Akta kematian merupakan dokumen resmi yang membuktikan bahwa seseorang telah meninggal dunia. Dokumen ini sering di butuhkan untuk berbagai keperluan administrasi, seperti pengurusan warisan, klaim asuransi, pencairan rekening, perubahan data keluarga, hingga pengurusan dokumen di luar negeri. Namun, ketika akta kematian akan di gunakan di negara lain, muncul pertanyaan: apakah akta kematian perlu di terjemahkan oleh penerjemah tersumpah? Jawabannya bergantung pada negara tujuan, instansi penerima, bahasa dokumen, dan tujuan penggunaannya.
Agar tidak terjadi kendala administrasi, penting untuk memahami kapan terjemahan tersumpah di perlukan, bagaimana prosedur penerjemahannya, serta dokumen apa saja yang perlu di persiapkan.
Baca Juga : Legalisir Akta Kematian Kemenkumham Syarat, Prosedur, Biaya, Cara Mengurus
Apa Itu Akta Kematian?
Akta kematian adalah dokumen resmi yang di terbitkan oleh instansi pencatatan sipil sebagai bukti pencatatan peristiwa kematian seseorang. Di Indonesia, pencatatan tersebut di lakukan melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) sesuai ketentuan yang berlaku.
Dokumen ini dapat di gunakan untuk berbagai kebutuhan administratif, antara lain:
- Pengurusan hak waris dan pembagian harta peninggalan.
- Penutupan rekening bank milik orang yang meninggal.
- Pengajuan klaim asuransi jiwa.
- Perubahan data dalam Kartu Keluarga.
- Pengurusan pensiun atau hak keluarga.
- Administrasi hukum dan keimigrasian di luar negeri.
Jika akta kematian akan di serahkan kepada instansi asing, dokumen tersebut mungkin perlu di terjemahkan agar isi dan informasi di dalamnya dapat di pahami oleh pihak penerima.
Baca Juga : Syarat Legalisir Akta Kematian di Kemenkumham, Perlu Disiapkan
Apakah Akta Kematian Wajib Di terjemahkan Tersumpah?
Akta kematian tidak selalu wajib di terjemahkan tersumpah. Kebutuhan penerjemahan dit entukan oleh persyaratan instansi atau lembaga yang menerima dokumen tersebut.
Penerjemahan tersumpah umumnya di perlukan apabila dokumen berbahasa Indonesia akan di gunakan untuk keperluan resmi di negara yang menggunakan bahasa berbeda dan instansi penerima mensyaratkan terjemahan resmi.
Sebagai contoh, penerjemahan tersumpah mungkin di minta ketika akta kematian di gunakan untuk pengurusan warisan di luar negeri, klaim asuransi internasional, proses pengadilan, atau perubahan status perkawinan dan keluarga.
Sebaliknya, apabila instansi penerima menerima dokumen asli berbahasa Indonesia atau menyediakan ketentuan penerjemahan tersendiri, terjemahan tersumpah belum tentu diperlukan. Karena itu, sebelum memesan jasa penerjemah, mintalah konfirmasi mengenai bahasa, format, dan jenis terjemahan yang di terima oleh instansi tujuan.
Baca Juga : Cara Legalisir Akta Kematian Kemenkumham Keperluan Luar Negeri
Kapan Akta Kematian Perlu Di terjemahkan oleh Penerjemah Tersumpah?
Ada beberapa kondisi ketika terjemahan tersumpah atas akta kematian berpotensi di butuhkan.
1. Untuk Pengurusan Warisan di Luar Negeri
Jika seseorang meninggal dunia dan meninggalkan aset di negara lain, ahli waris mungkin perlu menyerahkan akta kematian kepada notaris, pengadilan, bank, atau lembaga pengelola aset.
Apabila instansi tersebut meminta dokumen dalam bahasa setempat, akta kematian perlu di terjemahkan sesuai ketentuan mereka. Terjemahan tersumpah dapat menjadi persyaratan untuk memastikan dokumen dapat di proses secara administratif.
