Dubai menjadi salah satu tujuan kerja populer bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang ingin memperoleh pengalaman internasional sekaligus membuka peluang karier dengan perusahaan luar negeri. Kota ini memiliki banyak sektor pekerjaan, mulai dari konstruksi, hospitality, restoran, retail, logistik, teknologi, kesehatan, administrasi, hingga sektor profesional lainnya.
Namun, bekerja di Dubai tidak cukup hanya dengan memperoleh tawaran pekerjaan. Setiap WNI perlu memahami proses legal, jenis visa, work permit, dokumen pendukung, serta persyaratan lain yang berlaku dalam sistem ketenagakerjaan Uni Emirat Arab (UEA).
Selain itu, calon pekerja juga perlu berhati-hati saat menerima tawaran kerja dari perusahaan atau agen. Pasalnya, pekerjaan tanpa status legal dapat menimbulkan masalah imigrasi dan ketenagakerjaan. Pemerintah UEA secara tegas melarang seseorang bekerja tanpa work permit yang sesuai.
Lalu, bagaimana cara kerja di Dubai untuk WNI? Apa saja dokumen yang perlu disiapkan? Berikut penjelasan lengkapnya.
Baca juga : Visa Bisnis Dubai: Syarat Perjalanan, Biaya, dan Dokumen
Apakah WNI Bisa Bekerja di Dubai?
Ya, WNI dapat bekerja secara legal di Dubai selama memenuhi persyaratan imigrasi dan ketenagakerjaan UEA.
Pada umumnya, calon pekerja memperoleh tawaran pekerjaan dari perusahaan yang berada di Dubai. Setelah calon pekerja menyetujui tawaran tersebut, perusahaan kemudian menjalankan proses employment melalui jalur yang sesuai.
Untuk sektor swasta, perusahaan biasanya mengurus work permit melalui Ministry of Human Resources and Emiratisation (MoHRE). Work permit menjadi salah satu syarat penting agar pekerja asing dapat menjalankan pekerjaan secara legal.
Pemerintah UEA juga menyediakan sistem Work Bundle yang mengintegrasikan beberapa proses ketenagakerjaan dan residensi. Sistem tersebut mencakup proses work permit, prosedur residensi, Emirates ID, pemeriksaan kesehatan, serta kontrak kerja.
Karena itu, WNI sebaiknya tidak berangkat hanya berdasarkan janji pekerjaan dari pihak tertentu. Pastikan perusahaan, posisi, kontrak, serta status visa mempunyai dasar yang jelas.
Baca juga : Visa Dubai untuk WNI: Jenis Visa, Syarat & Cara Mengurusnya
Syarat Utama untuk Kerja di Dubai
Sebelum mempersiapkan dokumen, calon pekerja perlu memahami beberapa syarat dasar. Persyaratan dapat berbeda sesuai posisi, perusahaan, kewarganegaraan, tingkat keahlian, serta jenis pekerjaan.
Namun, beberapa hal berikut umumnya menjadi bagian penting dalam proses kerja di Dubai.
1. Memiliki Paspor yang Masih Berlaku
Paspor menjadi dokumen utama untuk perjalanan internasional sekaligus proses administrasi kerja.
Pemerintah UEA menyebutkan bahwa pekerja asing perlu memiliki paspor dengan masa berlaku minimal enam bulan pada tahap persiapan kerja.
Karena itu, periksa masa berlaku paspor sebelum menerima tawaran kerja. Jika masa berlaku hampir habis, sebaiknya lakukan perpanjangan terlebih dahulu agar proses berikutnya tidak mengalami hambatan.
2. Memiliki Tawaran Kerja Resmi
Tawaran kerja menjadi bagian penting dalam proses kerja legal di Dubai.
Calon pekerja sebaiknya menerima job offer yang mencantumkan informasi penting seperti jabatan, gaji, tempat kerja, jam kerja, hak dan kewajiban, serta ketentuan lain sesuai hubungan kerja.
Untuk sektor swasta, proses employment melibatkan job offer, kontrak kerja, work permit, kemudian work visa atau residence visa sesuai ketentuan yang berlaku.
Karena itu, jangan langsung membayar sejumlah uang kepada pihak yang mengaku sebagai perekrut sebelum memeriksa keabsahan perusahaan dan isi tawaran kerja.
Baca juga : Persyaratan untuk Masuk Dubai dari Indonesia
3. Memiliki Work Permit
Work permit menjadi salah satu syarat utama bagi pekerja asing yang ingin bekerja secara legal di UEA.
MoHRE menjelaskan bahwa seseorang tidak boleh bekerja tanpa work permit yang sesuai. Perusahaan juga tidak boleh mempekerjakan pekerja tanpa mengikuti prosedur work permit yang berlaku.
