Biaya TKI Ke Malaysia Tidak Terlalu Mahal dan Tetap Terjangkau

Adi

Updated on:

Biaya TKI Ke Malaysia
Direktur Utama Jangkar Groups

Sebagai negara tetangga, Malaysia menjadi salah satu destinasi utama bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang ingin mencari nafkah di luar negeri. Meski biaya untuk berangkat ke Malaysia tidak terlalu mahal, namun ada beberapa hal yang perlu di perhatikan agar biaya hidup TKI di Malaysia tersebut tetap terjangkau dan tidak memberatkan bagi para calon TKI.

Baca juga : biaya tki ke korea selatan

DAFTAR ISI

Mencari rezeki di negeri orang adalah keputusan besar bagi masa depan keluarga. Jangan ambil risiko dengan jalur non-prosedural yang membahayakan keselamatan Anda. Pastikan keberangkatan Anda legal, aman, dan terlindungi oleh hukum dengan klik menu Pekerja Migran Indonesia di Jangkargroups sekarang juga

Latar Belakang: Magnet Upah Minimum RM 1.700

Memasuki tahun 2026, Malaysia tetap menjadi destinasi favorit bagi tenaga kerja asal Indonesia. Salah satu pemicu utamanya adalah kebijakan Pemerintah Malaysia yang secara resmi menetapkan Upah Minimum (UMR) sebesar RM 1.700 atau setara dengan kurang lebih Rp7,2 juta per bulan. Kenaikan signifikan ini menjadi angin segar yang menarik minat ribuan warga negara Indonesia untuk mengadu nasib di Negeri Jiran, mulai dari sektor manufaktur, perkebunan, hingga jasa domestik. Dengan selisih pendapatan yang cukup besar di bandingkan rata-rata upah di tanah air, migrasi kerja ke Malaysia di prediksi akan terus meningkat sepanjang tahun ini.

Pentingnya Jalur Resmi: Perlindungan Hukum vs Risiko Ilegal

Di tengah tingginya antusiasme tersebut, tantangan besar yang muncul adalah maraknya tawaran keberangkatan instan melalui jalur non-prosedural atau ilegal. Calon PMI harus menyadari bahwa berangkat tanpa dokumen resmi (jalur “belakang”) sangatlah berisiko; mulai dari ancaman deportasi, kekerasan fisik, hingga ketiadaan jaminan asuransi jika terjadi kecelakaan kerja atau sengketa gaji.

Melalui jalur resmi di bawah naungan BP2MI (Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia), setiap PMI mendapatkan kepastian hukum. Hak-hak Anda d ilindungi oleh Perjanjian Kerja yang sah, terdaftar dalam sistem negara, dan memiliki akses bantuan hukum penuh jika terjadi masalah di negara penempatan.

Tujuan Artikel: Transparansi Biaya dan Anti-Pungli

Masalah klasik yang sering di hadapi calon pekerja adalah ketidakjelasan mengenai besaran modal yang harus di keluarkan. Seringkali, ketidaktahuan ini di manfaatkan oleh oknum calo untuk melakukan pungutan liar (pungli) dengan kedok biaya administrasi yang melambung tinggi.

Artikel ini di susun untuk memberikan transparansi biaya secara mendetail berdasarkan regulasi terbaru tahun 2026. Dengan memahami rincian komponen biaya yang resmi, Anda dapat merencanakan keuangan dengan matang, menghindari jeratan utang rentenir, dan memastikan bahwa setiap rupiah yang Anda keluarkan memiliki dasar hukum yang jelas.

Persyaratan untuk menjadi TKI di Malaysia

Dasar Hukum Penempatan (Konteks Regulasi)

Memahami dasar hukum bukan sekadar formalitas, melainkan perisai bagi Anda selama bekerja di luar negeri. Di tahun 2026, tata kelola penempatan PMI ke Malaysia semakin di perketat demi menjamin keamanan dan kesejahteraan pekerja.

