Bagaimana Jika Ijazah Luar Negeri Tidak Berbahasa Inggris untuk Penyetaraan

Yuni

Direktur Utama Jangkar Groups

Bagaimana Jika Ijazah Luar Negeri Tidak Berbahasa Inggris untuk Penyetaraan Bagi lulusan perguruan tinggi luar negeri, ijazah merupakan salah satu dokumen utama yang di perlukan ketika mengajukan penyetaraan ijazah di Indonesia. Namun, tidak semua ijazah luar negeri di terbitkan dalam bahasa Inggris. Banyak perguruan tinggi menggunakan bahasa resmi negara tempat universitas tersebut berada, sehingga dokumen akademik dapat menggunakan bahasa Jepang, Korea, Arab, Mandarin, Jerman, Belanda, Prancis, atau bahasa lainnya.

Kondisi tersebut sering menimbulkan pertanyaan: bagaimana jika ijazah luar negeri tidak berbahasa Inggris? Apakah ijazah tetap dapat di gunakan untuk pengajuan penyetaraan? Apakah harus di terjemahkan terlebih dahulu?

Pada dasarnya, bahasa yang di gunakan pada ijazah perlu di perhatikan karena pihak yang memeriksa dokumen harus dapat memahami informasi akademik yang tercantum di dalamnya. Jika dokumen menggunakan bahasa asing yang tidak dapat di verifikasi secara langsung, dapat di perlukan dokumen terjemahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Oleh karena itu, lulusan perguruan tinggi luar negeri sebaiknya tidak langsung mengunggah atau menyerahkan ijazah tanpa memastikan persyaratan bahasa dan terjemahan yang di perlukan.

Mengapa Bahasa Ijazah Penting dalam Penyetaraan?

Penyetaraan ijazah bukan hanya melihat keberadaan sebuah dokumen yang di sebut ijazah. Informasi yang terdapat di dalam dokumen juga perlu di periksa.

Beberapa informasi penting yang biasanya terdapat pada ijazah antara lain:

  • Nama lulusan
  • Nama perguruan tinggi
  • Program studi
  • Jenjang pendidikan
  • Gelar akademik
  • Tanggal atau tahun kelulusan
  • Nomor atau identitas dokumen
  • Informasi lain yang berkaitan dengan pendidikan

Jika seluruh informasi tersebut di tulis dalam bahasa asing, pihak yang melakukan pemeriksaan mungkin membutuhkan terjemahan untuk memahami isi dokumen secara akurat.

Karena itu, persoalan bahasa bukan sekadar masalah tampilan dokumen, tetapi dapat berkaitan dengan proses pemeriksaan administratif dan akademik.

Baca Juga : Apakah Legalisir dan Apostille Mempengaruhi Kecepatan Penyetaraan Ijazah

Apakah Ijazah Selain Bahasa Inggris Bisa Digunakan?

Ijazah yang di terbitkan dalam bahasa selain bahasa Inggris pada prinsipnya tidak otomatis berarti tidak dapat di gunakan untuk kebutuhan penyetaraan. Namun, pemohon perlu memperhatikan ketentuan mengenai dokumen berbahasa asing dan terjemahan.

Persyaratan dapat berbeda tergantung prosedur dan ketentuan lembaga yang menangani penyetaraan. Karena itu, pemohon perlu memeriksa persyaratan terbaru sebelum mengajukan permohonan.

Misalnya, seseorang lulus dari perguruan tinggi di Jepang dan memperoleh ijazah yang seluruhnya menggunakan bahasa Jepang. Dokumen tersebut tetap merupakan dokumen akademik yang di terbitkan oleh perguruan tinggi, tetapi untuk kebutuhan administrasi di Indonesia dapat di perlukan terjemahan agar isi dokumen dapat di pahami.

Hal yang sama dapat terjadi pada ijazah yang menggunakan bahasa Korea, Mandarin, Arab, Jerman, Prancis, atau bahasa lainnya.

