Cara Mendapatkan Sertifikat BST Pelaut Secara Resmi

Siti Aidah

Updated on:

Cara Mendapatkan Sertifikat BST Pelaut Secara Resmi
Direktur Utama Jangkar Groups

Cara mendapatkan Sertifikat BST Pelaut secara resmi perlu di pahami oleh calon pelaut yang ingin bekerja di kapal niaga maupun kapal yang mensyaratkan kompetensi keselamatan dasar. Sertifikat Basic Safety Training (BST) menjadi salah satu bukti bahwa seorang pelaut telah mengikuti pelatihan keselamatan dasar sesuai standar kepelautan. Melalui pelatihan ini, peserta mempelajari tindakan pencegahan kecelakaan, penanganan keadaan darurat, pertolongan pertama, serta cara bertahan hidup di laut.

Namun, calon peserta tidak cukup hanya mencari tempat kursus yang menawarkan sertifikat BST. Mereka perlu memastikan lembaga penyelenggara memiliki persetujuan atau kewenangan sesuai ketentuan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Selain itu, peserta harus mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dan memenuhi ketentuan evaluasi. Dengan demikian, sertifikat yang diperoleh memiliki dasar penerbitan yang jelas.

Sejak 1 Januari 2026, terdapat pembaruan standar Basic Safety Training yang berkaitan dengan amandemen STCW melalui Resolusi IMO MSC.560(108). Pembaruan tersebut mencakup materi pencegahan dan penanganan kekerasan serta pelecehan di lingkungan kerja kapal. Oleh karena itu, calon pelaut perlu memahami ketentuan terbaru sebelum mendaftar pelatihan.

Apa Itu Sertifikat BST Pelaut?

Sertifikat BST Pelaut merupakan sertifikat keterampilan dasar keselamatan atau Basic Safety Training yang menunjukkan bahwa pemegangnya telah mengikuti pelatihan keselamatan dasar sesuai standar yang berlaku. Pelatihan ini membekali calon awak kapal dengan pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi risiko selama bekerja di laut.

BST menjadi bagian penting dalam pembinaan kompetensi pelaut. Sebab, lingkungan kapal memiliki risiko seperti kebakaran, kecelakaan kerja, orang jatuh ke laut, keadaan darurat medis, serta gangguan keselamatan lainnya. Karena itu, setiap awak kapal perlu mengetahui prosedur keselamatan dan tindakan awal ketika menghadapi situasi berbahaya.

Dalam pelatihan BST, peserta mempelajari beberapa materi utama yang mengacu pada standar STCW. Materi tersebut mencakup teknik bertahan hidup, pencegahan dan pemadaman kebakaran, pertolongan pertama dasar, serta keselamatan pribadi dan tanggung jawab sosial.

Perlu di pahami bahwa BST untuk pelaut kapal niaga berbeda dari pelatihan keselamatan yang memiliki peruntukan khusus, seperti Basic Safety Training Fisheries (BST-F) untuk awak kapal perikanan. Oleh sebab itu, calon peserta perlu memastikan jenis sertifikat sesuai dengan jenis kapal dan pekerjaan yang akan di jalani.

BACA JUGA: Jasa Pengurusan BST: Syarat, Biaya, dan Prosedur Pelaut

Mengapa Sertifikat BST Pelaut Di perlukan?

Sertifikat BST memiliki peran penting dalam pemenuhan kompetensi keselamatan awak kapal. Perusahaan pelayaran membutuhkan kru yang memahami prosedur keselamatan karena setiap orang di atas kapal memiliki tanggung jawab terhadap keamanan diri sendiri, rekan kerja, kapal, dan lingkungan laut.

Selain itu, sertifikat BST membantu calon pelaut memenuhi salah satu persyaratan administrasi ketika melamar pekerjaan di sektor pelayaran. Perusahaan dapat meminta bukti pelatihan keselamatan dasar sebelum menerima calon awak kapal atau menempatkannya pada posisi tertentu.

BST juga memberikan bekal praktis untuk menghadapi keadaan darurat. Misalnya, ketika terjadi kebakaran, peserta perlu mengetahui cara menggunakan alat pemadam dan mengikuti prosedur evakuasi. Sementara itu, saat seseorang jatuh ke laut, awak kapal harus memahami tindakan penyelamatan yang tepat.

