Diklat Radar ARPA Automatic Radar Plotting Aid

Akhmad Fauzi

Direktur Utama Jangkar Goups

Apa itu Diklat Radar ARPA?

Diklat Radar ARPA (Automatic Radar Plotting Aid) adalah program pelatihan khusus bagi pelaut, khususnya perwira di bagian dek, untuk menguasai penggunaan perangkat radar yang dilengkapi dengan sistem pemplotan otomatis.

Di dunia maritim, radar tidak hanya digunakan untuk melihat benda di sekitar, tetapi juga untuk menghitung risiko tabrakan secara instan. Pelatihan ini sangat krusial karena merupakan standar internasional yang diatur dalam STCW (Standards of Training, Certification and Watchkeeping).

Berikut adalah rincian mendalam mengenai diklat ini:

Fungsi Utama Perangkat Radar ARPA

Dalam diklat ini, peserta diajarkan menggunakan fitur ARPA yang memiliki kemampuan jauh di atas radar konvensional, antara lain:

  1. Automatic Tracking: Melacak pergerakan kapal lain secara otomatis (hingga 20 target atau lebih secara bersamaan).
  2. Prediksi Bahaya: Menghitung CPA (Closest Point of Approach) atau jarak terdekat yang akan dicapai dengan kapal lain, serta TCPA (Time to Closest Point of Approach).
  3. Trial Maneuver: Simulasi perubahan arah atau kecepatan kapal sendiri untuk melihat apakah tindakan tersebut aman dari tabrakan sebelum benar-benar dilakukan.

Mengapa Diklat Ini Wajib?

Setiap perwira yang bertanggung jawab atas tugas jaga navigasi (Officer in Charge of a Navigational Watch) wajib memiliki sertifikat ini karena:

  1. Keselamatan Navigasi: Membantu navigasi tetap aman dalam kondisi jarak pandang terbatas (kabut, hujan lebat, atau malam hari).
  2. Kepatuhan Aturan (COLREGs): Memastikan perwira mengambil tindakan pencegahan tabrakan sesuai dengan aturan internasional.
  3. Syarat Jabatan: Menjadi syarat mutlak untuk mengambil sertifikat keahlian pelaut (COC) yang lebih tinggi seperti ANT-III, II, atau I.

Apa Saja yang Dipelajari?

Pelatihan ini biasanya menggabungkan sesi teori di kelas dan praktik menggunakan Bridge Simulator. Materi utamanya meliputi:

Materi Utama Penjelasan Singkat
Radar Plotting Teknik memplot posisi target secara manual maupun otomatis pada layar.
Vector Analysis Memahami perbedaan True Vector (arah asli kapal lain) dan Relative Vector (arah kapal lain relatif terhadap kapal kita).
System Limitations Memahami bahwa ARPA memiliki keterbatasan, seperti kesalahan sensor atau keterlambatan data (lag).
Alarm Management Mengatur alarm untuk target yang masuk ke zona berbahaya (Guard Zones).

Perangkat yang Digunakan
Selama diklat, Anda akan berinteraksi dengan simulator yang menyerupai anjungan kapal asli. Anda akan belajar cara membedakan antara gema radar asli (kapal, daratan) dengan gema palsu (clutter) yang disebabkan oleh ombak atau hujan.

Kesimpulan: Diklat Radar ARPA bukan sekadar belajar membaca layar, melainkan belajar membuat keputusan cepat dan akurat di tengah laut untuk melindungi nyawa, kapal, dan muatan.

  Diklat BOCT Pertamina, Pengertian dan Persyaratan

Kompetensi Utama yang Dipelajari

Dalam Diklat Radar ARPA, kompetensi yang diajarkan dirancang agar seorang perwira mampu mengubah data mentah di layar radar menjadi keputusan navigasi yang matang.

Berikut adalah 5 Kompetensi Utama yang akan dikuasai oleh peserta diklat:

Pengoperasian dan Pengaturan Alat (Setup & Optimization)

Sebelum menganalisis target, peserta harus mampu memastikan radar bekerja optimal. Kompetensi ini meliputi:

  1. Penyesuaian Gambar: Mengatur Gain (sensitivitas), Sea Clutter (gangguan ombak), dan Rain Clutter (gangguan hujan) agar target terlihat jelas.
  2. Pemilihan Tampilan: Mengatur mode tampilan seperti North-Up, Head-Up, atau Course-Up, serta memilih antara Relative Motion atau True Motion.
  3. Kalibrasi: Memastikan sinkronisasi antara radar dengan sensor pendukung seperti Gyro Compass dan Speed Log.