Pilar Utama: UU No. 18 Tahun 2017

Seluruh prosedur keberangkatan TKI/PMI bersandar pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Undang-undang ini mengubah paradigma lama: dari sekadar “mengirim tenaga kerja” menjadi “melindungi warga negara”.
Beberapa poin krusial dalam UU ini meliputi:

  1. Hak Atas Informasi: Calon PMI berhak mengetahui rincian biaya dan isi kontrak kerja sebelum berangkat.
  2. Jaminan Perlindungan: Perlindungan hukum, sosial, dan ekonomi di berikan mulai dari sebelum berangkat, selama di Malaysia, hingga kembali ke tanah air.
  3. Larangan Pembebanan Biaya Berlebih: Tegas melarang adanya komponen biaya yang tumpang tindih atau di bebankan secara ilegal kepada pekerja.

Update 2025/2026: Skema Zero Cost (Bebas Biaya)

Salah satu pencapaian regulasi terbaru yang berlaku efektif di tahun 2025 dan 2026 adalah penguatan skema Zero Cost atau Bebas Biaya Penempatan untuk sektor-sektor tertentu, khususnya sektor domestik (Asisten Rumah Tangga/ART).

Berdasarkan peraturan turunan dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KPPMI), skema ini menetapkan bahwa:

  1. Beban Majikan: Komponen seperti tiket pesawat, visa kerja (vdr), pemeriksaan kesehatan di Malaysia (FOMEMA), asuransi di negara tujuan, dan biaya jasa perusahaan (P3MI) wajib di tanggung sepenuhnya oleh pemberi kerja.
  2. Sektor Formal: Untuk sektor formal (Pabrik, Konstruksi, Perkebunan), skema biaya mengikuti kesepakatan Cost Structure resmi yang telah di setujui antara Pemerintah Indonesia dan Malaysia, di mana sebagian besar biaya administratif tetap di bebankan kepada majikan.
  3. Transparansi KUR: Bagi komponen biaya yang tetap harus di bayar secara pribadi (seperti dokumen identitas mandiri), pemerintah menyediakan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) Penempatan dengan bunga rendah, sehingga PMI tidak perlu menjual aset atau meminjam ke rentenir untuk modal awal.
  Calon Pekerja Migran Indonesia

Penting untuk Di ingat: Jika Anda di minta membayar puluhan juta rupiah untuk sektor domestik yang seharusnya Zero Cost, segera laporkan melalui kanal pengaduan resmi BP2MI atau aplikasi SISKOPMI karena itu adalah indikasi kuat adanya praktik pungli.

Rincian Komponen Biaya Pra-Penempatan (Di Indonesia)

Sebelum Anda terbang ke Malaysia, terdapat beberapa tahapan administratif di Indonesia yang memerlukan biaya. Komponen biaya ini bersifat resmi dan memiliki tarif yang di tetapkan oleh pemerintah agar calon PMI memiliki kepastian finansial.

Berikut adalah rincian biaya yang harus di siapkan:

Dokumen Identitas (Paspor)

Paspor adalah dokumen wajib bagi setiap warga negara yang akan keluar negeri. Untuk calon PMI, di sarankan menggunakan paspor 48 halaman.

Paspor Biasa (48 Halaman): Rp350.000,-

E-Paspor (Paspor Elektronik): Rp650.000,- (Lebih di sarankan karena keamanan data yang lebih tinggi dan kemudahan melewati gerbang otomatis/autogate).

Catatan: Hindari menggunakan jasa calo; pendaftaran kini di lakukan secara online melalui aplikasi M-Paspor.

Pemeriksaan Kesehatan (Medical Check-up/MCU)

Setiap calon PMI wajib di nyatakan fit secara medis sebelum di berangkatkan. Pemeriksaan harus di lakukan di Sarana Kesehatan (Sarkes) yang telah ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan dan terintegrasi dengan sistem BP2MI.

Estimasi Biaya: Rp850.000,- hingga Rp1.200.000,- (tergantung kelengkapan tes yang di minta oleh pemberi kerja di Malaysia).