Di samping kebutuhan pekerjaan, pelatihan BST membangun kedisiplinan dan kesadaran keselamatan. Peserta belajar mengenali potensi bahaya, mengikuti instruksi, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta bekerja sama dengan kru lain. Dengan demikian, BST bukan sekadar persyaratan dokumen, melainkan bekal penting selama menjalankan tugas di kapal.

BACA JUGA: Apa Itu BST Pelaut? Fungsi dan Manfaat Basic Safety Training

Persyaratan Mendapatkan Sertifikat BST Pelaut Secara Resmi

Sebelum mendaftar, calon peserta perlu memeriksa persyaratan lembaga diklat yang memiliki persetujuan penyelenggaraan BST. Persyaratan dapat mencakup batas usia, pendidikan, kondisi kesehatan, identitas diri, dan dokumen administrasi lainnya.

Setiap lembaga dapat menetapkan tata cara pendaftaran sesuai pedoman yang berlaku. Karena itu, calon peserta sebaiknya meminta daftar persyaratan terbaru secara langsung kepada penyelenggara sebelum menyerahkan dokumen.

Persyaratan Usia dan Pendidikan Calon Peserta

Calon peserta perlu memenuhi ketentuan usia minimum dan pendidikan sesuai program BST yang di pilih. Sejumlah standar pelatihan BST internasional mensyaratkan peserta berusia sekurang-kurangnya 18 tahun dan memiliki pendidikan minimal sekolah menengah pertama atau sederajat.

Namun, calon peserta tidak sebaiknya menganggap ketentuan tersebut berlaku tanpa pengecualian untuk semua program. Jenis pelatihan, kategori kapal, dan pedoman penyelenggaraan dapat memengaruhi persyaratan. Oleh karena itu, periksa ketentuan lembaga diklat sebelum menentukan jadwal pendaftaran.

Persyaratan Kesehatan Pelaut

Kondisi kesehatan menjadi perhatian penting karena pelatihan BST melibatkan kegiatan teori dan praktik. Peserta dapat menjalani latihan penggunaan alat keselamatan, simulasi kebakaran, pertolongan pertama, dan praktik bertahan hidup.

Calon peserta perlu menyiapkan surat keterangan kesehatan atau sertifikat kesehatan pelaut sesuai ketentuan penyelenggara. Pemeriksaan dapat mencakup kondisi fisik, penglihatan, pendengaran, serta aspek kesehatan lain yang relevan dengan kegiatan pelatihan.

Jika calon peserta memiliki kondisi tertentu yang dapat memengaruhi kemampuan mengikuti praktik, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan fasilitas kesehatan dan pihak lembaga diklat. Langkah ini membantu peserta memilih program yang sesuai dengan kondisinya.

BACA JUGA: Persyaratan Mengikuti Pelatihan BST untuk Calon Pelaut

Dokumen Administrasi Pendaftaran BST

Selain memenuhi persyaratan usia, pendidikan, dan kesehatan, calon peserta perlu menyiapkan dokumen administrasi. Kelengkapan berkas membantu lembaga melakukan verifikasi identitas dan data peserta.

Dokumen yang umumnya perlu di siapkan meliputi:

  • Kartu Tanda Penduduk atau identitas resmi lainnya.
  • Kartu Keluarga.
  • Akta kelahiran atau surat kenal lahir.
  • Ijazah pendidikan terakhir.
  • Surat keterangan sehat atau sertifikat kesehatan sesuai ketentuan.
  • Pas foto terbaru dengan ukuran dan latar belakang sesuai permintaan lembaga.
  • Formulir pendaftaran pelatihan.
  • Sertifikat BST sebelumnya jika peserta mengikuti program pemutakhiran atau revalidasi.
  • Buku pelaut atau dokumen kepelautan lain apabila program mensyaratkannya.

Perlu di ingat bahwa daftar tersebut merupakan gambaran umum. Lembaga penyelenggara dapat meminta dokumen tambahan sesuai jenis pelatihan dan status peserta. Karena itu, cocokkan seluruh berkas dengan daftar persyaratan resmi sebelum mengirimkan pendaftaran.

