Mengurus visa menjadi salah satu persiapan penting sebelum seseorang melakukan perjalanan ke luar negeri. Saat ini, banyak negara menyediakan layanan pengajuan visa secara online melalui aplikasi maupun portal resmi pemerintah. Daftar Aplikasi Visa Resmi Dengan adanya fasilitas tersebut, pemohon dapat mengisi formulir, mengunggah dokumen, membayar biaya permohonan, hingga memantau perkembangan visa tanpa harus selalu datang ke kantor kedutaan.
Namun, setiap negara memiliki sistem pengajuan visa yang berbeda. Ada negara yang menyediakan aplikasi khusus untuk ponsel, sedangkan negara lainnya menggunakan situs resmi imigrasi atau portal kedutaan. Oleh karena itu, calon pemohon perlu mengetahui aplikasi visa resmi berdasarkan negara tujuan agar tidak salah memilih layanan.
Selain mempermudah proses pengajuan, penggunaan aplikasi resmi juga membantu masyarakat menghindari penipuan berkedok jasa pembuatan visa. Berikut daftar aplikasi dan portal visa resmi dari berbagai negara yang perlu diketahui sebelum bepergian ke luar negeri.
Baca Juga : Aplikasi Visa: Cara Mengajukan Visa Online, Syarat, Prosedurnya
Apa Itu Aplikasi Visa Resmi?
Aplikasi visa resmi merupakan layanan digital yang pemerintah atau instansi imigrasi suatu negara sediakan untuk membantu masyarakat mengajukan izin masuk ke wilayah negara tersebut.
Melalui layanan ini, pemohon dapat melakukan berbagai kegiatan, seperti:
- Membuat akun permohonan visa.
- Mengisi formulir aplikasi visa secara online.
- Mengunggah paspor dan dokumen pendukung.
- Membayar biaya pengajuan visa.
- Memeriksa status permohonan.
- Menerima pemberitahuan hasil pengajuan.
- Mengunduh atau menyimpan dokumen e-Visa jika tersedia.
Meskipun demikian, tidak semua negara menyediakan aplikasi ponsel khusus. Sebagian negara menggunakan portal berbasis website yang memiliki fungsi serupa.
Baca Juga : Cara Menggunakan Aplikasi Visa Online Pengajuan Visa Luar Negeri
Daftar Aplikasi Visa Resmi Berdasarkan Negara Tujuan
Berikut beberapa aplikasi dan portal resmi yang dapat digunakan untuk mencari informasi serta mengajukan permohonan visa berdasarkan negara tujuan.
1. Amerika Serikat
Amerika Serikat menyediakan beberapa layanan digital untuk proses permohonan visa. Salah satu portal penting adalah Consular Electronic Application Center (CEAC).
Layanan resmi:
- CEAC: https://ceac.state.gov/
- Informasi visa: https://travel.state.gov/
CEAC digunakan untuk mengisi formulir DS-160 bagi pemohon visa nonimigran. Selain itu, pemohon dapat menggunakan layanan resmi yang ditentukan oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk membuat jadwal wawancara dan mengurus pembayaran.
Dengan demikian, pemohon perlu membedakan fungsi pengisian formulir DS-160 dan sistem penjadwalan wawancara.
2. Australia
Australia menyediakan layanan visa online melalui ImmiAccount dan aplikasi Australian ETA.
Layanan resmi:
- ImmiAccount: https://online.immi.gov.au/
- Australian ETA App: tersedia melalui toko aplikasi resmi.
- Informasi visa: https://immi.homeaffairs.gov.au/
ImmiAccount membantu pemohon membuat dan mengelola permohonan berbagai jenis visa. Sementara itu, Australian ETA App khusus melayani permohonan Electronic Travel Authority bagi pemegang paspor yang memenuhi persyaratan.
Selain itu, pemohon dapat memeriksa informasi persyaratan, biaya, dan ketentuan visa melalui situs Department of Home Affairs.
3. Kanada
Kanada menggunakan layanan Immigration, Refugees and Citizenship Canada (IRCC) untuk pengajuan berbagai jenis visa dan izin perjalanan.
