LPK Peduli Pekerja Migran Indonesia Tasikmalaya merupakan lembaga yang bergerak dalam pembinaan, perlindungan, dan pemberdayaan calon serta pekerja migran Indonesia. Lembaga ini hadir untuk memastikan bahwa calon pekerja migran mendapatkan pelatihan yang memadai, informasi yang akurat tentang hak dan kewajiban mereka, serta pendampingan yang menyeluruh sebelum, selama, dan setelah bekerja di luar negeri.
Keberadaan LPK ini sangat penting karena membantu calon PMI menghindari risiko pekerja migran ilegal, meminimalkan potensi kekerasan atau penipuan di tempat kerja, dan memastikan mereka bekerja sesuai peraturan hukum yang berlaku. Dengan layanan yang profesional dan terstruktur, LPK Peduli PMI Tasikmalaya mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, kesejahteraan keluarga, dan kontribusi ekonomi masyarakat lokal melalui pekerja migran yang aman dan terjamin.
Visi dan Misi LPK Peduli PMI Tasikmalaya
Visi LPK Peduli Pekerja Migran Indonesia
Menjadi lembaga pelatihan dan pendampingan pekerja migran Indonesia yang profesional, aman, dan berdaya saing tinggi, sehingga setiap calon pekerja migran dapat bekerja dengan keterampilan yang sesuai, terlindungi, dan memiliki kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidupnya.
Baca juga : Pekerja Migran Indonesia JMO Adalah
Misi LPK Peduli Pekerja Migran Indonesia
- Memberikan pelatihan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja internasional.
- Menyediakan informasi dan sosialisasi hukum terkait pekerja migran, termasuk hak dan kewajiban mereka.
- Memberikan pendampingan yang komprehensif bagi calon pekerja migran, mulai dari pendaftaran hingga penempatan.
- Melindungi hak dan kesejahteraan pekerja migran melalui layanan advokasi dan koordinasi dengan instansi terkait.
- Mendorong peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya proses penempatan PMI yang legal dan aman.
Program Pelatihan dan Pembekalan Pekerja Migran Indonesia
LPK Peduli Pekerja Migran Indonesia Tasikmalaya menyediakan berbagai program pelatihan dan pembekalan yang di rancang untuk mempersiapkan calon pekerja migran agar siap menghadapi tantangan bekerja di luar negeri. Program-program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membekali calon PMI dengan pengetahuan hukum, budaya, dan keselamatan kerja yang penting.
Pelatihan Bahasa dan Budaya – LPK Peduli Pekerja Migran
Calon PMI di bekali kemampuan bahasa sesuai negara tujuan agar komunikasi dengan majikan atau rekan kerja lancar. Selain itu, pemahaman budaya setempat di berikan agar PMI dapat beradaptasi dengan lingkungan kerja dan sosial secara tepat, sehingga meminimalkan risiko konflik atau kesalahpahaman.
Pelatihan Keterampilan Teknis – LPK Peduli Pekerja Migran
Pelatihan ini di sesuaikan dengan jenis pekerjaan yang akan di jalani calon PMI, misalnya perawat, pembantu rumah tangga, pekerja konstruksi, atau tenaga industri. Dengan keterampilan yang terasah, PMI lebih siap bersaing dan mampu bekerja secara profesional di pasar internasional.
Baca juga : Pekerja Migran Indonesia Ditembak Di Malaysia
Pelatihan Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Calon PMI diberikan pemahaman mengenai prosedur keselamatan kerja, penggunaan alat pelindung diri, dan menjaga kesehatan fisik maupun mental selama bekerja di luar negeri. Hal ini penting untuk mengurangi risiko kecelakaan dan menjaga produktivitas kerja.
Sosialisasi Hukum dan Hak PMI
LPK juga memberikan pembekalan terkait hak dan kewajiban PMI, termasuk aturan pemerintah, regulasi negara tujuan, serta mekanisme pengaduan bila terjadi pelanggaran atau ketidakadilan. Tujuannya agar calon PMI lebih sadar akan haknya dan dapat bekerja dengan aman serta terlindungi.
Simulasi dan Praktik Lapangan
Beberapa program pelatihan di sertai simulasi situasi kerja nyata, sehingga calon PMI dapat belajar mengatasi masalah yang mungkin muncul saat bekerja. Pendekatan ini membuat peserta lebih percaya diri dan terampil menghadapi tantangan di tempat kerja internasional.
