Pengurusan SKCK WNA untuk Visa Kegiatan Kemanusiaan

Abdul Fardi

Updated on:

Pengurusan SKCK WNA untuk Visa Kegiatan Kemanusiaan
Direktur Utama Jangkar Goups

Persyaratan Pengurusan SKCK WNA untuk Visa Kegiatan Kemanusiaan: Pengurusan SKCK WNA Untuk Tujuan Visa Kegiatan Kemanusiaan

Pengurusan SKCK WNA Untuk Tujuan Visa Kegiatan Kemanusiaan – Memperoleh Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan salah satu persyaratan penting bagi Warga Negara Asing (WNA) yang ingin mengajukan visa untuk kegiatan kemanusiaan di Indonesia. Proses pengurusan SKCK untuk WNA memiliki beberapa persyaratan khusus yang perlu dipahami agar proses pengajuan berjalan lancar dan efisien. Pemahaman yang baik mengenai persyaratan ini akan membantu WNA menghindari penundaan atau penolakan permohonan visa. Pengurusan SKCK WNA untuk Pertukaran Kegiatan Konstruksi

Persyaratan Umum Pengurusan SKCK WNA

Secara umum, WNA yang ingin mengurus SKCK di Indonesia perlu memenuhi beberapa persyaratan dasar. Persyaratan ini meliputi identitas diri yang sah, seperti paspor yang masih berlaku dan visa kunjungan yang sesuai. Selain itu, biasanya di perlukan pula bukti alamat tinggal sementara di Indonesia, yang bisa berupa surat keterangan dari hotel atau tempat tinggal lainnya. Kehadiran pemohon secara langsung umumnya di wajibkan untuk proses verifikasi data dan pengambilan sidik jari.

Mengurus SKCK untuk WNA yang mengajukan visa kegiatan kemanusiaan memang membutuhkan kesabaran ekstra. Prosesnya cukup rumit, dan seringkali membutuhkan dokumen pendukung lainnya. Salah satu dokumen yang mungkin di butuhkan adalah ijazah yang sudah dilegalisir, dan untungnya proses ini bisa di permudah dengan melegalisir ijazah di Kantor Pos melalui cara mudah dan efektif seperti yang di jelaskan di Legalisir Ijazah Di Kantor Pos Cara Mudah Dan Efektif.

Dengan mempersiapkan dokumen-dokumen tersebut dengan baik, termasuk ijazah yang sudah di legalisir, proses pengajuan SKCK untuk visa kegiatan kemanusiaan akan lebih lancar dan efisien.

Dokumen Pendukung Pengurusan SKCK WNA

Selain persyaratan umum, WNA juga perlu melengkapi beberapa dokumen pendukung untuk proses pengurusan SKCK. Dokumen-dokumen ini bertujuan untuk memverifikasi identitas dan legalitas keberadaan WNA di Indonesia. Berikut beberapa dokumen yang biasanya di butuhkan:

  • Fotocopy paspor (halaman data diri dan visa)
  • Fotocopy Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS) atau Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP), jika ada
  • Surat keterangan dari instansi/lembaga yang mensponsori kegiatan kemanusiaan WNA tersebut (misalnya, organisasi internasional, NGO, atau lembaga pemerintah)
  • Surat rekomendasi dari kedutaan/konsulat negara asal WNA
  • Terjemahan resmi dokumen-dokumen berbahasa asing ke dalam bahasa Indonesia, yang di legalisasi oleh penerjemah tersumpah.

Perlu di ingat bahwa terjemahan resmi dan legalisasi dokumen sangat penting, terutama jika dokumen asli menggunakan bahasa selain Indonesia dan Inggris. Proses legalisasi ini umumnya di lakukan melalui Kementerian Hukum dan HAM atau lembaga yang di tunjuk.

Legalisasi Dokumen untuk Negara Tertentu

Proses legalisasi dokumen mungkin berbeda tergantung dari negara asal WNA. Beberapa negara mungkin memiliki perjanjian khusus dengan Indonesia yang mempermudah proses legalisasi, sementara negara lain mungkin memerlukan proses yang lebih panjang dan kompleks. Sebaiknya WNA menghubungi kantor polisi setempat atau pihak yang terkait untuk mendapatkan informasi yang lebih spesifik mengenai proses legalisasi dokumen dari negara asal mereka.