BACA JUGA: Dokumen Pelaut untuk Bekerja di Kapal dan Luar Negeri

Cara Memilih Lembaga Diklat BST Pelaut yang Resmi

Pemilihan lembaga diklat menjadi langkah penting dalam cara mendapatkan Sertifikat BST Pelaut secara resmi. Calon peserta perlu memastikan penyelenggara memiliki persetujuan program pelatihan sesuai ketentuan pemerintah. Jangan hanya mempertimbangkan biaya murah atau lokasi yang dekat karena keabsahan penyelenggara menentukan dasar pelaksanaan pelatihan.

Periksa Persetujuan Penyelenggaraan Diklat

Pertama, cari informasi mengenai status persetujuan atau approval lembaga diklat. Penyelenggara yang resmi harus memiliki kewenangan untuk menjalankan program BST sesuai ketentuan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

Calon peserta dapat meminta informasi mengenai identitas lembaga, program yang memperoleh persetujuan, serta mekanisme penerbitan sertifikat. Selanjutnya, cocokkan informasi tersebut dengan kanal informasi resmi instansi terkait.

Jangan langsung percaya pada iklan yang menjanjikan sertifikat tanpa pelatihan. Sertifikat BST harus memiliki dasar pendidikan dan pelatihan yang sah. Oleh sebab itu, hindari pihak yang menawarkan jalan pintas tanpa proses pembelajaran dan evaluasi.

Periksa Fasilitas dan Instruktur Pelatihan

Selain status lembaga, perhatikan fasilitas yang mendukung praktik keselamatan. Pelatihan BST tidak hanya membahas teori, tetapi juga memerlukan simulasi dan latihan sesuai materi program.

Tanyakan apakah lembaga memiliki perlengkapan praktik yang sesuai, instruktur kompeten, ruang pembelajaran, serta fasilitas pendukung. Misalnya, materi pemadaman kebakaran membutuhkan sarana latihan yang relevan, sedangkan materi bertahan hidup memerlukan fasilitas praktik sesuai standar program.

Instruktur juga memiliki peran penting dalam menjelaskan prosedur keselamatan. Karena itu, calon peserta perlu memilih lembaga yang menjalankan pelatihan secara terstruktur dan memberikan kesempatan praktik yang memadai.

Pastikan Mekanisme Penerbitan Sertifikat

Sebelum membayar biaya pelatihan, tanyakan bagaimana lembaga memproses hasil pendidikan hingga penerbitan sertifikat. Calon peserta perlu mengetahui tahapan administrasi, evaluasi, waktu penyelesaian, serta cara memeriksa data sertifikat setelah terbit.

Selain itu, pastikan nama, tanggal lahir, dan identitas lain sesuai dengan dokumen resmi. Kesalahan data dapat menimbulkan kendala ketika peserta menggunakan sertifikat untuk keperluan pekerjaan atau administrasi kepelautan.

BACA JUGA: Materi Pelatihan BST: Keselamatan dan Pemadaman Kebakaran

Tahapan Cara Mendapatkan Sertifikat BST Pelaut Secara Resmi

Tahapan Cara Mendapatkan Sertifikat BST Pelaut Secara Resmi

Setelah memilih lembaga yang tepat, calon peserta dapat mengikuti tahapan pendaftaran hingga penerbitan sertifikat. Setiap tahap memiliki tujuan tersendiri. Karena itu, peserta perlu mengikuti arahan penyelenggara dan menyimpan bukti administrasi selama proses berlangsung.

1. Menentukan Jenis Pelatihan BST

Langkah pertama adalah memastikan jenis pelatihan sesuai kebutuhan pekerjaan. Calon pelaut kapal niaga perlu memilih program BST yang sesuai dengan standar kepelautan dan persyaratan kapal yang di tuju.

Sementara itu, awak kapal perikanan perlu memeriksa apakah pekerjaannya mensyaratkan BST-F atau sertifikat keselamatan lain sesuai ketentuan sektor perikanan. Perbedaan ini penting karena kedua program memiliki peruntukan dan standar masing-masing.

Jika peserta belum mengetahui jenis sertifikat yang di butuhkan, mintalah penjelasan dari perusahaan pelayaran atau lembaga diklat. Dengan demikian, peserta dapat menghindari kesalahan pendaftaran.