Layanan resmi:
- IRCC Portal: https://www.canada.ca/
- Informasi eTA: https://www.canada.ca/en/immigration-refugees-citizenship/services/visit-canada/eta.html
Melalui IRCC Portal, pemohon dapat mengajukan visitor visa, super visa, dan beberapa jenis izin perjalanan lainnya.
Selain itu, warga negara tertentu yang memenuhi persyaratan dapat mengajukan Electronic Travel Authorization (eTA). Oleh karena itu, pemohon perlu memeriksa kelayakan berdasarkan kewarganegaraan dan kondisi perjalanan.
Baca Juga : Cara Membuat Akun pada Aplikasi Pengajuan Visa Online
4. Inggris (United Kingdom)
Pemerintah Inggris menyediakan layanan pengajuan visa melalui UK Visas and Immigration (UKVI).
Layanan resmi:
- Portal visa Inggris: https://www.gov.uk/apply-to-come-to-the-uk
- Informasi ETA: https://www.gov.uk/guidance/apply-for-an-electronic-travel-authorisation-eta
Melalui portal tersebut, pemohon dapat mengajukan visa kunjungan, visa kerja, visa pelajar, dan kategori visa lainnya.
Selain itu, Inggris menyediakan layanan Electronic Travel Authorisation (ETA) bagi pelancong yang memenuhi ketentuan. Pemohon perlu memeriksa apakah perjalanan mereka membutuhkan visa atau cukup menggunakan ETA.
5. Jepang
Jepang menyediakan layanan JAPAN eVISA untuk kategori perjalanan tertentu.
Layanan resmi:
- JAPAN eVISA: https://www.mofa.go.jp/j_info/visit/visa/visaonline.html
- Kementerian Luar Negeri Jepang: https://www.mofa.go.jp/
Melalui JAPAN eVISA, pemohon yang memenuhi persyaratan dapat mengajukan visa kunjungan jangka pendek secara online.
Namun, layanan ini tidak tersedia untuk semua kewarganegaraan dan tempat tinggal. Selain itu, beberapa pemohon tetap harus mengajukan permohonan melalui kedutaan atau agen perjalanan yang ditunjuk.
Oleh sebab itu, periksa ketentuan berdasarkan tempat tinggal dan kewarganegaraan sebelum mengajukan permohonan.
6. Korea Selatan
Korea Selatan menyediakan beberapa layanan digital untuk kebutuhan perjalanan dan keimigrasian.
Layanan resmi:
- Korea Visa Portal: https://www.visa.go.kr/
- K-ETA: https://www.k-eta.go.kr/
Korea Visa Portal membantu pemohon mencari informasi persyaratan dan mengajukan kategori visa tertentu. Sementara itu, K-ETA merupakan sistem otorisasi perjalanan elektronik bagi warga negara yang memenuhi ketentuan bebas visa.
Selain itu, pemohon perlu memperhatikan perubahan kebijakan K-ETA karena pemerintah Korea Selatan dapat memberikan pengecualian atau penyesuaian berdasarkan periode dan kewarganegaraan tertentu.
Baca Juga : Cara Mengisi Formulir Visa Melalui Aplikasi Online
7. China
China menyediakan layanan pengajuan visa melalui sistem resmi yang dikelola oleh otoritas konsuler dan pusat permohonan visa.
Layanan resmi:
- Informasi konsuler: https://www.visaforchina.cn/
- Kementerian Luar Negeri China: https://www.fmprc.gov.cn/
Melalui layanan tersebut, pemohon dapat memeriksa jenis visa, persyaratan dokumen, formulir, serta prosedur pengajuan.
Namun, proses pengajuan visa China dapat berbeda berdasarkan lokasi tempat tinggal pemohon. Oleh karena itu, pastikan memilih pusat permohonan yang memiliki kewenangan menangani wilayah domisili Anda.
8. Malaysia
Malaysia menyediakan layanan eVISA melalui portal resmi Jabatan Imigresen Malaysia.
Layanan resmi:
- Malaysia eVISA: https://malaysiavisa.imi.gov.my/
- Jabatan Imigresen Malaysia: https://www.imi.gov.my/
Melalui portal eVISA, pemohon yang memenuhi ketentuan dapat mengajukan visa secara online. Selain itu, pemohon dapat memeriksa persyaratan, jenis visa, dan informasi pelayanan melalui situs imigrasi Malaysia.
