Cara Membuat Block of Fund dari Awal sampai Selesai

Santsanisy

Cara Membuat Block of Fund dari Awal sampai Selesai
Direktur Utama Jangkar Groups

Block of Fund atau BoF merupakan istilah yang merujuk pada pemblokiran sejumlah dana dalam rekening atau pengaturan perbankan tertentu untuk tujuan transaksi yang telah disepakati. Melalui mekanisme ini, pemilik dana membatasi penggunaan sejumlah uang selama periode tertentu sesuai ketentuan bank dan perjanjian yang berlaku.

Dalam dunia bisnis, perusahaan dapat mempertimbangkan mekanisme tersebut untuk mendukung transaksi bernilai besar, kerja sama investasi, pembiayaan proyek, atau kebutuhan jaminan finansial. Namun, setiap tujuan membutuhkan pemeriksaan tersendiri. Selain itu, istilah Block of Fund tidak selalu merujuk pada produk perbankan standar yang sama di setiap bank.

Oleh karena itu, calon pemohon perlu memahami mekanisme, persyaratan, biaya, dan risiko sebelum memulai proses. Langkah ini membantu Anda menyusun rencana yang realistis sekaligus menghindari kesalahpahaman dengan mitra bisnis.

Artikel ini membahas cara membuat Block of Fund dari awal sampai selesai, mulai dari persiapan dana hingga penyelesaian administrasi dan pembukaan blokir.

Baca juga : Block Of Fund: Pengertian dan Fungsi

Apa Saja Tujuan Pembuatan Block of Fund?

Apa Saja Tujuan Pembuatan Block of Fund

Sebelum mengajukan permohonan, tentukan terlebih dahulu alasan Anda membutuhkan Block of Fund. Tujuan yang jelas membantu bank menilai kebutuhan transaksi dan menentukan mekanisme yang sesuai.

Berikut beberapa tujuan yang mungkin melatarbelakangi penggunaan mekanisme tersebut.

1. Mendukung Kerja Sama Bisnis

Perusahaan dapat mempertimbangkan penempatan dana sebagai bagian dari persyaratan kerja sama dengan mitra bisnis. Misalnya, kedua pihak membutuhkan bukti bahwa sejumlah dana tersedia untuk mendukung pelaksanaan proyek.

Namun, pemblokiran dana saja tidak otomatis menjamin keberhasilan proyek. Karena itu, kedua pihak tetap perlu menyusun kontrak yang menjelaskan hak, kewajiban, risiko, dan mekanisme penyelesaian sengketa.

2. Memenuhi Persyaratan Jaminan Finansial

Dalam transaksi tertentu, bank atau mitra bisnis mungkin meminta bukti kemampuan finansial. Akan tetapi, bentuk bukti tersebut bergantung pada kebutuhan penerima dan kebijakan lembaga terkait.

Dengan demikian, pastikan pihak penerima menerima mekanisme Block of Fund sebelum Anda menempatkan dana. Jika mereka membutuhkan bank garansi, deposito berjangka, atau instrumen lain, pemblokiran rekening biasa belum tentu memenuhi persyaratan.

3. Mendukung Pembiayaan Proyek

Sebagian perusahaan menggunakan pengaturan dana yang dibatasi penggunaannya untuk membantu memenuhi ketentuan pembiayaan proyek. Meskipun demikian, bank tetap harus menilai kelayakan transaksi, sumber dana, tujuan penggunaan, serta kemampuan para pihak memenuhi kewajibannya.

Jadi, jangan menganggap Block of Fund sebagai jaminan bahwa bank atau investor pasti memberikan pembiayaan.

Baca juga : Apa Itu Block of Fund? Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerjanya

Persiapan Sebelum Membuat Block of Fund

Persiapan yang matang menjadi langkah awal untuk memperlancar proses. Selain itu, persiapan membantu Anda menghindari biaya yang tidak perlu dan mengurangi risiko penolakan.

1. Tentukan Nilai Dana yang Akan Anda Blokir

Pertama, hitung kebutuhan dana berdasarkan tujuan transaksi. Nilainya harus sesuai dengan persyaratan pihak penerima, kesepakatan bisnis, dan kemampuan finansial Anda.

Sebagai contoh, sebuah perusahaan membutuhkan pengaturan dana sebesar Rp5 miliar untuk mendukung kontrak proyek. Perusahaan tersebut perlu memastikan apakah mitra bisnis meminta pemblokiran penuh, jaminan tertentu, atau bentuk bukti dana lainnya.

