Apa Itu Sertifikat Proficiency in Survival Craft and Rescue Boats?

Santsanisy

Apa Itu Sertifikat Proficiency in Survival Craft and Rescue Boats
Direktur Utama Jangkar Groups

Dalam dunia pelayaran, keselamatan awak kapal menjadi prioritas utama yang tidak boleh pelaut abaikan. Setiap pelaut perlu memahami prosedur penyelamatan, penggunaan alat keselamatan, serta tindakan yang tepat ketika kapal menghadapi keadaan darurat. Oleh karena itu, pelaut membutuhkan keterampilan khusus agar mampu menjaga keselamatan diri sendiri dan membantu orang lain saat menghadapi situasi berbahaya.

Salah satu sertifikat keterampilan yang berkaitan langsung dengan kemampuan tersebut ialah Proficiency in Survival Craft and Rescue Boats atau SCRB. Sertifikat ini membuktikan bahwa seorang pelaut memiliki kompetensi untuk menangani sekoci penolong dan sarana penyelamatan lainnya sesuai standar keselamatan pelayaran.

Lantas, apa itu sertifikat Proficiency in Survival Craft and Rescue Boats, siapa yang membutuhkannya, dan bagaimana cara memperolehnya? Artikel ini membahas pengertian, fungsi, materi pelatihan, persyaratan, manfaat, hingga hal-hal penting yang perlu pelaut pahami sebelum mengikuti pelatihan SCRB.

Baca juga : Sertifikat Proficiency in Survival Craft and Rescue Boats (PSCRB)

Apa Itu Sertifikat Proficiency in Survival Craft and Rescue Boats?

Proficiency in Survival Craft and Rescue Boats merupakan sertifikat keterampilan pelaut yang berkaitan dengan pengoperasian sekoci penolong dan sarana penyelamatan saat keadaan darurat. Dalam konteks pelayaran, survival craft mencakup sarana yang membantu awak kapal bertahan hidup setelah meninggalkan kapal, sedangkan rescue boat berfungsi untuk mendukung operasi penyelamatan.

Secara umum, sertifikat SCRB menunjukkan kompetensi pelaut dalam mempersiapkan, meluncurkan, mengoperasikan, dan menangani sarana penyelamatan sesuai prosedur keselamatan. Selain itu, pelaut perlu memahami cara mengendalikan sekoci, menggunakan perlengkapan darurat, serta membantu para korban setelah proses evakuasi.

Sertifikat ini berkaitan dengan ketentuan International Convention on Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers atau STCW. Konvensi tersebut menetapkan standar pelatihan, sertifikasi, dan kompetensi bagi pelaut. Secara khusus, Regulation VI/2 dan Section A-VI/2 STCW mengatur kompetensi untuk survival craft, rescue boats, dan fast rescue boats.

Dengan demikian, SCRB bukan sekadar dokumen pelengkap administrasi. Sertifikat ini berkaitan dengan kemampuan nyata yang pelaut perlukan untuk menghadapi keadaan darurat di laut.

Baca juga : Syarat Mengurus Sertifikat PSCRB untuk Pelaut

Fungsi dan Tujuan Sertifikat SCRB

Sertifikat SCRB memiliki fungsi penting bagi keselamatan kapal dan seluruh awaknya. Melalui pelatihan yang sesuai, pelaut dapat mempelajari prosedur penyelamatan secara sistematis sekaligus meningkatkan kesiapan saat menghadapi situasi yang tidak terduga.

Berikut beberapa fungsi utama sertifikat SCRB.

1. Membuktikan kompetensi keselamatan pelaut

Sertifikat SCRB menjadi bukti bahwa pelaut telah memenuhi standar kompetensi yang berlaku untuk pengoperasian survival craft dan rescue boat sesuai ruang lingkup sertifikatnya. Kompetensi tersebut mencakup pengetahuan teknis, keterampilan praktis, serta pemahaman terhadap prosedur darurat.

Selain itu, bukti kompetensi membantu perusahaan pelayaran menilai kesesuaian kualifikasi awak kapal dengan kebutuhan operasional.

2. Mendukung proses evakuasi kapal

Ketika kebakaran, kebocoran, atau keadaan darurat lain mengancam keselamatan kapal, awak kapal mungkin perlu melaksanakan evakuasi. Dalam situasi tersebut, pelaut yang memiliki kompetensi SCRB dapat membantu menyiapkan sekoci, mengatur proses peluncuran, dan mengarahkan penumpang menuju sarana penyelamatan.

