Sistem Deteksi Bahaya Maritim dalam Buku Pelaut
Buku Pelaut Dan Sistem Deteksi Bahaya Maritim – Buku pelaut modern memuat informasi penting tentang berbagai sistem deteksi bahaya maritim yang krusial untuk keselamatan pelayaran. Pemahaman yang mendalam tentang fungsi dan keterbatasan masing-masing sistem ini sangat di butuhkan oleh para pelaut untuk mengantisipasi dan menghindari potensi bahaya di laut.
Buku “Pelaut dan Sistem Deteksi Bahaya Maritim” memberikan wawasan mendalam tentang teknologi navigasi modern. Pemahaman akan sistem ini krusial, terutama bagi pelaut yang berencana melakukan perjalanan internasional, misalnya ke Latvia. Jika Anda berencana mengunjungi negara tersebut untuk urusan politik, ilmiah, budaya, olahraga, atau acara keagamaan, pastikan Anda telah mengurus visa Schengen terlebih dahulu dengan bantuan Jasa Visa Schengen Politik Ilmiah Budaya Olah Raga Atau Acara Keagamaan Latvia.
Kembali ke buku tersebut, pengetahuan tentang sistem deteksi bahaya maritim sangat penting untuk keselamatan pelayaran, mengingat perjalanan laut selalu menyimpan potensi risiko.
Buku Pelaut dan Sistem Deteksi Bahaya Maritim yang Umum
Berbagai sistem deteksi bahaya maritim di bahas secara detail dalam buku pelaut. Sistem-sistem ini bekerja dengan prinsip dan teknologi yang berbeda, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.
Buku Pelaut dan Sistem Deteksi Bahaya Maritim membahas pentingnya teknologi modern dalam pelayaran, mencakup aspek keselamatan dan efisiensi. Memperoleh peralatan canggih untuk sistem deteksi tersebut terkadang memerlukan negosiasi langsung dengan pemasok internasional. Misalnya, jika Anda berencana membeli perangkat dari perusahaan Prancis, anda perlu mengurus Visa Bisnis Perancis Untuk Negosiasi Harga Dengan Pemasok Perancis untuk memastikan kelancaran proses.
Buku Pelaut dan Sistem Deteksi Bahaya Maritim
Dengan demikian, investasi pada sistem deteksi bahaya maritim yang handal akan terwujud, meningkatkan keamanan dan produktivitas perjalanan laut.
- Radar: Sistem ini menggunakan gelombang radio untuk mendeteksi objek di sekitarnya, seperti kapal lain, daratan, atau kondisi cuaca buruk. Radar memberikan informasi tentang jarak, arah, dan kecepatan objek yang terdeteksi.
- Automatic Identification System (AIS): AIS merupakan sistem pemancar dan penerima otomatis yang memungkinkan kapal untuk berbagi informasi posisi, kecepatan, dan data lain yang relevan dengan kapal lain dan stasiun pantai. Hal ini membantu mencegah tabrakan dan meningkatkan efisiensi pelayaran.
- Global Positioning System (GPS): GPS memberikan informasi posisi akurat kapal berdasarkan sinyal satelit. Informasi ini sangat penting untuk navigasi dan perencanaan rute pelayaran.
- Sistem Navigasi Elektronik (ECDIS): ECDIS memadukan data dari berbagai sumber, termasuk GPS, peta elektronik, dan data AIS, untuk memberikan gambaran komprehensif tentang lingkungan maritim di sekitar kapal. Sistem ini membantu pelaut dalam membuat keputusan navigasi yang tepat.
- Sistem Komunikasi Radio: Berbagai jenis komunikasi radio, seperti VHF dan GMDSS, memungkinkan komunikasi dengan kapal lain, stasiun pantai, dan otoritas maritim lainnya. Komunikasi ini sangat penting dalam situasi darurat dan koordinasi pelayaran.
- Sistem Pengamatan Cuaca: Sistem ini meliputi berbagai sensor dan peralatan yang di gunakan untuk memantau kondisi cuaca, seperti kecepatan angin, arah angin, tinggi gelombang, dan tekanan udara. Informasi ini sangat penting untuk perencanaan rute dan pengambilan keputusan keselamatan pelayaran.