2. Untuk Klaim Asuransi Internasional
Perusahaan asuransi di luar negeri dapat meminta akta kematian sebagai bukti untuk memproses klaim manfaat asuransi jiwa.
Jika dokumen asli menggunakan bahasa Indonesia, perusahaan asuransi mungkin meminta terjemahan ke bahasa Inggris atau bahasa lain yang di tentukan. Jenis terjemahan yang di terima sebaiknya di konfirmasi sebelum pengajuan klaim.
Baca Juga : Berapa Biaya Legalisir Akta Kematian di Kemenkumham?
3. Untuk Keperluan Pengadilan dan Notaris
Akta kematian yang di gunakan dalam proses hukum di luar negeri dapat memerlukan terjemahan resmi. Hal ini dapat terjadi dalam perkara warisan, pembuktian status keluarga, penyelesaian sengketa aset, atau pengurusan dokumen hukum lainnya.
Persyaratan terjemahan mengikuti ketentuan pengadilan, notaris, atau otoritas yang menangani perkara tersebut.
4. Untuk Perubahan Data Keluarga di Luar Negeri
Dalam situasi tertentu, akta kematian di perlukan untuk memperbarui catatan keluarga, status perkawinan, atau data kependudukan di negara lain.
Instansi yang menangani perubahan data dapat meminta terjemahan tersumpah agar informasi dalam dokumen dapat di verifikasi dan di catat dengan benar.
5. Untuk Pengurusan Dokumen di Kedutaan atau Konsulat
Kedutaan dan konsulat memiliki persyaratan dokumen yang berbeda-beda. Apabila akta kematian di gunakan untuk keperluan administrasi konsuler, pastikan terlebih dahulu apakah dokumen harus di terjemahkan tersumpah, di legalisasi, atau di lengkapi dengan apostille.
Baca Juga : Berapa Lama Proses Legalisir Akta Kematian di Kemenkumham?
Apa Perbedaan Terjemahan Biasa dan Terjemahan Tersumpah?
Maka Terjemahan biasa dan terjemahan tersumpah memiliki perbedaan dalam hal penerjemah, pengesahan, dan penerimaannya oleh instansi.
Terjemahan Biasa
Terjemahan biasa merupakan penerjemahan yang dilakukan tanpa status penerjemah tersumpah. Jenis ini dapat digunakan untuk memahami isi dokumen atau kebutuhan internal tertentu.
Namun, terjemahan biasa belum tentu di terima untuk keperluan hukum maupun administrasi resmi.
Terjemahan Tersumpah
Sehingga Terjemahan tersumpah dilakukan oleh penerjemah yang memiliki status atau pengangkatan sesuai ketentuan yang berlaku. Terjemahan ini umumnya dilengkapi identitas penerjemah, pernyataan atau pengesahan penerjemah, serta tanda tangan atau cap sesuai format yang digunakan.
Untuk dokumen seperti akta kematian, terjemahan tersumpah sering di pilih ketika dokumen akan di serahkan kepada instansi resmi yang mensyaratkan terjemahan tersebut.
Meski demikian, terjemahan tersumpah tidak otomatis menggantikan proses legalisasi atau apostille apabila proses tambahan itu di wajibkan.
Baca Juga : Legalisir atau Apostille Akta Kematian Apa Perbedaannya?
Bahasa Apa yang Di gunakan untuk Menerjemahkan Akta Kematian?
Bahasa terjemahan harus di sesuaikan dengan persyaratan negara dan instansi penerima.
Beberapa bahasa yang mungkin di butuhkan meliputi:
- Bahasa Inggris, untuk berbagai keperluan administrasi internasional.
- Bahasa Belanda, untuk kebutuhan tertentu yang berkaitan dengan instansi di Belanda.
- Bahasa Jerman, untuk pengurusan dokumen di Jerman.
- Bahasa Jepang, untuk administrasi yang mensyaratkan dokumen berbahasa Jepang.
- Bahasa Mandarin, untuk keperluan di instansi yang menggunakan bahasa Mandarin.
- Bahasa lainnya, sesuai persyaratan negara tujuan.