Apakah Ijazah Harus Diterjemahkan ke Bahasa Inggris?

Tidak semua kondisi dapat di samakan. Ketentuan mengenai bahasa terjemahan harus mengikuti persyaratan dari lembaga atau sistem penyetaraan yang di gunakan.

Sebagian proses administrasi mungkin menerima dokumen tertentu dalam bahasa Inggris, sedangkan dokumen dalam bahasa lain dapat memerlukan terjemahan ke bahasa yang di tentukan.

Karena itu, jangan berasumsi bahwa semua ijazah harus di terjemahkan ke bahasa Inggris. Pemohon perlu memastikan terlebih dahulu bahasa terjemahan yang di persyaratkan.

Hal ini penting karena menerjemahkan dokumen ke bahasa yang salah dapat menyebabkan pemohon harus melakukan penerjemahan ulang dan berpotensi menambah waktu pengurusan.

Baca Juga : Bagaimana Cara Memperbaiki Data Penyetaraan Ijazah

Apa Itu Terjemahan Tersumpah?

Dalam kebutuhan administrasi resmi, istilah terjemahan tersumpah sering di gunakan untuk menyebut hasil terjemahan yang di buat oleh penerjemah yang memiliki status atau kewenangan sesuai ketentuan yang berlaku.

Terjemahan jenis ini berbeda dengan menerjemahkan dokumen menggunakan aplikasi penerjemah otomatis atau menerjemahkan sendiri.

Dokumen hasil terjemahan harus di buat dengan memperhatikan isi dokumen asli. Nama perguruan tinggi, nama program studi, gelar, tanggal, nomor dokumen, serta informasi akademik lainnya perlu di terjemahkan atau ditransliterasikan dengan hati-hati.

Jika terjemahan di perlukan untuk pengajuan penyetaraan, pemohon sebaiknya menggunakan penerjemah yang memenuhi persyaratan yang di tetapkan oleh pihak penerima dokumen.

Apakah Transkrip Nilai Juga Perlu Diterjemahkan?

Tidak hanya ijazah yang perlu di perhatikan. Transkrip nilai juga merupakan dokumen akademik penting dalam proses penyetaraan.

Transkrip biasanya berisi informasi yang lebih banyak, seperti:

  • Daftar mata kuliah
  • Jumlah kredit atau satuan pendidikan
  • Nilai yang di peroleh
  • Indeks atau predikat
  • Semester
  • Nama program studi
  • Identitas mahasiswa
  • Informasi akademik lainnya

Jika transkrip menggunakan bahasa asing selain bahasa yang di terima dalam sistem pengajuan, dokumen tersebut juga dapat membutuhkan terjemahan.

Pemohon sebaiknya tidak hanya menerjemahkan ijazah tetapi melupakan transkrip apabila keduanya menjadi bagian dari persyaratan.

Baca Juga : Cara Menyiapkan Dokumen Penyetaraan Ijazah agar Cepat Diverifikasi

Bagaimana Jika Nama Perguruan Tinggi Sulit Diterjemahkan?

Nama perguruan tinggi merupakan bagian yang perlu di perhatikan dalam penerjemahan dokumen.

Nama resmi institusi tidak selalu boleh di terjemahkan secara bebas. Dalam banyak kasus, identitas resmi perguruan tinggi perlu tetap dapat di kenali agar tidak menimbulkan perbedaan dengan nama yang tercantum pada dokumen asli.

Hal serupa berlaku untuk nama program studi dan gelar akademik. Penerjemah perlu memperhatikan konteks pendidikan dan tidak sekadar menerjemahkan kata per kata.

Karena itu, pemohon sebaiknya memeriksa kembali hasil terjemahan sebelum menggunakannya dalam pengajuan.

Baca Juga : Kesalahan Pengajuan Penyetaraan Ijazah

Apakah Terjemahan Bisa Menyebabkan Penyetaraan Lebih Lama?