Komponen: Rontgen paru, tes darah, tes urin, hingga tes kehamilan bagi wanita.

Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan

Berdasarkan regulasi terbaru 2026, setiap PMI wajib terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk mendapatkan perlindungan komprehensif.

Premi Perlindungan: Sekitar Rp370.000,- (mencakup perlindungan 5 bulan sebelum keberangkatan, 24 bulan selama bekerja di Malaysia, dan 1 bulan setelah kembali).

Manfaat: Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi (BLK-LN)

Untuk sektor tertentu, calon PMI wajib mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLK-LN) untuk mendapatkan sertifikat kompetensi.

Estimasi Biaya: Rp2.500.000,- hingga Rp5.000.000,- (tergantung jenis pekerjaan dan durasi pelatihan).

Penting: Saat ini banyak Pemerintah Daerah (Pemda) yang memberikan subsidi pelatihan gratis, sehingga biaya ini bisa menjadi Rp0 bagi warga di daerah tertentu. Pastikan Anda mengecek program di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) setempat.

Visa Kerja (Calling Visa/VDR)

VDR (Visa Dengan Rujukan) adalah izin masuk sementara yang di keluarkan oleh Imigrasi Malaysia agar Anda bisa masuk ke Malaysia untuk tujuan bekerja.

Biaya Administrasi: Sekitar Rp800.000,- hingga Rp1.100.000,- yang di bayarkan ke perwakilan resmi (Kedutaan Besar atau Konsulat Malaysia).

Status: Biaya ini seringkali menjadi komponen yang bisa “di-reimburse” atau di bayarkan terlebih dahulu oleh majikan tergantung pada kontrak kerja Anda.

Komponen Biaya yang Di tanggung Majikan (Sesuai Aturan 2026)

Pemerintah Indonesia dan Malaysia telah menyepakati struktur biaya (cost structure) yang membagi beban finansial secara adil. Jika Anda di minta membayar komponen di bawah ini, itu merupakan pelanggaran kontrak dan aturan ketenagakerjaan.

Tiket Keberangkatan dan Kepulangan

Majikan wajib menanggung biaya transportasi udara dari bandara internasional terdekat di Indonesia ke Malaysia. Begitu juga saat kontrak berakhir, tiket kepulangan menjadi tanggung jawab majikan.

Peringatan: Jangan mau jika gaji Anda di potong setiap bulan dengan alasan “mencicil tiket pesawat”.

Visa Stamping di Malaysia

Setelah Anda tiba di Malaysia dengan Calling Visa (VDR), paspor Anda harus di proses untuk mendapatkan stiker izin kerja resmi (Stamping). Biaya administrasi imigrasi ini sepenuhnya di tanggung oleh majikan.

Pajak Pekerja Asing (Levy)

Pemerintah Malaysia mengenakan pajak tahunan bagi setiap pekerja asing yang disebut Levy. Berdasarkan aturan terbaru 2026, biaya ini tidak boleh di potong dari gaji pekerja. Majikanlah yang wajib menyetorkan pajak ini ke kerajaan Malaysia sebagai konsekuensi mempekerjakan tenaga kerja asing.

Pemeriksaan Kesehatan di Malaysia (FOMEMA)

Selain pemeriksaan kesehatan di Indonesia, sesampainya di Malaysia Anda wajib menjalani pemeriksaan kesehatan ulang melalui lembaga FOMEMA.

Estimasi Biaya: RM 180 – RM 190 (Sekitar Rp750.000 – Rp800.000).

Aturan: Biaya ini wajib di bayar oleh majikan sebagai syarat perpanjangan izin kerja tahunan.

Biaya Jasa Perusahaan Penempatan (P3MI)

Khusus untuk sektor domestik (Asisten Rumah Tangga, Pengasuh Anak/Lansia), biaya jasa atau placement fee yang di berikan kepada agen (P3MI di Indonesia dan Agensi di Malaysia) sepenuhnya di tanggung oleh majikan.

