Apa Itu Bekerja Secara Legal? Pengertian dan Contohnya

Santsanisy

Apa Itu Bekerja Secara Legal? Pengertian dan Contohnya
Direktur Utama Jangkar Groups

Bekerja secara legal merupakan hal penting bagi setiap orang yang ingin memperoleh penghasilan secara sah, baik di Indonesia maupun luar negeri. Status pekerjaan yang legal memberikan perlindungan hukum, kepastian hak dan kewajiban, serta rasa aman selama seseorang menjalankan aktivitas profesionalnya. Oleh karena itu, setiap calon pekerja perlu memahami pengertian bekerja secara legal, persyaratan yang harus terpenuhi, serta contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, perkembangan dunia kerja membuka banyak peluang bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan lintas negara. Namun, setiap negara memiliki peraturan ketenagakerjaan, keimigrasian, dan perizinan yang berbeda. Dengan demikian, seseorang perlu memastikan bahwa seluruh persyaratan telah terpenuhi sebelum mulai bekerja.

Lantas, apa itu bekerja secara legal? Bagaimana contoh pekerjaan legal, apa saja syaratnya, dan apa risiko ketika seseorang bekerja tanpa izin yang sesuai? Simak penjelasan lengkap berikut ini.

Baca juga : Bekerja Secara Legal di Luar Negeri Panduan Lengkap

Bekerja secara legal adalah aktivitas pekerjaan yang seseorang jalankan sesuai dengan hukum, peraturan ketenagakerjaan, serta ketentuan perizinan yang berlaku. Artinya, pekerja dan pemberi kerja harus memenuhi persyaratan hukum yang relevan dengan jenis pekerjaan, lokasi kerja, serta status hubungan kerja mereka.

Sebagai contoh, seorang karyawan yang bekerja pada perusahaan resmi dengan perjanjian kerja yang sah menjalankan pekerjaan secara legal. Begitu pula seorang tenaga profesional asing yang bekerja pada perusahaan Indonesia setelah memenuhi persyaratan keimigrasian dan ketenagakerjaan yang berlaku.

Namun, bekerja secara legal tidak hanya berkaitan dengan kepemilikan kontrak kerja. Seseorang juga perlu memperhatikan izin kerja, status keimigrasian, kewajiban pajak, standar keselamatan kerja, serta ketentuan lain yang relevan.

Selain itu, legalitas pekerjaan dapat berbeda menurut negara dan jenis profesi. Seorang dokter, pelaut, pekerja konstruksi, dan tenaga administrasi mungkin menghadapi persyaratan yang berbeda. Oleh sebab itu, setiap calon pekerja perlu memeriksa ketentuan khusus sebelum menerima tawaran pekerjaan.

Baca juga : Perbedaan Kerja Legal dan Ilegal di Luar Negeri

Mengapa Bekerja Secara Legal Sangat Penting

Bekerja secara legal memberikan manfaat bagi pekerja maupun pemberi kerja. Berikut beberapa alasan utama mengapa legalitas pekerjaan perlu menjadi prioritas.

1. Memberikan Perlindungan Hukum

Pertama, status kerja yang legal membantu pekerja memperoleh perlindungan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Perlindungan tersebut dapat mencakup hak atas upah, waktu kerja, waktu istirahat, keselamatan kerja, serta penyelesaian perselisihan ketenagakerjaan.

Sebagai contoh, seorang karyawan yang memiliki hubungan kerja formal dapat menggunakan mekanisme penyelesaian perselisihan apabila perusahaan tidak memenuhi kewajibannya. Meskipun demikian, bentuk perlindungan yang tersedia tetap bergantung pada status hubungan kerja dan peraturan yang berlaku.

2. Menjamin Kepastian Hak dan Kewajiban

Selanjutnya, legalitas pekerjaan membantu kedua pihak memahami hak dan tanggung jawab masing-masing. Perjanjian kerja dapat menjelaskan jabatan, tugas, besaran upah, jam kerja, masa kontrak, serta ketentuan pengakhiran hubungan kerja.