Namun, setiap tindakan tetap harus mengikuti instruksi nakhoda, prosedur darurat kapal, serta pembagian tugas awak kapal.

Baca juga : Cara untuk Mendapatkan Sertifikat PSCRB

3. Meningkatkan kesiapan menghadapi keadaan darurat

Keadaan darurat di laut sering menuntut keputusan cepat. Oleh sebab itu, pelaut perlu memahami prosedur sebelum situasi berbahaya benar-benar terjadi.

Melalui latihan praktis, pelaut dapat mengenali perlengkapan sekoci, memahami mekanisme peluncuran, serta melatih koordinasi dengan anggota awak lainnya. Dengan demikian, mereka memiliki dasar keterampilan yang lebih baik saat menjalankan tugas penyelamatan.

4. Mendukung pemenuhan persyaratan kerja

Sejumlah posisi dan penugasan kapal membutuhkan bukti kompetensi keselamatan yang sesuai dengan tanggung jawab awak kapal. Karena itu, sertifikat SCRB dapat mendukung kelengkapan dokumen profesional pelaut.

Meskipun demikian, kebutuhan sertifikat bergantung pada jabatan, jenis kapal, ketentuan yang berlaku, dan persyaratan perusahaan. Pelaut sebaiknya memeriksa persyaratan posisi yang mereka tuju sebelum mengikuti pelatihan.

Baca juga : Biaya Sertifikat PSCRB di Indonesia dan Proses Pengurusan

Dasar Aturan Sertifikat Proficiency in Survival Craft and Rescue Boats

Dasar Aturan Sertifikat Proficiency in Survival Craft and Rescue Boats

Standar internasional menjadi salah satu landasan utama pelatihan SCRB. Dalam kerangka STCW, Regulation VI/2 membahas persyaratan minimum sertifikasi keterampilan untuk survival craft, rescue boats, dan fast rescue boats.

Sementara itu, Section A-VI/2 pada STCW Code menjelaskan standar kompetensi yang harus pelaut penuhi. Standar tersebut mencakup kemampuan mengambil alih tanggung jawab atas survival craft atau rescue boat selama dan setelah peluncuran, mengoperasikan perlengkapan, serta menangani situasi setelah meninggalkan kapal.

International Maritime Organization atau IMO juga menerbitkan Model Course 1.23 untuk pelatihan Proficiency in Survival Craft and Rescue Boats selain Fast Rescue Boats. Edisi 2024 menjelaskan materi pelatihan yang mengacu pada standar kompetensi STCW.

Di Indonesia, ketentuan sertifikasi dan pelatihan pelaut mengikuti regulasi nasional yang berlaku serta ketentuan teknis Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Oleh karena itu, calon peserta perlu memastikan bahwa lembaga pelatihan dan program yang mereka pilih memiliki pengakuan sesuai ketentuan pemerintah.

Baca juga : Berapa Lama Proses Penerbitan Sertifikat PSCRB?

Siapa yang Membutuhkan Sertifikat SCRB?

Sertifikat SCRB relevan bagi pelaut yang menjalankan tugas keselamatan dan penyelamatan di kapal. Kebutuhan setiap orang dapat berbeda sesuai jabatan serta jenis operasi kapal.

Beberapa kelompok yang perlu mempertimbangkan sertifikat ini antara lain:

  1. Pelaut kapal niaga. Awak kapal niaga membutuhkan keterampilan keselamatan sesuai tanggung jawab dan persyaratan jabatan mereka.
  2. Perwira kapal. Perwira perlu memahami prosedur darurat dan pembagian tanggung jawab saat operasi penyelamatan.
  3. Pelaut yang mempersiapkan dokumen kerja. Calon awak kapal dapat memeriksa kebutuhan SCRB sebagai bagian dari persyaratan perusahaan atau posisi yang mereka incar.
  4. Pelaut yang ingin memperbarui kompetensi. Pelaut berpengalaman perlu memastikan bahwa kompetensi mereka tetap memenuhi standar yang berlaku.
  5. Pelaut yang merencanakan karier internasional. Mereka perlu memperhatikan pengakuan sertifikat dan persyaratan administrasi negara atau perusahaan tujuan.

Perlu dipahami bahwa tidak semua jabatan memiliki persyaratan identik. Karena itu, pelaut sebaiknya mencocokkan sertifikat dengan kebutuhan jabatan dan dokumen pelayaran masing-masing.