Jangan langsung menganggap bahasa Inggris selalu di terima. Sebagian instansi hanya menerima dokumen dalam bahasa resmi negara mereka atau meminta terjemahan dari penerjemah yang memenuhi kriteria tertentu.
Baca Juga : Apakah Akta Kematian Bisa Dilegalisir Digunakan di Luar Negeri?
Dokumen yang Di perlukan untuk Menerjemahkan Akta Kematian
Sebelum mengajukan penerjemahan, siapkan dokumen dan informasi yang di butuhkan agar proses berjalan lebih lancar.
Dokumen yang umumnya perlu di persiapkan meliputi:
- Akta kematian asli atau salinan yang dapat di baca dengan jelas.
- Salinan atau hasil pindai akta kematian berwarna jika di perlukan.
- Informasi bahasa tujuan penerjemahan.
- Nama instansi atau negara tempat dokumen akan di gunakan.
- Dokumen pendukung apabila terdapat perbedaan ejaan nama atau data.
- Persyaratan khusus dari instansi penerima, jika ada.
Apabila dokumen memiliki tulisan yang tidak terbaca, kesalahan data, atau perbedaan nama dengan dokumen lain, sebaiknya persoalan tersebut di klarifikasi sebelum penerjemahan di lakukan.
Baca Juga : Legalisir Akta Kematian untuk Urusan Warisan di Luar Negeri
Bagaimana Prosedur Penerjemahan Tersumpah Akta Kematian?
Prosedur penerjemahan dapat berbeda berdasarkan penyedia jasa dan kebutuhan dokumen. Secara umum, tahapannya adalah sebagai berikut.
1. Memeriksa Persyaratan Instansi Tujuan
Pastikan instansi penerima menerima terjemahan tersumpah dari Indonesia. Tanyakan bahasa yang di perlukan, bentuk dokumen yang di terima, dan apakah terjemahan harus di lengkapi legalisasi atau apostille.
2. Menyiapkan Akta Kematian
Siapkan dokumen yang jelas dan lengkap. Pastikan nama, tanggal lahir, tanggal kematian, tempat kematian, serta informasi lainnya terbaca dengan baik.
3. Memilih Penerjemah Tersumpah
Pilih penerjemah yang memiliki kualifikasi sesuai kebutuhan dan dapat menerjemahkan ke bahasa yang di minta. Untuk penggunaan di luar negeri, pastikan hasil terjemahannya memenuhi ketentuan instansi penerima.
Baca Juga : Legalisir Akta Kematian Pengurusan Warisan, Harta di Luar Negeri
4. Melakukan Proses Penerjemahan
Penerjemah akan menerjemahkan isi akta kematian dengan mempertahankan informasi penting dari dokumen sumber. Nama, tanggal, nomor dokumen, dan keterangan resmi harus di tangani secara cermat.
5. Memeriksa Hasil Terjemahan
Periksa kembali hasil terjemahan untuk memastikan tidak ada kesalahan penulisan nama, tanggal, atau informasi penting lainnya.
6. Mengurus Legalisasi atau Apostille Jika Di perlukan
Setelah terjemahan selesai, periksa apakah dokumen perlu menjalani proses legalisasi atau apostille. Persyaratan ini bergantung pada negara tujuan, jenis dokumen, dan kebijakan instansi penerima.
Baca Juga : Kesalahan Harus Dihindari Saat Legalisir Akta Kematian Luar Negeri
Apakah Akta Kematian Perlu Di legalisasi atau Di beri Apostille?
Tidak semua akta kematian yang di terjemahkan tersumpah memerlukan legalisasi atau apostille. Keduanya merupakan proses yang berbeda dari penerjemahan.
Terjemahan tersumpah berkaitan dengan pengalihan isi dokumen ke bahasa lain oleh penerjemah yang memenuhi persyaratan. Sementara itu, apostille merupakan sertifikat yang di gunakan untuk mengautentikasi asal tanda tangan, kapasitas penandatangan, dan, jika relevan, identitas cap atau stempel pada dokumen publik.
