Biaya Membuat SKCK Online dan Metode Pembayarannya

Siti Aidah

Updated on:

Biaya Membuat SKCK Online dan Metode Pembayaran
Direktur Utama Jangkar Groups

Biaya membuat SKCK online menjadi salah satu hal yang perlu diketahui sebelum pemohon mengajukan Surat Keterangan Catatan Kepolisian melalui layanan digital Polri. Dengan mengetahui tarif resmi sejak awal, pemohon dapat menyiapkan dana sesuai kebutuhan dan menghindari pembayaran yang tidak jelas.

Metode pembayaran SKCK online juga perlu mendapat perhatian. Pemohon harus mengikuti petunjuk transaksi yang muncul pada kanal resmi setelah mengisi pengajuan. Dengan begitu, pembayaran dapat tercatat sesuai permohonan dan pemohon dapat memantau status transaksinya.

Baca Juga : SKCK Online: Cara Daftar, Syarat, Biaya, dan Prosedur Lengkap

Tarif Resmi Pembuatan SKCK Online

Tarif resmi penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian atau SKCK sebesar Rp30.000 per penerbitan. Pemerintah menetapkan tarif tersebut sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Peraturan Pemerintah Nomor 76 Tahun 2020.

Tarif tersebut berlaku bagi pemohon yang memenuhi persyaratan penerbitan SKCK, baik Warga Negara Indonesia maupun Warga Negara Asing sesuai ketentuan layanan. Namun, pemohon tetap perlu mengikuti prosedur yang berlaku untuk kategori pengajuan masing-masing.

Karena itu, pemohon sebaiknya membedakan biaya resmi SKCK dari biaya tambahan yang mungkin muncul akibat kebutuhan pribadi. Sebagai contoh, seseorang mungkin perlu mengeluarkan dana untuk transportasi, mencetak dokumen, atau menyiapkan berkas pendukung. Pengeluaran tersebut bukan bagian dari tarif penerbitan SKCK sebesar Rp30.000.

Selain itu, pemohon tidak perlu membayar biaya tambahan kepada pihak yang menjanjikan kelulusan atau penerbitan SKCK secara instan. Polri memproses permohonan melalui prosedur resmi, sedangkan petugas berwenang melakukan pemeriksaan sebelum menerbitkan dokumen.

Baca Juga : Apa Itu SKCK Online dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Apakah Biaya SKCK Online Sama dengan Pengajuan Langsung?

Pada dasarnya, tarif resmi penerbitan SKCK tetap mengacu pada ketentuan PNBP yang berlaku. Dengan demikian, penggunaan layanan online tidak otomatis membuat tarif penerbitan menjadi lebih mahal daripada pengajuan melalui loket pelayanan.

Perbedaan utamanya terletak pada cara pemohon mengisi data dan menyelesaikan pembayaran. Melalui layanan online, pemohon dapat mengisi formulir secara digital dan mengikuti petunjuk transaksi yang tersedia pada sistem. Sementara itu, pengajuan langsung mengikuti mekanisme pembayaran yang berlaku di kantor kepolisian terkait.

Meskipun begitu, pemohon sebaiknya tidak menganggap semua biaya yang dikeluarkan selama pengurusan sebagai tarif SKCK. Periksa rincian setiap pengeluaran agar pemohon dapat membedakan biaya resmi dari kebutuhan pendukung lainnya.

BACA JUGA: Dokumen yang Dibutuhkan untuk SKCK Online

Apakah Pembuatan dan Perpanjangan SKCK Memiliki Tarif Berbeda?

Pemohon perlu memeriksa tarif yang berlaku ketika mengajukan SKCK baru maupun perpanjangan. Tarif resmi penerbitan SKCK mengacu pada ketentuan PNBP, sehingga pemohon sebaiknya tidak langsung mempercayai informasi yang menyebutkan adanya tarif lebih tinggi tanpa dasar yang jelas.

Selain itu, perpanjangan tetap memerlukan proses administrasi sesuai ketentuan. Pemohon perlu mengikuti petunjuk sistem dan memastikan status permohonan sesuai kebutuhan. Jangan menganggap bahwa status SKCK lama secara otomatis memperbarui dokumen tanpa pengajuan yang diperlukan.

