesesuaian data antardokumen, terutama nama badan usaha, alamat, dan informasi kegiatan usaha. Selain itu, perusahaan perlu memeriksa apakah kegiatan produksi pembatas antrian sesuai dengan ruang lingkup usaha yang tercantum pada perizinannya.
Baca juga : Spesifikasi TKDN Pembatas Antrian yang Perlu Diperhatikan
2. Dokumen Spesifikasi Teknis Produk
Selanjutnya, perusahaan perlu menjelaskan identitas dan karakteristik pembatas antrian secara terperinci. Dokumen ini membantu verifikator memahami produk yang menjadi objek pengajuan.
Persiapkan informasi berikut:
- Nama dan merek produk.
- Tipe atau model produk.
- Katalog produk.
- Foto produk dari beberapa sudut.
- Gambar teknik atau gambar konstruksi, jika tersedia.
- Ukuran, berat, dan spesifikasi material.
- Jenis tali, sabuk, tiang, alas, serta mekanisme penghubung.
- Informasi komponen tambahan dan aksesori.
- Kode produk atau nomor model untuk membedakan setiap varian.
Sebagai contoh, pembatas antrian dengan tiang stainless steel dan sabuk tarik otomatis memiliki komponen yang berbeda dari pembatas antrian plastik. Karena itu, perusahaan perlu membuat daftar komponen yang sesuai dengan produk sebenarnya.
Selain itu, pastikan katalog, foto, dan data teknis menggunakan identitas produk yang konsisten. Langkah ini membantu mengurangi perbedaan informasi ketika verifikator memeriksa dokumen dan kondisi produksi.
Baca juga : Jenis-Jenis Pembatas Antrian dengan TKDN
3. Bill of Material atau Daftar Komponen
Bill of Material (BOM) merupakan daftar bahan baku dan komponen yang perusahaan gunakan untuk membuat satu unit produk. Dokumen ini memiliki peran penting karena membantu menjelaskan struktur material pembatas antrian.
Contoh komponen yang dapat tercantum dalam BOM meliputi:
- Pipa atau batang logam untuk tiang.
- Pelat logam untuk alas.
- Material pemberat atau penyangga.
- Tali nilon atau sabuk poliester.
- Pegas dan mekanisme penggulung sabuk.
- Baut, mur, dan komponen pengikat.
- Cat, pelapis permukaan, atau bahan antikarat.
- Komponen plastik dan aksesori lainnya.
Untuk setiap komponen, perusahaan sebaiknya mencatat nama material, jumlah pemakaian, satuan, pemasok, asal material, serta nilai pembelian yang relevan.
Apabila perusahaan menggunakan material lokal dan impor secara bersamaan, pisahkan data keduanya secara jelas. Dengan demikian, perusahaan dapat menyusun perhitungan berdasarkan bukti yang memadai, bukan sekadar perkiraan asal barang.
Baca juga : Pembatas Antrian TKDN untuk Rumah Sakit
4. Dokumen Proses Produksi
Berikutnya, perusahaan perlu menjelaskan alur produksi pembatas antrian. Dokumen ini membantu menunjukkan kegiatan yang benar-benar berlangsung pada fasilitas produksi dan keterlibatan sumber daya dalam negeri.
Dokumen pendukung dapat mencakup:
- Diagram alur proses produksi.
- Uraian setiap tahapan produksi.
- Laporan realisasi produksi.
- Foto area produksi dan kegiatan kerja.
- Foto mesin serta peralatan produksi.
- Daftar mesin dan peralatan.
- Informasi kapasitas produksi.
- Struktur organisasi bagian produksi.
- Data tenaga kerja yang relevan.
Misalnya, produsen pembatas antrian logam dapat menjalankan proses pemotongan bahan, pembentukan komponen, pengelasan, penghalusan permukaan, pengecatan, perakitan, dan pemeriksaan kualitas. Sementara itu, produsen yang memakai komponen siap rakit mungkin menjalankan proses perakitan dan pengujian tanpa melakukan seluruh tahapan manufaktur.
Perbedaan tersebut perlu perusahaan jelaskan secara jujur. Jangan mencantumkan tahapan produksi yang tidak pernah perusahaan lakukan karena ketidaksesuaian informasi dapat menimbulkan kendala saat verifikasi.
Baca juga : Pembatas Antrian TKDN untuk Bank dan Layanan Keuangan
5. Bukti Pembelian Material dan Komponen
Perusahaan perlu mengumpulkan dokumen transaksi yang mendukung data penggunaan material. Bukti tersebut membantu mencocokkan daftar komponen dengan biaya pembelian dan catatan produksi.