Baca juga : Masa Berlaku Sertifikat PSCRB dan Perpanjangannya

Persyaratan untuk Memperoleh Sertifikat SCRB

Sebelum mengikuti pelatihan, calon peserta perlu memeriksa persyaratan administratif dan kompetensi. Pemeriksaan awal membantu mencegah masalah saat pendaftaran maupun proses penerbitan sertifikat.

Secara umum, beberapa persyaratan yang perlu calon peserta perhatikan meliputi hal-hal berikut.

1. Memenuhi batas usia

Ketentuan STCW untuk sertifikat SCRB selain fast rescue boat menetapkan usia minimum 18 tahun. Pelaut perlu memastikan bahwa mereka memenuhi batas usia sesuai aturan yang berlaku di Indonesia.

2. Memiliki pengalaman berlayar yang sesuai

Persyaratan internasional mengatur pengalaman berlayar yang disetujui atau kombinasi pengalaman berlayar dengan pelatihan yang disetujui. Dalam penerapan nasional, persyaratan masa layar dan pelatihan perlu mengikuti ketentuan Indonesia yang berlaku.

Oleh sebab itu, calon peserta sebaiknya memeriksa buku pelaut dan bukti masa layar sebelum mendaftar. Jika belum yakin mengenai kecukupan masa layar, mintalah konfirmasi dari lembaga pelatihan yang berwenang.

Baca juga : PSCRB untuk Pelaut Fungsi, Manfaat, dan Kegunaannya di Kapal

3. Memenuhi persyaratan pelatihan

Calon peserta perlu mengikuti program SCRB yang mendapat pengakuan sesuai ketentuan. Program tersebut harus membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan praktis berdasarkan standar kompetensi yang berlaku.

4. Menyiapkan dokumen administrasi

Dokumen yang mungkin diperlukan meliputi identitas diri, buku pelaut, sertifikat Basic Safety Training atau BST, bukti pengalaman berlayar, surat keterangan kesehatan, serta dokumen pendukung lain sesuai ketentuan lembaga.

Namun, daftar tersebut bukan daftar final untuk setiap peserta. Persyaratan administratif dapat berubah sesuai kebijakan terbaru dan kondisi pemohon. Karena itu, konfirmasikan daftar dokumen kepada lembaga pelatihan atau instansi yang berwenang sebelum menyerahkan berkas.

Baca juga : Perbedaan PSCRB dengan Sertifikat Keselamatan Pelaut Lainnya

Materi yang Dipelajari dalam Pelatihan SCRB

Pelatihan SCRB menggabungkan pemahaman teori dengan latihan keterampilan praktis. Tujuannya ialah membentuk pelaut yang mampu menangani sarana penyelamatan secara aman dan teratur.

Berikut beberapa materi penting yang umumnya menjadi bagian dari pelatihan.

1. Pengenalan survival craft dan rescue boat

Peserta mempelajari jenis, konstruksi, karakteristik, serta perlengkapan sarana penyelamatan. Selain itu, mereka mengenali fungsi jaket keselamatan, alat komunikasi, perlengkapan navigasi sederhana, dan peralatan pendukung lainnya.

Pemahaman ini membantu pelaut memilih serta menggunakan perlengkapan sesuai kebutuhan darurat.

2. Prosedur persiapan dan peluncuran sekoci

Peserta mempelajari tahapan persiapan sekoci, pemeriksaan perlengkapan, prosedur naik ke sekoci, serta teknik peluncuran yang aman. Mereka juga mempelajari risiko yang berkaitan dengan mekanisme peluncuran dan pelepasan.

Selanjutnya, peserta berlatih mengikuti instruksi dan menjaga koordinasi dengan anggota tim agar proses berjalan tertib.

Baca juga : Dokumen yang Dibutuhkan untuk Mengurus Sertifikat PSCRB

3. Pengoperasian sekoci setelah peluncuran

Setelah sekoci berada di air, pelaut perlu memahami cara mengendalikan perahu, mengarahkan gerakannya, serta menggunakan perlengkapan yang tersedia. Mereka juga mempelajari tindakan yang tepat untuk menjauh dari kapal apabila kondisi mengharuskannya.

Kemampuan ini penting karena keberhasilan evakuasi tidak berhenti ketika sekoci menyentuh permukaan laut. Awak juga perlu menjaga keselamatan orang-orang yang berada dalam sekoci.