BACA JUGA: Syarat SKCK Online Terbaru

Rincian Biaya yang Perlu Disiapkan Pemohon

Menyiapkan dana sebelum mengajukan SKCK online membantu pemohon menghindari kendala saat menyelesaikan transaksi. Walaupun tarif penerbitan resmi sebesar Rp30.000, kebutuhan dana secara keseluruhan dapat berbeda menurut kondisi setiap pemohon.

1. Biaya PNBP penerbitan SKCK

Biaya utama yang perlu disiapkan adalah Rp30.000 untuk penerbitan SKCK. Pemohon harus membayar melalui kanal resmi yang ditampilkan dalam proses pengajuan.

Simpan bukti transaksi setelah pembayaran berhasil. Bukti tersebut berguna ketika pemohon perlu memeriksa status pembayaran atau menyampaikan laporan jika sistem belum memperbarui status pengajuan.

2. Biaya administrasi transaksi

Metode pembayaran tertentu mungkin menerapkan biaya administrasi sesuai kebijakan penyedia layanan pembayaran. Namun, besarnya biaya tersebut tidak boleh di anggap sama untuk semua bank atau kanal pembayaran.

Sebelum mengonfirmasi transaksi, periksa jumlah akhir yang muncul pada layar pembayaran. Jika sistem menampilkan biaya administrasi, pastikan rincian tersebut berasal dari kanal pembayaran yang sah dan bukan permintaan transfer pribadi dari pihak yang tidak jelas.

3. Biaya penyiapan berkas

Pemohon mungkin memerlukan biaya tambahan untuk mencetak dokumen atau menyiapkan berkas pendukung. Besarnya bergantung pada dokumen yang sudah tersedia dan kebutuhan masing-masing.

Agar pengeluaran tetap terkendali, siapkan dokumen digital sejak awal dan periksa format berkas sebelum mengunggahnya. Dengan demikian, pemohon dapat mengurangi risiko mencetak ulang atau mengulang proses akibat kesalahan administrasi.

4. Biaya pendukung lainnya

Dalam kondisi tertentu, pemohon mungkin perlu mengeluarkan dana untuk perjalanan ke kantor pelayanan, terutama jika petugas meminta kehadiran langsung untuk tahapan tertentu. Namun, pengeluaran ini bergantung pada kebutuhan dan prosedur yang berlaku.

Oleh sebab itu, pisahkan tarif resmi SKCK dari biaya pendukung pribadi. Cara ini memudahkan pemohon menghitung kebutuhan dana secara realistis tanpa mencampuradukkan pengeluaran yang berbeda.

BACA JUGA: Cara Membuat SKCK Online dari HP

Metode Pembayaran SKCK Online yang Perlu Diketahui

Metode Pembayaran SKCK Online yang Perlu Diketahui

Pemohon harus mengikuti metode pembayaran yang tersedia pada kanal resmi Polri. Sistem pengajuan menampilkan petunjuk pembayaran sesuai mekanisme yang berlaku, sehingga pilihan yang tersedia dapat bergantung pada kanal dan proses pengajuan.

Salah satu mekanisme yang pernah di gunakan dalam pembayaran SKCK online adalah BRIVA atau BRI Virtual Account. Namun, pemohon tidak sebaiknya menganggap bahwa setiap pengajuan selalu menggunakan metode yang sama. Periksa instruksi transaksi yang muncul pada sistem saat mengajukan permohonan.

1. Pembayaran melalui BRIVA

BRIVA merupakan layanan pembayaran melalui nomor virtual account BRI. Jika sistem pengajuan menampilkan BRIVA sebagai metode pembayaran, pemohon dapat mengikuti instruksi yang tersedia untuk menyelesaikan transaksi.

Perhatikan nomor pembayaran dengan cermat sebelum melakukan transaksi. Nomor virtual account yang benar membantu sistem mengenali pembayaran sesuai pengajuan. Karena itu, jangan menyalin nomor dari permohonan orang lain atau menggunakan nomor yang berasal dari pesan tidak resmi.

Setelah memasukkan nomor pembayaran, periksa kembali nama atau informasi penerima yang muncul pada kanal transaksi. Selanjutnya, pastikan nominal pembayaran sesuai dengan instruksi resmi sebelum menyetujui transaksi.

2. Pembayaran melalui kanal perbankan yang tersedia

Apabila sistem menampilkan pilihan pembayaran melalui layanan perbankan, pemohon dapat menggunakan kanal yang tercantum sesuai petunjuk. Ketersediaan layanan dapat berbeda menurut mekanisme pembayaran yang di gunakan.