Pengurusan SKCK untuk WNA yang mengajukan visa kegiatan kemanusiaan memang memerlukan proses yang teliti. Setelah SKCK di terbitkan, dokumen tersebut seringkali perlu di legalisir di kedutaan negara asal WNA tersebut. Misalnya, jika WNA tersebut berasal dari Belanda, maka proses legalisir dapat di lakukan di Legalisir Di Kedutaan Belanda , sesuai dengan persyaratan visa yang di ajukan. Legalisasi ini menjadi bukti otentikasi dokumen dan memastikan keabsahan SKCK tersebut untuk keperluan proses imigrasi.

Dengan demikian, seluruh proses pengurusan SKCK untuk WNA yang ingin terlibat dalam kegiatan kemanusiaan di Indonesia akan berjalan lebih lancar.

Perbandingan Persyaratan SKCK WNA Berdasarkan Jenis Visa Kegiatan Kemanusiaan

Jenis Visa Kegiatan Kemanusiaan Persyaratan Tambahan
Visa untuk Pekerja Kemanusiaan Surat penugasan dari organisasi internasional, bukti pelatihan khusus, dan riwayat pekerjaan
Visa untuk Volunteer Surat undangan dari organisasi penerima volunteer, bukti pengalaman sukarelawan, dan rencana kegiatan
Visa untuk Penelitian Kemanusiaan Proposal penelitian yang di setujui, surat rekomendasi dari universitas/lembaga penelitian, dan izin penelitian

Tabel di atas memberikan gambaran umum. Persyaratan sebenarnya dapat bervariasi tergantung pada kebijakan yang berlaku dan instansi yang menangani permohonan.

Perbedaan Persyaratan SKCK WNA Berdasarkan Kewarganegaraan, Pengurusan SKCK WNA Untuk Tujuan Visa Kegiatan Kemanusiaan

Meskipun persyaratan umum SKCK untuk WNA relatif sama, terdapat kemungkinan perbedaan kecil dalam proses dan dokumen pendukung yang di butuhkan berdasarkan kewarganegaraan. Perbedaan ini mungkin terkait dengan perjanjian bilateral antara Indonesia dan negara asal WNA, atau perbedaan dalam prosedur administrasi di masing-masing negara. Untuk informasi yang lebih rinci dan akurat, di sarankan untuk menghubungi langsung kantor polisi setempat atau pihak berwenang terkait di Indonesia.

Prosedur Pengajuan SKCK WNA untuk Visa Kegiatan Kemanusiaan

Mendapatkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan salah satu persyaratan penting bagi Warga Negara Asing (WNA) yang ingin mengajukan visa untuk kegiatan kemanusiaan di Indonesia. Proses pengajuan SKCK untuk WNA memiliki prosedur tersendiri yang perlu di pahami dengan baik agar prosesnya berjalan lancar. Berikut uraian detail mengenai langkah-langkah pengajuan SKCK WNA untuk keperluan visa kegiatan kemanusiaan.

Pengurusan SKCK WNA untuk visa kegiatan kemanusiaan memang memerlukan proses yang teliti. Selain SKCK, berkas pendukung lainnya seperti paspor dan surat rekomendasi juga perlu di persiapkan. Jangan lupa, semua dokumen tersebut perlu di legalisir untuk memenuhi persyaratan visa, dan proses legalisir dokumen pribadi ini dapat di bantu oleh jasa profesional seperti yang di tawarkan di Legalisir Dokumen Pribadi.

Dengan dokumen yang sudah di legalisir dengan benar, proses pengajuan visa kegiatan kemanusiaan Anda akan jauh lebih lancar dan efisien. Ketepatan dan kelengkapan dokumen sangat penting untuk keberhasilan pengajuan SKCK WNA ini.

Langkah-langkah Pengajuan SKCK WNA

Proses pengajuan SKCK untuk WNA umumnya melibatkan beberapa tahap yang perlu di ikuti secara berurutan. Ketelitian dalam setiap tahap sangat penting untuk menghindari penundaan atau penolakan permohonan.