4. Penanganan korban dan penyintas

Pelatihan mencakup tindakan untuk menjaga keselamatan orang setelah evakuasi. Peserta mempelajari pengaturan posisi penyintas, penggunaan perlengkapan darurat, serta pemberian pertolongan awal sesuai kompetensi yang mereka miliki.

Selain itu, peserta perlu memahami pentingnya menjaga ketenangan dan mengoordinasikan tindakan bersama awak lainnya.

5. Penggunaan alat komunikasi dan isyarat darurat

Dalam keadaan darurat, komunikasi dapat membantu tim penyelamat menemukan posisi korban. Oleh karena itu, pelaut perlu memahami penggunaan perlengkapan komunikasi dan alat pemberi isyarat sesuai prosedur keselamatan.

Materi ini juga membantu peserta mengenali cara menyampaikan informasi secara jelas dan menghindari kesalahan komunikasi.

6. Pemeriksaan dan pemeliharaan perlengkapan

Peserta mempelajari pentingnya memeriksa kondisi peralatan keselamatan serta mengenali kerusakan yang dapat menghambat operasi penyelamatan. Selain itu, mereka memahami perlunya pelaporan apabila menemukan perlengkapan yang tidak berfungsi dengan baik.

Dengan pemeriksaan yang teratur, awak kapal dapat membantu menjaga kesiapan sarana penyelamatan sebelum keadaan darurat muncul.

Baca juga : Renewal atau Revalidasi Sertifikat PSCRB Syarat dan Prosedur

Bagaimana Cara Mendapatkan Sertifikat SCRB?

Calon peserta dapat memulai proses dengan memeriksa persyaratan, memilih lembaga pelatihan yang sesuai, lalu mengikuti seluruh tahapan program. Agar lebih mudah, berikut urutan yang dapat menjadi panduan awal.

  1. periksa kelengkapan persyaratan. Cocokkan usia, dokumen identitas, buku pelaut, sertifikat pendukung, dan bukti masa layar dengan ketentuan yang berlaku.
  2. pilih lembaga pelatihan yang diakui. Pastikan lembaga tersebut menyelenggarakan pelatihan SCRB sesuai standar kompetensi dan ketentuan nasional. Jangan hanya mempertimbangkan harga; periksa pula legalitas, fasilitas praktik, dan prosedur penerbitan sertifikat.
  3. lakukan pendaftaran. Lengkapi formulir dan serahkan dokumen sesuai petunjuk lembaga. Jika ada dokumen yang belum lengkap, tanyakan cara memenuhi persyaratan sebelum mengikuti pelatihan.
  4. ikuti pembelajaran teori dan praktik. Peserta perlu memahami materi serta menunjukkan keterampilan yang menjadi bagian dari penilaian kompetensi.
  5. penuhi evaluasi kompetensi. Lembaga pelatihan akan menilai peserta sesuai standar yang berlaku. Peserta perlu memenuhi ketentuan penilaian sebelum melanjutkan ke tahap sertifikasi.
  6. periksa hasil penerbitan sertifikat. Setelah seluruh persyaratan terpenuhi, pastikan nama, nomor sertifikat, tanggal penerbitan, dan informasi lain tercantum secara benar. Simpan dokumen dengan baik dan periksa statusnya melalui sarana resmi yang tersedia.

Dengan mengikuti tahapan tersebut, pelaut dapat mengelola proses sertifikasi secara lebih terarah. Namun, selalu gunakan petunjuk terbaru dari lembaga berwenang karena persyaratan operasional dan administrasi dapat berubah.

Perbedaan SCRB dan Fast Rescue Boat

SCRB dan Fast Rescue Boat atau FRB sama-sama berkaitan dengan keselamatan maritim. Akan tetapi, keduanya memiliki ruang lingkup kompetensi yang berbeda.

SCRB berfokus pada survival craft dan rescue boat selain fast rescue boat. Kompetensinya mencakup persiapan, peluncuran, pengoperasian, dan penanganan sarana penyelamatan sesuai standar yang berlaku.

Sebaliknya, FRB berfokus pada pengoperasian sekoci penolong cepat. Pelatihan ini menuntut keterampilan khusus untuk menangani perahu berkecepatan tinggi dalam operasi penyelamatan.

