Apostille BPOM di Kemenkumham Prosedur Resmi, Dan Syarat

Putra

Updated on:

Apostille BPOM di Kemenkumham Prosedur Resmi, Dan Syarat
Direktur Utama Jangkar Goups

Apostille dan Posisi Hukumnya dalam Dokumen BPOM

Apostille BPOM di Kemenkumham – Apostille merupakan bentuk pengesahan dokumen publik yang diakui secara internasional berdasarkan Konvensi Den Haag 1961. Indonesia secara resmi menjadi negara peserta konvensi ini sejak tahun 2021, dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) sebagai otoritas tunggal penerbit apostille.

Dalam konteks dokumen BPOM, apostille berfungsi untuk mengonfirmasi keaslian tanda tangan, kapasitas pejabat penandatangan, serta stempel atau segel resmi pada dokumen tersebut. Apostille tidak menilai substansi isi dokumen BPOM, melainkan memastikan bahwa dokumen tersebut sah secara administratif dan dapat diterima oleh otoritas negara lain yang juga menjadi peserta Konvensi Apostille.

Bagi pelaku usaha farmasi, kosmetik, makanan, dan minuman, apostille BPOM menjadi elemen penting dalam rantai kepatuhan hukum lintas negara. Tanpa apostille, dokumen BPOM berpotensi di tolak oleh regulator luar negeri meskipun secara substansi produk telah memenuhi standar.

Baca juga : Apostille SKBM di Kemenkumham Prosedur Dan Persyaratan

Pengertian Apostille BPOM di Kemenkumham

Pengertian Apostille BPOM di Kemenkumham

Apostille BPOM di Kemenkumham adalah proses pengesahan dokumen yang di terbitkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan agar dapat di gunakan secara sah di negara lain yang mengakui sistem apostille. Dokumen tersebut tetap di terbitkan oleh BPOM, sedangkan Kemenkumham hanya memberikan sertifikat apostille sebagai pengesahan administratif internasional.

Perlu di pahami bahwa BPOM tidak menerbitkan apostille. BPOM berperan sebagai instansi penerbit dokumen, sedangkan Kemenkumham berwenang memverifikasi keabsahan dokumen tersebut melalui sistem apostille nasional.

Apostille BPOM biasanya di butuhkan dalam konteks:

  • Ekspor produk farmasi dan kosmetik
  • Kemudian, Registrasi produk di otoritas kesehatan luar negeri
  • Selanjutya, Kerja sama distribusi internasional
  • Setelah itu, Tender dan audit kepatuhan global

Baca Juga : Apostille Commercial Invoice di Kemenkumham

Jenis Dokumen BPOM yang Dapat Diajukan Apostille

Tidak semua dokumen BPOM otomatis dapat di ajukan apostille. Hanya dokumen tertentu yang memenuhi kriteria dokumen publik administratif. Beberapa jenis dokumen BPOM yang paling sering di ajukan apostille antara lain:

  Legalisasi Dokumen Untuk Keperluan Perjanjian Teknologi Internasional

Sertifikat Izin Edar BPOM

Dokumen utama yang menunjukkan bahwa produk telah memperoleh izin edar resmi di Indonesia. Sertifikat ini sering diminta oleh distributor atau regulator luar negeri sebagai bukti legalitas produk di negara asal.

Certificate of Free Sale (CFS)

Dokumen yang menyatakan bahwa produk bebas diperjualbelikan di Indonesia. CFS merupakan salah satu dokumen paling krusial dalam ekspor produk kosmetik, obat tradisional, dan makanan olahan.

Surat Keterangan Ekspor Produk

Digunakan sebagai pendukung dalam proses pengiriman barang lintas negara, terutama untuk negara dengan regulasi impor ketat.

Surat Penunjukan Distributor

Dokumen yang menunjukkan hubungan resmi antara pemilik merek dengan distributor di luar negeri, khususnya dalam proses registrasi produk.

Dokumen Teknis Pendukung Registrasi Internasional

Termasuk surat keterangan formulasi, pernyataan kepatuhan, atau dokumen administratif lain yang diterbitkan secara resmi oleh BPOM.

Baca Juga : Apostille Kontrak Kerja di Kemenkumham Prosedur dan Syarat

Fungsi Apostille BPOM untuk Penggunaan Internasional

Apostille BPOM di Kemenkumham, Apostille BPOM memiliki fungsi strategis dalam memastikan dokumen Indonesia di akui secara hukum di luar negeri. Tanpa apostille, dokumen BPOM sering kali di anggap belum sah secara internasional meskipun berasal dari instansi resmi.