Dengan adanya kesepakatan yang jelas, pekerja dapat memahami kewajibannya sejak awal. Sebaliknya, pemberi kerja juga memperoleh kepastian mengenai tanggung jawab pekerja selama menjalankan tugas.

Baca juga : Syarat Bekerja Secara Legal di Luar Negeri

3. Mengurangi Risiko Masalah Hukum

Selain memberikan perlindungan, pekerjaan legal membantu seseorang menghindari masalah akibat pelanggaran hukum. Risiko tersebut menjadi semakin penting ketika seseorang bekerja pada sektor yang memerlukan izin khusus atau ketika ia menerima pekerjaan dari perusahaan luar negeri.

Misalnya, seorang warga negara Indonesia yang menerima tawaran kerja dari perusahaan asing perlu memeriksa persyaratan keberangkatan, dokumen ketenagakerjaan, serta ketentuan imigrasi negara tujuan. Langkah ini membantu mengurangi risiko penipuan dan pelanggaran peraturan.

4. Meningkatkan Kepercayaan Perusahaan

Perusahaan umumnya membutuhkan tenaga kerja yang memenuhi persyaratan administratif dan profesional. Karena itu, kelengkapan dokumen, sertifikat kompetensi, serta status kerja yang sah dapat meningkatkan kepercayaan pemberi kerja.

Lebih lanjut, pekerja yang memenuhi persyaratan hukum memiliki peluang untuk membangun karier secara lebih terarah. Mereka juga dapat menunjukkan rekam jejak profesional yang lebih jelas ketika melamar pekerjaan baru.

5. Mendukung Keamanan Finansial

Pekerjaan legal dapat memberikan kepastian mengenai pembayaran upah, manfaat ketenagakerjaan, dan kewajiban pajak. Untuk hubungan kerja tertentu, pekerja juga dapat memperoleh perlindungan melalui program jaminan sosial sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan demikian, pekerja memiliki dasar yang lebih kuat untuk merencanakan kebutuhan hidup, tabungan, dan tujuan finansial jangka panjang.

Baca juga : Dokumen untuk Bekerja Secara Legal di Luar Negeri

Bekerja secara legal memiliki banyak bentuk. Berikut beberapa contoh yang dapat membantu Anda memahami penerapannya.

1. Menjadi Karyawan Perusahaan Resmi

Seseorang yang bekerja sebagai staf administrasi, tenaga pemasaran, akuntan, atau operator produksi dapat menjalankan pekerjaan secara legal apabila hubungan kerjanya sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Dalam praktiknya, pekerja perlu memahami perjanjian kerja, ketentuan upah, jam kerja, serta hak dan kewajiban lainnya. Sementara itu, perusahaan perlu memenuhi tanggung jawabnya sebagai pemberi kerja.

Perlu Anda pahami bahwa kontrak tertulis bukan satu-satunya faktor penentu legalitas hubungan kerja. Ketentuan hukum juga mengatur hubungan kerja berdasarkan fakta dan unsur yang relevan.

2. Menjalankan Usaha Sendiri

Selanjutnya, seseorang yang menjalankan usaha sendiri dapat bekerja secara legal selama memenuhi ketentuan usaha yang berlaku. Contohnya meliputi pemilik toko, pengusaha kuliner, konsultan independen, dan penyedia jasa profesional.

Persyaratan usaha bergantung pada jenis kegiatan, skala usaha, serta tingkat risiko. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu memeriksa kebutuhan Nomor Induk Berusaha (NIB), perizinan sektoral, kewajiban pajak, dan persyaratan lain yang relevan.

Sebagai contoh, pemilik usaha makanan perlu memperhatikan ketentuan keamanan pangan serta perizinan yang berlaku untuk kegiatan usahanya. Dengan memenuhi ketentuan tersebut, pelaku usaha dapat menjalankan bisnis secara lebih tertib.