Jangan menentukan nominal hanya berdasarkan janji keuntungan dari perantara. Sebaliknya, gunakan dokumen transaksi dan konfirmasi resmi bank sebagai dasar perhitungan.

2. Pilih Bank yang Sesuai

Selanjutnya, hubungi bank tempat Anda menyimpan dana atau bank yang memiliki layanan sesuai kebutuhan transaksi. Tanyakan apakah bank menyediakan mekanisme pemblokiran dana untuk tujuan tersebut.

Selain itu, mintalah penjelasan mengenai syarat rekening, batas nominal, jangka waktu, biaya, serta ketentuan pembukaan blokir.

Setiap bank dapat menerapkan kebijakan berbeda. Karena itu, jangan menganggap prosedur, format surat, atau instrumen dari satu bank otomatis berlaku pada bank lainnya.

Baca juga : Fungsi Block of Fund untuk Visa dan Keperluan Perjalanan

3. Pastikan Sumber Dana Jelas

Bank perlu memahami asal dana dan tujuan penggunaannya sesuai ketentuan yang berlaku. Oleh sebab itu, siapkan bukti yang menjelaskan sumber dana secara sah.

Dokumen pendukung dapat mencakup laporan keuangan perusahaan, bukti penghasilan, dokumen penjualan aset, kontrak bisnis, atau bukti transaksi lain yang relevan.

Jika dana berasal dari kegiatan usaha, pastikan pencatatan keuangan dan dokumen perusahaan menunjukkan sumber dana secara konsisten. Dengan demikian, bank dapat menjalankan pemeriksaan tanpa banyak permintaan klarifikasi tambahan.

4. Siapkan Dokumen Identitas dan Perusahaan

Apabila pemohon merupakan perorangan, siapkan dokumen identitas serta dokumen rekening sesuai permintaan bank. Sementara itu, perusahaan biasanya perlu menyiapkan dokumen legalitas dan kewenangan penandatangan.

Persyaratan dapat meliputi:

  1. KTP atau identitas resmi pemilik rekening.
  2. NPWP sesuai ketentuan yang berlaku.
  3. Akta pendirian dan perubahan perusahaan, jika relevan.
  4. Nomor Induk Berusaha atau dokumen legalitas usaha yang sesuai.
  5. Identitas pengurus dan pihak yang berwenang mewakili perusahaan.
  6. Bukti kepemilikan rekening dan sumber dana.
  7. Kontrak kerja sama atau dokumen yang menjelaskan tujuan transaksi.
  8. Surat permohonan pemblokiran dana apabila bank mensyaratkannya.

Meskipun demikian, daftar tersebut bukan persyaratan universal. Mintalah daftar resmi dari bank agar Anda dapat menyesuaikan dokumen dengan kebutuhan transaksi.

Baca juga : Syarat Block of Fund: Dokumen dan Persiapan yang Dibutuhkan

Cara Membuat Block of Fund Langkah demi Langkah

Setelah persiapan selesai, Anda dapat melanjutkan proses melalui tahapan berikut.

1. Lakukan Konsultasi dengan Pihak Bank

Langkah pertama adalah menyampaikan kebutuhan transaksi kepada petugas bank yang berwenang. Jelaskan nominal dana, tujuan pemblokiran, jangka waktu, pihak penerima, dan mekanisme yang Anda harapkan.

Kemudian, mintalah konfirmasi apakah bank dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Jika bank menawarkan alternatif lain, pelajari perbedaannya sebelum mengambil keputusan.

Sebagai contoh, bank mungkin menyarankan surat keterangan saldo, deposito dengan pembatasan pencairan, atau instrumen jaminan yang sesuai dengan tujuan transaksi. Setiap alternatif mempunyai konsekuensi dan persyaratan tersendiri.

2. Ajukan Permohonan Resmi

Jika bank menyatakan bahwa kebutuhan Anda sesuai dengan layanannya, lanjutkan dengan mengajukan permohonan resmi.

Lengkapi formulir yang bank sediakan dan cantumkan informasi secara akurat. Pastikan nama pemilik rekening, nomor rekening, nominal dana, tujuan transaksi, dan jangka waktu sesuai dengan dokumen pendukung.