Perbandingan Buku Pelaut dan Sistem Deteksi Bahaya Maritim
Tabel berikut membandingkan beberapa sistem deteksi bahaya maritim berdasarkan akurasi, biaya, dan kemudahan penggunaan. Perlu di ingat bahwa angka-angka yang tertera merupakan perkiraan dan dapat bervariasi tergantung pada spesifikasi dan teknologi yang di gunakan.
Sistem | Akurasi | Biaya | Kemudahan Penggunaan |
---|---|---|---|
Radar | Tinggi (tergantung kondisi cuaca) | Tinggi | Sedang |
AIS | Tinggi (tergantung ketersediaan sinyal) | Sedang | Tinggi |
GPS | Tinggi (tergantung ketersediaan sinyal satelit) | Rendah | Tinggi |
ECDIS | Tinggi (tergantung data input) | Tinggi | Sedang |
Cara Kerja Sistem Radar Buku Pelaut dan Sistem Deteksi
Sistem radar mendeteksi objek dengan memancarkan gelombang radio dan mendeteksi pantulannya. Gelombang radio yang di pancarkan oleh antena radar menyebar ke segala arah. Ketika gelombang radio mengenai suatu objek, sebagian gelombang tersebut di pantulkan kembali ke antena radar. Waktu yang di butuhkan gelombang radio untuk kembali ke antena radar, dan kekuatan sinyal pantulan, di gunakan untuk menentukan jarak dan ukuran objek.
Ilustrasi: Bayangkan sebuah lingkaran yang mengembang dari antena radar, mewakili gelombang radio yang di pancarkan. Jika gelombang radio mengenai sebuah kapal, sebagian gelombang tersebut akan di pantulkan kembali ke antena. Sistem radar kemudian memproses informasi waktu dan kekuatan sinyal pantulan untuk menampilkan posisi kapal tersebut sebagai titik pada layar radar. Jarak kapal di tunjukkan oleh jarak titik dari pusat lingkaran (antena radar), sementara ukuran titik pada layar merepresentasikan ukuran relatif kapal tersebut. Layar radar juga akan menampilkan informasi tambahan seperti arah dan kecepatan kapal.
Tantangan dan Kendala Penggunaan Sistem Deteksi Bahaya Maritim
Penggunaan sistem deteksi bahaya maritim dapat menghadapi berbagai tantangan dan kendala, terutama dalam kondisi cuaca buruk dan perairan yang kompleks. Gangguan sinyal radar akibat hujan lebat, kabut tebal, atau gelombang tinggi dapat mengurangi akurasi deteksi. Kondisi perairan yang padat dan adanya gangguan elektromagnetik juga dapat mempengaruhi kinerja sistem.
Perkembangan Teknologi Terbaru dalam Sistem Deteksi Bahaya Maritim
Teknologi deteksi bahaya maritim terus berkembang. Sistem radar dengan resolusi lebih tinggi, integrasi yang lebih baik antara berbagai sistem deteksi, dan penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk analisis data merupakan beberapa contoh perkembangan terkini. Penggunaan teknologi ini meningkatkan akurasi deteksi, mengurangi risiko kecelakaan, dan meningkatkan efisiensi pelayaran. Sebagai contoh, sistem radar solid-state yang lebih kecil, hemat energi, dan lebih tahan lama mulai menggantikan radar magnetron konvensional.
Buku Pelaut dan Sistem Deteksi Bahaya Maritim membahas teknologi canggih untuk keselamatan pelayaran, menariknya, pengembangan teknologi ini beriringan dengan kemajuan di sektor lain. Misalnya, inovasi dalam sistem deteksi bahaya maritim seringkali membutuhkan keahlian khusus yang mungkin saja membutuhkan tenaga ahli asing, seperti yang bisa di dapatkan dengan informasi mengenai Visa Kerja Perancis Untuk Pekerja Di Sektor Teknologi Hijau , jika perusahaan membutuhkan spesialis dari Perancis.
Kembali ke topik utama, buku ini juga menjelaskan pentingnya pemeliharaan sistem deteksi tersebut untuk menjamin keselamatan pelayaran yang optimal.
Jenis Bahaya Maritim dan Pencegahannya Sesuai Buku Pelaut
Berlayar di laut menyimpan berbagai risiko, baik dari alam maupun ulah manusia. Buku pelaut menjadi panduan penting untuk memahami dan mengantisipasi bahaya-bahaya tersebut. Pemahaman yang komprehensif mengenai jenis bahaya dan langkah pencegahannya merupakan kunci keselamatan pelayaran dan kru di atas kapal.
