Cara Membuat Temporary Work Visa Dubai UAE perlu di pahami dengan benar karena proses bekerja sementara di Dubai tidak hanya berkaitan dengan visa masuk, tetapi juga dengan izin kerja yang sesuai. Dalam sistem ketenagakerjaan UAE, Ministry of Human Resources and Emiratisation (MOHRE) menyediakan beberapa jenis work permit berdasarkan kondisi pekerjaan. Salah satunya adalah temporary work permit, sedangkan pekerjaan sementara bagi pekerja yang datang dari luar UAE dapat berkaitan dengan mission work permit.
Oleh karena itu, calon pekerja tidak sebaiknya mengurus dokumen hanya berdasarkan istilah “temporary work visa”. Sebaliknya, calon pekerja perlu mengetahui siapa pemberi kerja, apakah pekerja sudah berada di UAE, berapa lama pekerjaan berlangsung, dan apakah pekerja mengerjakan tugas tertentu dalam proyek yang memiliki batas waktu.
Dengan memahami perbedaan tersebut sejak awal, proses administrasi dapat berjalan lebih terarah. Selain itu, calon pekerja juga dapat menghindari kesalahan ketika menyiapkan dokumen atau memilih jenis izin kerja.
Baca Juga : Temporary Work Visa Dubai UAE Syarat, Proses, dan Biaya
Apa yang Di maksud Temporary Work Visa Dubai UAE?
Istilah Temporary Work Visa Dubai UAE sering di gunakan untuk menggambarkan kebutuhan seseorang yang ingin bekerja di Dubai dalam periode terbatas. Namun, secara administratif, visa dan work permit bukanlah dokumen yang sama.
MOHRE menjelaskan bahwa temporary work permit memungkinkan perusahaan menugaskan pekerja yang sudah berada di UAE untuk menjalankan pekerjaan dalam jangka waktu tertentu di perusahaan lain. Setelah tugas tersebut selesai, pekerja kembali kepada pemberi kerja asalnya.
Sementara itu, MOHRE juga menyediakan mission work permit untuk perusahaan yang ingin membawa pekerja dari luar UAE untuk menjalankan pekerjaan sementara atau proyek tertentu yang memiliki batas waktu.
Karena itu, cara membuat Temporary Work Visa Dubai UAE harus di sesuaikan dengan situasi pekerja. Jika pekerja sudah berada di UAE dan hanya mendapat penugasan sementara di perusahaan lain, kategorinya dapat berbeda dengan pekerja yang datang dari Indonesia untuk mengerjakan proyek tertentu.
Baca Juga : Syarat Temporary Work Visa Dubai UAE untuk Negara Indonesia
Siapa yang Mengurus Temporary Work Permit?
Salah satu hal penting yang perlu di pahami adalah bahwa proses work permit pada sektor swasta umumnya melibatkan pemberi kerja atau perusahaan. MOHRE mencantumkan perusahaan sebagai pihak yang mengajukan layanan temporary work permit. Bahkan, aplikasi harus di ajukan oleh authorized signatory dari perusahaan.
Dengan demikian, calon pekerja biasanya tidak mengurus temporary work permit secara mandiri seperti seseorang mengajukan visa wisata. Sebaliknya, perusahaan perlu menjalankan proses ketenagakerjaan sesuai kategori pekerjaan dan status pekerja.
Selanjutnya, pekerja tetap memiliki peran penting. Pekerja harus memberikan dokumen yang benar, memeriksa job offer, memahami kontrak, serta memastikan informasi pekerjaan sesuai dengan kesepakatan.
Jadi, apabila seseorang mendapatkan tawaran Temporary Work Visa Dubai UAE dari agen atau pihak ketiga, calon pekerja sebaiknya terlebih dahulu memastikan siapa perusahaan pemberi kerja dan siapa yang bertanggung jawab atas pengajuan work permit.
Baca Juga : Biaya Temporary Work Visa Dubai UAE Terbaru
Syarat Dasar Membuat Temporary Work Visa Dubai UAE
Syarat dapat berbeda sesuai jenis izin, status pekerja, profesi, dan perusahaan. Namun, MOHRE mencantumkan beberapa persyaratan pada layanan temporary work permit.
