Cara Menghitung Gaji dan Tabungan TKI di Brunei

Isma

Cara Menghitung Gaji dan Tabungan TKI di Brunei
Direktur Utama Jangkar Groups

Cara Menghitung Gaji dan Tabungan TKI di Brunei penting dipahami oleh pekerja Indonesia yang ingin bekerja di Brunei Darussalam. Dengan mengetahui cara menghitung pendapatan dan pengeluaran, calon TKI atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) dapat memperkirakan jumlah uang yang bisa di tabung setiap bulan. Perhitungan ini juga membantu pekerja menentukan apakah tawaran pekerjaan sesuai dengan target finansial.

Gaji yang tercantum dalam lowongan belum tentu menjadi jumlah uang yang dapat di tabung. Pekerja masih perlu memperhitungkan gaji pokok, tunjangan, lembur, potongan, biaya tempat tinggal, makanan, transportasi, komunikasi, serta kebutuhan pribadi. Karena itu, perencanaan keuangan sebaiknya dilakukan sebelum keberangkatan.

Selain itu, jumlah tabungan tidak hanya bergantung pada besarnya gaji. Gaya hidup dan fasilitas yang di berikan perusahaan juga mempunyai pengaruh besar. Pekerja dengan gaji yang sama dapat memiliki tabungan berbeda apabila salah satunya mendapatkan tempat tinggal dan makanan dari perusahaan.

Baca Juga : Gaji TKI di Brunei: Besaran Gaji, Jenis Pekerjaan, Tunjangan, dan Biaya Hidup

Mengapa TKI Perlu Menghitung Gaji dan Tabungan?

Bekerja di luar negeri biasanya mempunyai tujuan finansial tertentu. Ada pekerja yang ingin mengirim uang kepada keluarga, membeli rumah, membayar utang, membangun usaha, atau menyiapkan dana setelah kembali ke Indonesia.

Karena itu, TKI perlu mengetahui berapa penghasilan yang benar-benar di terima dan berapa pengeluaran yang harus di tanggung.

Jika pekerja hanya melihat gaji kotor, perhitungan tabungan bisa terlalu optimistis. Sebaliknya, jika pekerja menghitung pendapatan bersih dan biaya hidup sejak awal, target keuangan menjadi lebih realistis.

Dengan demikian, perhitungan gaji bukan hanya soal mengetahui jumlah pendapatan. Perhitungan tersebut juga membantu pekerja membuat keputusan mengenai pekerjaan dan gaya hidup.

Baca Juga : Gaji TKI di Brunei Berdasarkan Jenis Pekerjaan

Bedakan Gaji Pokok, Gaji Kotor, dan Gaji Bersih

Langkah pertama dalam menghitung tabungan adalah memahami struktur penghasilan.

Gaji pokok merupakan upah dasar yang tercantum dalam kontrak kerja.

Gaji kotor merupakan total pendapatan sebelum memperhitungkan potongan yang berlaku. Angka ini dapat mencakup gaji pokok, tunjangan, lembur, atau komponen pendapatan lain sesuai kontrak.

Sementara itu, gaji bersih merupakan jumlah yang di terima pekerja setelah memperhitungkan potongan yang berlaku.

Karena itu, gunakan gaji bersih sebagai titik awal ketika menghitung kemampuan menabung.

Baca Juga : Gaji TKI di Brunei sebagai Pekerja Rumah Tangga

Rumus Dasar Menghitung Tabungan

Rumus sederhana yang dapat di gunakan adalah:

Tabungan = Pendapatan Bersih – Total Pengeluaran.

Sebagai contoh, apabila pendapatan bersih seorang pekerja mencapai BND 1.200 dan total pengeluaran bulanannya BND 800, maka sisa dana secara sederhana adalah:

BND 1.200 – BND 800 = BND 400.

BND 400 tersebut belum tentu seluruhnya harus di tabung. Pekerja dapat membaginya untuk dana darurat, kiriman keluarga, kebutuhan tidak terduga, dan tabungan jangka panjang.

Dengan pembagian tersebut, kondisi keuangan menjadi lebih aman.

Baca Juga : Gaji TKI di Brunei untuk Pekerja Konstruksi

Langkah Pertama: Hitung Pendapatan Bulanan

Catat semua sumber pendapatan yang benar-benar di terima.