Bahaya Alam dan Pencegahannya, Buku Pelaut Dan Sistem Deteksi Bahaya Maritim
Bahaya alam merupakan ancaman yang tak terduga dan seringkali sulit di hindari sepenuhnya. Namun, dengan persiapan dan pengetahuan yang memadai, dampaknya dapat di minimalisir.
- Badai: Badai tropis dan siklon merupakan ancaman serius bagi kapal. Pencegahannya meliputi pemantauan cuaca secara berkala melalui radio dan sistem navigasi, serta mengambil langkah evakuasi ke pelabuhan terdekat atau mencari perlindungan di area yang aman jika badai di prediksi akan datang. Contoh kasus: Badai Katrina pada tahun 2005 menghancurkan banyak kapal di Teluk Meksiko karena kurangnya antisipasi dan evakuasi yang tepat waktu.
- Gelombang Tinggi: Gelombang besar dapat menyebabkan kerusakan struktur kapal dan membahayakan stabilitasnya. Pencegahannya meliputi perencanaan rute pelayaran yang mempertimbangkan kondisi cuaca, pengurangan kecepatan kapal saat menghadapi gelombang tinggi, dan memastikan kapal dalam kondisi prima untuk menghadapi tekanan gelombang. Contoh kasus: Sebuah kapal kargo mengalami kerusakan parah akibat gelombang tinggi di Samudera Hindia karena tidak mengurangi kecepatan sesuai dengan kondisi cuaca yang buruk.
- Kabut: Kabut tebal mengurangi jarak pandang, meningkatkan risiko tabrakan. Pencegahannya meliputi penggunaan radar dan sistem navigasi lainnya, serta berhati-hati dalam kecepatan dan jarak aman dengan kapal lain. Contoh kasus: Tabrakan kapal di Selat Malaka seringkali di sebabkan oleh kurangnya kewaspadaan dalam kondisi kabut.
Bahaya Buatan Manusia dan Pencegahannya Buku Pelaut dan Sistem Deteksi
Selain bahaya alam, pelaut juga menghadapi berbagai bahaya yang di sebabkan oleh aktivitas manusia. Keselamatan pelayaran bergantung pada ketaatan terhadap peraturan dan prosedur keselamatan yang telah di tetapkan.
Buku “Pelaut dan Sistem Deteksi Bahaya Maritim” membahas pentingnya teknologi modern dalam pelayaran, mencakup berbagai aspek keselamatan di laut. Membayangkan perjalanan laut yang aman, terkadang kita juga perlu memikirkan perjalanan darat, misalnya mengurus visa untuk mengunjungi negara lain. Jika Anda berencana berlibur ke Tiongkok, proses pengurusan visanya bisa di bantu oleh Pengurusan Visa Turis Untuk Negara Tiongkok , sehingga Anda dapat fokus merencanakan perjalanan selanjutnya.
Kembali ke topik buku, pemahaman sistem deteksi bahaya maritim yang baik tentu saja akan meningkatkan keselamatan pelayaran, sejalan dengan pentingnya perencanaan perjalanan yang matang, termasuk urusan administrasi seperti visa.
- Tabrakan Kapal: Salah satu bahaya paling umum. Pencegahannya meliputi penggunaan sistem AIS (Automatic Identification System), pemeliharaan jarak aman, dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas laut internasional (COLREGs). Contoh kasus: Tabrakan antara dua kapal tanker di Selat Malaka akibat kelalaian dalam mematuhi COLREGs.
- Kebakaran: Kebakaran di kapal merupakan ancaman serius yang dapat menyebabkan kerusakan besar dan korban jiwa. Pencegahannya meliputi pemeliharaan sistem pemadam kebakaran secara rutin, pelatihan pemadaman kebakaran bagi awak kapal, dan penyimpanan bahan mudah terbakar secara aman. Contoh kasus: Kebakaran di kapal pesiar menyebabkan kerugian besar dan korban jiwa akibat kurangnya perawatan sistem pemadam kebakaran.