2. Menghubungi Lembaga Diklat Resmi

Setelah menentukan jenis program, hubungi lembaga penyelenggara untuk memperoleh informasi jadwal, kuota, biaya, persyaratan, dan metode pembelajaran. Tanyakan juga apakah lembaga membuka pendaftaran untuk peserta baru atau program pemutakhiran.

Pada tahap ini, calon peserta sebaiknya meminta informasi tertulis mengenai rincian biaya dan dokumen yang harus di siapkan. Selanjutnya, bandingkan informasi dari beberapa lembaga yang memiliki persetujuan sesuai program BST.

Jangan melakukan pembayaran ke rekening pribadi yang tidak memiliki hubungan jelas dengan lembaga. Sebaliknya, gunakan mekanisme pembayaran resmi dan simpan bukti transaksi.

3. Melengkapi dan Menyerahkan Dokumen

Berikutnya, cara mendapatkan Sertifikat BST Pelaut secara resmi lengkapi seluruh dokumen sesuai daftar persyaratan. Periksa kembali ejaan nama, nomor identitas, tanggal lahir, serta kesesuaian data pada setiap berkas.

Apabila lembaga menggunakan sistem pendaftaran daring, unggah dokumen dengan format dan ukuran file sesuai instruksi. Sementara itu, jika lembaga meminta berkas fisik, susun dokumen secara rapi agar petugas administrasi mudah memeriksanya.

Setelah menyerahkan dokumen, pastikan peserta memperoleh bukti pendaftaran atau konfirmasi penerimaan. Bukti tersebut berguna untuk memantau status administrasi dan jadwal pelatihan.

4. Mengikuti Pemeriksaan dan Verifikasi Administrasi

Lembaga akan memeriksa kelengkapan berkas dan kesesuaian persyaratan peserta. Jika terdapat dokumen yang kurang jelas atau belum lengkap, peserta perlu memperbaikinya sesuai arahan petugas.

Selain pemeriksaan dokumen, penyelenggara dapat menjalankan seleksi atau pemeriksaan kesehatan sesuai ketentuan program. Oleh karena itu, peserta perlu memberikan informasi yang benar dan tidak memalsukan data.

Setelah persyaratan terpenuhi, peserta dapat melanjutkan ke tahap pembelajaran sesuai jadwal yang telah di tetapkan lembaga.

5. Mengikuti Materi Teori dan Praktik BST

Peserta wajib mengikuti seluruh materi pelatihan sesuai kurikulum. Materi BST mencakup beberapa kemampuan dasar yang mendukung keselamatan kerja di kapal.

Selama pelatihan, peserta perlu aktif mengikuti penjelasan instruktur, memahami prosedur, dan menjalankan latihan dengan disiplin. Selain itu, peserta perlu mematuhi aturan keselamatan selama praktik berlangsung.

Kehadiran dan partisipasi menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Karena itu, peserta sebaiknya mengatur waktu agar dapat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan tanpa melewatkan sesi wajib.

6. Mengikuti Evaluasi atau Penilaian

Setelah menyelesaikan materi, peserta mengikuti evaluasi sesuai ketentuan lembaga. Penilaian dapat mencakup pemahaman teori dan kemampuan praktik yang berkaitan dengan keselamatan dasar.

Peserta perlu menunjukkan pemahaman terhadap prosedur keselamatan, penggunaan perlengkapan, serta tindakan awal dalam keadaan darurat. Jika belum memenuhi standar penilaian, peserta perlu mengikuti arahan penyelenggara mengenai pembelajaran atau evaluasi lanjutan.

Dengan mengikuti seluruh tahapan secara sungguh-sungguh, peserta memiliki kesempatan untuk memenuhi kompetensi yang menjadi dasar penerbitan sertifikat.

7. Memperoleh dan Memeriksa Sertifikat BST

Peserta yang memenuhi persyaratan pelatihan dan evaluasi dapat melanjutkan proses penerbitan sertifikat melalui lembaga penyelenggara. Setelah sertifikat terbit, periksa seluruh informasi yang tercantum di dalamnya.

