Auditor memegang peran penting dalam menjaga transparansi dan akurasi laporan keuangan perusahaan atau lembaga. Dengan tugasnya yang strategis, auditor bertanggung jawab memastikan bahwa informasi keuangan yang disajikan benar, dapat dipercaya, dan sesuai dengan standar profesional. Namun, posisi auditor yang begitu krusial menimbulkan pertanyaan penting: siapa yang memeriksa auditor itu sendiri?
Pertanyaan ini bukan tanpa alasan. Mengingat auditor dapat memengaruhi keputusan penting para investor, manajemen, dan publik, perlu adanya mekanisme pengawasan yang efektif. Tanpa pengawasan yang tepat, risiko kesalahan, penyimpangan, atau praktik tidak etis bisa meningkat, merugikan berbagai pihak yang bergantung pada laporan audit.
Regulator Profesional dan Otoritas Pengawas
Auditor tidak bekerja tanpa pengawasan. Untuk memastikan profesionalisme dan integritasnya, mereka diawasi oleh berbagai regulator profesional dan otoritas pengawas. Pengawasan ini penting agar auditor tetap menjalankan tugasnya sesuai standar dan etika yang berlaku.
Regulator Profesional
Regulator profesional adalah lembaga yang menetapkan standar akuntansi dan audit, serta memastikan auditor mematuhi kode etik profesi. Di Indonesia, contoh regulator profesional meliputi:
- Ikatan Akuntan Indonesia (IAI): Mengatur praktik akuntan publik, menetapkan standar audit, dan mengawasi kepatuhan auditor terhadap etika profesi.
- Persatuan Akuntan Global atau International Federation of Accountants (IFAC): Menetapkan standar internasional untuk akuntan dan auditor, agar praktik audit di seluruh dunia konsisten dan dapat dipercaya.
Otoritas Pengawas
Selain regulator profesional, auditor juga diawasi oleh otoritas pengawas yang memastikan hasil audit dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan publik. Beberapa contoh otoritas pengawas:
- Otoritas Jasa Keuangan (OJK): Mengawasi auditor yang memeriksa laporan keuangan perusahaan publik, bank, dan lembaga keuangan lainnya.
- Badan Pemeriksa Keuangan (BPK): Mengawasi auditor yang menangani lembaga pemerintah atau perusahaan milik negara.
Komite Audit Internal dan Perusahaan
Selain pengawasan dari regulator dan otoritas, auditor juga diawasi di tingkat perusahaan oleh komite audit internal dan manajemen perusahaan. Pengawasan ini bertujuan untuk memastikan auditor bekerja secara independen dan hasil auditnya akurat serta dapat dipertanggungjawabkan.
Komite Audit
Komite audit adalah badan khusus di dalam perusahaan yang berfungsi meninjau pekerjaan auditor, baik internal maupun eksternal. Tugas utama komite audit meliputi:
- Memastikan auditor melakukan pemeriksaan secara objektif tanpa tekanan dari pihak manajemen.
- Meninjau temuan audit dan rekomendasi auditor untuk memastikan tindakan perbaikan dilakukan sesuai prosedur.
- Mengevaluasi kualitas dan integritas laporan audit sebelum diserahkan kepada direksi atau pemegang saham.
Peran Dewan Direksi
Selain komite audit, dewan direksi juga memiliki tanggung jawab untuk mengawasi auditor yang ditunjuk. Dewan direksi memastikan bahwa auditor yang dipilih memiliki kredibilitas tinggi dan tidak memiliki konflik kepentingan dengan perusahaan.
Peer Review atau Pemeriksaan Rekan Sejawat
Selain pengawasan oleh regulator dan internal perusahaan, auditor juga diawasi melalui mekanisme peer review atau pemeriksaan oleh rekan sejawat. Mekanisme ini bertujuan untuk menilai kualitas dan integritas pekerjaan auditor secara independen.
Apa itu Peer Review?
Peer review adalah proses evaluasi pekerjaan auditor oleh auditor lain yang tidak terlibat langsung dalam audit tersebut. Evaluasi ini biasanya dilakukan secara berkala untuk memastikan auditor tetap mematuhi standar profesional dan kode etik yang berlaku.
Tujuan Peer Review
Beberapa tujuan dari peer review antara lain:
- Menilai kualitas audit: Memastikan prosedur audit dijalankan dengan benar dan laporan yang dihasilkan akurat.