Sektor Formal: Untuk buruh pabrik atau konstruksi, biaya jasa mungkin memiliki skema bagi hasil, namun tetap ada batas plafon maksimal yang di atur oleh BP2MI agar tidak memberatkan PMI.

Mengapa Biaya Ini “Haram” Di pungut dari Pekerja?

Tujuannya adalah untuk mencegah Jeratan Utang (Debt Bondage). Jika seorang PMI memulai kerja dengan beban utang puluhan juta untuk biaya yang seharusnya di tanggung majikan, maka selama 1-2 tahun pertama gaji mereka akan habis hanya untuk membayar utang. Hal ini di kategorikan sebagai salah satu indikator kerja paksa oleh organisasi perburuhan internasional (ILO).

Catatan Hukum: Jika Anda menemukan adanya pemotongan gaji secara sepihak untuk komponen-komponen di atas, Anda berhak melapor ke Kantor Tenaga Kerja di Malaysia (JTK) atau melalui perwakilan RI (KBRI/KJRI) setempat.

Infografis Biaya TKI ke Malaysia

Skema Pembiayaan: Solusi Modal Awal

Bagi Anda yang memiliki kompetensi namun terkendala biaya keberangkatan, jangan berkecil hati. Ada jalur resmi yang melindungi aset keluarga Anda agar tidak perlu di jual atau di gadaikan secara gegabah.

  Cara Jadi TKI Di Malaysia

KUR Penempatan PMI (Bunga Rendah 6%)

Pemerintah melalui bank-bank Himbara (BNI, BRI, Mandiri) menyediakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Penempatan PMI. Ini adalah pinjaman lunak yang di rancang khusus untuk menutup biaya pra-penempatan di Indonesia.

  1. Bunga Ringan: Hanya 6% per tahun, sangat jauh di bawah bunga pinjaman komersial atau koperasi tidak resmi.
  2. Plafon Pinjaman: Hingga Rp100 juta (tergantung negara tujuan dan sektor kerja), namun untuk Malaysia biasanya berkisar antara Rp10 juta – Rp25 juta sesuai struktur biaya resmi.
  3. Tanpa Agunan: Untuk jumlah tertentu, pinjaman ini seringkali tidak memerlukan jaminan aset tanah atau bangunan, melainkan hanya dokumen kerja yang sah (Perjanjian Kerja).

Fasilitas Pinjaman Tanpa Bunga (Program Pemda)

Beberapa Pemerintah Daerah (Pemda) yang peduli terhadap kesejahteraan warganya memiliki program Subsidi Biaya Penempatan.

  • Skema: Pemda bekerja sama dengan BPD (Bank Pembangunan Daerah) untuk menanggung bunga pinjaman, sehingga PMI hanya perlu mengembalikan pokoknya saja (Bunga 0%).
  • Cara Cek: Datangi kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) kabupaten/kota asal Anda untuk menanyakan apakah ada program hibah atau pinjaman dana talangan bagi calon PMI.

Bahaya Pinjaman Rentenir dan Calo

Sangat di sarankan untuk menghindari pinjaman dari perorangan, calo, atau lembaga informal lainnya, meskipun mereka menjanjikan proses cepat tanpa dokumen.

  1. Bunga Mencekik: Rentenir sering menerapkan bunga hingga 30–50% per bulan.
  2. Pemotongan Gaji Ekstrem: Banyak kasus di mana PMI “pulang dengan tangan hampa” karena gajinya di Malaysia di potong hampir 80% setiap bulan untuk mencicil utang ke calo.
  3. Penyitaan Dokumen: Oknum sering menahan ijazah asli atau sertifikat tanah sebagai jaminan dengan cara yang tidak sah secara hukum.

Saran Bijak: Gunakanlah lembaga keuangan resmi yang terdaftar di OJK. Ingat, tujuan Anda bekerja di Malaysia adalah untuk menabung dan menyejahterakan keluarga, bukan untuk bekerja demi melunasi utang yang tak kunjung habis.