Baca juga : Visa Kerja dan Izin Kerja: Mengapa Penting untuk Bekerja?

3. Bekerja sebagai Tenaga Profesional

Dokter, perawat, insinyur, akuntan, dan tenaga profesional lainnya mungkin membutuhkan sertifikat kompetensi, registrasi profesi, atau izin praktik tertentu.

Sebagai contoh, seorang tenaga kesehatan harus memenuhi persyaratan profesi sesuai peraturan Indonesia sebelum memberikan layanan yang memerlukan kewenangan khusus. Dengan begitu, tenaga profesional dapat menjalankan tugas sesuai kompetensi dan batas kewenangannya.

4. Bekerja sebagai Pekerja Lepas

Pekerja lepas atau freelancer juga dapat menjalankan pekerjaan secara legal. Contohnya adalah desainer grafis, penulis artikel, penerjemah, pengembang perangkat lunak, dan fotografer.

Walaupun pekerja lepas tidak selalu memiliki hubungan kerja seperti karyawan, mereka tetap perlu memperhatikan kesepakatan dengan klien, hak kekayaan intelektual, kewajiban pajak, serta ketentuan usaha yang relevan.

Selain itu, kedua pihak sebaiknya menyepakati ruang lingkup pekerjaan, tenggat waktu, biaya jasa, dan mekanisme pembayaran secara jelas. Kesepakatan tersebut membantu mengurangi risiko perselisihan.

Baca juga : Cara Mendapatkan Pekerjaan di Luar Negeri Secara Legal

Bekerja di luar negeri memerlukan perhatian lebih karena seseorang harus mengikuti peraturan Indonesia dan negara tujuan. Persyaratan tersebut dapat mencakup dokumen perjalanan, ketentuan penempatan pekerja migran, izin kerja, serta izin tinggal yang sesuai.

Berikut beberapa contoh pekerjaan yang memerlukan pemeriksaan legalitas secara cermat.

1. Bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia

Pekerja Migran Indonesia (PMI) adalah warga negara Indonesia yang memenuhi kriteria hukum untuk bekerja dengan menerima upah di luar wilayah Indonesia. Calon PMI perlu mengikuti prosedur penempatan dan memenuhi persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku.

Proses tersebut dapat mencakup pemeriksaan identitas, dokumen perjalanan, perjanjian kerja, pemeriksaan kesehatan, pelatihan, dan persyaratan lain sesuai negara serta sektor pekerjaan.

Sebelum berangkat, calon pekerja sebaiknya memeriksa legalitas perusahaan penempatan, identitas pemberi kerja, rincian gaji, serta isi kontrak. Langkah ini penting untuk menghindari tawaran kerja palsu dan praktik perekrutan yang merugikan.

Baca juga : Kontrak Kerja sebagai Bukti Legalitas Pekerjaan

2. Bekerja sebagai Pelaut pada Kapal Asing

Pelaut yang bekerja pada kapal asing perlu memastikan bahwa dokumen pelayaran, sertifikat kompetensi, kontrak kerja, serta persyaratan negara atau bendera kapal telah terpenuhi.

Selain itu, pelaut perlu memahami ketentuan visa atau izin yang relevan dengan tugas dan pola perjalanan mereka. Persyaratan untuk awak kapal dapat berbeda dari persyaratan pekerja biasa karena karakteristik pekerjaan maritim.

Oleh sebab itu, calon pelaut sebaiknya memeriksa kredibilitas perusahaan perekrutan dan memastikan bahwa seluruh dokumen sesuai dengan posisi yang akan mereka jalankan.

3. Bekerja sebagai Tenaga Ahli Asing

Seorang warga negara asing yang menerima pekerjaan pada perusahaan Indonesia harus memenuhi ketentuan yang berlaku bagi tenaga kerja asing. Persyaratan dapat mencakup dokumen ketenagakerjaan, persetujuan atau pengesahan yang relevan, serta izin tinggal atau visa yang sesuai.