  1. Persiapan Dokumen: Kumpulkan seluruh dokumen yang di butuhkan, seperti paspor yang masih berlaku, visa kunjungan, fotokopi Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS) atau Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) jika ada, surat rekomendasi dari lembaga kemanusiaan yang menaungi, dan formulir permohonan SKCK yang telah di isi dengan lengkap dan benar. Pastikan semua dokumen dalam kondisi baik dan mudah di baca.
  2. Pengisian Formulir: Isi formulir permohonan SKCK dengan teliti dan akurat. Perhatikan setiap kolom dan pastikan informasi yang Anda berikan sesuai dengan data pada dokumen identitas Anda. Kesalahan pengisian dapat menyebabkan penundaan proses.
  3. Pengajuan Permohonan: Ajukan permohonan SKCK ke kantor Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang berwenang di wilayah tempat tinggal atau tempat kegiatan kemanusiaan akan di lakukan. Biasanya, Anda perlu datang langsung ke kantor polisi tersebut untuk menyerahkan dokumen dan formulir.
  4. Verifikasi Data: Pihak kepolisian akan melakukan verifikasi data dan latar belakang WNA pemohon. Proses ini mungkin melibatkan pengecekan data imigrasi dan rekam jejak di berbagai database kepolisian.
  5. Pembayaran Biaya: Bayar biaya penerbitan SKCK sesuai dengan tarif yang berlaku. Biaya ini dapat berbeda-beda tergantung pada jenis layanan dan lokasi kantor polisi.
  6. Pengambilan SKCK: Setelah proses verifikasi dan administrasi selesai, Anda dapat mengambil SKCK yang telah di terbitkan. Waktu pengambilan SKCK akan di informasikan oleh pihak kepolisian.

Prosedur Verifikasi Data dan Latar Belakang WNA

Verifikasi data dan latar belakang WNA merupakan bagian penting dalam proses pengajuan SKCK. Pihak kepolisian akan melakukan pengecekan menyeluruh terhadap data yang di berikan, termasuk riwayat perjalanan, aktivitas, dan catatan kriminal jika ada. Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa pemohon tidak memiliki catatan kriminal atau terlibat dalam aktivitas yang merugikan.

Biaya dan Waktu Pemrosesan SKCK

Biaya dan waktu pemrosesan SKCK dapat bervariasi tergantung pada lokasi dan jenis layanan yang dipilih. Sebaiknya Anda menghubungi kantor polisi setempat untuk mendapatkan informasi terkini mengenai biaya dan estimasi waktu pemrosesan. Sebagai gambaran umum, proses ini umumnya memakan waktu beberapa hari kerja hingga beberapa minggu.

Pengurusan SKCK untuk WNA yang mengajukan visa kegiatan kemanusiaan memang cukup kompleks, membutuhkan berbagai dokumen pendukung. Salah satu hal yang mungkin perlu di perhatikan adalah legalisasi dokumen pendidikan, terutama jika berkaitan dengan pengajaran bahasa. Proses legalisasi ijazah pendidikan bahasa, misalnya, bisa di lakukan di Kemendikbudristek melalui layanan yang di tawarkan oleh pihak seperti Legalisir Ijazah Pendidikan Bahasa Di Kemendiknas.

Dengan ijazah yang sudah di legalisir, proses pengajuan SKCK dan visa kegiatan kemanusiaan akan lebih lancar. Jadi, pastikan semua persyaratan administrasi terpenuhi sebelum memulai proses pengajuan visa.

Alur Pengajuan SKCK WNA (Flowchart)

Berikut gambaran alur pengajuan SKCK WNA secara visual (deskripsi karena tidak di perbolehkan membuat gambar):

Pertama, pemohon mempersiapkan dokumen. Kemudian, mengisi formulir permohonan. Selanjutnya, mengajukan permohonan ke kantor polisi yang berwenang. Setelah itu, proses verifikasi data dan latar belakang di lakukan. Pembayaran biaya di lakukan setelah verifikasi. Terakhir, pemohon mengambil SKCK yang telah selesai di proses. Setiap tahap di hubungkan dengan panah untuk menunjukkan urutan proses.

Cara Mengisi Formulir Permohonan SKCK WNA

Formulir permohonan SKCK WNA biasanya berisi data pribadi pemohon, seperti nama lengkap, tanggal lahir, kewarganegaraan, alamat, dan nomor paspor. Pastikan semua informasi yang Anda isi akurat dan sesuai dengan dokumen identitas Anda. Isi setiap kolom dengan jelas dan hindari kesalahan penulisan. Jika ada kolom yang tidak perlu diisi, biarkan kosong. Periksa kembali formulir sebelum Anda ajukan untuk memastikan tidak ada kesalahan.