Pastikan nama, identitas, jenis sertifikat, tanggal penerbitan, serta informasi lain sesuai dengan data peserta. Selain itu, tanyakan cara memeriksa keabsahan sertifikat melalui sistem atau kanal resmi yang tersedia.

Simpan sertifikat dalam bentuk fisik dan digital apabila lembaga menyediakan keduanya. Langkah ini memudahkan peserta ketika mengajukan lamaran kerja, melengkapi dokumen kepelautan, atau mengikuti proses administrasi lanjutan.

BACA JUGA: Biaya Pelatihan dan Sertifikasi BST Pelaut di Indonesia

Materi yang Di pelajari dalam Pelatihan BST Pelaut

Pelatihan BST membekali peserta dengan keterampilan dasar untuk menghadapi risiko keselamatan di laut. Materi mengikuti standar pelatihan yang berlaku dan mencakup beberapa bidang utama.

Personal Survival Techniques

Personal Survival Techniques atau teknik bertahan hidup pribadi mengajarkan cara menghadapi keadaan darurat ketika seseorang harus meninggalkan kapal. Peserta mempelajari penggunaan alat keselamatan, prosedur meninggalkan kapal, serta tindakan untuk mempertahankan diri sampai bantuan datang.

Materi ini juga membahas penggunaan jaket penolong dan alat keselamatan lain sesuai fasilitas pelatihan. Selain itu, peserta belajar menjaga keselamatan diri dan bekerja sama dengan orang lain dalam situasi darurat.

Fire Prevention and Fire Fighting

Materi Fire Prevention and Fire Fighting membahas pencegahan dan penanganan kebakaran di kapal. Peserta mempelajari sumber kebakaran, langkah pencegahan, jenis alat pemadam, serta prosedur awal ketika menemukan api atau asap.

Melalui latihan yang sesuai, peserta memahami cara menggunakan perlengkapan pemadam dan mengikuti instruksi keselamatan. Pengetahuan ini penting karena kebakaran di kapal dapat berkembang cepat dan mengancam seluruh awak.

Elementary First Aid

Elementary First Aid memberikan pengetahuan pertolongan pertama ketika seseorang mengalami cedera atau gangguan kesehatan. Peserta mempelajari tindakan awal, penilaian kondisi korban, serta cara memberikan bantuan sebelum tenaga medis mengambil alih penanganan.

Materi ini membantu awak kapal merespons keadaan darurat medis secara lebih terarah. Selain itu, peserta belajar pentingnya komunikasi dan koordinasi ketika memberikan pertolongan.

Personal Safety and Social Responsibilities

Personal Safety and Social Responsibilities membahas keselamatan pribadi, tanggung jawab sosial, komunikasi, kerja sama, dan perilaku profesional di kapal. Materi ini membantu peserta memahami pentingnya mengikuti prosedur kerja dan menghormati sesama awak kapal.

Sejalan dengan pembaruan standar internasional yang berlaku mulai 1 Januari 2026, aspek pencegahan dan penanganan kekerasan serta pelecehan juga menjadi perhatian dalam ketentuan BST terbaru. Materi tersebut memperkuat pemahaman mengenai lingkungan kerja kapal yang aman dan saling menghormati.

BACA JUGA: Masa Berlaku Sertifikat BST dan Cara Memeriksa Keabsahannya

Ketentuan Terbaru Sertifikat BST Pelaut Tahun 2026

Calon pelaut perlu memperhatikan perubahan standar BST yang mulai berlaku pada 1 Januari 2026. Perubahan ini berkaitan dengan Resolusi IMO MSC.560(108), yang memperbarui ketentuan pada Kode STCW mengenai pelatihan keselamatan dasar.

Pembaruan tersebut memasukkan materi tambahan mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan serta pelecehan, termasuk pelecehan seksual, perundungan, dan kekerasan seksual. Dengan demikian, pelatihan BST perlu mengikuti kurikulum terbaru sesuai pedoman Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

Bagi pelaut yang belum pernah mengikuti BST, ketentuan terbaru mengharuskan mereka mengikuti pelatihan sesuai kurikulum yang berlaku. Sementara itu, pelaut yang telah memiliki sertifikat BST sebelum 1 Januari 2026 perlu memperhatikan ketentuan pemutakhiran berdasarkan status sertifikat dan kondisi pekerjaannya.