- Menjamin kepatuhan terhadap standar: Mengevaluasi apakah auditor mengikuti standar audit dan etika profesi yang berlaku.
- Memberikan rekomendasi perbaikan: Jika ditemukan kekurangan atau kesalahan, auditor yang diperiksa dapat menerima masukan untuk meningkatkan kualitas kerjanya.
Manfaat Peer Review
Peer review tidak hanya meningkatkan kualitas audit, tetapi juga:
- Meningkatkan kepercayaan publik terhadap hasil audit.
- Memperkuat profesionalisme auditor dengan adanya evaluasi dari rekan sejawat.
- Mengurangi risiko kesalahan atau manipulasi laporan keuangan, karena pekerjaan auditor diawasi secara independen.
Badan Pemeriksa Pemerintah
Selain pengawasan profesional, auditor yang menangani laporan keuangan perusahaan publik atau lembaga pemerintah juga diawasi oleh badan pemeriksa pemerintah. Pengawasan ini bertujuan untuk memastikan auditor bekerja sesuai standar hukum dan akuntansi yang berlaku, serta melindungi kepentingan publik.
Contoh Badan Pemeriksa Pemerintah
Beberapa badan pemeriksa pemerintah yang mengawasi auditor antara lain:
- Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Indonesia: BPK mengawasi auditor yang memeriksa lembaga negara atau perusahaan milik negara. Pengawasan ini memastikan auditor mematuhi standar audit pemerintah dan menghasilkan laporan yang dapat dipertanggungjawabkan.
- Government Accountability Office (GAO) di Amerika Serikat: GAO bertugas memeriksa auditor yang bekerja pada lembaga pemerintah, memastikan integritas dan akurasi laporan keuangan publik.
Fungsi Pengawasan oleh Badan Pemeriksa Pemerintah
- Menjamin kepatuhan hukum dan regulasi: Auditor diawasi agar setiap prosedur audit sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku.
- Meningkatkan akuntabilitas: Laporan audit yang diawasi oleh badan pemerintah lebih dapat dipercaya oleh publik dan investor.
- Mencegah penyimpangan atau kecurangan: Pengawasan ketat menekan kemungkinan terjadinya praktik manipulasi data keuangan atau penyimpangan prosedur audit.
Mengapa Auditor Perlu Diawasi?
Auditor memegang posisi yang sangat penting dalam dunia bisnis dan keuangan. Mereka bertanggung jawab untuk menilai keakuratan laporan keuangan dan kinerja perusahaan. Karena peran strategis ini, pengawasan terhadap auditor menjadi sangat krusial.
Menjaga Independensi
Auditor harus bekerja tanpa tekanan dari pihak manajemen atau pemilik perusahaan. Pengawasan memastikan auditor tetap objektif dan tidak memihak, sehingga hasil audit dapat dipercaya.
Menjamin Akurasi Laporan Keuangan
Kesalahan atau manipulasi dalam laporan keuangan dapat menimbulkan kerugian besar bagi investor, pemegang saham, dan pihak lain yang mengandalkan informasi tersebut. Dengan pengawasan yang tepat, kualitas dan akurasi audit tetap terjaga.
Meningkatkan Kepercayaan Publik
Hasil audit yang diawasi dengan baik akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap laporan keuangan perusahaan. Kepercayaan ini penting bagi reputasi perusahaan dan stabilitas pasar keuangan.
Mencegah Praktik Korupsi atau Fraud
Pengawasan auditor juga membantu mencegah penyimpangan atau tindakan tidak etis, seperti korupsi atau manipulasi laporan keuangan. Dengan adanya pengawasan, risiko praktik fraud dapat ditekan secara signifikan.
Memastikan Kepatuhan terhadap Standar
Auditor wajib mematuhi standar profesional dan kode etik. Pengawasan menjamin setiap auditor bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku, sehingga profesionalisme dan integritas tetap terjaga.
Mekanisme Pemeriksaan Auditor
Untuk memastikan auditor bekerja secara profesional, independen, dan sesuai standar, terdapat beberapa mekanisme pemeriksaan yang diterapkan baik oleh regulator, perusahaan, maupun pihak eksternal. Mekanisme ini bertujuan menjaga kualitas audit dan melindungi kepentingan publik.
Audit Internal Auditor
Beberapa firma atau perusahaan memiliki tim internal yang bertugas meninjau pekerjaan auditor. Audit internal ini memastikan prosedur audit dijalankan dengan benar, laporan audit lengkap, dan setiap temuan didokumentasikan sesuai standar profesional.