Selanjutnya, serahkan dokumen melalui saluran resmi bank. Simpan salinan permohonan, bukti penerimaan, serta nomor referensi untuk memudahkan tindak lanjut.

Baca juga : Dokumen yang Dibutuhkan untuk Membuat Block of Fund

3. Jalani Pemeriksaan Administrasi dan Kepatuhan

Bank akan memeriksa dokumen, status rekening, kepemilikan dana, serta tujuan transaksi sesuai prosedur internal dan ketentuan yang berlaku.

Pada tahap ini, petugas dapat meminta dokumen tambahan atau penjelasan mengenai sumber dana. Karena itu, tanggapi permintaan tersebut secara lengkap dan konsisten.

Jika bank menemukan ketidaksesuaian, selesaikan terlebih dahulu sebelum meminta proses berlanjut. Selain itu, jangan menggunakan dokumen palsu atau keterangan yang menyesatkan karena tindakan tersebut dapat menimbulkan masalah hukum dan perbankan.

4. Bahas Ketentuan Pemblokiran Dana

Setelah pemeriksaan awal, pastikan Anda memahami seluruh ketentuan yang berkaitan dengan pemblokiran.

Beberapa hal penting mencakup:

  1. Jumlah dana yang akan terkena blokir.
  2. Tanggal mulai dan berakhirnya pemblokiran.
  3. Kondisi yang memungkinkan bank membuka blokir.
  4. Pihak yang berhak meminta perubahan atau pencabutan blokir.
  5. Biaya administrasi dan biaya lain yang berlaku.
  6. Konsekuensi apabila salah satu pihak melanggar perjanjian.

Selain itu, tanyakan apakah rekening masih dapat menerima dana masuk selama masa pemblokiran. Pastikan juga apakah pemilik rekening masih dapat menggunakan sisa saldo di luar jumlah yang terkena blokir.

Dengan memahami ketentuan tersebut, Anda dapat menghindari gangguan terhadap kebutuhan operasional sehari-hari.

Baca juga : Biaya Block of Fund: Komponen Biaya dan Faktornya

5. Tandatangani Dokumen yang Relevan

Jika bank dan para pihak telah menyepakati ketentuan, lanjutkan dengan penandatanganan dokumen sesuai prosedur.

Dokumen tersebut dapat berupa formulir instruksi pemblokiran, surat persetujuan, atau perjanjian terkait, bergantung pada layanan yang digunakan.

Baca setiap klausul secara menyeluruh sebelum menandatangani. Apabila transaksi melibatkan nilai besar atau beberapa perusahaan, pertimbangkan bantuan penasihat hukum untuk memeriksa kewajiban, risiko, dan mekanisme penyelesaian sengketa.

Jangan hanya mengandalkan penjelasan lisan dari perantara. Sebaliknya, pastikan seluruh kesepakatan penting tercantum secara jelas dalam dokumen yang sah.

6. Pastikan Bank Melaksanakan Pemblokiran

Setelah bank menyetujui permohonan dan menyelesaikan persyaratan yang berlaku, bank dapat menjalankan instruksi pemblokiran sesuai mekanisme yang disepakati.

Mintalah konfirmasi resmi mengenai status rekening dan jumlah dana yang terkena blokir. Konfirmasi tersebut harus berasal dari saluran resmi bank, bukan sekadar surat yang pihak perantara buat sendiri.

Jika transaksi melibatkan bank lain, pastikan kedua pihak memahami bentuk konfirmasi yang mereka perlukan. Selain itu, mintalah bank menjelaskan metode verifikasi yang dapat mereka lakukan secara langsung.

Perlu Anda pahami bahwa surat keterangan saldo, konfirmasi kesiapan transaksi, pesan antarbank, dan jaminan pembayaran merupakan hal yang berbeda. Masing-masing memiliki fungsi serta konsekuensi tersendiri.

Baca juga : Berapa Lama Proses Block of Fund? Tahapan dan Estimasi Waktu

7. Verifikasi Dokumen dan Status Transaksi

Setelah proses berjalan, periksa kembali seluruh dokumen yang berkaitan dengan Block of Fund. Pastikan nominal, identitas pemilik dana, tanggal, jangka waktu, serta ketentuan transaksi tidak bertentangan satu sama lain.

Jika mitra bisnis meminta konfirmasi, koordinasikan kebutuhan tersebut dengan bank. Jangan menyerahkan data rahasia perbankan kepada pihak yang tidak memiliki kewenangan.