Pekerja yang mengajukan temporary work permit harus berusia minimal 18 tahun. Selain itu, pekerjaan yang di tawarkan harus sesuai dengan aktivitas perusahaan. Untuk profesi tertentu yang membutuhkan lisensi, pekerja juga harus memenuhi persyaratan profesi yang berlaku.
Perusahaan juga harus memiliki izin usaha yang valid serta memenuhi ketentuan yang di tetapkan MOHRE. Kemudian, authorized signatory perusahaan harus mengajukan permohonan.
Selain itu, untuk kategori temporary work permit tertentu, persetujuan dari pemberi kerja saat ini menjadi bagian dari persyaratan. Hal tersebut penting karena kategori ini berkaitan dengan pekerja yang sudah bekerja pada perusahaan lain di UAE.
Oleh sebab itu, jangan menggunakan daftar persyaratan dari kasus lain tanpa melakukan pemeriksaan. Status pekerja sangat menentukan jalur administrasi yang tepat.
Baca Juga : Dokumen Temporary Work Visa Dubai UAE yang Wajib Disiapkan
Dokumen yang Perlu Di siapkan
Setelah memahami kategori izin kerja, langkah berikutnya adalah menyiapkan dokumen. Dokumen yang di perlukan dapat berbeda berdasarkan layanan yang di gunakan. Namun, MOHRE mencantumkan beberapa dokumen dalam layanan temporary work permit.
Dokumen tersebut antara lain:
- Foto berwarna dengan latar belakang putih.
- Salinan paspor yang masih berlaku setidaknya enam bulan.
- Official job offer yang di terbitkan melalui formulir MOHRE dan di tandatangani pemberi kerja serta pekerja.
- Sertifikat pendidikan untuk kategori pekerjaan tertentu.
- Lisensi profesi apabila pekerjaan membutuhkan izin khusus.
- Persetujuan elektronik dari pemberi kerja saat ini untuk kategori temporary work permit yang mensyaratkannya.
- Dokumen tambahan apabila pekerja memiliki perkara ketenagakerjaan yang sedang berjalan dan kondisi tersebut relevan dengan pengajuan.
Selain itu, pekerja dari Indonesia sebaiknya memastikan nama pada paspor, job offer, dan dokumen lainnya konsisten. Perbedaan penulisan nama atau nomor dokumen dapat menyebabkan kebutuhan koreksi.
Karena itu, persiapan dokumen sebaiknya di lakukan sebelum perusahaan mengirimkan aplikasi. Dengan begitu, proses administrasi dapat berlangsung lebih lancar.
Baca Juga : Temporary Work Permit Dubai UAE Pengertian, Syarat, dan Proses
Tahapan Cara Membuat Temporary Work Visa Dubai UAE
Secara umum, proses dapat di bagi menjadi beberapa tahap. Namun, urutan dan dokumen akhir tetap bergantung pada jenis izin yang di gunakan.
1. Tentukan Jenis Pekerjaan
Pertama, tentukan apakah pekerjaan benar-benar bersifat sementara. Periksa durasi pekerjaan, jenis proyek, lokasi kerja, perusahaan, serta tugas yang harus di lakukan.
Langkah ini penting karena MOHRE memiliki beberapa kategori work permit. Temporary work permit dan mission work permit tidak memiliki fungsi yang sama.
Baca Juga : Temporary Work Visa vs Employment Visa Dubai Apa Bedanya?
2. Pastikan Perusahaan Pemberi Kerja Jelas
Selanjutnya, periksa perusahaan yang menawarkan pekerjaan. Pastikan nama perusahaan, aktivitas usaha, lokasi, serta informasi pekerjaan sesuai dengan dokumen yang di berikan.
Selain itu, pastikan perusahaan memang memiliki kapasitas untuk mengajukan work permit. Dalam layanan MOHRE, perusahaan harus memenuhi persyaratan tertentu sebelum permohonan dapat di proses.
Baca Juga : Berapa Lama Masa Berlaku Temporary Work Visa Dubai UAE?