- Pirasi: Pirasi di laut masih menjadi ancaman nyata, terutama di perairan tertentu. Pencegahannya meliputi penggunaan sistem keamanan yang memadai, pelatihan bagi awak kapal untuk menghadapi situasi tersebut, serta koordinasi dengan otoritas maritim. Contoh kasus: Serangan perompak di Teluk Aden menyebabkan kerugian besar dan penyanderaan awak kapal.
Strategi Pencegahan Kecelakaan Maritim Buku Pelaut dan Sistem Deteksi
“Keselamatan pelayaran bukanlah sekadar kepatuhan pada aturan, melainkan komitmen setiap individu di atas kapal untuk menjaga keselamatan bersama. Perencanaan yang matang, pelatihan yang memadai, dan kewaspadaan yang tinggi merupakan kunci pencegahan kecelakaan maritim.” – (Contoh kutipan dari buku pelaut ternama – Nama buku dan penulis perlu di ganti dengan sumber yang valid)
Penggunaan Alat Keselamatan di Atas Kapal Buku Pelaut dan Sistem Deteksi
Alat keselamatan seperti life raft, jaket pelampung, dan pelampung penyelamat harus di periksa secara berkala dan awak kapal harus terlatih dalam penggunaannya. Simulasi evakuasi secara rutin dapat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai skenario darurat, seperti kebakaran atau kapal tenggelam.
Panduan Praktis Pencegahan Bahaya Maritim untuk Pelaut Pemula
Bagi pelaut pemula, penting untuk memahami dan mengikuti semua prosedur keselamatan yang telah di tetapkan. Pelatihan yang memadai, pengetahuan navigasi yang baik, dan kemampuan untuk mengoperasikan alat keselamatan merupakan hal yang krusial. Selalu patuhi aturan lalu lintas laut, dan jangan ragu untuk meminta bantuan jika menghadapi situasi yang membahayakan.
Regulasi dan Hukum Terkait Keselamatan Pelayaran dalam Buku Pelaut
Buku Pelaut merupakan panduan penting bagi para pelaut dalam menjalankan tugasnya di laut. Selain berisi informasi navigasi dan prosedur operasional, buku ini juga memuat informasi krusial tentang regulasi dan hukum internasional serta nasional yang mengatur keselamatan pelayaran. Pemahaman yang mendalam tentang regulasi ini sangat vital untuk mencegah kecelakaan dan memastikan keselamatan jiwa di laut.
Regulasi dan Hukum Internasional dan Nasional tentang Keselamatan Pelayaran
Keselamatan pelayaran di atur oleh berbagai konvensi internasional dan peraturan nasional. Di tingkat internasional, International Maritime Organization (IMO) memainkan peran sentral dalam menetapkan standar keselamatan. Konvensi SOLAS (Safety of Life at Sea) merupakan salah satu instrumen hukum terpenting dalam bidang ini, yang kemudian di adopsi dan di implementasikan oleh negara-negara melalui peraturan nasional masing-masing. Peraturan nasional tersebut seringkali mencakup detail lebih lanjut dan menyesuaikan standar internasional dengan kondisi geografis dan operasional spesifik suatu negara.
Sanksi Pelanggaran Regulasi Keselamatan Pelayaran Buku Pelaut dan Sistem Deteksi
Pelanggaran terhadap regulasi keselamatan pelayaran dapat berakibat fatal dan menimbulkan konsekuensi hukum yang serius. Sanksi yang di terapkan bervariasi tergantung pada tingkat keparahan pelanggaran dan yurisdiksi yang berlaku. Sanksi tersebut dapat berupa denda, pencabutan lisensi pelaut, penahanan kapal, hingga tuntutan pidana bagi nakhoda atau pemilik kapal yang bertanggung jawab. Sistem penegakan hukum yang efektif sangat penting untuk menjamin kepatuhan terhadap regulasi dan mencegah terjadinya kecelakaan maritim.
Perbandingan Regulasi Keselamatan Pelayaran di Beberapa Negara
Meskipun berdasarkan standar internasional yang di tetapkan IMO, implementasi dan penafsiran regulasi keselamatan pelayaran dapat berbeda antar negara. Perbedaan ini dapat di pengaruhi oleh faktor-faktor seperti kondisi geografis, tingkat perkembangan teknologi maritim, dan prioritas kebijakan nasional. Misalnya, negara-negara kepulauan mungkin memiliki peraturan yang lebih ketat terkait navigasi di perairan sempit, sementara negara-negara dengan industri perkapalan yang besar mungkin memiliki mekanisme pengawasan dan inspeksi yang lebih terstruktur. Studi komparatif mengenai regulasi di berbagai negara dapat memberikan wawasan berharga untuk meningkatkan harmonisasi dan efektivitas standar keselamatan global.