Selain itu, catat nomor referensi dan simpan bukti komunikasi. Dokumentasi ini akan membantu Anda apabila muncul perbedaan informasi selama transaksi berlangsung.

8. Pantau Masa Berlaku dan Penyelesaian Transaksi

Block of Fund dapat memiliki jangka waktu tertentu sesuai persetujuan dan kebijakan bank. Oleh karena itu, catat tanggal berakhirnya pemblokiran sejak awal.

Sebelum masa tersebut berakhir, periksa apakah transaksi sudah memenuhi seluruh kewajiban. Jika Anda membutuhkan perpanjangan, ajukan permohonan kepada bank sesuai tenggat dan persyaratan yang berlaku.

Sebaliknya, apabila transaksi telah selesai, ikuti prosedur pencabutan blokir. Bank akan memeriksa kewenangan dan persyaratan sebelum membuka kembali akses terhadap dana.

Jangan menganggap berakhirnya tanggal dalam kontrak otomatis membuat dana langsung tersedia. Konfirmasikan statusnya kepada bank agar Anda memperoleh kepastian yang jelas.

Baca juga : Block of Fund vs Proof of Funds: Apa Perbedaannya?

Berapa Biaya Membuat Block of Fund?

Biaya pembuatan Block of Fund bergantung pada layanan bank, jenis pengaturan dana, nominal transaksi, serta dokumen pendukung yang diperlukan.

Beberapa komponen biaya yang mungkin muncul antara lain:

  1. Biaya administrasi rekening atau layanan terkait.
  2. Biaya penerbitan surat atau instrumen tertentu jika bank menyediakan layanan tersebut.
  3. Biaya pemeriksaan dan administrasi sesuai ketentuan bank.
  4. Biaya konsultasi hukum apabila Anda menggunakan jasa penasihat profesional.
  5. Biaya transfer atau layanan antarbank jika transaksi memerlukannya.

Namun, jangan menganggap seluruh komponen tersebut selalu berlaku. Mintalah rincian tertulis dari bank sebelum menyetujui transaksi.

Berhati-hatilah jika seseorang meminta biaya besar dengan alasan harus segera menerbitkan instrumen, membuka akses dana, atau menjamin pencairan investasi. Verifikasi tagihan melalui saluran resmi bank sebelum melakukan pembayaran.

Baca juga : Masalah Block of Fund: Penyebab Ditolak atau Tidak Terbit

Berapa Lama Proses Pembuatan Block of Fund?

Lama proses bergantung pada kelengkapan dokumen, hasil pemeriksaan kepatuhan, kebijakan bank, dan kompleksitas transaksi.

Permohonan dengan dokumen lengkap dan tujuan yang jelas dapat menjalani pemeriksaan secara lebih lancar. Sebaliknya, transaksi bernilai besar yang melibatkan beberapa pihak atau bank dapat membutuhkan pemeriksaan tambahan.

Oleh karena itu, mintalah perkiraan waktu secara tertulis kepada bank. Jangan mengandalkan janji perantara yang menjanjikan penyelesaian dalam hitungan jam tanpa konfirmasi resmi.

Anda juga perlu menyediakan waktu untuk memperbaiki dokumen jika bank menemukan kekurangan. Dengan persiapan yang baik, Anda dapat mengurangi risiko keterlambatan yang sebenarnya dapat Anda cegah.

Baca juga : Jasa Pengurusan Block of Fund Panduan Lengkap

Risiko yang Perlu Anda Perhatikan

Meskipun pemblokiran dana dapat mendukung tujuan transaksi tertentu, mekanisme ini tetap memiliki risiko.