Pelaut yang sedang menjalankan kontrak di kapal dengan pelayaran luar negeri pada tanggal berlakunya ketentuan dapat mengikuti aturan peralihan sesuai surat edaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Setelah menyelesaikan kontrak, mereka perlu mengikuti pemutakhiran BST-PSSR sebelum kembali bekerja sesuai ketentuan.

Adapun pelaut yang tidak sedang bekerja atau tidak memiliki kontrak perlu memeriksa kewajiban pemutakhiran sebelum kembali bekerja di kapal yang berlayar ke luar negeri. Untuk pelaut yang bekerja pada wilayah pelayaran Indonesia, pemutakhiran dapat mengikuti ketentuan revalidasi atau masa berlaku sertifikat.

Karena ketentuan peralihan dapat bergantung pada status pekerjaan dan sertifikat, calon peserta sebaiknya meminta penjelasan langsung kepada lembaga diklat resmi. Jangan menganggap sertifikat lama otomatis memenuhi seluruh ketentuan terbaru.

Perbedaan BST Baru dan Pemutakhiran BST-PSSR

BST baru dan pemutakhiran BST-PSSR memiliki tujuan yang berkaitan, tetapi keduanya tidak selalu menjadi program yang sama. BST baru ditujukan bagi peserta yang belum memiliki sertifikat dan perlu mengikuti kurikulum sesuai standar terbaru.

Sebaliknya, pemutakhiran BST-PSSR berkaitan dengan penyesuaian materi tertentu bagi pelaut yang sudah memiliki sertifikat BST sebelumnya. Kebutuhan pemutakhiran bergantung pada ketentuan yang berlaku, status sertifikat, dan kondisi pekerjaan pelaut.

Pelaut perlu memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Peserta baru perlu mengikuti program BST sesuai kurikulum terbaru.
  • Pemegang sertifikat lama perlu memeriksa ketentuan pemutakhiran yang berlaku.
  • Pelaut yang sedang bekerja di kapal dapat mengikuti ketentuan khusus sesuai surat edaran dan persyaratan pendukung.
  • Pelaksanaan pemutakhiran perlu melalui lembaga diklat yang memiliki persetujuan untuk program terkait.
  • Sertifikat lama tidak otomatis memperoleh masa berlaku baru hanya karena peserta mengikuti tambahan materi.

Dengan memahami perbedaan tersebut, pelaut dapat memilih program yang sesuai. Selain itu, mereka dapat menghindari pendaftaran ulang yang tidak sesuai kebutuhan.

BACA JUGA: Perbedaan BST, AFF, MFA, dan Sertifikat Keselamatan Pelaut Lain

Biaya dan Lama Proses Mendapatkan Sertifikat BST Pelaut

Biaya mendapatkan Sertifikat BST Pelaut dapat berbeda antara satu lembaga dengan lembaga lain. Perbedaan tersebut dapat berkaitan dengan fasilitas praktik, kebutuhan instruktur, administrasi, perlengkapan pelatihan, dan kebijakan penyelenggara sesuai ketentuan yang berlaku.

Karena itu, calon peserta sebaiknya meminta rincian biaya sebelum mendaftar. Tanyakan apakah biaya sudah mencakup materi, praktik, evaluasi, administrasi, dan penerbitan sertifikat. Jika terdapat biaya tambahan, mintalah penjelasan agar peserta dapat menyiapkan anggaran secara tepat.

Lama proses juga bergantung pada jadwal pelatihan, durasi kurikulum, jumlah peserta, dan penyelesaian administrasi. Peserta perlu mengikuti seluruh sesi yang di wajibkan. Selain itu, proses penerbitan sertifikat dapat membutuhkan waktu setelah lembaga menyelesaikan evaluasi dan pemeriksaan data.

Jangan mudah percaya pada penawaran sertifikat instan tanpa pelatihan. Sertifikat yang sah harus memiliki dasar proses pendidikan dan pelatihan sesuai ketentuan. Dengan demikian, calon pelaut perlu mengutamakan legalitas dan kualitas pembelajaran daripada janji penerbitan cepat.