Analisis Plotting dan Kinematika (Target Tracking)

Ini adalah inti dari ARPA. Peserta belajar memahami pergerakan objek lain dengan cara:

  1. Penentuan CPA dan TCPA: Menghitung jarak terdekat (CPA) dan waktu tempuh (TCPA) menuju titik terdekat dengan kapal lain untuk mendeteksi risiko tabrakan sejak dini.
  2. Vektor Target: Memahami True Vector (arah dan kecepatan asli kapal lain) untuk kesadaran situasi, serta Relative Vector (perpindahan target relatif terhadap kapal kita) untuk menilai risiko tabrakan.
  3. Identifikasi Target: Kemampuan membedakan target yang berbahaya (Dangerous Targets) dengan target yang aman atau tidak aktif.

Penggunaan Fitur Simulasi Manuver (Trial Maneuver)

Kompetensi ini melatih perwira untuk menjadi pengambil keputusan yang proaktif:

  • Peserta belajar melakukan simulasi perubahan haluan (course) atau kecepatan (speed) pada perangkat ARPA sebelum perintah diberikan ke kemudi.
  • Menganalisis apakah manuver yang direncanakan akan memperlebar jarak aman (CPA) atau justru menciptakan risiko baru dengan kapal lain di sekitarnya.

Penanganan Alarm dan Keterbatasan Sistem

Seorang perwira harus tahu kapan harus percaya pada alat dan kapan harus waspada:

  • Manajemen Alarm: Mengatur dan merespons alarm seperti Collision Alarm, Lost Target, dan Guard Zone Violation.
  • Pemahaman Keterbatasan: Menyadari adanya risiko seperti Target Swap (target berpindah secara otomatis ke objek lain yang berdekatan) dan kesalahan data akibat input sensor yang tidak akurat.

Integrasi dengan COLREGs (Aturan Tabrakan)

Kompetensi teknis radar harus sejalan dengan hukum laut:

Menggunakan data ARPA untuk menentukan tindakan sesuai Puskodal/COLREGs 1972. Misalnya, menentukan apakah kapal kita adalah kapal yang “memberi jalan” (give-way vessel) atau “bertahan” (stand-on vessel) berdasarkan posisi relatif target di layar.

Perbandingan Visual Kompetensi

Kemampuan Deskripsi Praktis
Deteksi Menemukan objek di tengah badai atau kabut tebal.
Prediksi Mengetahui di mana posisi kapal lain 15 menit dari sekarang.
Aksi Melakukan manuver menghindar yang paling efisien dan aman.

 

Kurikulum dan Materi Pembelajaran

Kurikulum Diklat Radar ARPA disusun secara sistematis untuk membawa peserta dari pemahaman dasar gelombang radio hingga pengambilan keputusan taktis di anjungan. Materi ini biasanya merujuk pada IMO Model Course 1.07 (Radar Navigation, Radar Plotting and use of ARPA).

Berikut adalah rincian materi pembelajaran yang dibagi menjadi beberapa modul utama:

Modul Teori Dasar Radar

Sebelum menyentuh alat, peserta harus memahami aspek fisik dan teknis bagaimana radar bekerja:

  1. Prinsip Kerja Radar: Pemancaran gelombang elektromagnetik, siklus pulsa, dan lebar berkas (beam width).
  2. Karakteristik Komponen: Fungsi dari Transmitter, Antenna, Receiver, dan Display.
  3. Faktor Eksternal: Bagaimana cuaca, keadaan laut, dan bentuk objek memengaruhi pantulan gema (echo).
  4. Keterbatasan Radar: Memahami area buta (blind sectors) dan distorsi gambar.
  Biaya Diklat AFF Stip Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran

Modul Operasional Radar (Non-ARPA)

Fokus pada keterampilan dasar navigasi radar manual:

  1. Pengaturan Kontrol: Menguasai penggunaan Brilliance, Contrast, Tuning, Gain, Sea Clutter, dan Rain Clutter.
  2. Penentuan Posisi: Cara mengambil baringan (bearing) dan jarak (range) suatu objek untuk memplot posisi kapal di peta laut.
  3. Plotting Manual: Teknik menggunakan plotting sheet untuk menghitung haluan dan kecepatan kapal lain secara manual (dasar sebelum menggunakan otomatisasi).

Modul Sistem ARPA (Otomatisasi)

Materi inti mengenai kecanggihan sistem plotting otomatis:

  1. Fungsi Pelacakan: Cara melakukan akuisisi target (manual vs otomatis).
  2. Data Vektor: Mempelajari True Vector dan Relative Vector serta penggunaannya dalam navigasi.
  3. Penghitungan Risiko: Analisis mendalam terhadap data CPA (jarak terdekat) dan TCPA (waktu menuju jarak terdekat).
  4. Input Sensor: Memahami keterkaitan data dari Gyro Compass dan Speed Log terhadap akurasi ARPA.