Beberapa fungsi utama apostille BPOM meliputi:

  1. Mempercepat proses registrasi produk di negara tujuan
  2. Kemudian, Mengurangi risiko penolakan dokumen oleh regulator asing
  3. Selanjutya, Menggantikan legalisasi berantai yang lebih panjang
  4. Setelah itu, Memberikan kepastian hukum dalam kerja sama internasional

Bagi perusahaan yang berorientasi ekspor, apostille bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari strategi kepatuhan dan mitigasi risiko bisnis global.

Negara-Negara yang Mengakui Apostille Dokumen BPOM

Apostille BPOM di Kemenkumham, Apostille BPOM hanya berlaku di negara-negara yang menjadi anggota Konvensi Apostille Den Haag. Hingga saat ini, jumlah negara anggota telah melampaui 120 negara.

Negara tujuan ekspor yang umumnya menerima apostille BPOM antara lain:

  • Negara-negara Uni Eropa
  • Kemudian, Amerika Serikat
  • Selanjutya, Australia
  • Setelah itu, Jepang
  • Kemudian, Korea Selatan
  • Selanjutya, Inggris
  • Setelah itu, Belanda
  • Kemudian, Jerman
  • Selanjutya, Prancis
  Penerjemahan Ijazah untuk Perguruan Tinggi Luar Negeri

Untuk negara non-anggota konvensi, apostille tidak dapat di gunakan dan dokumen BPOM harus melalui proses legalisasi konvensional. Oleh karena itu, verifikasi status negara tujuan menjadi langkah awal yang sangat penting sebelum mengajukan apostille.

Baca Juga : Apostille SIM Indonesia di Kemenkumham Kendala Umum, Syarat

Syarat Apostille Dokumen BPOM di Kemenkumham

Apostille BPOM di Kemenkumham, Pengajuan apostille BPOM di Kemenkumham mensyaratkan beberapa ketentuan administratif yang harus di penuhi secara cermat.

Syarat utama meliputi:

  1. Dokumen BPOM asli atau salinan resmi
  2. Setelah itu, Dokumen di tandatangani oleh pejabat BPOM yang berwenang
  3. Kemudian, Tanda tangan pejabat terdaftar dalam basis data spesimen Kemenkumham
  4. Selanjutnya, Dokumen masih berlaku dan tidak kedaluwarsa
  5. Setelah itu, Data pemohon lengkap dan sesuai identitas

Jika dokumen di ajukan melalui perwakilan, di perlukan surat kuasa yang sah. Dalam praktiknya, banyak permohonan tertunda karena tanda tangan pejabat BPOM belum terdaftar atau dokumen tidak memenuhi format administratif yang di tetapkan.

Prosedur Apostille BPOM di Kemenkumham

Apostille BPOM di Kemenkumham, Proses apostille di lakukan secara elektronik melalui sistem resmi Kemenkumham. Tahapan umum yang harus di lalui meliputi:

  • Pembuatan akun pada sistem apostille Kemenkumham
  • Pengisian data pemohon dan data dokumen
  • Pengunggahan dokumen BPOM
  • Verifikasi administratif oleh petugas
  • Pembayaran PNBP
  • Penerbitan sertifikat apostille

Waktu pemrosesan relatif singkat apabila seluruh persyaratan terpenuhi. Namun, keterlambatan sering terjadi akibat kesalahan teknis atau dokumen yang tidak memenuhi standar.

Tantangan Umum dalam Apostille Dokumen BPOM

Apostille BPOM di Kemenkumham, Meskipun prosedurnya tampak sederhana, apostille BPOM kerap menghadapi berbagai kendala, terutama bagi pemohon yang belum familiar dengan sistem.

Tantangan yang sering muncul antara lain:

  1. Tanda tangan pejabat BPOM tidak terverifikasi
  2. Dokumen di terbitkan dalam format internal yang tidak sesuai
  3. Ketidaksesuaian nama perusahaan atau produk
  4. Kesalahan input data pada sistem
  5. Perbedaan persyaratan antar negara tujuan

Kendala-kendala tersebut dapat menyebabkan penolakan atau permintaan perbaikan yang memakan waktu.