Estimasi Total Biaya vs Proyeksi Pendapatan

Untuk memudahkan Anda dalam merencanakan keuangan, mari kita lihat simulasi perhitungan di bawah ini dengan asumsi kurs RM 1 = Rp4.250.

Tabel Simulasi: Perbandingan Modal vs Gaji (Estimasi 2026)

Komponen Sektor Formal (Pabrik/Konstruksi) Sektor Domestik (ART)
Estimasi Modal Awal Rp8.000.000 – Rp12.000.000 Rp0 (Skema Zero Cost)
Gaji Pokok (RM 1.700) Rp7.225.000 Rp7.225.000
Estimasi Lembur/OT Rp1.500.000 – Rp2.500.000 (Tergantung Kesepakatan)
Total Pendapatan Kotor ± Rp9.000.000 ± Rp7.225.000

Analisis BEP (Break Even Point): Berapa Bulan Bisa “Balik Modal”?

Break Even Point (BEP) adalah titik di mana Anda telah berhasil melunasi seluruh modal keberangkatan dan mulai mendapatkan keuntungan bersih 100%.

Untuk Sektor Formal (Modal Rp10 Juta):

Jika Anda menyisihkan Rp2.500.000 per bulan dari gaji Anda untuk melunasi pinjaman (misalnya KUR), maka Anda hanya butuh waktu:

Rp10.000.000 ÷ Rp2.500.000 = 4 Bulan.
Artinya, pada bulan kelima, seluruh gaji yang Anda terima sudah menjadi tabungan bersih tanpa beban utang.

Untuk Sektor Domestik (Zero Cost):

Karena menggunakan skema bebas biaya, maka sejak bulan pertama bekerja, Anda sudah langsung berada pada posisi untung (BEP 0 bulan). Seluruh gaji bisa langsung di kirim ke keluarga di Indonesia setelah di kurangi biaya kebutuhan pribadi kecil.

Proyeksi Tabungan dalam 2 Tahun (Kontrak Standar)

Jika dalam satu bulan Anda bisa menabung bersih Rp5.000.000 (setelah di potong biaya hidup di Malaysia):

Dalam 1 Tahun: Rp60.000.000

Dalam 2 Tahun: Rp120.000.000

Jumlah ini tentu sangat cukup untuk di jadikan modal usaha atau merenovasi rumah saat Anda kembali ke tanah air nanti.

Pesan Penting: Analisis ini hanya berlaku jika Anda berangkat lewat jalur resmi. Lewat jalur ilegal, biaya awal sering kali membengkak karena pungli, dan gaji berisiko tidak di bayar penuh, yang membuat BEP menjadi mustahil tercapai.

Persyaratan untuk menjadi TKI di Malaysia

Sebelum membahas biaya TKI yang di butuhkan untuk menjadi TKI di Malaysia, ada baiknya untuk mengetahui persyaratan yang harus di penuhi terlebih dahulu. Beberapa persyaratan untuk menjadi TKI di Malaysia antara lain:

  • Memiliki identitas diri yang sah seperti KTP dan paspor
  • Memiliki ijazah atau sertifikat pendidikan setidaknya SMA/sederajat
  • Memiliki keterampilan atau keahlian yang di butuhkan di Malaysia
  • Memiliki kesehatan yang baik dan bebas dari penyakit menular
  • Memiliki pengalaman kerja yang relevan (jika di perlukan)

Jika Anda telah memenuhi persyaratan tersebut, maka Anda bisa melanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu mencari informasi mengenai biaya yang di butuhkan.

Baca juga: biaya tki taiwan 2017

Biaya untuk menjadi TKI di Malaysia

Beberapa biaya yang harus di keluarkan untuk menjadi TKI di Malaysia antara lain:

  • Biaya paspor
  • Biaya visa kerja malaysia
  • Biaya pendaftaran di agen TKI
  • Biaya pelatihan/pendidikan keterampilan (jika di perlukan)
  • Biaya tes kesehatan

Baca juga: biaya tki jepang

Biaya paspor dan visa dapat berbeda-beda tergantung dari daerah asal dan tujuan Anda. Biasanya biaya pembuatan paspor kerja ke malaysia berkisar antara Rp. 355,000 hingga Rp. 655,000 dan biaya visa berkisar antara Rp. 300,000 hingga Rp. 600,000.