Sebelum melanjutkan, pastikan kanal tersebut benar-benar terhubung dengan instruksi pembayaran pada pengajuan SKCK. Jangan berasumsi bahwa semua aplikasi perbankan, ATM, atau layanan transfer dapat memproses setiap jenis nomor pembayaran.

Jika sistem menyediakan petunjuk pembayaran melalui ATM atau layanan perbankan digital, ikuti langkah yang tercantum secara berurutan. Periksa nominal dan nomor tujuan sebelum mengonfirmasi transaksi.

3. Pembayaran melalui metode lain yang ditampilkan sistem

Selain metode yang telah disebutkan, sistem dapat menyediakan petunjuk melalui kanal resmi lain sesuai kebijakan layanan. Namun, pemohon perlu melihat pilihan yang benar-benar tersedia pada pengajuannya.

Jangan menganggap QRIS, dompet digital, atau transfer ke rekening pribadi selalu menjadi pilihan pembayaran SKCK online. Gunakan metode tersebut hanya jika sistem resmi secara jelas menyediakan atau mengarahkannya sebagai pilihan yang sah.

Dengan mengikuti instruksi dari sistem, pemohon dapat mengurangi risiko salah tujuan pembayaran. Selain itu, pemohon memiliki dasar yang jelas untuk memeriksa status transaksi apabila muncul kendala.

BACA JUGA: Cara Daftar SKCK Online untuk Pertama Kali

Cara Membayar SKCK Online dengan Benar

Agar pembayaran tercatat sesuai permohonan, pemohon perlu mengikuti alur transaksi secara teliti. Jangan langsung melakukan transfer sebelum menyelesaikan tahapan pengajuan dan memperoleh petunjuk pembayaran yang sesuai.

1. Selesaikan pengisian pengajuan

Masuk melalui kanal resmi SKCK online atau aplikasi resmi Polri yang tersedia. Kemudian, lengkapi data diri, keperluan pembuatan SKCK, serta informasi lain yang diminta oleh sistem.

Periksa kembali seluruh data sebelum melanjutkan. Kesalahan pada identitas atau informasi pengajuan dapat menimbulkan kendala administrasi dan membuat pemohon perlu melakukan pemeriksaan tambahan.

2. Periksa rincian pembayaran

Setelah menyelesaikan tahapan pengajuan, buka bagian pembayaran yang tersedia. Periksa nominal PNBP, metode transaksi, nomor pembayaran, dan batas waktu pembayaran jika sistem mencantumkannya.

Langkah ini penting karena setiap instruksi pembayaran harus sesuai dengan pengajuan milik pemohon. Jangan menggunakan kode pembayaran lama jika sistem telah memberikan kode baru.

BACA JUGA: SKCK Online untuk Keperluan Kerja Visa dan Luar Negeri

3. Lakukan pembayaran sesuai instruksi

Gunakan kanal yang tercantum pada sistem. Masukkan nomor pembayaran dengan benar, lalu cocokkan nominal sebelum menyetujui transaksi.

Jika sistem meminta pembayaran melalui virtual account, ikuti petunjuk yang berlaku untuk kanal tersebut. Sebaliknya, jika sistem menampilkan metode lain, gunakan metode itu sesuai instruksi.

4. Simpan bukti transaksi

Setelah pembayaran berhasil, simpan bukti transaksi dalam bentuk tangkapan layar atau berkas digital. Pastikan bukti tersebut memperlihatkan informasi penting, seperti nominal, waktu transaksi, dan nomor referensi jika tersedia.

Simpan bukti sampai proses penerbitan SKCK selesai. Jika status pembayaran belum berubah, informasi tersebut dapat membantu petugas menelusuri transaksi.

5. Pantau status pengajuan

Setelah membayar, periksa status pengajuan melalui sistem resmi. Pembayaran yang berhasil tidak selalu berarti SKCK langsung terbit karena petugas tetap perlu memeriksa permohonan sesuai prosedur.

Oleh karena itu, perhatikan pemberitahuan dari sistem dan ikuti instruksi selanjutnya. Jika petugas meminta perbaikan data atau tahapan tambahan, selesaikan sesuai arahan yang sah.

BACA JUGA: Berapa Lama Proses SKCK Online?

Penyebab Pembayaran SKCK Online Mengalami Kendala

Pembayaran dapat mengalami kendala karena berbagai faktor, mulai dari kesalahan memasukkan nomor pembayaran hingga gangguan pada layanan perbankan. Dengan mengenali penyebabnya, pemohon dapat mengambil langkah yang tepat tanpa melakukan pembayaran berulang secara terburu-buru.