3. Periksa Job Offer
Setelah itu, periksa job offer dengan teliti. Pastikan jabatan, gaji, lokasi kerja, durasi pekerjaan, serta ketentuan lainnya sesuai dengan pembicaraan awal.
Pemerintah UAE juga menjelaskan bahwa pemberi kerja harus mengeluarkan official work offer yang sesuai dengan kontrak kerja standar sebelum mengajukan work permit untuk pekerja asing.
Karena itu, jangan langsung membayar biaya kepada pihak ketiga sebelum memahami isi dokumen.
Baca Juga : Apakah WNI Bisa Mendapatkan Temporary Work Visa Dubai UAE?
4. Siapkan Dokumen
Berikutnya, siapkan paspor, foto, job offer, ijazah atau sertifikat apabila di perlukan, serta dokumen profesi jika pekerjaan membutuhkan lisensi.
Kemudian, lakukan pemeriksaan ulang. Pastikan semua dokumen terbaca dengan jelas dan informasi di setiap dokumen konsisten.
Baca Juga : Temporary Work Visa Dubai untuk Pekerja Proyek & Tenaga Profesional
5. Pengajuan Work Permit oleh Perusahaan
Setelah dokumen siap, perusahaan mengajukan permohonan melalui kanal layanan yang tersedia. MOHRE menyebutkan bahwa temporary work permit dapat di ajukan melalui website, service center, atau aplikasi mobile.
Pada proses tersebut, sistem akan memeriksa kelengkapan dan kesesuaian dokumen. Jika terdapat kekurangan, perusahaan perlu melengkapinya sebelum proses dapat di lanjutkan.
Baca Juga : Agen Temporary Work Visa Dubai UAE Cara Memilih Jasa yang Tepat
6. Menunggu Persetujuan
Setelah pengajuan lengkap, permohonan masuk ke tahap pemeriksaan. MOHRE mencantumkan estimasi penyelesaian layanan temporary work permit selama dua hari kerja pada halaman layanan tersebut. Namun, waktu aktual tetap dapat bergantung pada kelengkapan dokumen dan kondisi aplikasi.
Karena itu, calon pekerja sebaiknya tidak membeli tiket atau membuat jadwal perjalanan hanya berdasarkan perkiraan waktu proses.
7. Menyelesaikan Proses Visa dan Imigrasi
Work permit dan visa memiliki fungsi yang berbeda. Setelah urusan izin kerja berjalan, pekerja juga perlu menyelesaikan proses masuk atau tinggal sesuai status dan jalur yang di gunakan.
Untuk visa atau entry permit Dubai, pemerintah UAE menyediakan kanal melalui GDRFA Dubai, sedangkan layanan federal tersedia melalui ICP. Pemerintah UAE juga menjelaskan bahwa pengajuan entry permit dapat di lakukan melalui kanal resmi tersebut atau melalui typing centre yang terdaftar.
Dengan demikian, calon pekerja perlu melihat keseluruhan proses, bukan hanya satu dokumen.
Berapa Lama Prosesnya?
Durasi proses tergantung pada jenis layanan. Untuk layanan temporary work permit yang tercantum di MOHRE, estimasi penyelesaian layanan adalah dua hari kerja apabila persyaratan dan dokumen sudah terpenuhi.
Namun, angka tersebut bukan berarti seluruh proses perjalanan kerja ke Dubai selalu selesai dalam dua hari. Proses visa, pemeriksaan kesehatan, Emirates ID, dan administrasi tinggal dapat memiliki tahapan tersendiri.
Pemerintah UAE menjelaskan bahwa proses perekrutan pekerja asing dapat mencakup work permit, prosedur residensi, Emirates ID, medical fitness examination, dan kontrak kerja melalui sistem Work Bundle.
Oleh karena itu, calon pekerja perlu membuat jadwal berdasarkan keseluruhan proses.
Berapa Biaya Membuat Temporary Work Visa Dubai UAE?
Biaya juga bergantung pada jenis layanan yang di gunakan. Pada halaman layanan temporary work permit MOHRE, tercantum biaya federal sebesar AED 50 dan komisi business center yang di batasi AED 72, sementara layanan melalui website atau aplikasi MOHRE tidak mengenakan biaya layanan selain biaya federal yang berlaku. Halaman tersebut juga mencatat bahwa biaya yang tercantum belum termasuk pajak dan biaya penagihan.