Dengan demikian, masyarakat sebaiknya menggunakan portal resmi agar terhindar dari situs pihak ketiga yang menawarkan biaya tidak jelas.
9. Thailand
Thailand menggunakan sistem Thai e-Visa yang dikelola oleh Kementerian Luar Negeri Thailand.
Layanan resmi:
- Thai e-Visa: https://www.thaievisa.go.th/
Melalui sistem tersebut, pemohon dapat membuat akun, mengisi formulir, mengunggah dokumen pendukung, serta membayar biaya visa sesuai ketentuan.
Selanjutnya, pemohon dapat menunggu hasil pemeriksaan melalui sistem dan menerima pemberitahuan melalui email.
10. India
India menyediakan layanan e-Visa melalui portal resmi pemerintah.
Layanan resmi:
- Indian e-Visa: https://indianvisaonline.gov.in/evisa/
Portal tersebut memungkinkan warga negara yang memenuhi persyaratan untuk mengajukan visa elektronik sesuai kategori yang tersedia.
Selain itu, pemohon dapat memeriksa jenis visa, persyaratan foto, dokumen perjalanan, dan ketentuan pembayaran sebelum mengirimkan permohonan.
11. Arab Saudi
Arab Saudi menyediakan layanan visa elektronik untuk kategori perjalanan tertentu, khususnya wisata.
Layanan resmi:
- Saudi Tourist eVisa: https://visa.visitsaudi.com/
- Platform visa Kementerian Luar Negeri: https://visa.mofa.gov.sa/
Saudi Tourist eVisa membantu wisatawan dari negara yang memenuhi syarat mengajukan visa kunjungan secara online.
Sementara itu, kategori visa lain seperti visa kerja, visa keluarga, dan visa umrah dapat mengikuti jalur serta ketentuan yang berbeda.
Oleh karena itu, jangan menggunakan portal visa wisata untuk mengajukan kategori visa yang tidak sesuai.
12. Selandia Baru
Selandia Baru menyediakan layanan digital melalui Immigration New Zealand.
Layanan resmi:
- Immigration New Zealand: https://www.immigration.govt.nz/
- Informasi NZeTA: https://www.immigration.govt.nz/new-zealand-visas/visas/visa/nzeta/
Melalui layanan tersebut, pemohon dapat mengajukan berbagai kategori visa dan memeriksa persyaratan perjalanan.
Selain itu, aplikasi NZeTA dapat digunakan oleh pelancong yang memenuhi ketentuan untuk mengajukan otorisasi perjalanan elektronik.
Baca Juga : Dokumen yang Harus Disiapkan untuk Pengajuan Visa Online
13. Singapura
Singapura mengelola layanan keimigrasian melalui Immigration & Checkpoints Authority (ICA).
Layanan resmi:
- ICA: https://www.ica.gov.sg/
- Layanan elektronik ICA: https://eservices.ica.gov.sg/
Melalui situs tersebut, masyarakat dapat memeriksa persyaratan masuk, layanan visa, dan informasi perjalanan.
Namun, pengajuan visa Singapura untuk warga negara yang wajib memiliki visa dapat melibatkan agen visa resmi atau pihak yang ditunjuk. Oleh karena itu, pemohon perlu memeriksa prosedur berdasarkan kewarganegaraan dan lokasi pengajuan.
14. Indonesia
Indonesia juga menyediakan layanan visa elektronik bagi warga negara asing yang ingin berkunjung atau tinggal di Indonesia.
Layanan resmi:
- e-Visa Indonesia: https://evisa.imigrasi.go.id/
- Direktorat Jenderal Imigrasi: https://www.imigrasi.go.id/
Melalui portal tersebut, pemohon dapat mencari kategori visa, mengajukan permohonan, dan memeriksa informasi izin tinggal sesuai ketentuan keimigrasian Indonesia.
Selain itu, WNA dapat menggunakan layanan digital yang tersedia untuk memenuhi persyaratan perjalanan dan keimigrasian.