Untuk biaya pendaftaran di agen Jasa TKI, Anda harus membayar sekitar Rp. 1,000,000 hingga Rp. 2,000,000. Biaya ini sudah termasuk biaya administrasi dan penyelesaian dokumen-dokumen yang di butuhkan untuk menjadi TKI di Malaysia.

Baca juga: biaya tki ke brunei darussalam

Jika pekerjaan yang Anda inginkan membutuhkan keterampilan khusus, maka Anda juga harus mengikuti pelatihan atau pendidikan keterampilan yang bisa berdurasi beberapa minggu hingga beberapa bulan. Biaya untuk pelatihan atau pendidikan keterampilan ini bisa mencapai Rp. 5,000,000 atau lebih.

Selain itu, Anda juga harus menjalani tes kesehatan untuk memastikan bahwa Anda sehat dan bebas dari penyakit menular. Biaya tes kesehatan ini berkisar antara Rp. 500,000 hingga Rp. 1,500,000 tergantung dari jenis tes yang di lakukan.

Baca juga: biaya tki ke australia

Visa Kerja Malaysia Berapa Biaya dan Syaratnya?

Biaya dan persyaratan visa kerja Malaysia tahun 2026 bergantung pada kategori pekerjaan Anda (apakah sebagai Pekerja Migran Indonesia/PMI untuk sektor formal/domestik, atau sebagai tenaga profesional).

  Artikel Ketenagakerjaan TKI

Berdasarkan regulasi terbaru, berikut adalah rincian estimasinya:

Baca juga : Harga visa 3 bulan ke malaysia

Estimasi Biaya (Tahun 2026)

Komponen biaya visa kerja malaysia berapa ? biasanya terbagi menjadi biaya pembuatan visa kerja ke malaysia meliputi dokumen di Indonesia dan biaya TKI ke Malaysia yang di bayarkan ke perwakilan Malaysia.

  1. Visa Kerja (Single Entry Visa untuk Kerja): Sekitar Rp1.115.600 (sesuai standar kedutaan terbaru).
  2. Pemeriksaan Kesehatan (Medical Check-up/FOMEMA): Sekitar Rp819.000.
  3. Paspor (48 Halaman): Rp350.000 (atau Rp650.000 untuk e-paspor).
  4. Asuransi BPJS Ketenagakerjaan (PMI): Sekitar Rp370.000 (untuk masa perlindungan 24 bulan).
  5. Levy (Pajak Tenaga Kerja): Umumnya di tanggung oleh majikan sesuai peraturan pemerintah Malaysia sejak 2017. Besarnya berkisar antara RM640 hingga RM1.850 per tahun tergantung sektor.

Baca juga : Biaya pembuatan paspor kerja ke malaysia

Persyaratan Dokumen Utama

Untuk mendapatkan visa kerja, Anda harus terlebih dahulu memiliki penjamin atau perusahaan di Malaysia yang mengeluarkan Calling Visa (VDR – Visa Dengan Rujukan).

Syarat Umum:

  1. Paspor Asli: Masa berlaku minimal 18 bulan.
  2. Calling Visa / Approval Letter: Dokumen asli dari Imigrasi Malaysia yang di urus oleh majikan Anda.
  3. Kontrak Kerja: Sudah di tandatangani oleh kedua belah pihak dan biasanya di legalisir.
  4. Ijazah Terakhir: Asli dan fotokopi (beberapa sektor memerlukan terjemahan bahasa Inggris).
  5. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK): Berlaku untuk tingkat Mabes Polri atau Polda (untuk penggunaan luar negeri).
  6. Foto: Ukuran 3,5 cm x 5 cm atau 4 cm x 6 cm dengan latar belakang sesuai ketentuan (biasanya putih atau biru).