Nomor pembayaran tidak sesuai

Kesalahan satu angka dapat membuat transaksi gagal atau tidak terhubung dengan pengajuan yang benar. Karena itu, salin nomor pembayaran langsung dari sistem resmi dan periksa kembali sebelum mengonfirmasi transaksi.

Nominal pembayaran tidak cocok

Pemohon perlu mengikuti nominal yang muncul pada instruksi resmi. Jika terdapat perbedaan antara nominal pada sistem dan layar konfirmasi pembayaran, hentikan transaksi sementara dan periksa kembali informasi yang tersedia.

Transaksi berhasil tetapi status belum berubah

Terkadang, sistem memerlukan waktu untuk memperbarui status transaksi. Jika saldo sudah terpotong, jangan langsung membayar kembali. Periksa riwayat transaksi dan simpan bukti pembayaran terlebih dahulu.

Setelah itu, ikuti petunjuk bantuan resmi apabila status belum berubah dalam waktu yang wajar. Sertakan informasi transaksi yang diperlukan, tetapi jangan pernah membagikan PIN, kata sandi, atau kode OTP.

Kode pembayaran sudah tidak berlaku

Jika sistem memberikan batas waktu pembayaran dan kode sudah melewati masa berlaku, periksa petunjuk pengajuan untuk mengetahui langkah selanjutnya. Jangan menggunakan kode lama tanpa memastikan bahwa sistem masih menerimanya.

Jika perlu, buka kembali pengajuan melalui kanal resmi dan ikuti instruksi yang di tampilkan. Hindari membuat pembayaran baru sebelum memahami status transaksi sebelumnya.

BACA JUGA: Cek SKCK Online Kemudahan Mengurus dan Mengecek SKCK

Cara Menghindari Penipuan Pembayaran SKCK Online

Pemohon perlu berhati-hati ketika menerima tawaran bantuan pembayaran atau pengurusan SKCK dari pihak yang tidak dikenal. Tarif resmi penerbitan SKCK sebesar Rp30.000, sehingga permintaan biaya yang tidak masuk akal perlu diperiksa sebelum pemohon menyerahkan uang.

Pertama, gunakan kanal resmi Polri untuk mengajukan permohonan dan melihat instruksi pembayaran. Kedua, jangan mentransfer uang ke rekening pribadi hanya karena seseorang mengaku sebagai petugas atau perantara. Ketiga, jangan memberikan PIN, kata sandi, atau kode OTP kepada pihak lain.

Selain itu, waspadai pesan yang menjanjikan SKCK pasti terbit tanpa pemeriksaan. Proses online tetap melibatkan verifikasi petugas, sehingga pembayaran tidak menjamin persetujuan otomatis.

Jika menemukan permintaan pembayaran yang mencurigakan, simpan bukti komunikasi dan jangan melanjutkan transaksi. Gunakan kanal bantuan resmi yang tercantum pada layanan SKCK online untuk meminta klarifikasi.

BACA JUGA: Cara Memperpanjang SKCK Secara Online

Informasi Bantuan Saat Pembayaran SKCK Online Bermasalah

Jika pemohon menghadapi kendala pembayaran, langkah pertama adalah memastikan status transaksi pada aplikasi atau layanan perbankan yang digunakan. Periksa apakah transaksi berhasil, tertunda, atau gagal. Setelah itu, cocokkan informasi tersebut dengan status pengajuan SKCK.

Apabila saldo terpotong tetapi sistem belum mencatat pembayaran, jangan langsung mengulang transaksi. Siapkan bukti pembayaran, waktu transaksi, nominal, dan nomor referensi yang tersedia. Kemudian, hubungi bantuan resmi layanan SKCK melalui informasi kontak yang tercantum pada kanal resminya.

Jelaskan kendala secara singkat dan sertakan data yang relevan sesuai permintaan petugas. Namun, jangan mengirimkan kata sandi, PIN, atau kode OTP. Petugas tidak memerlukan informasi rahasia tersebut untuk memeriksa bukti transaksi.

Untuk mengurangi risiko masalah serupa, lakukan pembayaran melalui kanal yang di tampilkan oleh sistem, simpan bukti transaksi, dan pantau status pengajuan sampai proses administrasi selesai.

Konsultasi SKCK Online Sekarang

Siti Aidah