Ringkasan Poin-poin Penting Konvensi SOLAS Buku Pelaut dan Sistem Deteksi
Konvensi SOLAS mencakup berbagai aspek keselamatan pelayaran, mulai dari konstruksi kapal hingga prosedur penyelamatan. Berikut ringkasan beberapa pasal penting:
Pasal | Ringkasan | Sanksi |
---|---|---|
II-1 (Konstruksi Kapal) | Menentukan standar konstruksi kapal untuk memastikan daya apung dan ketahanan terhadap kerusakan. | Pencabutan sertifikat kelaiklautan, denda, hingga penahanan kapal. |
III (Peralatan Keselamatan) | Menetapkan persyaratan untuk peralatan keselamatan seperti sekoci, jaket pelampung, dan sistem pemadam kebakaran. | Denda, pencabutan sertifikat kelaiklautan, larangan berlayar. |
IV (Radio Komunikasi) | Mengatur penggunaan sistem komunikasi radio untuk keperluan keselamatan di laut. | Denda, pencabutan sertifikat radio, sanksi administratif. |
V (Keselamatan Personil) | Menentukan standar pelatihan dan sertifikasi bagi awak kapal. | Pencabutan sertifikat pelaut, larangan berlayar. |
Catatan: Tabel ini hanya mencakup beberapa pasal penting dan sanksi yang bersifat umum. Detail lengkap dan sanksi spesifik dapat bervariasi tergantung pada negara dan pelanggaran yang terjadi.
Peran Organisasi Maritim Internasional (IMO) dalam Menetapkan Standar Keselamatan Pelayaran
IMO berperan sebagai badan utama dalam menetapkan standar keselamatan pelayaran internasional. Melalui konvensi, kode, dan resolusi yang di keluarkannya, IMO berupaya untuk menciptakan kerangka kerja global yang harmonis dan efektif dalam mencegah kecelakaan maritim dan melindungi lingkungan laut. IMO juga memfasilitasi kerja sama internasional dalam penegakan hukum dan peningkatan kapasitas negara-negara anggota dalam menerapkan standar keselamatan. Peran IMO sangat penting dalam memastikan keselamatan pelayaran di seluruh dunia.
Peran Buku Pelaut dalam Pelatihan dan Pendidikan Maritim: Buku Pelaut Dan Sistem Deteksi Bahaya Maritim
Buku pelaut merupakan instrumen penting dalam pelatihan dan pendidikan maritim. Sebagai sumber informasi komprehensif, buku-buku ini menyediakan landasan pengetahuan yang krusial bagi pelaut, mulai dari pengetahuan dasar navigasi hingga prosedur penanganan keadaan darurat di laut. Aksesibilitas dan pemahaman isi buku pelaut berpengaruh signifikan terhadap keselamatan dan keberhasilan operasi maritim.
Pentingnya buku pelaut sebagai referensi bagi pelaut dalam berbagai situasi tidak dapat dipandang sebelah mata. Buku-buku ini memberikan panduan praktis dan teoritis yang di butuhkan pelaut dalam menghadapi tantangan di laut, baik dalam kondisi normal maupun darurat. Informasi yang termuat di dalamnya membantu pelaut dalam pengambilan keputusan yang tepat dan efektif, sehingga meminimalisir risiko kecelakaan dan kerugian.
Daftar Buku Pelaut dan Sistem Deteksi yang Direkomendasikan
Berikut beberapa contoh buku pelaut yang direkomendasikan, di kelompokkan berdasarkan tingkat keahlian. Daftar ini tidaklah lengkap, namun mewakili berbagai jenis buku pelaut yang umum di gunakan dalam industri maritim. Pemilihan buku yang tepat perlu di sesuaikan dengan kebutuhan dan spesialisasi masing-masing pelaut.