Baca juga : Biaya visa kerja malaysia

Batasan Usia

Pemerintah Malaysia dan Indonesia mengatur batasan usia sebagai berikut:

  • Sektor Umum/Formal: 18 – 45 tahun.
  • Sektor Domestik (ART/PLRT): 21 – 45 tahun.

Baca juga : Visa Kerja Malaysia Berapa

Prosedur Singkat

Dapatkan Majikan: Perusahaan di Malaysia mengurus izin kerja ke Departemen Imigrasi Malaysia.

  1. Calling Visa Terbit: Anda akan menerima surat persetujuan (VDR).
  2. Medical Check-up: Di lakukan di klinik yang sudah di tunjuk (e-Medical).
  3. Pengajuan Visa di Kedutaan: Memasukkan dokumen ke Kedutaan Besar atau Konsulat Malaysia di Indonesia.
  4. Pendaftaran BP2MI: Jika Anda berangkat sebagai PMI, Anda wajib terdaftar di sistem SISKOP2MI untuk mendapatkan E-PMI (dulu disebut KTKLN).

Peringatan: Hindari calo yang menjanjikan visa kerja melalui jalur turis (Visa On Arrival atau eNTRI). Bekerja dengan visa kunjungan di Malaysia adalah tindakan ilegal dan berisiko dideportasi atau di-blacklist.

Bagaimana cara menghemat biaya menjadi TKI di Malaysia?

Meski biaya untuk menjadi Layanan TKI di Malaysia terbilang cukup besar, namun ada beberapa cara yang bisa di lakukan untuk menghemat biaya tersebut antara lain:

  • Mencari agen TKI yang terpercaya dan tidak mematok biaya yang terlalu tinggi
  • Mengikuti pelatihan atau pendidikan keterampilan secara mandiri di lembaga yang terpercaya
  • Mencari informasi tentang tes kesehatan yang lebih murah di klinik atau rumah sakit yang terpercaya

Dengan melakukan beberapa cara tersebut, maka Anda bisa menghemat biaya menjadi TKI di Malaysia dan tetap memenuhi persyaratan yang di butuhkan.

Baca juga: biaya tki ke polandia

Bagaimana mengurus dokumen-dokumen yang di perlukan?

Setelah mengetahui biaya yang di butuhkan, Anda juga perlu mengetahui bagaimana mengurus dokumen-dokumen yang di perlukan agar bisa menjadi TKI di Malaysia. Dokumen-dokumen yang di perlukan antara lain:

  • KTP dan paspor yang masih berlaku
  • Surat keterangan sehat dari dokter
  • Sertifikat pendidikan dan keterampilan (jika di perlukan)
  • Surat rekam dari kepolisian (SKCK)

Untuk mengurus dokumen-dokumen tersebut, Anda bisa menghubungi agen TKI atau langsung ke kantor imigrasi terdekat. Pastikan bahwa dokumen-dokumen yang Anda miliki sudah lengkap dan berlaku agar tidak terjadi kendala di kemudian hari.

Baca juga: biaya tki ke qatar

Bagaimana proses pendaftaran menjadi TKI di Malaysia?

Setelah seluruh dokumen di peroleh, Anda bisa melakukan pendaftaran ke agen TKI atau langsung ke kantor imigrasi terdekat. Proses pendaftaran biasanya membutuhkan waktu beberapa hari hingga beberapa minggu tergantung dari jumlah pendaftar dan waktu yang di butuhkan untuk memproses dokumen-dokumen tersebut.

Jika semua dokumen sudah lengkap dan proses pendaftaran sudah selesai, maka Anda sudah bisa berangkat ke Malaysia dan memulai pekerjaan baru sebagai TKI di negara tetangga.