Apostille dapat di gunakan untuk dokumen yang akan di pakai di negara tujuan yang menjadi pihak pada Konvensi Apostille dan apabila ketentuan yang berlaku mencakup dokumen tersebut. Dalam situasi lain, legalisasi melalui jalur yang di tentukan mungkin masih di perlukan.
Sebelum memproses dokumen, pastikan apakah yang perlu di beri apostille adalah akta kematian asli, hasil terjemahan, atau keduanya. Jangan mengasumsikan bahwa apostille atas satu dokumen otomatis berlaku untuk dokumen lainnya.

Berapa Biaya dan Lama Penerjemahan Akta Kematian?
Biaya penerjemahan tersumpah bergantung pada bahasa tujuan, jumlah halaman, tingkat kesulitan dokumen, serta kebutuhan layanan tambahan.
Jika dokumen juga memerlukan legalisasi atau apostille, biaya keseluruhan dapat bertambah. Begitu pula dengan waktu pengerjaan yang dapat berbeda berdasarkan antrean penerjemah, kelengkapan dokumen, dan prosedur instansi terkait.
Untuk memperoleh perkiraan biaya dan waktu yang lebih akurat, mintalah penawaran berdasarkan dokumen yang akan di terjemahkan serta jelaskan negara dan tujuan penggunaannya.
Baca Juga :
Kesalahan yang Harus Di hindari Saat Menerjemahkan Akta Kematian
Ada beberapa kesalahan yang dapat menyebabkan dokumen tidak di terima atau proses administrasi menjadi lebih lama.
1. Tidak Memeriksa Ketentuan Negara Tujuan
Setiap negara dan instansi dapat memiliki aturan berbeda. Menggunakan jenis terjemahan yang tidak sesuai dapat menyebabkan dokumen harus di terjemahkan ulang.
2. Menggunakan Terjemahan yang Tidak Memenuhi Persyaratan
Terjemahan biasa mungkin tidak di terima apabila instansi secara khusus meminta penerjemah tersumpah atau penerjemah yang di akui oleh otoritas setempat.
3. Mengabaikan Perbedaan Nama dan Tanggal
Perbedaan penulisan nama, tanggal, atau informasi identitas antara akta kematian dan dokumen pendukung perlu di periksa agar tidak menimbulkan kendala.
4. Menganggap Terjemahan Tersumpah Sudah Cukup
Sebagian keperluan membutuhkan tahapan tambahan, seperti legalisasi atau apostille. Karena itu, pastikan seluruh persyaratan dipenuhi sebelum menyerahkan dokumen.
Tips Memilih Jasa Penerjemah Tersumpah Akta Kematian
Memilih jasa penerjemah yang tepat dapat membantu mengurangi risiko kesalahan administrasi. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Pastikan status dan kualifikasi penerjemah sesuai persyaratan yang berlaku.
- Pilih penerjemah yang menguasai bahasa tujuan.
- Tanyakan apakah hasil terjemahan memenuhi ketentuan instansi penerima.
- Pastikan biaya dan estimasi waktu disampaikan dengan jelas.
- Jaga kerahasiaan data pribadi yang tercantum dalam dokumen.
- Konfirmasikan kebutuhan legalisasi atau apostille sebelum memulai proses.
Jika membutuhkan bantuan untuk menyiapkan dokumen, Anda dapat mempertimbangkan layanan penerjemahan tersumpah yang juga memberikan informasi mengenai persyaratan administrasi untuk penggunaan dokumen di luar negeri.
Akta kematian tidak selalu harus diterjemahkan tersumpah. Namun, penerjemahan tersebut umumnya diperlukan apabila instansi penerima di luar negeri secara khusus mensyaratkan terjemahan resmi untuk keperluan warisan, asuransi, pengadilan, perubahan data keluarga, atau administrasi lainnya.
Sebelum memulai proses, pastikan bahasa yang diminta, kualifikasi penerjemah yang diterima, serta kebutuhan legalisasi atau apostille. Dengan memeriksa persyaratan sejak awal, Anda dapat menghindari biaya tambahan dan memperkecil risiko dokumen ditolak.
Konsultasi Legalisir Sekarang!