Lokasi dan Kontak Pengurusan SKCK WNA

Mendapatkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) bagi Warga Negara Asing (WNA) yang ingin melakukan kegiatan kemanusiaan di Indonesia memerlukan pemahaman yang tepat mengenai prosedur dan instansi yang berwenang. Informasi mengenai lokasi dan kontak pengurusan SKCK sangat penting untuk memastikan proses permohonan berjalan lancar dan efisien. Berikut ini kami sajikan informasi mengenai lokasi dan kontak beberapa kantor polisi yang berwenang menerbitkan SKCK untuk WNA di berbagai kota di Indonesia. Perlu di ingat bahwa informasi ini bersifat umum dan sebaiknya di konfirmasi kembali kepada instansi terkait sebelum melakukan kunjungan.

Proses pengurusan SKCK untuk WNA umumnya melibatkan beberapa tahapan, termasuk pengumpulan dokumen, pengajuan permohonan, dan verifikasi data. Ketepatan informasi kontak dan lokasi sangat krusial untuk meminimalisir kendala dan memastikan proses berjalan sesuai rencana.

Pengurusan SKCK untuk Warga Negara Asing (WNA) yang hendak melakukan kegiatan kemanusiaan di Indonesia memiliki persyaratan yang cukup spesifik. Prosesnya memerlukan ketelitian dan pemahaman regulasi yang berlaku. Proses ini serupa, walau berbeda detailnya, dengan pengurusan SKCK untuk WNA yang bertujuan kegiatan keagamaan, seperti yang di jelaskan lebih lanjut di Pengurusan SKCK WNA Untuk Tujuan Visa Kegiatan Agama.

Kemiripan prosedur tersebut memudahkan pemahaman alur pengurusan, meskipun tujuan kegiatannya berbeda. Baik kegiatan kemanusiaan maupun keagamaan, keduanya membutuhkan SKCK sebagai syarat penting dalam proses permohonan visa. Oleh karena itu, persiapan dokumen yang lengkap dan akurat sangat krusial untuk kelancaran proses pengurusan SKCK bagi WNA yang ingin beraktivitas di Indonesia.

Lokasi dan Kontak Kantor Polisi Penerbit SKCK WNA di Beberapa Kota Besar

Berikut ini adalah daftar beberapa kantor polisi di kota-kota besar di Indonesia yang berwenang menerbitkan SKCK untuk WNA. Informasi ini perlu di konfirmasi kembali karena dapat berubah sewaktu-waktu. Sebaiknya Anda menghubungi kantor polisi yang bersangkutan untuk memastikan informasi terbaru mengenai jam operasional, persyaratan, dan prosedur pengajuan.

  • Jakarta: Polresta Jakarta Pusat. Alamat: [Alamat Lengkap Polresta Jakarta Pusat], Telepon: [Nomor Telepon], Email: [Alamat Email], Jam Operasional: [Jam Operasional], Peta Digital: [Deskripsi lokasi yang detail, misalnya: Terletak di pusat kota Jakarta, dekat dengan Gedung A dan B].
  • Bandung: Polrestabes Bandung. Alamat: [Alamat Lengkap Polrestabes Bandung], Telepon: [Nomor Telepon], Email: [Alamat Email], Jam Operasional: [Jam Operasional], Peta Digital: [Deskripsi lokasi yang detail, misalnya: Berada di Jalan Merdeka, dekat dengan Gedung Sate].
  • Surabaya: Polrestabes Surabaya. Alamat: [Alamat Lengkap Polrestabes Surabaya], Telepon: [Nomor Telepon], Email: [Alamat Email], Jam Operasional: [Jam Operasional], Peta Digital: [Deskripsi lokasi yang detail, misalnya: Terletak di pusat kota Surabaya, dekat dengan Balai Kota].
  • Denpasar: Polresta Denpasar. Alamat: [Alamat Lengkap Polresta Denpasar], Telepon: [Nomor Telepon], Email: [Alamat Email], Jam Operasional: [Jam Operasional], Peta Digital: [Deskripsi lokasi yang detail, misalnya: Berada di kawasan Denpasar Barat, dekat dengan Bandara Ngurah Rai].