Jenis work permit dapat berbeda sesuai kondisi pekerjaan. Salah satunya adalah permit untuk merekrut pekerja dari luar UEA.
Dalam proses ini, perusahaan menjadi pihak yang menjalankan pengajuan sesuai ketentuan yang berlaku. Oleh sebab itu, calon pekerja perlu berkomunikasi secara jelas dengan perusahaan mengenai tahapan pengurusan dokumen.
4. Memenuhi Persyaratan Pendidikan atau Keahlian
Beberapa posisi kerja membutuhkan bukti pendidikan atau kualifikasi tertentu.
Sebagai contoh, posisi profesional dapat membutuhkan ijazah, sertifikat keahlian, atau lisensi profesi. Untuk beberapa pekerjaan seperti dokter, perawat, guru, atau profesi tertentu lainnya, calon pekerja juga dapat membutuhkan persetujuan dari otoritas terkait.
Oleh karena itu, siapkan dokumen pendidikan dan sertifikat keahlian sejak awal. Apabila perusahaan meminta attestation atau legalisasi dokumen, ikuti persyaratan sesuai negara dan institusi yang berwenang.
Baca juga : Visa Transit Dubai: Syarat Transit 48 Jam dan 96 Jam
Dokumen yang Dibutuhkan untuk Kerja di Dubai
Setiap perusahaan dapat meminta dokumen tambahan sesuai posisi dan proses yang mereka jalankan. Namun, beberapa dokumen berikut sering menjadi bagian penting dalam proses kerja WNI menuju Dubai.
1. Paspor
Siapkan salinan paspor yang masih berlaku. Pastikan halaman identitas terlihat jelas dan seluruh informasi sesuai dengan data pribadi.
Hindari menggunakan hasil scan yang buram karena kesalahan kecil pada data dapat memperlambat proses administrasi.
2. Pas Foto
Calon pekerja biasanya perlu menyiapkan pas foto dengan latar belakang putih sesuai standar yang diminta untuk proses administrasi.
Sebaiknya gunakan foto terbaru agar data visual tetap sesuai dengan kondisi pemohon.
3. Job Offer
Job offer menjadi dokumen penting untuk mengetahui detail pekerjaan.
Periksa nama perusahaan, posisi, gaji, lokasi kerja, durasi kontrak, hak pekerja, jam kerja, serta ketentuan lainnya sebelum memberikan persetujuan.
Pemerintah UEA menjelaskan bahwa job offer untuk pekerja sektor swasta memuat hak dan kewajiban kedua pihak. Setelah pekerja menyetujui tawaran, proses berikutnya dapat berjalan menuju work permit.
Baca juga : Visa Bisnis Dubai: Syarat Kunjungan untuk Urusan Usaha
4. Kontrak Kerja
Kontrak kerja menjadi dasar hubungan antara pekerja dan perusahaan. Jadi Kontrak perlu mencantumkan informasi seperti posisi, tanggal mulai kerja, lokasi kerja, gaji, durasi kontrak, serta ketentuan pekerjaan. Pemerintah UEA juga menjelaskan bahwa kontrak kerja harus mengikuti ketentuan hubungan kerja yang berlaku.
Karena itu, baca kontrak secara menyeluruh sebelum memberikan persetujuan.
5. Ijazah atau Sertifikat Pendidikan
Untuk pekerjaan tertentu, perusahaan atau otoritas terkait dapat meminta bukti pendidikan.
Dokumen dapat berupa ijazah SMA, diploma, sarjana, atau sertifikat lain sesuai kebutuhan pekerjaan.
Jika posisi membutuhkan ijazah yang sudah mendapatkan attestation, calon pekerja perlu menyiapkan proses tersebut sebelum tahap akhir pengajuan.
Pemerintah UEA menyebutkan bahwa kualifikasi akademik dari luar UEA perlu mendapatkan attestation untuk kebutuhan tertentu.
Baca juga : Biaya Hidup di Dubai: Tempat Tinggal dan Kebutuhan Harian
6. Sertifikat Keahlian
Pekerjaan tertentu membutuhkan sertifikat kompetensi atau bukti pengalaman.
Sebagai contoh, pekerjaan teknis, kesehatan, pendidikan, atau profesi tertentu dapat memiliki persyaratan khusus.
Oleh sebab itu, jangan hanya menyiapkan ijazah. Kumpulkan juga sertifikat pelatihan, sertifikat kompetensi, surat pengalaman kerja, atau dokumen profesional lain yang relevan.
7. Surat Pengalaman Kerja
Surat pengalaman kerja dapat membantu perusahaan memahami latar belakang profesional calon pekerja.
