Membuat itinerary merupakan salah satu hal penting ketika mempersiapkan perjalanan ke China, terutama bagi wisatawan yang akan mengajukan visa China. Contoh Itinerary Visa China 10 Hari Itinerary membantu menunjukkan rencana perjalanan, kota yang akan di kunjungi, tempat wisata, serta perkiraan waktu selama berada di China. Bagi wisatawan yang ingin mengunjungi dua kota besar, Beijing dan Shanghai, perjalanan selama 10 hari dapat menjadi pilihan yang cukup ideal. Beijing menawarkan banyak destinasi bersejarah, sedangkan Shanghai di kenal sebagai kota modern dengan perpaduan budaya tradisional dan perkembangan perkotaan.
Berikut contoh itinerary China selama 10 hari yang dapat di jadikan referensi dalam mempersiapkan perjalanan.
Baca Juga : Itinerary Visa China Panduan Membuat Rencana Perjalanan Pengajuan
Mengapa Perlu Membuat Itinerary untuk Visa China?
Itinerary dapat membantu memberikan gambaran mengenai tujuan perjalanan kepada pihak yang memproses permohonan visa. Maka Dokumen ini juga dapat membantu pemohon menyusun rencana perjalanan secara lebih teratur.
Untuk perjalanan wisata, itinerary biasanya mencantumkan:
- Kota yang akan di kunjungi.
- Tanggal perjalanan.
- Tempat wisata.
- Hotel atau akomodasi.
- Transportasi antarkota.
- Rencana aktivitas harian.
- Perkiraan waktu keberangkatan dan kepulangan.
Itinerary tidak harus terlalu rumit. Yang terpenting, informasi di dalamnya konsisten dengan dokumen pendukung lain yang di gunakan dalam pengajuan visa.
Baca Juga : Contoh Itinerary Untuk Visa China Panduan Lengkap
Contoh Itinerary China 10 Hari Beijing dan Shanghai
Berikut contoh rencana perjalanan selama 10 hari dengan pembagian waktu 5 hari di Beijing dan 5 hari di Shanghai.
Hari 1 – Tiba di Beijing
Pada hari pertama, wisatawan dapat melakukan perjalanan dari Indonesia menuju Beijing.
Setelah tiba di Beijing, kegiatan dapat di fokuskan pada:
- Imigrasi dan pengambilan bagasi.
- Menuju hotel.
- Check-in.
- Istirahat.
- Jalan-jalan ringan di sekitar hotel.
Sehingga Hari pertama sebaiknya tidak diisi terlalu banyak aktivitas karena wisatawan biasanya membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan perjalanan dan kondisi setempat.
Hari 2 – Tiananmen Square dan Forbidden City
Hari kedua dapat digunakan untuk mengunjungi beberapa ikon sejarah Beijing.
Rencana perjalanan:
- Tiananmen Square.
- Forbidden City atau Kota Terlarang.
- Jingshan Park.
- Wangfujing Street.
Tiananmen Square dan Forbidden City dapat menjadi tujuan utama karena keduanya memberikan pengalaman mengenai sejarah dan budaya China.
Baca Juga : Cara Membuat Itinerary untuk Visa China yang Benar
Hari 3 – Great Wall of China
Hari ketiga dapat di alokasikan untuk mengunjungi Great Wall of China.
Aktivitas dapat meliputi:
- Perjalanan menuju area Great Wall.
- Mengunjungi bagian tembok yang di pilih.
- Menikmati pemandangan.
- Kembali ke Beijing pada sore atau malam hari.
Wisatawan perlu memperhitungkan waktu perjalanan karena lokasi Great Wall berada di luar pusat kota Beijing.
Hari 4 – Temple of Heaven dan Beijing Modern
Pada hari keempat, wisatawan dapat mengombinasikan wisata sejarah dengan kawasan modern.
Contoh itinerary:
- Temple of Heaven.
- Qianmen Street.
- Olympic Park.
- Bird’s Nest.
- Water Cube.
Rute tersebut memberikan variasi antara bangunan bersejarah, kawasan wisata, dan landmark modern Beijing.
Hari 5 – Summer Palace dan Persiapan ke Shanghai
Hari kelima dapat di gunakan untuk mengunjungi Summer Palace.
Setelah itu, wisatawan dapat:
- Kembali ke hotel.
- Mengambil barang.
- Kemudian Mempersiapkan perjalanan ke Shanghai.
- Selanjutnya Memeriksa tiket transportasi.
- Istirahat sebelum perjalanan berikutnya.
Jika menggunakan kereta cepat Beijing–Shanghai, jadwal perjalanan dapat di sesuaikan dengan waktu keberangkatan.
Baca Juga : Contoh Itinerary Visa China 5 Hari untuk Pengajuan Visa
Hari 6 – Perjalanan Beijing ke Shanghai
Pada hari keenam, wisatawan berpindah dari Beijing ke Shanghai.
Setelah tiba di Shanghai, kegiatan dapat berupa:
- Check-in hotel.
- Istirahat.
- Jalan-jalan di sekitar hotel.
- Mengunjungi kawasan Nanjing Road.
- Menikmati suasana malam Shanghai.
Nanjing Road dapat menjadi pilihan untuk mengenal suasana pusat kota Shanghai pada hari pertama.
Hari 7 – The Bund dan Yu Garden
Hari ketujuh dapat di gunakan untuk mengunjungi beberapa destinasi terkenal Shanghai.
Contoh rencana perjalanan:
- The Bund.
- Huangpu River area.
- Yu Garden.
- Shanghai Old City.
- Nanjing Road.
The Bund merupakan salah satu kawasan populer untuk melihat pemandangan gedung-gedung ikonik Shanghai.