Cara Memeriksa Keaslian Sertifikat BST Pelaut

Setelah menerima sertifikat, peserta perlu memastikan dokumen tersebut benar dan sesuai dengan data pelatihan. Pemeriksaan ini penting untuk menghindari masalah ketika perusahaan pelayaran atau instansi terkait melakukan verifikasi.

Pertama, periksa nama lembaga penerbit dan informasi program pelatihan. Pastikan lembaga tersebut memiliki persetujuan untuk menyelenggarakan BST sesuai ketentuan.

Kedua, cocokkan identitas pemegang sertifikat dengan KTP dan dokumen kepelautan. Perhatikan ejaan nama, tanggal lahir, serta informasi lain yang tercantum.

Ketiga, tanyakan kepada lembaga mengenai cara verifikasi sertifikat melalui sistem resmi yang berlaku. Jika tersedia nomor registrasi atau mekanisme pemeriksaan elektronik, gunakan informasi tersebut sesuai petunjuk penyelenggara.

Keempat, simpan bukti pendaftaran, bukti pembayaran, dan dokumen kelulusan. Berkas pendukung dapat membantu proses klarifikasi apabila muncul perbedaan data.

Terakhir, hindari membeli sertifikat dari pihak yang tidak jelas kewenangannya. Sertifikat tanpa pelatihan yang sah dapat menimbulkan masalah administrasi dan merugikan peluang kerja pelaut.

BACA JUGA: Penyebab Sertifikat BST Bermasalah dan Cara Mengatasinya

Kesalahan yang Perlu Di hindari Saat Mengurus Sertifikat BST

Beberapa calon pelaut mengalami kendala karena kurang teliti saat memilih lembaga atau menyiapkan dokumen. Padahal, persiapan yang baik dapat membantu proses berjalan lebih tertib.

Kesalahan pertama adalah mendaftar ke lembaga tanpa memeriksa status persetujuannya. Calon peserta perlu memastikan program BST yang di tawarkan sesuai dengan kewenangan lembaga tersebut.

Kesalahan kedua adalah menyerahkan dokumen dengan data yang tidak konsisten. Perbedaan ejaan nama atau tanggal lahir dapat menimbulkan masalah ketika lembaga memproses sertifikat. Oleh sebab itu, periksa semua berkas sebelum menyerahkannya.

Kesalahan ketiga adalah tidak mengikuti seluruh sesi pelatihan. BST mencakup teori dan praktik, sehingga peserta perlu memenuhi ketentuan kehadiran serta evaluasi.

Kesalahan berikutnya adalah mengabaikan pembaruan standar tahun 2026. Pelaut yang memiliki sertifikat lama perlu memeriksa kewajiban pemutakhiran sesuai status pekerjaannya. Selain itu, calon peserta baru perlu memastikan lembaga menggunakan kurikulum terbaru.

Terakhir, jangan memilih penyedia jasa hanya berdasarkan janji biaya murah atau penerbitan sertifikat cepat. Legalitas lembaga dan kepatuhan terhadap prosedur harus menjadi pertimbangan utama.

BACA JUGA: Tempat Pelatihan BST dan Cara Memilih Lembaga Diklat Pelaut

Jasa Pengurusan Dokumen Sertifikat BST Pelaut

Calon pelaut yang ingin mendapatkan Sertifikat BST secara resmi perlu memastikan jenis pelatihan, persyaratan peserta, dan lembaga penyelenggara sesuai ketentuan. Selain itu, mereka perlu menyiapkan dokumen administrasi secara teliti agar proses pendaftaran berjalan lebih tertib.

PT Jangkar Global Groups melalui Jangkar Groups menyediakan layanan pendampingan pengurusan dokumen sesuai kebutuhan calon pelaut. Pendampingan dapat membantu memeriksa kelengkapan administrasi, menata dokumen pendukung, dan memberikan informasi mengenai tahapan pengurusan yang relevan.

Sebelum memulai proses, siapkan identitas diri, ijazah, dokumen kesehatan, serta informasi mengenai jenis BST yang di butuhkan. Jika peserta sudah memiliki sertifikat lama, sertakan informasi masa berlaku dan status pekerjaan untuk membantu pemeriksaan kebutuhan pemutakhiran.

Konsultasi Sertifikat BST Pelaut Sekarang

Siti Aidah
Konsultasi Gratis Balas cepat via WhatsApp