Dokumen ini juga dapat menjadi pendukung ketika perusahaan mencari kandidat dengan pengalaman tertentu.
Pastikan informasi seperti nama perusahaan, posisi, periode kerja, serta tanggung jawab utama tercantum secara jelas.
8. Dokumen Pendukung Profesi
Profesi tertentu dapat membutuhkan dokumen tambahan dari lembaga atau otoritas yang berwenang.
Misalnya, profesi kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan tertentu lainnya dapat memerlukan lisensi atau persetujuan khusus.
Karena itu, calon pekerja perlu mengetahui persyaratan khusus untuk posisi yang mereka lamar.
Baca juga : Terjemahan Tersumpah dan Legalisasi Dokumen untuk UAE
Tahapan Cara Kerja di Dubai untuk WNI
Setelah dokumen siap, proses kerja umumnya mengikuti beberapa tahapan.
Tahap 1: Mencari Lowongan Kerja
Pertama, cari perusahaan yang benar-benar memiliki kebutuhan tenaga kerja di Dubai.
Gunakan sumber lowongan yang terpercaya dan lakukan pemeriksaan terhadap identitas perusahaan.
Selanjutnya, pelajari posisi, gaji, lokasi kerja, jam kerja, serta persyaratan sebelum mengirimkan lamaran.
Tahap 2: Menerima Job Offer
Jika perusahaan menerima lamaran, calon pekerja dapat memperoleh job offer.
Jangan terburu-buru menerima tawaran. Periksa seluruh detail terlebih dahulu.
Pastikan posisi dan gaji sesuai dengan pembicaraan sebelumnya. Selain itu, periksa pula informasi mengenai akomodasi, transportasi, asuransi, tiket perjalanan, serta fasilitas lain jika perusahaan menjanjikannya.
Baca juga : Visa Dubai Ditolak: Penyebab dan Pemeriksaan Dokumen
Tahap 3: Pemeriksaan Dokumen
Setelah calon pekerja menyetujui tawaran, perusahaan akan memerlukan dokumen untuk proses berikutnya.
Pada tahap ini, perusahaan dapat meminta paspor, pas foto, ijazah, sertifikat, dan dokumen lain sesuai kebutuhan posisi.
Dokumen pendidikan atau profesional tertentu juga dapat membutuhkan proses attestation.
Tahap 4: Pengajuan Work Permit
Selanjutnya, perusahaan mengurus work permit sesuai jenis pekerjaan dan ketentuan yang berlaku.
MoHRE memiliki berbagai jenis work permit. Salah satunya adalah permit untuk merekrut pekerja dari luar UEA.
Karena itu, WNI yang masih berada di Indonesia perlu berkomunikasi dengan perusahaan mengenai status pengajuan tersebut.
Tahap 5: Mendapatkan Entry Permit
Setelah proses sesuai ketentuan berjalan, pekerja dapat memperoleh izin masuk untuk tujuan pekerjaan.
Pemerintah UEA menjelaskan bahwa work permit memungkinkan pekerja masuk ke UEA dan memberikan waktu bagi perusahaan untuk menyelesaikan proses residence permit.
Baca juga : Wisata Dubai: Tempat Menarik, Itinerary & Persiapan Perjalanan
Tahap 6: Berangkat ke Dubai
Setelah dokumen perjalanan dan izin masuk siap, calon pekerja dapat mempersiapkan keberangkatan.
Pastikan membawa dokumen penting seperti paspor, salinan job offer, kontrak kerja, sertifikat pendidikan, sertifikat profesi, serta dokumen lain yang perusahaan minta.
Simpan dokumen tersebut dalam bentuk fisik dan digital agar mudah ditemukan ketika diperlukan.
Tahap 7: Medical Fitness Test
Setelah tiba di UEA, pekerja perlu mengikuti pemeriksaan kesehatan sesuai ketentuan residence visa.
Pemerintah UEA menyatakan bahwa pemohon residence visa berusia 18 tahun atau lebih perlu menjalani medical test untuk membuktikan kondisi kesehatan sesuai persyaratan residensi.
Pemeriksaan tersebut menjadi salah satu tahapan penting sebelum proses residence permit selesai.
Tahap 8: Emirates ID
Pekerja juga perlu menjalani proses Emirates ID.
Emirates ID menjadi identitas resmi bagi penduduk UEA dan berperan penting dalam berbagai kebutuhan administratif.
Work Bundle saat ini mengintegrasikan proses work permit, residence procedures, Emirates ID, medical fitness examination, serta employment contract dalam satu sistem.
Tahap 9: Residence Visa
Setelah berbagai persyaratan terpenuhi, pekerja memperoleh status residensi sesuai jenis visa dan ketentuan yang berlaku.