Terjemahan itu sendiri tidak otomatis membuat proses penyetaraan menjadi lama. Justru, apabila terjemahan memang di persyaratkan dan sudah di siapkan dengan benar sejak awal, dokumen dapat lebih mudah di periksa.

Sebaliknya, proses dapat menjadi lebih panjang apabila pemohon baru mengetahui kebutuhan terjemahan setelah pengajuan di lakukan.

Contohnya, pemohon mengunggah ijazah dalam bahasa asing tanpa dokumen terjemahan, kemudian mendapatkan permintaan untuk melengkapi dokumen. Pemohon harus mencari penerjemah, menunggu hasil terjemahan, lalu melakukan pengajuan atau perbaikan kembali.

Karena itu, memeriksa kebutuhan terjemahan sebelum pengajuan merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko keterlambatan.

Baca Juga : Dokumen yang Harus Disiapkan Agar Penyetaraan Ijazah Tidak Lama

Bagaimana Jika Ijazah Menggunakan Dua Bahasa?

Beberapa perguruan tinggi menerbitkan dokumen akademik dalam dua bahasa. Misalnya, satu sisi menggunakan bahasa lokal dan sisi lainnya menggunakan bahasa Inggris.

Kondisi seperti ini perlu di lihat berdasarkan isi dokumen dan persyaratan yang berlaku. Jika informasi penting sudah tersedia dalam bahasa yang di terima oleh pihak pemeriksa, kebutuhan terjemahan dapat berbeda di bandingkan dokumen yang sepenuhnya menggunakan bahasa lokal.

Namun, pemohon tetap perlu memeriksa apakah dokumen bilingual tersebut sudah memenuhi persyaratan. Jangan hanya menganggap bahwa adanya bahasa Inggris otomatis membuat dokumen tidak memerlukan pemeriksaan tambahan.

Baca Juga : Berapa Lama Waktu Proses Penyetaraan Ijazah Luar Negeri

Bagaimana Jika Ada Perbedaan Nama dalam Terjemahan?

Perbedaan nama merupakan salah satu hal yang perlu di perhatikan secara serius.

Nama pada ijazah, paspor, transkrip, dan dokumen pendukung sebaiknya di periksa sebelum pengajuan. Jika terdapat perbedaan karena transliterasi, ejaan, urutan nama, atau penggunaan karakter tertentu, pemohon mungkin perlu memberikan penjelasan atau dokumen pendukung.

Contohnya dapat terjadi pada nama yang di tulis menggunakan huruf Arab, Jepang, Korea, Mandarin, atau sistem tulisan lainnya.

Penerjemah sebaiknya tidak mengubah identitas seseorang secara sembarangan. Nama pribadi perlu di tangani berdasarkan dokumen identitas dan ketentuan penerjemahan yang berlaku.

Baca Juga : Bagaimana Agar Penyetaraan Ijazah Bisa Lebih Cepat

Apakah Legalisir atau Apostille Menggantikan Terjemahan?

Legalisir dan apostille memiliki fungsi yang berbeda dari terjemahan.

Legalisir berkaitan dengan pengesahan dokumen sesuai kewenangan pihak yang melakukan pengesahan. Sementara itu, apostille merupakan sertifikasi untuk dokumen publik yang di gunakan lintas negara dalam kerangka Konvensi Apostille.

Keduanya tidak secara otomatis mengubah bahasa dokumen atau membuat isi dokumen menjadi mudah di pahami oleh pihak yang memeriksa.

Dengan demikian, apabila terjemahan memang di persyaratkan, dokumen yang sudah di legalisir atau mendapatkan apostille tetap dapat membutuhkan terjemahan.