Baca juga: biaya tki ke singapura

Biaya TKI Ke Malaysia

Biaya untuk menjadi TKI di Malaysia memang terbilang cukup besar, namun dengan mengetahui informasi yang di butuhkan dan melakukan beberapa cara untuk menghemat biaya, maka Anda bisa menjadi TKI di Malaysia dengan biaya yang terjangkau. Pastikan bahwa seluruh dokumen yang di butuhkan sudah lengkap dan berlaku agar tidak terjadi kendala di kemudian hari. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang sedang merencanakan untuk menjadi TKI di Malaysia.

Baca Juga : TKI Di Belanda: Pengalaman, Prospek, dan Tantangan

Tips Aman Berangkat ke Malaysia

Keberangkatan yang aman di mulai dari ketelitian Anda dalam memverifikasi informasi. Jangan tergiur oleh proses cepat jika itu mengabaikan prosedur hukum.

Cek Legalitas P3MI melalui Aplikasi Resmi

Jangan pernah mendaftar melalui perorangan atau calo. Pastikan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang Anda gunakan memiliki izin resmi dan masih aktif.

  • Gunakan Aplikasi: Unduh aplikasi SISKOPMI atau kunjungi situs resmi bp2mi.go.id untuk mengecek daftar perusahaan yang legal.
  • Konfirmasi Langsung: Jika ragu, datangi kantor LTSA (Layanan Terpadu Satu Atap) atau Disnaker setempat.

Pahami Isi Perjanjian Kerja (PK)

Sebelum menandatangani dokumen apa pun, baca dengan teliti Perjanjian Kerja Anda. Pastikan poin-poin berikut tertera dengan jelas:

  1. Besaran gaji pokok (Pastikan sesuai standar RM 1.700).
  2. Jenis pekerjaan dan lokasi penempatan.
  3. Fasilitas yang didapat (asrama, transportasi, atau uang makan).
  4. Hari libur dan jam kerja lembur.

Penting: Perjanjian Kerja harus diketahui dan disahkan oleh perwakilan RI (KBRI/KJRI) di Malaysia.

Miliki Dokumen dalam Genggaman Sendiri

  1. Salah satu ciri eksploitasi adalah penyitaan dokumen pribadi.
  2. Selama proses di Indonesia, jangan serahkan dokumen asli (Ijazah, KK, Akta Lahir) kepada agen tanpa tanda terima resmi.
  3. Setelah sampai di Malaysia, paspor adalah milik Anda. Meskipun terkadang majikan menyimpan untuk alasan keamanan, Anda berhak memegang salinan (fotokopi/foto) dan memiliki akses ke dokumen asli Anda kapan pun di butuhkan.

Gunakan Jalur Transaksi Perbankan

  1. Hindari membayar biaya apa pun secara tunai tanpa bukti bayar.
  2. Mintalah kuitansi resmi dari perusahaan penempatan untuk setiap uang yang Anda keluarkan.
  3. Jika menggunakan skema KUR, pastikan pencairan dana langsung di tujukan untuk kebutuhan keberangkatan yang transparan.

Catat Nomor Darurat

Sebelum berangkat, simpan nomor kontak penting di ponsel Anda:

  • Hotline BP2MI: 0800 1000 (Bebas Pulsa).
  • KBRI Kuala Lumpur: Simpan alamat dan nomor teleponnya untuk keadaan darurat.
  • Beri tahu keluarga di Indonesia mengenai nama agensi di Indonesia dan nama majikan/perusahaan di Malaysia.

PT Jangkar Global Groups berdiri pada tanggal 22 mei 2008 dengan komitmen yang kuat dari karyawan dan kreativitas untuk menyediakan pelayanan terbaik, tercepat dan terpercaya kepada pelanggan.

YUK KONSULTASIKAN DULU KEBUTUHAN ANDA,
HUBUNGI KAMI UNTUK INFORMASI & PEMESANAN
KUNJUNGI MEDIA SOSIAL KAMI

Adi

penulis adalah ahli di bidang pengurusan jasa pembuatan visa dan paspor dari tahun 2000 dan sudah memiliki beberapa sertifikasi khusus untuk layanan jasa visa dan paspor