Namun, biaya temporary work permit tidak otomatis menjadi seluruh biaya perjalanan kerja ke Dubai. Proses visa, pemeriksaan kesehatan, Emirates ID, dan layanan administrasi lain dapat memiliki komponen biaya tersendiri.
Karena itu, calon pekerja sebaiknya meminta rincian biaya sebelum melakukan pembayaran. Dengan cara tersebut, Anda dapat mengetahui biaya untuk masing-masing tahapan.
Perbedaan Temporary Work Permit dan Mission Work Permit
Perbedaan ini penting ketika seseorang ingin memahami cara membuat Temporary Work Visa Dubai UAE.
Temporary work permit pada informasi resmi UAE di tujukan untuk kondisi tertentu ketika perusahaan menugaskan pekerja yang sudah berada di UAE melakukan pekerjaan terbatas pada perusahaan lain, kemudian pekerja kembali ke pemberi kerja asal.
Sementara itu, mission work permit memungkinkan perusahaan membawa pekerja dari luar UAE untuk menyelesaikan pekerjaan sementara atau proyek tertentu yang memiliki batas waktu.
Jadi, pekerja dari Indonesia yang menerima penawaran proyek sementara di Dubai tidak sebaiknya langsung menganggap bahwa temporary work permit merupakan kategori yang pasti di gunakan. Perusahaan perlu menentukan jenis permit berdasarkan kondisi sebenarnya.
Kesalahan yang Perlu Di hindari
Ada beberapa kesalahan yang sebaiknya di hindari ketika mempersiapkan pekerjaan sementara di Dubai.
Pertama, jangan menganggap visa kunjungan otomatis memberikan hak untuk bekerja. Kedua, jangan menerima pekerjaan tanpa memeriksa perusahaan dan job offer. Ketiga, jangan mengabaikan perbedaan antara visa dan work permit.
Selanjutnya, jangan memberikan dokumen kepada pihak yang identitas dan kewenangannya tidak jelas. Selain itu, jangan melakukan pembayaran tanpa mengetahui tujuan dan rincian biayanya.
Terakhir, jangan berangkat sebelum status dokumen kerja dan imigrasi jelas. Pemerintah UAE menyediakan kanal resmi untuk layanan visa, sementara MOHRE menyediakan layanan terkait work permit.
Tips Mempersiapkan Temporary Work Visa Dubai UAE
Agar proses lebih terarah, buatlah checklist sebelum pengajuan. Mulailah dari identitas perusahaan, kemudian lanjutkan ke job offer, kontrak, paspor, dokumen pendidikan, dan dokumen profesi.
Selanjutnya, pastikan jenis izin kerja sesuai dengan kondisi Anda. Jika Anda masih berada di Indonesia dan akan datang ke Dubai untuk proyek tertentu, tanyakan kepada perusahaan apakah kategori yang di gunakan adalah mission work permit atau kategori lain yang sesuai.
Kemudian, simpan seluruh dokumen dalam bentuk digital. Langkah sederhana ini dapat membantu ketika Anda perlu melakukan verifikasi atau memberikan dokumen tambahan.
Pada akhirnya, Cara Membuat Temporary Work Visa Dubai UAE bukan hanya tentang mengisi formulir visa. Proses tersebut membutuhkan pemahaman mengenai jenis work permit, pemberi kerja, job offer, dokumen, proses imigrasi, dan ketentuan pekerjaan.
Dengan persiapan yang tepat, calon pekerja dapat memahami setiap tahapan sebelum mengambil keputusan perjalanan. Selain itu, pemeriksaan dokumen sejak awal dapat membantu mengurangi risiko kesalahan administrasi.
Jika Anda sedang mencari informasi mengenai Cara Membuat Temporary Work Visa Dubai UAE, Anda dapat melakukan konsultasi terlebih dahulu mengenai jenis izin kerja, dokumen yang perlu di siapkan, prosedur pengajuan, serta tahapan visa dan administrasi kerja di Dubai.
Konsultasi Cara Membuat Temporary Work Visa Dubai UAE