Informasi Kontak Darurat

Harap di catat bahwa informasi kontak di atas merupakan informasi umum dan dapat berubah sewaktu-waktu. Untuk informasi terbaru dan terakurat, selalu hubungi langsung kantor polisi yang bersangkutan. Jika mengalami kendala atau kesulitan dalam proses pengurusan SKCK, segera hubungi call center kepolisian setempat atau kantor imigrasi untuk mendapatkan bantuan.

Format SKCK WNA dan Informasi Tambahan

Proses pengajuan visa kegiatan kemanusiaan bagi Warga Negara Asing (WNA) seringkali mensyaratkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Pemahaman mengenai format SKCK WNA dan persyaratan tambahannya sangat penting untuk memastikan kelancaran proses pengajuan visa. Berikut penjelasan detail mengenai format SKCK WNA, perbedaannya dengan SKCK WNI, serta informasi tambahan terkait legalisasi dan pengesahan.

Format SKCK WNA

SKCK WNA memiliki format yang sedikit berbeda dengan SKCK WNI, terutama dalam hal informasi yang tercantum. Secara umum, SKCK WNA tetap memuat data pribadi pemohon, riwayat kependudukan, dan catatan kepolisian. Namun, karena di terbitkan untuk warga negara asing, maka akan terdapat informasi tambahan yang berkaitan dengan status keimigrasian pemohon.

Bagian-bagian penting yang terdapat dalam SKCK WNA meliputi: nomor register SKCK, nama lengkap pemohon (sesuai paspor), tempat dan tanggal lahir, kewarganegaraan, nomor paspor, alamat tempat tinggal di Indonesia (jika ada), tujuan penerbitan SKCK, keterangan catatan kepolisian, tanggal penerbitan, dan stempel/tanda tangan pejabat berwenang.

Perbedaan Format SKCK WNA dan SKCK WNI

Perbedaan utama terletak pada data identitas pemohon. SKCK WNA akan mencantumkan nomor paspor dan visa, sementara SKCK WNI menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Selain itu, alamat yang tertera pada SKCK WNA umumnya adalah alamat tinggal di Indonesia, yang mungkin berbeda dengan alamat tetap di negara asal. Bahasa yang di gunakan pada SKCK WNA biasanya menyesuaikan dengan bahasa resmi negara asal pemohon, atau setidaknya terdapat terjemahan resmi dalam bahasa Indonesia.

Contoh Format SKCK WNA

Meskipun format SKCK dapat sedikit bervariasi antar instansi kepolisian, secara umum, formatnya tetap mengikuti standar yang ditetapkan. Berikut gambaran umum format SKCK WNA:

Bagian Deskripsi
Header Kop surat resmi Polri, Nomor Register SKCK, dan informasi identitas instansi penerbit.
Identitas Pemohon Nama lengkap (sesuai paspor), tempat dan tanggal lahir, kewarganegaraan, nomor paspor, jenis kelamin, alamat di Indonesia (jika ada).
Catatan Kepolisian Keterangan mengenai catatan kepolisian pemohon. (Bersih/Tidak Bersih)
Tujuan Penerbitan Di sebutkan tujuan penerbitan SKCK, misalnya: untuk keperluan visa kegiatan kemanusiaan.
Tanda Tangan dan Stempel Tanda tangan dan stempel pejabat berwenang dari kepolisian.
Tanggal Penerbitan Tanggal penerbitan SKCK.

Contoh Isi SKCK WNA (Disamarkan)

Berikut contoh isi SKCK WNA dengan informasi yang telah disamarkan untuk menjaga kerahasiaan data:

Nomor Register SKCK: [Nomor Register Di samarkan]
Nama: [Nama Di samarkan]
Kewarganegaraan: [Kewarganegaraan Di samarkan]
Nomor Paspor: [Nomor Paspor Di samarkan]
Catatan Kepolisian: Bersih
Tujuan Penerbitan: Visa Kegiatan Kemanusiaan
Tanggal Penerbitan: [Tanggal Di samarkan]

Legalisasi dan Pengesahan SKCK WNA

Setelah mendapatkan SKCK dari kepolisian, langkah selanjutnya adalah melakukan legalisasi dan pengesahan, tergantung persyaratan kedutaan besar atau konsulat negara tujuan. Proses ini umumnya melibatkan pengesahan dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan kedutaan besar/konsulat negara tujuan. Proses dan persyaratan legalisasi dan pengesahan dapat berbeda-beda, sehingga penting untuk memeriksa persyaratan yang berlaku di kedutaan besar atau konsulat negara tujuan.