Rotasi Auditor
Rotasi auditor dilakukan dengan mengganti auditor secara berkala. Tujuannya adalah mencegah hubungan yang terlalu dekat antara auditor dan perusahaan klien, yang dapat mengganggu independensi auditor. Rotasi auditor membantu menjaga objektivitas hasil audit.
Evaluasi Kepatuhan
Auditor juga dievaluasi terkait kepatuhan mereka terhadap standar audit dan kode etik profesi. Evaluasi ini mencakup pemeriksaan dokumen, prosedur audit, dan laporan audit yang dihasilkan. Dengan evaluasi kepatuhan, potensi kesalahan atau pelanggaran dapat diminimalkan.
Peer Review atau Pemeriksaan Rekan Sejawat
Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, peer review adalah evaluasi auditor oleh rekan sejawat yang independen. Proses ini menilai kualitas audit, kepatuhan terhadap standar, dan memberikan rekomendasi perbaikan jika diperlukan.
Sanksi dan Disiplin
Jika auditor ditemukan melanggar standar profesional atau kode etik, mereka dapat dikenai sanksi. Sanksi ini bisa berupa teguran, denda, atau pencabutan izin praktik. Mekanisme disiplin ini memastikan auditor bertanggung jawab atas pekerjaan mereka.
Siapa Yang Memeriksa Auditor di Jangkar Global Groups
Di Jangkar Global Groups, pengawasan terhadap auditor dilakukan melalui kombinasi mekanisme internal dan eksternal yang terstruktur untuk menjaga profesionalisme, independensi, dan integritas laporan keuangan. Auditor yang bekerja di perusahaan ini tidak hanya diawasi oleh manajemen internal, tetapi juga oleh komite audit perusahaan yang bertugas meninjau setiap langkah audit, memastikan prosedur dijalankan secara objektif, dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, dewan direksi turut memantau kinerja auditor untuk mencegah adanya konflik kepentingan serta memastikan auditor yang ditunjuk memiliki kredibilitas tinggi dan integritas yang terjaga.
Pengawasan juga melibatkan mekanisme peer review, di mana pekerjaan auditor dievaluasi oleh auditor independen lainnya. Evaluasi ini berfungsi menilai kualitas audit, memastikan kepatuhan terhadap standar profesional, dan memberikan rekomendasi perbaikan bila ditemukan kekurangan. Dengan adanya peer review, hasil audit di Jangkar Global Groups tidak hanya akurat tetapi juga transparan dan dapat dipercaya oleh pemangku kepentingan.
Lebih lanjut, auditor yang menangani laporan keuangan perusahaan juga tunduk pada standar dan regulasi yang ditetapkan oleh badan pengawas profesional. Regulasi ini memastikan bahwa setiap auditor mematuhi kode etik, prosedur audit yang berlaku, serta menjaga independensi dalam menilai laporan keuangan. Jika terjadi pelanggaran, auditor dapat dikenai sanksi profesional, termasuk teguran, denda, atau pencabutan izin praktik, sehingga akuntabilitas tetap terjaga.
Selain pengawasan internal dan profesional, publik, investor, dan pemegang saham memiliki peran tidak langsung dalam mengawasi auditor melalui pengamatan terhadap transparansi laporan keuangan dan pertanyaan atas temuan audit. Tekanan dari pihak eksternal ini mendorong auditor untuk bekerja dengan integritas tinggi dan menjaga reputasi perusahaan. Secara keseluruhan, Jangkar Global Groups menerapkan sistem pengawasan yang menyeluruh dan berlapis, memastikan bahwa auditor bekerja sesuai standar tertinggi, menjaga kepercayaan publik, dan menjamin kualitas laporan keuangan yang dihasilkan.
PT. Jangkar Global Groups berdiri pada tanggal 22 mei 2008 dengan komitmen yang kuat dari karyawan dan kreativitas untuk menyediakan pelayanan terbaik, tercepat dan terpercaya kepada pelanggan.
YUK KONSULTASIKAN DULU KEBUTUHAN ANDA,
HUBUNGI KAMI UNTUK INFORMASI & PEMESANAN
KUNJUNGI MEDIA SOSIAL KAMI
Website: Jangkargroups.co.id
Telp kantor : +622122008353 dan +622122986852
Pengaduan Pelanggan : +6287727688883
Google Maps : PT Jangkar Global Groups