Hari 8 – Shanghai Disneyland atau Destinasi Alternatif
Hari kedelapan dapat di gunakan untuk mengunjungi Shanghai Disneyland.
Bagi wisatawan yang tidak ingin mengunjungi Disneyland, alternatifnya dapat berupa:
- Shanghai Museum.
- People’s Square.
- Former French Concession.
- Tianzifang.
Pilihan destinasi dapat di sesuaikan dengan minat dan kebutuhan perjalanan.
Baca Juga : Contoh Itinerary Visa China 7 Hari Lengkap dengan Hotel, Aktivitas
Hari 9 – Shanghai Modern dan Wisata Belanja
Hari kesembilan dapat di gunakan untuk menikmati sisi modern Shanghai.
Contoh itinerary:
- Shanghai Tower.
- Lujiazui.
- Pudong.
- IFC Mall.
- Nanjing Road.
Maka Wisatawan juga dapat menggunakan hari ini untuk membeli oleh-oleh atau kebutuhan sebelum kembali ke Indonesia.
Hari 10 – Persiapan Pulang ke Indonesia
Hari terakhir dapat di gunakan untuk:
- Check-out hotel.
- Memastikan seluruh barang bawaan.
- Membeli oleh-oleh jika di perlukan.
- Menuju bandara.
- Penerbangan dari Shanghai menuju Indonesia.
Sebaiknya berangkat menuju bandara lebih awal untuk mengantisipasi perjalanan dari pusat kota dan proses check-in.
Baca Juga : Contoh Itinerary Visa China 14 Hari untuk Beberapa Kota
Contoh Tabel Itinerary China 10 Hari
| Hari | Kota | Rencana Kegiatan |
|---|---|---|
| Hari 1 | Beijing | Tiba, check-in, istirahat |
| Hari 2 | Beijing | Tiananmen Square, Forbidden City, Wangfujing |
| Hari 3 | Beijing | Great Wall of China |
| Hari 4 | Beijing | Temple of Heaven, Olympic Park |
| Hari 5 | Beijing | Summer Palace dan persiapan ke Shanghai |
| Hari 6 | Beijing–Shanghai | Perjalanan ke Shanghai, Nanjing Road |
| Hari 7 | Shanghai | The Bund, Yu Garden, Shanghai Old City |
| Hari 8 | Shanghai | Shanghai Disneyland atau destinasi alternatif |
| Hari 9 | Shanghai | Lujiazui, Shanghai Tower, wisata belanja |
| Hari 10 | Shanghai | Check-out dan kembali ke Indonesia |
Dokumen yang Perlu Di siapkan untuk Visa China
Selain itinerary, pemohon visa China perlu mempersiapkan dokumen sesuai jenis visa dan tujuan perjalanan.
Untuk visa wisata, dokumen pendukung umumnya dapat mencakup:
- Paspor yang masih berlaku.
- Formulir aplikasi visa.
- Foto sesuai ketentuan.
- Selanjutnya Bukti perjalanan.
- Kemudian Bukti akomodasi.
- Itinerary perjalanan.
- Bukti keuangan jika di persyaratkan.
- Dokumen pendukung lainnya sesuai kondisi pemohon.
Persyaratan dapat berubah sesuai kebijakan dan jenis visa. Karena itu, pemohon sebaiknya selalu memeriksa ketentuan terbaru sebelum mengajukan permohonan.
Baca Juga : Itinerary Visa China Wisata Contoh Rencana Perjalanan Turis

Tips Membuat Itinerary untuk Pengajuan Visa China
Agar itinerary lebih mudah di pahami, buatlah jadwal yang realistis dan konsisten dengan dokumen lainnya.
Beberapa tips yang dapat di terapkan antara lain:
1. Sesuaikan dengan Lama Perjalanan
Maka Jika mengajukan rencana perjalanan 10 hari, itinerary sebaiknya mencakup aktivitas dari hari pertama sampai hari terakhir.
2. Cantumkan Kota yang Di kunjungi
Tuliskan dengan jelas apakah perjalanan hanya di lakukan di Beijing atau juga mencakup Shanghai.
Baca Juga : Itinerary Visa China Business Contoh Rencana Perjalanan Bisnis
3. Sesuaikan dengan Booking Hotel
Nama kota dan tanggal menginap sebaiknya sesuai dengan bukti akomodasi yang disiapkan.
4. Jangan Membuat Jadwal Terlalu Padat
Itinerary yang realistis lebih mudah diikuti. Tidak perlu memasukkan terlalu banyak destinasi dalam satu hari.
5. Pastikan Informasi Konsisten
Tanggal penerbangan, hotel, itinerary, dan dokumen pendukung lainnya sebaiknya tidak saling bertentangan.
Baca Juga : Apakah Itinerary Visa China Harus Sesuai Tiket Pesawat, Hotel?
Apakah Itinerary Visa China Harus Sama dengan Perjalanan Sebenarnya?
Itinerary merupakan gambaran rencana perjalanan yang diajukan. Dalam praktiknya, kondisi perjalanan dapat berubah karena faktor transportasi, cuaca, kondisi destinasi, atau alasan lainnya.
Namun, pemohon tetap sebaiknya membuat itinerary berdasarkan rencana yang benar-benar masuk akal dan sesuai tujuan perjalanan. Hindari memberikan informasi yang tidak benar dalam dokumen aplikasi visa.
Baca Juga : Kesalahan Membuat Itinerary Visa China yang Harus Dihindari
Itinerary yang baik tidak harus rumit. Yang paling penting adalah mencantumkan tanggal, kota, aktivitas, akomodasi, dan transportasi secara jelas serta konsisten dengan dokumen pengajuan visa China lainnya
Konsultasi Visa China Sekarang!