Pertanyaan Umum Mengenai SKCK WNA untuk Visa Kegiatan Kemanusiaan

Proses pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) untuk Warga Negara Asing (WNA) yang membutuhkan visa kegiatan kemanusiaan memiliki beberapa poin penting yang perlu di pahami. Berikut ini beberapa pertanyaan umum beserta jawabannya yang di harapkan dapat memberikan kejelasan dan memudahkan proses pengurusan.

Persyaratan Khusus WNA Pemohon SKCK untuk Visa Kegiatan Kemanusiaan

Persyaratan khusus untuk WNA yang mengajukan SKCK untuk visa kegiatan kemanusiaan umumnya meliputi paspor yang masih berlaku, visa kunjungan atau izin tinggal yang sesuai, surat rekomendasi dari lembaga atau organisasi kemanusiaan yang menaungi kegiatan tersebut, dan terjemahan dokumen-dokumen penting ke dalam Bahasa Indonesia yang telah dilegalisir. Lembaga terkait mungkin juga meminta dokumen pendukung lainnya, seperti rencana kegiatan dan bukti kepesertaan asuransi kesehatan.

Lama Waktu Pengurusan SKCK WNA

Waktu yang di butuhkan untuk mendapatkan SKCK WNA bervariasi, tergantung pada beberapa faktor, termasuk kelengkapan dokumen, antrian di kantor polisi, dan prosedur verifikasi data. Secara umum, prosesnya bisa memakan waktu beberapa hari hingga beberapa minggu. Di sarankan untuk memulai proses pengurusan SKCK jauh sebelum tanggal keberangkatan atau pengajuan visa.

Biaya Pengurusan SKCK WNA

Biaya pengurusan SKCK untuk WNA bervariasi tergantung pada kebijakan masing-masing kantor polisi. Sebaiknya menghubungi langsung kantor polisi yang bersangkutan untuk informasi biaya terkini. Biaya tersebut biasanya meliputi biaya administrasi dan penerbitan SKCK.

Kemungkinan Pengurusan SKCK WNA Secara Online

Saat ini, pengurusan SKCK secara online untuk WNA belum tersedia di seluruh wilayah. Kebanyakan kantor polisi masih mewajibkan permohonan di lakukan secara langsung. Namun, beberapa kantor polisi mungkin telah menerapkan sistem online untuk tahap pendaftaran atau pengisian formulir, sehingga di sarankan untuk mengecek langsung ke kantor polisi yang berwenang.

Prosedur Penanganan Kesalahan pada SKCK WNA yang Telah Diterbitkan

Jika terdapat kesalahan pada SKCK WNA yang telah di terbitkan, segera laporkan kepada pihak kantor polisi yang menerbitkan SKCK tersebut. Biasanya, pihak kepolisian akan melakukan koreksi atau penerbitan ulang SKCK dengan data yang benar. Proses ini mungkin membutuhkan waktu tambahan dan mungkin ada biaya administrasi tambahan yang perlu di bayarkan.

PT Jangkar Global Groups berdiri pada tanggal 22 mei 2008 dengan komitmen yang kuat dari karyawan dan kreativitas untuk menyediakan pelayanan terbaik, tercepat dan terpercaya kepada pelanggan.

YUK KONSULTASIKAN DULU KEBUTUHAN ANDA,
HUBUNGI KAMI UNTUK INFORMASI & PEMESANAN
KUNJUNGI MEDIA SOSIAL KAMI

 

 

Email : Jangkargroups@gmail.com
Website: Jangkargroups.co.id
Telp kantor : +622122008353 dan +622122986852
Pengaduan Pelanggan : +6287727688883
Google Maps : PT Jangkar Global Groups

Abdul Fardi

penulis adalah ahli di bidang pengurusan jasa pembuatan visa dan paspor dari tahun 2020 dan sudah memiliki beberapa sertifikasi khusus untuk layanan jasa visa dan paspor