Komponen tersebut dapat meliputi:

  1. Gaji Pokok.
  2. Tunjangan Tetap.
  3. Tunjangan Makan.
  4. Tunjangan Transportasi.
  5. Pembayaran Lembur.
  6. Insentif.
  7. Bonus Sesuai Ketentuan.

Namun, jangan langsung memasukkan semua bonus sebagai pendapatan rutin. Bonus dapat bergantung pada performa, target, atau kebijakan perusahaan.

Begitu pula dengan lembur. Jumlah lembur dapat berubah setiap bulan. Oleh karena itu, sebaiknya buat perhitungan berdasarkan pendapatan normal terlebih dahulu.

Baca Juga : Gaji TKI di Brunei sebagai Sopir

Langkah Kedua: Hitung Potongan

Setelah mengetahui total penghasilan, periksa potongan yang berlaku.

Jangan mengasumsikan bahwa seluruh gaji kotor akan masuk ke rekening. Lihat slip gaji dan kontrak untuk mengetahui komponen pengurangan.

Jika terdapat potongan yang tidak di pahami, pekerja perlu meminta penjelasan dari perusahaan.

Dengan mengetahui pendapatan bersih, pekerja dapat membuat anggaran yang lebih akurat.

Baca Juga : Gaji TKI di Brunei untuk Hotel dan Restoran

Langkah Ketiga: Hitung Biaya Tempat Tinggal

Tempat tinggal dapat menjadi salah satu pengeluaran terbesar.

Jika perusahaan menyediakan akomodasi, biaya tersebut mungkin tidak perlu masuk dalam pengeluaran pribadi. Namun, apabila pekerja harus menyewa kamar atau tempat tinggal sendiri, biaya tersebut harus masuk dalam anggaran.

Pekerja juga perlu memperhitungkan biaya tambahan seperti listrik, air, atau kebutuhan tempat tinggal apabila memang menjadi tanggungannya.

Karena itu, tanyakan fasilitas akomodasi sebelum menerima pekerjaan.

Baca Juga : Gaji Kotor vs Gaji Bersih di Brunei: Perbedaan dan Potongan

Langkah Keempat: Hitung Biaya Makan

Makanan merupakan kebutuhan rutin. Buat perkiraan berdasarkan kebiasaan sehari-hari.

Sebagai contoh, pekerja dapat membagi anggaran menjadi kebutuhan sarapan, makan siang, makan malam, dan makanan tambahan.

Memasak sendiri dapat membantu mengendalikan pengeluaran. Namun, jika perusahaan menyediakan makanan, pekerja dapat mengalokasikan sebagian anggaran makanan untuk kebutuhan lainnya.

Jangan lupa memasukkan biaya minuman, makanan ringan, dan kebutuhan belanja bahan makanan jika memasak sendiri.

Baca Juga : Biaya Hidup di Brunei Dibandingkan dengan Gaji TKI

Langkah Kelima: Hitung Transportasi

Biaya transportasi bergantung pada lokasi pekerjaan dan tempat tinggal.

Jika perusahaan menyediakan kendaraan atau antar-jemput, pengeluaran dapat lebih rendah. Sebaliknya, pekerja yang menggunakan kendaraan pribadi perlu menghitung bahan bakar dan biaya operasional.

Pekerja juga perlu memperhitungkan transportasi untuk keperluan pribadi.

Dengan begitu, anggaran transportasi tidak hanya berdasarkan perjalanan rutin ke tempat kerja.

Baca Juga : Kontrak Kerja TKI di Brunei: Gaji, Jam Kerja, Lembur, dan Hak Pekerja

Langkah Keenam: Hitung Komunikasi

Komunikasi dengan keluarga di Indonesia menjadi kebutuhan penting bagi banyak PMI.

Masukkan biaya paket data, telepon, atau kebutuhan internet ke dalam anggaran bulanan.

Walaupun nominalnya relatif kecil dibandingkan sewa tempat tinggal, pengeluaran komunikasi tetap perlu dicatat agar tidak mengganggu target tabungan.

Langkah Ketujuh: Masukkan Kebutuhan Pribadi

Kebutuhan pribadi mencakup perlengkapan mandi, pakaian, kebutuhan kerja tertentu, hiburan, dan pengeluaran kecil lainnya.

Pengeluaran kecil sering kali menjadi penyebab anggaran membengkak karena pekerja tidak mencatatnya.

Karena itu, buat kategori khusus untuk kebutuhan pribadi. Tentukan batas pengeluaran dan usahakan tidak melewatinya.