Baca juga : Pekerja Migran Indonesia Di Malaysia
Proses Pendaftaran dan Penempatan Pekerja Migran Indonesia
LPK Peduli Pekerja Migran Indonesia Tasikmalaya memiliki prosedur yang jelas dan terstruktur untuk memastikan setiap calon PMI menjalani proses penempatan secara legal, aman, dan profesional. Proses ini di rancang agar calon PMI memahami tahapan yang harus di lalui, dari pendaftaran hingga bekerja di luar negeri, sehingga risiko pekerja migran ilegal dapat diminimalkan.
Pendaftaran Calon Pekerja Migran Indonesia
Calon pekerja migran mendaftar langsung ke LPK dengan membawa dokumen pribadi seperti KTP, KK, ijazah, dan dokumen pendukung lainnya. Pada tahap ini, LPK melakukan verifikasi data untuk memastikan semua persyaratan administratif terpenuhi.
Seleksi dan Konsultasi
Setelah mendaftar, calon PMI mengikuti tahap seleksi yang meliputi wawancara dan asesmen kemampuan. Pada sesi ini, LPK menilai kesesuaian calon PMI dengan jenis pekerjaan dan negara tujuan yang diinginkan. Konsultasi juga di lakukan untuk menjelaskan hak, kewajiban, serta risiko dan keuntungan bekerja di luar negeri.
Pelatihan dan Pembekalan – LPK Peduli Pekerja Migran Indonesia
Calon PMI mengikuti program pelatihan dan pembekalan yang mencakup bahasa, budaya, keterampilan teknis, kesehatan dan keselamatan kerja, serta pemahaman hukum dan hak PMI. Pelatihan ini bertujuan agar calon PMI siap menghadapi lingkungan kerja internasional dengan aman dan profesional.
Pendampingan Penempatan – LPK Peduli Pekerja Migran Indonesia
LPK membantu calon PMI dalam proses administrasi, pengurusan kontrak kerja, dan persiapan keberangkatan. Tahap ini juga mencakup koordinasi dengan pihak agen atau perusahaan penempatan di negara tujuan untuk memastikan proses legal dan transparan.
Monitoring dan Pendampingan Pasca Penempatan
Setelah keberangkatan, LPK tetap memberikan dukungan dan pengawasan terhadap PMI melalui komunikasi rutin. Jika terjadi masalah di tempat kerja, PMI dapat melapor ke LPK untuk mendapatkan bantuan dan advokasi sesuai aturan hukum yang berlaku.
Hak dan Perlindungan Pekerja Migran
LPK Peduli Pekerja Migran Indonesia Tasikmalaya menempatkan perlindungan hak-hak pekerja migran sebagai prioritas utama. Lembaga ini memastikan calon PMI memahami haknya dan mendapat perlindungan penuh sebelum, selama, maupun setelah bekerja di luar negeri. Dengan pendekatan ini, risiko eksploitasi, penipuan, dan perlakuan tidak adil dapat diminimalkan.
Penempatan Legal dan Aman
LPK memastikan setiap calon PMI di tempatkan melalui jalur resmi dan sesuai peraturan pemerintah. Dengan proses penempatan legal, PMI terlindungi dari praktik penempatan ilegal yang berisiko tinggi.
Informasi Hak dan Kewajiban Pekerja Migran Indonesia
Calon PMI di bekali pengetahuan mengenai hak-hak mereka, termasuk hak memperoleh gaji yang layak, cuti, fasilitas kesehatan, dan perlindungan hukum di negara tujuan. Selain itu, LPK juga menjelaskan kewajiban PMI agar mereka bekerja secara profesional dan sesuai kontrak.
Jalur Pengaduan dan Advokasi
LPK menyediakan layanan pengaduan bagi PMI yang menghadapi masalah di tempat kerja, seperti kekerasan, pelecehan, atau ketidakadilan. LPK berkoordinasi dengan instansi pemerintah terkait, termasuk BNP2TKI dan Kementerian Luar Negeri, untuk menindaklanjuti kasus secara cepat dan efektif.
Monitoring dan Pendampingan
Selama penempatan, LPK melakukan monitoring untuk memastikan PMI bekerja dalam kondisi aman dan sesuai peraturan. Pendampingan ini membantu PMI tetap merasa terlindungi dan mendapatkan dukungan ketika menghadapi kesulitan.
Edukasi Hukum dan Kesadaran HAM – LPK Peduli Pekerja Migran Indonesia
LPK juga memberikan pembekalan hukum dan kesadaran hak asasi manusia agar PMI mampu mengenali haknya sendiri dan tidak mudah di eksploitasi. Selanjutnya Program ini meningkatkan rasa percaya diri PMI serta meminimalkan risiko pelanggaran hak selama bekerja di luar negeri.