Perbedaan Aplikasi Visa, e-Visa, ETA, dan Portal Imigrasi
Sebelum menggunakan layanan digital, pemohon perlu memahami perbedaan beberapa istilah yang sering muncul dalam proses pengajuan visa.
1. Aplikasi Visa
Aplikasi visa merupakan perangkat lunak atau layanan digital yang membantu pemohon mengajukan izin masuk ke negara tujuan.
Maka Aplikasi tersebut dapat berbentuk aplikasi ponsel maupun website. Dengan demikian, tidak semua layanan visa memiliki aplikasi yang dapat diunduh.
2. e-Visa
e-Visa merupakan visa elektronik yang diterbitkan melalui sistem digital oleh pemerintah negara tujuan.
Setelah mendapatkan persetujuan, pemohon biasanya menerima dokumen elektronik atau pemberitahuan visa sesuai sistem negara penerbit.
Baca Juga : Cara Upload Dokumen di Aplikasi Visa Online Sesuai Persyaratan Kedutaan
3. ETA (Electronic Travel Authorization)
ETA merupakan otorisasi perjalanan elektronik yang berlaku bagi pelancong tertentu berdasarkan kebijakan negara tujuan.
Meskipun sering dianggap sama dengan visa, ETA memiliki ketentuan dan fungsi tersendiri. Oleh karena itu, pemohon perlu memastikan jenis izin perjalanan yang sesuai.
4. Portal Imigrasi
Portal imigrasi merupakan situs resmi pemerintah yang menyediakan berbagai layanan keimigrasian.
Melalui portal tersebut, masyarakat dapat mencari informasi visa, mengisi formulir, mengajukan permohonan, dan memeriksa status aplikasi.
Cara Memilih Aplikasi Visa Resmi Sesuai Negara Tujuan
Memilih aplikasi yang tepat merupakan langkah penting sebelum mengajukan visa. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan.
1. Pastikan Aplikasi Berasal dari Pemerintah
Pertama, periksa apakah aplikasi atau website memiliki keterkaitan langsung dengan kementerian luar negeri, kedutaan, atau instansi imigrasi negara tujuan.
Selain itu, perhatikan alamat domain yang digunakan. Situs pemerintah biasanya menggunakan domain resmi seperti .gov, .gov.uk, .gov.au, atau domain resmi pemerintah negara terkait.
2. Sesuaikan dengan Jenis Visa
Setiap negara memiliki kategori visa yang berbeda. Misalnya, visa wisata, visa kerja, visa pelajar, visa bisnis, dan visa keluarga.
Oleh karena itu, jangan langsung menggunakan aplikasi visa wisata apabila tujuan perjalanan adalah bekerja atau belajar.
Baca Juga : Cara Membayar Biaya Visa Melalui Aplikasi Online dan Bukti Pembayarannya
3. Periksa Persyaratan Kewarganegaraan
Tidak semua aplikasi menerima permohonan dari seluruh kewarganegaraan.
Sebagai contoh, beberapa negara memberikan fasilitas e-Visa hanya kepada pemegang paspor dari negara tertentu. Dengan demikian, pemohon harus memeriksa kelayakan berdasarkan paspor yang digunakan.
4. Periksa Biaya Pengajuan
Selanjutnya, perhatikan biaya resmi yang tercantum pada portal pemerintah.
Hindari pembayaran melalui rekening pribadi atau pihak yang tidak memiliki hubungan jelas dengan layanan pengajuan visa.
5. Periksa Informasi Terbaru
Kebijakan visa dapat berubah sewaktu-waktu. Oleh sebab itu, periksa informasi terbaru sebelum mengirimkan permohonan.
Selain persyaratan dokumen, perhatikan juga masa berlaku paspor, durasi tinggal, biaya, dan ketentuan masuk negara tujuan.
Tips Menghindari Aplikasi Visa Palsu dan Penipuan Online
Penggunaan layanan digital memang mempermudah pengurusan visa. Namun, pemohon tetap perlu berhati-hati karena terdapat pihak tidak bertanggung jawab yang menawarkan layanan visa palsu.