Modul Pencegahan Tabrakan (COLREGs)

Menghubungkan data layar dengan hukum laut internasional:

  1. Aturan 7 (Risiko Tabrakan): Menggunakan radar untuk menentukan adanya risiko meskipun baringan tidak berubah.
  2. Aturan 19 (Tindakan dalam Visibilitas Terbatas): Prosedur manuver saat kapal tidak saling melihat secara visual.
  3. Trial Maneuver: Menggunakan simulasi ARPA untuk merencanakan perubahan haluan yang aman bagi semua kapal di sekitar.

Modul Praktik Simulator (Bridge Simulator)

Ini adalah bagian terbesar dari diklat, di mana peserta diuji dalam skenario nyata:

Skenario Tujuan Pembelajaran
Navigasi Selat Sempit Melatih ketelitian membedakan daratan, pelampung, dan kapal lain.
Lalu Lintas Padat Melatih prioritas dalam melacak target yang paling berbahaya.
Cuaca Buruk/Kabut Melatih kepercayaan pada instrumen ketika penglihatan luar nol.
Kegagalan Sensor Melatih kesigapan saat data kompas atau log kecepatan tidak akurat.

 

Evaluasi Akhir

Di akhir kurikulum, peserta biasanya harus melewati dua jenis ujian:

  • Ujian Tulis: Menguji pemahaman teori dan interpretasi data.
  • Ujian Praktik (Assessment): Pengujian langsung di atas simulator, di mana peserta harus berhasil menghindari situasi tabrakan dalam skenario yang kompleks.

Persyaratan Peserta Diklat Radar ARPA

Untuk mengikuti Diklat Radar ARPA, terdapat sejumlah persyaratan administratif dan kualifikasi dasar yang harus dipenuhi. Hal ini dikarenakan materi diklat ini merupakan tingkat lanjutan yang memerlukan pemahaman dasar tentang navigasi.

Berikut adalah rincian persyaratan peserta secara umum sesuai dengan standar Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (DJPL) dan konvensi STCW:

Persyaratan Dokumen Keahlian (Karier)

Karena Radar ARPA adalah kompetensi untuk perwira, peserta biasanya harus memiliki salah satu dari sertifikat berikut:

  • Sertifikat Keahlian (COC): Memiliki ijazah minimal ANT IV (Ahli Nautika Tingkat IV), atau sedang dalam proses pendidikan untuk mengambil ANT-V hingga ANT-I.
  • Sertifikat Keterampilan (COP): Wajib memiliki sertifikat Radar Simulator (RS) sebagai prasyarat dasar sebelum mengambil diklat ARPA (biasanya kedua diklat ini digabung dalam satu paket “Radar ARPA Simulator”).

Sertifikat Pendukung

Peserta wajib melampirkan sertifikat dasar keselamatan sebagai bukti telah memenuhi standar keamanan di atas kapal:

  • BST (Basic Safety Training): Sertifikat dasar yang wajib dimiliki setiap pelaut.
  • Seaman Book (Buku Pelaut): Dokumen yang masih berlaku sebagai bukti identitas pelaut profesional.

Persyaratan Medis

Navigasi memerlukan konsentrasi tinggi dan indra yang tajam, sehingga peserta harus:

  • Sehat Jasmani dan Rohani: Dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari rumah sakit atau lembaga kesehatan yang ditunjuk oleh Perhubungan Laut.
  • Tes Penglihatan: Memiliki penglihatan yang normal (tidak buta warna) karena tampilan layar radar menggunakan kode warna yang spesifik untuk membedakan target dan alarm.
  Security Awareness Training Berlaku Berapa Tahun

Persyaratan Administrasi Umum

Beberapa dokumen identitas standar yang biasanya diminta meliputi:

  1. Fotokopi KTP atau identitas diri lainnya.
  2. Fotokopi Akta Kelahiran.
  3. Pas foto terbaru dengan seragam pelaut (latar belakang biasanya menyesuaikan tingkatan ijazah, misalnya merah atau biru).
  4. BST Online: Memastikan sertifikat BST sudah ter-upload dan terverifikasi di database pelaut (Dipel).

Rangkuman Persyaratan dalam Tabel

Jenis Persyaratan Dokumen / Kriteria
Pendidikan Minimal Ijazah Nautika (Minimal ANT-IV/V)
Sertifikat Wajib BST (Basic Safety Training)
Kesehatan Surat Sehat & Bebas Buta Warna
Identitas KTP, Buku Pelaut, Akta Kelahiran
Database Terdaftar secara online di Portal Pelaut DJPL

Tips: Sebelum mendaftar, pastikan semua masa berlaku sertifikat (seperti BST) Anda tidak kurang dari 6 bulan agar proses penerbitan sertifikat Radar ARPA yang baru tidak terhambat secara sistem.