  1. pemilik dana mungkin kehilangan akses terhadap sejumlah uang selama masa pemblokiran. Karena itu, pastikan dana yang Anda pilih tidak mengganggu kebutuhan operasional atau kewajiban keuangan lainnya.
  2. perjanjian yang kurang jelas dapat menimbulkan perselisihan mengenai hak penggunaan dana, jangka waktu, dan pencabutan blokir. Untuk mengurangi risiko tersebut, mintalah pemeriksaan hukum sebelum menandatangani kontrak bernilai besar.
  3. penawaran yang menjanjikan pencairan dana berlipat ganda atau keuntungan pasti perlu Anda waspadai. Istilah seperti Block of Fund, SWIFT MT799, Ready, Willing and Able, atau bank confirmation tidak otomatis membuktikan bahwa transaksi aman maupun bahwa bank menjamin pembayaran.
  4. pihak tidak bertanggung jawab dapat menggunakan dokumen yang tampak resmi untuk meminta uang muka, biaya provisi, atau komisi. Oleh sebab itu, verifikasi setiap dokumen melalui bank penerbit dan jangan mentransfer dana hanya berdasarkan salinan dokumen dari perantara.
  5. pastikan seluruh pihak mempunyai kewenangan yang sah. Jika transaksi melibatkan perusahaan, periksa identitas badan usaha, pengurus, dasar kewenangan, dan rekening tujuan pembayaran.

Tips agar Proses Block of Fund Berjalan Lancar

Agar proses lebih terarah, terapkan beberapa langkah berikut.

  1. utamakan komunikasi dengan bank. Bank harus mengonfirmasi layanan, persyaratan, biaya, dan status transaksi. Dengan demikian, Anda tidak perlu bergantung pada klaim pihak ketiga.
  2. siapkan dokumen sejak awal. Periksa kembali seluruh identitas, bukti sumber dana, kontrak, dan surat permohonan sebelum mengajukan proses.
  3. pahami setiap kewajiban. Jangan menyetujui klausul yang belum Anda pahami, terutama mengenai pencairan, pengembalian dana, biaya, dan konsekuensi wanprestasi.
  4. gunakan perjanjian tertulis. Jika transaksi melibatkan mitra bisnis, cantumkan hak, kewajiban, tenggat waktu, serta prosedur penyelesaian sengketa secara jelas.
  5. simpan seluruh bukti transaksi. Arsipkan dokumen resmi, tanda terima, korespondensi, dan konfirmasi bank untuk kebutuhan pemeriksaan berikutnya.

Dengan menerapkan langkah tersebut, Anda dapat menjalankan proses secara lebih terstruktur sekaligus menjaga kepentingan finansial perusahaan maupun pribadi.

Mengapa Konsultasi Block of Fund Penting?

Pembuatan Block of Fund memerlukan pemahaman mengenai mekanisme perbankan, kelengkapan administrasi, sumber dana, dan tujuan transaksi. Selain itu, setiap kebutuhan dapat memerlukan pendekatan yang berbeda.

Konsultasi sebelum pengajuan membantu Anda mengidentifikasi kebutuhan dokumen, menyusun pertanyaan yang tepat untuk bank, dan memahami risiko sebelum mengambil keputusan. Dengan begitu, Anda dapat menghindari kesalahan administrasi serta mengurangi ketergantungan pada informasi yang belum terverifikasi.

PT Jangkar Global Groups dapat menjadi mitra konsultasi untuk membantu Anda memahami persiapan administrasi dan kebutuhan dokumen terkait Block of Fund. Namun, keputusan penerbitan, pemblokiran, serta pencairan dana tetap mengikuti kewenangan dan kebijakan bank yang bersangkutan.

Sebelum memulai, siapkan informasi mengenai tujuan transaksi, nominal dana, pihak yang terlibat, dan jangka waktu yang Anda perlukan. Selanjutnya, gunakan informasi tersebut untuk membahas kebutuhan Anda secara lebih terarah.

Cara membuat Block of Fund dari awal sampai selesai

Cara membuat Block of Fund dari awal sampai selesai memerlukan persiapan yang cermat, mulai dari penentuan tujuan dan nominal dana, pemilihan bank, penyiapan dokumen, pengajuan permohonan, hingga verifikasi serta penyelesaian transaksi.

Selain itu, Anda perlu memahami biaya, jangka waktu, kewajiban kontraktual, dan prosedur pembukaan blokir. Jangan lupa untuk memverifikasi setiap dokumen melalui bank yang berwenang dan menghindari penawaran yang menjanjikan keuntungan atau pencairan dana tanpa dasar yang jelas.

Dengan persiapan yang matang dan konsultasi yang tepat, Anda dapat menilai apakah mekanisme Block of Fund sesuai dengan kebutuhan transaksi. Karena itu, lakukan pemeriksaan sejak awal sebelum mengikatkan diri pada perjanjian atau mengeluarkan biaya.

Konsultasikan Pengurusan Dokumen Anda Sekarang

Santsanisy