Berikut beberapa cara untuk menghindarinya:
- Gunakan website pemerintah. Hindari mengakses portal yang tidak jelas asal-usulnya.
- Periksa alamat website. Pastikan ejaan domain sesuai dengan alamat resmi.
- Jangan memberikan OTP sembarangan. Lindungi kode verifikasi dan informasi akun.
- Hindari pembayaran tidak resmi. Gunakan metode pembayaran yang tercantum pada portal resmi.
- Periksa biaya layanan. Bandingkan nominal pembayaran dengan ketentuan pemerintah.
- Jangan percaya jaminan visa pasti disetujui. Keputusan akhir tetap berada pada otoritas imigrasi negara tujuan.
- Simpan bukti pengajuan. Simpan nomor aplikasi, bukti pembayaran, dan email konfirmasi.
Dengan memperhatikan langkah tersebut, pemohon dapat mengurangi risiko penipuan selama proses pengajuan visa.
Baca Juga : Aplikasi Visa Error Tidak Bisa Dibuka? Penyebab, Cara Mengatasinya
Dokumen yang Perlu Disiapkan Sebelum Menggunakan Aplikasi Visa
Meskipun persyaratan setiap negara berbeda, terdapat beberapa dokumen umum yang sering diperlukan dalam pengajuan visa.
Berikut daftar dokumen yang sebaiknya dipersiapkan:
- Paspor yang masih berlaku.
- Foto terbaru sesuai ketentuan visa.
- KTP dan kartu keluarga jika diperlukan.
- Formulir permohonan visa.
- Bukti pemesanan tiket perjalanan jika diminta.
- Bukti reservasi akomodasi jika diminta.
- Rekening koran atau bukti keuangan.
- Surat keterangan kerja atau surat keterangan usaha.
- Surat undangan atau sponsor jika diperlukan.
- Dokumen tambahan sesuai tujuan perjalanan.
Selain itu, pemohon harus memastikan seluruh dokumen menggunakan format dan ukuran file yang sesuai dengan ketentuan portal visa.
Baca Juga : Cara Cek Status Pengajuan Visa Online dengan Nomor Referensi Permohonan
Apakah Mengajukan Visa Melalui Aplikasi Resmi Lebih Mudah?
Pengajuan visa secara online dapat memberikan kemudahan karena pemohon tidak perlu selalu datang langsung untuk menyerahkan formulir atau dokumen.
Namun, kemudahan tersebut tidak berarti semua jenis visa dapat selesai tanpa kunjungan fisik. Beberapa negara masih mewajibkan pemohon melakukan biometrik, wawancara, atau penyerahan paspor melalui pusat aplikasi visa.
Oleh karena itu, pemohon perlu membaca petunjuk setiap tahapan sebelum mengajukan permohonan.
Jika mengalami kesulitan mengunggah dokumen atau memilih kategori visa, pemohon dapat meminta bantuan layanan pengurusan visa yang berpengalaman. Meskipun demikian, pastikan penyedia jasa memberikan informasi yang transparan dan tidak menjanjikan persetujuan visa secara mutlak.
Daftar aplikasi visa resmi berdasarkan negara tujuan sangat penting untuk diketahui sebelum melakukan perjalanan internasional. Saat ini, berbagai negara seperti Amerika Serikat, Australia, Kanada, Inggris, Jepang, Korea Selatan, China, Malaysia, Thailand, India, dan Arab Saudi telah menyediakan layanan pengajuan visa secara digital.
Baca Juga : 11 Kesalahan dalam Menggunakan Aplikasi Visa Online Harus Dihindari
Namun, setiap negara memiliki sistem, persyaratan, dan jenis visa yang berbeda. Oleh karena itu, pemohon perlu menggunakan portal resmi pemerintah serta menyesuaikan permohonan dengan tujuan perjalanan dan kewarganegaraan. Selain itu, persiapan dokumen dan pemeriksaan informasi terbaru dapat membantu mengurangi kesalahan selama proses pengajuan. Dengan memilih aplikasi visa resmi, masyarakat dapat mengurus kebutuhan perjalanan secara lebih aman, terarah, dan sesuai ketentuan keimigrasian negara tujuan.
Konsultasi Pengajuan Visa Online Sekarang!