Dokumen yang dapat perusahaan siapkan antara lain:
- Faktur atau invoice pembelian bahan baku.
- Bukti transaksi pembelian.
- Surat jalan atau dokumen penerimaan barang.
- Purchase order, jika tersedia.
- Data pemasok dan identitas barang.
- Bukti asal material dari pemasok.
- Catatan persediaan bahan baku.
- Dokumen pendukung impor untuk material impor, jika relevan.
Selain itu, perusahaan perlu menyelaraskan kuantitas pembelian dengan penggunaan material dalam laporan produksi. Perbedaan jumlah tidak selalu menunjukkan kesalahan, sebab perusahaan mungkin memiliki persediaan awal, sisa material, atau stok akhir. Namun, perusahaan perlu menjelaskan perbedaan tersebut melalui pencatatan yang masuk akal.
Baca juga : Cara Memilih Produk Pembatas Antrian Ber-TKDN
6. Dokumen Tenaga Kerja dan Biaya Produksi
Perhitungan TKDN memerlukan data yang relevan dengan struktur biaya sesuai metode yang berlaku. Oleh karena itu, perusahaan perlu menyiapkan informasi tenaga kerja dan biaya produksi yang dapat mendukung proses pemeriksaan.
Data pendukung dapat meliputi:
- Daftar tenaga kerja pada bagian produksi.
- Jabatan dan tanggung jawab setiap bagian.
- Informasi jumlah tenaga kerja.
- Data upah atau biaya tenaga kerja sesuai kebutuhan perhitungan.
- Catatan biaya proses produksi.
- Informasi penggunaan mesin dan fasilitas produksi.
- Data pendukung lain yang lembaga verifikasi perlukan.
Perusahaan sebaiknya menyusun catatan berdasarkan periode dan objek produk yang jelas. Apabila satu fasilitas memproduksi beberapa jenis barang, pisahkan data yang berkaitan dengan pembatas antrian dari produk lainnya.
Dengan cara ini, perusahaan dapat menjelaskan hubungan antara biaya, proses manufaktur, dan produk yang diajukan secara lebih akurat.
Baca juga : Cara Pengadaan Pembatas Antrian TKDN untuk Instansi
7. Dokumen Pemasaran dan Penjualan
Dokumen pemasaran dapat membantu menunjukkan identitas produk serta kegiatan komersial perusahaan. Meskipun kebutuhan dokumen berbeda menurut proses verifikasi, perusahaan sebaiknya menyiapkan beberapa data berikut:
- Katalog dan daftar tipe produk.
- Daftar harga atau informasi penawaran.
- Laporan penjualan yang relevan.
- Data pelanggan atau jalur pemasaran sesuai kebutuhan verifikasi.
- Bukti transaksi penjualan, jika tersedia.
- Informasi kapasitas dan kemampuan pasokan.
Perusahaan perlu memastikan bahwa nama produk dalam katalog sesuai dengan nama pada dokumen teknis dan pengajuan sertifikasi. Jika perusahaan menjual beberapa model pembatas antrian, susun daftar tipe agar pemeriksaan setiap produk berjalan lebih terarah.
Baca juga : Pembatas Antrian TKDN untuk Kantor Pemerintahan
Bagaimana Proses Pengajuan Sertifikat TKDN?
Secara umum, perusahaan dapat mengikuti tahapan berikut dengan menyesuaikan prosedur terbaru serta arahan lembaga verifikasi yang berwenang.
- memeriksa kesiapan legalitas dan data produk. Perusahaan memastikan dokumen usaha lengkap, data teknis tersedia, dan proses produksi dapat perusahaan jelaskan.
- menyiapkan akun dan data perusahaan pada SIINas. SIINas merupakan Sistem Informasi Industri Nasional yang mendukung administrasi layanan industri. Perusahaan perlu mengikuti mekanisme pendaftaran dan pengajuan sesuai ketentuan yang berlaku.
- mengajukan permohonan sertifikasi. Perusahaan mengikuti alur layanan yang tersedia, menyiapkan dokumen pendukung, dan menentukan lembaga verifikasi independen sesuai prosedur.
- melakukan penilaian mandiri. Perusahaan menyusun data serta perhitungan awal berdasarkan metode dan petunjuk yang berlaku. Tahap ini membantu perusahaan menemukan kekurangan data sebelum pemeriksaan lebih lanjut.
- mengikuti proses verifikasi. Verifikator memeriksa dokumen, menilai perhitungan, dan dapat melakukan kunjungan ke fasilitas produksi sesuai kebutuhan. Karena itu, perusahaan perlu memastikan bahwa data tertulis sesuai dengan kondisi nyata.