Dalam kerangka STCW, sertifikasi fast rescue boat memiliki persyaratan tersendiri, termasuk kepemilikan sertifikat SCRB yang relevan, pelatihan yang disetujui, serta pemenuhan standar kompetensi FRB. Karena itu, pelaut tidak boleh menganggap SCRB dan FRB sebagai sertifikat yang saling menggantikan.

Masa Berlaku dan Pembaruan Kompetensi SCRB

Masa berlaku sertifikat perlu pelaut periksa secara cermat. Sebagai contoh, data verifikasi sertifikat pelaut pada portal resmi Kementerian Perhubungan dapat menampilkan tanggal penerbitan, tanggal berakhir, serta status sertifikat. Akan tetapi, tanggal pada setiap sertifikat bergantung pada data dan ketentuan yang berlaku bagi pemegangnya.

Selain masa berlaku administratif, standar STCW mengatur pembuktian bahwa pelaut tetap mempertahankan kompetensi tertentu pada interval yang tidak melebihi lima tahun. Pemenuhan ketentuan tersebut dapat melibatkan pelatihan penyegaran atau bukti kompetensi yang memenuhi persyaratan.

Oleh karena itu, jangan hanya mengandalkan perkiraan masa berlaku berdasarkan sertifikat milik orang lain. Periksa tanggal pada sertifikat sendiri dan konfirmasikan prosedur pembaruan kepada instansi atau lembaga yang berwenang.

Manfaat Sertifikat SCRB bagi Karier Pelaut

Sertifikat SCRB memberikan manfaat yang berkaitan dengan kesiapan profesional dan keselamatan kerja. Pertama, pelaut memperoleh pemahaman lebih baik tentang pengoperasian sarana penyelamatan. Kedua, pelatihan membantu meningkatkan kedisiplinan dalam mengikuti prosedur darurat. Ketiga, sertifikat dapat mendukung pemenuhan persyaratan jabatan tertentu.

Selain itu, keterampilan penyelamatan menjadi bagian penting dari profesionalisme awak kapal. Perusahaan pelayaran membutuhkan awak yang memahami tugasnya, mampu bekerja sama, dan siap mengikuti prosedur keselamatan.

Meskipun demikian, SCRB tidak otomatis menjamin penerimaan kerja atau kenaikan jabatan. Pelaut tetap perlu memenuhi persyaratan lain, seperti sertifikat kompetensi, pengalaman berlayar, kesehatan, serta kualifikasi khusus sesuai posisi yang mereka lamar.

Kesalahan yang Perlu Pelaut Hindari

Saat mengurus sertifikat SCRB, beberapa kesalahan dapat menghambat proses administrasi. Oleh karena itu, pelaut sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut.

  1. Mengabaikan persyaratan usia dan masa layar.
  2. Memilih lembaga tanpa memeriksa pengakuan atau legalitasnya.
  3. Menyerahkan dokumen dengan data yang tidak konsisten.
  4. Menganggap SCRB sama dengan sertifikat FRB.
  5. Menunda pemeriksaan masa berlaku dan status sertifikat.
  6. Menggunakan jasa yang menjanjikan sertifikat tanpa pelatihan atau pemenuhan kompetensi yang sah.

Sebagai langkah pencegahan, periksa setiap informasi melalui saluran resmi. Jika ada persyaratan yang belum jelas, mintalah penjelasan sebelum membayar biaya pelatihan atau pengurusan administrasi.

Sertifikat Proficiency in Survival Craft and Rescue Boats

Sertifikat Proficiency in Survival Craft and Rescue Boats merupakan sertifikat keterampilan yang membuktikan kompetensi pelaut dalam menangani sarana penyelamatan, terutama sekoci penolong dan rescue boat selain fast rescue boat. Jadi Sertifikat ini berkaitan dengan standar STCW serta mendukung kesiapan awak kapal saat menghadapi keadaan darurat.

Untuk memperolehnya, calon peserta perlu memenuhi persyaratan usia, pengalaman berlayar, pelatihan, dan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku. Selanjutnya, peserta harus mengikuti pembelajaran teori dan praktik serta memenuhi penilaian kompetensi.

Pada akhirnya, pelaut perlu menjaga keabsahan dokumen dan memastikan kompetensinya tetap memenuhi standar. Dengan persiapan yang tepat, proses sertifikasi dapat berjalan lebih terarah sekaligus mendukung pengembangan karier di bidang pelayaran.

Konsultasikan Pengurusan Sertifikat Pelaut Anda Sekarang

Santsanisy