Sebagai contoh, seorang insinyur asing yang bekerja untuk proyek industri Indonesia tidak cukup hanya memiliki paspor dan kontrak kerja. Ia juga harus memastikan bahwa perusahaan serta dirinya memenuhi ketentuan penggunaan tenaga kerja asing dan keimigrasian yang berlaku.

4. Bekerja secara Jarak Jauh untuk Perusahaan Luar Negeri

Perkembangan teknologi memungkinkan seseorang bekerja dari Indonesia untuk perusahaan yang berkantor di negara lain. Contohnya adalah programmer, konsultan pemasaran, penerjemah, dan analis data.

Namun, pekerjaan jarak jauh tidak otomatis bebas dari kewajiban hukum. Pekerja tetap perlu memeriksa status hubungan kerja, perpajakan, ketentuan pembayaran lintas negara, serta aturan lain yang relevan.

Jika pekerjaan tersebut mengharuskan pekerja tinggal atau bekerja secara fisik di negara lain, ia juga perlu memastikan kesesuaian visa dan izin kerjanya.

Baca juga : Hak dan Perlindungan Pekerja yang Bekerja Secara Legal

Persyaratan bekerja secara legal bergantung pada jenis pekerjaan, status pekerja, dan lokasi kerja. Meskipun demikian, beberapa aspek berikut perlu mendapat perhatian.

1. Identitas dan Dokumen Pribadi

Pekerja perlu menyiapkan identitas yang sah, seperti KTP bagi warga negara Indonesia, paspor untuk perjalanan internasional, serta dokumen lain sesuai kebutuhan.

Pastikan seluruh informasi pada dokumen sesuai dengan identitas pemiliknya. Selain itu, periksa masa berlaku dokumen sebelum memulai proses perekrutan.

2. Perjanjian Kerja yang Jelas

Perjanjian kerja membantu menjelaskan hubungan antara pekerja dan pemberi kerja. Dokumen tersebut sebaiknya memuat jabatan, tugas, upah, masa kerja, jam kerja, dan ketentuan lain sesuai jenis hubungan kerja.

Untuk pekerjaan luar negeri, calon pekerja juga perlu memeriksa bahasa kontrak, lokasi kerja, fasilitas, potongan gaji, dan ketentuan pemutusan kontrak.

Baca juga : Risiko Bekerja Secara Ilegal di Luar Negeri

3. Izin Kerja atau Persyaratan Keimigrasian

Bagi pekerja yang akan bekerja lintas negara, izin kerja dan status keimigrasian menjadi aspek yang sangat penting. Visa kunjungan atau visa wisata pada umumnya tidak memberikan hak untuk melakukan semua jenis pekerjaan.

Oleh karena itu, calon pekerja perlu memeriksa jenis visa dan izin yang sesuai dengan aktivitas sebenarnya. Jangan hanya mengandalkan informasi dari perekrut tanpa melakukan verifikasi melalui sumber resmi.

4. Sertifikat atau Lisensi Profesi

Pekerjaan tertentu membutuhkan sertifikat kompetensi, lisensi, atau registrasi profesi. Contohnya meliputi tenaga kesehatan, pelaut, teknisi tertentu, dan profesi lain yang memiliki standar khusus.

Dengan memenuhi persyaratan tersebut, pekerja dapat membuktikan kompetensi sekaligus menjalankan pekerjaan sesuai ketentuan yang berlaku.

5. Kepatuhan terhadap Pajak dan Ketenagakerjaan

Aspek lain yang tidak kalah penting adalah kewajiban pajak serta peraturan ketenagakerjaan. Pekerja dan pemberi kerja perlu memahami kewajiban masing-masing berdasarkan status hubungan kerja dan peraturan yang relevan.

Untuk pekerjaan lintas negara, ketentuan perpajakan dapat melibatkan lebih dari satu yurisdiksi. Karena itu, pemeriksaan berdasarkan kondisi masing-masing menjadi langkah yang bijak.