Baca Juga : Syarat Kerja ke Brunei bagi TKI dan Hal yang Perlu Diperiksa Sebelum Berangkat

Contoh Perhitungan Gaji TKI di Brunei

Sebagai ilustrasi, seorang pekerja mendapatkan pendapatan bersih BND 1.200 per bulan.

Kemudian, pekerja membuat anggaran sebagai berikut:

KebutuhanAnggaran
Tempat tinggalBND 250
MakananBND 250
TransportasiBND 100
KomunikasiBND 40
Kebutuhan pribadiBND 110
HiburanBND 50
Dana tak terdugaBND 100
TotalBND 900

Maka sisa dana:

BND 1.200 – BND 900 = BND 300.

Dalam contoh tersebut, pekerja memiliki sisa BND 300. Dana tersebut dapat dibagi antara tabungan dan kebutuhan keluarga.

Angka di atas hanya ilustrasi. Biaya sebenarnya dapat berbeda berdasarkan lokasi, gaya hidup, fasilitas perusahaan, dan kebutuhan masing-masing pekerja.

Cara Menghitung Tabungan Tahunan

Setelah mengetahui potensi tabungan bulanan, pekerja dapat membuat target tahunan.

Misalnya, pekerja mampu menyisihkan BND 300 setiap bulan.

Maka target selama 12 bulan:

BND 300 ร— 12 = BND 3.600.

Namun, jangan menganggap jumlah tersebut pasti tercapai. Pengeluaran tidak selalu sama setiap bulan.

Ada kemungkinan pekerja membutuhkan dana tambahan untuk perjalanan, kesehatan, kebutuhan keluarga, atau keperluan mendesak.

Karena itu, target tahunan sebaiknya tetap fleksibel.

Cara Menghitung Tabungan Jika Mendapat Lembur

Lembur dapat meningkatkan pendapatan, tetapi jangan menjadikan lembur sebagai sumber tabungan utama.

Sebagai ilustrasi, seorang pekerja mempunyai pendapatan normal BND 1.200. Pada bulan tertentu, pekerja memperoleh tambahan lembur BND 150.

Pendapatan bulan tersebut menjadi:

BND 1.200 + BND 150 = BND 1.350.

Jika kebutuhan tetap BND 900, terdapat sisa BND 450.

Pekerja dapat mengalokasikan tambahan tersebut untuk tabungan atau dana darurat.

Namun, pada bulan tanpa lembur, pekerja harus tetap mampu memenuhi kebutuhan dari pendapatan normal.

Manfaat Fasilitas Perusahaan terhadap Tabungan

Fasilitas kerja dapat memberikan dampak besar terhadap jumlah tabungan.

Misalnya, perusahaan menyediakan tempat tinggal. Pekerja tidak perlu mengeluarkan anggaran sewa secara pribadi.

Jika perusahaan juga menyediakan makanan dan transportasi, pengeluaran bulanan dapat menjadi lebih rendah.

Karena itu, saat membandingkan dua tawaran kerja, jangan hanya melihat gaji. Bandingkan pula fasilitas yang tersedia.

Pekerjaan dengan gaji lebih tinggi belum tentu menghasilkan tabungan lebih besar jika biaya hidup yang ditanggung pekerja juga jauh lebih tinggi.

Metode Pembagian Gaji

Pekerja dapat membagi pendapatan ke dalam beberapa pos.

Contohnya:

Kebutuhan hidup: biaya makanan, transportasi, komunikasi, dan kebutuhan pribadi.

Tabungan: dana untuk tujuan jangka panjang.

Dana darurat: uang yang hanya digunakan ketika terjadi kebutuhan mendesak.

Keluarga: dana yang dikirim ke Indonesia.

Pembagian tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing pekerja.

Yang paling penting adalah memastikan pekerja tidak menghabiskan seluruh pendapatan sebelum menyisihkan tabungan.

Tentukan Target Tabungan Sebelum Berangkat

Calon TKI sebaiknya mempunyai target yang jelas.

Misalnya, targetnya adalah mengumpulkan dana untuk modal usaha setelah kontrak selesai. Jika target sudah diketahui, pekerja dapat menghitung jumlah minimal yang harus ditabung setiap bulan.

Sebagai contoh, target tabungan adalah BND 6.000 dalam 20 bulan.

Perhitungannya:

BND 6.000 รท 20 = BND 300 per bulan.