Kewajiban Calon dan Pekerja Migran
Selain hak-hak yang di jamin, LPK Peduli Pekerja Migran Indonesia Tasikmalaya juga menekankan pentingnya kewajiban calon dan pekerja migran. Selanjutnya Kesadaran akan tanggung jawab ini membantu PMI bekerja dengan aman, profesional, dan sesuai aturan hukum di negara tujuan.
Mematuhi Aturan Hukum dan Budaya Negara Tujuan
Setiap PMI wajib mematuhi peraturan negara tempat mereka bekerja, termasuk hukum, norma sosial, dan budaya setempat. Selanjutnya Hal ini penting untuk menghindari konflik hukum dan menjaga reputasi Indonesia di mata internasional.
Menjalankan Pekerjaan Sesuai Kontrak
PMI wajib melaksanakan tugas dan tanggung jawab pekerjaan sesuai kontrak yang telah di sepakati dengan majikan atau perusahaan penempatan. Selanjutnya Kepatuhan terhadap kontrak memastikan hubungan kerja berjalan lancar dan hak PMI tetap terlindungi.
Menjaga Komunikasi dengan LPK – LPK Peduli Pekerja Migran Indonesia
PMI diharapkan tetap berkomunikasi secara rutin dengan LPK, terutama untuk laporan kondisi kerja, kesehatan, dan situasi darurat. Selanjutnya Komunikasi yang baik memudahkan LPK memberikan pendampingan dan bantuan tepat waktu.
Menjadi Duta Budaya Indonesia – LPK Peduli Pekerja Migran Indonesia
Sebagai warga negara Indonesia, PMI memiliki kewajiban untuk bersikap profesional, sopan, dan menunjukkan sikap positif di lingkungan kerja internasional. Hal ini turut membangun citra baik Indonesia dan menunjukkan kualitas pekerja migran yang terampil dan bertanggung jawab.
Berpartisipasi dalam Program Edukasi dan Pelatihan Lanjutan
Calon PMI dan pekerja migran di anjurkan untuk mengikuti program pembekalan tambahan yang di selenggarakan LPK, termasuk pelatihan keterampilan baru atau pembaruan regulasi hukum. Selanjutnya Kewajiban ini memastikan PMI selalu siap menghadapi perubahan kebutuhan di pasar kerja global.
LPK Peduli Pekerja Migran Indonesia Tasikmalaya Bersama PT. Jangkar Global Groups
LPK Peduli Pekerja Migran Indonesia Tasikmalaya, bekerja sama dengan PT. Jangkar Global Groups, memainkan peran strategis dalam membina, melindungi, dan memberdayakan pekerja migran Indonesia. Kolaborasi ini menghadirkan pendekatan yang menyeluruh, mulai dari tahap persiapan hingga pendampingan pasca penempatan, memastikan setiap calon PMI mendapatkan pelatihan keterampilan yang sesuai, pemahaman hukum dan hak pekerja migran, serta bimbingan dalam proses penempatan yang legal dan aman.
Melalui program pelatihan yang mencakup bahasa, budaya, keterampilan teknis, keselamatan kerja, dan simulasi lapangan, calon PMI di bekali kesiapan profesional untuk menghadapi tantangan di pasar kerja internasional. LPK Peduli PMI Tasikmalaya bersama PT. Jangkar Global Groups juga menekankan pentingnya hak dan perlindungan pekerja migran, menyediakan jalur pengaduan dan advokasi untuk menanggulangi kasus ketidakadilan, serta melakukan monitoring secara berkelanjutan untuk memastikan PMI bekerja dalam kondisi aman dan terjamin.
Kerja sama ini tidak hanya mengutamakan kesejahteraan individu, tetapi juga berdampak positif bagi keluarga dan masyarakat lokal melalui peningkatan kompetensi SDM, pengurangan risiko pekerja migran ilegal, dan kontribusi ekonomi dari remitansi yang aman. Selanjutnya dengan komitmen yang konsisten terhadap legalitas, profesionalisme, dan perlindungan hak pekerja, LPK Peduli PMI Tasikmalaya bersama PT. Jangkar Global Groups menghadirkan solusi nyata bagi calon pekerja migran untuk bekerja dengan aman, produktif, dan bermartabat, sekaligus meningkatkan citra positif Indonesia di kancah internasional.
PT. Jangkar Global Groups berdiri pada tanggal 22 mei 2008 dengan komitmen yang kuat dari karyawan dan kreativitas untuk menyediakan pelayanan terbaik, tercepat dan terpercaya kepada pelanggan.
YUK KONSULTASIKAN DULU KEBUTUHAN ANDA,
HUBUNGI KAMI UNTUK INFORMASI & PEMESANAN
KUNJUNGI MEDIA SOSIAL KAMI