Pentingnya Sertifikasi Radar ARPA dalam Karir Pelaut

Sertifikasi Radar ARPA bukan sekadar “pelengkap” dokumen, melainkan salah satu pilar utama yang menentukan kredibilitas dan legalitas seorang perwira dek di atas kapal. Dalam industri maritim yang sangat mementingkan regulasi, sertifikat ini memiliki dampak besar terhadap karier.

Berikut adalah alasan mengapa sertifikasi Radar ARPA sangat penting bagi perjalanan karier Anda sebagai pelaut:

Kepatuhan Terhadap Regulasi Internasional (STCW)

Secara legal, tanpa sertifikat Radar ARPA, seorang pelaut tidak dapat menjabat sebagai perwira jaga.

  • Wajib Menurut Hukum: Konvensi STCW 1978 dan amandemennya mewajibkan seluruh perwira navigasi untuk kompeten dalam menggunakan ARPA demi keselamatan jiwa di laut.
  • Syarat Pengukuhan Ijazah: Sertifikat ini adalah syarat mutlak untuk meningkatkan tingkatan ijazah (misalnya dari ANT-III ke ANT-II) serta untuk mendapatkan sertifikat pengukuhan (Endorsement) jabatan.

Peningkatan Standar Keselamatan dan Kepercayaan

Di mata perusahaan pelayaran (Shipping Company), pelaut yang memegang sertifikat ini dianggap memiliki kemampuan mitigasi risiko yang tinggi.

  • Pengambilan Keputusan yang Akurat: Sertifikasi ini membuktikan bahwa Anda mampu bertindak secara ilmiah dan sistematis, bukan berdasarkan insting semata, saat menghadapi ancaman tabrakan.
  • Navigasi dalam Kondisi Ekstrim: Sertifikat ini adalah bukti bahwa Anda kompeten membawa kapal bernilai jutaan dolar dengan aman melewati kabut tebal, badai, atau selat yang sangat padat.

Daya Saing di Pasar Kerja Global

Industri maritim sangat kompetitif. Memiliki sertifikat Radar ARPA yang valid memberikan keuntungan lebih:

  • Standar Perusahaan Internasional: Banyak perusahaan tanker dan kapal pesiar besar mensyaratkan pelatihan simulator yang mendalam sebagai bagian dari kriteria rekrutmen mereka.
  • Jenjang Karier yang Luas: Pemahaman ARPA merupakan jembatan menuju teknologi yang lebih canggih seperti ECDIS (Electronic Chart Display and Information System) dan AIS. Perwira yang mahir Radar ARPA biasanya lebih cepat beradaptasi dengan sistem anjungan terintegrasi (Integrated Bridge System).

Efisiensi Operasional Kapal

Seorang perwira yang mahir menggunakan ARPA dapat membantu efisiensi perusahaan:

  • Penghematan Bahan Bakar: Dengan kemampuan Trial Maneuver, perwira dapat merencanakan manuver penghindaran yang paling minimal, sehingga kapal tidak perlu melakukan putaran besar yang memboroskan bahan bakar.
  • Ketepatan Waktu (ETA): Kemampuan memplot target dengan cepat memungkinkan kapal tetap melaju pada kecepatan optimal dengan aman, menjaga jadwal tiba di pelabuhan tetap akurat.

Perbedaan Perwira Tanpa vs Dengan Kompetensi ARPA

Aspek Perwira Tanpa Sertifikat/Kompetensi Perwira Bersertifikat ARPA
Status Hukum Tidak dapat menjabat sebagai perwira jaga. Legal untuk bertugas sebagai OOW (Officer of the Watch).
Respon Bahaya Cenderung panik atau ragu saat radar penuh target. Tenang dan sistematis dalam menganalisis CPA/TCPA.
Manuver Seringkali melakukan manuver mendadak. Mampu mensimulasikan manuver sebelum dilakukan.
Proyeksi Karier Terhambat di level operasional bawah. Terbuka luas hingga menjadi Nahkoda (Master).

Sertifikasi Radar ARPA adalah “Surat Izin Mengemudi” profesional bagi pelaut untuk menavigasi kapal di jalur internasional. Ini adalah investasi jangka panjang yang memastikan Anda diakui secara global sebagai perwira yang kompeten dan bertanggung jawab.

Akhmad Fauzi

Penulis adalah doktor ilmu hukum, magister ekonomi syariah, magister ilmu hukum dan ahli komputer. Ahli dibidang proses legalitas, visa, perkawinan campuran, digital marketing dan senang mengajarkan ilmu kepada masyarakat