Artinya, pekerja perlu menyisihkan sekitar BND 300 setiap bulan untuk mencapai target tersebut, dengan asumsi tidak ada pengambilan dana dari tabungan.

Perhitungan seperti ini membantu pekerja menentukan gaya hidup yang sesuai dengan target.

Jangan Mengabaikan Dana Darurat

Tabungan jangka panjang berbeda dari dana darurat.

Dana darurat dapat digunakan ketika pekerja menghadapi kebutuhan mendesak. Karena itu, jangan menganggap seluruh uang yang tersisa sebagai uang yang bebas digunakan.

Jika memungkinkan, sisihkan sebagian pendapatan secara rutin untuk dana darurat.

Dengan adanya dana cadangan, pekerja tidak harus mengganggu tabungan utama ketika menghadapi pengeluaran tidak terduga.

Perhitungkan Biaya Pulang ke Indonesia

Pekerja juga perlu memasukkan biaya perjalanan pulang ke Indonesia dalam rencana keuangan.

Tiket perjalanan dan kebutuhan selama perjalanan dapat memerlukan dana yang cukup besar, terutama jika pekerja pulang pada periode tertentu.

Karena itu, buat pos khusus untuk perjalanan. Jangan mengambil seluruh dana tersebut dari tabungan jangka panjang.

Perencanaan ini akan membuat kondisi keuangan lebih stabil.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Ada beberapa kesalahan yang perlu dihindari saat menghitung tabungan.

Pertama, menggunakan gaji kotor sebagai dasar tabungan. Perhitungan sebaiknya menggunakan pendapatan bersih.

Kedua, menganggap lembur selalu tersedia. Padahal, jumlah lembur dapat berubah.

Ketiga, tidak mencatat pengeluaran kecil. Pengeluaran kecil yang berulang dapat mengurangi tabungan.

Keempat, mengirim terlalu banyak uang kepada keluarga tanpa menyisakan dana untuk kebutuhan sendiri.

Kelima, menggunakan seluruh sisa pendapatan untuk konsumsi.

Dengan menghindari kesalahan tersebut, pekerja dapat menjaga rencana keuangan tetap realistis.

Tips Meningkatkan Tabungan TKI di Brunei

Pekerja dapat menerapkan beberapa strategi sederhana untuk meningkatkan tabungan.

  1. Buat Anggaran Bulanan Sebelum Menerima Gaji.
  2. Pisahkan Tabungan Segera Setelah Gaji Masuk.
  3. Manfaatkan Fasilitas Perusahaan.
  4. Batasi Pengeluaran Hiburan.
  5. Masak Sendiri Jika Lebih Hemat.
  6. Catat Semua Pengeluaran.
  7. Jangan Bergantung pada Pendapatan Lembur.
  8. Siapkan Dana Darurat.
  9. Tetapkan Target Tabungan.
  10. Evaluasi Pengeluaran Setiap Bulan.

Dengan menerapkan kebiasaan tersebut secara konsisten, jumlah tabungan dapat meningkat tanpa harus selalu mencari tambahan penghasilan.

Cara Menghitung Gaji dan Tabungan TKI di Brunei dimulai dengan memahami pendapatan bersih dan kemudian mengurangi seluruh biaya hidup yang harus ditanggung sendiri. Komponen seperti gaji pokok, tunjangan, lembur, potongan, akomodasi, makanan, transportasi, komunikasi, dan kebutuhan pribadi perlu diperhitungkan.

Selain itu, pekerja sebaiknya tidak menjadikan lembur sebagai dasar utama perencanaan keuangan. Gunakan pendapatan normal sebagai dasar anggaran, sedangkan tambahan lembur dapat dialokasikan untuk tabungan atau dana darurat.

Fasilitas perusahaan juga perlu diperhatikan karena dapat mengurangi biaya hidup secara signifikan. Oleh karena itu, saat membandingkan pekerjaan, lihat keseluruhan paket kerja, bukan hanya nominal gaji.

Pada akhirnya, kemampuan menabung TKI di Brunei sangat bergantung pada perbandingan antara pendapatan dan pengeluaran. Dengan membuat anggaran, menentukan target, mencatat pengeluaran, serta menyisihkan uang secara rutin, pekerja dapat mengelola penghasilan dengan lebih baik dan mempersiapkan tujuan finansial setelah masa kerja di Brunei berakhir.

Konsultasikan Rencana Kerja Anda di Brunei

Isma