Baca Juga : Cara Menghindari Penundaan dalam Proses Penyetaraan Ijazah

Langkah Menyiapkan Ijazah yang Tidak Berbahasa Inggris

Agar lebih siap ketika mengajukan penyetaraan, pemohon dapat mengikuti beberapa langkah berikut:

  1. Periksa bahasa yang di gunakan pada ijazah.
  2. Periksa persyaratan penyetaraan terbaru.
  3. Pastikan apakah dokumen perlu di terjemahkan.
  4. Ketahui bahasa yang di persyaratkan untuk terjemahan.
  5. Pilih penerjemah yang memenuhi ketentuan apabila di perlukan.
  6. Siapkan terjemahan ijazah dan dokumen akademik lainnya.
  7. Cocokkan data terjemahan dengan dokumen asli.
  8. Periksa nama, tanggal, gelar, dan program studi.
  9. Pastikan hasil scan dokumen dapat di baca dengan jelas.
  10. Simpan dokumen asli dan terjemahannya.

Persiapan tersebut dapat membantu mengurangi kemungkinan harus melakukan perbaikan setelah permohonan di ajukan.

Baca Juga : Jasa Pendamping Penyetaraan Ijazah

Tips Agar Terjemahan Ijazah Tidak Menimbulkan Masalah

Sebelum menggunakan hasil terjemahan, lakukan pengecekan secara menyeluruh. Pastikan tidak ada kesalahan penulisan nama, nomor dokumen, tanggal kelulusan, nama perguruan tinggi, program studi, atau gelar.

Periksa juga apakah seluruh bagian penting dalam ijazah telah di terjemahkan. Jangan sampai hanya halaman utama yang di terjemahkan sementara bagian penting lainnya tidak tersedia.

Jika terdapat istilah akademik yang tidak memiliki terjemahan langsung, sebaiknya gunakan istilah yang sesuai dengan konteks pendidikan dan tetap menjaga identitas dokumen asli.

Dokumen asli juga harus tetap di simpan karena dapat di perlukan untuk pemeriksaan atau verifikasi.

Baca Juga : Cara Cek Status Penyetaraan Ijazah agar Tidak Terlambat Menindaklanjuti

Apakah Ijazah Luar Negeri Harus Selalu Berbahasa Inggris?

Tidak. Ijazah luar negeri tidak harus selalu di terbitkan dalam bahasa Inggris. Banyak perguruan tinggi menerbitkan ijazah menggunakan bahasa resmi negara masing-masing.

Yang perlu di perhatikan adalah bagaimana dokumen tersebut memenuhi persyaratan administrasi untuk tujuan penyetaraan di Indonesia. Jika dokumen menggunakan bahasa yang tidak di terima atau tidak dapat di periksa secara langsung, terjemahan sesuai ketentuan dapat di perlukan.

Dengan memahami hal tersebut sejak awal, pemohon dapat mempersiapkan dokumen secara lebih tepat.

Ijazah luar negeri yang tidak berbahasa Inggris tidak otomatis menjadi hambatan untuk mengajukan penyetaraan ijazah. Namun, pemohon perlu memperhatikan persyaratan mengenai bahasa dokumen dan kemungkinan kebutuhan terjemahan.

Jika terjemahan di wajibkan, sebaiknya dokumen di terjemahkan oleh pihak yang memenuhi persyaratan dan hasilnya di periksa kembali agar informasi di dalamnya sesuai dengan dokumen asli.

Selain ijazah, transkrip nilai dan dokumen akademik lain juga perlu di perhatikan. Legalisir atau apostille juga tidak otomatis menggantikan kebutuhan terjemahan apabila terjemahan memang menjadi persyaratan.

Dengan menyiapkan dokumen asli, terjemahan, serta dokumen pendukung sesuai ketentuan sejak awal, pemohon dapat mengurangi risiko permohonan harus di perbaiki karena masalah bahasa atau kelengkapan dokumen.

Konsultasi Penyetaraan Ijazah Anda Sekarang!

Avatar photo
Yuni