- Tingkat Dasar: “Pengantar Navigasi Laut” – buku ini mencakup dasar-dasar navigasi, pengenalan instrumen navigasi, dan pemahaman peta laut. “Keselamatan dan Keamanan di Laut” – buku ini fokus pada prosedur keselamatan dan pencegahan kecelakaan di laut, termasuk pemadaman kebakaran dan pertolongan pertama.
- Tingkat Menengah: “Meteorologi Maritim” – buku ini membahas tentang cuaca dan prediksi cuaca di laut, penting untuk perencanaan pelayaran yang aman. “Teknik Berlayar dan Manuver Kapal” – buku ini menjelaskan teknik-teknik berlayar yang efektif dan efisien, termasuk manuver dalam berbagai kondisi cuaca dan laut.
- Tingkat Lanjut: “Navigasi Elektronik dan Sistem GPS” – buku ini membahas tentang penggunaan teknologi navigasi modern, termasuk GPS dan sistem navigasi elektronik lainnya. “Pengelolaan Kargo dan Muatan Kapal” – buku ini fokus pada aspek teknis dan keselamatan dalam pengelolaan kargo dan muatan kapal.
Modul Pelatihan Singkat Berbasis Buku Pelaut dan Sistem Deteksi
Modul pelatihan singkat ini di rancang untuk melatih pelaut dalam memahami dan menerapkan pengetahuan dari buku pelaut. Maka, Modul ini dapat di sesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat keahlian peserta pelatihan.
Modul | Topik | Aktivitas | Durasi |
---|---|---|---|
Modul 1 | Dasar-dasar Navigasi | Studi kasus navigasi, latihan penggunaan peta laut, simulasi navigasi menggunakan perangkat lunak | 2 hari |
Modul 2 | Penanganan Keadaan Darurat | Simulasi pemadaman kebakaran, latihan pertolongan pertama, studi kasus penanganan kecelakaan di laut | 3 hari |
Modul 3 | Komunikasi dan Prosedur Pelayaran | Latihan komunikasi radio, simulasi prosedur pelayaran, diskusi kasus pelayaran | 2 hari |
Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Pendidikan Maritim Buku Pelaut dan Sistem Deteksi
Integrasi teknologi digital, seperti e-book, aplikasi pembelajaran interaktif, dan simulasi virtual, dapat meningkatkan akses dan pemanfaatan buku pelaut dalam pendidikan maritim. E-book memberikan akses mudah dan portabel terhadap informasi, sementara aplikasi pembelajaran interaktif dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan efektif. Maka, Simulasi virtual memungkinkan pelatihan dalam lingkungan yang aman dan terkendali, tanpa risiko kecelakaan di laut yang sebenarnya.
Penerapan Buku Pelaut dan Sistem Deteksi dalam Pelatihan Pemecahan Masalah
Buku pelaut dapat digunakan sebagai alat bantu dalam melatih keterampilan pemecahan masalah dalam situasi darurat di laut. Contohnya, skenario kecelakaan kapal dapat diberikan kepada peserta pelatihan, dan mereka diminta untuk menganalisis situasi, mengidentifikasi masalah, dan merumuskan solusi berdasarkan informasi yang terdapat dalam buku pelaut. Proses ini membantu peserta pelatihan untuk berpikir kritis, membuat keputusan yang tepat, dan bertindak cepat dalam situasi yang menekan.
Sebagai contoh, skenario kebocoran minyak di tengah laut dapat digunakan. Sehingga, Peserta pelatihan dapat menggunakan informasi dari buku pelaut tentang prosedur pencegahan dan penanggulangan tumpahan minyak untuk merumuskan strategi penanggulangan yang tepat. Mereka juga dapat mempelajari cara berkomunikasi dengan otoritas terkait dan mengkoordinasikan upaya penyelamatan.
PT Jangkar Global Groups berdiri pada tanggal 22 mei 2008 dengan komitmen yang kuat dari karyawan dan kreativitas untuk menyediakan pelayanan terbaik, tercepat dan terpercaya kepada pelanggan.
YUK KONSULTASIKAN DULU KEBUTUHAN ANDA,
HUBUNGI KAMI UNTUK INFORMASI & PEMESANAN
KUNJUNGI MEDIA SOSIAL KAMI
Email : Jangkargroups@gmail.com
Website: Jangkargroups.co.id
Telp kantor : +622122008353 dan +622122986852
Pengaduan Pelanggan : +6287727688883
Google Maps : PT Jangkar Global Groups