Untuk standard employment visa, pemerintah UEA menjelaskan bahwa visa kerja normal berlaku selama dua tahun dan dapat diperpanjang sesuai syarat yang berlaku.
Dengan status tersebut, pekerja dapat tinggal dan bekerja secara legal sesuai ketentuan yang melekat pada visa dan work permit.
Baca juga : Jasa Pengurusan Dokumen ke Dubai dan UAE
Apakah Bisa Kerja di Dubai Menggunakan Visa Turis?
Tidak.
WNI tidak boleh menggunakan visa turis atau visa kunjungan sebagai dasar untuk bekerja di Dubai.
Pemerintah UEA secara tegas menyatakan bahwa orang asing tidak boleh bekerja menggunakan visit visa atau tourist visa, baik untuk pekerjaan berbayar maupun pekerjaan tanpa kompensasi. Pelanggaran dapat menimbulkan denda dan konsekuensi hukum.
Karena itu, jangan menerima tawaran dari pihak yang meminta Anda masuk Dubai menggunakan visa turis lalu mulai bekerja tanpa proses legal.
Jika perusahaan benar-benar merekrut Anda, tanyakan secara jelas mengenai work permit dan status visa kerja.
Waspada Penipuan Lowongan Kerja Dubai
Peluang kerja di Dubai memang menarik. Namun, peluang tersebut juga dapat menarik pihak yang menjalankan modus penipuan.
Beberapa tanda yang perlu Anda waspadai antara lain:
- Perekrut meminta pembayaran besar tanpa memberikan rincian resmi.
- Perusahaan tidak memberikan alamat dan identitas yang jelas.
- Job offer hanya berupa pesan singkat tanpa informasi pekerjaan yang lengkap.
- Perekrut menjanjikan gaji sangat tinggi tanpa proses seleksi.
- Pihak tertentu meminta Anda berangkat menggunakan visa turis lalu mulai bekerja.
- Perekrut meminta dokumen pribadi tanpa memberikan informasi perusahaan.
- Isi kontrak berbeda dengan janji awal.
- Perekrut meminta pembayaran untuk biaya yang seharusnya menjadi tanggung jawab perusahaan.
Pemerintah UEA juga menjelaskan bahwa pemberi kerja memiliki kewajiban tertentu terkait biaya perekrutan dan proses employment. Informasi resmi menyebutkan bahwa pemberi kerja harus menanggung biaya penerbitan entry visa serta beberapa kebutuhan proses setelah kedatangan pekerja.
Karena itu, calon pekerja sebaiknya memeriksa setiap permintaan pembayaran secara teliti.
Tips Agar Persiapan Kerja ke Dubai Lebih Lancar
Agar proses berjalan lebih teratur, buat checklist dokumen sejak awal.
- pastikan paspor masih berlaku. Kemudian, siapkan pas foto, CV, ijazah, sertifikat keahlian, surat pengalaman kerja, dan dokumen pendukung lain.
- periksa kebutuhan attestation untuk ijazah atau dokumen pendidikan. Jangan menunggu sampai proses sudah berjalan jika dokumen tersebut membutuhkan tahapan tambahan.
- Selain itu, baca job offer secara teliti. Periksa gaji, posisi, lokasi kerja, jam kerja, kontrak, fasilitas, serta ketentuan lainnya.
- pastikan perusahaan menjalankan proses work permit sesuai aturan. Jangan bekerja hanya berdasarkan visa kunjungan.
- simpan seluruh dokumen dalam bentuk hardcopy dan softcopy. Langkah sederhana ini dapat membantu ketika Anda membutuhkan dokumen secara cepat selama proses keberangkatan maupun setelah tiba di Dubai.
Cara kerja di Dubai untuk WNI
Cara kerja di Dubai untuk WNI membutuhkan persiapan yang matang, terutama dalam hal dokumen, job offer, work permit, visa, pemeriksaan kesehatan, serta residence permit.
Secara umum, proses dapat dimulai dari mencari pekerjaan, memperoleh job offer, menyiapkan dokumen, menjalankan proses work permit, memperoleh izin masuk, berangkat ke Dubai, mengikuti medical fitness test, mengurus Emirates ID, kemudian menyelesaikan residence visa sesuai ketentuan.
Dokumen utama yang perlu calon pekerja siapkan antara lain paspor, pas foto, job offer, kontrak kerja, ijazah, sertifikat keahlian, surat pengalaman kerja, serta dokumen profesi tertentu apabila posisi membutuhkan kualifikasi khusus.
Selain itu, calon pekerja perlu memahami bahwa visa turis bukan izin untuk bekerja. Karena itu, jangan mengambil risiko dengan mulai bekerja tanpa status legal.
Konsultasikan Pengurusan Visa Bisnis Dubai Anda Sekarang