Perbedaan Apostille BPOM dan Legalisasi Konvensional

Apostille BPOM di Kemenkumham, Apostille dan legalisasi konvensional memiliki tujuan yang sama, yaitu pengesahan dokumen lintas negara, tetapi mekanismenya berbeda secara signifikan.

  Apostille Kemenkumham Untuk Standar Industri

Apostille hanya memerlukan satu tahap di Kemenkumham dan di akui langsung oleh negara tujuan anggota konvensi. Sebaliknya, legalisasi konvensional melibatkan beberapa instansi seperti Kemenkumham, Kementerian Luar Negeri, dan Kedutaan Besar negara tujuan.

Dari sisi waktu, biaya, dan efisiensi, apostille jauh lebih unggul. Namun, legalisasi konvensional tetap di perlukan untuk negara yang belum menjadi anggota Konvensi Apostille.

Peran Jasa Profesional dalam Apostille BPOM

Apostille BPOM di Kemenkumham, Dalam praktik bisnis, banyak perusahaan memilih menggunakan jasa profesional untuk mengurus apostille BPOM. Hal ini bukan semata-mata untuk kemudahan, tetapi juga untuk memastikan kepatuhan administratif sejak awal.

Jasa profesional berperan dalam:

  • Menilai kelayakan dokumen BPOM
  • Memastikan tanda tangan pejabat valid
  • Menyesuaikan kebutuhan negara tujuan
  • Menghindari kesalahan teknis pengajuan

Sebagai contoh, PT Jangkar Global Groups di kenal menangani pengurusan apostille dokumen ekspor, termasuk dokumen BPOM, dengan pendekatan konsultatif. Peran seperti ini membantu pemohon memahami proses tanpa harus berhadapan langsung dengan risiko administratif.

Tips Agar Apostille BPOM Disetujui Tanpa Kendala

Agar proses berjalan lancar, beberapa langkah praktis dapat di terapkan:

  1. Pastikan dokumen BPOM masih berlaku
  2. Periksa negara tujuan apakah anggota Konvensi Apostille
  3. Gunakan dokumen resmi, bukan hasil scan tidak sah
  4. Cocokkan data perusahaan dan produk secara konsisten
  5. Simpan seluruh bukti pengajuan dan pembayaran

Pendekatan preventif jauh lebih efektif di banding harus memperbaiki permohonan yang di tolak.

Posisi Apostille BPOM dalam Rantai Ekspor Produk

Apostille BPOM di Kemenkumham, Apostille BPOM tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dalam keseluruhan proses ekspor dan kepatuhan internasional. Dokumen yang telah diapostille menjadi dasar untuk:

  • Registrasi produk di regulator luar negeri
  • Negosiasi dengan distributor internasional
  • Audit kepatuhan dan due diligence
  • Perlindungan hukum merek dan produk

Tanpa apostille, proses ekspor berisiko terhambat meskipun aspek produksi dan kualitas telah terpenuhi.

Apostille BPOM sebagai Strategi Kepatuhan Global

Dalam perdagangan global yang semakin ketat, kepatuhan administratif menjadi faktor pembeda antara produk yang dapat menembus pasar internasional dan yang tertahan di tahap awal. Apostille BPOM berperan sebagai jembatan hukum yang menghubungkan regulasi nasional dengan sistem hukum internasional.

Pendekatan yang tepat terhadap apostille tidak hanya mempercepat proses bisnis, tetapi juga mencerminkan profesionalisme perusahaan dalam memenuhi standar global.

Jika Anda sedang mempersiapkan penggunaan dokumen BPOM untuk keperluan ekspor, registrasi produk, atau kerja sama internasional, memastikan apostille di lakukan dengan benar sejak awal akan menghemat waktu dan biaya. Konsultasi dengan pihak yang memahami prosedur apostille dan kebutuhan negara tujuan, seperti PT Jangkar Global Groups, dapat membantu proses berjalan lebih terarah dan minim risiko administratif.

PT. Jangkar Global Groups berdiri pada tanggal 22 mei 2008 dengan komitmen yang kuat dari karyawan dan kreativitas untuk menyediakan pelayanan terbaik, tercepat dan terpercaya kepada pelanggan.

YUK KONSULTASIKAN DULU KEBUTUHAN ANDA,
HUBUNGI KAMI UNTUK INFORMASI & PEMESANAN
KUNJUNGI MEDIA SOSIAL KAMI

 

 

Putra