- menindaklanjuti hasil pemeriksaan. Jika verifikator meminta klarifikasi atau dokumen tambahan, perusahaan perlu memberikan jawaban dan bukti pendukung yang sesuai.
- menunggu hasil akhir sertifikasi. Setelah seluruh proses memenuhi ketentuan, instansi berwenang memproses penerbitan sertifikat sesuai mekanisme yang berlaku.
Perusahaan sebaiknya tidak menetapkan sendiri jangka waktu penyelesaian sebelum memperoleh informasi resmi. Durasi proses dapat bergantung pada kelengkapan dokumen, karakteristik produk, jadwal verifikasi, dan tindak lanjut atas hasil pemeriksaan.
Kesalahan yang Perlu Perusahaan Hindari
Beberapa kendala dapat memperlambat proses persiapan sertifikasi. Oleh sebab itu, perusahaan perlu mengantisipasi hal-hal berikut.
- menganggap produk lokal otomatis memiliki nilai TKDN tertentu. Asal produksi saja tidak cukup untuk menentukan nilai akhir. Perusahaan tetap perlu mengikuti metode perhitungan dan verifikasi yang berlaku.
- menyusun BOM tanpa bukti pendukung. Daftar material sebaiknya sesuai dengan invoice, catatan pembelian, dan data produksi.
- menggunakan foto produk yang tidak sesuai dengan model pengajuan. Pastikan foto, katalog, dan spesifikasi mengacu pada tipe produk yang sama.
- tidak memisahkan material lokal dan impor. Pemisahan data membantu perusahaan menjelaskan asal komponen secara lebih transparan.
- mengabaikan konsistensi laporan biaya. Perbedaan antara laporan pembelian, produksi, persediaan, dan biaya perlu perusahaan jelaskan secara logis.
- menggunakan nilai TKDN yang belum terverifikasi sebagai klaim resmi. Perusahaan perlu merujuk pada hasil sertifikasi yang sah sebelum mencantumkan nilai TKDN sebagai nilai resmi produk.
Tips Mempersiapkan Sertifikasi TKDN Pembatas Antrian
Agar persiapan berjalan lebih efektif, perusahaan dapat memulai dengan membuat daftar periksa dokumen. Kelompokkan berkas berdasarkan legalitas, spesifikasi produk, BOM, produksi, biaya, tenaga kerja, dan pemasaran.
Selanjutnya, tunjuk satu orang yang bertanggung jawab mengoordinasikan data dari bagian administrasi, pembelian, gudang, keuangan, dan produksi. Koordinasi ini penting karena informasi TKDN sering kali berasal dari beberapa bagian perusahaan.
Kemudian, lakukan pemeriksaan internal sebelum pengajuan. Cocokkan data material dengan invoice, periksa foto fasilitas produksi, dan pastikan perusahaan mampu menjelaskan setiap tahapan manufaktur.
Terakhir, konsultasikan kebutuhan sertifikasi sesuai model produk, skala usaha, dan tujuan pengadaan. Langkah ini membantu perusahaan menentukan dokumen prioritas serta memahami kebutuhan verifikasi tanpa membuat asumsi mengenai nilai TKDN atau jangka waktu penerbitan.
Dokumen dan persyaratan TKDN untuk produk pembatas antrian
Dokumen dan persyaratan TKDN untuk produk pembatas antrian mencakup legalitas perusahaan, spesifikasi teknis, Bill of Material, alur produksi, bukti pembelian material, data tenaga kerja, struktur biaya, serta dokumen pemasaran yang relevan.
Kelengkapan dokumen membantu perusahaan menjelaskan asal komponen dan proses produksi secara konsisten. Selain itu, persiapan yang baik dapat mengurangi risiko ketidaksesuaian saat verifikasi serta mendukung kebutuhan pengadaan barang.
Namun, setiap produk memiliki karakteristik yang berbeda. Karena itu, perusahaan perlu menyesuaikan dokumen dengan jenis pembatas antrian, metode produksi, dan ketentuan sertifikasi yang berlaku.
PT Jangkar Global Groups dapat menjadi mitra konsultasi awal bagi perusahaan yang ingin memahami kebutuhan dokumen dan persiapan administrasi TKDN. Melalui konsultasi, perusahaan dapat mendiskusikan jenis produk, kesiapan dokumen, serta langkah persiapan yang sesuai dengan kebutuhannya.
Konsultasikan Pengurusan Dokumen Kebutuhan Anda Sekarang