Baca juga : Cara Memastikan Lowongan Kerja Luar Negeri Legal

Bekerja tanpa memenuhi persyaratan hukum dapat menimbulkan berbagai masalah. Tingkat risiko bergantung pada jenis pelanggaran, negara, serta keadaan yang menyertainya.

  1. pekerja dapat menghadapi sanksi administratif atau konsekuensi hukum lainnya. Dalam kasus pekerjaan lintas negara, pelanggaran izin kerja atau izin tinggal dapat memicu denda, pembatalan izin, deportasi, atau pembatasan masuk kembali sesuai peraturan negara terkait.
  2. pekerja berisiko mengalami eksploitasi. Pemberi kerja yang tidak bertanggung jawab dapat menahan pembayaran upah, mengubah ketentuan kerja secara sepihak, atau meminta pekerja melakukan tugas yang tidak sesuai dengan perjanjian.
  3. pekerja mungkin mengalami kesulitan saat mencari bantuan. Ketiadaan dokumen atau status kerja yang sesuai dapat memperumit penyelesaian perselisihan, walaupun hal tersebut tidak otomatis menghapus seluruh hak yang mungkin tetap berlaku menurut hukum.

Selain itu, bekerja tanpa dokumen yang sesuai dapat mengganggu rencana karier jangka panjang. Karena itu, pemeriksaan legalitas sejak awal jauh lebih baik daripada menghadapi masalah setelah pekerjaan berjalan.

Agar dapat bekerja dengan aman, lakukan beberapa langkah berikut sebelum menerima tawaran pekerjaan.

  1. Periksa identitas perusahaan. Pastikan perusahaan benar-benar beroperasi dan memiliki informasi kontak yang dapat diverifikasi.
  2. Baca kontrak secara menyeluruh. Periksa jabatan, lokasi kerja, gaji, jam kerja, masa kontrak, serta hak dan kewajiban kedua pihak.
  3. Verifikasi izin yang diperlukan. Untuk pekerjaan luar negeri, periksa persyaratan visa, izin kerja, dan prosedur penempatan melalui instansi resmi.
  4. Waspadai permintaan biaya yang mencurigakan. Jangan langsung membayar perekrut tanpa memahami dasar biaya, bukti pembayaran, dan ketentuan yang berlaku.
  5. Simpan salinan dokumen. Simpan paspor, kontrak, bukti pembayaran, korespondensi, dan dokumen penting lainnya pada tempat yang aman.
  6. Cari informasi dari sumber resmi. Gunakan informasi dari instansi pemerintah, otoritas imigrasi, dan lembaga ketenagakerjaan yang berwenang.

Selanjutnya, apabila Anda menemukan ketentuan yang sulit dipahami, mintalah penjelasan sebelum menandatangani dokumen atau melakukan perjalanan. Langkah sederhana ini dapat membantu Anda mengambil keputusan secara lebih matang.

Bekerja secara legal berarti menjalankan pekerjaan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Legalitas tersebut dapat mencakup hubungan kerja yang sah, pemenuhan persyaratan profesi, kepatuhan terhadap peraturan ketenagakerjaan, serta izin kerja dan izin tinggal yang sesuai apabila pekerjaan berlangsung lintas negara.

Contohnya meliputi menjadi karyawan perusahaan resmi, menjalankan usaha sendiri, bekerja sebagai tenaga profesional, menjalankan pekerjaan lepas, serta menjadi pekerja migran Indonesia melalui prosedur yang berlaku.

Oleh karena itu, jangan hanya mempertimbangkan besarnya gaji atau menariknya tawaran pekerjaan. Periksa juga legalitas perusahaan, kelengkapan dokumen, isi kontrak, serta persyaratan hukum yang berlaku. Dengan persiapan yang tepat, Anda dapat membangun karier secara lebih aman, terarah, dan profesional.

Konsultasikan Pengurusan untuk Pekerja Migran Anda Sekarang

Santsanisy